Kondisi Lapangan Rugikan Sriwijaya FC

Pelatih Sriwijaya FC Ivan Venkov Kolev mengeluhkan kondisi Vinh Stadium yang akan menjadi tempat duel antara Laskar Wong Kito dan Song Lam Nghe An nanti.
FC Sriwijaya


Menurut dia, stadion tersebut memiliki permukaan rumput yang tidak rata dan keras.Kondisi ini kemungkinan besar bakal merugikan SFC karena para pemain terbiasa bermain di lapangan rata. Dengan struktur tanah yang tidak rata,para pemain SFC dikhawatirkan tidak dapat memperagakan permainan terbaiknya dengan mengandalkan bola-bola pendek dan umpanumpan datar menyisir rumput.

“Terus terang saya sedikit kecewa dengan kondisi rumput Stadion Vinh. Permukaannya tidak rata dengan tekstur tanah yang cukup keras membuat pertandingan besok (hari ini) menjadi sulit bagi Sriwijaya FC,” ungkapnya seusai melakukan uji coba lapangan kemarin. Meski demikian, dia tidak mau ambil risiko dan menyalahkan kondisi rumput yang tidak standar.Untuk itu kemungkinan besar dia akan mengubah sedikit pola permainan dan menyesuaikan dengan kondisi lapangan.

“Kami tetap berusaha sebaik mungkin memainkan pertandingan demi mendapatkan poin maksimal,” tuturnya. Pada sesi latihan ringan pagi kemarin, mantan arsitek timnas Indonesia ini membagi pemain Sriwijaya FC menjadi empat kelompok. Kiper Ferry Rotinsulu dan Fauzal Mubaroq latihan bersama.Kelompok kedua diisi Ade Suhendra,Mahadirga Lasut,Gunawan Dwi Cahyo, Claudiano Alves Dos Santos, dan Arif Suyono.

Kelompok ketiga Muhammad Ridwan, Ponaryo Astaman,Keith Jerome Gumbs,Budi Sudarsono,Supardi, dan Thierry Gathuessi.Keempat diperkuat oleh Rendi Siregar, Ardiles Rumbiak, Oktovianus Maniani,Mahyadi Pangabean, dan Muhammad Rifki. “Latihan tadi pagi (kemarin) hanya untuk latihan ringan saja, sedangkan sorenya baru latihan game dan tidak terlalu berat bagi pemain karena hanya untuk jaga kondisi fisik supaya badan tetap fit dan bisa bermain maksimal pada pertandingan besok,”kata Kolev.

Bertumpu Pada Dua Striker Gaek

Sementara itu, pertemuan antara Sriwijaya FC kontra Song Lam Nghe An (SLNA) di Vinh Stadium dalam lanjutan Piala AFC match day keempat hari ini merupakan laga krusial dan penuh gengsi di antara kedua tim yang berlabel juara ini. Kedua tim yang sama-sama pemegang gelar copa musim lalu di negara masing-masing ingin membuktikan siapa yang terbaik.

Kondisi ini pula yang membuat para juru gedor di kedua tim akan saling membuktikan siapa yang paling tajam dan handal dalam menjebol gawang lawan. Di kubu SFC, duet striker gaek Budi Sudarsono dan Keith Kayamba Gumbs telah membuktikan jika mereka merupakan striker yang tidak bisa diremehkan saat menyumbangkan masing-masing satu gol ke gawang SLNA, ditambah satu gol lagi dari bek tangguh Thierry Gathuessi saat Laskar Wong Kito menundukkan SLNA 3-1 di pertemuan pertama di Stadion Gelora Jakabaring (13/4) lalu.

“Budi dan Kayamba merupakan pemain yang agresif dan cepat, keduanya diharapkan bisa kembali memberikan kontribusi yang baik bagi tim dan bisa mencetak gol seperti saat melawan SLNA di pertemuan pertama lalu,”kata Kolev. Sementara itu, di kubu SLNA,meskipun tidak bisa menurunkan striker lokal syarat pengalaman Que Ngoc Manh yang terkena akumulasi kartu kuning, pelatih Nguyen Huu Thang masih memiliki striker asal Jamaika yang dimiliki SLNA, seperti A Fagan dan K Bryan.

Sejak memperkuat SLNA,A Fagan telah mencetak 5 gol dari 12 kali penampilannya, sementara K Bryan sudah mempersembahkan 4 gol dari 9 kali dimainkan sebagai starter. Berdasarkan data statistik ini, Budi menjadi striker yang paling subur lantaran telah menyumbangkan 8 gol sedangkan Keith Jerome ‘Kayamba’ Gumbs 7 gol di semua ajang yang diikuti SFC baik LSI maupun Piala AFC.“Saya berharap para pemain bisa bermain lebih agresif lagi,karena kita memerlukan poin untuk mempertahankan puncak klasemen,” ujar Kolev.

Sementara itu, Kayamba mengaku selalu siap 100% untuk membela SFC di ajang manapun yang ikuti. Pemain asal St Kitts n Nevis ini mengatakan, padatnya jadwal memang membuat tenaganya terkuras, tetapi dirinya tetap akan bermain ngotot saat melawan SLNA. “Kita butuh tambahan poin,untuk itu minimal kita harus bisa menahan imbang mereka di kandangnya,”tukasnya.

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments