Kuota Asia Musim Depan Semua dari ISL

Kuota Asia dari kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2010/2011 kemungkinan bertambah. Untuk mendapatkan tiket Asia, klub harus berstatus big three di akhir musim.
FC Sriwijaya


Peluang pemenuhan kuota kompetisi Asia dari DISL secara penuh terbuka lebar. Sebelumnya DISL hanya dijatah dua tiket Asia. Klub juara bermain di Liga Champions Asia (LCA), lalu runner up merumput di Piala AFC. Satu jatah Asia terakhir diberikan kepada pemegang trofi Piala Indonesia. Klub juara Piala Indonesia biasanya mendapatkan jatah play off Liga Champions Asia (LCA).

Bila mereka gagal menjalani play off, otomatis terdampar di Piala AFC. Namun, masalahnya Piala Indonesia 2010/2011 kemungkinan selesai tidak tepat waktu karena efek berlarutnya proses suksesi kepengurusan PSSI periode 2011-2015.

Seandainya proses suksesi kepengurusan tersebut lancar, kick off Piala Indonesia pada awalnya direncanakan Mei. Namun, PSSI ternyata gagal menggelar Kongres 26 Maret sehingga kick off diagendakan Juni. Lantaran tidak ingin menggadaikan kualitas, Liga akhirnya baru menggelar Piala Indonesia musim ini pada awal DISL 2011/2012.

Sekretaris PT Liga Indonesia Tigorshalom Boboy mengungkapkan, pemenuhan kuota Asia akan dipenuhi dari DISL. “Kami berencana memberikan jatah Asia secara penuh kepada klub DISL. Tapi, asumsinya jatah musim depan sama,” ungkapnya.

Indonesia sudah dua musim terakhir mendapatkan tiga tiket Asia. Jatah Asia tersebut didasarkan atas progres profesionalisme klub dan kompetisi. DISL saat ini berada pada urutan 12 level Asia dengan nilai 283,5. Nilai mereka naik empat poin usai verifikasi AFC pada 2010.

AFC direncanakan melakukan verifikasi profesionalisme klub untuk musim 2011/2012 pada Agustus mendatang. Secara umum verifikasi menyangkut lima aspek klub profesional, meski lebih menekankan kepada status legal, infrastruktur, dan finansial. Namun, jatah Asia Indonesia di bawah bayangan Thailand dan Singapura.

Peringkat profesionalisme kompetisi milik kedua negara itu memang lebih baik. Singapura tetap berada satu strip di atas Indonesia dengan nilai 286,5 meski musim ini mengalami penurunan tiga poin. Thailand berada pada urutan sembilan dengan nilai 303. Sama seperti Singapura, nilai profesionalisme kompetisi Thailand juga sebenarnya mengalami penurunan dua angka.

“Kalau tiga jatah Asia diambilkan dari DISL, maka klub runner up berhak play off LCA. Klub yang finis di urutan tiga akan bermain di Piala AFC, sedangkan juara DISL otomatis ke LCA,” terangnya.

Kendati demikian, Liga tetap menyiapkan skenario kedua. Mereka berencana melobi AFC agar bersedia memberikan kuota play off LCA kepada juara Piala Indonesia, meski kepastian klubnya menyusul. Asumsinya, AFC menunggu klub juara Piala Indonesia yang digelar Oktober. Mengacu kepada regulasi musim lalu, kepastian klub yang akan bermain di Asia harus selesai paling lambat November. Sebab, AFC melakukan drawing pada 7 Desember 2010.

“Mungkin kami akan mendaftarkan nama kosong untuk play off. Hal itu untuk mengakomodir klub juara Piala Indonesia. Kami akan coba itu, meski belum tahu apakah AFC bersedia atau tidak,” katanya.

Bertambahnya kuota Asia dari DISL diperkirakan semakin menaikan suhu persaingan papan atas klasemen. Sedikitnya enam klub berpeluang mengisi tiga kuota Asia tersebut, meski jatah LCA hampir pasti menjadi milik kandidat juara DISL 2010/2011 Persipura Jayapura. Selain Persipura, dua kuota Asia sisa berpotensi diperebutkan oleh Persija Jakarta, Semen Padang, Arema Malang, Sriwijaya FC, bahkan Persisam Samarinda. Untuk meraih tiket play off LCA, Persija harus mendapatkan tambahan angka minimal 15. Macan Kemayoran juga sambil berharap pesaingnya tergelincir.

“Lebih bagus kalau pemenuhan jatah Asia diambilkan dari DISL. Waktu untuk menggelar Piala Indonesia dengan deadline pendaftaran klub di AFC tampaknya sangat sempit. Kalau tiga jatah Asia diberikan kepada DISL, maka persaingan papan atas bertambah ketat. Klub setidaknya akan mengejar finis di posisi ketiga,” tandas Asisten Pelatih Persija Satia Bagdja.

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments