Empat Pemain SFC Masuk Starbol

Sriwijaya FC patut berbangga diri. Tim berjuluk Laskar Wong Kito menyumbang minimal empat pemain tampil di even berlabel Starbol: unite for football Indonesia. Pagelaran yang hampir mirip dengan perang bintang milik PT Liga Indonesia ini akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta, pada 22 Juni mendatang.
FC Sriwijaya


Empat penggawa Sriwijaya FC (SFC) yang masuk radar Starbol adalah Oktovianus Maniani, Ponaryo Astaman, Firman Utina, dan Ferry Rotinsulu. Mereka nanti akan tergabung dengan 16 pemain bintang Indonesia lainnya di bawah bendera dream team of Indonesia dengan pelatih Rahmad Darmawan. Dalam pertandingan nanti, mereka akan melawan gabungan pemain bintang asing yang menyebar di kompetisi di Indonesia dengan bendera international star di bawah besutan Jacksen F. Tiago.

Dikatakan striker Persija Jakarta Bambang Pamungkas, munculnya ide perang bintang dengan label Starbol ini dari Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI).
Kebetulan Bambang masuk dalam jajaran Komite Eksekutif dalam organisasi pimpinan Vernard Hutabarat tersebut. Dalam perjalanannya, mereka menggandeng Morstar Soccer Indonesia.

”Even ini memang bertujuan menunjukkan bahwa APPI ada kegiatan. Selanjutnya berharap ada pengakuan dari PSSI atau KN kalau asosiasi pemain profesional itu ada,” ungkap Bambang kepada wartawan di Jakarta kemarin (6/6). ”Lebih dari itu ingin tunjukkan juga kepada bapak-bapak di atas (pengurus PSSI) bahwa pemain tidak terpengaruh dengan gejolak perebutan kekuasaan di PSSI. Kami tetap solid meskipun kami akan menjadi korban sesungguhnya jika Indonesia kena sanksi FIFA,” tegasnya.

Guna menunjukkan bahwa pemain tetap solid, dalam kegiatan itu tak hanya pemain profesional dari Djarum Indonesia Super League (DISL) saja yang ambil bagian. APPI juga melibatkan pemain dari Liga Primer Indonesia (LPI). Beberapa pemain dari LPI yang bakal ambil bagian di antaranya Kim Jeffrey Kurniawan, Lee Hendrie, Irfan Bachdim, Bima Sakti, dan Kurniawan Dwi Julianto.

Dikatakan bomber yang karib disapa BP, kelebihan lain dari even ini adalah mempertemukan bintang lapangan hijau lintas generasi mulai 11 atau 15 tahun lalu hingga sekarang. Mulai dari zaman Kurniawan Dwi Julianto dan Bima Sakti, selanjutnya era Bambang Pamungkas, hingga kini mulai masuk era baru yakni, masanya Irfan Bachdim dan Oktovinus Maniani.

”Kami ingin berikan contoh untuk generasi muda menjalin persaudaraan. Bagi saya, even ini untuk mengobati rasa rindu saya berduet dengan Kurniawan Dwi Julianto. Terakhir saya bertandem dengannya pada 2000. Saya sangat menanti laga ini karena Kurniawan menjadi motivasi saya masuk Timnas Indonesia,” tegas eks pilar Selangor FA ini.

Menurut perwakilan Morstar Soccer Indonesia Febry Momor, penunjukan pemain yang masuk skuad masih terus berlangsung. Penjaringan dilakukan oleh tim khusus Starbol. Yang pasti, pemain tersebut berstatus bintang di masing-masing klub. ”Kalau ada keuntungan dari even ini akan digunakan men-support kegiatan APPI selanjutnya seperti pembinaan usia muda,” ungkapnya yang membanderol harga tiket even ini mulai Rp50 ribu hingga Rp500 ribu.

Sumber: sumeks.co.id

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments