Wilson Cs Balas Sakit Hati

Bermain di kandang lawan bagi semua tim tentu tidak enak. Itulah yang akan dialami SFC saat bertandang ke Stadion Agus Salim dalam lanjutan kompetisi putaran kedua ISL. Apalagi, bila ada kenangan pahit sebelumnya.
Sriwijaya FC

Semen Padang bertekad mencuri poin penuh dalam pertandingan besok, Selasa (8/3). Tim berjuluk Kabau Sirah ini ingin membalas sakit hati ketika melawan Sriwijaya FC di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring 6 Januari lalu.

Ketika itu, Edward wilson cs tidak berkutik dan dihajar 5-0 pasca indisen kartu merah Saktiawan Sinaga. Insiden kartu merah Saktiawan Sinaga yang melakukan tendangan keras ke punggung Claudiano Alves dos Santos ketika itu, tidak dapat diterima pihak Semen Padang.

Bahkan usai pertandingan pelatih Nilmaizar menyayangkan sikap wasit Jimmy Napitupulu yang langsung memberikan kartu merah tanpa memberikan peringatan.

Insiden kartu merah dan kekalahan 5-0 akan membuat motivasi para pemain Semen Padang berlipat ganda. Mereka pasti tidak ingin dipermalukan di kandang sendiri. Bisa dipastikan, Saktiawan yang kembali tampil akan berhadap-hadapan langsung dengan Diano. Maklum, posisi keduanya sangat memungkinkan bentrok. Diano akan tampil bersama tandem sehatinya Thierry Gathuessi. Dia dipastikan akan mengawal secara khusus Saktiawan yang dikenal memiliki kecepatan dan naluri gol cukup tinggi.

Selain Sakti, ada pula pemain berbahaya Edward Wilson, striker andalan Semen Padang. Dialah otak serangan balik cepat di lini depan. Pemain asing asal Liberia ini, memiliki insting gol tinggi dan gerakannya selalu menjadi inspirasi terciptanya gol-gol Semen Padang.

Total Wilson sudah mencetak 11 gol dari 15 kali penampilannya. Pertarungan Diano dan Wilson pun akan semakin sengit karena gengsi sesama pemain asing. Kepiawan Wilson akan ditunjukkan saat Semen Padang menjamu SFC.

Sama Nafsu Jika Semen Padang sangat bernafsu mencari kemenangan, begitu juga dengan SFC yang tidak ingin menjadi bulan-bulanan tuan rumah. SFC juga bertekad meraih poin penuh di Stadion Agus Salim. Kegagalan meraih poin di Pelita Jaya adalah hal merugikan bagi Gumbs cs.

Diano pun mengakui, Semen Padang memiliki barisan penyerang berbahaya dan memiliki kecepatan. Mereka kerap melakukan serangan balik cepat dengan bola-bola pendek ke mulut gawang. Wilson yang bertugas memantulkan bola, kerap mundur ke belakang memancing bek untuk mengejarnya, sementara Mofu, Saktiawan ataupun Ellie Aiboy maju ke depan.

“Gaya permainan mereka bervariasi. Kami akan sulit melawan mereka apalagi pertandingan di kandang mereka. Tetapi kami siap menghadapi mereka dan bertekad meraih poin,” urainya.

Jika melihat statistik penampilan, Wilson dan Saktiawan adalah striker agresif yang kerap melakukan pelanggaran, tetapi insting golnya sangat tinggi.

Sakti baru mencetak 4 gol tetapi pemilik tinggi 171 cm ini banyak membuka ruang dan memberikan assist matang. Kecepatan dan kekuatan fisiknya akan menyulitkan Diano yang belum sembuh dari cedera.

Meski demikian, Diano tetaplah bek istimewa, kemampuannya dalam membaca permainan lawan sudah terbukti. Dia hanya perlu tandem sehati untuk menutupi sedikit kelemahan karena kerap kalah sprint jarak-jarak pendek. Soal kekuatan fisik dan penguasaan bola, bek asal Brazil ini jagonya. Ingat pula, Diano kini sudah mencetak dua gol untuk SFC.

Sementara itu pelatih Ivan Kolev sedikit lega, meski harus kehilangan Budi Sudarsono yang cedera, dia bisa menurunkan Jajang Mulyana, Kim Yong Hee, dan Lim Joon Sik secara bersamaan. Sedangkan Ponaryo Astaman pun kemungkin bisa diturunkan meski belum fit seratus persen.


Read Also:

Related Posts
Disqus Comments