Sriwijaya FC Harus Perbaiki Penampilan

Untuk menjaga peluang ke 16 besar Piala AFC, Sriwijaya FC (SFC) harus memperbaiki penampilannya saat menghadapi wakil Maladewa VB Sports pada matchday 5 di Rasmee Dhandu Stadium, Male,hari ini.

FC Sriwijaya


Kegagalan merengkuh poin penuh saat kedua tim pertama kali bentrok di pertandingan pembuka Grup F, 1 Maret lalu, yang berakhir imbang 1-1, harus dijadikan pelajaran berharga dan tidak boleh terjadi lagi.Sebab, jika tidak berhasil mencuri poin di laga kali ini atau bahkan menelan kekalahan, langkah Laskar Wong Kito semakin berat untuk bisa mengantongi satu tiket ke fase knockoutdi 16 besar. Saat ini posisi Ponaryo Astaman dkk berada di posisi kedua Grup F dengan torehan poin 7 hasil dua kali menang dan satu imbang serta satu kali kalah. Torehan itu belumlah aman.

Pasalnya, Song Lam Nghe An (SLNA) yang berada di posisi ketiga hanya berbeda satu poin. Mereka siap menyalip jika bisa menaklukkan TSW Pegasus yang kokoh di peringkat pertama dengan poin 9. Untuk itu, minimal SFC harus membawa pulang satu poin serta menyapu bersih tiga poin tersisa pada laga terakhir menjamu Pegasus di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (SGSJ), Rabu (11/5).Jika empat poin tersebut berhasil diraih, minimal SFC akan berada di posisi runner up dan berhak melangkah ke babak selanjutnya. Belajar dari pertemuan sebelumnya di Palembang, Pelatih SFC IvanKolevmengatakan,sebenarnya kekuatan armadanya lebih baik dari yang dimiliki nakhoda VBBahtiarCan Vanli.Hanya,saat itu SFC dalam kondisi krisis pemain akibat badai cedera.

“Saat itu ada delapan pemain kita yang cedera dan tiga lainnya dipanggil timnas Indonesia U-23 untuk Pra-Olimpiade. Jadi, kita tidak bisa memainkan permainan bagus, dan hasilnya terpaksa berbagi poin,”ungkap Kolev. Tetapi, kali ini SFC datang dengan kondisi yang lebih baik. Laskar Wong Kito sudah bisa menurunkan beberapa pemain yang absen di pertemuan sebelumnya,seperti Claudiano Alves Dos Santos, M Ridwan, dan Mahardirga Lasut. Kondisi ini membuat pelatih berpaspor Bulgaria ini yakin timnya akan memberikan perlawanan lebih baik terhadap juru kunci Grup F ini. Absennya sejumlah pemain kunci seperti gelandang lincah asal Papua Oktovianus Maniani (sanksi kartu merah), bek tangguh Thierry Gathuessi (akumulasi kartu), dan playmaker Firman Utina (sakit hepatitis B), telah diantisipasi Kolev.

Sang arsitek akan menempatkan Rendy Siregar di posisi sayap kanan, Bobby Satria di sektor pertahanan berduet dengan Claudiano, serta Ade Suhendra sebagai pengatur serangan. Sementara sisanya tetap diisi oleh para pemain inti. Di sesi latihan terakhir, Kolev telah mencoba beberapa pola serangan dengan menempatkan ketiga pemain tersebut dalam skema pertandingan menghadapi para pemain SFC lainnya. Minimnya waktu yang mereka miliki sebelum pertandingan, yakni satu hari, hanya akan dimanfaatkan tim untuk melakukan latihan pengembalian kebugaran pemain.“Setiba di sana (Maladewa), kita kemungkinan besar tidak lagi memiliki waktu untuk melatih pola serangan,pertahanan dan skema pertandingan,” papar Kolev.

“Untuk itu,pada latihan terakhir, Minggu (1/5), kita telah mematangkan persiapan.Jadi, masa satu hari sebelum pertandingan akan kita gunakan untuk melakukan latihan ringan saja agar stamina pemain kembali bugar dan siap bertanding,” ujarnya. Kini, Kolev berharap dengan ketajaman para penggedornya seperti Keith Kayamba Gumbs dan Budi Sudarsono. Mereka diharapkan bisa memaksimalkan setiap peluang yang ada untuk mencetak gol. Pasalnya, di dua laga terakhir, lini depan SFC terlihat tumpul.Mereka tidak mampu memperlihatkan kualitasnya seperti di tiga pertandingan sebelumnya saat menang 3-1 atas Persisam serta 4-1 kontra Song Lam Nghe An dan Bontang FC.

Pulihnya Rudi Widodo juga diharapkan dapat menjadi solusi jika Kayamba-Budi tidak mampu menyelesaikan tugasnya. Apalagi, mantan punggawa Persibo tersebut belum pernah merasakan panasnya persaingan di kompetisi tingkat Asia, seperti Piala AFC. Situasi ini pasti tidak akan disia-siakannya untuk mengeluarkan kemampuan terbaiknya. “Kondisi saya sekarang sudah kembali pulih dan saya sangat berharap bisa merasakan bermain di Piala AFC. Tapi, saya menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada pelatih. Jika diberikan kepercayaan saya akan berikan yang terbaik untuk SFC,”ujar Rudi. Di pihak lain, Pelatih VB Bahtiar Can Vanli mengungkapkan, timnya sangat siap menghadapi kedatangan SFC.

Dia optimistis di pertemuan kali ini mereka dapat menaklukkan tamunya dan meraih kemenangan pertama setelah di empat laga sebelumnya selalu gagal. “Saya sudah mempelajari pola permainan SFC di dua laga terakhir melawan SLNA. Pada pertemuan pertama, kami juga berhasil menahan imbang mereka di kandangnya. Jadi,saya sangat optimistis kali ini dapat meraih kemenangan,” katanya di situs resmi AFC.

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments