• Adu Gensi

    Laga Sriwijaya FC kontra Persija Jakarta di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) sore ini (29/5) (live ANTV Pukul 15.30 WIB) diprediksi bakal seru. Pasalnya kedua kesebelasan bakal adu gensi dan tampil all out untuk saling mengalahkan.

    FC Sriwijaya


    Pelatih Sriwijaya FC Ivan Kolev tetap lakukan psywar jika anak buahnya bisa memperoleh tiga poin meski dengan kerja keras. “Kalau pertandingan bisa berjalan sesuai harapan kami yakin menang,” katanya kepada wartawan kemarin, (28/5). “Namun itu tidak akan mudah dan kami masih harus bekerja maksimal,” sambung dia.

    Kolev mengaku sudah kantongi kekuatan, pola dan karakteristik permainan Persija. Hal tersebut terbilang lumrah sebab, musim ini kedua klub sudah dua kali saling berhadapan. Pertama bermain imbang 0-0 pada laga lanjutan Djarum Indonesia Super League (DISL) di Jakarta 3 November 2010 dan kedua Sriwijaya FC sukses kalahkan Persija 2-0 pada laga uji coba di Stadion GSJ (15/12/10) lalu.

    Pada laga tersebut gol pertama tim double winner edisi 2007 ini, diciptakan melalui heading Keith Kayamba Gumbs pada menit ke-42 dan gol kedua lahir dari sundulan Ade Suhendra pada menit ke-75. Selain itu pria asal Sofia Bulgaria ini juga pelajari kekuatan Macan Kemayoran (julukan Persija) via televisi dan video rekaman pertandingan.

    “Persija punya permainan bagus. Terutama koordinasi dan kerja samanya. Saya memang pernah arsiteki Persija namun tahun 1999 lalu. Jadi komposisi pemain dan kekuatannya sudah jauh berbeda,” tambah dia.

    Pria asal Sofia Bulgaria ini mengaku telah siapkan strategi jitu untuk “hancurkan” tim besutan pelatih Rahmad Darmawan tersebut. Namun sayang dia enggan beri bocoran pola atau strategi permainan yang bakal ditampilkan. Ia mengaku jika jurus rahasia itu natinya akan sangat efektif bila laga bisa dijalankan sesuai skenario.
    “Dalam permainan sepak bola pasti akan sama. Hanya ada dua opsi menyerang atau bertahan. Karena itu kalian bisa simpulkan sendiri kira-kira kami akan bermain bagaimana,” tukas dia.

    Untuk komposisi pemain, mantan arsitek tim nasional timnas Indonesia ini juga engan angkat bicara. Meski sebelumnya Kolev pernah mengatakan jika bakal turunkan beberapa pemain yang tidak dimainkan lawan Chonburi FC (Thailand) pada laga 16 besar AFC Cup (25/5) lalu saat menghadai Persija. Sebut saja kapten Keith Jerome “Kayamba” Gumbs dan Jajang Mulyana untuk posisi depan serta Kim Yong-Hee pada barisan tengah.

    Namun bukan tidak mungkin jika skuad inti pada pertandingan sebelumnya juga berpeluang masuk starting eleven. Macam Ferry Rotinsulu di posisi penjaga gawang, Claudiano Alves dos Santos, Thierry Gatuessi, Supardi dan Ridwan di barisan belakang. Kemudian Mahardiga Lasut dan Ponaryo Astaman di tengah dan Budi Sudardono serta Oktovianus Maniani di depan.

    “Kami sudah punya bayangan untuk pemain posisi inti. Namun baru saya umumkan besok (hari ini, red) tepatnya saat meeting,” tukas dia.

    Tapi sayang tim berjuluk Laskar Wong Kito ini tak bisa main full team. Selain dua pemain yang dilarang akibat akumulasi yakni gelandang Lim Joon-Sik dan defender Achmad Jufrianto, winger Arif Suyono dan Rendy Sireger juga disanksikan main akibat cedera.

    Rendy mendalami cedera jari kelingking didapat saat menghadapi Chonburi, sedangkan Arif bermasalah dengan lutut saat latihan tendangan bebas di Stadion GSJ kemarin. “Pas saya nendang kena kaki depan. Jadi lutut saya terbawa dan sedikit bermasalah,” timpal Arif.

    Persija juga tidak diam saja. Head coach Rahmad Darmawan mengaku datang dengan membawa misi ganda. Selain untuk mencuri angka pria akrab disapa RD ini juga menebar gensi. Ya, dia tidak mau jadi bulan-bulannya mantan klubnya sendiri yang sempat diarsitekinya selama tiga musim berturut-turut. “Semua tim pasti sama. Ingin raih hasil positif saat bertanding,” ujar RD kemarin.

    Meski optimistis namun pria yang gemar memakai topi ini tetap ogah jumawa. Sebab, kekuatan Sriwijaya musim ini dengan sebelumnya sudah jauh berbeda. Sriwijaya FC telah menjelma sebagai tim yang lebih mengedepankan ketahanan fisik dan mengusung label pemain timnas.

    “Yang jelas para pemain Sriwijaya FC jadi lebih bertenaga sejak dilatih Ivan Kolev. Dari materi pemain juga jauh berbeda hanya ada sekitar lima pemain yang tersisa dari musim sebelumnya,” tambah pelatih timnas U-23 proyeksi SEA Games XXVI Indonesia 2011.
    Karena itu, kendati sempat melatih Ponaryo Astaman, RD mengaku masih harus meraba-raba. “Kalau atmosfir sepak bola di Palembang saya dudah cukup paham. Atusiasme dari supporter dan fans sangat luar biasa. Namun, untuk kekuatan Sriwijaya FC, saya masih belum paham,” lanjut suami Dinda Etty ini.

    Namun RD tidak membantah jika kondisi keburagan tubuh anak asuhnya sedikit lebih baik. Ya, Persija sempat menjalani libur selama satu bulan. Pertandingan terakhir mereka saat kalahkan Bontang FC 4-1 (27/4) lalu. Justru masa istirahat lama menjadikan dia khawatir. Sebab hal tersebut bisa memengaruhi irama dan sentuhan bermain anak buahnya.

    “Kalau terlalu lama istirahat jelas akan memengaruhi terhadap kinerja tim. Untuk Sriwijaya meski minim recovery tetap saja berbahaya. Sebab, mereka punya banyak pemain yang tidak diturunkan pada laga sebelumnya dan mereka bakal bermain di kandang sendiri dengan dukungan penonton yang luar biasa,” pungkas pria asal Metro Lampung tersebut.

  • Klasmen Sriwijaya FC

    Klasmen Go-Jek Traveloka Liga 1 2017/2018.

    Alamat

    Palembang, Sumatra Selatan

    EMAIL

    atobelitang@gmail.com