Sriwijaya Dukung Tuntutan KN-PSSI, Dua Klub LPI Harap Pengampunan

FIFA memberikan deadline hingga akhir Juni untuk pelaksanaan Kongres PSSI.Jika gagal memenuhi batas waktu tersebut,otomatis per 1 Juli FIFA menjatuhkan sanksi kepada Indonesia.
FC Sriwijaya


Sriwijaya FC (SFC) sebagai salah satu pemilik suara pun sepakat dengan wacana yang dilontarkan oleh salah satu anggota Komite Normalisasi (KN) PSSI MC Bariyadi. Pria yang juga mantan manajer SFC itu menginginkan agar pemerintah mengeluarkan jaminan agar pelaksanaan Kongres ulangan berjalan lancar. Semua itu diinginkan agar deadlock seperti pada Kongres sebelumnya,20 Mei lalu,di Hotel Sultan,Jakarta,tak terjadi.

Sebab,Kongres sesuai arahan FIFA itu hingga kini masih terancam tak berjalan mulus lagi. ”Saya rasa kali ini seluruh elemen yang ada di dalam sepak bola harus benar-benar memikirkan bagaimana nasib cabang olahraga ini ke depan.Dengan menyampingkan berbagai kepentingan pribadi dan golongan, semua harus berjuang demi kemajuan sepak bola nasional,”ungkap Manajer SFC Hendri Zainuddin.

Hendri mengatakan,keputusan FIFA yang masih memberi kelonggaran kepada Indonesia harus benar-benar dimanfaatkan sebaikbaiknya. Pria yang juga Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), manajemen SFC,menegaskan bahwa Kongres ulangan jangan berakhir mengecewakan lagi.Soal kandidat yang maju ke Kongres,dia juga akan mendukung keinginan FIFA.

”Kalau memang keempat orang tersebut (Nurdin Halid,Nirwan Bakrie,Arifin Panigoro,dan George Toisutta) tidak dapat dicalonkan lagi,kenapa harus dipaksakan. Untuk itu,kami berharap akan muncul figur lain yang sesuai dan tepat menduduki posisi Ketua Umum PSSI,”lanjutnya.

Sementara itu,dua klub Indonesia Super League (ISL) musim ini asal Jawa Timur (Jatim) yang berbelok ke Liga Primer Indonesia (LPI) menyambut Kongres untuk menentukan nasib keanggotaan PSSI mereka. Klub itu adalah Persema Malang dan Persibo Bojonegoro. Persema bahkan tak terlalu pusing dengan kesempatan yang diberikan FIFA terkait Kongres ulangan.

Mereka lebih tertarik meloloskan misi menggagalkan sanksi yang diterima Persema setelah gabung LPI. Keberhasilan Kongres bisa memberikan makna berarti bagi Persema karena harapan pencabutan sanksi masih terbuka lebar. Manajer Persema Asmuri mengakui klubnya tak mempunyai hak suara setelah diganjar sanksi dalam Kongres Tahunan PSSI di Bali,Januari lalu.

”Yang terpenting bagi Persema adalah pencabutan sanksi.Makanya,kami sangat berharap di Kongres yang berikutnya juga dibahas mengenai sanksi.Persema berharap Kongres berjalan mulus,”tutur Asmuri. Langkah yang sama ditempuh Persibo. Klub yang dapat sanksi juga karena gabung LPI berharap Kongres nantinya mencabut sanksi yang diberikan PSSI saat masih dipimpin Nurdin Halid.

Persibo saat ini masih ngotot bahwa kepindahan ke LPI bukan untuk keluar dari PSSI. ”Kami ini kekurangan duit dan tak mampu membiayai klub.Dana dari pemerintah daerah juga tak cukup.Makanya,kami pindah ke LPI yang menjamin kebutuhan klub,”ujar Ketua Umum Persibo Taufik Riesnendar kepada HATTRICK

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments