Follow Us:

RSS

We Are Sriwijaya FC

Launching
comeback
launchpad

Kamis, 30 Juni 2011

"Mr K" Pelatih SFC Musim Depan

Hingga saat ini manajemen Sriwijaya FC masih merahasiakan siapa sosok pelatih yang akan menukangi Sriwijaya FC musim kompetisi 2011/2012 mendatang.

FC Sriwijaya


Meski santer terdengar Ivan Kolev masih dipertahankan, namun belakangan manajemen membantahnya.

Sedikit bocoran dari manajemen, pelatih yang akan diikat itu berinisial Mr K.

Sosok pelatih yang belum diketahui secara pasti ini dinyatakan manajemen akan memberikan kejutan-kejutan.

"Masih dirahasiakan. Kurang etis jika disebutkan sekarang. Mungkin sedikit bocoran Mr K. Dia akan memberikan kejutan-kejutan bagi fans dan suporter SFC musim depan," jelas Direktur Teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainudin, Kamis (30/6).

Menurut Hendri, kesepakatan tentang nilai kontrak dan tentang komposisi pemain untuk musim depan sudah dibicarakan secara gamblam, hanya saja si pelatih tidak ingin diungkap lebih dulu tentang identitasnya hingga persoalan pemain dan pelatih lama selesai.

"Nanti akan ada kejutan, termasuk rekrut pemain. Kami belum ingin bicara, kecuali jika si pemain incaran sudah didatangkan," jelas Hendri.

Sriwijaya FC Pertahankan M Ridwan

Tidak ingin pemainnya diincar klub-klub lain, manajemen Sriwijaya FC memagari anak emas pelatih Ivan Kolev, M Ridwan, untuk musim depan.

FC Sriwijaya


"Meski belum ada jaminan, tetapi M Ridwan pemain berkualitas. Dia bagian dari pemain yang akan dipertahankan untuk proyeksi musim depan," jelas Direktur Teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainudin, Kamis (30/6).

Manajemen SFC mempertahankan M Ridwan bukan tanpa alasan. Pemain ini dinilai memiliki ketangguhan dan kepiawaian di lapangan hijau.

Hal itu diperlihatkan M Ridwan dalam penampilan paling anyar ketika memperkuat Tim All Star melawan juara Liga Super Indonesia (LSI), Persipura Jayapura, Rabu (29/6) kemarin.

Meski timnya harus kalah (1-2), namun gol tunggal persembahan dari M Ridwan sempat membawa Tim All Star yang dibelanya, unggul.

Dua gol untuk kemenangan Peripura dicetak oleh Zah Rahan Krangar, yang dulu pernah memperkuat Sriwijaya FC.

Kendati demikian aksi-aksi M Ridwan tetap layak mendapatkan apresiasi.

Dia mampu bermain sebagai penyerang maupun sebagai pemain bertahan.

Kayamba-Thierry Pulang Kampung

Usai menerima gaji, dua pemain Sriwijaya FC, Keith Kayamba Gumbs dan bek Thierry Gathuessi langsung pulang kampung. Selama ini, kedua pemain yang dipertahankan untuk musim depan masih keluyuran di Palembang.
FC Sriwijaya


"Keduanya langsung pulang ke negaranya usai terima gaji. Kayamba dan Thierry memang pulang ke Australia tempat asal istri mereka," ungkap Direktur Teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainudin, Kamis (30/6).

Thierry masih sempat bertemu dengan rekan-rekan media di tempat tinggalnya Hotel Swarna Dwipa Palembang, Kamis sore. Dia sempat berbincang dengan Kayamba untuk pulang bersamaan.

Sayang Kayamba sudah memesan tiket lebih dulu dan jadwal keberangkatannya Jumat pagi.

"Rencananya mau pulang bareng, tetapi dia duluan pulang besok, sementara saya Sabtunya," jelas Thierry.

Secara terpisah Kayamba mengatakan, memanfaatkan liburan kompetisi ini dengan berlibur di kampung halaman istrinya Laurencia di Australia.

Gumbs memang berencana menetap di Australia usai gantung sepatu dan memulai karir barunya sebagai pelatih.

"Liburan ke Australia, karena istri dan anak saya betah di sana," jelasnya.

Gumbs cs Akhirnya Gajian

Manajemen Sriwijaya FC memenuhi janjinya dengan membayar 3 bulan gaji pemain sekaligus.
FC Sriwijaya


Dengan demikian Keith Kayamba Gumbs cs mudik dengan kantong tebal di akhir kompetisi.

"Rata-rata pemain sudah pulang. Makanya kita transfer langsung ke rekening masing-masing pukul 11.00 siang dengan 3 bulan langsung kita bayar terhitung April, Mei, dan Juni," jelas Direktur Keuangan SFC Augie Bunyamin, Kamis (30/6).

Menurut Augie, pembayaran gaji pemain sesuai kesepakatan pada Kamis (30/6) untuk tiga bulan. Selanjutnya untuk bulan Juli akan menyusul, karena berdasarkan hituangan normal gaji setiap pemain akan dibayar per tanggal 10.

"Kita tahu pemain akan mudik, sebagian dipertahankan, sebagian lagi akan dilepas. Makanya kita bayar gaji mereka sesuai dengan kesepakatan," jelas Augie.

Menurut Augie, manajemen selalu terbuka kepada pemain. Sebisa mungkin mereka akan membayar gaji pemain secepat mungkin atau tepat waktu.

Tetapi jika terlambat, maka akan dibicarakan langsung kepada pemain tentang waktu pembayarannya.

Sriwijaya FC Condong ke Rene Albert

Sriwijaya FC masih harus kerja keras untuk mendapatkan pelatih yang cocok musim depan. Namun, manajemen Sriwijaya lebih condong mendatangkan Robert Rene Albert.
FC Sriwijaya


Manajemen Sriwijaya melalui PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) masih kesulitan mencari figur yang tepat menjadi pelatih Laskar Wong Kito musim depan. Pasalnya, ada beberapa nama yang dinilai layak menjadi pengganti Ivan Venkov Kolev.

"Kami (Sriwijaya) bingung menentukan pelatih musim depan. Kami harus berpikir matang dan bersikap profesional agar tidak salah pilih," tegas Direktur Teknik dan SDM PT SOM, Hendri Zainuddin, Rabu 29 Juni 2011.

Hendri menegaskan dari sejumlah kandidat yang masuk bursa calon pelatih Sriwijaya semuanya memiliki kualitas yang hampir sama, yakni Jacksen F Tiago, Rahmad Darmawan, Kashartadi, Robert Rene Albert dan Jaya Hartono.

Meski begitu, Hendri mengisyaratkan pihaknya lebih condong memilih Rene Albert. Hendri menilai pelatih asal Belanda itu mampu membentuk karakter tim dengan komposisi pemain muda seperti yang dilakukannya saat membawa Arema FC menjadi juara Liga Super Indonesia dua musim lalu.

"Rene pelatih bagus dan tidak bermasalah dengan komposisi pemain SFC saat ini. Tapi, kami masih belum bisa memberikan keputusan final. Sekarang kami masih menimbang dan mencari pelatih terbaik," ujar Hendri.

Sriwijaya juga sedang mempertimbangkan pelatih asal Kroasia, Drago Mamic. Satu hal yang mengganjal mantan pelatih Sabah FA itu adalah tidak mengetahui karakter sepakbola Indonesia.

"Jika dilihat dari profilnya, Drago Mamic memang memiliki prestasi yang bagus. Dia juga sudah mengantongi lisensi UEFA Pro dan pelatihan fisik. Kami terus melakukan evaluasi tentang siapa nama pelatih yang bagus dan mumpuni," ungkap Hendri.

Sriwijaya FC belum Berani Rekrut Pemain Asing

Sriwijaya Football Club belum berani mengambil langkah merekrut pemain asing. Mereka masih menunggu hasil Kongres PSSI di Solo pada 9 Juli nanti.
FC Sriwijaya


"Kami belum berani merekrut pemain asing itu, karena masih menunggu hasil Kongres PSSI," kata Direktur Teknik PT Sriwijaya, Hendri Zainuddin, di Palembang, Kamis (30/6).

Menurut Hendri yang juga pengurus pondok pesanteren itu, setiap klub berkompetisi di Indonesia masih menunggu keputusan PSSI perihal kuota pemain asing dan kelangsungan liga di Indonesia.

Pada musim kompetisi 2009-2010, PSSI menetapkan setiap klub hanya boleh diperkuat oleh lima pemain asing (tiga pemain asing non-Asia, dan dua pemain asing Asia).

"Jika kongres PSSI berhasil, masih ada harapan, tapi jika gagal maka secara otomatis Indonesia terancam dikenai sanksi oleh FIFA. Artinya, tidak akan ada pemain asing yang boleh bermain di Indonesia," ujar anggota DPRD Kabupaten Banyuasin ini.

Oleh karena itu, SFC belum berani mengikat kontrak satu pemain asing pun meskipun jendela transfer telah dibuka.

"Harapan kami, kongres PSSI berlangsung sukses dan dapat mengambil sebuah keputusan penting untuk keberlangsungan liga di Indonesia," kata dia.

Meskipun begitu, manajemen SFC telah melakukan pendekatan dengan beberapa pemain nasional, di antaranya Cristian Gonzales dan Irfanc Bachdim.

Dia mengakui, bukanlah perkara mudah untuk mendapatkan pemain berkualitas, mengingat beberapa klub dipastikan turut membidik mereka.

http://www.mediaindonesia.com

Rabu, 29 Juni 2011

Persipura Gasak ISL ALL Star

Sebuah laga besar terjadi di Stadion Mandala, antara Persipura Jayapura dengan tim ISL All Star. Kedua tim tampil dihadapan puluhan ribu penonton yang memadati stadion dan dibuka dengan atraksi tarian budaya khas Papua.

FC Sriwijaya


Kedua tim mengawali pertandingan dengan saling bertukar serangan cepat. Hasilnya sudah bisa terlihat di menit ke tiga, ketika M. Ridwan mampu mencuri bola dari kawalan Ortisan Solossa namun bola tendangannya masih bisa diselamatkan Yoo Jae Hoon

Persipura sendiri tidak mau kalah dan balik melakukan tekanan. Pada menit ke sembilan tendangan Zah Rahan hasil umpan one-two sentuhan dengan Boas masih berhasil dihadang kiper dan menghasilkan tendangan pojok.

Kedua tim benar-benar memainkan permainan terbuka yang efektif dan saling mengancam. Di menit 30 Aldo Bareto sukses memberikan umpan cantik kepada M.Ridwan. Melewati ortisan solossa dengan gerakan impresif, pemain Sriwijaya FC tersebut berhasil mengkonversi umpan tersebut menjadi sebuah gol indah.

Gol tersebut seakan menghentak kubu tim berjuluk mutiara hitam tersebut. Melalui Zah Rahan dan Boas Solossa, anak-anak Persipura dengan gencar melakukan penyerangan ke lini belakang tim ISL All Star.

Menit ke 39 Zah Rahan berhasil membuat seisi stadion bergemuruh lewat gol yang dilesakkannya ke gawang Persipura, hasil kerja sama dengan Boas Solossa. Skor itu sendiri bertahan hingga peluit babak bertiup tanda pertandingan usai.

Memasuki babak kedua, kedua tim tampak tidak mengendurkan semangat untuk saling menyerang. Hasilnya setelah sembilan menit bermain, Tinus Pae yang mendapat bola dari Titus Bonai gagal menemui sasaran tembak yang benar dan bola melebar dari gawang.

Persipura praktis menekan pertahanan ISL All Star, sementara tim yang dilatih Nilmaizar tersebut hanya membalasnya dari serangan balik yang kerap kandas di tengah lapangan. Menit ke 73, tendangan Boas kembali gagal menaklukan kiper Kurnia Mega yang masuk menggantikan Fery Rotinsulu menjelang akhir babak pertama karena cedera.

Delapan menit menjelang akhir, Zah Rahan membuat seisi stadion Mandala kembali bergolak. Mendapat umpan dari Boas, pemain Liberia ini menggiring bola dan tanpa kesulitan melesakkan bola tersebut kedalam gawang. Kedudukan 2-1 ini sendiri pada akhirnya tidak berubah hingga akhir pertandingan dan Persipura Jayapura memberikan kebahagiaan besar bagi para suporternya karena menyempurnakan gelar dengan menaklukan ISL All Stars.

http://bola.okezone.com/

Pemain Naturalisasi Bela Garuda di Leg Kedua

Timnas Indonesia tengah menyusun kekuatan untuk meraih prestasi maksimal di ajang kualifikasi Piala Dunia 2014, salah satunya dengan melibatkan para pemain naturalisasi. Tapi mereka dipastikan tidak bisa bergabung di leg pertama kontra Turkmenistan.
FC Sriwijaya


Deputi Bidang Teknis BTN, Iman Arif kepada Okezone siang ini mengatakan para pemain akan terlebih dahulu ikut seleksi dan yang terpilih akan ikut bermain melawan Turkmenistan di Jakarta.

“Mereka (yang terpilih) akan main di laga kedua (melawan Turkmenistan) di Jakarta. Semua pemain akan saya undang ikut seleksi Timnas di Jakarta,” papar Iman Arif yang dihubungi Okezone, Rabu (29/6/2011).

Dibukanya pintu seleksi dengan selebar-lebarnya tentu membengkakan kuota jumlah pemain yang mengikuti seleksi. Namun Tampaknya hal itu bukan masalah karena berguna untuk menambah kompetitif persaingan di skuad Garuda. Tak lupa Iman Arif juga menjabarkan siapa saja yang mendapat undangan untuk mengikuti seleksi tersebut.

“Joey Suk, Stefano Lilipally, Ruben, Diego, John van Beukering, Sergio van Dijk, Greg Nwokolo, Victor Igbonefo, dan Tonnie Cussel. Sebagian untuk seleksi timnas U-23 dan sebagian timnas senior. Semua tetap akan seleksi, dibuat kompetitif untuk bersaing di setiap posisi dengan pemain lokal atau yang sudah naturalisasi,” tambahnya.

Para pemain Naturalisasi tentu membutuhkan passport untuk bisa membela Indonesia. Namun saat ditanya sejauh mana proses pemutihan para pemain impor itu, Iman Arif tidak merinci.

“Selama mereka di sini kita siapkan semua passportnya,” pungkas Iman Arif.

Seperti diketahui BTN harus mengirim nama-nama yang akan berlaga menghadapi Turkmenistan dalam ajang kualifikasi Piala Dunia satu bulan sebelum pertandingan. Di leg pertama Indonesia bertandang ke Turkemistan pada 23 Juli dan 28 Juli giliran Indonesia menjamu Turkmenistan di Jakarta.

sumber: bola.okezone.com

Sriwijaya FC Tertarik Kiper Deltras

Setelah menyatakan melepas penjaga gawang Fauzal Mubarok, kini Sriwijaya FC mendekati kiper Deltras Sidoarjo Yanuar Tri Firmanda.

Yanuar dipandang cukup baik secara kualitas sehingga diharapkan mampu menjadi pelapis kiper utama Ferry Rotinsulu.

"Manajemen telah memutuskan akan merekrut Yanuar. Pendekatan sedang dilakukan," ujar Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri Hendri Zainuddin di Palembang, Selasa (28/6).

Meskipun Yanuar selalu menjadi pilihan utama saat memperkuat Deltras, tapi tidak akan demikian jika nanti memperkuat SFC.

Maklum saja, SFC telah memiliki Ferry Rotinsulu yang notabene kiper kedua timnas Indonesia. Selain itu, Ferry telah menjadi ikon SFC sejak beberapa musim terakhir.

"Mungkin jadi penjaga gawang pelapis yang akan menjadi pertimbangan Yanuar," ujar dia.

Selain telah memiliki Ferry Rotinsulu, SFC juga telah memiliki kiper ketiga yakni Andi Irawan.

"Andi tetap dipertahankan. dia memang sejak awal tidak masuk dalam rencana perombakan tim," ujar dia.

PT Liga Siapkan Dua Opsi Piala Indonesia 2011

PT Liga Indonesia telah menyiapkan dua skenario pelaksanaan Piala Indonesia 2011. Turnamen yang diikuti oleh tim-tim dari tiga kasta berbeda ini terpaksa molor karena kisruh PSSI yang tak kunjung selesai.
FC Sriwijaya


Piala Indonesia 2011 sejatinya digelar Juni dan Juli 2011. Namun penyelenggaraan batal karena PSSI tak kunjung berhasil menggelar Kongres pemilihan ketua umum, wakil ketua umum, dan anggota exco 2011-2015.

CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono mengatakan, Piala Indonesia 2011 akan digelar bersamaan dengan Liga Super Indonesia (ISL) 2011/2012, Oktober mendatang. Ada dua opsi yang ditawarkan terkait penyelenggaraan even ini.

"Kami merencanakan penyelenggaraan Piala Indonesia dilaksanakan setelah Kongres PSSI digelar. Paling cepat diselenggarakan pada awal Oktober 2011," ujar Joko kepada wartawan di kantor PSSI, Selasa, 28 Juni 2011.

"Dua format disesuaikan dengan orientasi pelaksanaan Piala Indonesia yang akan digelar untuk tujuan apa dulu," ujarnya.

Menurut Joko, opsi pertama yang ditawarkan adalah sebelum registrasi AFC, Desember 2012. Tawaran ini berlaku bila pelaksanaan ditujukan untuk menjaring klub yang berhak tampil di tingkat Asia pada musim 2011-2012.

"Berarti harus digelar selama sebulan penuh dan selesai sebelum Desember. Piala Indonesia bisa dituntaskan selama sebulan penuh jika tidak ada even lain yang digelar bersamaan. Tapi dibutuhkan kerjakeras dan komitmen semua pihak serta bantuan sponsor," ujar Joko.

Sedangkan opsi kedua adalah menggelar Piala Indonesia mulai Oktober 2011 hingga Mei 2012. "Jika opsi ini yang dipilih, maka perwakilan klub Indonesia yang akan mengikuti kompetisi Asia musim ini cukup dipilih dari hasil kompetisi Liga Super Indonesia musim lalu," ujarnya.

Meski demikian, Joko menegaskan dua opsi ini belum diputuskan. Menurutnya, PT Liga Indonesia masih menunggu kepengurusan baru PSSI.

"Tidak bisa dipastikan sekarang. Harus menunggu dulu Kongres 9 Juli berjalan dan selanjutnya proposal Piala Indonesia ini akan dikomunikasikan dan ditelaah oleh pengurus PSSI," ujar Joko.

Meski demikian, Joko secara pribadi berpendat opsi kedua lebih ideal. Pasalnya, Piala Indonesia merupakan even besar yang tidak bisa digelar secara sembarangan hanya untuk menggugurkan kewajiban saja.

"Melainkan harus berorientasi untuk mengembangkan potensi dan menjadi indikator serius bisnis sepakbola," tandasnya.

SFC Terganjal Harga Dapatkan Cristian Gonzales

Sriwijaya FC telah menyatakan serius untuk merekrut Cristian Gonzales sebagai pemain musim depan.
FC Sriwijaya


Hanya saja, masih terjegal oleh masalah nilai kontrak kerja.

"Komunikasi kami dengan pihak Gonzales berjalan baik, hanya saja belum mendapatkan kesepakatan dalam nilai kontrak," ujar Direktur Teknik PT SOM Hendri Zainuddin di Palembang, Selasa (28/6).

Hendri mengungkapkan, pihak Gonzales menawarkan nilai kontrak kerja Rp1,3 miliar, sementara manajemen SFC hanyak dengan kisaran Rp1 miliar.

"Gonzales memberikan penawaran seperti itu wajar-wajar saja, karena sesuai dengan kwalitasnya. Tapi, SFC memiliki batasan sendiri untuk nilai kontrak kerja seorang pemain," ujar dia.

Bagi SFC, tidak mengapa merogoh kocek cukup dalam untuk mendapatkan Cristian "El Loco" Gonzales karena dari sisi usaha akan menguntungkan.

"Gonzales adalah telah menjadi idola masyarakat, jadi jika dia membela SFC maka akan berpengaruh pada jumlah penonton di Stadion Jakabaring," kata dia.

Cedera Kambuhan Buat Claudiano Do Santos Didepak

Secara mengejutkan Sriwijaya FC mendepak Claudiano Do Santos dari jajaran skuad musim depan.
FC Sriwijaya


Padahal, pemain asal Brasil ini dikenal memiliki kualitas baik sebagai defender. Bahkan, beberapa kali menjadi penyelamat muka tim.

Ternyata, manajemen SFC sedikit kecewa dengan stamina Claudiano yang diketahui rentan mengalami cedera.

"Alasannya karena Claudiano sering sekali mengalami cedera. Tim membutuhkan sosok pemain asing yang kuat untuk musim depan," ujar dia.

Memang selama memperkuat "Laskar Wong Kito" sepanjang musim kompetisi 2010-2011, Claudiano sering kali dihantam cedera kambuhan terutama cedera engkel.

Keadaan ini membuat SFC dirugikan pada beberapa pertandingan.

"Manajemen telah memutuskan akan mencari seorang striker untuk memakai kuota pemain asing non asia miliki Claudiano, karena untuk posisi pemain belakang sudah cukup banyak," ujar dia.

Dia menyebutkan, SFC masih mempertahankan pemain asing asal Prancis Thierry Gathuessy.

"Untuk sektor belakang sudah cukup baik, tapi untuk sektor depan masih harus dibenahi komposisi pemainnya," kata dia.

Selasa, 28 Juni 2011

Riedl Umumkan Komposisi Timnas Hari Ini

Pelatih Kepala Tim Nasional, Alfred Riedl, akan mengumumkan komposisi skuad timnas U-23 dan senior, hari ini, Selasa, 28 Juni 2011.
FC Sriwijaya


"Saat ini Riedl masih menyusun. Nanti malam baru akan rampung dan besok akan diumumkan," ujar Asisten Pelatih Timnas Indonesia, Wolfgang Pikal, saat dihubungi, Senin, 27 Juni 2011.

Menurut Pikal, sebanyak 25 pemain timnas U-23 akan dipersiapkan untuk mengikuti Piala AFF U-23, Juli 2011. Sedangkan timnas senior yang juga berjumlah 25 pemain akan diproyeksikan menghadapi Pra Piala Dunia 2014.

"Ke-50 nama ini di luar 8 pemain naturalisasi yang belum rampung prosesnya karena belum memiliki paspor," ujarnya.

"Kalau sudah memiliki paspor, tentu Riedl akan memberi kesempatan mereka untuk ikut seleksi dan mengetes kemampuannya," lanjut asisten pelatih asal Austria itu.

Setelah mengumumkan komposisi timnya, para pemain selanjutnya akan mengikuti pemusatan latihan di dua tempat berbeda sejak 3 Juli 2011. Tim senior akan ditempatkan di Jakarta dan sedangkan yunior di Palembang.

"Untuk timnas senior akan berkumpul di Jakarta di bawah arahan Riedl langsung. Sedangkan tim U-23 akan berkumpul di Palembang di bawah Rahmad Darmawan dan Widodo C Putra," pungkas Pikal.

http://bola.vivanews.com

Sriwijaya Incar El Loco dan Irfan Bachdim

Sriwijaya FC berniat mendatangkan striker Christian 'El Loco' Gonzales (Persib) dan Irfan Bachdim (Persema). Untuk mendapatkan punggawa timnas Piala AFF 2010 ini, SFC sudah menyiapkan dana Rp2,3 Miliar.
FC Sriwijaya


Hal ini diungkapkan oleh Direktur Teknik Laskar Wong Kito, Hendri Zaenuddin, saat ditemui, Senin, 27 Juli 2011. Menurut Hendri, angka yang ditawarkan sebanding dengan skill dan pamor kedua pemain tersebut.

"Kami bersedia siapkan Rp2 miliar lebih untuk Gonzales dan Irfan Bachdim jika mereka mau bergabung bersama Sriwijaya,” ujar Hendri Zainuddin.

Hendri merinci, SFC bersedia membeli El Loco dengan harga Rp1,3 miliar dan Irfan Rp1 miliar. "Yang jelas Sriwijaya butuh beberapa pemain di posisi striker yang punya kemampuan sangat baik. Kami tidak ingin seperti musim kemarin yang sangat sulit di posisi depan,” jelas Hendri.

Sejak masa emas 2007 lalu, SFC memang kesulitan mendapat pemain depan yang berkualitas. Akibatnya, daya dobrak Laskar Wong Kito kerap bermasalah karena Keith Kayamba Gumbs tak juga menemukan tandem yang cocok.

“Kami masih punya Kayamba yang masih sangat baik bermain di lini depan. Tentunya SFC juga menginginkan tambahan pemain berkualitas lainnya seperti Gonzales dan Irfan. Kami menginginkan daya serang Sriwijaya menjadi lebih aktraktif dan variatif,” kata Hendri.

Tak mudah bagi SFC untuk memboyong Gonzales dan Irfan. Pasalnya, Gonzales menyatakan tetap ingin bertahan di Persib Bandung. Sedangkan Irfan masih berstatus pemain yang berlaga di Liga Primer Indonesia.

Sampai saat ini LPI belum mendapat kepastian tempat di kompetisi nasional. Akibatnya, transfer pemain LPI ke tim yang berlaga di kompetisi resmi PSSI seperti Liga Super Indonesia belum bisa dilakukan.

Mengantisipasi gagalnya perburuan Gonzales dan Irfan, SFC sudah menyiapkan dua pemain alternatif. Masing-masing adalah striker Persijap Jepara, Alberto Goncalves dan pemain PSPS Pekanbaru, Herman Dzumafo.

http://bola.vivanews.com

Sriwijaya Cari Pelapis Ferry Rotinsulu

Sriwijaya FC terus berusaha mendatangkan pemain anyar. Terbaru Laskar Wong Kito sudah berusaha mencari pelapis kiper Ferry Rotinsulu di bawah mistar gawang.
FC Sriwijaya


Manajemen Sriwijaya melakukan perombakan besar-besaran untuk menghadapi Liga Super Indonesia musim depan. Bahkan Sriwijaya melepas sembilan pemain mereka yang dianggap tidak memberi kontribusi signifikan.

Salah satu pemain yang dilepas Sriwijaya adalah kiper Fauzal Mubaraq. Sebagai penggantinya, juara Piala Indonesia 2009 dan 2010 tersebut sedang berusaha mendatangkan Yanuar Fernanda yang musim lalu membela Deltras Sidoarjo.

Direktur Teknik Sriwijaya, Hendri Zainuddin, menegaskan pihaknya sudah mengamati permainan Yanuar dan menganggap kiper yang sering memperlihatkan gerakan dan gaya akrobatik ini punya kemampuan untuk melapis Ferry.

"Kami (Sriwijaya) sudah mengontak Yanuar dan dia menyatakan kesediaannya bergabung, tapi semuanya tentu menunggu kesepakatan," ujar Hendri kepada VIVAnews.

Musim lalu Yanuar harus bersaing dengan Usman Pribadi di Deltras. Tapi, selalu bermain apik jika diberi kesempatan tampil. Yanuar sendiri mengaku siap membela Sriwijaya.

"Tentu saja saya mau. Siapa yang tidak ingin bermain bersama klub besar seperti Sriwijaya," papar Yanuar.

http://bola.vivanews.com

Senin, 27 Juni 2011

Daftar Pemain Sriwijaya FC Yang Resmi Dilepas

Sriwijaya FC mulai berbenah diri. Setelah gagal meraih gelar Liga Super Indonesia (ISL) 2010/11, tim berjuluk Laskar Wong Kito ini langsung merombak komposisi tim dengan melepas beberapa pemainnya.
FC Sriwijaya


"Komposisi pemain Sriwijaya kemungkinan akan berubah di kisaran 20-30 persen. Manajemen akan coba mengisi skuad dengan pemain-pemain yang lebih berkualitas,” tegas Direktur Teknik SFC, Hendri Zainuddin

Menurut Hendri, setidaknya ada sembilan pemain SFC yang tidak dipertahankan. Dua di antaranya merupakan pemain asing yang dianggap tidak memberi kontribusi yang diharapkan pada musim 2010/2011.

"Sisa pemain yang ada akan kami serahkan kepada pelatih musim depan untuk memutuskan siapa yang akan dibutuhkan atau tidak,” jelas Hendri.

Pemain-pemain yang selama ini menjadi idola di SFC seperti Ferry Rotinsulu, Ponaryo Astaman, Arif Suyono dan Firman Utina akan tetap dipertahankan. Begitu juga dengan kapten tim SFC, Keith Kayamba Gumbs.

”Sempat ada keraguan untuk Kayamba, tapi ia menyatakan bahwa masih bersedia untuk bersama Sriwijaya lagi,” ungkap Hendri.

“Sisanya tergantung kesepakatan dan keinginan pemain, kami hanya akan memfasilitasi semua yang dinyatakan cocok. Jika pemain sesuai dengan apa yang dibutuhkan tim dan kontrak, begitu juga pemain baru, mereka akan jadi bagian dari Sriwijaya,” jelas Hendri.

SFC memang gagal meraih gelar ISL 2010/2011. Di bawah asuhan pelatih Ivan Kolev, Laskar Wong Kito juga kandas di babak penyisihan AFC Cup.

Mengenai nasib Ivan Kolev, Hendri mengaku akan segera mengumumkannya. "Kami lagi berfikir keras untuk menentukan pelatih. Karena pelatih lah yang akan menentukan siapa pemain yang dibutuhkannya. Dua hari ke depan akan kami umumkan siapa yang akan menjadi pelatih Sriwijaya FC,” tuturnya. (one)

Daftar Pemain SFC yang resmi dilepas:
1. Claudiano Alves (Brasil)
2. Kim Yong Hee (Korea)
3. Gunawan Dwi Cahyo
4. M Rifky
5. Ardiles Rumbiak
6. Ade Suhendra
7. Jajang Mulyana
8. Fauzal Mubarok
9. Korinus Fingkrew


Piala Indonesia Digelar Setelah KLB PSSI

Piala Indonesia 2011 rencananya akan digelar September hingga Oktober 2011. Turnamen yang diikuti tim-tim dari empat kasta kompetisi nasional tersebut sempat tertunda karena kisruh yang melanda PSSI.
FC Sriwijaya


Demikian disampaikan Sekretaris PT Liga Indonesia, Tigor Shalomboboy , Senin 27 Juli 2011. Menurutnya, jadwal ini tidak akan mengganggu jalannya kompetisi yang diikuti para peserta.

"Kami memilih waktu itu karena bersamaan dengan dimulainya Liga Super Indonesia (ISL) musim depan, dan proses transfer serta kontrak pemain juga telah selesai," kata Tigor, Selasa 27 Juni 2011.

Meski demikian PT Liga masih menunggu hasil Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang akan digelar di Solo, 9 Juli 2011. Pasalnya, sebagai penyelenggara turnamen ini, PT Liga harus melaporkan kegiatannya kepada PSSI.

"Hasil kongres tentu ada kaitannya dengan pelaksanaan turnamen ini. Karena seluruh rencana dan persiapan yang telah dilaksanakan harus dilaporkan kepada kepengurusan PSSI yang baru," ujar Tigor.

Piala Indonesia merupakan turnamen yang diikuti klub-klub dari empat level kompetisi. Turnamen ini awalnya digelar 2005 lalu dan diikuti oleh 92 tim --36 tim divisi utama, 40 tim divisi satu dan 16 tim divisi dua.

Piala Indonesia menggunakan sistem gugur dengan pola home and away mulai babak penyisihan hingga partai semifinal. Grand final digelar sekali di tempat yang telah ditentukan sebelumnya.

Sejak digelar 2005 lalu, baru dua tim yang mampu menjuarai turnamen ini yakni Arema FC dan Sriwijaya FC. Piala Indonesia juga menjadi pintu bagi tim-tim untuk berlaga di pentas internasional Liga Champions Asia.

Sumber: VIVAnews

Minggu, 26 Juni 2011

Gonzales ke Sriwijaya, Okto Merapat ke Persib?

Kabar Okto merapat ke Maung Bandung dan Gonzales ke Sriwijaya FC, sebetulnya sudah lama berembus. Bahkan, dalam satu kesempatan ketika Okto singgah ke Bandung, dia sempat menyatakan ketertarikannya berkostum Maung Bandung.
FC Sriwijaya


"Persib adalah tim yang menjadi buruan utama hampir semua pemain sepakbola di tanah air, baik lokal maupun asing. Dan saya juga senang dengan Persib. Saya melihat Persib adalah tim besar dengan dukungan suporter yang luar biasa," kata Okto waktu itu.

Sedangkan Gonzales sendiri melalui istrinya Eva Nurida Siregar, mengakui jika Sriwijaya FC secara lisan sudah menghubungi suaminya. Manajemen Sriwijaya FC sudah menyatakan ketertarikannya memboyong El Loco sejak paruh musim Liga Super Indonesia 2010/2011 lalu.

Kabar semakin santer, ambisi Laskar Wong Kito mendatangkan Gonzales terus dilakukan, hingga memunculkan rumor akan ditukar dengan Okto. Hal itu juga disebutkan orang terdekat Okto, yang bisa disebut sebagai agennya.

"Hingga sejauh ini, kita memang belum membicarakan detailnya mau seperti apa. Soal wacana ditukar, mungkin saja bisa terjadi. Terpenting kedua tim bisa memenuhi kebutuhannya dan tidak ada yang merasa dirugikan," ungkap sumber terdekat Okto yang juga punya hubungan baik dengan Persib maupun Sriwijaya FC.

sumber: inilahjabar.com

Sriwijaya FC Berharap Piala Indonesia Tidak Digelar

Sriwijaya FC mengakui kesulitan jika Piala Indonesia akhirnya kembali di gelar musim ini, hal tersebut tak terlepas dari kebijakan klub yang telah meliburkan pemain.
FC Sriwijaya


"Ada wacana Piala Indonesia tetap digelar pada musim ini, tapi kepastiannya pada kongres PSSI di Solo, 9 Juli mendatang, dan jika itu betul-betul dilaksanakan akan menyulitkan kami," ujar Direktur Teknik SFC, Hendri Zainuddin.

"Jika benar-benar digelar, maka sulit untuk melakukan persiapan karena tim sudah libur total. Khusus untuk pemain yang sudah terlanjur dinyatakan dilepas, tentu tidak mau main lagi untuk klub," tambah Hendri.

Menurut dia, saat ini rata-rata klub di Indonesia mulai memikirkan untuk membentuk tim baru dan telah melupakan ajang Piala Indonesia.

"Saat ini klub sedang memasuki masa seleksi pemain serta menentukan nasib anggota tim lama, seperti pelatih dan ofisial."

Dia juga menyatakan, jika ajang Piala Indonesia ini tetap digelar, maka patut dicurigai maksud dan tujuannya.

"PT Liga Indonesia akan terkesan memaksakan karena musim kompetisi baru sudah di depan mata. Pelaksanaan Piala Indonesia ini seakan karena desakan pihak sponsor semata," ujar dia lagi.

Menurut dia, PT Liga Indonesia seharusnya lebih baik fokus mempersiapkan kongres PSSI serta membenahi program kompetisi pada musim depan.

"Saya rasa para pengurus klub juga tidak terlalu mempermasalahkan, jika Piala Indonesia tidak jadi digelar pada musim ini," tandas Hendri.

Kisruh PSSI beberapa waktu lalu mengakibatkan pelaksanaan kompetisi Piala Indonesia molor dari jadwal. Ajang ini seharusnya telah berjalan pada Mei lalu, namun hingga kini belum ada kejelasannya.

Sriwijaya FC Depak Muhammad Rifky & Gunawan Dwi Cahyo

Setelah menyatakan akan melakukan perombakkan tim, kini manajemen Sriwijaya FC mulai menyebutkan satu per satu nama pemain yang tidak akan dipertahankan pada musim depan.

FC Sriwijaya


Sebelumnya Sriwijaya FC telah menyatakan melepas Kim Yong Hee, Korinus Fringkeuw dan Jajang Maulana.

Selanjutnya, dua nama lagi menyusul yakni Muhammad Rifky dan Gunawan Dwi Cahyo.

Direktur Teknik PT Sriwijaya Optimis Mandiri Hendri Zainuddin mengatakan di Palembang, Sabtu (25/5), kedua pemain itu terpaksa dilepas karena kurang memberikan kontribusi bagi tim.

Kedua pemain itu, dipandang tidak mampu bersaing dengan pemain lain.

"Berdasarkan keputusan manajemen Rifky dan Gunawan dilepas," ujar dia.

Muhammad Rifky merupakan striker SFC yang paling jarang diturunkan, berbeda pula dengan Gunawan yang berstatus sebagai pemain belakang.

Meskipun Gunawan berstatus sebagai pemain timnas U-23, tapi manajemen SFC tetap mencoretnya dari daftar skuad musim depan.

"Perombakan tim adalah hal yang wajar dilakukan oleh setiap klub untuk mendapatkan formasi tim terbaik. Untuk musim depan, Sriwijaya FC hanya akan melakukan penggantian 20 persen pemain lama," ujar dia.

Sabtu, 25 Juni 2011

Kayamba Gumbs Belum Tertarik Jadi Pelatih

Kapten Sriwijaya FC Keith Kayamba Gumbs belum tertarik menjadi pelatih meskipun telah mengantongi lisensi pelatih fisik Internasional Coaches Association (ICA).

FC Sriwijaya


Menurut Kayamba, kiprah sebagai pesepakbola masih layak dan belum saatnya untuk pensiun.

"Memang saya telah memiliki lisensi pelatih, tapi saya belum mau jadi pelatih. Saya masih ingin bermain," ujar Kayamba yang dihubungi dari Palembang, Jumat (24/6).

Usia Kayamba saat ini telah memasuki 39 tahun, artinya tak berapa lama lagi akan gantung sepatu. Namun, untuk bermain di Indonesia, Kayamba masih mampu dan berkeyakinan dapat memberikan yang terbaik bagi klub yang dibela.

"Memang usia saya tidak muda lagi, tapi jika bermain di Indonesia bukanlah suatu masalah. Namun, untuk bermain di Eropa sudah tidak mungkin lagi," kata striker asal St Kitts & Nevis ini.

Kayamba adalah sosok penting dalam keberhasilan Sriwijaya FC beberapa tahun terakhir.

Meskipun telah memasuki usia uzur, tapi kualitas fisik Kayamba masih yang terbaik dalam "Laskar Wong Kito".

Lulus, Ambil Lisensi Pelatih

Pemain Sriiwjaya FC, Keith Jerome ‘Kayamba’ Gumbs skhirnya lulus mengikuti lisensi kepelatihan fisik. Pada kepelatihan Fitness and Conditioning Course yang digelar International Coaches Assocation (ICA) Fitness.

FC Sriwijaya


“Ya, saya sudah lulus dan sudah mendapat sertifikat langsung dari ICA. Sekaligus saya sudah bisa menjadi pelatih fisik. Baik klub Indonesia maupun Eropa,” kata Keith Kayamba Gumbs, kemarin (23/6).

Lulusnya pemain berjersey nomor 17 itu terbilang lebih cepat dari prediksi sebelumnya. Sebab, sebelumnya, Keith Kayamba sendiri menargetkan lulus akhir Juni atau awal Juli nanti.

Kayamba sendiri dinyatakan lulus setelah mampu menjalani ujian dari 10 modul yang diberikan. Seperti, materi warm up's, isolations training, speed development. Kemudian strength training, stamina training, flexibility training, rhythm training, mobility training, cool training dan fitness training.

Apakah setelah ini akan menjalani karir sebagai pelatih? Mantan pemain Hull City itu belum bisa memberikan kepastian. Pasalnya, banyak hal yang harus dipertimbangkan. “Belum tahu. Saya masih akan lihat kondisi nanti,” lanjut kapten tim Sriwijaya FC itu.

Selain itu, Kayamba sapaannya juga belum bisa memastikan apakah dirinya juga bakal menerima tawaran yang diberikan manajemen Sriwijaya FC. Termasuk soal rangkap jabatan sebagai asisten pelatih dan pemain.

“Saya juga belum bisa tentukan itu. Saya belum ada pembicaraan serius dengan manajemen. Untuk itu, saya harus bertemu dulu dengan manajemen. Baru, saya bisa menentukan nanti,” imbuhnya.

Kayamba menambahkan, sejauh ini dirinya belum mendapat kepastian dari manajemen soal nasib dirinya di Sriwijaya FC. Hal itulah yang juga menjadi salah satu pertimbangan dirinya.

“Tapi, bagi saya pribadi, bila masyarakat, manajemen dan suporter masih berharap saya bisa bermain disini saya siap. Yang pasti, saya akan berbicara dulu dengan manajemen soal kontrak saya,” pungkasnya.

Jumat, 24 Juni 2011

Sriwijaya FC Musim Depan Resmi Tanpa APBD

Klub sepak bola Sriwijaya FC memastikan diri segera lepas dari bantuan pendanaan pemerintah daerah untuk musim 2011/2012. Kepastian ini dikatakan Augie Bunyamin, Direktur Keuangan SFC kepada wartawan, Jumat, 24 Juni 2011, di gedung DPRD Sumatera Selatan.

FC Sriwijaya


Augi mengatakan manajemen SFC sudah mendapatkan penjelasan langsung dari Sekretaris Daerah Sum-Sel Yusri Effendi beberapa waktu lalu. Meski tanpa dukungan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau APBD, dirinya yakin SFC tetap eksis di dunia persepakbolaan nasional. Seperti diketahui pada musim 2010/2011, SFC menghabiskan dana sekitar Rp 42 miliar. Dari jumlah dana sebesar itu, sekitar Rp 20 miliarnya berasal dari APBD Sum-Sel.

Terkait sumber pendanaan di musim depan, menurut Augi, pihaknya sudah melobi sejumlah perusahaan besar yang beroperasi di wilayah Sum-Sel. Dia menyebut PT Pertamina, PT Pusri, PT Bukit Asam, PT Medco, dan perusahaan lainnya yang bakal menjadi mitra stratregis untuk menghidupi perjalanan klub musim depan.

“Selama ini, Pusri, Pertamina, Medco, Conocophilip belum menjadi sponsor kita. Kita coba jajaki dalam waktu satu bulan ini,” kata Augi.

Setelah lepas bantuan dari pemda, arah SFC masih belum jelas. Menurut Augi, semuanya bergantung pada rapat pengurus dalam waktu dekat ini. Biaya yang terbesar yang harus dikelurkan pihak manajemen per tahun adalah untuk mendanai perjalanan dalam negeri dan luar negeri. “Tiket pesawat dan akomodasi dan belanja pemain itu yang besar,” ujar Augi.

Dalam catatannya, SFC sempat melawat ke puluhan kota di dalam dan luar negeri untuk menjalani pertandingan. Yang terbaru, SFC harus melawat ke Thailand dan Maladewa untuk menjalani laga lanjutan AFC Cup beberapa bulan lalu. Terdapat lima event lokal dan internasional selain Liga Super Indonesia yang diikuti oleh SFC. Augi menyebut AFC Cup, Inter Island Cup, dan Piala Indonesia.

Yusri Effendi, Sekda Sum-Sel, meyakini bahwa SFC dapat bertahan meski tanpa dukungan dana dari APBD. Namun, dia meminta agar manajeman bertugas secara profesional dan dapat dipertanggungjawabkan.

Bagi pemerintah daerah, keputusan menghentikan bantuan dana untuk klub olahraga profesional merupakan “suatu keterpaksaan”. Pasalnya, Kementerian Dalam Negeri mengisyarakan agar pemda tidak membantu keuangan bagi dunia olahraga.

Yusri memastikan pula pemda bakal membantu SFC dalam mencari sponsor. Dalam laga musim lalu, ada sejumlah perusahan besar yang menjadi sponsor utama SFC, di antaranya Bank Sumsel Babel dan Bukit Asam. Sementara, Pusri dan Pertamina belum mendukung sama sekali. Inilah kesempatan bagi BUMN dan BUMD untuk memajukan sepak bola asal Palembang ini.

Firman Utina Berharap Tetap Bertahan di Sriwijaya FC

Kapten Tim Nasional Indonesia, Firman Utina, berharap tetap membela Sriwijaya FC (SFC) hingga musim kompetisi depan (2011-2012).
FC Sriwijaya


Menurut mantan pemain Persib Bandung ini, harapannya bertahan bersama Sriwijaya FC semata-mata karena ingin memberikan yang terbaik pada klub kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan itu.

"Sriwijaya FC masih menjadi prioritas utama saya, tapi semua terserah manajemen klub, apakah tetap mempertahankan atau tidak," kata Firman.

"Saya mengalami cedera cukup lama, jadi merasa masih memiliki utang budi bersama Sriwijaya FC. Padahal, semula saya mempunyai mimpi membawa Sriwijaya FC menjadi juara pada musim kompetisi ini."

Namun, mimpi itu gagal terwujud karena Firman dibekap cedera panjang setelah memperkuat Indonesia pada ajang Piala AFF Suzuki yang lalu. "Setelah istirahat panjang selama kurang lebih empat bulan, malah terkena sakit hepatitis pula. Jadi, pada musim pertama saya bersama Sriwijaya FC, jarang membela klub karena beberapa kali terkena musibah," ujar pemain kelahiran Manado, Sulawesi Utara, 15 Desember 1981 ini.

Selama berseragam Sriwijaya FC, Firman Utina menorehkan prestasi terbaik dengan berhasil dipercaya memakai ban kapten timnas pada ajang Piala AFF 2011. Bahkan, Firman didaulat menjadi pemain terbaik pada ajang itu.


SFC Bingung Terkait Piala Indonesia

Sriwijaya FC (SFC) terkejut dengan adanya wacana PT Liga Indonesia, yakni kembali menggulirkan Piala Indonesia 2011.Sayang,kapan kepastian turnamen itu akan digulirkan masih menunggu hasil Kongres PSSI di Solo,Jawa Tengah,9 Juli mendatang.
SFC Mania


Wacana kembali menggulirkan Piala Indonesia yang sempat ditunda sebelumnya memang membuat tim-tim Indonesia terkejut,termasuk Laskar Wong Kito yang merupakan pemegang gelar hattrick ajang ini selama tiga tahun berturut-turut. Kecemasan SFC dilandasi dengan keputusan dari PT Liga Indonesia yang sempat tarik ulur.

Saat kisruh terjadi di tubuh PSSI beberapa waktu lalu,turnamen ini sempat menjadi tanda tanya.Awalnya, kompetisi yang diikuti tim-tim dari Indonesia Super League (ISL),Divisi Utama,hingga Divisi III itu direncanakan bergulir pada Mei lalu atau pada pertengahan putaran kedua ISL musim 2010/2011 berlangsung.

Namun,agenda pada Mei yang menggelar pertandingan 32 besar dibatalkan.PT Liga kemudian kembali melontarkan wacana itu setelah Kompetisi ISL musim ini berakhir pekan kemarin.

”Meski baru sekadar wacana,keputusan ini jelas membuat pengurus klub bingung. Karena,kami tetap yakin peluang untuk mempertahankan trofi yang telah kami raih selama tiga tahun berturut-turut tetap besar.Namun,dengan kondisi saat ini, dimana seluruh pemain telah diliburkan, situasi ini akan memengaruhi persiapan seluruh tim yang akan menjadi pesertanya,” ungkap Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Hendri Zainuddin.

Kondisi ini dikhawatirkan bakal membuat semangat para pemain akan menurun,apalagi sejumlah tim sudah melepas sejumlah punggawanya seperti halnya Laskar Wong Kito. Ya,sejak berakhirnya Kompetisi ISL,manajemen SFC secara resmi mengumumkan kepada publik akan memutus kontrak tiga pemainnya seperti Kim Yong-hee,Jajang Mulyana,dan Korinus Fingkrew.

Manajemen juga bakal mengevaluasi kembali kinerja Rudi Widodo dan Budi Sudarsono. Menurut Hendri,timnya saat ini memasuki fase seleksi pemain dan tengah menentukan masa depan Laskar Wong Kito mulai dari pemain,pelatih,hingga ofisial tim.Jadi,wacana itu akan menimbulkan permasalahan baru.

Sebab,selain SFC tak lagi komplet,pemain kemungkinan tak akan bermain penuh semangat.Bahkan,jika manajemen terpaksa memanggil pemain yang sudah diputus kontrak,mereka dipastikan tak akan bersedia.

”Menurut kami,sangat tidak masuk akal jika Piala Indonesia baru akan digelar dengan kondisi tim sedang berbenah untuk musim depan.Memang rata-rata klub telah mengikat kontrak pemain hingga bulan Agustus,tapi tetap saja keputusan ini terlalu mendadak.Malah kami menduga PT Liga terkesan memaksakan pelaksanaan Piala Indonesia,karena kemungkinan ada desakan dari pihak sponsor semata,”katanya.

Hendri menyarankan lebih baik PT Liga Indonesia fokus mempersiapkan Kongres PSSI agar berjalan sukses serta membenahi jalannya kompetisi yang memerlukan banyak perbaikan. ”Saya rasa para pengurus klub juga tidak terlalu mempermasalahkan jika Piala Indonesia tidak jadi digelar musim ini,”papar Hendri.

Direktur PT Liga Indonesia Djoko Driyono sebelumnya telah mengeluarkan pernyataan Piala Indonesia tahun ini akan tetap digulirkan.Tapi,mengenai waktunya, mereka belum bisa memastikan karena tergantung dari hasil Kongres PSSI nanti. ”Jika jadi digelar,kemungkinan besar akan dimulai setelah bulan puasa,”ujar Joko, dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta baru-baru ini.

Ivan Kolev Bakal Diperpanjang

SINYAL kuat diperlihatkan manajemen SFC terhadap kemungkinan untuk mempertahankan pelatih Ivan Kolev untuk membesut SFC di musim kompetisi 2011/2012. Apalagi pelatih yang sudah memberi dua gelar juara di turnamen pra musim itu, berjanji akan memberikan gelar bergengsi jika dia dipercaya kembali musim depan.
FC Sriwijaya


Meski tidak mampu melampaui prestasi yang diukir pelatih Sriwijaya FC musim lalu, Rahmad Darmawan, namun ada kelebihan yang dimiliki pelatih Ivan Kolev. Dan kelebihan itu menjadi pertimbangan utama manajemen Sriwijaya FC untuk mempertahankan pria asal Bulgaria itu.

"Musim ini kita tidak pernah kalah di Jakabaring dibandingkan dua musim lalu," jelas Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Hendri Zainudin, Kamis (23/6).

Kendati Laskar Wong Kito finis di peringkat lima musim 2010/2011, namun ada rekor yang mampu dijaga Keith Kayamba Gumbs cs yakni, tidak pernah kalah di Jakabaring. Bandingkan dengan dua musim sebelumnya, SFC pernah kalah dari Persija 2-1 pada musim
2008/2009, dan kemudian kalah dari Bontang 2-1 musim 2009/2010.

"Catatan musim ini lebih baik, kita mampu menjaga rekor tidak pernah kalah di kandang sendiri," kata Hendri. Menurut dia, catatan ini juga menjadi tolok ukur bagi manejemen untuk melakukan evaluasi pemain dan pelatih musim depan secara keseluruhan.

"Pemain dan pelatih akan meninggalkan Palembang tanggal 25 Juni,setelah itu dilakukan evaluasi," katanya. Terkait dengan posisi Ivan Kolev, Hendri mengatakan, belum ada jaminan baginya untuk dipertahankan. Tetapi rekor tidak pernah
kalah di Jakabaring juga menjadi dasar pertimbangan apakah dia dipertahankan atau tidak.

"Sebab banyak pelatih yang bagus dan beberapa nama sudah masuk tetapi tetap kita pertimbangkan," kata Hendri. Beberapa nama memang sempat mencuat yang akan bersaing dengan Ivan Kolev musim depan. Rahmad Darmawan yang sudah menyumbangkan double winner musim 2007 kepada SFC, mendapat banyak dukungan dari kelompok suporter. Mantan pelatih timnas, Benny Dollo juga masuk dalam list, termasuk Jacksen F Tiago yang sukses membawa Persipura Juara Liga Super musim ini. Sedangkan kapten tim SFC
yang juga pemain senior Keith Kayamba Gumbs kabarnya sudah bersedia memperpanjang kontrak musim depan sekaligus menjadi asisten pelatih SFC.


Rabu, 22 Juni 2011

Babak I, Tim International Ungguli Dream Team

International All-Star untuk sementara memimpin 2-0 atas Dream Team Indonesia dalam laga eksebisi Starbol di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Rabu 22 Juni 2011.

FC Sriwijaya


Dipimpin mantan kapten tim nasional Belanda, Giovanni van Bronckhorst, International All-Star lebih mendominasi jalannya pertandingan.

Pertandingan baru berjalan lima menit, gawang Dream Team Indonesia yang dikawal kiper Arema FC, Kurnia Meiga, sudah kebobolan. Striker Emmanuel De Porras berhasil melepaskan sundulan yang tidak bisa diselamatkan Meiga sebelum melewati garis gawang.

Dream Team Indonesia berusaha keras untuk menyamakan kedudukan. Namun serangan yang dibangun melalui dua winger, Oktovianus Maniani dan Andik Virmansyah, selalu gagal dalam penyelesaian akhir.

Justru Internasional All-Star yang berhasil menggandakan keunggulan mereka melalui gol Alberto Goncalves menit ke-23. Usai menerima umpan terobosan, striker yang musim lalu memperkuat Persijap Jepara itu berhasil melewati Meiga dan membobol gawang Dream Team Indonesia.

Peluang terbaik pertama Dream Team Indonesia didapat pada menit ke-30. Namun, tendangan Firman Utina usai menerima umpan Oktovianus Maniani masih melambung.

Striker Persija Jakarta, Greg Nwokolo, hampir memperbesar keunggulan International All-Star andai tendangan menyilangnya menit ke-45 menemui sasaran.

Susunan Pemain

Dream Team Indonesia

Kurnia Meiga (Kiper); M. Roby, Charis Yulianto, Ismed Sofyan, Isnan Ali, Ahmad Bustomi, Bima Sakti (Kapten), Andik Virmansyah, Octavianus Maniani, Firman Utina, Kurniawan D Yulianto.

International All-Star

Aleks (Kiper), Giovanni van Bronckhorst (Kapten), Erick Bayemi, Fabiano Beltrame, Greg Nwonkolo, Abanda Herman, Otavio Dutra, Amaral, Alberto Goncalves, Emmanuel de Porras, Baihakki Kaizan.

Kayamba Dipertahankan di Sriwijaya FC

Kapten Sriwijaya FC Keith Kayamba Gumbs sempat mengungkapkan keraguannya untuk bertahan bersama Sriwijaya FC musim depan.

FC Sriwijaya


Namun manajemen sudah menyakinkan pemain asal St Kits-Nevis itu untuk tetap bermain bersama SFC musim 2011/2012 mendatang.

"Kayamba tetap dipertahankan dia masih layak menjadi kapten SFC," kata Presiden Klub H Dodi Reza Alex, Rabu (22/6/2011).

Sementara itu terkait dengan isu bahwa Kayamba akan pulang ke Australia dan meninggalkan SFC untuk musim depan dibatah Dodi."Kita sudah yakinkan dia tentang masa depannya bersama SFC," jelas Dodi.

Ditambahkan Hendra Zainudin, Dirtek dan SDM PT SOM, dia sempat mendengar tentang keinginan Kayamba untuk pulang ke Australia, karena istrinya Anastasya memang tidak betah di Palembang."Tetapi setelah diyakinkan Kayamba bersedia," kata Hendri.

Budi - Rudi Kemungkinan Masih Perkuat Sriwijaya FC

Jika Jajang Maulana-Korinus Fingkrew langsung dilepas, tidak demikian dengan Rudi Widodo dan Budi Sudarsono. Kedua pemain senior ini masih dalam proses penilaian.

FC Sriwijaya


"Budi dan Rudi masih dalam penilaian. Kontribusi keduanya cukup bagus terutama Budi yang memberikan banyak kontribusi untuk tim," ungkap Direktur Teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainudin, Rabu (22/6/2011).

Menurut dia, ke depan SFC benar-benar mencari striker haus gol, kuat dan berkualitas. Terutama untuk striker lokal.

"Tetapi untuk saat ini kami belum mengungkapkan siapa pemain yang diincar karena kurang etis," jelas Hendri.

Menurut Hendri, persoalan Budi dan Rudi karena harganya terlalu mahal sementara ke depan klub-klub tanpa APBD. Saat ini yang dibutuhkan SFC adalah mencari striker dengan harga tidak terlalu mahal tetapi memiliki kualitas.

Sriwijaya FC Lepas Jajang - Korinus

Meski tampil impresif bersama Sriwijaya FC di putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI), tidak menjadi jaminan bagi Jajang Mulyana untuk dipertahankan. Bahkan manajemen bermaksud melepas striker yang kini dipanggil pelatnas SEA Games itu.

FC Sriwijaya


"Jajang dilepas karena merugikan tim. Kecelakaan yang dialaminya ketika itu menjadi penialaian karena sangat merugikan tim, padahal dalam kondisi itu kita sangat membutuhkan dia," kata Direktur Teknik dan SDM PT SOM, Hendri Zainudin, Rabu (22/6/2011).

Sementara itu, SFC juga melepas Korinus Fingkrew yang dianggap tidak memiliki kontribusi sepanjang putaran kedua.

"Korinus bukan masalah sikap, tetapi dia memang tidak memiliki kontribusi. Ke depan kita cari striker pengganti yang berkualitas," kata Hendri.

Terkait dengan masalah Jajang, diakui Hendri, pemain asal Sumedang itu sangat berkualitas, namun ada perbuatan Jajang yang tidak dapat dimaafkan.

"Itu tidak bisa diungkapkan dan tidak layak, tetapi kami akan melepas Jajang," tegas Hendri Zainudin.

Masih Betah di Sriwijaya

Meski baru satu musim bersama Sriwijaya, membuat Achmad Jufriyanto sudah kerasan. Bahkan, mantan pemain Pelita Jaya Jabar itu berharap bisa bertahan bersama Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC) hingga musim depan.

FC Sriwijaya


“Saya masih betah bersama Sriwijaya. Dari keinginan saya sih inginnya dipertahankan. Tapi, semuanya tergantung manajemen yang berhak memutuskan,” kata Jufriyanto, kemarin (21/6).

Jufe (sapaan Achmad Jufriyanto) juga tidak telalu mempermasalahkan bila, musim depan dirinya masih jarang di turunkan seperti musim ini. “Memang musim ini saya kurang mendapat kepercayaan. Tapi, itu semuanya bisa berubah. Siapa tahu pelatihnya ganti dan lebih banyak memberikan kepercayaan. Atau pelatihnya tetap tapi saya bisa bermain lebih baik dan bisa diturunkan setiap laga,” lanjut mantan pemain Timnas U-23 itu.

Ya, musim 2010-2011, Jufe sendiri termasuk pemain yang jarang diturunkan. Pemain kelahiran, 7 Februari 1987 itu hanya mendapat kepercayaan dai pelatih Ivan Kolev selama 14 laga.

Tapi, defender berpostur 180 cm itu mulai mendapat kepercayaan di akhir kompetisi. Mantan pemain Arema Malang itu selalu masuk tim inti pada tiga laga terakhir. Yakni, lawan Persijap Jepara (11/6), kemudian lawan Deltras Sidoarjo (16/6). Dan terakhir lawan Persela Lamongan (19/6) lalu.

Pada laga terakhir Jufe sendiri diturunkan bukan sebagai stopper, melainkan menajdi gelandang bertahan. “Tidak ada masalah mau ditempatkan posisi mana. Yang penting saya dimainkan. Memang sempat canggung, tapi sekarang tidak lagi. Sebab, sebelumnya saya juga sering ditempatkan di wings atau gelandang saat bermain di Arema atau Timnas,” tambahnya.

Apakah sudah ada tim yang menawari untuk bergabung? Menurut bapak satu anak ini, sejauh ini belum ada tim yang mencoab untuk merekrut. “Belum ada, lagian saat ini kan baru saja libur. Dan saya juga masih fokus pada liburan saya bersama anak dan istri di rumah,” pungkasnya.

Drago Manic Lamar jadi Pelatih SFC

SRIWIJAYA FC ternyata juga sudah dilamar oleh seorang pelatih asal Kroasia, Drago Mamic. Drago Mamic merupakan pelatih yang mempunyai keahlian empat bahasa. Yakni, Inggris, Prancis, Rusia dan Melayu. Pelatih kelahiran, Valjevo, Kroasia, 25 Mei 1953 itu saat ini telah mempunyai lisensi UEFA Pro dan pelatih fisik.

FC Sriwijaya


Pria yang sebelumnya mengawali karirnya sebagai pesepak bola itu sudah malang melintang sebagai pelatih baik di liga domestik maupun Internasional. Di liga dometik sendiri, beberapa klub sukses dibesut Drago sapaannya.

Dia sukses mengantar Kvarneska Rivjera sebagai juara. Drago juga pernah membesut beberapa klub raksasa Kroasia, seperti NK Orijent. Bukan hanya di klub Kroasia, Drago juga juga sudah malang melintang menjadi pelatih di klub luar. Seperti Chengdu China dan Dalian Shide (Super League China). Bersama Dalian Shide, Drago telah mempersembahkan Piala Super Shanghai, finalis Liga Champion Asia (LCA), dan beberapa prestasi lainnya. Drago

juga mampu membawa Guangzhou juara Super League China. Membawa
Guang Dong menjadi juara Hongkong Cup, serta memboyong Sabah FC
lolos semi final Piala Liga Malaysia. Drago juga pernah membesut
Timnas Myanmar SEA Games di Laos 2009 lalu. Kala itu, Myanmar
mampu membantai 3-1 atas Indonesia.

Pada tahun terakhir kepelatihannya, Drago Mamic membesut Churchill Brothers. Bersama Churchill Brothers FC, Drago mampu mempersembahkan juara Shield Cup IFA.

"Curriculum Vitae (CV) Drago Mamic sudah kami terima. Untuk sementara ini masih kami tampung dan akan kami teliti dulu. Baik pretasi karirnya sebagai pelatih maupun lisensinya," kata Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM), Faisal Musyid, Selasa (21/6).

Pemain Atalanta Ingin Gabung Sriwijaya FC

Kendati musim ini gagal menembus babak 16 besar AFC Cup dan hanya menempati peringkat 5 LSI, namun performa Keit Kayamba Gumbs dkk cukup dikenal di kancah sepakbola Asia, bahkan hingga ke daratan Eropa. Buktinya, klub peraih double winner Tahun 2007 itu mulai dilirik sejumlah pelatih dan pemain terkenal. Salah satunya Rodrigues Costinha. Pemain bernama lengkap Jos‚ Francisco Rodrigues da Costa atau yang lebih akrab disapa Costinha adalah pemain penuh talenta asal Portugal.

FC Sriwijaya


Veteran kelahiran 1 Desember 1974 di Lisbon; Portugal, pernah masuk Timnas Portugal U-16 dan U-20 dengan 14 kali penampilan.Saat ini gelandang serang itu bergabung bersama klub Italia yaitu Atalanta berposisi sebagai gelandang bertahan. Costinha memperoleh lebih dari 50 caps bersama timnas Portugal, pada Piala Dunia dan dua Kejuaraan Eropa.

Sejumlah klub besar pernah disinggahinya. Pada 1997-2001, ia bergabung dengan Monaco, Prancis, dengan 84 Penampilan dan 3 Gol. Dan selama empat tahun berikutnya, 2001-2005, dia kembali ke klub elit Portugal, FC Porto. Di klub ini, dia tampil dengan 108 Penampilan dan mencetak 13 Gol. Tahun berikutnya dia berlabuh di klub asal Rusia, Dynamo Moscow, dan pada 2006-2007 membantu Atltico Madrid di Spanyol. terakhir, dia memperkuat klub Italia, Atalanta selama tiga musim yaitu 2007-2010.

Puncak karier pemain berusia 37 tahun itu yaitu membawa klub FC Porto menjadi juara Liga Champions pada tahun 2004.Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM), Faisal Musyid membenarkan adanya lamaran pemain Eropah tersebut. Pada prinsipnya, saat ini kami menampung saja jika ada pemain atau pelatih yang melamar. Selanjutnya, nanti akan dibahas dalam rapat bersama manajemen klub," kata Faisal, Selasa (21/6).

Biodata
Nama Lengkap : Francisco Jose Rodrigues Costa Junior
Tempat Lahir : Lisbon, Portugal
Tanggal Lahir : 1 Des 1974
Kebangsaan : Portugal
Posisi : Gelandang bertahan
Bermain di Klub : Atalanta
Karir Junior:
1990-1994 : Oriental

Karir Senior:
1995-1996 : Machico | 30 Penampilan | 5 Gol
1996-1997 : Nacional | 27 Penampilan | 4 Gol
1997-2001 : Monaco | 84 Penampilan | 3 Gol
2001-2005 : FC Porto | 108 Penampilan | 13 Gol
2005-2006 : Dynamo Moscow
2006-2007 : Atl‚tico Madrid
2007-2010 : Atalanta

Karir timnas:
1998-2006 Portugal | 53 Penampilan | 2 Gol

Selasa, 21 Juni 2011

Sriwijaya FC Depak Kim Yong Hee

Sriwijaya Football Club (SFC) mendepak gelandang Kim Yong Hee asal Korea Selatan dari skuad tim, setelah dinilai tidak mampu memberikan performa terbaik sejak bergabung pada paruh musim 2010-2011.

FC Sriwijaya


"Kim tidak akan dipakai Sriwijaya FC pada musim depan. Dia akan kembali ke negaranya, Selasa (21/6)," kata Direktur Teknik PT Sriwijaya Optimis Mandiri, Hendri Zainuddin di Palembang, Senin (20/6).

Menurut dia, Kim menjadi pemain pertama yang dinyatakan secara resmi dikeluarkan dari tim, sedangkan pemain lain akan diumumkan pada 25 Juni mendatang. "Pada tanggal 25 Juni nanti, baru akan diumumkan semua ke publik, siapa pemain yang akan dipertahankan dan didepak. Begitu juga dengan nama pelatih Sriwijaya FC yang baru," ujarnya.

Namun Hendri menjanjikan tidak banyak pemain yang bakal dilepas, mengingat manajemen klub telah memutuskan hanya akan melakukan perombakan sebanyak 20 persen. "Sesuai dengan keputusan manajemen, musim depan hanya ada 20 persen pemain yang diganti. Selebihnya, tetap dipertahankan. Keadaan ini berbeda dengan musim lalu yang melakukan perombakan pemain sebanyak 80 persen," kata dia.

Menurut Hendri, manajemen klub telah mengantongi beberapa nama pemain yang akan dipertahankan dan dilepas musim depan. Hanya saja, manajemen telah sepakat akan mengumumkan pada 25 Juni nanti. "Meskipun sudah ada gambaran, tapi manajemen tidak akan buka suara. Komitmen kami adalah pada tanggal 25 Juni nanti," tuturnya.

Meskipun hari untuk menentukan nasib pemain telah ditetapkan, tapi kontrak akan tetap berjalan hingga Agustus 2011, kata Hendri. "Sesuai dengan perjanjian bahwa kontrak berakhir pada Agustus 2011. Artinya tim tetap akan memenuhi kewajiban hingga bulan Agustus nanti, termasuk pemberian hak gaji bulanan," ujar dia.

Sriwijaya FC Maksimalkan Firman Lobi Pemain Incaran

Gerak cepat dilakukan Sriwijaya FC (SFC).Musim 2010/2011 baru berakhir,manajemen klub berjuluk Laskar Wong Kito langsung tebar jala untuk memburu pemain.

FC Sriwijaya


Langkah serius manajemen SFC ini pun diikuti trik dan cara jitu mereka untuk dapat mengikat pemain buruan lebih cepat.Salah satu caranya adalah pemberian tugas khusus kepada Firman Utina. Playmaker SFC yang juga kapten timnas Indonesia ini diberi tugas melakukan pembicaraan awal dengan dua rekannya di skuad Merah Putih.

Dua pemain yang didekati SFC via Firman ini adalah Irfan Bachdim dan Cristian Gonzales.Irfan musim ini membela Persema Malang di Liga Primer Indonesia (LPI), sedangkan Gonzales berkostum Persib Bandung. Firman dipilih untuk melobi keduanya lantaran pemain kelahiran Manado ini dinilai memiliki kedekatan emosional.

Khusus Irfan,PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) selaku pengelola SFC sebenarnya mengincar pemain Indo Belanda ini sejak pertengahan musim 2010/2011. Namun,Irfan dan Gonzales sama-sama mengaku belum bertarik pindah ke Palembang ketika itu.Kini seiring dengan berakhirnya Indonesia Super League (ISL) plus LPI yang sedang jeda,SFC memilih bergerak cepat agar pemain incarannya itu tidak lepas.

Direktur Teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainuddin mengatakan,kehadiran kedua pemain tersebut sangat dibutuhkan oleh SFC musim depan.Semua terkait persoalan lini depan Laskar Wong Kito yang musim ini tak memiliki juru gedor dengan tipe pembunuh di kotak 16. ’’Selama ini kami hanya memiliki satu orang petarung di lini depan,yakni Keith Kayamba (Gumbs).

Akibatnya, ketergantungan tersebut berbuah hasil tak maksimal.Saat Kayamba sedang berada di bawah performa terbaiknya,SFC pun kesulitan untuk menyelesaikan setiap peluang yang tercipta,’’ kata Hendri. Hendri optimistis,kedatangan duo pemain incarannya itu membuat kinerja lini depan klubnya makin menakutkan.

Kualitas Irfan dan Gonzales yang di atas rata-rata menjadi jaminan bagi SFC. ’’Jika bisa mendatangkan Irfan dan Gonzales,saya yakin SFC musim depan akan makin menakutkan.Saya rasa siapa pun tidak akan meragukan kemampuan mereka, terutama Gonzales,’’ lanjutnya.

Firman membenarkan kalau dia diminta bantuan oleh manajemen SFC untuk melakukan pendekatan kepada kedua penyerang timnas.Namun,eks punggawa Persija Jakarta ini enggan secara detail menjelaskan seperti apa cara yang akan dipakainya untuk membujuk dua nama itu. ’’Saya berterima kasih telah diberikan kepercayaan dari manajemen.

Tapi,saya tidak berjanji apa-apa karena semua masih tergantung kepada mereka,”tutur Firman, yang musim ini lebih banyak absen akibat cedera dan sakit yang mengharuskannya tak bisa membela SFC. Tugas bagi Firman ini pun menunjukkan kalau pemain ini bakal dipertahankan SFC musim depan.

Pemain yang juga pernah berkostum Arema Malang dan Persita Tangerang ini juga tak dipersoalkan soal lamanya dia absen musim ini. Untuk perkembangan terbaru dari calon pelatih SFC musim depan,manajemen Laskar Wong Kito akhirnya buka suara.Agen pemain dr Mustika Ratna dari Champions Star Sport And Management menawarkan seorang pelatih asal Kroasia.

Pelatih yang ditawarkan kepada SFC adalah Drago Mamic.Sekretaris PT SOM Faisal Mursyid mengungkapkan,Mamic adalah pelatih asing yang belum pernah berkarier di Indonesia. ”Kami terus membuka kesempatan kepada siapa pun yang ingin mengajukan diri menjadi calon pelatih SFC,baik secara perseorangan maupun melalui agen pemain dan pelatih.

Semakin banyak calon maka kami akan memiliki banyak pilihan,” ungkapnya. Mamic terakhir membesut Churchill Brothers SC musim lalu.Klub ini bermain di Divisi I Liga India.Sebelumnya pada musim 2007/2008,dia pernah membesut klub asal Malaysia Sabah FA. Sementara itu,belum adanya keputusan resmi mengenai pergantian posisi pelatih SFC membuat posisi Ivan Venkov Kolev sekarang relatif aman.

”Sulit untuk membentuk sebuah tim dengan waktu yang singkat.Tapi,saya yakin jika diberikan waktu satu musim lagi bersama SFC,klub ini bisa meraih juara ISL,”tandas Kolev,seusai laga terakhir musim ini menghadapi Persela Lamongan.

Senin, 20 Juni 2011

Inilah 18 Pemain 'Bintang' ISL Pilihan Fans

Dari ratusan pemain yang terlibat di Liga Super Indonesia (ISL) 2010-11 terpilihlah 18 pemain terbaik yang tergabung dalam tim All Star. Mereka terpilih dari 64 kandidat dalam jajak pendapat fans via SMS sejak 23 Mei-19 Juni 2011.
FC Sriwijaya


Total fans yang berpartisipasi 7.624. Kiper Arema, Kurnia Meiga meraih suara terbanyak: 424 alias terfavorit di mata fans ISL.

