• Thierry Matikan Dzumafo

    Terpaut dua poin dan satu tingkat di bawah Sriwijaya FC, membuat PSPS Pekanbaru menjadi ancaman serius menggusur posisi Laskar Wong Kito. Pelatih Ivan Kolev meminta Gumbs cs bermain sabar dan melakukan pressing ketat untuk mematikan gerakan Dzumafo cs saat menjamu PSPS pada Liga Super Indonesia (LSI), di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Rabu (1/6).

    FC Sriwijaya


    Rivalitas kedua tim, semakin kental tatkala PSPS datang ke stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring dengan kawalan khusus dari Polda Sumsel. Asykar Bertuah, julukan PSPS seperti takut dengan ancaman balas dendam atas aksi pelemparan para suporter PSPS di Pekanbaru pada 30 Oktober lalu.

    Kolev mengatakan, sosok Dzumafo sangat sentral di lini serang PSPS. Pemain bertinggi 186 cm ini, memiliki penguasaan bola di atas rata-rata, cukup cepat, dan kerap turun ke bawah menjemput bola, pandai bertahan serta cerdas membangun serangan balik.

    “Kami harus bermain sabar dan menjaga konsentrasi agar tidak kecolongan. Melakukan serangan cepat sejak menit awal, pressing ketat dan disiplin. Sebab Pemain mereka (Dzumafo) memiliki skill dalam melakukan serangan balik,” kata Kolev.

    Bukan hanya Dzumafo, dua pemain lainnya seperti Shin Hyu-Joon dan Isnaini punya pergerakan cepat dan predator mematikan di kotak penalti. Untuk mengantisipasi gerakan dan serangan balik cepat PSPS, Kolev terpaksa memutar otak untuk memasang pemain bertahan. Pasalnya M Ridwan dan bek andalan Diano dipastikan absen karena akumulasi kartu kuning.

    Praktis Kolev mengandalkan Thierry Gathuessi, Bobby Satria dan Supardi untuk mematikan Dzumafo dkk. Khusus Thierry akan dipasang bersama Bobby di sebagai bek sentral. Kolev perlu mencari pengganti Ridwan di sisi kiri pertahanan. Kemungkinan Mahyadi Panggabean akan menjadi pilihan mengingat pengalaman pemain asal Medan ini.

    Kolev cukup beruntung karena lini tengah nyaris tidak memiliki masalah. Gelandang Korea Selatan, Lim Joon Sik bisa diturunkan untuk bermain bersama Ponaryo Astaman dan Dirga Lasut.
    Sedangkan lini depan, tetap mengandalkan kecepatan Kayamba dan Oktovianus Maniani serta Budi Sudarsono. Bisa jadi Kolev akan menurunkan Jajang Mulyana lebih dulu seperti ketika menghadapi Persija Jakarta.

    Counter Attack
    Pelatih PSPS Pekanbaru, Abdurrahman Gurning mengakui, secara kualitas per lini, mereka kalah dari SFC. Namun tidak secara kolektivitas. Makanya, latihan persiapan di Stadion Gelora Jakabaring, Selasa (31/5) lebih kepada evaluasi dan koordinasi per lini.

    Menurut mantan pelatih PS Palembang ini, jika dihitung secara kualitas, hanya Dzumafo Herman Efandi yang kualitasnya di atas rata-rata atau sama dengan kualitas pemain SFC. Selebihnya, pemain PSPS kalah kualitas.

    “Makanya kita hadapi mereka dengan kolektivitas, komunikasi dan koordinasi ditingkatkan,” ujarnya.

    Permainan terbuka tidak akan dilakukan PSPS. Mereka memilih bermain bertahan dan mengandalkan serangan balik (counter attack) sejak menit-menit awal, mengingat tuan rumah Sriwijaya FC pasti akan tampil habis-habisan.

    “Kami harus hati-hati di menit awal, bertahan dulu, baru menyerang,” jelas Gurning.
    Menurut pria asal Medan ini, jika bermain terbuka maka mereka akan kecolongan dalam tiap-tiap perdetik. Jika bermain bertahan pasti ada celah untuk menyerang.

    “Celah-celah itu akan kami manfaatkan, bertahan kemudian mencuri kesempatan lewat serangan balik,” katanya.
  • Klasmen Sriwijaya FC

    Klasmen Go-Jek Traveloka Liga 1 2017/2018.

    Alamat

    Palembang, Sumatra Selatan

    EMAIL

    atobelitang@gmail.com