• Ingin Tampil Penuh Di Laga Perdana AFC

    Laga lanjutan AFC Cup Grup F, melawan Song Lam Nghe An (Vietnam), (13/4) nanti dinilai Sriwijaya FC tak terlalu istmewa. Tapi, laga nanti sangat berarti bagi kiper Fauzal Mubaraq. Pasalnya, laga nanti merupakan kali pertama dirinya bermain di laga Internasional AFC Cup. Apa harapan pemain kelahiran, Pulau Kijang, Tembilahan, 6 Januari 1984 itu? Berikut petikan wawancara Sumatera Ekspres (SE) dengan Fauzal Mubaraq (FM), Jumat (2/4) lalu.
    FC Sriwijaya


    SE: Sibuk apa sekarang?
    FM: Jaga kondisi dan latihan. Terutama untuk menghadapi Song Lam (13/4) nanti. Sebab, bang Ferry bakal absen lantaran akumulasi.
    SE: Persiapan apa saja yang dilakukan?
    FM: Seperti biasa. Latihan untuk menjaga peforma dan kondisi yang maksimal. Sebab, saya ingin tampil maksimal pada laga perdana pada AFC Cup.
    SE: Pada laga perdana, apa perasaannya?
    FM: Yang pasti sangat senang sekali. Dan saya sangat semangat untuk latihan menghadapi laga ini. Karena pertandingan ini merupakan sejarah baru bagi saya.
    SE: Apakah ada tekanan tersendiri pada laga perdana?
    FM: Tidak ada, justru senang. Apalagi, melihat bendera Merah Putih dikibarkan oleh suporter. Ini kebanggan tersendiri bisa mendapat dukungan ribuan suporter.
    SE: Sejauh mana mengetahui kekuatan lawan?
    FM: Secara keseluruhan belum tahu. Tapi, yang pasti tim yang berkualitas. Buktinya, pernah menang lawan VB Spor di Maladewa.
    SE: Ada intruksi khusus dari pelatih hadapi Song Lam?
    FM: Tidak ada. Terpenting terus berlatih keras agar mendapatkan hasil maksimal.
    SE: Lantas apa yang anda khawatirkan pada laga nanti?
    FM: Rasa nervous pada menit-menit awal. Sebab, bila hal itu tidak terjadi, maka akan tampil maksimal kelanjutannya.
    SE: Dilaga nanti, apa harapan terbesar?
    FM: Bisa bermain maksimal dan menghilangkan kekhawatiran. Mudah-mudahan bisa bermain penuh.
    SE: Demi mencapai harapan itu, apa yang anda lakukan saat ini?
    FM: Belajar dari para senior. Seperti, Ferry Rotinsulu atau pemain lainnya yang sudah lama bermain di laga Internasional.
    SE: Anda selama ini terlihat kurang maksimal soal akurasi tendangan. Mengapa?
    FM: Ya, saya akui saya paling lemah soal itu. Sebab, saya menjadi pesepakbola lantaran bakat alam. Bukan belajar khusus seperti pemain lainnya yang sejak kecil sekolah sepakbola. Jadi, seperti ini jadinya. Duul di Lamongan juga selalu pemain belakang untuk ambil tendangan.
    SE: Apa usaha anda untuk menghilangkan itu?
    FM: Saya terus belajar dari pelatih atau bang Ferry. Saya terus diberi motivasi. Kata bang Ferry dulu dirinya selalu seperti itu. Tapi, lama-lama tidak. Dan itu yang menjadi semangat saya untuk terus berbenah. Terlebih soal insting penempatan bola.

  • Klasmen Sriwijaya FC

    Klasmen Go-Jek Traveloka Liga 1 2017/2018.

    Alamat

    Palembang, Sumatra Selatan

    EMAIL

    atobelitang@gmail.com