Mereka menentukan dua kiper, enam pemain belakang dan tengah, serta empat striker. Nantinya, 18 pemain terpilih ini akan bertanding melawan juara ISL musim 2010-11, Persipura Jayapura dalam laga bertajuk Perang Bintang di Stadion Mandala, Jayapura, Rabu 29 Juni 2011.

"Ini merupakan Perang Bintang kedua dalam pelaksanaannya. Perang Bintang merupakan penanda berakhirnya ISL," kata Direktur PT Liga Indonesia, Joko Driyono dalam jumpa pers di Jakarta, Senin 20 Juni 2011.

"Mereka merupakan pemain terbaik versi ISL yang dinilai berdasarkan sembilan kriteria yang ada. Jadi pemilihannya pun tidak sembarangan."

Dari daftar yang dirilis hari ini, Arema mendominasi All Star dengan mengirim lima pemainnya, yakni kiper Kurnia Meiga, Purwaka Yudi, Zulkifli Sukur, Ahmad Bustomi dan Yongki Aribowo. Yongki harusnya tidak terpilih, namun ia menggantikan posisi striker Pelita Jaya, Safee Sali yang harus membela tim nasional Malaysia.

Klub berikutnya yang menyumbang pemainnya dalam daftar ini adalah Sriwijaya, Persib Bandung, Persija Jakarta, Persiba Balikpapan, Persisam Samarinda, Semen Padang dan Pelita Jaya.

Berikut Daftar Pemain All Star ISL 2011

1. Kurnia Meiga (Arema)
2. Ferry Rotinsulu (Sriwijaya FC)
3. Claudiano Alves (Sriwijaya FC)
4. Edi Hafid (Pelita Jaya)
5. Muhamad Roby (Persisam Samarinda)
6. Gunawan Dwi Cahyo (Sriwijaya FC)
7. David Pagbe (Semen Padang)
8. Purwaka Yudi (Arema)
9. M Nasuha (Persija Jakarta)
10. Zulkifli Syukur (Arema)
11. Ahmad Bustomi (Arema)
12. M Ridwan (Sriwijaya)
13. Miljan Radovic (Persib Bandung)
14. Ronald Fagundes (Persisam Samarinda)
15. Bambang Pamungkas (Persija Jakarta)
16. Cristian Gonzales (Persib Bandung)
17. Aldo Baretto (Persiba Balikpapan)
18. Yongki Aribowo (Arema) (one)


Musim 2011 Terburuk Bagi Pelatih Ivan Kolev

Pelatih Ivan Kolev mulai harap-harap cemas. Setelah gagal memenuhi target Sriwijaya FC musim kompetisi 2011 ini, pelatih asal Bulgaria itu menunggu ketuk palu hasil rapat pimpinan dalam waktu dekat, apakah dia dipertahankan atau didepak.
FC Sriwijaya


"Kita putuskan setelah rapat yang melibatkan semua pengurus, untuk menentukan komposisi pelatih dan pemain musim depan. Kami akan menggodok matang agar kedepan semuanya tidak salah langkah lagi," kata Manajer Hendri Zaenuddin kepada wartawan, Senin 20 Juni 2011.

Pernyataan Hendri menegaskan, bahwa manajemen kecewa atas hasil yang diraih Sriwijaya musim lalu. "Tentu kami menyanyangkan dengan hasil ini musim ini, dan semua akan jadi bahan evaluasi," jelasnya. Termasuk melakukan perombakan di jajaran Pemain. "Paling tidak kita akan merubah 30 persen susunan pemain Sriwijaya,"

Sementara, Ivan Kolev mengaku telah gagal memenuhi target menjuarai ISL. Hanya finish diuruttan 5 dengan koleksi 46 poin bukanlah hasil yang bagus tentunya. Bahkan target Gelar Ganda dan kembali meneruskan tradisi untuk tetap bermain di kancah Asia tidak bisa terwujud.

"Saya akui secara pribadi tidak mampu memenuhi target dari manajemen, dan terimakasih telah bekerja bersama-sama," ucap Ivan Kolev.

Meski begitu, bersama Kolev, Sriwijaya FC pernah meraih Trophy IIC ( Inter Island cup ) dan Piala Community Sield. Namun, saat ISL 2011 bergulir penampilan Sriwijaya terbilang tidak stabil dari awal musim hingga akhir.

"Banyak faktor yang membuat kami tidak bisa menjalankan musim ini dengan sangat baik. Ada hal-hal kecil yang tentunya akan jadi pelajaran berharga ke depan," ujar Kolev.

Minggu, 19 Juni 2011

Kolev Minfa Maaf

Pelatih Sriwijaya FC, Ivan Kolev, meminta maaf jika ada kesalahan selama 11 bulan bersama Sriwijaya FC, terutama kepada suporter, pemain, manajemen, fans, dan rekan-rekan wartawan.
FC Sriwijaya


"Setidaknya ada hal-hal mungkin kurang berkenan," jelas Kolev, usai laga SFC versus Persela yang berkedudukan 0-0, Minggu (19/6).

Hanya finish di peringkat kelima baginya jelas tidak memuaskan, sebab ada hal-hal yang harusnya bisa dicapai, tetapi banyak kesempatan yang hilang karena ada beberapa kejadian seperti cedera pemain dan persoaan teknis lainnya
.
"Secara pribadi saya tidak puas, tetapi inilah hasil untuk musim ini, tentunya ada hal-hal yang kita pikir bersama ke depan untuk tim ini," jelas Kolev.

Hanya saja Kolev mengaku, dia belum tahu apakah dipertahankan atau tidak. Sejauh ini jika manejemen mempertahankannya, ia akan berusaha dan menjanjikan tim menjadi juara di musim depan.

"Karena kita sudah memiliki tim, jika manajemen berkenan saya siap dan siap pula membawa tim ini juara musim depan, tetapi jika tidak itu adalah keputusan manajemen," jelas Kolev.

Subangkit: Kawal Kayamba Kunci Sukses Tahan SFC

Pelatih Persela Lamongan, Subangkit, mengatakan, kunci keberhasilan menahan Sriwijaya FC terletak kepada kedisiplinan para pemainnya mengawal pemain depan Sriwijaya FC, terutama Keith Kayamba Gumbs dalam laga Liga Super Indonesia (LSI), di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (19/6).

FC Sriwijaya


"Sejak awal kita minta anak-anak bertahan dan disiplin ketika kehilangan bola, sebab dua sayap mereka Supardi dan Mahyadi sangat agresif, tetap berhasil kita redam termasuk Kayamba," jelas Subangkit.

Menurut dia, Persela hanya andalkan serangan balik tetapi mereka memiliki setidaknya tiga peluang.

"Tetapi anak-anak bermain disiplin itu yang saya puji kepada pemain," jelas Subangkit.

Sriwijaya FC Vs Persela Berakhir Imbang

Pertandingan Sriwijaya FC versus Persela Lamongan dalam laga lanjutan Liga Super Indonesia, berakhir tanpa gol di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (19/6).

FC Sriwijaya


Keluarnya Keith Kayamba Gumbs yang mengalami cedera di menit ke-17 mengurangi kreativitas lini depan Laskar Wong Kito.

Sejak kick off SFC langsung mengendalikan serangan. Beberapa peluang dimiliki SFC maupun Supardi serta Okto, namun tidak berbuah gol. Sementara Persela yang mengandalkan serangan balik sesekali melakukan serangan balasan.

Bahkan tembakan Kim Yong Han nyaris membobol gawang Ferry Rotinsulu di menit ke-12.

Serangan Laskar Kito mengendur setelah ditariknya Gumbs yang cedera usai bertabrakan dengan pemain bertahan Persela.

Selanjutnya serangan demi serangan dibangun anak asuh Ivan Kolev, namun selalu kandas di kaki pemain bertahan Persela, kedudukan 0-0 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua kedudukan permainan tidak berubah, SFC tetap mengendalikan permainan, namun lagi-lagi barisan depan tidak menyelesaikan sejumlah peluang.

Okto cs tidak mampu menembus pertahanan berlapias Persela Lamongan yang tampil disiplin.

Memasuki menit ke-55, Gustavo Lopez mendapatkan kartu kuning karena melanggar Ponaryo Astaman.

Permainan keras memang diperagakan kedua tim sepanjang babak kedua.

Memasuki menit 59 pergantian pemain dilakukan Subangkit, Ferri Ariawan masuk menggantikan Kim Yong Han.

Sementara itu pelatih Ivan Kolev menarik keluar Ahmad Jufriyanto dan memasukkan Firman Utina.

Masuknya pemain bernomor punggung 15 kembali mendapatkan applaus dari suporter dan penonton.

SFC terus menyerang. Supardi kembali mendapatkan peluang tetapi diblok Huda, sementara sundulan Ponaryo juga melebar.

Pergantian pemain dilakukan SFC dengan menarik keluar Budi dengan memasukkan Rudi Widodo.

Memasuki menit 84 tendangan bebas diberikan wasit setelah Charis melanggar Okto sayang peluang itu tidak mampu dimaksimalkan.

Memasuki menit 89 Ponaryo kembali mendapatkan peluang namun lagi-lagi gagal membobol gawang Huda.

Dengan hasil ini, SFC harus puas finish di peringkat lima, karena dalam pertandingan lainnya Semen Padang berhasil menahan imbang Persipura dengan skor 1-1.

SFC Belum Mau Cuci Gudang

Meski secera jelas akan merombak tim, tetapi Sriwijaya FC belum berniat cuci gudang.
FC Sriwijaya


Mereka masih melakukan penilaian terhadap seluruh pemain terutama soal kinerja dan penampilan selama satu musim kompetisi 2011/2012.

Cuci gudang baru dilakukan setelah rapat direksi dan jajaran manajemen pada akhir Juni mndatang.

"Saya akan menggelar konferensi pers kepada wartawan setelah rapat direksi dan jajaran manajemen. Sebab dalam rapat ini semua akan dibahas mulai dari pergantian pelatih hingga pemain mana saja yang akan dipertahankan. Sejauh ini kami masih mempertahankan pemain yang ada," jelas Presiden Klub H Dodi Reza Alex, Minggu (19/6).

Menurut dia, belum ada pemain yang akan dilepas atau pemain yang dibeli, semuanya masih dalam tahap evaluasi sehingga memerlukan kajian dan pendapat dari seluruh jajaran manajemen.

"Tikad benar jika kami akan membeli si a atau si b dan membuang si anu dan lainnya. Tetapi semua akan ditentukan setelah rapat," jelas Dodi.

SFC-Persela Lamongan tidak Live

Karena tidak disiarkan secara langsung pelatih Sriwijaya FC Ivan Kolev mengimbau agar para suporter dan pendukung Laskar Wong Kito mendatangi stadion untuk memberikan dukungan di laga terakhir.

FC Sriwijaya


Sebab menurut Kolev, Minggu (19/6) pagi jika disiarkan, pemain biasanya selalu bersemangat ketika disiarkan secara langsung karena seluruh masyarakat Sumsel melihat dari layar kaca.

"Tetapi ini tidak disiarkan, makanya kami himbau agar datang ke stadion, mari dukung kami di laga terakhir ini," jelas Kolev.

Dalam pertandingan ini Okto cs akan berjibaku melawan Persela Lamongan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Minggu (19/6) pukul 15.30. Dipastikan kedua tim akan bertarung habis-habisan mengingat laga ini merupakan laga terakhir.

"Kita masih memiliki harapan untuk mengejar posisi empat, karena Semen Padang akan menemui lawan berat lawan Persipura," urainya.

Sabtu, 18 Juni 2011

Okto Siap Bombardir Gawang Persela

Manajemen Sriwijaya FC menegaskan, pertandingan terakhir lawan Persela Lamongan pada lanjutan Liga Super Indonesia (LSI), di Stadon Gelora Sriwijaya Jakabaring, Minggu(19/6), merupakan puncak dari penilaian bagi siapa saja pemain yang layak dipertahankan dan dilepas untuk musim 2011/2012 mendatang.

FC Sriwijaya


Bisa dipastikan para pemain akan tampil habis-habisan, karena tidak ada jaminan siapapun untuk bertahan di Palembang. Bahkan, pemain sekaliber Oktovianus Maniani pun harus mampu menunjukkan kemampuan dan kontribusinya pada laga terakhir.

Okto adalah pemain yang diproyeksi untuk turun bersama Keith Kayamba Gumbs dan Budi Sudarsono di lini depan, bisa pula Arif Suyono yang
sudah sembuh dari cedera akan diturunkan.

"Kami untuk saat ini belum mau bicara soal perombakan pemain, kecuali setelah lawan Persela. Karena laga ini merupakan laga penentuan dan penilaian untuk para pemain, nanti akan ada rapat direksi dan manajemen barulah kami adakan konferensi pers," jelas Presiden Klub H Dodi Reza Alex, Sabtu (18/6).

Hal serupa juga disampaikan Direktur Teknik dan SDM PT SOM,
Hendri Zainudin, bahwa usai laga mengahadapi Persela akan ada rapat khusus dari manajemen dan akan ada pengumunan siapa saja pemain yang dipertahankan dan di lepas.

"Namun kami himbau pemain
tetap fokus dan ini justru menjadi lecutan semangat untuk
mengalahkan Persela," jelasnya.

Dalam pertandingan ini Laskar Wong Kito memang tidak diperkuat pemain bertahan M Ridwan dan Thierry Gathuessi, tetapi diyakini tidak akan memberikan pengaruh, mengingat masih ada defender Bobby Satria yang siap menggantikan pemain asal Kamerun itu, mendamping Claudiano Alves dosa Santos sebagai center bek.

Sedangkan nama Rendy Siregar atau Ardiles Rumbiak bisa diandalkan
untuk menggantikan posisi M Ridwan. Sementara untuk lini tengah, diyakini Kolev memiliki banyak pilihan dan akan tampil full dengan adanya Ponaryo Astaman, Lim Joon Sik dan Ahmad Jufriyanto yang belakangan mendapatkan kepecayaan menjaga lini tengah.

Bisa pula dengan kembali tampilnya Firman Utina diyakini memberikan alternatif Ivan Kolev untuk menambah daya jelajah lini tengah SFC. Khususnya lini depan diyakini akan semakin tajam karena ada Oktovianus Maniani yang dalam kondisi bugar, Budi Sudarsono, Kieth Kayamba Gumbs, Arif Suyono dan Rudi Widodo.

Dengan adanya para penyerang ini, diyakini Okto cs akan membombardir gawang Laskar Joko Tingkir julukan Persela untuk mengejar kemenangan dan mencetak banyak gol.

Hal itu perlu dilakukan, selain untuk menutup akhir musim dengan hasil manis,juga mengejar posisi keempat yang kini dikuasai Semen Padang.

Sriwijaya FC-Persela Sama-sama Pincang

Dipastikan Sriwijaya FC dan Persela Lamongan sama-sama pincang saat pertandingan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Minggu (19/6/2011) nanti. Pasalnya SFC kehilangan Thierry Gathuessi dan M Ridwan, sementara Persela kehilangan tiga pemain andalannya, Fabio, Redouane Barkouwie, dan Mustafic Fahrudin.
FC Sriwijaya


"Sama-sama pincang, kami kehilangan dua pemain dan Persela juga. Tetapi saya yakin hilangnya para pemain kunci tidak akan mengurangi kekuatan Persela. Kita tahu, selalu kesulitan jika berhadapan dengan mereka," urai pelatih SFC, Ivan Kolev, Jumat (17/6/2011).

Menurut Kolev para pemainnya saat ini difokuskan menjalani pemulihan untuk mempersiapkan diri dalam latihan persiapan terakhir menghadapi Persela Lamongan, di Jakabaring, Sabtu (18/6/2011). Persiapan dan pemulihan kondisi pemain harus dilakukan mengingat tim pasti kelelahan sehabis menghadapi Deltras Sidoarjo.

"Saya lebih fokus kepada pemulihan pemain, baru kemudian latihan serius pada Sabtu. Sebab pemain dalam kondisi kelelahan karena persiapan kita cukup singkat," jelas Ivan Kolev

Trio Asing Persela Absen Lawan SFC

Persela Lamongan akan menjalani pertandingan berat lawan Sriwijaya FC di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Minggu (19/6/2011) tanpa tiga pemain asing yang selama ini menjadi andalan.

Pelatih Subangkit mengatakan, Persela dalam keadaan pincang tanpa ketiga pemain yang selama ini menjadi tulang punggung tim.

"Kita tanpa tiga pemain asing, dua pemain Fabio dan Mustafic akumulasi kartu kuning dan striker Redouane Barkouwie retak tulang hitung, kondisi ini membuat kita cukup sulit, tetapi saya akan memaksimalkan para pemain yang ada," kata Subangkit, Jumat (17/6/2011).

Menurut Subangkit, Fabio merupakan tulang punggung lini belakang. Pemain ini mampu mengamankan lini belakang Persela bersama bek Charis Yulianto yang selalu menjadi pilihan, sementara Mustafic Pahcrudin merupakan penyeimbang lini tengah. Begitu juga peran Barkouwie yang menjadi andalan lini depan. Pemain asal Maroko itu pencetak gol tunggal saat menekuk SFC di lamongan pada pertemuan pertama lalu.

"Tentunya dalam dua hari ini saya akan melihat kondisi pemain yang ada siapa yang paling siap diturunkan dalam tiga posisi tersebut," urai Subangkit.

Kolev: Firman Pemain Cerdas

Playmaker Firman Utina tampil selama 16 menit saat Sriwijaya FC menjamu Deltras Sidoarjo, Kamis (16/6).
FC Sriwijaya


Meski baru menjalani debutnya, pasca terserang hepatitis B, penampilannya cukup apik.

Bahkan pelatih Sriwijaya FC Ivan Kolev memberikan pujian kepada gelandang asal Manado itu sebagai pemain cerdas.

"Dia pemain cerdas dan bermain sangat baik. Meski baru sekali diturunkan dia mampu beradaptasi dengan baik. Kemampuannya tetap terjaga dengan baik," kata Kolev, Jumat (17/6).

Seperti diketahui Firman memang langsung memberikan sentuhan-sentuhan ajaibnya dalam pertandingan itu, salah satu umpan matangnya di depan kotak penalti nyaris berbuah gol jika saja Kayamba berhasil melakukan eksekusi.

Dia pun pandai mengatur ritme permainan, kapan harus bermain cepat atau justru menjaga posisi bola dan menggunakan masa transisi dengan baik kala bertahan dan menyerang.

"Dia memiliki passing-passing pendek dan kombinasi umpan-umpan krosing. Saya rasa dalam pertandingan kemarin dia cukup lumayan dan membuat beberapa peluang," jelas Kolev.

Kejar Empat Besar

Sriwijaya FC tinggal menyisakan satu laga lagi di Indonesia Super League (ISL). Yakni, menjamu Persela Lamongan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, besok (19/6). Nah, pada laga pamungkas itu, kemenangan menjadi harga mati bagi Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC). Pasalnya, itu dilakukan sebagai persembahan skuadra Ivan Kolev terhadap suporter dan masyarakat Sumsel.
FC Sriwijaya


“Target pasti menang. Kami ingin memberikan hasil terbaik pada laga terakhir. Kami akan fokus dan kerja keras demi mendapatkan kemenangan,” kata pelatih Sriwijaya FC, Ivan Venkov Kolev.

Target tiga poin itu diusung juga demi memenuhi ambisi tim double winner 2007 itu finis di peringkat empat. Saat ini, Laskar Sriwijaya masih bercokol di peringkat lima dengan koleksi 45 poin. Terpaut dua angka dari peringkat empat, Semen Padang yang telah memetik 47 poin dari 27 laga yang dijalani.

Asa kudeta bigfour sebenarnya terbuka lebar bagi Keith Kayamba Gumbs dkk. Mengingat, rival terberatnya, Semen Padang akan bermain di kandang juara ISL musim ini, Persipura Jaya Pura. Otomatis, untuk memetik poin sangat susah dilakukan Kabau Sirah (julukan Semen Padang).

Sebab, Persipura bakal mati-matian demi menyempurnakan kesuksesannya yang berbarengan dengan penasbihan juara musim ini. “Yang pasti kami berharap bisa lolos empat besar,” lanjut mantan arsitek Timnas Indonesia itu.

Selain itu, target menang diusung juga sebagai misi balas dendam bagi Laskar Sriwijaya. Pada leg pertama, (2/10/10) lalu, skuadra Ivan Kolev harus takluk 0-1 di kandang Laskar Joko Tingkir (julukan Persela).

Kans Sriwijaya sendiri untuk memetik kemenangan terbuka lebar. Pasalnya, kondisi mental pemain Sriwijaya sedang bagus-bagusnya. Ya, tim double winner pra-musim ini sukses menjalani tiga laga terakhir dengan apik.

Yakni, mampu memetik dua laga tandang. Setelah menggilas Persiba (5/6) dengan skor 1-0. Kemudian dilanjutkan bermain imbang 1-1 di Persijap Jepara (11/6). Terakhir, tim yang di-takeover dari Persijatim Solo itu sukses membungkam 1-0 Deltras Sidoarjo, (16/6).

Berbeda dengan Persela Lamongan yang hanya mampu koleksi satu kali menang, setelah tumbangkan PSPS dengan skor 3-1 (12/6). Kemudian, satu kali seri saat ditahan 1-1 oleh Persija (9/6). Terakhir harus tumbang 1-2 dari Persib (16/6).

Selain itu, Sriwijaya juga diuntungkan dengan dukungan suporter fanatik. Praktis, hal itu bakal menjadi spirit ganda bagi Ponaryo Astaman dkk. Terlebih pertandingan nanti merupakan laga pamungkas. Sudah dipastikan Laskar Sriwijaya tak mau tampil memble di hadapan pendukungnya.

Tapi, Sriwijaya sendiri tak boleh jumawa. Apalagi, masih segudang permasalahn yang harus segera dituntaskan tim juara Piala Indonesia tiga kali itu. Macam, buruknya finishing touch dan beberapa kendala lainnya.

Ancaman lain adalah soal kebangkitan Laskar Joko Tingkir. Pascatumbang 1-2 dari Persib (16/6) lalu, otomatis, skuadra Subangkit bakal bermain mati-matian. Mereka pasti tak mau kembali menerima pil pahit kali keduanya. Terlebih laga ini merupakan laga pamungkas.

Sementara, kubu Persela Lamongan sendiri, kemarin (17/6) sudah tiba di Palembang. Dengan membawa 18 pemain. Meski dinilai minim recovery, Charis Yulianto dkk tetap berambisi memetik poin di Stadion Gelora Sriwijaya nanti.

“Soal recovery saya rasa sama saja. Kami sama-sama bertanding kemarin (16/6). Dan itu tak terlalu menjadi masalah. Dan curi poin tetap menjadi target kami,” ungkap pelatih Persela, Subangkit, di Hotel Sandjaja, kemarin (17/6).

Target curi poin sendiri diusung Persela guna memperbaiki poin yang didapatnya saat ini. Yakni di peringkat ke-7 dengan 36 poin. “Kami realistis saja dan bermain lepas. Sebab, tidak ada target lagi yang kami buru. Paling perbaiki poin saja. Sebab, mau mengejar juara atau papan atas sudah tidak mungkin. Terhindar dari degradasi juga sudah jauh. Jadi, bermain normal saja,” pungkasnya. (mg43)

Head to Head
2 Oktober 2010: Persela v Sriwijaya FCL 1-0 (ISL)
10 April 2010: Persela v Sriwijaya FC: 3-1 (ISL)
9 Desember 2009: Sriwijaya FC v Persela: 2-1 (ISL)
14 Mei 2009: Persela v Sriwijaya FC: 0-0 (ISL)
5 Agustus 2008: Sriwijaya FC v Persela: 2-1 (ISL)

Cari Blog Ini

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Label

Laporkan Penyalahgunaan

Halaman

Mengenai Saya

Entri yang Diunggulkan

Sriwijaya FC Hadapi Pusamania di Semi Final PGK

Sriwijaya FC akhirnya harus puas sebagai runner up Grup B, dengan koleksi 6 poin dari tiga pertandingan. Setelah dilaga terakhir takluk...

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *