April 2011

Sabtu, 30 April 2011

Tiga Hari Penting Gumbs cs


Persoalan jadwal AFC Cup dan Indonesia Super League (ISL) yang kerap berdekatan, benar-benar tidak bersahabat bagi Sriwijaya FC. Gumbs cs tidak memiliki waktu recovery yang cukup lantaran jarak pertandingan dua kompetisi itu berdekatan. Dampak kelelahan mereka rasakan saat kalah 0-4 dari Song Lam Nghe An, Selasa (26/4) lalu. Gumbs cs pun hanya memiliki waktu tiga hari di Palembang untuk mempersiapkan tim dan waktu yang terbilang sangat singkat itu sangat penting.

FC Sriwijaya


"Usai menghadapi Song Lam Nghe An (26/4), tim asuhan Ivan Kolev ini harus bersiap-siap berangkat ke Maladewa, kami punya waktu tiga hari dan itu sangat penting," Kata Ivan Kolev, Sabtu (30/4).

Menurut Kolev, pemain dan ofisial persiapan sangat tidak efektif karena mereka hanya memiliki waktu tiga hari sebelum berangkat ke Male ibukota Maladewa. Sebenarnya hal itu tidak perlu terjadi asal saat berangkat dan pulang dari Vinh City ibukota provinsi H Nghe An tidak terlalu banyak transit."Namun apa yang terjadi kami harus menginap dulu semalam di kota Ho Chi Minh sebelum pulang ke Palembang. Belum hilang capek, para pemain harus terbang lagi ke Maladewa. Apapun itu kami tetap harus siap dan saya mempersiapkan tim dengan serius," ujar Ivan Kolev.

Seperti diketahui usai istirahat satu pekan, SFC kemudian menghadapi Persib Bandung, Jumat (22/4), belum cukup istirahat, mereka sudah terbang ke Vietnam untuk menghadapi Song Lam Nghe An, Selasa (26/6), padahal jarak tempuh terbilang sangat jauh.

Belum cukup istirahat pada 2 Mei nanti para pemain SFC akan berangkat lagi untuk melakoni away terakhir di babak 32 besar AFC Cup grup F lawan VB Sport pada 4 Mei. Rombongan dijadwalkan berangkat ke Male menggunakan pesawat Srilangka Airlines. Untuk sampai ke Maladewa, para pemain akan transit sebanyak tiga kali. Transit pertama tentu di Jakarta, sedangkan transit kedua di Singapura, dan kota transit ketiga tentu di Colombo ibukota Srilangka."Penerbangan ke Maladewa nanti tentu melelahkan dan sangat menguras tenaga dan fikiran para pemain," ujarnya.

Diinformasikan Wakil Manajer SFC Jamaludin, perjalan melelahkan harus dilalui para punggawa Sriwijaya FC usai lawatan di Vietnam. Setelah berman habis-habisan dan mengalami kekalahan 0-4 dari Song Lam, Gumbs cs sempat istirahat satu malam pada Rabu (27/4) di kota Ho Chi Minh, Vietnam. Dijadwalkan tim asuhan Ivan Kolev ini akan tiba Kamis (28/4) malam."Kami akan tiba di Palembang, Kamis malam," jelas Wakil Manajer SFC Jamaludin, Kamis.

Hal serupa juga diungkapkan Kayamba, tetapi sebagai pemain Gumbs sapaanya siap diturunkan dan menghadapi Maladewa nanti, SFC harus meraih tiga poin maksimal demi menjaga peluang lolos ke babak 16 besar AFC."Menang merupakan target yang harus dikejar," jelasnya.

Jadwal sisa laga SFC (AFC-LSI)

1. 22 April, Persib vs SFC
2. 4 Mei VB Sport Maladewa vs SFC (AFC)
3. 11 Mei SFC vs TSM Pegasus Maladewa (AFC)
4. 29 Mei SFC vs Persija
5. 1 Juni, SFC vs PSPS
6. 5 Juni, Persiba vs SFC
7. 11 Juni, Persijap vs SFC
8. 16 Juni, SFC vs Deltras
9. 19 Juni, SFC vs Persela

Kolev Ungkapkan Rahasia Gunawan


Pelatih Ivan Kolev angkat bicara tentang kegagalan Gunawan mengantisipasi serangan balik Song Lam Nghe An sehingga Laskar Wong Kito kalah telak 4-0 di Vinh Stadium Vietnam, Selasa (26/4/2011). Kolev mengatakan Gunawan tampil maksimal dalam laga berat itu.

FC Sriwijaya


"Gunawan sudah tampil maksimal dalam pertandingan itu, tetapi memang ada beberapa penyebab yang mempengaruhi penampilannya," jelas Kolev, Sabtu (30/4/2011).

Menurut Kolev, fisik Gunawan memang jauh tertinggal dari rekan-rekannya selepas bergabung dari Timnas U-23. Sehingga kerap kalah berduel dengan pemain-pemain Song Lam Nghe yang berujung dengan bobolnya gawang Ferry Rotinsulu.

"Dia kelabakan mengantisifasi serangan balik karena fisiknya,"jelas Kolev.

Ketika ditanya jika tahu kondisi Gunawan kurang fit mengapa harus memaksa menurunkan Gunawan, Kolev mengaku SFC kala itu krisis bek. "Sebab Bobby Satria dan Ahmad Jufriyanto absen karena akumulasi kartu, sedangkan Claudiano Alves dos Santos kurang fit," jelasnya.

Lim Joon Sik Jaga Kebugaran


Lim Joon Sik mengaku akan istirahat lama lantaran tidak terdaftar di ajang Asian Football Confederation (AFC) Cup. Akibatnya ada rasa bosan karena tidak bertanding. Terlebih lagi pertandingan di Liga Super Indonesia (LSI) baru digelar pada 29 Mei nanti melawan Persija Jakarta di Jakabaring.

FC Sriwijaya


"Istirahat lama dan saya terus berlatih dan menjaga kebugaran," jelas Lim, Sabtu (30/4/2011),

Menurut Lim, kekalahan lawan Persib dan terakhir lawan Song Lam karena para pemain dalam kondisi kelelahan saja. Lawan Persib karena tim kurang beruntung."Tetapi lawan Song karena kawan-kawan mengalami kelelahan," jelasLim.
Lim hanya dapat berdoa berharap SFC menang lawan VB Sports, Rabu (4/5/2011) nanti, demi menjaga peluang lolos ke babak 16 besar. "Jika disiarkan langsung saya akan dukunga lewat layar kaca, tetapi jika tidak disiarkan saya dukung dengan doa," jelas Lim.

Drill Khusus Lini Bertahan Sriwijaya FC


Hasil evaluasi menegaskan lini pertahanan Sriwijaya FC kerap kecolongan dari serangan balik dan peluang bola-bola mati. Hal inilah yang menjadi fokus dan konsentrasi pelatih Ivan Kolev menjelang lawatan ke Maladewa, Senin (4/5) nanti.

FC Sriwijaya

Kolev membuat drill khusus untuk lini pertahanan pasca kebobolan 5 gol dalam laga terakhir yakni kalah dari Persib Bandung 0-1, Jumat (22/4) dan menyerah 0-4 dari Song NGhe An, Selasa (26/4). Pelatih asal Bulgaria ini sepertinya tidak ingin kecolongan.
"Saya tidak ingin kecolongan dan kita membutuhkan keseimbangan di depan maupun di belakang," kata Kolev.

Ia tahu lini depan sedang bermasalah, tetapi lini belakang pun juga demikian. Sehingga yang diperlukan adalah bagaimana membuat lini belakang lebih solid lagi dari pertandingan sebelumnya. Diauki dia, faktor kelelahan memang cukup mempengaruhi lemahnya barisan pertahanan.

Namun dia pun tidak memiliki alasan dengan mengatakan kekalahan itu karena faktor kelelahan. Hal yang paling penting bagi Gumbs cs adalah, bagaimana membuat lini belakang dan depan lebih solid. Kerja keras adalah kunci untuk mendapatkan poin penting saat melawat ke kandang VB Sports di Maladewa.

"Cara untuk meraih poin penuh adalah bagaimana kami harus bekerja keras dan mempersiapkannya dengan serius," jelas Kolev.

Seperti diketahui, pasukan Laskar Wong Kito hanya tiga hari berada di Palembang untuk melakukan persiapan, setelah mereka akan berangkat menuju Maladewa pada Senin (2/5). Kolev rencananya akan membawa 18 pemain. Namun belum dipastikan apakah dia akan menyertakan bomber Rudi Widodo yang sudah sembuh dari cederanya.


Jumat, 29 April 2011

Rudi Siap Diturunkan Lawan VB Sport


Krisis gol yang dialami Sriwijaya FC dalam dua pertandingan terakhir membuat Rudi Widodo sedikit gelisah. Ia tidak rela jika Laskar Wong Kito mandul dan siap diturunkan jika diminta pelatih Ivan Kolev saat Sriwijaya FC menghadapi VB Sport di Maladewa, Rabu (4/5/2011) nanti.
FC Sriwijaya


"Saya siap diturunkan, tetapi semua bergantung kepada keputusan pelatih, sebab sejauh ini aku sudah sembuh," kata Rudi Widodo, Jumat (29/4/2011).

Menurut Rudi, penurunan produktivitas gol itu bukan karena ada penurunan permainan, tetapi SFC hanya tidak beruntung saja. Saat lawan Song Lam sangat banyak peluang tetapi buruknya kondisi lapangan dan mungkin kelelahan menjadi penyebab kekalahan.

"Perjalanan sangat jauh, begitu juga saat melawan VB Sport di Maladewa nanti. Saya secara pribadi siap diturunkan, tetapi tidak bisa langsung 90 menit," jelasnya.

Sriwijaya Terpelosot Bola Silang


Rekor Sriwijaya FC agak tercoreng di akhir bulan April ini. Bila diarsir dalam grafik, tren seminggu tiga kali menang di kandang harus terhenti. Performa klub asal Kota Pempek itu kini terbalik menurun tajam karena akhirnya mengalami dua kali kekalahan dalam selang waktu empat hari.

FC Sriwijaya


Bermain dalam pertandingan lanjutan putaran kedua kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) 2010-11, pada 9 April Kayamba cs menggulung Persisam dengan skor 3-1. Berikutnya, 16 April, giliran Bontang FC ditaklukkan Gathuessi dan kawan-kawan, 4-1.

Di antara kedua partai tersebut, pada 13 April lalu, Sriwijaya memanggungkan laga serial ketiga Grup F AFC Cup 2011 di mana duet gelandang asal Korea Selatan, Kim Yong Hee dan Lim Joon Sik, harus absen lantaran tidak terdaftarkan. Hasilnya, supremasi kejayaan dipertahankan, 3-1 atas Song Lam Nghe An (Vietnam).

Tapi pekan ketiga, pada 22 April, meladeni Persib Bandung di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Soreang, Jawa Barat, kesebelasan yang berpadu di bawah arahan pelatih Ivan Kolev harus menelan kekalahan tipis 0-1.

Grafik menanjak pun terbalik patah dalam kurva menukik tajam menurun ke titik paling rendah di bulan yang biasanya diawali dengan lelucon bohong ini. Saat melawat ke Vietnam, Song Lam membalas dendam dengan telak, mengalahkan Sriwijaya 0-4.

Peracik taktik asal Bulgaria, mantan pelatih tim nasional Indonesia, memutar otak demi mencerdiki situasi yang mulai menekan ke arahnya sendiri sebagai penanggung jawab taktik di lapangan. (Walaupun konon di dalam struktur manajemen PT Sriwijaya Optimis Mandiri [SOM] ada posisi Direktur Teknik segala, hingga berita ini diturunkan tampak belum ada pihak yang merasa perlu bertanya apa tugas persisnya jauh di dalam dapur perusahaan pengelola klub profesional itu.)

Sang pelatih mengambil kesimpulan, "Terutama pemain belakang, masih banyak kelemahan mengantisipasi eksekusi tendangan bebas. Baik yang bebas karena terjadinya pelanggaran atau sepak pojok."

"Tiga dari lima gol terakhir yang masuk ke gawang kita asalnya dari tendangan bebas dan tendangan penjuru. Bola silang jadi harus jangan banyak lagi masuk ke dalam kotak penalti," kata Kolev.

Pelatih yang rambutnya jambul itu tentu mencatat rekor Sriwijaya per April, berikut: 3 menang dan 2 kalah, selisih gol 10-8, dapat poin 9. Rata-rata 2 gol tercipta dalam satu pertandingan menunjukkan lini depan klub berlogo Rajawali Ampera itu masih gatal ingin menang dan haus gol.

Ivan Kolev Berharap Hukuman Bobby Satria Berakhir


Pelatih Sriwijaya FC Ivan Kolev berharap hukuman tidak dapat diturunkannya Bobby Satria pada laga AFC Cup dapat berakhir.

FC Sriwijaya


Bobby saat ini masih menunggu keputusan AFC karena mendapatkan kartu merah saat menghadapi Song Lam Nghe An di Palembang, 13 April lalu.

"Saya berharap hukuman untuk Bobby sudah berakhir, karena dia telah absen pada satu pertandingan saat menghadapi Song Lam Nghe An di Vietnam. Tapi, belum tentu juga, bisa jadi AFC mengganjal untuk dua pertandingan karena Bobby mendapatkan kartu merah langsung," kata pelatih asal Bulgaria itu.

Saat ini, Sriwijaya FC mengalami krisis pemain belakang pada laga penyisihan grup F AFC Cup melawan VB Sport di Maladewa, 4 Mei 2011, menyusul hukuman kartu merah dan cedera yang masih membekap terhadap beberapa pemain.

Kolev mengaku keadaan ini sangat menyulitkan dalam meramu strategi jitu untuk meraih hasil maksimal.

"Ada beberapa pemain belakang yang dipastikan tidak dapat diturunkan. Hal ini menyulitkan saya, karena kebetulan mereka adalah andalan tim," ujar Kolev.

Dia menyebutkan, pemain yang bakal absen itu, Thierry Gathuessy, karena mendapatkan hukuman akumulasi kartu kuning. Kemudian, Claudiano Do Santos masih belum pulih dari cedera,

Menurut Kolev, kehilangan dua pemain yakni Thierry dan Claudiano pada lini belakang akan sangat menyulitkan timnya.

Apalagi, dia menambahkan, kedua pemain yang notabene pemain asing itu terbukti mampu berperan penting dalam menghantarkan "Laskar Wong Kito" meraih kemenangan pada beberapa pertandingan.

Meski demikian, Kolev tidak mau berputus asa agar anak asuhnya tetap optimistis memandang laga penentu itu.

"Kondisi kehilangan pemain adalan pada suatu laga, bukanlah suatu hal yang baru bagi tim kami. Keadaan ini telah terjadi sejak awal kompetisi karena pemain silih berganti mendapatkan cedera. Jadi, saya akan mengoptimalkan pemain yang ada saja," kata mantan pelatih timnas Indonesia ini.

Sementara ini, SFC menduduki peringkat kedua grup dengan raihan tujuh angka, dan peringkat pertama ditempati oleh TSW Pegasus (Hongkong) dengan torehan sembilan angka. Sedangkan peringkat ketiga ditempati Song Lam Nghe An (Vietnam) dengan senam angka, dan VB Sport (Maladewa) dengan hanya meraih satu angka.

Sriwijaya FC Menuju Maladewa Tanpa Duo Pilar


Sriwijaya FC (SFC) memburu tambahan poin untuk melaju ke 16 besar Piala AFC 2011.Buntut kekalahan telak 0-4 dari Song Lam Ngha An (SLNA), klub berjuluk Laskar Wong Kitokini ada di posisi 2 Grup F.
FC Sriwijaya


Berada di bawah TSW Pegasus dengan tertinggal dua poin,tentu bukan hal yang bisa dianggap mudah SFC.Apalagi,anak asuh Ivan Kolev mematok melaju hingga semifinal kompetisi level dua Benua Biru pada musim ini. Hasil negatif SFC setelah kalah di markas SLNA harus dibayar pada laga Grup F selanjutnya.Namun,pertandingan Keith Jerome ’Kayamba’ Gumbs selanjutnya tak mudah.SFC harus melakoni partai tandang di markas VB Sports di Male,Maladewa.

Perjuangan SFC pada laga yang berlangsung Senin (4/5) juga tak ringan. Sebab,Kolev dipastikan tak bisa memaksimalkan dua pemain utamanya, Oktovianus ’Okto’ Maniani dan Thierry Gathuessi.Okto mendapat kartu merah saat SFC ditumbangkan SLNA. Gelandang lincah asal Papua ini terpaksa di usir wasit setelah tanpa sebab memukul salah satu pemain lawan.Aksi tak terpuji ini tentu membuat SFC dirugikan karena dua laga berikutnya merupakan penentuan lolos tidaknya Laskar Wong Kitoke fase selanjutnya.

Untuk Gathuessi,pemain asal Kamerun ini juga absen akibat sanksi akumulasi kartu kuning. ”Tanpa dua pemain tersebut,kekuatan SFC jelas akan sedikit berkurang.Tapi,saya rasa Pelatih Ivan Kolev telah memiliki solusi untuk ini.Apalagi,masih banyak pemain lain yang memiliki posisi yang sama dengan mereka dan siap untuk dimainkan,”kata Wakil Manajer SFC Jamaluddin.

Di posisi belakang,Ahmad Jufriyanto atau Mahyadi Panggabean kemungkinan besar akan menjadi pilihan utama untuk mengisi posisi Gathuessi.Sementara Bobby Satria yang bisa menjadi pilihan,masih belum bisa dimainkan.Hukuman kartu merahnya saat SLNA dijamu SFC belum berakhir untuk laga di Maladewa. Sementara pemain belakang yang lain, Gunawan Dwi Cahyo,performanya tak maksimal.

Eks bek Persik Kediri itu saat diberikan kepercayaan di markas SLNA, tampil sangat buruk. Pada sektor sayap yang ditinggalkan Okto,Kolev memiliki banyak stok pemain pelapis.Para pemain itu antara lain Arif Suyono,Rendi Siregar,Ade Suhendra, Mahadirga Lasut,Ardiles Rumbiak,hingga Jeki Arisandi.

Dari manajemen SFC,Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Hendri Zainuddin menambahkan, meskipun tanpa kehadiran Okto dan Gathuessi,dia optimistis. ”Saya yakin masih bisa.SFC ini tim besar dan memiliki mental juara. Kekalahan satu kali di ISL (Indonesia Super League) dan satu kali di Piala AFC kemarin akan dijadikan sebagai bahan evaluasi agar penampilan tim lebih baik,”pungkas Hendri.

Kamis, 28 April 2011

Kuota Asia Musim Depan Semua dari ISL


Kuota Asia dari kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2010/2011 kemungkinan bertambah. Untuk mendapatkan tiket Asia, klub harus berstatus big three di akhir musim.
FC Sriwijaya


Peluang pemenuhan kuota kompetisi Asia dari DISL secara penuh terbuka lebar. Sebelumnya DISL hanya dijatah dua tiket Asia. Klub juara bermain di Liga Champions Asia (LCA), lalu runner up merumput di Piala AFC. Satu jatah Asia terakhir diberikan kepada pemegang trofi Piala Indonesia. Klub juara Piala Indonesia biasanya mendapatkan jatah play off Liga Champions Asia (LCA).

Bila mereka gagal menjalani play off, otomatis terdampar di Piala AFC. Namun, masalahnya Piala Indonesia 2010/2011 kemungkinan selesai tidak tepat waktu karena efek berlarutnya proses suksesi kepengurusan PSSI periode 2011-2015.

Seandainya proses suksesi kepengurusan tersebut lancar, kick off Piala Indonesia pada awalnya direncanakan Mei. Namun, PSSI ternyata gagal menggelar Kongres 26 Maret sehingga kick off diagendakan Juni. Lantaran tidak ingin menggadaikan kualitas, Liga akhirnya baru menggelar Piala Indonesia musim ini pada awal DISL 2011/2012.

Sekretaris PT Liga Indonesia Tigorshalom Boboy mengungkapkan, pemenuhan kuota Asia akan dipenuhi dari DISL. “Kami berencana memberikan jatah Asia secara penuh kepada klub DISL. Tapi, asumsinya jatah musim depan sama,” ungkapnya.

Indonesia sudah dua musim terakhir mendapatkan tiga tiket Asia. Jatah Asia tersebut didasarkan atas progres profesionalisme klub dan kompetisi. DISL saat ini berada pada urutan 12 level Asia dengan nilai 283,5. Nilai mereka naik empat poin usai verifikasi AFC pada 2010.

AFC direncanakan melakukan verifikasi profesionalisme klub untuk musim 2011/2012 pada Agustus mendatang. Secara umum verifikasi menyangkut lima aspek klub profesional, meski lebih menekankan kepada status legal, infrastruktur, dan finansial. Namun, jatah Asia Indonesia di bawah bayangan Thailand dan Singapura.

Peringkat profesionalisme kompetisi milik kedua negara itu memang lebih baik. Singapura tetap berada satu strip di atas Indonesia dengan nilai 286,5 meski musim ini mengalami penurunan tiga poin. Thailand berada pada urutan sembilan dengan nilai 303. Sama seperti Singapura, nilai profesionalisme kompetisi Thailand juga sebenarnya mengalami penurunan dua angka.

“Kalau tiga jatah Asia diambilkan dari DISL, maka klub runner up berhak play off LCA. Klub yang finis di urutan tiga akan bermain di Piala AFC, sedangkan juara DISL otomatis ke LCA,” terangnya.

Kendati demikian, Liga tetap menyiapkan skenario kedua. Mereka berencana melobi AFC agar bersedia memberikan kuota play off LCA kepada juara Piala Indonesia, meski kepastian klubnya menyusul. Asumsinya, AFC menunggu klub juara Piala Indonesia yang digelar Oktober. Mengacu kepada regulasi musim lalu, kepastian klub yang akan bermain di Asia harus selesai paling lambat November. Sebab, AFC melakukan drawing pada 7 Desember 2010.

“Mungkin kami akan mendaftarkan nama kosong untuk play off. Hal itu untuk mengakomodir klub juara Piala Indonesia. Kami akan coba itu, meski belum tahu apakah AFC bersedia atau tidak,” katanya.

Bertambahnya kuota Asia dari DISL diperkirakan semakin menaikan suhu persaingan papan atas klasemen. Sedikitnya enam klub berpeluang mengisi tiga kuota Asia tersebut, meski jatah LCA hampir pasti menjadi milik kandidat juara DISL 2010/2011 Persipura Jayapura. Selain Persipura, dua kuota Asia sisa berpotensi diperebutkan oleh Persija Jakarta, Semen Padang, Arema Malang, Sriwijaya FC, bahkan Persisam Samarinda. Untuk meraih tiket play off LCA, Persija harus mendapatkan tambahan angka minimal 15. Macan Kemayoran juga sambil berharap pesaingnya tergelincir.

“Lebih bagus kalau pemenuhan jatah Asia diambilkan dari DISL. Waktu untuk menggelar Piala Indonesia dengan deadline pendaftaran klub di AFC tampaknya sangat sempit. Kalau tiga jatah Asia diberikan kepada DISL, maka persaingan papan atas bertambah ketat. Klub setidaknya akan mengejar finis di posisi ketiga,” tandas Asisten Pelatih Persija Satia Bagdja.

Gumbs Cs Tiba Malam Ini


Perjalanan melelahkan harus dilalui para punggawa Sriwijaya FC usai lawatan ke Vietnam. Setelah bermain habis-habisan dan mengalami kekalahan 0-4 dari Song Lam, Gumbs Cs sempat istirahat satu malam pada Rabu (27/4) di kota Ho Chi Minh, Vietnam. Dijadwalkan tim asuhan Ivan Kolev ini akan tiba Kamis (28/4) malam.

FC Sriwijaya


"Kami akan tiba di Palembang, Kamis malam," jelas Wakil Manajer SFC Jamaludin, Kamis.

Menurut Jamal, rombongan SFC yang terdiri dari 18 pemain dan 10 official ini diperkirakan tiba di Palembang sekitar pukul 21.00 WIB. Mereka berangkat dari kota Ho Chi Minh, Vietnam pagi sekitar pukul 11.00 WIB dengan menggunakan pesawat Malaysia Airlines dan transit selama empat jam di bandara internasional Antar Bangsa Kuala Lumpur. Tiba di Jakarta tepat pukul 18.45 WIB dan langsung ganti pesawat menggunakan maskapai Garuda. "Diperkirakan paling cepat tiba di Palembang pukul 21.00," jelasnya.

Sriwijaya FC Krisis di Lini Depan


Setelah meraih kemenangan besar dalam dua laga terakhir seperti diantaranya meraih kemenangan atas Bontang FC dengan skor telak 4-1, lini depan Sriwijaya FC mengalami krisis gol. Gumbs Cs belum mampu menambah pundi-pundi gol dalam dua laga terakhir yakni lawan Persib Bandung 0-1, Jumat (22/4/2011), dan kalah 0-4 dari Song Lam di ajang AFC, Selasa (26/4).

FC Sriwijaya


“Lini depan Sriwijaya belum maksimal saat menghadapi Song Lam tidak banyak peluang yang terjadi," kata pelatih Ivan Kolev, Kamis (28/4).

Menurut Kolev, kesulitan ini harus cepat diatasi karena kompetisi Indonesia Super League dan AFC Cup tinggal menyisahkan beberapa laga. Saya harap pemain enjoy dan bisa bangkit pada pertandingan selanjutnya."Apalagi nanti striker Rudi Widodo sudah siap diturunkan karena cedera yang didiritanya sudah berangsur-angsur pulih,” kata Ivan Kolev.

Lemah Antisipasi Bola-bola Mati


Dua kekalahan beruntun di laga terakhir membuat pelatih Ivan Kolev melakukan evaluasi secara keseluruhan kepada para pemain dan skema permainan. Hasilnya SFC kerap lengah untuk mengantisifasi bola-bola mati yang merupakan peluang tim lawan. Gumbs cs kerap kebobolan dari tendangan bebas ataupun free kick.
FC Sriwijaya


"KIta kerap kecolongan dari bola-bola mati dan ini harus kami antisifasi dalam laga berikutnya," jelas Kolev, Kamis (28/4/2011).

Mantan pelatih Persija Jakarta ini akan memberikan porsi lebih untuk melakukan antisipasi terhadap serangan dari bola-bola mati. Dia juga akan memainkan simulasi serangan dari sayap kiri, sayap kanan, dan serangan dari tengah. Begitu dengan para pemain lini belakang harus bisa cepat bereaksi untuk bisa memenghalau serangan lawan.

“Lini belakang memang agak lemah mengantisipasi serangan dari sayap kanan dan kiri saat terjadi free kick. Namun untuk mengatasi permasalahan tersebut, kami akan mempersiapkan diri dengan mengasah inter save menjelang lawan VB Sport,” lanjutnya.

Gumbs Cs Dihantui Kelelahan


Persoalan jadwal AFC Cup dan Indonesia Super League (ISL) yang kerap berdekatan, benar-benar tidak bersahabat bagi Sriwijaya FC. Gumbs Cs tidak bisa beristirahat dalam jeda waktu yang cukup lantaran jarak pertandingan dua kompetisi itu sangat berdekatan. Kelelahan menghantu skuad asuhan Ivan Kolev ini dan dampaknya mereka rasakan saat kalah 0-4 dari Song Lam Nghe An, Selasa (26/4/2011) lalu.

FC Sriwijaya


"Bayangkan saja usai break kompetisi imbas dari Piala AFF Desember lalu, Sriwijaya FC langsung digenjot untuk melakoni jadwal padat di pentas ISL. Belum selesai dengan ketatnya jadwal ISL, Laskar Wong Kito julukan Sriwijaya FC harus menghadapi laga AFC Cup. Nah usai menghadapi Song Lam Nghe An (26/4/2011), tim asuhan Ivan Kolev ini harus bersiap-siap berangkat ke Maladewa," Kata Ivan Kolev, Kamis (28/4/2011).

Menurut Kolev, persiapan sangat tidak efektif bagi Sriwijaya FC. Sebab mereka hanya tiga hari sebelum berangkat ke Male ibukota Maladewa. Sebenarnya itu tidak perlu terjadi asal saat berangkat dan pulang dari Vinh City ibukota provinsiH Nghe An tidak terlalu banyak transit. "Namun apa yang terjadi kami harus menginap dulu semalam di kota Ho Chi Minh sebelum pulang ke Palembang. Belum hilang capek, para pemain harus terbang lagi ke Maladewa,” ujar Ivan Kolev kemarin.

Seperti diketahui pada 2 Mei nanti para pemain Sriwijaya FC akan berangkat lagi untuk melakoni away terakhir di babak 32 besar AFC Cup grup F. menurut rencana, Laskar Wong Kito akan berangkat ke Male menggunakan pesawat Srilangka Airlines. Untuk sampai ke Maladewa, para pemain akan transit sebanyak tiga kali. Transit pertama tentu di Jakarta, sedangkan transit kedua di Singapura, dan kota transit ketiga tentu di Colombo ibukota Srilangka.

Rabu, 27 April 2011

Okto Absen Lawan VB Sport


Kekalahan Sriwijaya FC dari atas tuan rumah Song Lam Nghe An harus dibayar mahal. Sebab Laskar Wong Kito akan kehilangan Oktovianus Maniani yang absen dalam lawatan ke Maladewa menghadapi VB Sport pada 4 Mei mendatang.

FC Sriwijaya


"Okto akan absen karena kartu merah yang dia terima, otomatis dia akan absen lawan VB Sport," kata Wakil Manajer Jamaludin, Rabu (27/4/2011).

Menurut Jamal sapaannya, justru sebuah kerugian bagi SFC karena tidak bisa menggunakan tenaga Okto, mengingat pemain asal Papua ini selalu diandalkan dalam setiap laga Laskar Wong Kito.

"Meski demikian kami tetap optimis bisa meraih kemenangan di kandang VB Sport dan memastikan diri lolos ke babak 16 besar AFC Cup dari grup F.Mudah-mudahan kami bisa mewujudkan misi tersebut,” ujar Jamaluddin.

Fokus Hadapi Lawatan Maladewa


Para punggawa Sriwijaya FC diminta melupakan kekalahan 0-4 dari Song Lam Nghe An, Selasa (26/4/2011) dan bangkit serta fokus menghadapi lawatan ke Maladewa pada 4 Mei 2011 mendatang.

FC Sriwijaya


"Lupakan kekalahan lawan Song Lam dan bangkit. Sebab kita harus fokus menghadapi VB Sports dan harus meraih poin di Maladewa," kata bek Thierry Gathuessi, Rabu (27/4/2011).

Menurut dia, fokus di Maladewa adalah kunci bagi SFC untuk memastikan tiket lolos ke babak 16 besar. Meski kalah cukup telak, bek asal Kamerun ini yakin mampu bangkit dan meraih poin maksimal di Maladewa.

"Kami yakin bisa mencapai target untuk meraih poin, tentunya harus bekerja lebih keras lagi," jelas Thierry.

Yakin Lolos Babak 16 Besar


Pelatih Ivan Kolev mengatakan Sriwijaya FC tetap memiliki peluang besar untuk meraih tiket babak 16 besar AFC Cup lebih awal dari tim-tim lain di Grup F. Pasalnya, SFC akan menghadapi lawan lebih ringan yakni VB Sport di Maladewa 4 Mei mendatang.
FC Sriwijaya


Namun menurut Kolev mereka harus segera memulihkan kepercayaan diri dan melakukan evaluasi. Sebab lawatan ke Maladewa juga sangat berat lantaran akan melalui perjalanan panjang.

"Artinya kami tidak boleh meremehkan lawan, tetapi bukan berarti kami takut kalah. Artinya target 3 poin akan kita capai di Maladewa," jelas Kolev, Rabu (27/4/2011).

Menurut dia, SFC memiliki peluang besar untuk lolos karena TSW Pegasus akan menjamu lawan kuat Song Lam Nghe An yang baru saja mengalahkan SFC dengan skor 4-0. Song yang mengantongi nilai 6 akan ngotot menghadapi Pegasus agar mendapatkan peluang lolos lantaran mereka akan menjamu VB Sport di laga terakhir.

Sementara SFC akan menjamu Pegasus pada laga terakhir."Lawan Pegasus adalah penentuannya," jelas Kolev.

Alasan Kolev Setelah Sriwijaya Ditekuk 4-0


Sriwijaya FC harus pulang dengan kepala tertunduk, setelah menelan kekalahan 4-0 atas tuan rumah Song Lam Nghe An, Vietnam di penyisihan Grup F AFC Cup, Selasa 26 April 2011 kemarin.
FC Sriwijaya


Bermain di Stadion Vinh, Vietnam, Laskar Wong Kito tidak menunjukan permainan terbaiknya. Bahkan, menurut Pelatih Sriwijaya FC Ivan Kolev, anak-anak Sriwijaya FC tidak mampu keluar dari tekanan lawan.

"Saya kecewa, mengapa permainan anak-anak tidak berkembang hingga babak kedua," ujar Ivan Kolev di Vinh Stadium, Vietnam.

Kolev menduga, faktor kelelahan masih menghinggapi para pemain sehingga tidak mampu keluar dari tekanan lawan. "Di babak kedua kami mencoba untuk bermain agresif, tapi sayangnya tidak didukung dengan reaksi para pemain secara baik," jelas Kolev.

Kolev juga melihat banyak sekali pemain Sriwijaya yang salah dalam kontrol bola dan salah pasing. Sehingga permainan tidak berkembang dan sering terjadi miskomunikasi di lapangan.

Kekalahan ini membuat langkah Sriwijaya untuk lolos ke babak 16 besar sedikit tersendat. Sedangkan hasil positif ini membuat Song Lam membuka lebar peluang untuk lolos ke babak 16 besar dengan poin 6 sedangkan Sriwijaya FC masih tertahan di 7 poin.

Posisi Sriwijaya FC di puncak klasemen tergeser karena TSW Pegasus bisa mengalahkan tamunya VB Sport. Dengan skor 3-0. Pegasus mengkoleksi 9 poin serta VB. Sport sudah tertutup peluang karena baru mengemas 1 poin.

Sementara, pelatih Song Lam Nghe An, Nguyen Huu Thang cukup bahagia atas kemenangan timnya dari Sriwijaya FC. Kekalahan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring lalu 13 April lalu terbalaskan sudah.

Huu Thang sendiri memuji penampilan lini belakang dan depan yang mampu tampil efektif menahan serangan Sriwijaya FC.

"Kemenangan ini membuka peluang kami lolos ke babak 16 besar. Tinggal menyisahkan dua partai lagi yakni melawat ke kandang TSW Pegasus Hongkong tanggal 4 Mei dan menjamu VB Sport tanggal 11 Mei nanti di stadion Vinh. Kami akan memanfaatkan dua laga sisa ini supaya kami tetap lolos ke babak selanjutnya," tegas Nguyen Huu Thang

Song Lam Sukses Matikan Lini Tengah Sriwijaya FC


Pelatih Song Lam Nghe Anh Nguyen Huu Thang menilai sukses tim besutannya meraih kemenangan 4-0 atas Sriwijaya FC dalam matchday keempat Grup F Piala AFC di Stadion Vinh, Selasa [26/4], adalah dengan mematikan lini tengah lawan.
FC Sriwijaya


Kemenangan tersebut membuat peluang Song Lam untuk lolos ke fase knock-out kembali terbuka. Selain itu, kemenangan juga untuk mengobati kekecewaan suporter atas hasil di Jakabaring.

“Kami telah memainkan sepakbola yang indah untuk membuktikan kami tidak hanya beruntung memimpin klasemen kompetisi domestik. Pemain membuat penonton tak kecewa,” kata Huu Thang dilansir laman konfederasi sepakbola Asia [AFC].

Huu Thang pun memberikan pujian kepada para gelandang yang bisa mematikan lini tengah Sriwijaya FC. Sejak awal, sektor ini menjadi perhatian khusus Huu Thang.

“Nguyen Trong Hoang dan Nguyen Hong Viet berhasil menjalankan tugasnya, dan mereka menjadi kunci kemenangan kami. Mereka mampu menghadapi tantangan sektor tengah Sriwijaya, dan membuat pemain lawan gugup.”

“Kartu merah untuk Oktovianus Maniani menjadi contoh. Tim asal Indonesia itu kehilangan tempo sejak awal, dan ini mengejutkan saya.”

Digasak Song Lam, Ivan Kolev Heran


Pelatih Sriwijaya FC Ivan Kolev mengaku bingung dengan performa anak asuhnya ketika digasak Song Lam Nghe Anh 4-0 dalam matchday keempat Grup F Piala AFC di Stadion Vinh, Selasa [26/4].

FC Sriwijaya


Menurut Kolev, banyak kesalahan mendasar yang dilakukan para pemain di pertandingan tersebut. Selain itu, Song Lam memperlihatkan permainan berbeda dibandingkan kemenangan 3—1 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring.

“Saya tidak paham apa yang terjadi di atas lapangan. Kami sama sekali tidak punya peluang untuk mencetak gol. Selama 90 menit, kami hanya memperoleh dua peluang saja, dan itu dimentahkan barisan pertahanan Song Lam yang solid,” ujar Kolev dilansir laman konfederasi sepakbola Asia [AFC].

“Mereka memainkan komposisi pemain berbeda dengan pertandingan sebelumnya. Pemain belakang juga terlalu sering membuat pemain Song Lam lepas dari pengawasan. Permainan kami kacau, dan itu membuat saya tertekan.”

“Namun, kami masih berada di puncak klasemen, dan kami masih punya peluang ke fase knock-out.”

Selasa, 26 April 2011

Sriwijaya FC Bermalam di Ho Chi Minh


Diperkirakan Sriwijaya FC tidak akan langsung pulang ke Palembang, usai melakoni pertandingan menghadapi Song Lam Nghe An, Selasa (26/4). Bukannya liburan tetapi dikarenakan jadwal penerbangan tertunda. Punggawa Laskar Wong Kito julukan Sriwijaya FC akan menginap satu malam di kota Ho Chi Minh pada 27 April 2011 besok. Ini dilakukan karena kesulitan masalah penerbangan.
FC Sriwijaya


Para pemain dan ofisial Sriwijaya FC berangkat dari kota Vinh ibukota Nghe An siang pukul 13.20 WIB tanggal 27 April dan sampai di kota Ho Chi Minh pukul 15.30 WIB.

"Pada saat itu tidak ada lagi penerbangan menuju Jakarta. Namun masih ada penerbangan ke Kualalumpur tapi tetap saja harus menginap satu malam disana karena saat tiba di Kuala Lumpur tidak ada lagi koneksi penerbangan ke Jakarta," kata Jamaluddin asisten manager Sriwijaya FC, Selasa (27/4).

Menurut dia, kendari harus menginap satu malam di kota Ho Chi Minh itu tidak jadi masalah karena hanya satu malam saja dan besoknya (28/4) sekitar pukul 11.00 WIB. SFC baru terbang ke Jakarta via Kualalumpur menggunakan maskapai penerbangan Malaysia Airlines. Dijadwalkan tiba di Jakarta sekitar pukul 18.45 WIB dan terbang lagi ke Palembang pukul 19.45 WIB.

"Lama perjalanan tersebut dikarenakan kami harus transit selama tiga jam di Kualalumpur," ujar Jamaluddin.

Lebih lanjut mantan anggota DPRD Banyuasin ini menjelaskan kondisi perjalanan berubah total dari rencana awal keberangkatan tim Sriwijaya FC. Sebenarnya lanjut dia, tidak ada acara menginap di kota Ho Chi Minh. Namun mendadak maskapai penerbangan Vietnam Airline membatalkan jadwal penerbangan pagi pukul 09.00 WIB dan dialihkan ke pukul 13.20 WIB.

"Perubahan jadwal ini sangat merugikan bagi Sriwijaya FC karena harus menginap semalam di Ho Chi Minh," jelasnya.

Menurut informasi dari kedutaan Indonesia yang berada di kota Hanoi saat ini penerbangan di Vietnam sangat padat karena tanggal 30 April nanti ada perayaan hari nasional di Vietnam yakni untuk memperingati hari kelahiran Ho Chi Minh, bapak Negara sekaligus pejuang kemerdakaan Vietnam.

Hal senada juga diungkapkan oleh Bambang Darsono selaku agen perjalanan yang dikontrak oleh Sriwijaya FC dari Family Tour Palembang.

Menurut Jamal, saat ini memang jadwal penerbangan di Vietnam pada bulan April sangat padat. Ia beberapa kali harus merubah jadwal penerbangan karena saat ini jadwal penerbangan domestic di Vietnam full booked. Awalnya ada jadwal namun harus tinggal di Vietnam hingga tanggal 1 Mei nanti. Kondisi ini tentu tidak mendukung perjalanan Sriwijaya karena tanggal 2 Mei nanti harus terbang lagi ke Maladewa untuk melakoni away terakhir di ajang AFC Cup tanggal 4 Mei nanti. Namun ia terus mencari informasi bagaimana caranya agar tidak terlalu lama menginap di Vietnam.

"Akhirnya ada penerbangan dengan menggunakan maskapai penerbangan Malaysia Airlines," jelasnya.



Chonburi Permalukan 10 Pemain Persipura


Persipura Jayapura gagal membawa satu poin pun saat bertandang ke markas Chonburi FC dalam penyisihan Grup H AFC Cup, Selasa 26 April 2011.

FC Sriwijaya


Tim Mutiara Hitam kalah 1-4 di di Chonburi P.E. Stadium, Thailand. Tiga gol yang bersarang di jala Persipura dicetak di babak pertama oleh Suree Sukha di menit 16 dan Pipob On-Mo di menit 35, dan penalti Therdsak Chaiman di menit 42.

Ketinggalan tiga gol membuat tim Mutiara Hitam bermain keras dan membuat Ortizan Solossa diusir wasit di menit 58 setelah menerima kartu kuning kedua.

Kekurangan jumlah pemain membuat Persipura kembali kebobolan di menit 72. Gol kembali disumbang Pipob yang bebas mendapat umpan dari Suphasek Kaikaew setelah lolos dari jebakan off side. Sedangkan satu-satunya gol Persipura dicetak Bio Paulin di menit 74.

Pertandingan di babak kedua sendiri berjalan tidak jauh beda dengan babak pertama. Di mana Persipura tidak bisa mengimbangi tekanan Chonburi sebagai tuan rumah.

Hanya empat menit setelah babak kedua dimulai, Persipura sudah mendapat serangan pertama dan berbuah dengan tendangan bebas di luar kotak penalti.

Di menit 60 dan 65, kiper Persipura Yoo Jae-Hoon juga harus jatuh bangun membendung serangan dari Pipob. Serangan di menit 65 bahkan sempat membuat kiper Yoo terkapar. Sayangnya, bendungan Yoo akhirnya bobol juga di menit 72 lewat gol Pipob.

Hanya dua menit setelah gol itu, Persipura akhirnya bisa mencetak gol balasan lewat Bio Paulin. Berawal dari sepak pojok, Paulin menyundul bola ke jala tim tuan rumah. Meski sempat ditepis kiper Chonburi, bola sudah lebih dulu melewati garis. Wasit pun mensahkan gol tersebut.

Di 10 menit terakhir, Chonburi sempat kembali membahayakan dengan beberapa peluangnya. Namun, kesemuanya gagal menjadi gol. Atas hasil ini, Chonburi berhak atas tambahan tiga angka menjadikan koleksi poin mereka berjumlah tujuh. Sedangkan Persipura harus puas dengan tangan hampa dan bertahan dengan poin tujuh di klasemen sementara Grup H.

10 Pemain Sriwijaya Digilas 4 Gol di Vietnam


Sriwijaya FC pulang dari kandang Song Lam Nghe An dengan tangan hampa dan wajah tertunduk. Mereka kalah telak 0-4 di penyisihan Grup F AFC Cup, Selasa 26 April 2011. Dua gol ke jala Laskar Wong Kito terjadi di babak pertama dan dua gol lagi di paruh kedua.

FC Sriwijaya


Bertandang ke markas Song Lam di Vinh Stadium, Vietnam, gol di babak pertama diborong Ngale Jiemon Thiery di menit 22 dan 33. Masuk paruh kedua, gol itu bertambah berkat sumbangan dari Diego Fagan di menit 57 dan Kavin Bryan di menit 60. Derita Sriwijaya bertambah setelah Oktovianus Maniani dikartu merah wasit di menit 82.

Tampil dengan 11 orang pun, Sriwijaya nampak kewalahan dengan tekanan Song Lam. Setelah ketinggalan 0-2 di babak pertama, Sriwijaya memulai babak kedua dengan penampilan tidak jauh lebih baik.

Malah, dua gol tambahan yang bersarang di jala mereka berasal dari kesalahan defender-defender Laskar Wong Kito yang telat menutup serangan tuan rumah.

Seperti gol Diego di menit 57 yang berakar dari tusukan solo sang pemain dari tengah lapangan dan merangsek di antara tiga pemain Sriwijaya. Dengan tenang, Diego meluncurkan tendangan keras yang bersarang di pojok kanan jala.

Hanya tiga menit selepas gol itu, kembali kesalahan dilakukan anak-anak dari Palembang. Kali ini M.Ridwan yang menjadi biang kealpaan saat salah mengontrol bola dan dimanfaatkan oleh Bryan dengan langsung berlari ke jantung pertahanan Sriwijaya.

Tanpa halangan berarti, Bryan yang berasal dari Jamaika menceploskan bola untuk keempat kalinya di jala yang dijaga Ferry Rotinsulu.

Meski striker Sriwijaya Keith Kayamba Gumbs sempat berusaha mencetak gol balasan, tak ada satu pun yang sukses. Malah, rekan setim yang harusnya bisa membantu serangan, Okto Maniani, terusir di menit-menit akhir pertandingan.

Kekalahan ini membuat poin Sriwijaya tertahan di angka tujuh dari empat pertandingan. Sedangkan Song Lam menambah koleksi poinnya menjadi enam dengan jumlah laga yang sama.

Sriwijaya Tertinggal 2 Gol di Babak I


Sriwijaya FC untuk sementara tertinggal 0-2 dari tuan rumah Song Lam Nghe An dalam penyisihan Grup F AFC Cup, Selasa 26 April 2011. Dua gol di jala Sriwijaya diborong Ngale Jiemon Thiery di menit 22 dan 33 di Vinh Stadium, Vietnam.
FC Sriwijaya


Di bawah tekanan Song Lam, Laskar Wong Kito -julukan Sriwijaya- tidak berdaya mengembangkan permainan. Sebaliknya, Song Lam yang berinisiatif menyerang dari menit pertama langsung membuka peluang emas sejak menit keempat.

Peluang pertama itu diciptakan setelah umpan terobosan disambut Ngyuyen Trong Hoang dengan kepalanya. Bola hanya tipis melebar di atas mistar Sriwijaya yang dijaga kiper Ferry Rotinsulu.

Hanya lima menit pasca peluang itu, Song Lam kembali membahayakan dengan tendangan di depan gawang Ferry. Tapi kali ini usaha kedua tuan rumah itu bisa ditangkap oleh sang penjaga gawang.

Namun, di menit 22 pertahanan Sriwijaya akhirnya tumbang juga lewat Ngale Jiemon Thiery setelah memanfaatkan tendangan bebas dari sisi kiri. Tendangan itu menghasilkan kemelut di depan gawang Sriwijaya dan memantulkan bola ke mistar gawang. Si kulit bundar kemudian disambut Thiery dengan menempatkan bola di pojok kanan. Publik tuan rumah pun bersorak atas gol pertama ini.

Masuk menit 33, Thiery menambah satu gol lagi buat Song Lam. Kali ini gol berakar dari sepak pojok dan bisa ditepis kiper Ferry. Tapi bola rebound malah kembali ke arah Thiery untuk kemudian merobek jala Sriwijaya untuk kedua kalinya.

Di menit 43, Laskar Wong Kito akhirnya mendapat kesempatan membalas dengan tendangan bebas dari dalam kotak penalti. Namun, Keith Kayamba Gumbs yang menjadi eksekutor malah membuang kesempatan itu.

Tak ada lagi peluang yang didapat Sriwijaya sesudahnya. Babak pertama pun harus ditutup dengan skor 0-2 untuk keunggulan Song Lam.

Ambisi Keceng


Winger Sriwijaya FC, Arif “Keceng” Suyono punya ambisi pada pentas AFC Cup tahun ini. Pasalnya Keceng

FC Sriwijaya


musim ini belum mencetak gol sama-sama sekali. Padahal musim kemarin pemain asal Batu, Malang ini, mampu mampu menceploskan tiga gol saat bela Sriwijaya pada laga AFC Cup.

Tahun ini belum ada gol sama sekali. Sedangkan pada pentas Indonesia Super League musim ini Keceng sudah mengemas 2 gol dan musim lalu mampu mencetak 7 gol. Kondisi ini membuat mantan pemain Arema Malang itu, bertekad mencetak gol saat menghadapi Song Lam Nghe An besok (26/4).

“Ya, musim ini di AFC Cup saya belum sama sekali mencetak gol. Saya sendiri tidak tahu kenapa? Mungkin musim ini saya belum beruntung. Tapi pada sisa laga AFC Cup nanti saya berusaha mencetak gol atau bisa menyamai gol musim kemarin,” harap Keceng kepada wartawan Koran ini kemarin.

Mantan pemain Persema ini tidak sabar untuk bermain. Itu karena Keceng salah satu pemain yang disimpan oleh pelatih Sriwijaya FC, Ivan Kolev saat away ke Persib Bandung. Praktis tenaga keceng masih bugar dan siap meledak.

“Saya memang tidak diajak bertanding ke Persib Bandung beberapa waktu lalu. Namun saya siap memberikan yang terbaik bagi Sriwijaya FC meski nanti tidak bisa cetak gol tapi saya siap membantu lini depan Sriwijaya mencetak gol,” tambah pemain timnas Indonesia ini dengan penuh semangat.

Bukan hanya itu saja Keceng berharap timnya solid dan menerapkan disiplin tinggi. Menghadapi Song Lam Nghe An yang memiliki karakter permainan keras membutuhkan tenaga ekstra. Apalagi bertanding di kandang sendiri tentu para pemain Song Lam punya motivasi untuk mengalahkan Sriwijaya FC.

“Saya sudah beberapa kali bertemu dengan tim dari Vietnam baik di tim nasional maupun di klub. Semangat pantang menyerah dan selalu bermain ngotot selalu menjadi ciri khas pemain Vietnam. Mungkin saat mereka (Song Lam red) tidak beruntung saja bermain di stadion Sriwijaya. Yang pasti Sriwijaya FC tetap bisa mencuri poin di kandang Song Lam,” pungkasnya.

Biofile
Nama Lengkap : Arif Suyono
Negara : Indonesia
TTL : Batu, 3 Januari 1984
Umur : 27 Tahun
Posisi : Gelandang
Tinggi : 170 cm
Berat : 60 kg

Waspada Bola Mati


Sriwijaya FC tak mau lengah saat hadapi Song Lam Nghe An, di Vinh Stadium, nanti sore (26/4). Terutama saat menghadapi free kick atau cornerkick dari tim lawan.
FC Sriwijaya

“Saat hadapi Persib, (22/4) lalu kami sedikit lengah saat mendapat free kick dan corner kick dari tim lawan. Dan itu kami perlu membenahi soal itu,” kata pelatih Sriwijaya FC, Ivan Kolev.

Wajar, bila arsitek kelahiran Sofia, Bulgaria, 14 Juli 1957 itu waswas dengan free kick yang diberikan tim lawan. Pasalnya, kondisi itulah yang membuat kekalahan Sriwijaya saat hadapi tim Maung Bandung (julukan Persib).

Ya, Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya) harus tunduk 0-1 dari Persib lantaran kebobolan pada menit ke-32. Setelah, Hilton Moreira mampu memanfaatkan tendangan bebas yang diberikan oleh Miljan Radovic.

“Pemain Persib jarang sekali memberikan tekanan lewat shooting. Mereka rata-rata mendapat peluang dari free kick dan corner kick. Maka, saat lawang Song Lam nanti kami harus ekstra waspada dari tendangan itu,” imbuh manta arsitek Persija Jakarta itu.

“Sebab, mereka juga dihuni banyak pemain yang mempunyai akurasi tendangan bebas yang berbahaya. Seperti, beberapa pemain asingnya yang tidak dibawa pada pertandingan pertama lalu,” lanjutnya.

Ya, Song Lam Nghe An sendiri mempunyai beberapa pemain asing yang mempunyai akurasi tendangan diatas rata-rata. Seperti, Devon Hodges. Pemain asal Jamaika itu saat ini telah mengoleksi 2 gol dari 9 laga yang dijalani. Begitu juga dengan Andre Diego Fagan. Pemain kelahiran Jamaika, 16 Juli 1987 itu telah mengoleksi 5 gol dari 12 laga yang telah dijalani.

Yang lebih berbahaya soal free kick adalah Helio Da Silva. Meski berstatus sebagai pemain bertahan, pemain asal Brasil itu sering dinobatkan sebagai eksekutor tendangan bebas. Saat ini, Helio telah mengoleksi 3 gol dari 10 laga yang telah dijalani.

“Kami juga harus memperbaiki finising touch yang kurang maksimal. Selain itu, kami pemain depan juga harus bisa memperbaiki soal penguasaan bola saat berada di daerah lawan,” pungkasnya.

Kondisi Lapangan Rugikan Sriwijaya FC


Pelatih Sriwijaya FC Ivan Venkov Kolev mengeluhkan kondisi Vinh Stadium yang akan menjadi tempat duel antara Laskar Wong Kito dan Song Lam Nghe An nanti.
FC Sriwijaya


Menurut dia, stadion tersebut memiliki permukaan rumput yang tidak rata dan keras.Kondisi ini kemungkinan besar bakal merugikan SFC karena para pemain terbiasa bermain di lapangan rata. Dengan struktur tanah yang tidak rata,para pemain SFC dikhawatirkan tidak dapat memperagakan permainan terbaiknya dengan mengandalkan bola-bola pendek dan umpanumpan datar menyisir rumput.

“Terus terang saya sedikit kecewa dengan kondisi rumput Stadion Vinh. Permukaannya tidak rata dengan tekstur tanah yang cukup keras membuat pertandingan besok (hari ini) menjadi sulit bagi Sriwijaya FC,” ungkapnya seusai melakukan uji coba lapangan kemarin. Meski demikian, dia tidak mau ambil risiko dan menyalahkan kondisi rumput yang tidak standar.Untuk itu kemungkinan besar dia akan mengubah sedikit pola permainan dan menyesuaikan dengan kondisi lapangan.

“Kami tetap berusaha sebaik mungkin memainkan pertandingan demi mendapatkan poin maksimal,” tuturnya. Pada sesi latihan ringan pagi kemarin, mantan arsitek timnas Indonesia ini membagi pemain Sriwijaya FC menjadi empat kelompok. Kiper Ferry Rotinsulu dan Fauzal Mubaroq latihan bersama.Kelompok kedua diisi Ade Suhendra,Mahadirga Lasut,Gunawan Dwi Cahyo, Claudiano Alves Dos Santos, dan Arif Suyono.

Kelompok ketiga Muhammad Ridwan, Ponaryo Astaman,Keith Jerome Gumbs,Budi Sudarsono,Supardi, dan Thierry Gathuessi.Keempat diperkuat oleh Rendi Siregar, Ardiles Rumbiak, Oktovianus Maniani,Mahyadi Pangabean, dan Muhammad Rifki. “Latihan tadi pagi (kemarin) hanya untuk latihan ringan saja, sedangkan sorenya baru latihan game dan tidak terlalu berat bagi pemain karena hanya untuk jaga kondisi fisik supaya badan tetap fit dan bisa bermain maksimal pada pertandingan besok,”kata Kolev.

Bertumpu Pada Dua Striker Gaek

Sementara itu, pertemuan antara Sriwijaya FC kontra Song Lam Nghe An (SLNA) di Vinh Stadium dalam lanjutan Piala AFC match day keempat hari ini merupakan laga krusial dan penuh gengsi di antara kedua tim yang berlabel juara ini. Kedua tim yang sama-sama pemegang gelar copa musim lalu di negara masing-masing ingin membuktikan siapa yang terbaik.

Kondisi ini pula yang membuat para juru gedor di kedua tim akan saling membuktikan siapa yang paling tajam dan handal dalam menjebol gawang lawan. Di kubu SFC, duet striker gaek Budi Sudarsono dan Keith Kayamba Gumbs telah membuktikan jika mereka merupakan striker yang tidak bisa diremehkan saat menyumbangkan masing-masing satu gol ke gawang SLNA, ditambah satu gol lagi dari bek tangguh Thierry Gathuessi saat Laskar Wong Kito menundukkan SLNA 3-1 di pertemuan pertama di Stadion Gelora Jakabaring (13/4) lalu.

“Budi dan Kayamba merupakan pemain yang agresif dan cepat, keduanya diharapkan bisa kembali memberikan kontribusi yang baik bagi tim dan bisa mencetak gol seperti saat melawan SLNA di pertemuan pertama lalu,”kata Kolev. Sementara itu, di kubu SLNA,meskipun tidak bisa menurunkan striker lokal syarat pengalaman Que Ngoc Manh yang terkena akumulasi kartu kuning, pelatih Nguyen Huu Thang masih memiliki striker asal Jamaika yang dimiliki SLNA, seperti A Fagan dan K Bryan.

Sejak memperkuat SLNA,A Fagan telah mencetak 5 gol dari 12 kali penampilannya, sementara K Bryan sudah mempersembahkan 4 gol dari 9 kali dimainkan sebagai starter. Berdasarkan data statistik ini, Budi menjadi striker yang paling subur lantaran telah menyumbangkan 8 gol sedangkan Keith Jerome ‘Kayamba’ Gumbs 7 gol di semua ajang yang diikuti SFC baik LSI maupun Piala AFC.“Saya berharap para pemain bisa bermain lebih agresif lagi,karena kita memerlukan poin untuk mempertahankan puncak klasemen,” ujar Kolev.

Sementara itu, Kayamba mengaku selalu siap 100% untuk membela SFC di ajang manapun yang ikuti. Pemain asal St Kitts n Nevis ini mengatakan, padatnya jadwal memang membuat tenaganya terkuras, tetapi dirinya tetap akan bermain ngotot saat melawan SLNA. “Kita butuh tambahan poin,untuk itu minimal kita harus bisa menahan imbang mereka di kandangnya,”tukasnya.

Bermain Agresif


TRADISI Keith Kayamba Gumbs sebagai algojo gol Sriwijaya FC belum terpatahkan baik di kompetisi domestik maupun Asia. Sang kapten sudah mengoleksi dua gol dan salah satunya dicetak ke gawang Song Lam Nghe An, di Stadion Gelora Jakabaring, Rabu (13/4).

FC Sriwijaya


Kini Gumbs memimpin rekan-rekannya menghadapi Song Lam di kandangnya Vinh Stadium Vietnam, Selasa (26/4).

Tugas berat diemban Gumbs, sapaannya, mengingat tim asal Vietnam itu pasti bermain ngotot untuk membalas kekalahan mereka Rabu lalu.

Menurut Kayamba, pengalamannya menghadapi tim asal Vietnam ketika melawan Becamex Binh Doung musim 2010 lalu menjadi acuan. Ketika itu mereka mengalahkan Becamex dengan skor 1-0 di Jakabaring. Namun SFC kalah 1-2 di kandang Becamex pada leg keduanya.

“Kita seperti menghadapi dua tim yang berbeda, mereka tidak terlalu ngotot di laga Jakabaring. Tetapi di kandang sendiri mereka sangat agresif, begitu juga dengan Song Lam,” jelas Kayamba, Minggu (24/4).

Berkaca dari pengalaman itu, Gumbs tidak ingin kehilangan poin dan bertekad kembali mendapatkan poin sempurna demi menjaga posisi di Klasemen Grup F dan memastikan diri lolos ke fase 16 besar.

”Kita tidak tahu apa yang terjadi, tetapi di lapangan kami yakin mampu menghadapi mereka dengan bermain lebih agresif,” jelasnya.

Tentunya pemain asal St Kitts-Nevis ini tidak sendirian untuk menerapkan permainan agresif, sebab ada Okto, Budi dan Arif yang akan menemaninya.

Sebagai pemain, reputasi Gumbs sebagai juru gedor SFC belum tergantikan, Musim 2009/2010 lalu, ia mengoleksi 14 gol di ajang Liga Super Indonesia dan 6 gol di Asian Football Confederation (AFC).

Sementara di Piala Indonesia, pria asal ST Kitts-Nevis ini mengoleksi 9 gol. Bukan torehan golnya yang menjadi sorotan, tetapi aksi gol demi gol di ajang Asia membuatnya menonjol.

Gumbs bisa dikatakan penjebol gawang tim-tim besar Asia. Reputasinya sebagai penakluk raksasa Asia semakin gemilang saat SFC mengalahkan TSW Pegasus 2-1 pada 15 Maret lalu.

Dengan kemampuannya, Gumbs memang diandalkan saat SFC lawan Song Lam Nghe An di Stadion Gelora Jakabaring pada 15 Maret lalu.(ndr)

Biodata:
Nama:Keith Kayamba Gumbs
TTL:St Kitts-Neviss, 7 September 1972
Posisi:Striker
Postur:178cm/72kg
Karir
1999-1988 Newtown United
1996 Twente
1996 Oldham Atletic
1999 Panionios
2000 Hull City
2000 Strum Graz
2001 Palmireis
2001 San Juan Jabolateh
2001-2003 Happy Valey
2003-2004 Sabah FA
2004-2007 Kicthe
2007-sekarang SFC

Senin, 25 April 2011

KBRI di Vietnam Kerahkan WNI Dukung Sriwijaya


Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Hanoi, Vietnam memberikan apresiasi kepada penampilan Sriwijaya di pentas AFC Cup. KBRI akan mengerahkan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Vietnam untuk menjadi suporter Sriwijaya.
FC Sriwijaya


“Sama seperti saat SFC mengalahkan tuan rumah TSW Pegasus di Hongkong, dukungan WNI di sana sangat membantu SFC. Dan Selasa besok, giliran KBRI di Vietnam yang akan mengerahkan WNI yang berada di sana untuk mendukung SFC,” kata Faisal Mursyid, Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM).

Menurut Faisal, KBRI Vietnam siap mengerahkan masyarakat Indonesia di Vietnam untuk datang langsung ke Vinh Stadium. “Informasi mengenai dukungan kepada SFC saat melawan Song Lam Nghe An kita peroleh melalui fax dari KBRI yang dikirimkan langsung oleh Duta Besar RI, Pitono Purnomo melalui Conselor Pensosbud, I Nyoman Gumitha,” jelas Faisal.

“Mereka juga mengatakan telah menyebarluaskan informasi mengenai kedatangan dan rencana pertandingan SFC sebagai wakil Indonesia di Piala AFC kepada seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang ada di sana.”

Sriwijaya akan menantang tuan rumah Song Lam Nghe An pada lanjutan AFC Cup Grup F di Vinh Stadium, Selasa 26 April 2011. SFC bertolak dari Jakarta pada Minggu, 24 APril 2011, pukul 05.00 WIB.

Laskar Wong Kito optimis meraih poin penuh sekaligus mengamankan posisi puncak klasemen sementara. Sriwijaya FC memasang target tinggi untuk menembus final di AFC Cup kali ini.

Dukungan WNI di Vietnam diharapkan akan membuat Ferry Rotinsulu cs tampil all out untuk mencapai hasil maksimal. Atau minimal meraih satu poin di kandang Song Lam demi memuluskan ambisi menjadi juara Grup F.

Sayangnya, sebagian besar WNI di Vietnam tinggal di Kota Ho Chi Minh dan Hanoi, sedangkan Kota Nghe An tempat Song Lam berada sekitar 6-7 jam perjalanan darat dari Hanoi. Sehingga kemungkinan besar jumlah WNI yang datang tidak terlalu banyak.

“Tapi yang pasti, pihak KBRI berjanji akan memfasilitasi semua kedatangan warga yang ingin menonton ke stadion,” kata Faisal.

Pelatih Sriwijaya FC, Ivan Venkov Kolev mengatakan, dukungan moral dari para suporter Indonesia yang ada di Vietnam akan sangat membantu perjuangan anak-anak asuhnya. Apalagi, dalam laga tersebut tim tuan rumah pasti akan bermain ngotot karena ingin memperoleh kemenangan. Sebab, SLNA pasti menargetkan untuk membalas kekalahan 3-1 pada pertemuan pertama di Palembang.

"Tentu, menjadi keuntungan besar bagi kita apabila ada suporter Indonesia saat berhadapan dengan Song Lam Nghe An nanti. Dukungan suporter bisa meningkatkan motivasi kita untuk menang,” harap Kolev.

Klasemen Sementara Grup F
SRIWIJAYA (IDN) 3 2 1 0 6 3-3 7
TSW PEGASUS (HKG) 3 2 0 1 8 6-2 6
SONG LAM (VIE) 3 1 0 2 5 6-1 3
VB SPORT (MDV) 3 0 1 2 5 9-4 1

Sriwijaya Dimotivasi Rp100 Juta di Vietnam


Para pemain Sriwijaya FC dipastikan akan tampil trengginas dalam laga tandang AFC Cup di Vietnam melawan Song Lam Nghe An (SLNA) besok, Selasa 25 April 2011. Tak lain karena iming-iming bonus dari manajemen Laskar Wong Kito.

FC Sriwijaya


“Untuk meningkatkan motivasi pemain, kami dari manajemen akan menggelontorkan bonus sebesar Rp100 juta. Kami optimis bisa mencuri poin
karena beberapa pemain seperti Oktovianus Maniani dan Arif Suyono akan tampil bugar setelah tidak dimainkan melawan Persib (di ISL),” kata
Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Hendri Zainuddin.

Dengan komposisi pemain yang dimiliki saat ini, Hendri memiliki keyakinan Sriwijaya bisa menembus babak semifinal. “Grafik penampilan tim semakin meningkat. Apalagi, para pemain sudah banyak yang sembuh dari cedera. Tinggal Firman Utina saja yang masih dibekap penyakit Hepatitis B. Tetapi, saya yakin itu tidak akan mengurangi kekuatan SFC,” tandasnya.

Sriwijaya memang menargetkan dan wajib mendapatkan poin saat bertandang ke markas SLNA di Vinh Stadium pada babak penyisihan Grup F
AFC Cup ini. Sriwijaya minimal butuh tambahan empat poin untuk melaju ke fase knock out.

Seusai dikalahkan Persib Bandung 0-1 di ajang Liga Super Indonesia (ISL), Jumat lalu, 18 pemain SFC dibawa ke Vietnam. Tercatat hanya Kim Yong Hee, Lim Joon Sik, Jajang Mulyana dan Korinus Fingkreuw yang dipulangkan karena tidak masuk daftar AFC.

Target Poin

Pada lawatan ini, skuad Ivan Kolev harus mendapatkan poin karena setelah melawan SLNA, Sriwijaya akan kembali melakoni laga tandang. Tim double winners 2007 ini akan menghadapi VB Sport di Maladewa, Rabu 4 Mei 2011. Terakhir, SFC akan melakoni laga penyisihan grup terakhir dengan menjamu TSW Pegasus Hong Kong di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Rabu 11 Mei 2011.

“Jika kita gagal mencuri poin di kandang Song Lam maka posisi puncak grup akan diambil TSW Pegasus. Sebab, mereka hanya menghadapi VB Sport yang mereka kalahkan 5-3 di Maladewa,” ujar pelatih SFC, Ivan Venkov Kolev.

Meski baru saja ditekuk Persib 1-0, Kolev optimis anak asuhnya bisa memenuhi target untuk mencuri poin di Vietnam. Apalagi, performa anak asuhnya terus meningkat dan mampu menjaga konsistensi permainan. Kekalahan dari Persib disebabkan faktor kurang beruntung.

“Kami menguasai permainan dan banyak menciptakan peluang. Artinya, kami tidak pantas kalah dari Persib. Pemain sudah melupakan hal itu dan fokus melawan Song Lam. Jujur, laga ini akan lebih menentukan nasib SFC ketimbang partai ISL,” cetus arsitek asal Bulgaria itu.

“Sangat sulit untuk mempertahankan posisi puncak karena pesaing kita akan terus mengejar. Jika sampai kalah dari Song Lam, maka peluang lolos akan semakin kecil. Untuk itu dibutuhkan konsentrasi tinggi dari para pemain,” tegas Kolev.

Untuk mewujudkan ambisi tersebut, pelatih asal Bulgaria ini mengondisikan anak asuhnya agar bisa bermain efektif. Ditinjau dari padatnya jadwal pertandingan yang sangat melelahkan, Kolev memperhitungkan secara matang kondisi yang akan dijalani anak asuhnya.

Jeda waktu yang sangat singkat membuat Kolev lebih fokus kepada kebugaran para pemainnya. Ia pun berkonsentrasi untuk mengembalikan
kepercayaan diri para pemainnya serta ketajaman dalam penyelesaian akhir sebagai persiapan menghadapi SLNA ini.

"Fokus kami ada pada penyelesaian akhir dan tentu adalah mengembalikan kebugaran para pemain. Sebab, ada beberapa pemain yang kita turunkan penuh saat melawan Persib dan akan kembali diandalkan saat menghadapi Song Lam," jelas Kolev.

Menurut Kolev, kondisi pemain cukup baik, hanya saja ada beberapa pemain yang kurang fit dan kelelahan. Tapi, ia baru bisa memastikan setelah
tim medis memantau kondisi terakhir para pemainnya.

"Kita masih melihat kondisi terakhir para pemain, tapi kami optimis menang," tuturnya.

Wasit Kuwait Pimpin Laga Song Lam Lawan Sriwijaya FC


Wasit Kuwait, Yousef Almarzouq, akan memimpin laga tuan rumah Song Lam Nghe An melawan Sriwijaya pada Selasa (26/4). Sementara, laga tuan rumah Chonburi Football Club menghadapi Persipura Jayapura dipimpin oleh wasit Sato Ryuji dari Jepang. Demikian kabar yang dikutip dari situs resmi AFC pada Senin (25/4).
FC Sriwijaya


Pertandingan ini merupakan pertandingan keempat bagi Sriwijaya dan Persipura di Piala AFC musim ini.
Sriwijaya memimpin klasemen Grup F dengan tujuh poin dari tiga kali pertandingan. Posisinya disusul oleh TSW Pegasus Hongkong dengan raihan enam poin, Song Lam Nghe An dari Vietnam (3 poin ) dan VB Maladewa (1 poin).

Persipura juga memimpin grup H dengan tujuh poin dari tiga kali pertandingan. Chonburi FC Thailand menempel di posisi kedua dengan 4 poin. Suoth China Hongkong dan East Bengal India berada di posisi berikutanya dengan koleksi empat dan satu poin.

Okto Versus Anh The Young Guns Show


GELANDANG serang Oktovianus Maniani dan Dirga Lasut adalah dua pemain muda bersinar di tubuh Laskar Wong Kito. Kedua pemain muda ini akan menjadi amunisi andalan SFC untuk mengimbangi agresivitas pemain muda dari Song Lam Nghe An di ajang Asian Football Confederation (AFC) Cup, Selasa (26/4).
FC Sriwijaya


Khususnya Okto akan beradu tajam dengan striker asal Song Lam Nguyen Ngoc Anh. Pertunjukan skill, akselerasi, kecepatan, dan agresivitas akan menjadi show dua pemain muda yang pantas disebut-sebut sebagai The Young Guns bagi klub masing-masing. Aksi keduanya di lapangan Vinh Stadium nantinya menjadi perwakilan dari persaingan kemajuan sepakbola dua negara. Duel keduanya akan akan mewarnai duel emosional kedua tim terbaik di negara masing-masing.

Okto adalah pemain muda potensial asal tanah Papua. Jika Okto dalam kondisi bugar dan diturunkan, maka tenaga mudanya begitu berperan besar bagi SFC. Dalam laga terakhir SFC lawan Bontang FC, Sabtu (16/4) lalu, Okto mencetak satu gol.

Totalitas pemain berusia 20 tahun ini sangat dominan. Terutama untuk mendobrak lini belakang tim lawan. Sebagai winger, ia mampu mengobrak-abrik pertahanan lawan dengan permainan ngototnya. Satu kelebihannya karena mampu bertahan ketika tim diserang.

Musim ini Okto memang baru mencetak dua gol di ajang Liga Super Indonesia dari 12 kali penampilan. Sementara di ajang AFC Cup, pemain yang tampil apik di ajang AFF 2010 bersama Timnas ini, baru tampil 45 menit saat menghadapi Song Lam, Rabu (13/4) lalu.

Pelatih Ivan Kolev mengatakan, Okto sengaja disimpan dan tidak diturunkan saat SFC menghadapi Persib Bandung, Jumat (22/4). “Tenaganya sangat dibutuhkan karena dia tipe pemain agresif yang memberikan perbedaan lini depan SFC. Dengan agresivitasnya, pemain yang tampil apik bersama Timnas di ajang AFC itu diharapkan mampu mengimbangi permainan agresif tim tuan rumah,” jelas Kolev.

Menurut pelatih asal Bulgaria ini, SFC kini fokus kepada permainan cepat dengan keseimbangan bertahan dan menyerang. Mereka tidak boleh lengah menghadapi Song Lam yang bermain agresif dan cepat.

“Salah sedikit saja akan fatal akibatnya,” urai Kolev.

Jika Okto sangat diandalkan timnya, demikian pula halnya Ngoc Anh. Meski jarang diturunkan di ajang Vietnam League, namun Anh sangat diandalkan di ajang AFC. Satu tempat di lini depan akan menjadi miliknya.

Sejauh ini kontribusi pemain muda yang belakangan mulai dilirik Timnas Vietnam ini sudah mencetak dua gol bersama Song Lam di ajang AFC. Ia seolah menjadi amunisi andalan bagi pelatih Xuan Vinh yang belakangan jarang menurunkan pemain asing pada ajang AFC Cup.

Pemain Lokal Seperti dilansir di situs AFC, Vinh mengatakan, tim asuhannya memang mengandalkan pemain lokal. Sejauh ini, dia mengandalkan pemain-pemain yang telah matang antara usia 26-30 tahunan. Tetapi ada pula pemain-pemain muda seperti Ngoc Anh yang sangat potensial.

“Keberadaan para pemain senior membuatnya cepat berkembang. Ia pemain muda yang masih perlu banyak belajar dan kini mulai menunjukkan potensinya,” jelas Vinh.

Menurut Vinh, SFC adalah tim berkualitas dan mampu mengalahkan mereka di Palembang. Tetapi ia yakin mampu mengatasi SFC saat bermain di kandang sendiri. Sejauh ini mereka tidak pernah kalah di kandang sendiri terutama di ajang VL (Liga Vietnam).

Tingkatkan Daya Serang


Tactician Sriwijaya FC, Ivan Kolev terus melakukan evaluasi pascalawan Persib Bandung, Jumat (22/4) lalu. Hal itu dilakukan pelatih kelahiran Sofia, Bulgaria, 14 Juli 1957 demi persiapan lawan Song Lam Nghe An pada laga lanjutan AFC Cup, Selasa (26/4).
FC Sriwijaya


“Secara umum memang permainan anak-anak sudah bagus. Tapi, kami tetap akan melakukan evaluasi untuk menghadapi Song Lam nanti. Karena kami butuh poin di sana (Song Lam Red),” ungkap Ivan Kolev.

Menurut mantan arsitek Persipura itu, hal yang paling penting untuk diperbaiki adalah meningkatkan agresifitas permainan. “Saat lawan Persib, hanya Kayamba dan beberapa pemain yang mampu bermain agresif sejak menit awal hingga akhir. Lainnya, belum dan masih merasa takut-takut,” lanjutnya.

Maklum, Kolev berharap anak asuhnya lebih ngotot. Pasalnya, tim yang dihadapi juga mempunyai karakter bermain cepat dan lebih mengutamakan permainan satu dua. Otomatis, dengan pola itu, Sriwijaya perlu mengimbangi dengan lebih menekan dan melakukan pressing.

Selain itu, evaluasi itu dilakukan juga untuk menutupi absennya beberapa pemain agresif yang bakal absen. Seperti, Lim Joon Sik, Jajang Mulyana dan Kim Yong Hee. Ketiganya tak bisa dimainkan lantaran belum terdaftar.

Ambisi mantan pelatih Mitra Kukar itu sepertinya bakal berjalan mulus. Mengingat, tim juara double winner 2007 itu bakal diperkuat penyerang yang mempunyai karakter cepat. Yakni, Arif Suyono dan Oktovianus Maniani.

Ya, Okto sapaan Oktovianus Maniani merupakan pemain lincah yang mempunyai kecepatan tinggi. Selain itu, mantan pemain Persitara Jakarta utara itu juga mempunyai dribbling di atas rata-rata. Praktis, hadirnya pemain asal Papua itu bakal memudahkan Sriwijaya untuk lebih agresif.

Selain Okto, Sriwijaya juga masih mempunyai stok pemain yang tak kalah agresifnya dengan Okto, yakni Arif Suyono. Pemain asal Batu, Malang itu juga mempunyai kecepatan dan akurasi umpan-umpan matang. “Mudah-mudahan semua pemain bisa fokus dan mampu bekerja keras di pertandingan nanti,” pungkasnya.

Tiba Di Vietnam Punggawa Sriwijaya FC Masih Lelah


Tim Sriwijaya FC kemarin siang pukul 14.00 waktu Vietnam sudah mendarat di kota Vinh. Dengan menggunakan maskapai penerbangan Vietnam Air seluruh rombongan langsung menuju hotel Phuong Dong yang terletak di tengah kota Vinh. Namun lamanya penerbangan membuat para punggawa Laskar Wong Kito julukan Sriwijaya FC mengalami kelelahan yang cukup berat.

Bayangkan berangkat dari Jakarta pukul 05.00 WIB dan tiba di kota Vinh pukul 14.00 WIB dengan dua kali transit membuat perjalanan cukup melelahkan. Transit pertama di kota Kuala Lumpur dan kedua di kota Ho Chi Minh. Jadi total lamanya penerbangan hampir 6 jam. Kondisi ini memaksa pelatih Sriwijaya FC, Ivan Kolev mengistirahatkan para pemain dari rutinitas latihan.

Pelatih asal Bulgaria ini mengistruksikan untuk istirahat dari siang sampai malam. Nah, baru pagi besok (hari ini red) langsung digenjot latihan untuk mempersiapkan diri menghadapi Song Lam Nghe An pada lanjutan kompetisi AFC Cup grup F. “Hari ini tidak ada training bagi tim Sriwijaya FC. Lamanya penerbangan membuat para pemain merasa kelelahan apalagi Jumat lalu (22/4) baru bertanding menghadapi Persib. Jadi ini merupakan bentuk rekoveri supaya pera pemain tidak terlalu capek untuk menghadapi pertandingan besok lusa,” terang mantan pelatih Persija Jakarta saat tiba di Hotel Phuong Dong kemarin.

Lebih lanjut pelatih kelahiran 14 Juli 1957 ini tidak mau ambil resiko cukup besar. Padatnya jadwal kompetisi di Indonesia Super League dan AFC Cup sangat menguras energi para pemain. “Besok (hari ini red) akan langsung latihan sebagaimana biasa. Di pagi hari akan latihan ringan dengan jogging di sekitar hotel dan sorenya langsung latihan simulasi sekaligus mencoba lapangan stadion Vinh untuk memantapkan taktik dan strategi. Mudah-mudahan semua berjalan dengan lancar,” urainya.

“Selain itu para pemain yang dibawa sudah siap tempur dan tidak ada masalah lagi dengan kebugaran karena sudah istirahat paskah menghadapi Persib Bandung beberapa waktu yang lalu,” lanjut mantan pelatih Persija Jakarta ini.

Sriwijaya FC sendiri berangkat ke Vietnam dengan berkekuatan 18 pemain. Mereka adalah Ferry Rotinsulu, Fauzal Mubaraq, Muhammad Ridwan, Gunawan Dwi Cahyo, Claudiano Alves Dos Santos, Thierry Gathuessi, Supardi, Mahyadi Pangabean, Ponaryo Astaman, Ardiles Rumbiak, Dirga Lasut, Oktovianus Maniani, Rendi Siregar, Ade Suhendra, Keith Jerome Gumbs, Budi Sudarsono, Muhammad Rifki, dan Arif Suyono. Sedangkan ofisial tim 10 orang.

Sisanya ditinggal di Palembang. Seperti Bobby Satria dan Ahmad Jufriyanto tidak bisa dimainkan karena akumulasi kartu. Rudi Widodo mengalami cedera, Firman Utina mengalami sakit hepatitis B. Sedangkan Lim Joon Sik, Kim Yong Hee, Korinus Fingkrew dan Jajang Mulyana belum terdaftar di AFC Cup. “Semua pemain yang ditinggal di Palembang memang tidak bisa dimainkan pada laga AFC Cup. Hanya 18 pemain ini saja yang bisa diharakan meraih kemenangan atas Sriwijaya FC,” pungkasnya.
FC Sriwijaya


Tim Sriwijaya FC sendiri berangkat pukul 05.00 WIB dari bandara internasional Soekarno-Hatta Tengerang dengan menggunakan maskapai penerbangan Malaysia Airlines. Namun sebelum ke kota Ho Chi Minh, para pemain Sriwijaya FC transit terlebih dahulu di kota Kuala Lumpur dengan jarak tempuh sekitar 2 jam. Setelah transit dan ganti pesawat perjalanan dilanjutnya ke kota Ho Chi Minh Vietnam. Setiba di Ho Chi Mih tetap pukul 11.00 waktu Vietnam harus ganti pesawat lagi dengan menggunakan pesawat domestic Vietnam Air dan baru berangkat ke kota Vinh tepat pukul 12.00 dan tiba pukul 14.00.

Sabtu, 23 April 2011

Bertumpu Kepada Budi - Gumbs


Budi Sudarsono dan Keith Kayamba Gumbs adalah pencetak gol bersama bek Thierry Gathuessi saat Laskar Wong Kito menundukkan Song Lam Nghe An pada ajang AFC Cup di Stadion Gelora Jakabaring, 13 April 2011 lalu. Ketiganya kembali diandalkan saat Laskar Wong Kito melawat ke Vietnam Selasa (26/4).
FC Sriwijaya


"Budi dan Kayamba pemain yang agresif dan cepat, keduanya diharapkan tampil saat menghadapi Song Lam," jelas pelatih Ivan Kolev, Sabtu, (24/4/2011).

Menurut pelatih asal Bulgaria ini, Song Lam adalah tim khas vietnam yang bermain agresif, ngotot dan cepat, sehingga perlu juga pemain-pemain agresif untuk mengimbangi raksasa vietnam yang kini menjadi pemuncak klasemen.

"Tentunya saya mengharapkan para pemain nantinya bermain lebih agresif, karena kita memerlukan poin untuk mempertahankan puncak klasemen," jelas Kolev.

Sementara itu Budi Sudarsono mengatakan, kondisinya cukup fit dan tidak ada masalah. Hanya sedikit mengalami kelelahan saja. Namun dia yakin akan kembali bugar saat menghadapi Song Lam Nghe An, Vietnam."Tetapi semuanya tergantung kepada pelatih, saya selalu siap diturunkan jika dalam kondisi bugar," jelas Budi.

Besok Gumbs Cs Bertolak Menuju Vietnam


Pelatih Sriwijaya FC Ivan Kolev mengajak anak asuhnya melupakan kekalahan dari Persib dan bangkit untuk menghadapi Song Lam Nghe An di ajang Asian Football Confederation (AFC) Cup, Selasa (26/4), Keith Kayamba Gumbs Cs akan bertolak menuju Vietnam, Minggu (24/4/2011) pagi.
FC Sriwijaya


"Kami langsung berangkat menuju Vietnam dan fokus menghadapi SOng Lam di AFC. Kami harus fokus tentunya dan melupakan kekalahan karena ada target besar di ajang AFC Cup," Ivan Kolev, Sabtu (23/4/2011).

Menurut pelatih asal Bulgaria ini, anak asuhnya tidak seharusnya kalah lawan Persib, karena mereka bermain baik dan menciptakan banyak peluang lebih banyak dari tim tuan rumah, hanya saja ada beberapa hal yang membuat mereka kehilangan tiga poin."Permainan sedikit pun tidak mengalami perubahan, hal inilah yang saya sayangkan dan kita tidak seharus kalah, tetapi sudahlah, kini kami fokus menghadapi Song Lam," jelas Kolev.

Kolev Fokus Asah Finishing


Jeda waktu yang sangat singkat membuat pelatih Ivan Kolev lebih fokus kepada kebugaran para pemainnya. Ia pun lebih konsentrasi mengembalikan kepercayaan diri para pemainnya agar mengembalikan ketajaman dalam penyelesaian akhir sebagai persiapan menghadapi Song Lam Nghe An, di Vinh Stadium Vietnam, Selasa (26/4).
FC Sriwijaya


"Fokus penyelesaian akhir dan mengembalikan kebugaran para pemain, sebab ada beberapa yang kita turunkan full time saat lawan Persib akan kembali diandalkan saat menghadapi Song Lam," jelas Kolev, Sabtu (23/4/2011).

Menurut Kolev, kondisi pemain cukup baik hanya saja ada beberapa pemain yang kurang fit dan kelelahan, tetapi dia baru bisa memastikan setelah tim medis memantau kondisi para pemainnya."Kita masih melihat kondisi para pemain," jelasnya.

Arif - Okto - Diano Bergabung


Setelah diistirahatkan karena kelelahan, tiga pemain Arif Suyono, Oktovianus Maniani dan Claudiano Alves dos Santos kini telah bergabung bersama tim Sriwijaya FC. Ketiga akan mengikuti rombongan tim menuju Vietnam karena akan menghadapi Song Lam Nghe An, Selasa (26/4).
FC Sriwijaya


"Mereka akan berangkat bersama tim menuju Vietnam," kata Pelatih Ivan Kolev, Minggu (24/4).

Menurut Kolev selain ketiga pemain ini, dia juga memberangkatkan dua pemain lagi yakni Ade Suhendra dan M Rifky. Sebab kedua pemain ini juga terdaftar di ajang AFC. Sementara lima pemain lainnya Jajang Mulyana, Kim Yong Hee, Lim Joon Sik, Korinus Fingkrew dipulangkan karena tidak terdaftar di AFC, satu lagi pemain yang tampil full time yakni Ahmad Jufriyanto dipulangkan seiring sembuhnya Diano dari cedera."Mereka tampil full time dan diistirahatkan karena dipersiapkan menghadapi pertandingan berikutnya," jelas Kolev.

Jumat, 22 April 2011

Kolev: Sriwijaya FC Lebih Pantas Menang


Pelatih Sriwijaya FC, Ivan Kolev menyayangkan kegagalan timnya meraih poin penuh di kandang Persib Bandung, Jumat, 22 April 2011. Menurut Kolev, Laskar Wong Kito lebih pantas menang dalam duel ini.
FC Sriwijaya


Menurut Kolev, Sriwijaya lebih mendominasi permainan dibanding tuan rumah Persib. Sedangkan Persib lebih beruntung karena mampu mengubah salah satu peluang emas yang didapat dalam laga ini menjadi gol.

"Buat saya, kami pantas menang. Kami lebih mampu menguasai dan mengontrol permainan. Tapi Persib mampu memaksimalkan sebuah pelaung dan menjadi gol," kata Kolev kepada wartawan usai pertandingan.

Bertanding di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Bandung, SFC menyerah 0-1 dari tuan rumah. Gol tunggal Maung Bandung dicetak oleh Hilton Moreira pada menit ke-17 memanfaatkan asist Miljan Radovic.

Beberapa pilar SFC, seperti Oktovianus Maniani dan Firman Utina tidak tampil dalam laga ini. Namun Kolev menilai absennya kedua pemain bukanlah penyebab utama kekalahan timnya sore tadi.

"Masalahnya bukan karena beberapa pemain inti absen. Saya sengaja menyimpan Okto karena sebelumnya, kami ada game di AFC Cup. Okto sudah kelelahan karena selalu tampil di empat pertandingan," terang Kolev.

Sementara itu, Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar menilai laga sebenarnya berlangsung cukup imbang. Namun, timnya lebih mujur karena mampu memaksimalkan salah satu peluang emasnya dalam laga ini.

Umuh berharap Persib mampu melanjutkan tren positif ini pada empat laga berikutnya, yakni lawan Persijap Jepara, Persiba Balikpapan, Persela Lamongan dan Deltras Sidoarjo. Dengan demikian, Persib bakal mampu finish di posisi lima besar Liga Super Indonesia (ISL) 2010/2011.

"Mudah-mudahan setelah kemenangan ini, empat pertandingan sisa bisa dimaksimalkan. Kita masih berharap bisa masuk ke lima besar,” ujar Umuh.

Persib Raih Penuh Poin Dari Sriwijaya


Persib Bandung berhasil meraih poin penuh dari Sriwijaya FC dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL), Jumat 22 April 2011. Tim Maung Bandung menang tipis 1-0 hasil sundulan Hilton Moreira di menit 33 di di Stadion si Jalak Harupat, Soreang, Bandung.
FC Sriwijaya


Atas hasil ini, koleksi posin Persib menjadi 32 dari 24 pertandingan. Mereka berhak naik dua peringkat ke posisi tujuh mengegeser Persiwa Wamena. Sedangkan Sriwijaya tertahan di peringkat lima dengan 34 poin.

Kekalahan ini terasa pahit mengingat Sriwijaya memberi perlawanan alot di Stadion Jalak Harupat. Meski tertinggal satu gol di babak pertama, Laskar Wong Kito beberapa kali merepotkan barisan pertahanan tim Maung Bandung.

Meski demikian, peluang pertama di paruh kedua berasal dari Persib yang memanfaatkan kesalahan gelandang Sriwijaya. Tim Maung Bandung bisa merebut bola setelah dua pemain Sriwijaya saling bertabrakan.

Bola didorong ke depan dan hampir menjadi gol ketika memantul di mistar gawang. Bola rebound nyaris saja dimanfaatkan Cristian Gonzales, namun masih bisa diatasi defender Sriwijaya dan berujung dengan sepak pojok untuk Persib.

Tendangan penjuru ini malah kembali nyaris menjadi gol ketika bola mendarat di kepala Hilton. Tapi, si kulit bundar tipis melebar dari gawang Laskar Wong Kito.

Sriwijaya bisa membalas peluang itu lewat usaha striker Budi Sudarsono. Budi sebagai mantan pemain Persib melakukan usaha pertamanya lewat tendangan keras dari luar kotak penalti di menit 69. Usaha itu bisa saja jadi gol jika tidak terbang ke atas mistar.

Hanya tiga menit berselang, kembali Budi mencoba merobek jala mantan timnya. Kali ini dia melakukan tendangan keras mendatar namun masih bisa diatasi kiper Markus Haris Maulana.

Meski ada beberapa peluang lagi dari kedua tim, tak ada satu pun yang menghasilkan gol. Persib sukses mendapat poin penuh, sedangkan Sriwijaya harus pulang dengan tangan hampa.

Line Up Kedua Tim
Persib Bandung: Markus; Maman, Abanda, Gilang (Siswanto), Isnan; Hariono, Radovis, Hilton, Eka; Gonzales (Atep'67), Matsunaga (Airlangga'73)

Sriwijaya FC: Ferry; Thierry,Jufri, Supardi, Ridwan; Ponaryo, Kim (Mahyadi'57), Budi (Korinus'84), Lim; Kayamba, Jajang (Rendy Siregar'81).

Babak 1 Sriwijaya FC Tertinggal Atas Persib


Persib Bandung untuk sementara unggul 1-0 atas Sriwijaya FC di lanjutan Indonesia Super League (ISL), Jumat 22 April 2011. Gol tunggal Tim Muang Bandung dicetak Hilton Moreira di menit 33 lewat sundulannya.

Bertindak sebagai tuan rumah di Stadion si Jalak Harupat, Soreang, Bandung, Persib tampil agresif sejak pertandingan dimulai. Sriwijaya sebagai tim tamu ternyata bisa mengimbangi dan membuat babak pertama berjalan seru.

Bahkan serangan pertama dibuka oleh Laskar Wong Kito -julukan Sriwijaya- di menit ketiga lewat terobosan Keith Kayamba Gumbs. Namun, tendangan striker Sriwjaya ini masih terlalu lemah hingga bisa diatas kiper Markus Haris Maulana.

Menit kedelapan, nyaris saja Sriwjaya menciptakan gol bunuh diri ketika terjadi kesalahpahaman antara bek Thierry Gathuessy dengan kiper Ferry Rotinsulu. Thierry yang berusaha menghalau jalannya bola malah mengarahkan si kulit bundar ke arah jala timnya sendiri. Beruntung, bola masih melintir tipis dari gawang Sriwijaya.

Serangan berbahaya Persib terjadi di menit 22 berkat kerjasama striker Cristian Gonzales dengan Matsunaga Shohei. El Loco -julukan Gonzales- bisa memberi umpan terbososan buat Matsunaga yang tipis berada di luar kotak penalti. Tapi peluang ini gagal jadi gol setelah Matsunaga malah terjebak off-side.

Gol akhirnya tercipta di menit 33 ketika Persib mendapat tendangan bebas di luar kotak penalti. Miljan Radovic yang tampil sebagai eksekutor, memberi umpan yang disambut sundulan Hilton. Bola tak bisa diatasi kiper Ferry dan membuat penonton di Stadion si Jalak Harupat bersorak gembira.
FC Sriwijaya


Itu menjadi gol tunggal yang terjadi di babak pertama. Hingga turun minum, Persib untuk sementara unggul 1-0.

Line Up Kedua Tim

Persib Bandung: Markus; Maman, Abanda, Gilang, Isnan; Hariono, Radovis, Hilton, Eka; Gonzales, Matsunaga

Sriwijaya FC: Ferry; Thierry,Jufri, Supardi, Ridwan; Ponaryo, Kim, Budi, Lim; Kayamba, Jajang.

Hilton Jebol Gawang Ferry 1 - 0


Pertandingan Sriwijaya FC versus Persib Bandung, Jumat (22/4) dimulai. Kedua tim saling jual beli serangan. Namun SFC lebih dulu mendapatkan peluang melalui Kayamba dan Jajang namun tendangannya masih melebar di gawang Markus. Memasuki ke-7 serangan Matsunaga membahayakan SFC tetapi masih diblok bek Thierry.
FC Sriwijaya


Sementara tim tamu melakukan pembalasan. Memasuki menit ke 17, pelanggaran dilakukan Maman dengan menekel Budi, sehingga bek Timnas diganjar kartu kuning oleh Jimmy Napitupulu.

Tendangan bebas ambil Kayamba dengan menendang lansung ke gawang tetapi masih membentur kepala Abanda. Thierry juga mendapatkan peluang namun belum terjadi gol. Sementara Lim menerima kartu kuning karena melanggar Matsunaga. Namun Persib unggul 1-0. Bermula dari pelanggaran Jufriyanto, tendangan bebas diambil Radovic yang kemudian disambar tandukan Hilton untuk merobek gawang Ferry di menit ke-37.

Lawan Persib, Sriwijaya FC Jaga Keseimbangan


Pelatih Ivan Kolev mengandalkan pola 4-3-3 dengan mengandalkan trio penyerang Budi Sudarsono, Kayamba dan Jajang Mulyana sebagai trisula lini depan. Startegi yang diterapkan Kolev adalah keseimbangan antara bertahan dan menyerang.
FC Sriwijaya


Pelatih asal Bulgaria ini mengandalkan Lim, Ponaryo dan Kim di lini tengah mengatasi determinasi lini tengah Persib yang kini diperkuat Milan Radovic. Sementara di lini belakang Kolev memilih Jufriyanto menggantikan Bobby yang absen untuk menemani Thierry. Keduanya akan diapit Supardi dan Ridwan di kanan dan kiri pertahanan.

Line Up Kedua Tim
Sriwijaya FC: Ferry Rotinsulu, Supardi, Thierry Gathuessi, M Ridwan, Lim Joon Sik, Ponaryo, Budi Sudarsono, Kim Yong Hee, Kayamba dan Jajang Mulyana. Cadangan;Fauzal, Gunawan, Ardiles, Mahyadi, Korinus, Rendy, Dirga. Pelatih Ivan Kolev:4-4-2

Persib: Markus, Maman, Abanda, Angga, Isnan, Eka, Hariono, Radovic, Hilton, Matsunaga, Gonzales. Cadangan;Cecep, Yudi, Wildansyah, Siswanto, Atep, Afandi, Airlangga. Pelatih:Daniel Roekito:4-4-2.