• Diano Siap Matikan Predator

    Musim kompetisi Asian Football Confederation (AFC) Cup 2010/2011 sepertinya menjadi milik dua pemain Brazil Claudiano Alves dos Santos dan Carrijo Leandro da Silva. Aksi dan pertunjukan skill keduanya menjadi perhatian bagi pelaku dan pengamat sepakbola di klub yang mereka bela.
    FC Sriwijaya


    Diano, sapaannya, dan Carrijo akan kembali berhadapan dan saling membunuh saat Sriwijaya FC menghadapi TSW Pegasus dalam laga akhir fase Grup F AFC Cup di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Rabu (11/5).

    Sebelumnya, Dianolah yang menjadi pemenang dari pertarungan kedua tim setelah membawa SFC meraih kemenangan 2-1 atas TSW Pegasus pada pertemuan pertama, di Hongkong AFC Cup pada 15 Maret 2011 lalu.

    Tentang prestasi keduanya, tengok saja kiprah Carrijo di musim 2010/2011. Ia menjadi predator yang paling ditakuti di ajang AFC Cup. Namanya kini menjadi top skorer AFC dengan torehan 7 gol. Sementara di ajang Liga Utama Hongkong, pria berpostur 185 cm ini, baru mengemas 5 gol dari 6 kali penampilannya.

    Mengenai kualitas sang predator, diakui pelatih TSW Pegasus, Chan Hiu Ming seperti dilansir di situr AFC, anak asuhnya itu memang baru saja bergabung. Namun sudah menunjukkan produktivitas gol luar biasa untuk tim.

    “Dia kuat dan mampu beradaptasi dengan cepat, tentunya dalam pertandingan ini, dia akan menjadi andalan tim kami,” jelas Chan, Senin (9/5).

    Carrijo, yang sangat diandalkan karena menjadi tukang gedor andal, akan berhadapan langsung dengan defender andalan SFC Claudiano Alves dos Santos. Diano juga sangat diandalkan di lini belakang tim tuan rumah.

    Carrijo jago menyerang. Ia juga bisa mencetak gol sangat cepat. Sementara Diano punya skill tinggi dalam bertahan. Ia juga bisa mematikan setiap penyerang tim lawan yang masuk ke areal kekuasaannya.

    Kelebihan lain yang dimiliki bek berpostur 183 cm ini adalah mencetak gol dari bola-bola mati. Baik dari kepala maupun dari tendangan keras dan terarah.

    Hal itu dibuktikannya dengan mengoleksi tiga gol di ajang Liga Super Indonesia (LSI). Satu golnya ke gawang TSW Pegasus membuat tim asal Hongkong itu merana pada pertemuan pertama Grup F AFC Cup, di Hongkong pada 15 Maret lalu.

    Gol Diano kala itu merupakan gol balasan setelah Carrijo menyamakan kedudukan dengan menjebol gawang Ferry Rotinsulu di menit 72, karena sebelumnya Kayamba membawa SFC unggul lebih dulu dengan golnya di menit ke-2.

    Tendangan melengkungnya dari tengah lapangan kala itu, membuat pengamat berdecak kagum. Ia menunjukkan kualitas sebagai pemain Brazil sejati.

    Sebagai pemain Diano mengaku sudah berkomunikasi dengan rekan asal Brazilnya itu. Meski tidak terlalu akrab Diano mengaku sudah bertegur sapa sebagai sesama orang Brazil. Bertemu dengan pemain satu negara adalah hal yang sangat langka di negeri orang.

    “Saya sudah berkomunikasi sejak di Hongkong, dia penyerang berkualitas dan sulit dihentikan,” jelas Diano.

    Mantan pemain Olimpik Baku ini mengaku sangat respek kepada Carrijo sebagai pribadi yang ramah. Namun saat di lapangan semua akan berbeda.

    Diano menjaga tinggi profesionalisme. Ia siap mematikan rekan senegaranya yang kini menjelma menjadi predator paling berbahaya.

    “Saya siap menjaga siapaun yang masuk areal pertahanan termasuk dia,” jelasnya.

    Secara terpisah, pelatih SFC Ivan Kolev membenarkan, Carrijo merupakan striker berbahaya dan memiliki visi yang baik dalam menyerang. Ia pandai menempati posisi dan juga mencari celah.

    “TSW tim yang bagus. Pemain depannya baik striker maupun gelandang serangnya sangat kreatif. Mereka selalu bergerak dan sulit kita jaga,” jelas Kolev.

  • Klasmen Sriwijaya FC

    Klasmen Go-Jek Traveloka Liga 1 2017/2018.

    Alamat

    Palembang, Sumatra Selatan

    EMAIL

    atobelitang@gmail.com