Mei 2011

Selasa, 31 Mei 2011

Arif-Rendy Juga Absen Lawan PSPS


Pelatih Ivan Kolev tidak habis pikir, menjelang akhir musim dan lima laga penting banyak pemain mengalami cedera. Terbaru adalah cedera lutut yang dialami Arif Suyono dan Rendy Siregar yang retak kelingking kiri.
FC Sriwijaya


"Keduanya cedera dan kondisi ini membuat kami kesulitan mencari formasi terbaik SFC," kata Kolev kepada Sripoku.com, Selasa (31/5/2011).

Menurut Kolev, tidak hanya Arif dan Rendy, persoalan akumulasi yang menjadi masalah, sehingga dalam setiap pertandingan dia harus kehilangan pemain penting bagi Laskar Wong Kito.

"Persoalan dalam setiap pertandingan kita selalu kehilangan pemain, namun saya akan berusaha keras menyiapkan tim terbaik menghadapi lima laga sisa termasuk lawan PSPS," jelasnya.

Lini Belakang Belum Aman


Kekuatan pertahanan Sriwijaya FC diperkirakan bakal berkurang saat ladeni PSPS Pekanbau di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring besok (1/6). Sebab, tim berjuluk Laskar Wong Kito tersebut tak dapat diperkuat oleh dua pilar akibat akumulasi kartu kuning. Yakni libero Claudiano Alves dos Santos dan wing bek Muhammad Ridwan.
FC Sriwijaya


Dua kartu kuning Claudiano Alves dos Santos didapat saat melawan Persija (29/5) dan Persisam Putra Samarinda (16/1). Kemudian bagi M Ridwan diterima ketika jumpa Persija di Palembang (29/5) dan Jakarta (3/11/10).

“Tugas berat bagi lini pertahanan Sriwijaya tanpa Diano (Claudiano Alves dos Santos red) dan M Ridwan di belakang,” kata pelatih Sriwijaya FC Ivan Venkov Kolev kepada koran ini kemarin, (30/5).

Kolev pangilan akrabnya menyebut kontribusi keduanya cukup berarti bagi kekuatan pertahanan tim berjuluk Laskar Sriwijaya tersebut. Alasannya Diano dan Ridwan punya kemampuan individu dan ketahanan fisik baik. Tak heran jika keduanya selalu jadi pilihan utama bila dalam kondisi fit dan tidak dapat larangan tampil akibat akumulasi kartu.

“Ya, tentu saja kalau Diano dan Ridwan dalam kondisi fit dan tidak akumulasi, keduanya punya peluang besar masuk starting eleven. Namun tetap saja pemain lain juga punya peluang. Tergantung dari persiapan para pemain sebelum bertanding,” tambah pria asing yang sudah mahir berbahasa Indonesia ini.

Ketergantungan lini belakang tim double winner periode 2007 terhadap dua pilar tersebut cukup besar. Terlebih pada sosok Diano. Tanpa kehadiran Diano di jantung pertahanan membuat pertahanan tim Bumi Sriwijaya tereduksi. Contoh tanpa Diano Sriwijaya dihajar Al Ain 0-4 pada babak kualifikasi Liga Champions Asia (LCA) (19/2) lalu. Padahal Sriwijaya bermain dikandang sendiri.

“Namun, kami tetap harus percaya dengan sisa pemain belakang yang ada. Seperti Thierry Gathuessi, Bobby Satria, Ahmad Jufrianto dan Supardi,” sambung eks pelatih Persija Jakarta dan Persipura Jayapura itu.

Pelatih asal Sofia, Bulgaria tersebut menyebut sudah siapkan pemain penganti Diano dan M Ridwan. “Yang jelas kami sudah siapkan penganti dua pemain tersebut. Bisa saja Bobby dan Thierry kita plot diposisi bek tengah sedangkan Supardi dikanan dan Mahyadi Pangabean dikiri,” tambah dia.

“Bisa juga Thierry dan Achamd Jufrianto pada posisi libero dan Bobby dikiri serta Supardi dikanan. Apalagi Achmat Jufrianto sedang dalam kondiri fresh sebab saat menghadapi Persija Jakarta harus absen akibat akumulasi,” pungkas dia.

Senin, 30 Mei 2011

FIFA Beri Peluang KN Gelar Kongres Lagi


Ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar telah bertemu dengan perwakilan FIFA, Thierry Regenass, di Zurich hari ini, 30 Mei 2011. Agum mengatakan kalau FIFA lewat rekomendasinya kembali memberikan kesempatan untuk menggelar Kongres untuk memilih Ketua Umum PSSI yang baru.
FC Sriwijaya


Hal ini dikatakan Agum dalam wawancaranya dengan tvOne Senin petang. Agum menambahkan, kalau rekomendasi ini masih akan dibawa ke sidang Exco Senin malam ini waktu Indonesia.

"Kepada Indonesia FIFA memberikan peluang untuk menyelesaikan persoalan melalui Kongres paling lambat 30 Juni. Kalau sampai 30 Juni belum juga berhasil (menyelesaikan Kongres dan memilih Ketua Umum baru), maka per 1 Juli otomatis Indonesia akan disuspend," kata Agum.

Ini adalah kali ketiga FIFA mentolerir kegagalan Indonesia menggelar Kongres PSSI. Yang pertama pada 26 Maret di Pekanbaru. Dan kemudian yang masih hangat dalam ingatan adalah pada 20 Mei di Jakarta yang kemudian ditutup Agum setelah timbul kericuhan.

"Masa iya kita sudah diberi peluang ini tapi masih juga mengesampingkannya. Kami berharap peran aktif pemerintah untuk mendukung agar Kongres nanti bisa berlangsung dengan baik," kata Agum.

Agum datang ke Zurich bersama Plt Sekjen PSSI Joko Driyono. Agum mengatakan sepulangnya nanti ke Indonesia, ia akan melakukan dialog dengan semua kalangan sepakbola termasuk dengan George Toisutta dan Arifin Panigoro.

Dua orang ini dengan dukungan penuh dari Kelompok 78 bersikeras untuk ikut bursa pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Umum. Padahal FIFA telah menegaskan berulang kali kalau mereka plus Nurdin Halid dan Nirwan Bakrie dilarang ikut serta.

"Soal empat calon tadi ditegaskan tidak bisa (ikut pemilihan) oleh FIFA. Sudah final dan harus dipedomani," kata Agum.

Musim Depan SFC Hanya Punya Modal Rp 10 M


Tanpa APBD, maka pada musim 2011/2012 mendatang, Sriwijaya FC hanya memiliki modal sebesar Rp10 miliar dari dana kas.
FC Sriwijaya


Dana ini dipandang belum cukup jika melihat besaran dana Laskar Wong Kito musim lalu.

Makanya SFC memiliki strategi khusus untuk mencari dana tambahan, yakni mencari sponsor dan wacana saham go public kepada masyarakat Sumsel.

"Dana sponsor sudah pasti, kita juga akan berpikir tentang wacana saham go public. Sebab SFC milik Pemprov Sumsel yang juga milik masyarakat Sumsel," kata Direktur Teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainudin," Senin (30/5).

Menurut Hendri, jika SFC ingin solid maka minimal harus memiliki dana Rp 25-Rp 30 miliar. Makanya kemudian ada wacana siapa berani turut memberikan saham kepada SFC akan diberikan sebuah kompensasi.

"Ini baru wacana. Dengan saham go public tentu hal itu tidak terlepas dari SDM, karena menjadi duit publik. Pengelolaan klub benar-benar profesional," jelasnya.

Menurut Hendri, manajemen SFC yakin SFC mampu bertahan, tentunya strategi ke depan akan bertahan lebih dahulu dengan modal Rp10 miliar yang mereka miliki.

"Kita akan lihat kondisi, jika tidak ada sanksi maka akan butuh dana Rp 40 miliar, karena kita bertekad berkompetisi di ajang asia, Piala Indonesia dan LSI. Tetapi jika dibekukan, maka kita benar-benar memanfaatkan talenta lokal dan dana tidak sebesar itu," ungkap Hendri.

Pemain PSPS Minta Kawalan Polisi


Jelang laga melawan Sriwijaya FC, PSPS Pekanbaru, Senin (30/5), manajemen dan pelatih PSPS Pekanbaru meminta kawalan khusus dari Polda Sumsel. Mereka khawatir dengan isu yang berkembang dan mengkhawatirkan keselamatan para pemainnya.
FC Sriwijaya


Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan mereka pun memilih menginap di Wisma Gran Kemala Pakri, perumahan milik Polda Sumsel.

"Memang benar ada permintaan dari manajemen, biarlah bus rusak dan barang rusak asalkan jangan pemain mengalami cedera. Yang penting keselamatan pemain. Makanya kita menginap di sini dan meminta kawalan, sebagai antisipasi," kata Pelatih Abdurahman Gurning, Senin (30/5).

Menurut Gurning, mereka tidak ingin kejadian tahun lalu, ketika pemainnya ada yang mengalami cedera akibat lemparan orang tidak dikenal saat bus yang mengangkut pemain melintas di depan Masjid Agung.

"Itu saja. Pemain yang penting selamat. Kita tidak memiliki motivasi lain kecuali melindungi pemain," jelas Gurning.

Menurut mantan pelatih PS Palembang ini, persoalan yang terjadi sebenarnya tidak ada hubungannya dengan pemain, sebab secara teknis dan tim antara dirinya dan pelatih Ivan Kolev ataupun pemain dengan pemain serta manajemen tidak ada masalah. Tetapi itu murni persoalan suporter yang bentrok.

"Sehingga kalau di lapangan yang dipikirkan adalah teknis dan saya juga mensupport pemain saya seperti itu, jangan sampai mereka terpengaruh, biarlah itu persoalan antar pendukung," jelasnya.

SFC Lawan PSPS, Laga Penuh Rivalitas


Usai ditahan imbang Persija Jakarta 3-3, Sriwijaya FC kembali menjalani pertandingan berat lawan PSPS Pekanbaru di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Rabu (1/6/2011). Jika lawan Persija sarat dengan emosi, maka lawan PSPS sarat dengan rivalitas dua tim asal Sumatera.

FC Sriwijaya


Persaingan sangat terasa ketika SFC menjalani pertandingan di Pekanbaru dan mampu mengalahkan PSPS dengan skor 1-0 putaran pertama musim 2010/2011 lalu. Suporter PSPS kalau itu bereaksi dengan melemparkan batu dan botol ke lapangan. Bahkan Firman Utina sempat terkena lemparan batu.

Kini PSPS bertandang ke markas SFC, Bela Armada Sriwijaya (Beladas) yang tidak terima dengan tindakan pendukung PSPS pun bereaksi.

"Kita tidak akan membalas mereka, tetapi memberikan pelajaran bagaimana seharusnya bersikap sportif," jelas Ketua Beladas Korwil Simanis Qusoy.

Kekesalan suporter pun ditumpahkan dengan semboyan, bahwa apapun peringkat dan prestasi SFC musim ini janganlah kalah dari PSPS.

"Peringkat kita jangan kalah dari PSPS," jelas Qusoy.

Manajem Sriwijaya FC Butuh Marketing Tangguh


Hanya Persipura, Arema, Persib, Semen Padang dan Sriwijaya FC yang diprediksi bisa bertahan di Liga Super Indonesia jika tanpa APBD.
FC Sriwijaya


Jika ingin bertahan, Sriwijaya FC mempunyai beberapa konsekuensi tertentu seperti misalnya tanpa pemain asing dan murni mengandalkan pemain lokal berkualitas.

Sebab jika melihat jumlah sponsor, dipastikan SFC hanya memiliki uang Rp15 miliar. Namun pihak manajemen bertekad untuk mendapatkan dana lebih besar dari musim lalu. Cara membentuk tim marketing tangguh.

"Harus punya tim marketing tangguh, musim ini sudah kita mulai dan kita akan membuat tim yang lebih solid lagi untuk musim depan," kata Direktur Keuangan SFC Augie Bunyamin, Senin (30/5/2011).

Sebab menurut Augie, selama ini pihaknya memang belum merasakan masimal mencari sponsor, sebab sumber daya manusia dirasakan masih kurang.

"Kita akan menambah ahli marketing. Nanti akan kita buat kerjasama yang saling menguntungkan, akan ada persenan untuk mereka," ujar Augie Bunyamin.

Sponsor Suntik Sriwijaya FC Rp 15 Miliar


Sriwijaya FC sedikit demi sedikit terus melakukan manuver demi mendapatkan sponsor. Dibandingkan musim-musim sebelumnya, pada musim 2010/2011 ini sponsor yang masuk mencapai 15 miliar. Angka ini lebih besar dibandingkan musim lalu yang hanya Rp10 miliar.
FC Sriwijaya


Namun angka itu tidak cukup bagi SFC untuk mengejar gelar, berlaga di tingkat Asia dan Piala Indonesia. Butuh dana minimal Rp40 miliar untuk mencapai sebuah prestasi tertinggi.

"Angkanya seperti itu mencapai Rp 40 miliar, kami akui SFC mendapatkan bantuan dari APBD sebesar Rp 25 miliar," kata Presiden Klub H Dodi Reza Alex, Senin (30/5/2011).


Ada pun rincian sponsor tahun lalu yakni, Bank SumselBabel memberikan dana Rp 5 miliar, PTBA Rp 3 miliar, tiket Rp 2,5 miliar, Indosat Rp 300 juta, PDPDE (perusahaan gas) Rp 500 juta,Specs bantuan perlengkapan Rp 3 miliar, kemudian bantuan dari Pemkab OKU Selatan Rp 250 juta, Mura Rp 500 juta.

"Ke depan kita akan memaksimalkan sponsor, caranya kita akan imbau untuk melihat SFC secara keseluruhan, bagaimana keampuhan promosinya, kemudian cara efektif lainnya dengan kompensasi pemasangan T Board dan E Board di lapangan," kata Dodi.

Minggu, 29 Mei 2011

Persija Harus Puas Berbagi Angka dengan SFC


Persija Jakarta hanya mampu mengamankan satu poin dari kandang Sriwijaya FC, Minggu, 28 Mei 2011. Sempat unggul di babak pertama, Macan Kemayoran harus puas bermain imbang 3-3 lawan SFC.
FC Sriwijaya


Bermain di Stadion Gelora Jakabaring, Palembang, Persija mengejutkan tuan rumah lewat dua gol di babak I. Masing-masing dicetak oleh striker Bambang Pamungkas pada menit 13' dan Agu Casmir pada menit 38'.

Di babak kedua, Sriwijaya FC bangkit dan mencoba membalik keadaan. SFC mendapat hadiah penalti pada menit ke-61 akibat pelanggaran yang dilakukan oleh Greg Nwokolo terhadap pemain Sriwijaya FC, Thierry Gatushi.

Striker SFC, Keith Kayamba Gumbs yang tampil sebagai eksekutor tanpa kesulitan berhasil mengecoh Hendro Kartiko. Skor pun berubah menjadi 1-2.

Pertandingan berjalan semakin menarik. Serangan yang dilakukan oleh SFC kini mampu membuat barisan pertahanan Macan Kemayoran yang dikawal oleh Precious Emuejeraye dan kawan-kawan kelabakan.

Pada menit ke-68, SFC akhirnya berhasil menyamakan kedudukan lewat gol Budi Sudarsono. Budi yang berhasil lolos dari perangkap off side lalu mengecoh kiper Persija, Hendro Kartiko dan merubah kedudukan menjadi 2-2.

Pada menit ke-75, Budi kembali membuat publik Stadion Gelora Jakabaring, Palembang bersorak. Tendangan kerasnya dari luar kotak penalti gagal dibendung Hendro Kartiko sehingga membawa Sriwijaya FC berbalik unggul 3-2.

Tak ingin pulang dengan tangan hampa, Macan Kemayoran mulai berani tampil terbuka. Namun serangan demi serangan yang dibangun Persija masih kandas di kaki para pemain bertahan tuan rumah SFC.

Mendekati penghujung laga, pertandingan mulai berjalan keras. Akibatnya, wasit Mardi pun beberapa kali mencabut kartu kuning dari kantongnya.

Pada menit ke-84, SFC akhirnya kehilangan kemenangan yang sudah di depan mata. Gelandang Persija, Greg Nwokolo berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3 usai menjebol gawang Sriwijaya FC. Skor ini bertahan hingga laga usai.

Tambahan satu poin membuat Persija tak beranjak dari posisi ketiga klasemen sementara Liga Super Indonesia (ISL) 2010/2011. Persija kini mengoleksi 41 poin dari 23 pertandingan. Sedangkan SFC berada di urutan ke-6 dengan 35 poin.


Susunan Pemain
Sriwijaya FC
Ferry Rotinsulu (g); M Ridwan, Thierry Gatushi, Claudio Dos Santos, Boby Satria, Dirga Lasut, Ponaryo Astaman, Kim Yong Hee, Oktovianus Maniani, Jajang Mulyana, Keith Kayamba Gumbs

Persija Jakarta
Hendro Kartiko (g); M Nasuha, Eric Arsene Bayemi, Emeujeraye Precious, Ismed Sofyan, Greg Nwokolo, Tony Sucipto, Oliver Makor, M Ilham, Bambang Pamungkas, Agu Casmir


Laga Tim Papan Atas Sarat Emosi


Duel Sriwijaya FCPersija di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, pukul 15.30 WIB hari ini, diprediksi bakal menegangkan dan sarat emosi. Sebab,bukan sekadar perebutan angka untukmemperbaikiposisi klasmen Liga Super Indonesia (LSI), melainkan juga gengsi.

FC Sriwijaya


Pertandingan menegangkan bakal terjadi karena sebagian besar pemain di tubuh Macan Kemayoran pernah ikut berperan mengantarkan sukses untuk Laskar Wong Kito hingga mampu menggenggam gelar Double Winner edisi 2007 dan hattrick Piala Indonesia. Belum lagi Persija saat ini ditangani pelatih Rahmad ‘RD’ Darmawan yang menjadi aktor dibalik kesuksesan SFC hingga akhirnya memilih berpisah dengan klub itu akhir musim lalu.

Meskipun banyak kenangan indah terjadi,kedua tim sore ini dipastikan bakal sama-sama berjuang habis-habisan untuk mendapatkan tambahan tiga poin. Sedangkan, pelatih SFC Ivan Venkov Kolev juga memiliki misi tersendiri di LSI setelah gagal memenuhi target menembus babak semifinal Piala AFC setelah kandas oleh Chonburi FC di 16 besar barubaru ini.

Pertandingan kali ini sekaligus sebagai ajang pembuktian diri Kolev bahwa dia lebih baik ketimbang RD yang merupakan suksesornya. Dari enam pertemuan sebelumnya, baik di ajang LSI maupun kompetisi pramusim Piala Indonesia,SFC berhasil memetik dua kali kemenangan, tiga kami imbang dan satu kali kalah. Dari catatan tersebut,SFC lebih diunggulkan untuk memetik kemenangan.

Apalagi, Ponaryo Astaman dkk akan bermain di depan pendukung sendiri. Namun, Persija bukanlah tim yang lemah dan bisa dianggap remeh.Apalagi,dari empat pertandingan terakhir, Bambang Pamungkas dkk memiliki tren lebih baik karena berhasil meraih 2 kali kemenangan, 1 kali imbang, dan 1 kali kalah.

Sedangkan,SFC hanya meraih 1 kali kemenangan dan 3 kali kekalahan. Walaupun hanya 1 kali meraih kemenangan dan 3 kali kekalahan yang diderita SFC, semuanya diterima dari pertandingan di ajang Piala AFC, sedangkan Persija di ajang LSI. “Pertandingan melawan Persija saya harapkan menjadi kebangkitan SFC karena empat pertandingan yang kita lakukan sebelumnya semuanya di ajang Piala AFC.

Dengan kondisi ini, saya rasa para pemain memiliki banyak pengalaman dari klub-klub yang dihadapi,”ungkap Kolev. Sementara itu, meski nanti menang, kemenangan atas Persija tidak lantas mendongkrak posisi SFC. Karena saat bersamaan Arema akan menghadapi tim papan bawah Deltras Sidoarjo.

Pasalnya, saat ini SFC yang bertengger di posisi enam baru mengumpulkan poin 34 dari 22 kali pertandingan. Jika menang lawan Persija, jumlah poin SFC menjadi 37. Sedangkan, Arema saat ini telah mengumpulkanpoin37dari23laga. “Meskipun tambahan tiga angka tidak akan membuat posisi kita di klasmen sementara naik, setidaknya kemenangan akan menjadi awal yang baik karena setelah ini kita menghadapi PSPS (1/6) di kandang.

Para pemain tentunya butuh tambahan semangat agar bisa menjaga tren positif,” tutur Direktur Teknik dan SDM SFC Hendri Zainuddin. Di sisi lain, kelelahan yang mendera pemain SFC menjadi berkah tersendiri bagi Persija. Sebab, tim yang diarsiteki Rahmad ‘RD’ Darmawan ini sangat membutuhkan tambahan tiga angka untuk menyodok ke posisi runner up menggeser Semen Padang.

Saat ini Persija berada di posisi ketiga dengan torehan poin 40 atau selisih dua poin dengan Semen Padang. “Tetapi, meski masa waktu efektif istirahat yang diperoleh para pemain SFC hanya dua hari, tidak akan memengaruhi pola permainan mereka. Apalagi sejak di bawah pelatih Ivan Kolev, para pemain SFC lebih bertenaga dan berotot. Selain itu, mereka tidak ingin malu di hadapan pendukungnya,”katanya.

Adu Gensi


Laga Sriwijaya FC kontra Persija Jakarta di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) sore ini (29/5) (live ANTV Pukul 15.30 WIB) diprediksi bakal seru. Pasalnya kedua kesebelasan bakal adu gensi dan tampil all out untuk saling mengalahkan.

FC Sriwijaya


Pelatih Sriwijaya FC Ivan Kolev tetap lakukan psywar jika anak buahnya bisa memperoleh tiga poin meski dengan kerja keras. “Kalau pertandingan bisa berjalan sesuai harapan kami yakin menang,” katanya kepada wartawan kemarin, (28/5). “Namun itu tidak akan mudah dan kami masih harus bekerja maksimal,” sambung dia.

Kolev mengaku sudah kantongi kekuatan, pola dan karakteristik permainan Persija. Hal tersebut terbilang lumrah sebab, musim ini kedua klub sudah dua kali saling berhadapan. Pertama bermain imbang 0-0 pada laga lanjutan Djarum Indonesia Super League (DISL) di Jakarta 3 November 2010 dan kedua Sriwijaya FC sukses kalahkan Persija 2-0 pada laga uji coba di Stadion GSJ (15/12/10) lalu.

Pada laga tersebut gol pertama tim double winner edisi 2007 ini, diciptakan melalui heading Keith Kayamba Gumbs pada menit ke-42 dan gol kedua lahir dari sundulan Ade Suhendra pada menit ke-75. Selain itu pria asal Sofia Bulgaria ini juga pelajari kekuatan Macan Kemayoran (julukan Persija) via televisi dan video rekaman pertandingan.

“Persija punya permainan bagus. Terutama koordinasi dan kerja samanya. Saya memang pernah arsiteki Persija namun tahun 1999 lalu. Jadi komposisi pemain dan kekuatannya sudah jauh berbeda,” tambah dia.

Pria asal Sofia Bulgaria ini mengaku telah siapkan strategi jitu untuk “hancurkan” tim besutan pelatih Rahmad Darmawan tersebut. Namun sayang dia enggan beri bocoran pola atau strategi permainan yang bakal ditampilkan. Ia mengaku jika jurus rahasia itu natinya akan sangat efektif bila laga bisa dijalankan sesuai skenario.
“Dalam permainan sepak bola pasti akan sama. Hanya ada dua opsi menyerang atau bertahan. Karena itu kalian bisa simpulkan sendiri kira-kira kami akan bermain bagaimana,” tukas dia.

Untuk komposisi pemain, mantan arsitek tim nasional timnas Indonesia ini juga engan angkat bicara. Meski sebelumnya Kolev pernah mengatakan jika bakal turunkan beberapa pemain yang tidak dimainkan lawan Chonburi FC (Thailand) pada laga 16 besar AFC Cup (25/5) lalu saat menghadai Persija. Sebut saja kapten Keith Jerome “Kayamba” Gumbs dan Jajang Mulyana untuk posisi depan serta Kim Yong-Hee pada barisan tengah.

Namun bukan tidak mungkin jika skuad inti pada pertandingan sebelumnya juga berpeluang masuk starting eleven. Macam Ferry Rotinsulu di posisi penjaga gawang, Claudiano Alves dos Santos, Thierry Gatuessi, Supardi dan Ridwan di barisan belakang. Kemudian Mahardiga Lasut dan Ponaryo Astaman di tengah dan Budi Sudardono serta Oktovianus Maniani di depan.

“Kami sudah punya bayangan untuk pemain posisi inti. Namun baru saya umumkan besok (hari ini, red) tepatnya saat meeting,” tukas dia.

Tapi sayang tim berjuluk Laskar Wong Kito ini tak bisa main full team. Selain dua pemain yang dilarang akibat akumulasi yakni gelandang Lim Joon-Sik dan defender Achmad Jufrianto, winger Arif Suyono dan Rendy Sireger juga disanksikan main akibat cedera.

Rendy mendalami cedera jari kelingking didapat saat menghadapi Chonburi, sedangkan Arif bermasalah dengan lutut saat latihan tendangan bebas di Stadion GSJ kemarin. “Pas saya nendang kena kaki depan. Jadi lutut saya terbawa dan sedikit bermasalah,” timpal Arif.

Persija juga tidak diam saja. Head coach Rahmad Darmawan mengaku datang dengan membawa misi ganda. Selain untuk mencuri angka pria akrab disapa RD ini juga menebar gensi. Ya, dia tidak mau jadi bulan-bulannya mantan klubnya sendiri yang sempat diarsitekinya selama tiga musim berturut-turut. “Semua tim pasti sama. Ingin raih hasil positif saat bertanding,” ujar RD kemarin.

Meski optimistis namun pria yang gemar memakai topi ini tetap ogah jumawa. Sebab, kekuatan Sriwijaya musim ini dengan sebelumnya sudah jauh berbeda. Sriwijaya FC telah menjelma sebagai tim yang lebih mengedepankan ketahanan fisik dan mengusung label pemain timnas.

“Yang jelas para pemain Sriwijaya FC jadi lebih bertenaga sejak dilatih Ivan Kolev. Dari materi pemain juga jauh berbeda hanya ada sekitar lima pemain yang tersisa dari musim sebelumnya,” tambah pelatih timnas U-23 proyeksi SEA Games XXVI Indonesia 2011.
Karena itu, kendati sempat melatih Ponaryo Astaman, RD mengaku masih harus meraba-raba. “Kalau atmosfir sepak bola di Palembang saya dudah cukup paham. Atusiasme dari supporter dan fans sangat luar biasa. Namun, untuk kekuatan Sriwijaya FC, saya masih belum paham,” lanjut suami Dinda Etty ini.

Namun RD tidak membantah jika kondisi keburagan tubuh anak asuhnya sedikit lebih baik. Ya, Persija sempat menjalani libur selama satu bulan. Pertandingan terakhir mereka saat kalahkan Bontang FC 4-1 (27/4) lalu. Justru masa istirahat lama menjadikan dia khawatir. Sebab hal tersebut bisa memengaruhi irama dan sentuhan bermain anak buahnya.

“Kalau terlalu lama istirahat jelas akan memengaruhi terhadap kinerja tim. Untuk Sriwijaya meski minim recovery tetap saja berbahaya. Sebab, mereka punya banyak pemain yang tidak diturunkan pada laga sebelumnya dan mereka bakal bermain di kandang sendiri dengan dukungan penonton yang luar biasa,” pungkas pria asal Metro Lampung tersebut.

Sabtu, 28 Mei 2011

Lawan Persija, SFC Gandakan Bonus Pemain


Manajemen Sriwijaya FC menyiapkan bonus besar bagi para pemainnya bila berhasil mengalahkan Persija Jakarta, Minggu, 29 Mei 2011. Duel ini akan digelar di Stadion Gelora Jakabaring, Palembang.

FC Sriwijaya


SFC membidik posisi tiga besar Liga Super Indonesia (ISL) 2010/2011. Untuk itu, Laskar Wong Kito tak ingin melewatkan pertandingan yang tersisa tanpa poin, termasuk saat menjamu Macan Kemayoran, besok.

Untuk membakar semangat pemainnya, Sriwijaya FC pun menggandakan bonus bagi para pemainnya. Bila pada pertandingan normal, pemain mendapat Rp3 juta bila menang, maka khusus lawan Persija menjadi Rp5 juta.

"Totalnya untuk bisa mengalahkan persija 150 juta, kalau biasanya hanya 80 juta,” kata Presiden klub SFC, Dodi Reza Nurdin kepada VIVAnews.

"Kami siapkan Bonus dua kali lipat dari biasanya karena pertandingan ini sangat penting untuk target kita menuju tiga besar,” lanjut Dodi.

Lebih lanjut, Dodi mengatakan kalau laga lawan Persija merupakan titik awal bagi perubahan peringkatnya di papan klasemen. Tambahan tiga poin sangat penting karena persaingan semakin sengit.

"Saya berharap pemain mampu menjaga motivasi dan penuh semangat, tetapi tetap bermain lepas dan merasa tidak terbebani,” pungkas Dodi.

The Jakmania Dampingi Persija
Sementara itu, Persija juga tak mau kalah. Semangat Macan Kemayoran juga akan terjaga dengan kehadiran 500an suporter setianya, The Jakmania.

"Kami akan membawa sekitar 500 supporter The jack ke Palembang untuk bisa mendukung langsung di stadion jaka baring,” ujar Ikhsan, salah satu anggota tim yang tiba lebih awal di Palembang

The Jakmania yang akan datang berasal dari beberapa korwil (kordinator wilayah). Mulai dari The Jakmania Pusat , Komunitas Persija, Jack kampus dan Jack online serta Ultras Jakmania.

"Kami datang dengan menggunakan sekitar 10 bis yang mengangkut semua suporter The Jack. Tak hanya mendukung kami juga berikan atraksi menarik.”

Selain dari Jakarta, The Jakmania dari Lampung juga ikut menyerbu Palembang. Mereka rencananya akan bertolak dengan menggunakan jalur kereta api.

Jumat, 27 Mei 2011

Rampok Dukungan untuk Sriwijaya FC


Pelatih Ivan Kolev gagal perbaiki prestasi Sriwijaya FC di AFC Cup. Dengan modal materi pemain lebih lengkap, langkah tim berjuluk Laskar Wong Kito tetap tak beranjak dari babak 16 besar. Di kompetisi domestik apalagi. Hanya mampu koleksi 34 dari 22 laga, Kayamba Gumbs dkk teronggok di posisi keenam klasemen Djarum Indonesia Super League (DISL) 2010/2011.

FC Sriwijaya


Dengan modal itu, kans untuk ramaikan tiga besar, apalagi juara dipastikan sulit. Nah, kondisi kurang menguntungkan Sriwijaya FC ini berusaha dimanfaatkan Persija Jakarta kala bertandang ke Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Minggu nanti (29/5). Caranya, dengan memaksimalkan pesona mantan pemain Sriwijaya FC (SFC) yang kini membelot bela panji tim Ibu Kota.

Sebut saja, M Nasuha, Octavianus, Ambrizal, Hendro Kartiko, Tony Sucipto, Ngurah Nanak, dan Precious Emeujeraye. "Saya yakin anak-anak gak ada masalah ketika kembali ke Palembang. Mereka sudah terbiasa hadapi tekanan seperti ini. Sebaliknya, kami siap rebut simpati suporter di Gelora Sriwijaya," terang Pelatih Persija Rahmad Darmawan.

Dari pengalaman Rahmad tiga musim tukangi SFC, suporter Sriwijaya FC dianggap fair. Mereka selalu berikan apresiasi kepada tim yang bermain baik. Sekalipun itu tim tamu. Artinya, meski fans Sriwijaya FC, jika tim kebanggaan mereka main buruk bisa dimusuhi di rumah sendiri.

Pengalaman ini pernah dialaminya ketika bawa SFC bertanding di AFC Cup dan Liga Champions Asia (LCA) musim lalu. Pendukung Sriwijaya FC yang penuhi tribun Gelora Sriwijaya mendadak alihkan dukungan kepada tim tamu yang tampil lebih bagus. Imbasnya, di LCA SFC hanya mampu duduki juru kunci grup dan di AFC Cup langkah Kayamba Gumbs dkk terhenti di babak 16 besar.

“Saya lupa ketika itu lawan tim apa. Yang pasti pengalaman itu memotivasi saya untuk menyuguhkan permainan menarik dan menghibur di hadapan suporter di Gelora Sriwijaya,” terang arsitek asal Lampung ini.

Jangan lupa, mereka juga pernah jadi idola fans Sriwijaya FC musim sebelumnya. Bersama Rahmad Darmawan, mereka telah berikan yang terbaik untuk tim kebanggaan mereka dengan berikan empat trofi. Satu Liga Indonesia dan tiga trofi Piala Indonesia. Dipastikan, memori itu memberikan kesan baik untuk suporter SFC.

Kenyataan itu, membuat Rahmad yakin pemainnya akan disambut baik di Palembang. Apalagi, sejarah suporter kedua tim aku-akur saja. Bukti kehangatan hubungan kedua suporter, The Jakmania juga dikabarkan akan memenuhi tribun Gelora Sriwijaya saat pertandingan. Persija Jakarta, hari ini (27/5) sudah mendarat di Palembang. Dengan membawa 20 pemain.

Rendi - Thierry Bermasalah


Kekalahan Sriwijaya FC atas Chonburi Thailand di babak 16 besar AFC Cup menyisakan masalah. Ya, Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC) terancam kehilangan Rendi Siregar dan Thierry Gathuessi. Kedua pemain Sriwijaya ini mengalami gangguan kesehatan paskapertandingan kemarin.

FC Sriwijaya


“Thierry sempat merasakan sakit di rusuk kiri akibat benturan dengan pemain Chonburi sedangkan Rendi Siregar mengalami masalah pembengkakan di jari kaki. Beruntung kedua pemain ini tidak mengalami cedera serius setelah mendapatkan treatment dari fisioterapis usai pertandingan,” ujar Encu Wijaya fisioterapis Sriwijaya FC kemarin.

Bukan hanya Thierry dan Rendi yang mengalami cedera ringan, bek Sriwijaya FC, Achmad Jufriyanto juga sempat mengalami sakit usai pertandingan. Mantan pemain Arema Malang ini memilih langsung ke kamar usai pertandingan. “Saya hanya sedikit tidak enak badan usai pertandingan. Tapi sekarang tidak apa-apa,” ujar Achmad Jufriyanto kemarin. Sriwijaya FC sendiri baru tiba di Palembang kemarin sore sekitar pukul 16.00 WIB. Seluruh pemain pulang ke Palembang hanya Oktovianus Maniani dan Achmad Jufriyanto yang tidak pulang bersama ke Palembang. Kedua pemain ini ada urusan keluarga. Untuk Jufriyanto minta izin untuk melihat kondisi anaknya yang baru lahir begitu juga dengan Okto ada sedikit urusan keluarga di Jakarta. “Besok (hari ini red) Okto dan Jufriyanto sudah bergabung untuk jalani latihan bersama rekan-rekannya di Jakabaring. Para pemain Sriwijaya FC harus jalani latihan sore besok karena pertandingan menghadapi Persija Jakarta tinggal dua hari lagi (29/5). Praktis persiapan yang dilakukan sangat singkat,” lontar asisten pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi kemarin.

Sementara itu pelatih Sriwijaya FC, Ivan Kolev harus mempersiapkan diri saat jamu Persija. “Menghadapi Persija sangat penting dan kami harus memaksimalkan laga kandang kali ini dengan meraih kemenangan. Memang laga ini penuh emosional bagi tim Sriwijaya karena harus bertemu dengan pelatih Persija, Rahmad Darmawan. Tapi kami tetap tidak larut dalam situasi emosional dan tetap harus menang di kandang sendiri,” pungkas Kolev.

Kamis, 26 Mei 2011

Kolev: Saya Sangat Kecewa dengan Kepemimpinan Wasit


Pelatih Sriwijaya Football Club (SFC), Ivan Kolev, mengungkapkan dua penyebab kekalahan SFC saat menghadapi Chonburi dengan skor 3-0, Rabu (25/5/2011).
FC Sriwijaya


Menurut Kolev, SFC dikalahkan wasit dan lemahnya penyelesaian akhir yang dilakukan anak asuhnya, sehingga para pemain sempat mengalami down.

“Kekalahan dengan skor 0-3 sangat jelek sekali. Saya pribadi menilai itu semua karena keputusan wasit yang sangat berpihak kepada tuan rumah di babak pertama hingga menit ke-25, itu sangat berpengaruh," jelas Kolev, Kamis (26/5).

Dengan demikian, ambisi Sriwijaya FC untuk memperbaiki rekor penampilan di ajang AFC Cup ternyata tidak berhasil.

Laskar Wong Kito julukan Sriwijaya FC harus tumbang di tangan Chonburi FC di babak 16 besar AFC Cup dengan skor 0-3 di stadion Chonburi tadi malam.

Hasil ini jelas sangat mengecewakan karena musim lalu, Ferry Rotinsulu dan kawan-kawan juga gagal ke babak 8 besar setelah disingkirkan oleh wakil Thailand, Thai Port dengan skor 1-3.

"Saya sangat kecewa sekali terhadap kepemimpinan wasit. Kondisi ini membuat mental para pemain Sriwijaya FC jadi down dan tidak mampu mengembangkan permainan,” ujar Kolev.

Ia juga menyoroti lemahnya penyelesaian akhir (finishing).

Pelatih asal Bulgaria ini sangat menyayangkan tiga peluang emas Sriwijaya FC gagal diselesaikan dengan baik.

Pertama peluang dari striker Budi Sudarsono pada menit ke-5, kedua peluang tendangan bebas Claudiano Alves dos Santos pada menit ke-31 mampu digagalkan oleh kipper Sinthaweechai Hathairattanakool, dan peluang ketiga dari Oktovianus Maniani pada menit ke-60.

“Jika salah satu peluang tersebut membuahkan gol maka ceritanya akan lain. Tapi itulah sepak bola kami tidak beruntung,” ujar Kolev.

Jufe-Lim Absen Lawan Persija


Kekuatan Sriwijaya FC akan sedikit berkurang, karena dua punggawanya Ahmad Jufriyanto dan Lim Joon Sik akan absen saat menjamu Persija Jakarta di Stadion Gelora Jakabaring, Minggu (29/5) nanti.
FC Sriwijaya


"Sebab kedua pemain ini terkena akumulasi kartu kuning dan harus absen satu pertandingan, ini berdasarkan keterangan dari Badan Liga Indonesia," ungkap Sekretaris PT SOM, Faisal Mursyid, Kamis (26/5).

Secara terpisah, pelatih Ivan Kolev mengatakan, belum tahu jika kedua pemain itu akan absen, tetapi jika benar maka dia harus mencari pemain pengganti terutama untuk posisi Lim di lini tengah.

"Saya akan menyiapkan pemain penggantinya," jelas Kolev.

Persija Siap Hadapi Apapun Gaya Sriwijaya FC


Persija Jakarta akan bersua Sriwijaya FC (SFC) di pentas ISL pada 29 Mei 2011 mendatang di Jaka Baring, Palembang. Menantang mantan klub yang pernah dibawanya menjadi double winner edisi 2007, coach Rahmad Darmawan menyatakan kesiapannya untuk memenangi pertandingan.
FC Sriwijaya


Rahmad mengaku tidak pernah absen menyaksikan tayangan permaianan SFC baik di ISL maupun di AFC. ”Pertandingan sewaktu SFC lawan Chonburi bagus untuk memperkaya referensi saya tentang kekuatan Sriwijaya sekarang. Sriwijaya sekarang lebih variatif dengan skill individu yang kerap muncul di setiap pertandingan,” jelas Rahmad.

Rahmad menegaskan kalau apapun gaya yang disodorkan SFC, Persija akan siap melayani.

"Mau cepat atau lambat, tidak masalah. Kami siap hadapi mereka."

Persija mempunyai modal persiapan yang sangat panjang. Terhitung hampir sebulan skuad Persija mempersiapkan diri untuk melakoni laga penting melawan Sriwijaya.

Sejak 27 april kemarin pasca Persija mengalahkan Bontang FC dengan skor 4-1, mereka mulai membenahi pola latihan. Hasil dari itu sudah diaplikasikan saat ujicoba melawan tim lokal Tangerang. Persija unggul 4-0.

Jumat Siang Pasukan RD "Serbu" Sriwijaya FC


Ketika Sriwijaya FC dihantui kelelahan, pasukan Persija justru lebih siap dan bugar. Bahkan pasukan Rahmad Darmawan akan "menyerbu" atau tiba di Palembang, Jumat (27/5/2011).

FC Sriwijaya


Menurut RD sapaannya, semua pemain siap tempur, dia kini hanya menggelar latihan koordinasi dan taktik menghadapi Sriwijaya FC. Baginya menghadapi SFC adalah mengutamakan kebugaran. Memang faktor istirahat terlalu lama juga akan berpengaruh dalam laga nanti.

"Tentunya anda tahu bagaimana tim yang tidak bermain dalam waktu lama, tetapi sudah kami antisifasi dengan beberapa tray out," urai Rahmad Darmawan, Kamis (26/5/2011).

Kekalahan Sriwijaya FC Justru Persulit Persija


Pelatih Persija Jakarta, Rahmad Darmawan tengah mempersiapkan timnya menghadapi Sriwijaya FC di ajang Liga Super Indonesia (LSI) yang dijadwalkan digelar di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Minggu (29/5/2011).
FC Sriwijaya


Pasca kekalahan SFC lawan Chonburi FC pada laga AFC, Rabu (25/5), menurut Rahmad Darmawan hal itu justru membuat anak asuhnya semakin sulit.

"Kekalahan itu bukan membuat kami akan memetik keuntungan justru akan semakin menyulitkan kami, sebab motivasi mereka untuk menang semakin berlipat ganda," kata Rahmad Darmawan, Kamis (26/5).

Menurut RD, kekuatan SFC tetaplah yang terbaik di LSI dan Indonesia. Kekalahan mereka dari Chonburi bukan karena mereka kalah dalam hal kualitas, tetapi lebih kepada faktor keberuntungan.

"Sejauh ini pemain kami dalam kondisi bagus dan kami semua siap menghadapi SFC," urai RD.

Rabu, 25 Mei 2011

Kolev Butuh Kayamba di 6 Sisa LSI


Pelatih Sriwijaya FC Ivan Kolev secara jujur mengakui bahwa dirinya dan tim sangat membutuhkan Keith Kayamba Gumbs, terutama di enam laga sisa Liga Super Indonesia (LSI) musim ini.
FC Sriwijaya


“Ini bukan hanya persoalan kapten tim. Tetapi karena Kayamba punya pengalaman besar yang dapat sangat membantu tim,’’ ujar Kolev, Rabu (25/5/20/11)

Kolev menjelaskan dirinya ingin membuat level para pemain Sriwijaya FC terus ditingkatkan. Materi latihan selama ini sejatinya tidak terlalu berat. Tetapi saya coba sesuaikan dengan kondisi pemain.

"Soalnya latihan yang selama ini diberikan sangat bagus untuk meningkatkan kualitas seorang pemain,’’ tandasnya.

SFC Tersingkir dari AFC Cup


Berakhir sudah perjalanan Sriwijaya FC di ajang AFC Cup. Laskar Wong Kito tersingkir usai kalah dari tuan rumah Chonburi FC dengan skor 3-0, pada babak 16 besar Asian Football Confederation (AFC), di Stadion Chonburi Thailand, Rabu (25/5).
FC Sriwijaya


Dengan kekalahan ini SFC belum memperbaiki rekornya di babak 18 besar, kekalahan ini mengulang sejarah musim lalu ketika SFC kalah dari Thaiport FC 4-1 pada 12 Mei 2010 lalu.

Gol Chonburi dilesakkan Ney Fabiano di menit 18 memanfaatkan bola krosing di depan gawang Ferry Rotinsulu, sementara gol kedua dilesakkan Chaiman di menit ke-26 melalu tendangan penalti, usai bek Claudiano Alves dos Santos menjatuhkan Fabiano. Sementara gol ketiga dileksaan Sure Sukha di menit 73.

Persipura Tembus Perempat final AFC Cup


Meskipun bertindak sebagai tim tamu, namun hal itu tidak menciutkan nyali para punggawa Mutiara Hitam. Pasukan besutan Jacksen Tiago itu tampil menyerang sejak awal laga melalui pola permainan cepat dari kaki-ke kaki.
FC Sriwijaya


Permainan kolektif yang diperegakan tim tuan rumah sempat merepotkan Persipura di awal Laga. Tim Mutiara Hitam baru berhasil menemukan celah untuk membongkatr pertahanan ketat Song Lahm saat pertandingan memasuki menit ke-20.

Titus Bonai nyaris membawa Persipura unggul di menit ke-23. Sepakan keras kaki kirinya setelah menyisir sisi kanan dengan mengecoh para pemain bertahan Song Lam masih mampu diselamatkan dengan sangat baik oleh penjaga gawang Nguyn Hunh Quc Cng.

Dua menit berselang, Persipura mendapatkan hadiah penalti setelah Ortizan solossa dijatuhkan oleh pemain belakang Song Lam di kotak terlarang. Wasit langsung mengahdiahkan sepakan penalti bagi Persipura.

Adi Ortizan, Boaz Solossa, yang menjadi algojo sukses menjalankan tugasnya dengan baik. eksekusi penaltinya mengecoh penjaga gawang Song Lam dan bersarang mulus di pojok kanan gawang Song Lam. Persipura memimpin satu gol.

Tak perlu menunggu lama, Persipura memperbesar keunggulannya di menit ke-33. Berawal dari sebuah skema sepak pojok, Titus Bonai yang berdiri bebas tanpa kawalan dengan mudah menjaringkan gol kedua bagi Persipura.

Setelah itu, praktis pola pnyerangan mutlak dipegang oleh anak-anak Mutiara Hitam. Tercatat, empat peluang emas tercipta delam interval sepuluh menit menjelang pertandingan babak pertama berakhir. Namun, hingga wasit meniup peluit, skor 2-0 bagi keunggulan Persipura tetap tak berubah.

Tim tuan rumah tampil lebih baik di babak kedua. Menreka mencoba terus menerus menekan pertahanan Persipura guna mengejar defisit dua gol di babak pertama.

Boaz Solossa memiliki sebuah kesempatan emas di menit ke-56. Berawal dari sebuah skema serangan balik cepat, tendangan Boaz dari luar kotak penalti masih terlalu lemah sehingga dengan mudah dapat ditangkap penjaga gawang.

Namun, justru Song Lam yang mampu meperkecil ketertinggalan semenit kemudian. Kembali berawal dari sebuah skema serangan balik cepat, percobaan pertama Nguyen Hong Viet masih membentur mistar gawang. Namun, dia berhasil dengan baik menyelesaikan peluang keduanya. Kedudukan berubah menjadi 2-1.

Persipura kembali berhasil membobol gawang tim tuan rumah di menit ke-83. Menerima umpan silang Boaz dari sisi kanan, sang kakak, Ortizan, melepaskan sepakan keras ke pojok kanan gawang dan tak mampu diselamatkan kiper Song Lam. Kedudukan berubah menjadi 3-1.

Tim tuan rumah sebenarnya memiliki dua kesempatan emas lima menit sebelum pertandingan berakhir. Namun, ketangguhan penjaga gawang Yoo Jae Hoon di bawah mistar gawang Persipura membuat peluang tersebut gagal berbuah gol.

Hingga pertandingan berakhir, tak ada tambahan gol tercipta. Dengan demikian, Persipura dipastikan melaju ke babak perempatfinal Piala AFC.

Sriwijaya FC Siap Redam Chonburi dengan Serangan Balik


Sriwijaya FC (SFC) dilarang terbawa gaya permainan Chonburi FC pada laga malam ini.Bermain lebih tenang bisa jadi rumus meredam agresivitas tuan rumah pada laga babak 16 besar Piala AFC 2011.

FC Sriwijaya


Klub asal Thailand ini dikenal memiliki senjata utama menyerang total setiap meladeni lawan-lawan mereka di kandangnya,Stadion IPE Chonburi.Untuk mengantisipasi hal itu,skuad Laskar Wong Kito, julukan,SFC,menyiapkan serangan balik mematikan. Dalam skema latihan terakhir yang dipimpin Asisten Pelatih Kashartadi,berdasarkan arahan Pelatih Ivan Venkov Kolev,Rudi Widodo dipasang sebagai target man.

Striker yang baru pulih dari cedera ini disokong lima punggawa dari barisan tengah. Di sektor kedua,Budi Sudarsono menyuplai dari sisi kiri plus Rendi Siregar yang main di sisi kanan.Di tengah,tiga gelandang yang diisi Ponaryo Astaman, Ahmad Jufrianto,dan Mahyadi Panggabean jadi penyokong alur tengah ke belakang.

Empat defender yang diisi Supardi,Claudiano Alves dos Santos,Thierry Gathuessi,dan M Ridwan juga sudah siap untuk menahan laju bola ke kotak 16 SFC.Mereka akan jadi tembok tebal bagi kiper Ferry Rotinsulu. ”Beberapa hari jelang keberangkatan,Kolev memberikan saya materi latihan strategi dengan mencoba menempatkan Rudi sebagai target man.

Lalu kami menarik Budi lebih ke dalam dan ada di sebelah kiri,” kata Kashartadi. ”Upaya ini diharapkan bisa menjadi solusi untuk meredam pergerakan para pemain Chonburi FC.Mereka biasa bermain cepat dengan memaksimalkan agresivitas para pemainnya, ”lanjutnya.

Jika ada perubahan skema,Kolev yang sudah ada di Thailand sejak awal pekan ini mungkin akan menurunkan Oktovianis ’Okto’ Maniani.Okto pun bisa diturunkan sebagai suksesor Rendi Siregar di sisi kanan. Untuk gelandang energik Mahadirga Lasut yang disimpan,bisa dimainkan pada menitmenit krusial babak kedua.

Strategi ini pernah dipakai Kolev saat SFC menahan klub Thailand lainnya, Muangthong United,pada play-off Liga Champions Asia (LCA) 2011.Taktik ini juga sukses kala Laskar Wong Kito mengalahkan TSW Pegasus pada pertandingan pamungkas fase Grup F. ”Kalian tentu tahu bagaimana kualitas lawan kami sekarang.

Mereka selalu bermain dengan sangat baik saat di kandang. Bahkan,klub kuat sekelas Persipura saja tidak berkutik dan kalah 1-4.Jadi,jalan satusatunya adalah bermain bertahan sambil menciptakan counterattack,”ungkap Kolev.

Suntikan semangat bertarung Ponaryo dkk pada laga ini juga diberikan manajemen SFC.Janji bonus sebesar Rp 250 juta akan digelontorkan ke kantong pemain Laskar Wong Kito jika menang dan lolos ke perempat final.

Ferry Siap Hadapi Serangan Chonburi


Kiper Ferry Rotinsulu akan menjadi andalan Sriwijaya FC saat melawan Chonburi pada babak 16 besar Piala AFC, Rabu 25 Mei 2011.
FC Sriwijaya


Laga Sriwijaya melawan Chonburi di Stadion IPE Chonburi akan beraroma panas. Terlebih laga babak 16 besar Piala AFC ini menggunakan sistem gugur.

Banyak talenta-talenta muda dari kedua tim yang juga sebagai tulang punggung tim nasional masing-masing negara. Salah satu yang menjadi sorotan yakni dua penjaga gawang, Kosin Hathairattanakol dan Ferry Rotinsulu.

Keduanya dikenal mempunyai kemampuan dan keunggulan sebagai penakluk predator lawan. Kosin dan Ferry memiliki pengalaman yang cukup bagus di level Asia.

“Semua pemain sangat penting apalagi untuk Ferry, dia jadi bagian teramat penting di perjalanan Sriwijaya saat ini. Tampil sangat bagus dan tentu saya berharap melawan Chonburi dia sekali lagi bisa bermain dengan baik,” puji pelatih Sriwijaya, Ivan Kolev.

Ferry sendiri mengaku siap menghadapi serangan Chonburi. Pengalaman bertemu pemain asal Thailand dinilai Ferry menjadi modal yang cukup baginya untuk melawan Chonburi.

“Kita sama-sama tahu pemain asal Thailand punya karakter bermain cepat, keras dan disiplin tinggi. Terakhir kemarin sewaktu menghadapi Muangthong kami kesulitan untuk menang tapi syukur semua bisa diatasi,” tutur Ferry.

Ferry menilai Chonburi juga memiliki modal berharga untuk menghadapi Sriwijaya dalam diri Kosin. Pasalnya, kiper 29 tahun itu pernah bermain di Indonesia dengan membela Persib Bandung.

"Kosin pandai membaca arah bermain pemain dan dia juga punya kemampuan yang baik menahan tendangan penalti,” puji Ferry.

Sementara pelatih Chonburi, Withaya Laohakul, mengaku sudah mempelajari gaya permainan Sriwijaya. Salah satu pemain yang mendapat perhatian adalah Ferry.

”Dia (Ferry) memiliki kemampuan sangat baik untuk menahan tendangan penalti dan inilah yang akan kami hindari,” papar Withaya.

Selasa, 24 Mei 2011

Rudi Widodo Ambisi Cetak Gol


Rudi Widodo mengungkapkan kesiapannya tampil membela Sriwijaya FC. Ia pun berambisi mencetak gol dan mengantarkan Laskar Wong Kito mengalahkan Chonburi FC di Thailand, Kamis (25/5).

FC Sriwijaya


“Kalau memungkinkan, saya ingin mencetak gol. Tapi yang terpenting bagi saya adalah tim bisa meraih kemenangan untuk lolos ke babak delapan besar,’’ kata Rudi.

Menurut pria asal Solo ini, dia tidak memiliki beban apapun saat tampil nanti kecuali fokus menyerang dan juga sesekali membantu pertahanan. Sebab menghadapi Chonburi mereka diinstruksi bertahan di mulai dari pemain depan ketika kehilangan bola.

“Saya selalu siap dimainkan diposisi mana saja, termasuk sebagai striker tunggal. Saya tidak merasa terbebani sama sekali dan ingin tampil sebaik mungkin,’’ ujar mantan pemain Persibo ini.

Sriwijaya FC Sempat Down


Hendri Zainuddin, Direktur Teknik dan SDM Sriwijaya FC berharap para pemain Sriwijaya FC tetap semangat tampil di babak 16 besar. Memang dari hasil kongres PSSI Jumat lalu (20/5/2011) lalu sempat membuat down Sriwijaya FC dan Persipura.
FC Sriwijaya


"Kami memang sempat down, kedua tim ini adalah wakil Indonesia di pentas AFC Cup musim ini sedangkan Arema Malang sudah tersingkir babak penyisihan grup di ajang Liga Champion Asia," kata Hendri, Selasa (24/5).

Tetapi para pemain kini sudah siap tempur. Mereka sudah menghilangkan rasa down saat tampil di babak 16 besar. Memang belum ada keputusan sanksi dari FIFA mengenai kegagalan pemilihan ketua umum PSSI.

"Tapi jika kami lolos ke babak perempat final itu akan jadi masalah besar. Pasalnya FIFA akan mengambil keputusan akhir bulan ini,” ujar Hendri Zainuddin.

Lebih lanjut anggota DPRD Banyuasin ini mengatakan, untuk memompa spirit Laskar Sriwijaya pihak menejemen Sriwijaya FC bakal menggelotorkan bonus lumayan besar jika lolos ke babak perempat final. Total bonus yang akan diberikan Rp 250 Juta.

”Presiden klub Sriwijaya FC, Dodi Reza Alex menjanjikan bonus kemenangan Rp 250 Juta jika mampu mengalahkan Choburi. Ini merupakan apresiasi presiden klub supaya Sriwijaya FC bisa melampui target musim lalu yang hanya sampai di babak 16 besar,” lanjut Hendri Zainuddin.

Perjuangan di babak 16 besar cukup berat. Mengingat Chonburi merupakan juara grup H dan mampu mengalahkan Persipura dengan skor 4-1 di Chonburi Stadion.

Popon Cs Jajal Stadion Chonburi


Sriwijaya FC menjajal lapangan di Stadion Chonburi, Selasa (24/5/2011), tempat dilangsungkannya pertandingan lawan Chonburi FC, Rabu (25/5/2011). Stadion yang menjadi markas Si Hiu, julukan Chonburi ini terbilang bagus dan memberikan keuntungan bagi SFC untuk bermain apik.

FC Sriwijaya


"Kondisi stadion sangat baik dan ini akan sangat baik bagi tim. Hari ini kita tidak latihan berat karena kondisi pemain memang sedikit kelelahan," kata Asisten Pelatih Kas Hartadi, Selasa (24/5/2011).

Menurut Kas sapaannya, latihan seputar materi persiapan menghadapi Chonburi. Namun mantan pemain Timnas ini enggan mengungkapkan strategi dan taktik yang dipakai SFC.

"Kita siap menghadapi Chonburi dan ini laga hidup mati kita di ajang AFC," jelas Kas.

Senin, 23 Mei 2011

Sriwijaya FC Andalkan Budi-Rudi


Dua striker lokal Budi Sudarsono dan Rudi Widodo akan menjadi andalan saat Sriwijaya FC menghadapi Chonburi FC di Thailand, Rabu (24/5/2011) mendatang. Hal ini ditegaskan pelatih Ivan Kolev menjelang keberangkatan.
FC Sriwijaya


"Kami tetap memiliki banyak pilihan karena Budi dan Rudi dalam kondisi bugar. Absennya Kayamba memang membuat kami harus memiliki strategi lain dengan menurunkan keduanya," kata Kolev.

Menurut Kolev, selain memperkuat pertahanan, pihaknya tetap fokus untuk melakukan serangan balik yang cepat ke gawang Chonburi. Dia yakin mampu meladeni permainan tim terbaik Thailand itu.

Sriwijaya FC Abaikan Rumor Sanksi FIFA


Meski isu sanksi FIFA terhadap Indonesia terus berhembus kencang, Sriwijaya FC (SFC) yang terancam terkena imbasnya tetap fokus menghadapi lawatan ke Thailand. Ponaryo Astaman Cs mengabaikan isu dan yakin mengatasi Chonburi, Rabu (25/5/2011).
FC Sriwijaya


"Secara materi tim ini sangat tangguh, tetapi kami yakin bisa tampil bagus. Kami akui isu sanksi FIFA cukup mempengaruhi persiapan SFC, tetapi semua itu kami abaikan," kata Direktur Teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainudin, Senin (23/5/2011).

Menurut Hendri, sanksi FIFA 99 persen pasti terjadi, hanya keajaiban yang mampu menyelesaikannya, namun ia berharap presiden SBY langsung turun tangan. "Sebab jika tidak SFC yang dikorban," jelas Hendri Zainuddin.

Belum Siapkan Algojo


Babak 16 besar AFC Cup 2011 menggunakan sitem knock out atau satu kali pertandingan. Jika kedua kesebelasan terus bermain imbang hingga pertandingan berakhir dengan perpanjangan waktu maka bakal diadakan babak tendangan adu penalti.

FC Sriwijaya


Kendati demikian tim pelatih Sriwijaya FC belum siapkan algojo. Namun, bukan berarti asisten pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi optimistis Ferry Rotinsulu dkk menang dengan waktu normal. Mengingat, Chonburi FC lawan yang bakal dihadapi (25/5) nanti merupakan salah satu tim terbaik di Thailand dan punya rekor bagus tak terkalahkan di kandang selama keikutsertaannya dalam AFC Cup.

Bukan pula mereka pasrah dan pesimis bakal kalah dengan waktu 90 menit. “Dalam sepak bola semua masih bisa terjadi. Kami rasa semua kesebelasan inginkan kemenangan dengan waktu normal bukan perpanjangan waktu maupun adu penalti,” ujarnya kepada wartawan kemarin (22/5).

Karena itulah sampai sekarang pihaknya belum pernah mempersiapkan sang penakluk titik putih (jago tendangan penalti). “Kami sudah mempersiapkan banyak stratagi. Mulai dari bertahan, menyerang, antisipasi bola mati sampai serangan balik. Meskipun demikian kami masih belum belajar untuk tendangan adu penalti,” tambah dia.

Namun pria asal Solo Jateng ini tidak menampik jika pihaknya tetap akan mempersiapkan algojo. Tapi, bila sampai terjadi adu tendangan penalti dia tetap yakin jika satu-satunya kesebelasan peraih juara Piala Indonesia tiga kali secara berturut-turut ini, bisa meraih hasil maksimal.

Menurutnya penjaga gawang Ferry Rotinsulu bakal jadi tumpuan utama. Alasannya Ferry kerap jadi penentu kemenangan Sriwijaya FC saat adu penalti. Sebut saja saat menyingkirkan Muang Thong United (Tahiland) dengan skor 7-6 (2-2) pada play off pertama Liga Champions Asia (LCA) di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (12/2) lalu dan kalahkan Persipura Jayapura 3-1 pada semifinal Piala Indonesia di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, (27/7/10) lalu.

“Kami juga punya penendang bagus. Sebut saja Ponaryo Astaman, Budi Sudarsono dan Arif Suyono,” tukas dia.