• Tanpa Terget

    Sriwijaya FC bersikap realistis. Melawat ke kandang Persiba Balikpapan di Stadion Perikesit pada laga lanjutan Indonesia Super League (ISL) malam nanti (live ANTV, pukul 19.00 WIB), sang arsitek Sriwijaya Ivan Venkov Kolev tidak berani pasang target sama sekali meski untuk raih satu poin.

    FC Sriwijaya


    Pria asal Sofia, Bulgaria tersebut mengaku lebih memilih untuk main aman dan berharap para pemain bisa terhindar dari cedera usai laga. Alasannya, karena kondisi home base Persiba jelek. Selain keadaan rumput tidak maksimal dan bergelombang, bila hujan lapangan stadion juga becek, berlumpur, serta licin.

    Sekadar memberitahu, sebelumnya Stadion Persiba memang masuk dalam lis stadion yang tidak lolos verifikasi untuk menggelar laga ISL. Namun setelah panpel Persiba bisa membenahi stadion dan akhirnya stadion Persiba lolos verifikasi serta diperbolehkan menggelar laga ISL. Karena itu pula Persiba selalu tampil perkasa bila main kandang. Hampir satu musim Persiba, hanya kalah lawan Persija lewat gol tunggal Eric Arsene Bayemi.

    “Saya tidak mau terlalu banyak bicara soal kondisi lapangan. Yang jelas kondisi lapangan stadion bakal merusak permainan,” katanya kepada wartawan usai uji coba lapangan seperti dikutip Kaltim Post (grup Sumeks) kemarin, (4/6) “Saya rasa tidak ada lapangan seperti ini di sepak bola luar negeri,” sambung dia.

    Selain kondisi lapangan Kolev juga keluhkan padatnya jadwal yang berimbas pada menurunnya kebugaran fisik pemain. Bagaimana tidak, dalam waktu 10 hari Keith Jerome “Kayamba” Gumbs Cs harus lewati empat pertandingan. Tiga laga di (ISL) lawan Persija (29/5), PSPS (1/6) serta hadapi Persiba (5/6) dan laga 16 besar AFC Cup kontra Chonburi FC (Thailand) (25/6) lalu.

    Ditambah lagi lamanya perjalanan kala menjalani laga tandang. “Kalian bisa bayangkan sendiri bila tim minim recovery. Apa dampak yang bakal terjadi? Karena itu wajar jika kami berharap para pemain tak cedera,” urai eks pelatih timnas Indonesia dan Myanmar itu.

    Terlebih lagi kondisi tim sedang tidak kondusif. Itu setelah ada wacana bahwa akan ada perombakan komposisi pemain untuk musim depan lebih dari dari 20 pesren. Belum lagi isu suksesor (atau tidak diperpanjang kontrak) pelatih berambut putih tersebut lantaran kegagalan capai target di musim ini (juara ISL dan semifinal AFC Cup).

    Kendati demikian Kolev tetap dingin sikapi kabar tersebut. Dia mengaku tetap profesional dengan jalani tiga laga ISL tersisa. “Saya masih jadi bagian dari Sriwijaya FC. Tugas saya jelas latih Sriwijaya sampai kompetisi ISL berakhir. Kalau karier saya musim depan belum saya pikirkan,” tambah dia.

    Meskipun demikian bukan berarti juru taktik asing yang sudah mahir bicara bahasa Indonesia ini, tanpa persiapan apa-apa. Dia mengaku tetap siapkan strategi jitu untuk beri perlawanan maksimal pada tim Beruang Madu (julukan Persiba). Namun sayang dirinya engan umbar strategi pada awak media.

    “Saya telah pelajari kekuatan dan kelemahan Persiba. Pastinya saya juga sudah siapkan ramuan permainan untuk mengimbangi Persiba. Lihat saja nanti,” tegas dia.
    Begitu juga dengan formasi dan komposisi pemain, Kolev masih rahasiakan. Hanya saja dia tidak bisa menampik jika line up akan mengalami banyak perubahan dari pertandingan sebelumnya melawan PSPS. Namun dia tidak mau sebut dengan rinci komposisi pemain itu.

    Kalau dilihat dari kondisi sebelumnya sepertinya untuk posisi penjaga gawang bakal jadi milik Ferry Rotinsulu. Mengingat Fauzal Mubaraq tampil tidak maksimal. Sedangkan untuk pos belakang Claudiano dan M Ridwan yang absen lawan PSPS juga punya kesempatan lebih besar. Mengingat kondisi kebugarannya jauh lebih baik bila dibanding defender lain macam Bobby Satria, Thierry Gathuessi, Achmat Jufriantio dan Mahyadi Pangabean yang turun lawan PSPS.

    Untuk komposisi jenderal lapangan bisa jadi milik gelandang Mahardiga Lasut. Mengingat, Mahardiga Lasut dalam kondisi fresh. Sebab pada pertandingan lawan PSPS Mahardiga Lasut tidak turun sama sekali meski tidak akumulasi dan cedera. Untuk pendamping tengah bisa jadi Ponaryo Astaman dan Lim Jun-Sik yang tampil menawan pada laga sebelumnya.

    Sedangkan untuk pemain depan tetap terbuka untuk trio penyerang Budi Sudarsono, Keith Kayamba Gumbs, dan Jajang Mulyana. Mengingat striker lain tidak disertakan sama sekali. Macam Rudi Widodo dan Korinus Finkrew ditingal di Palembang. “Yang jelas pada pertandingan nanti komposisi pemain akan lebih komplet. Sebab tidak ada yang terkena akumulasi,” tukas dia.

    Di klasemen sementara Sriwijaya duduk di peringkat 6 dengan mengoleksi 38 poin dari 24 laga dan Persiba di urutan 9 lewat koleksi 32 poin dari 24 kali pertandingan. Karena itu Persiba incar kemenangan untuk perbaiki posisinya ke papan tengah. Apalagi dari awal sebelum kompetisi ISL digulirkan Mijo Dadic dkk dibebeni untuk finis di papan atas.

    “Kami akan berusaha untuk memaksimalkan pertandingan melawan Sriwijaya FC dengan sebaik mungkin. Karena kami main di kandang maka kemenangan jadi harga mati,” ujar pelatih Persiba Balikpapan Haryadi kepada wartawan usai ujicoba lapangan malam tadi.
    Meski optimistis dapat raih tiga poin mantan asisten pelatih Danniel Roekito tersebut tetap tidak berani jumawa. Dia menyebut tim asal Palembang ini adalah salah satu tim terkuat musim ini. Dengan dihuni sejumlah pemain Timnas dan eks Timnas seperti penjaga gawang Ferry Rotinsulu, Oktavianus Maniani, M Ridwan, Budi Sudarsono, serta Ponaryo Astaman.

    Sumber: sumeks.co.id
  • Klasmen Sriwijaya FC

    Klasmen Go-Jek Traveloka Liga 1 2017/2018.

    Alamat

    Palembang, Sumatra Selatan

    EMAIL

    atobelitang@gmail.com