• Sriwijaya FC Musim Depan Resmi Tanpa APBD

    Klub sepak bola Sriwijaya FC memastikan diri segera lepas dari bantuan pendanaan pemerintah daerah untuk musim 2011/2012. Kepastian ini dikatakan Augie Bunyamin, Direktur Keuangan SFC kepada wartawan, Jumat, 24 Juni 2011, di gedung DPRD Sumatera Selatan.

    FC Sriwijaya


    Augi mengatakan manajemen SFC sudah mendapatkan penjelasan langsung dari Sekretaris Daerah Sum-Sel Yusri Effendi beberapa waktu lalu. Meski tanpa dukungan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau APBD, dirinya yakin SFC tetap eksis di dunia persepakbolaan nasional. Seperti diketahui pada musim 2010/2011, SFC menghabiskan dana sekitar Rp 42 miliar. Dari jumlah dana sebesar itu, sekitar Rp 20 miliarnya berasal dari APBD Sum-Sel.

    Terkait sumber pendanaan di musim depan, menurut Augi, pihaknya sudah melobi sejumlah perusahaan besar yang beroperasi di wilayah Sum-Sel. Dia menyebut PT Pertamina, PT Pusri, PT Bukit Asam, PT Medco, dan perusahaan lainnya yang bakal menjadi mitra stratregis untuk menghidupi perjalanan klub musim depan.

    “Selama ini, Pusri, Pertamina, Medco, Conocophilip belum menjadi sponsor kita. Kita coba jajaki dalam waktu satu bulan ini,” kata Augi.

    Setelah lepas bantuan dari pemda, arah SFC masih belum jelas. Menurut Augi, semuanya bergantung pada rapat pengurus dalam waktu dekat ini. Biaya yang terbesar yang harus dikelurkan pihak manajemen per tahun adalah untuk mendanai perjalanan dalam negeri dan luar negeri. “Tiket pesawat dan akomodasi dan belanja pemain itu yang besar,” ujar Augi.

    Dalam catatannya, SFC sempat melawat ke puluhan kota di dalam dan luar negeri untuk menjalani pertandingan. Yang terbaru, SFC harus melawat ke Thailand dan Maladewa untuk menjalani laga lanjutan AFC Cup beberapa bulan lalu. Terdapat lima event lokal dan internasional selain Liga Super Indonesia yang diikuti oleh SFC. Augi menyebut AFC Cup, Inter Island Cup, dan Piala Indonesia.

    Yusri Effendi, Sekda Sum-Sel, meyakini bahwa SFC dapat bertahan meski tanpa dukungan dana dari APBD. Namun, dia meminta agar manajeman bertugas secara profesional dan dapat dipertanggungjawabkan.

    Bagi pemerintah daerah, keputusan menghentikan bantuan dana untuk klub olahraga profesional merupakan “suatu keterpaksaan”. Pasalnya, Kementerian Dalam Negeri mengisyarakan agar pemda tidak membantu keuangan bagi dunia olahraga.

    Yusri memastikan pula pemda bakal membantu SFC dalam mencari sponsor. Dalam laga musim lalu, ada sejumlah perusahan besar yang menjadi sponsor utama SFC, di antaranya Bank Sumsel Babel dan Bukit Asam. Sementara, Pusri dan Pertamina belum mendukung sama sekali. Inilah kesempatan bagi BUMN dan BUMD untuk memajukan sepak bola asal Palembang ini.
  • Klasmen Sriwijaya FC

    Klasmen Go-Jek Traveloka Liga 1 2017/2018.

    Alamat

    Palembang, Sumatra Selatan

    EMAIL

    atobelitang@gmail.com