Juli 2011

Jumat, 29 Juli 2011

Indonesia Unggulan Terakhir di Putaran III


Indonesia menjadi salah satu unggulan terakhir pada drawing putaran ketiga Pra Piala Dunia 2014 zona Asia yang akan berlangsung Marina da Gloria, Rio de Janeiro, Brasil, 30 Juli 2011.
FC Sriwijaya


Sukses mengalahkan Turkmenistan 4-3 di leg 2 putaran kedua Pra Piala Dunia 2012, Kamis 28 Juli 2011, membuat Indonesia lolos ke putaran ketiga dengan agregat 5-4. Di putaran ketiga Indonesia menjadi salah satu unggulan terbawah.

Tim Merah Putih tergabung di pot 4 atau unggulan terakhir bersama Korea Utara, Thailand, Singapura dan Lebanon. Penempatan di tiap pot berdasarkan peringkat FIFA teranyar yang dirilis 27 Juli lalu. Indonesia yang berada di peringkat 137 FIFA hanya unggul atas Lebanon (159 FIFA).

Unggulan pertama ditempati Jepang, Australia, Korea Selatan, Iran dan China. Unggulan kedua ada Uzbekistan, Qatar, Yordania, Arab Saudi dan Kuawit. Sedangkan unggulan ketiga ditempati Bahrain, Syria, Oman, Irak dan Uni Emirat Arab.

Dari 20 tim tersebut akan dipecah menjadi lima grup yang berisikan empat tim. Masing-masing tim di pot 4 akan menduduki posisi terbawah di masing-masing grup. Tim-tim di pot 3 akan menduduki posisi ketiga, tim di pot 2 akan menduduki posisi kedua dan lima unggulan teratas di pot 1 akan menduduki posisi pertama di masing-masing grup.

Masing-masing juara grup dan runner-up akan lolos ke putaran keempat. Dari 10 tim yang lolos akan dibagi menjadi dua grup berisikan lima tim di putaran keempat. Nantinya juara dan runner-up grup di putaran keempat akan lolos ke putaran final Piala Dunia 2014.

Drawing putaran ketiga Pra Piala Dunia 2014 zona Asia di Marina da Gloria rencananya akan dilakukan oleh legenda Brasil, Zico. Sayang, hingga kini belum jelas jadwal pasti putaran ketiga Pra Piala Dunia 2014 zona Asia.

Dari 20 tim yang memastikan langkah ke putaran ketiga, tinggal Oman yang posisinya belum pasti. Pasalnya, di leg 2 putaran kedua melawan Myanmar pertandingan harus dihentikan pada menit ke-39 karena amarah suporter Myanmar. Oman memang hampir dipastikan lolos setelah unggul 2-0 saat pertandingan dihentikan dan sementara unggul agregat 4-0.

Seeding Putaran 3 Pra Piala Dunia 2014 zona Asia

Pot 1
Jepang
Australia
Korea Selatan
Iran
China

Pot 2
Uzbekistan
Qatar
Yordania
Arab Saudi
Kuwait

Pot 3
Bahrain
Syria
Oman (belum ditentukan)
Irak
Uni Emirat Arab

Pot 4
Korea Utara
Thailand
Singapura
Indonesia
Lebanon

Kamis, 28 Juli 2011

Babak I, Indonesia Bantai Turkmenistan 3 - 0


Indonesia untuk sementara memimpin atas tamunya Turkmenistan pada leg kedua babak kedua Pra Piala Dunia (PPD) 2014 zona Asia, Kamis, 28 Juli 2011. Hingga turun minum, Tim Merah Putih mampu unggul dengan skor 3-0.

FC Sriwijaya


Bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Indonesia langsung menekan sejak pluit babak pertama dibunyikan. Pada menit ke-10, Indonesia sudah membobol gawang tim tamu lewat Christian Gonzales.

Tandukan pemain Persib Bandung itu gagal dibendung oleh kiper Turkmenistan, Shamyradov Makstmyrat. Bola sempat membentur mistar gawang sebelum akhirnya bersarang di jala tim tamu Turkmenistan. Indonesia memimpin 1-0.

El Loco kembali merobek jala Turkmenistan pada menit ke-18. Lewat umpan matang Boaz Solossa, pemain naturalisasi itu berhasil mengecoh Makstmyrat untuk kali kedua. Indonesia pun memimpin 2-0 atas Turkmenistan.

Dua menit menjelang turun minum. Tim Merah Putih berhasil memperlebar jarak dengan tim tamu. Tendangan keras M Nasuha dari luar kotak penalti gagal dibendung oleh Makstmyra. Indonesia merebut babak pertama dengan skor 3-0.

Dengan hasil ini, Indonesia kini unggul agregat 4-1 atas Turkmenistan setelah di leg pertama bermain imbang 1-1.

Manajemen SFC Tunggu Negosiasi Akhir Siswanto


Selain bergerak cepat mengamankan 18 pemain plus pemain rekrutan baru, manajemen Sriwijaya FC masih membutuhkan satu gelandang di posisi kanan dengan membidik Siswanto, pemain Persib Bandung.
FC Sriwijaya


"Kalau komunikasi terakhir Siswanto berminat gabung dan kita tinggal menunggu proses negosiasi akhir," kata pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi, Kamis (28/7/2011).

Kabar terakhir Siswanto yang kerap menjadi cadangan di Persib itu memang berminat bermain untuk SFC. Namun dia menghormati klubnya Persib Bandung lantaran kontraknya baru berakhir pada 31 Juli nanti.

"Siswanto cocok untuk skema permainan tim ke depan, karena kita memang butuh pemain di posisi dia. Kini semua kembali kepada keputusan Siswanto," jelas Kas Hartadi.

Rudi Widodo Dipertimbangkan Tetap di SFC


Nama Rudi Widodo nyaris tidak terdengar dalam perekrutan atau termasuk pemain yang dipertahankan Sriwijaya FC.
FC Sriwijaya


Belakangan santer terdengar, manajemen akan melepas pemain asal Pati Jawa Tengah itu. Namun kejutan terjadi karena Rudi termasuk dalam rencana skuad Laskar Wong Kito pada musim kompetisi 2011/2012 mendatang.

Demikian diungkapkan Pelatih SFC Kas Hartadi, Kamis (28/7/2011). Menurut dia, Rudi termasuk dalam rencana 18 pemain lama yang akan dipertahankan. Sebab akan sulit mencari striker yang sepadan dengan mantan pemain Pelita Jaya itu.

"Dia termasuk dalam 18 yang dipertahankan, sebab sejauh itu baru 9 pemain yang dilepas berdasarkan keputusan manajemen," jelas Kas Hartadi.

Menurut Kas, 18 pemain ini sudah sepakat bergabung bersama SFC dan semua tergantung kepada negosiasi akhir dengan pihak manajemen."Semua tergantung kepada negosiasi dengan manajemen, termasuk kesepakatan dengan Rudi Widodo," kata Kas.

Rabu, 27 Juli 2011

Rijsbergen: Kami Harus Menang


Pelatih Kepala Timnas Indonesia Wim Rijsbergen mengungkapkan timnya akan berusaha mengontrol jalannya pertandingan kala menjamu Turkmenistan di Stadion GBK, 28 Juli 2011. Hal ini agar Turkmenistan tidak dapat mengembangkan permainan.

FC Sriwijaya


Apalagi, Turkmenistan menyatakan akan menampilkan permainan yang agresif dan memburu gol cepat guna mengamankan peluang lolos kualifikasi setelah ditahan imbang oleh Indonesia, 1-1 pada laga sebelumnya.

"Tim kami akan berusaha mengontrol Turkmenistan dan tidak harus langsung main cepat di awal dan tidak terlalu memperagakan permainan terbuka. Dan kami juga akan memanfaatkan serangan balik yang ada, dan tidak cepat kebobolan" ujar Rijsbergen dalam jumpa pers Pre Match di Hotel Kartika Chandra, Rabu, 27 Juli 2011.

Rijsbergen mengaku, dukungan ribuan suporter Indonesia dapat dijadikan motivasi pihaknya tampil maksimal dan meraih kemenangan. "Kami pastikan kami fokus pada kemenangan. Setelah hasil seri di Ashgabat, maka kami harus menang di hadapan suporter sendiri,".

"Kami harus memanfaatkan dukungan penonton. Dengan lapangan yang bagus, permainan juga akan lebih bagus lagi," ujar Rijsbergen.

"Tentu saja Turkmenistan juga akan bermain lebih baik. Setiap tim yang bermain jelek (di laga awal) akan bermain lebih baik lagi laga berikutnya," ujarnya mengomentari permainan Turkmenistan.

"Laga akan berjalan lebih seru dan enak ditonton," ujar Rijsbergen.


Transfer pengalaman

Dengan pengalamannya sebagai pemain yang pernah berlaga di final Piala Dunia, Rijsbergen mengaku telah membagi pengalamannya kepada Firman Utina cs.

"Tentu saja kami menurunkan pengalaman kami secara detail dan rinci kemungkinan yang terjadi di lapangan. Dan menghindari kesalahan di leg pertama terulang," ujarnya.

"Pelatih memang tidak bisa merubah mental pemain hanya dalam satu minggu. Tapi kami mengajarkan bagaimana para pemain dapat berpikir cepat bertahan dan menyerang lebih cepat. Jika hal itu bisa dilakukan, maka kami bisa menguasai pertandingan," ujarnya.

Manajemen SFC Amankan 24 Pemain


Direktur Teknik dan SDM PT SOM, Hendri Zainudin, mengklaim sudah mengamankan 24 pemain dalam proses negosiasi yang berlangsung di Jakarta, Rabu (27/7) pagi.
FC Sriwijaya


Ia menyatakan para pemain lama berjumlah 18 orang dan pemain incaran baru sudah resmi bergabung dan diberikan tanda jadi.

"Alhamdulillah, hari ini kami sudah bisa merampungkan proses negosiasi. Ada 24 pemain yang insyaallah akan bergabung bersama SFC musim depan," jelas Hendri.

Namun Hendri belum mau menyabutkan nama-nama pemain yang sudah pasti bergabung itu.

Ia hanya menyebutkan ada pemain lama dan pemain rekrutan baru yang membuat Laskar Wong Kito makin solid.

"Publik pasti tahu siapa saja pemain yang dipertahankan dan pemain rekrutan baru, tetapi kami belum bisa menyebutkannya satu persatu," jelas Hendri.

Sementara itu Direktur Keuangan, Augie Bunyamin menyatakan, para pemain ini memang sudah dinegosiasi termasuk 6 pemain Timnas. Mereka sudah diberikan tanda jadi.

"Tanda jadinya paling tingi Rp 24 juta dan Hendri yang melakukan negosiasi di Jakarta," jelasnya.

Kuat dugaan 24 pemain merupakan 18 pemain laga yang sejak awal dipertahankan dan 4 pemain baru tambahan di antaranya Beto Goncalves, Rizky Novriyansyah, dan Kiper Kadek, satu lagi stoper masih dirahasiakan.


Direktur Teknik dan SDM PT SOM, Hendri Zainudin, mengklaim sudah mengamankan 24 pemain dalam proses negosiasi yang berlangsung di Jakarta, Rabu (27/7) pagi.
FC Sriwijaya


Ia menyatakan para pemain lama berjumlah 18 orang dan pemain incaran baru sudah resmi bergabung dan diberikan tanda jadi.

"Alhamdulillah, hari ini kami sudah bisa merampungkan proses negosiasi. Ada 24 pemain yang insyaallah akan bergabung bersama SFC musim depan," jelas Hendri.

Namun Hendri belum mau menyabutkan nama-nama pemain yang sudah pasti bergabung itu.

Ia hanya menyebutkan ada pemain lama dan pemain rekrutan baru yang membuat Laskar Wong Kito makin solid.

"Publik pasti tahu siapa saja pemain yang dipertahankan dan pemain rekrutan baru, tetapi kami belum bisa menyebutkannya satu persatu," jelas Hendri.

Sementara itu Direktur Keuangan, Augie Bunyamin menyatakan, para pemain ini memang sudah dinegosiasi termasuk 6 pemain Timnas. Mereka sudah diberikan tanda jadi.

"Tanda jadinya paling tingi Rp 24 juta dan Hendri yang melakukan negosiasi di Jakarta," jelasnya.

Kuat dugaan 24 pemain merupakan 18 pemain laga yang sejak awal dipertahankan dan 4 pemain baru tambahan di antaranya Beto Goncalves, Rizky Novriyansyah, dan Kiper Kadek, satu lagi stoper masih dirahasiakan.

Leo-Wahyu Batal Gabung Sriwijaya FC


Isyarat dari Leonard Tumpamahu yang tidak mau menerima uang tanda jadi menjadi tanda bahwa sang pemain memang tidak mau bergabung bersama Sriwijaya FC.
FC Sriwijaya


Leo yang dincar Persija dan Persib ini mengaku betah bertahan bersama Arema Indonesia.

"Leo tidak jadi gabung, dia memilih bertahan bersama Arema," ujar Kashartadi, pelatih SFC, Rabu (27/7).

Menurut Kas, selain Leo, bek tangguh lainnya yaitu Wahyu Wijiastanto pasti lepas setelah bek terbaik Divisi Utama ini dipertahankan klub lamanya Persiba Bantul.

Lepasnya dua pemain bidikan ini membuat SFC mengarahkan bidikannya kepada bek Maman Abdurahman.

"Tetapi masih dalam batas negosiasi dan kita belum tahu perkembangannya karena itu porsinya manajemen," jelas Kas.

FR12 Tetap Bertahan di SFC


Manajemen Sriwijaya FC menyatakan kiper andalan Sriwijaya FC, Ferry Rotinsulu, dipastikan bertahan untuk musim kompetisi 2011/2012.
FC Sriwijaya


Manajemen memagari kiper yang enam musim terakhir menjadi ikon Laskar Wong Kito.

"Para pemain lama termasuk Ferry, Ridwan, Supardi, dan Firman tidak ada masalah, mereka ingin bertahan," jelas Direktur Teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainudin, Rabu (27/7).

Wajar jika manajemen ingin mempertahankan pria asal Palu ini.

Kemampuan dan performanya tetap stabil sepanjang kompetisi 2010/2011 lalu.

Bahkan kini FR12, julukan Ferry, menjadi kiper nomor satu di Timnas.

Supardi Tetap Bertahan Di Sriwijaya FC


Misi Sriwijaya untuk tetap pertahankan Supardi mendapat lampu hijau. Pasalnya, pemain kelahiran Bangka, 3 April 1983 itu tetap ingin bertahan bersama Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC).
FC Sriwijaya


”Kalau Sriwijaya masih butuhkan saya inginnya tetap bertahan. Dari pribadi sih masih kerasan di Palembang dan bermain bersama Sriwijaya,” kata Supardi saat dihubungi, kemarin (26/7).

Praktis, kondisi itu memuluskan keinginan Sriwijaya untuk tetap memakai tenaga mantan pemain Pelita Jaya. Supardi sendiri dipartahankan Sriwijaya lantaran konsistensinya selama ini. Ya, pemain Timnas Indonesia itu merupakan pemain yang paling banyak diturunkan. Praktis, selama pertandingan, Supardi selalu masuk starting eleven yang disiapkan coach Ivan Kolev.

Selama satu musim, pemain berjersey nomor 28 itu menjalani 27 caps dengan surasi 2185 menit. Unggul dari kapten tim, Keith Kayamba Gumbs yang hanya turun 25 laga dengan surasi 2023.

Dipertahankannya Supardi juga lantaran mempunyai skill individu diatas rata-rata. Meski berstatus sebagai pemain bertahan, mantan pemain PSPS Pekan Baru itu mempunyai sprit yang cepat. Tak hanya itu, bapak dari Al Kazora Quennsa Ardika juga termasuk pemain bertahan yang subur ciptakan gol. Bersama Laskar Sriwijaya, Supardi telah sumbangkan tiga gol. Baik di laga AFC Cup, maupun Indonesia Super League (ISL).

Tapi, meski ingi tetap bertahan bersama Sriwijaya, Supardi belum berpikir bagaimana nasibnya kedepan. Pasalnya, mantan pemain PS Palembang itu masih fokus di Timnas untuk persiapan hadapi Turkmenistan, 28 Juli nanti.

”Nantilah berpikir soal kontrak. Sampai saat ini juga belum ada tim yang menghubungi saya. Baik Sriwijaya maupun klub lain. Saya juga masih ingin fokus di Timnas dulu,” lanjut suami Ika Safitri. Keinginan Supardi fokus di Timnas guna memenuhi ambisinya bisa diturunkan hadapi Turkmenistan nanti. ”Laga perdana saya bersyukur bisa diberi kepercayaan untuk main. Mudah-mudahan dipertandingan selanjutnya ingin kembali dimainkan,” pungkasnya.

Senin, 25 Juli 2011

Laskar Wong Kito Gelar Diskusi Sepak Bola tanpa APBD


Menyikapi larangan pemerintah pusat terkait penggunaan dana APBD musim depan untuk klub sepakbola profesional,PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) selaku pengelola klub peserta Liga Super Indonesia (LSI) rencananya hari ini sekitar pukul 09.00 WIB akan menggelar diskusi dengan tema “Membumikan SFC Tanpa ABPD Musim 2011/2012”di Ball Room Hotel Swarna Dwipa.

FC Sriwijaya

Direktur Teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainudin mengatakan,target SFC ke depan memang tidak lagi menggunakan APBD seiring keluarnya aturan dari Mendagri.Diharapkan diskusi ini akan muncul ide-ide segar untuk pengembangan bagaimana cara SFC mencari dana di musim mendatang. Ditambahkannya,format acara ini nantinya dalam bentuk diskusi dengan mengundang para peserta yang berasal dari stakeholder SFC,relasi dan sponsorship, kemudian para perwakilan suporter dan pemain SFC.Sekitar 150 peserta diskusi akan diundang dan duduk di meja bundar.

Masing-masing meja akan hadir satu pemain SFC,sehingga diharapkan para peserta lebih kenal dekat dengan para pemain Sriwijaya FC. Adapun pembicara adalah Gubernur Sumsel Alex Noerdin sebagai (keynote speaker) sekaligus membuka acara, Presiden Klub Sriwijaya FC Dodi Reza Alex, praktisi bidang marketing PSSI,wartawan Bola,perwakilan suporter,serta pimpinan KONI dan BUMN yang beroperasi di Sumsel. “Nantinya akan ada beberapa permainan seperti kuis dan doorprize dalam acara diskusi ini,”jelasnya.

Menurut Hendri,para peserta yang bisa menyampaikan ide terbaiknya bagi SFC ke depan tanpa APBD akan mendapatkan hadiah berupa jersey SFC,handpone,dvd, serta hadiah menarik lainnya.Dengan cara ini diharapkan para peserta diskusi akan terpacu untuk mengeluarkan sarannya demi kemajuan Laskar Wong Kito. Terpisah,Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengaku optimis Sriwijaya FC bisa mandiri meski tanpa kucuran dana dari APBD Sumsel.

Dia yakin,dengan kesolidan jajaran manajemen yang sekarang ini meski akan berat tetapi masih di atasi,meskipun kebutuhan dana untuk musim depan minimal Rp28 miliar.

TUNGGU KEPASTIAN


Manajemen Sriwijaya FC hingga saat ini masih menunggu kepastian kapan jadwal kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) musim 2011/2012 mendatang akan dirilis oleh PT Liga Indonesia.
FC Sriwijaya


Sriwijaya perlu tahu kapan jadwal segera dirilis karena itu berkaitan dengan persiapan tim menghadapi kompetisi lanjutan.Menurut manajemen Laskar Wong Kito belum pastinya jadwal kompetisi membuat tim dalam keadaan menunggu. Rencananya,kepastian kompetisi baru akan ditentukan usai rapat dengan seluruh tim baik itu yang berlaga di LSI,Divisi Utama serta Liga Primer Indonesia (LPI) yang akan dilangsungkan 25 Juli mendatang.

“Hingga belum adanya kepastian mengenai format dan regulasi seperti apa yang akan di gunakan nanti,maka otomatis kita belum bisa benar-benar terbuka dalam melakukan persiapan tim,termasuk juga mengenai berapa kuota pemain asing dan besaran tertinggi dan terandah nilai kontrak pemain ,”kata Direktur Teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainuddin. Dilanjutkannya,setelah pertemuan tersebut dilaksanakan dan semua jelas barulah pihaknya dapat membentuk tim secara utuh beserta persiapannya.Tetapi dia yakin bakal ada perdebatan serius mengenai hal ini.

Untuk itulah dirinya berharap agar PSSI sebagai organisasi tertinggi sepakbola di tanah air itu bisa bersikap bijak. Apalagi dari wacana yang berkembang, pengurus PSSI yang baru berencana untuk melebur tim yang berlaga di LSI dengan LPI. Kondisi ini pasti akan mendapatkan perhatian serius dari klub-klub dari divisi utama dan dibawahnya lagi yang telah bersusah payah berjuang untuk masuk ke tingkatan yang lebih tinggi sesuai dengan regulasi yang selama ini telah berjalan di PSSI. Sehingga,bagi klub LPI yang ingin bergabung tentunya tidak mungkin langsung bergabung di kasta tertinggi dalam sepakbola Indonesia yakni LSI.

Karena seharusnya klub-klub LPI tersebut harus memulai karier dari bawah seperti divisi tiga seperti yang lazim dilakukan klubklub lainnya. Sementara itu Direktur Keuangan PT SOM,Augie Bunyamin meyakini kompetisi akan kembali digelar pada akhir September atau Oktober.Menurutnya tidak mungkin kompetisi lokal terlambat dimulai terlalu jauh dari kompetisi-kompetisi lainnya di Asia. “Kalau berbeda,maka pastinya akan turut berpengaruh pada kompetisi yang ada di atasnya seperti Liga Champion Asia (LCA) dan Piala AFC.

Tetapi kita tetap yakin kapanpun kompetisi di mulai SFC akan siap, apalagi perombakan di tubuh tim hanya sekitar 60% sehingga kita masih memiliki sebuah tim yang tangguh,”urainya. Terpisah,Pelatih SFC Kas Hartadi juga menyatakan jika dirinya masih menunggu konfirmasi soal jadwal kompetisi.

Minggu, 24 Juli 2011

Sriwijaya FC Berharap Ferry Rotunsulu Cs Bawa Tren Fositif


Direktur Teknik Sriwijaya FC, Hendri Zainudin, mengaku bangga atas keberhasilan tim nasional Indonesia yang berhasil menahan imbang tuan rumah Turkmenistan 1-1 dalam laga Pra Piala Dunia di Stadion Olimpiya Askhabad, Sabtu malam.
FC Sriwijaya


Menurut Hendri, hasil positif ini wajib diteruskan pada laga selanjutnya yang akan berlangsung di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada 28 Juli mendatang. Kebanggan Sriwijaya itu cukup beralasan, lantaran terdapat sejumlah pemain Sriwijaya FC yang didaulat memperkuat skuad Merah Putih. Paling tidak ada lima pemain Sriwijaya FC yang hingga kini masih memperkuat tim nasional, yakni Ferry Rotunsulu (kiper), Okto Maniani, Firman Utina, dan Supardi.

“Keberhasilan menahan imbang tuan rumah Turkmenistan merupakan salah satu bukti sumbangsih Sriwijaya FC untuk bangsa.” kata Hendri, Minggu, 24 Juli 2011.

Peluang untuk menang penuh pada laga selanjutnya, kata dia, sangat terbuka lebar bagi tim nasional karena akan mendapat dukungan penuh dari penonton tuan rumah. Masa untuk recovery juga cukup panjang. Namun, Hendri mengingatkan agar timnas tidak terlalu cepat berpuas diri dengan raihan yang baru saja didapat. Sebab, dipastikan lawan akan all out meraih kemenangan.

Ketua supporter Sriwijaya FC Bladas Simanis, Qusoy, meminta agar negara dapat memberikan apresiasi kepada para pemain, terutama pemain asal Sriwijaya FC. Menurut Qusoy, selama ini tim Turkmenistan terbilang tim yang cukup solid sehingga menjadi kebanggaan ketika timnas berhasil menahan imbang permainan Krendelev dan kawan-kawan. “Walau sempat kebobolan, Ferry bermain cukup baik, demikian juga dengan yang lainnya,” kata Qusoy.

Turkmenistan dan Indonesia berbagi angka 1-1 dalam laga Pra Piala Dunia di Stadion Olimpiya Askhabad, Sabtu malam. Hingga peluit panjang ditiup, tidak ada gol lagi yang tercipta di babak kedua.

Kedua kubu sama-sama bermain keras di babak kedua. Hanya beberapa peluang saja yang sempat tercipta, tapi tak membuahkan hasil. Hasil imbang ini cukup membuat Indonesia dapat terus melaju ke pertandingan berikutnya.

Sobran Sambut Baik Kebijakan Manajemen


Kebijakan manajemen memanggil putra asli daerah yang bermain diperantauan disambut baik M Sobran, pemain kelahiran Palembang yang sudah kenyang makan asam garam di negeri orang.



"Langkah itu sangat baik, karena sudah saatnya pemain asli Sumsel bersaing di tim Sriwijaya FC," kata M Sobran, Minggu (24/7/2011).

Menurut pria yang kerap disapa Obong ini, pemain asli Palembang memang banyak bermain diperantauan sebut saja Jarot yang bermain bersama Persikabo, kemudian Feriasnyah Mas'ud yang bermain di Pelita Jaya, kemudian ada Amirul Mukminin yang bermain Barito Putra.

Makanya ketika ada kebijakan manajemen memanggil putra daerah bermain bersama SFC musim depan dia sangat sepakat. Dia pun secara pribadi sangat ingin membela Laskar wong Kito di musim depan.

"Mungkin dari banyak pemain asli Palembang hanya aku yang belum bermain untuk SFC, jika memang ada kebijakan itu sangat bagus dan jika ada rezeki bersama SFC tentu aku siap pulang kampung," jelasnya.

Sabtu, 23 Juli 2011

Indonesia Ditahan 10 Pemain Turkmenistan


Timnas Indonesia harus puas bermain imbang 1-1 melawan 10 pemain tuan rumah Turkmenistan di leg 1 babak kedua Pra-Piala Dunia 2014. Indonesia lebih dulu tertinggal sebelum Muhammad Ilham menjadi penyelamat.
FC Sriwijaya


Bertanding di Stadion Olympya, Ashgabat, Turkmenistan, Sabtu 23 Juli 2011, timnas Indonesia langsung ditekan tim tuan rumah sejak menit-menit awal. Hal itu diperparah dengan kondisi buruknya lapangan.

Hasilnya, pertandingan baru berjalan dua menit, Turkmenistan langsung membuka peluang lewat sebuah tendangan bebas. Beruntung kiper Ferry Rotinsulu masih sigap menghalau bola.

Namun di menit 10, Turkmenistan akhirnya sukses menjebol gawang Indonesia. Berawal dari sebuah tendangan bebas menyusur tanah yang dilakukan Vyacheslav Krendelev, kiper Ferry salah gerak mengantisipasi datangnya bola karena terhalang kerumunan pemain di kotak penalti. Indonesia sementara tertinggal 1-0 dari Turkmenistan.

Tertinggal 1-0, pasukan Merah Putih terlecut untuk mengejar ketertinggalan. Kerja keras tim besutan Wim Rijsbergen akhirnya membuahkan hasil di menit 29 lewat gol balasan M Ilham.

Gelandang serang Persija Jakarta itu berhasil menjebol gawang Turkmenistan yang dikawal kiper Maksatmyrat Samyradow. Ilham berhasil menyambar bola hasil sepakan Muhammad Ridwan. Kedudukan sama kuat 1-1 ini bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Indonesia membuka peluang di menit 56 lewat kerjasama Christian Gonzales, M Ridwan dan Boaz. Namun sayang tendangan keras Boaz masih bisa ditepis kiper Turkmenistan, Samyradow.

Menit 59, Merah Putih kembali mendapat peluang emas lewat umpan silang M Nasuha. Sayangnya, bola lebih dulu berhasil diamankan kiper Turkmenistan sebelum disambar Gonzales yang sudah bersiap menyongsong bola di mulut gawang.

Turkmenistan sempat menjebol gawang Indonesia pada menit 67. Namun gol itu dianulir karena wasit menganggap telah terjadi pelanggaran lebih dahulu.

Indonesia sebenarnya mendapat keuntungan setelah Artur Gework├Żan diganjar kartu merah di menit 75. Sayang keunggulan jumlah pemain itu tak mampu dimaksimalkan Merah Putih. Justru Indonesia yang beberapa kali dikejutkan dengan serangan Turkmenistan. Namun hingga pertandingan usai, skor 1-1 tak berubah.

Namun hasil ini tetap menjadi keuntungan bagi timnas Indonesia mengingat di leg 2 pada 28 Juli mendatang, Firman Utina dan kawan-kawan akan giliran menjamu Turkmenistan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Starter Indonesia: Ferry Rotinsulu, Mohammad Nasuha (Supardi, 85'), Muhammad Roby, Ricardo Salampessy, Zulkifli Syukur (Oktovianus Maniani, 92), Muhammad Ilham, Ahmad Bustomi, Firman Utina (Eka Ramdani, 90'), Muhammad Ridwan, Boaz Solossa, Christian Gonzales.

Ingin Segera Tampil Bersama Sriwijaya FC


Setelah dipastikan tetap dipertahankan Sriwijaya FC (SFC), defender Bobby Satria mengaku sudah tidak sabar menghadapi Liga Super Indonesia 2011/2012 mendatang.
FC Sriwijaya


Pria kelahiran Padang,Sumatera Barat,ini mengatakan bahwa selama bermain sepak bola,dia belum pernah merasakan bagaimana sensasi bermain bersama dengan pelatih di sebuah pertandingan. Dengan terpilihnya duet Pelatih Kas Hartadi dan Keith Jerome ’Kayamba ‘ Gumbs,membuatnya sebentar lagi bakal mendapatkan kesempatan dan pelajaran berharga dari sang mentor yang juga akan bertindak sebagai kapten tim.

Bagi Bobby, kesempatan itu merupakan suatu kehormatan baginya.’’Saya tidak sabar untuk latihan dan kembali bertanding pada musim depan bersama-sama Kayamba,’’ ujar Bobby. Kolaborasi antara dua pelatih yang berbeda bangsa dan sama-sama untuk pertama kali dipercaya menangani sebuah klub yang bermain di kasta tertinggi sepak bola Indonesia ini,diharapkan dapat memberikan sebuah perubahan positif dan dapat meraih hasil maksimal dengan menjadi yang terbaik.

Memang,baik Kas maupun Kayamba belum bisa disejajarkan dengan mantan pelatih lama SFC Ivan Kolev yang memiliki banyak pengalaman melatih klub besar maupun sebuah timnas.Namun,kedua pelatih baru ini setidaknya memiliki banyak pengalaman bertanding sebagai pemain. Apalagi khusus untuk Kas,dia sebelumnya pernah memegang jabatan sebagai pelatih di SFC-U 21 dan Sekayu Youth Soccer Academy (SYSA).

Sementara Kayamba telah mengantongi lisensi pelatih fisik. ’’Kayamba tentunya memberikan sentuhan baru.Apalagi,saya tidak sabar seperti apa Kayamba memberikan kami latihan dan juga Mas Kas.Saya yakin mereka bisa memberikan warna baru yang lebih segar di SFC.Kita lihat saja musim depan bagaimana format baru racikan mereka,’’ tutur Bobby.

Bobby merupakan salah satu pemain yang cukup lama berkostum SFC.Musim depan merupakan tahun ketiganya bersama Kayamba yang telah setia empat musim membela Laskar Wong Kito.Dengan kondisi ini,dia pastinya sangat paham bagaimana karakter pemain asal St Kitt-Nevis yang telah bermain di hampir seluruh benua di dunia kecuali Afrika ini.

’’Dia (Kayamba) seorang pemain cerdas, tetapi untuk pelatih,saya belum bisa bicara banyak.Yang jelas,saya tidak sabar untuk bermain dengan dia di lapangan hijau. Pastinya komunikasi kami lebih lancar di lapangan jika langsung dipimpin seorang pelatih,pemain,sekaligus kapten tim,” paparnya.

Seusai didepaknya bek asal Brasil Claudiano Alves dos Santos,mantan pemain Persebaya ini disebut-sebut sebagai calon kuat penggantinya sebagai palang pintu yang kukuh untuk menghalau setiap serangan lawan.Namun,tidak dapat dimungkiri jika SFC juga sangat bernafsu mendatangkan bek Arema Indonesia Leonard Tupamahu untuk berduet dengan Thierry Gathuessi.

Terpisah,Pelatih Kas Hartadi pun mengatakan tidak pernah meragukan kualitas dan totalitas Bobby di lapangan.Hal itu dilihatnya secara langsung saat dirinya masih menjabat sebagai asisten pelatih SFC musim lalu. ’’Bobby pemain yang bagus dan disiplin. Jika dia mendapatkan banyak kesempatan, saya yakin kemampuannya akan semakin baik,’’ pungkasnya.

Malam Ini Ujian Pertama Timnas di PPD 2014


Malam ini, Sabtu 23 Juli 2011, tim nasional Indonesia akan merajut asa untuk memetik kemenangan di kandang lawan dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2014. Lawan kali ini adalah tuan rumah Turkmenistan.
FC Sriwijaya


Bermodalkan latihan lima hari di bawah arsitek baru, Wim Rijsbergen, persiapan tim Merah Putih terbilang mepet. Di tambah, sejumlah persoalan membelit persiapan timnas sebelumnya.

Dari 26 pemain yang disiapkan, hanya 18 pemain yang akhirnya bisa terbang ke Turkmenistan. Beberapa pilar timnas justru mengalami cedera seperti Irfan Bachdim, Hamka Hamzah, Kurnia Meiga. Sedangkan dua pemain yang siap tempur, Toni Sucipto dan Wahyu Wijiastanto justru tak bisa ikut bergabung karena masalah visa.

Tapi, Wim jauh-jauh hari sudah mengingatkan anak asuhnya. Pelatih asal Belanda ini menegaskan, pemainnya tidak boleh tertekan dengan situasi seperti ini.

"Perkembangan tim saat ini, para pemain semakin percaya diri," ujar Wim awal pekan lalu.

Wim pun berharap saat menjalani laga tandang berat nanti, anak-anak asuhnya dapat bermain lepas dan tidak merasa tertekan. "Saya berharap pemain tanpa tekanan. Para pemain harus siap bermain di bawah tekanan," kata Wim.

Fisik membaik

Meski dengan latihan dan persiapan yang mepet, namun dalam latihan terakhir timnas menunjukkan kabar yang menggembirakan. Fisioterapi Timnas, Mathias Ibo mengungkapkan dalam latihan terakhir ini, stamina para pemain mulai meningkat. "Saat ini, kondisi fisik pemain sudah 80 persen. Stamina meningkat dibanding sebelumnya," ujar Ibo.

Untuk terus meningkatkan stamina pemain, Ibo mengungkapkan pihaknya akan mengatur pola makan dan asupan gizi di waktu tersisa ini. "Pemain harus perbanyak vitamin dan istirahat," ujar Ibo.

Wim menganggap, dengan waktu persiapan yang minim, stamina pemain tidak bisa diharapkan dapat berada di level terbaik saat laga digelar. Namun, ia optimis para pemain dapat menampilkan laga terbaik.

Sebenarnya ini bukan kali pertama Timnas jumpa Turkmenistan. Dalam ajang Pra Piala Dunia 2006, Tim Garuda juga berada di Grup 8 bersama Turkmenistan.

Hasilnya, kedua tim saling menuai kemenangan di kandang sendiri. Bahkan, baik Turkmenistan dan Indonesia meraih kemenangan dengan skor yang identik.

Sama seperti sekarang, saat itu Indonesia harus tandang terlebih dahulu ke Turkmenistan. Pada laga 31 Maret 2004 itu, Timnas yang dilatih Ivan Kolev takluk 1-3. Dua gol Vladimir Bayramov dan Begench Kuliev hanya bisa dibalas oleh Budi Sudarsono pada menit 30.

Indonesia ganti menjadi tuan rumah pada 17 November 2004. Kali ini, Timnas yang dilatih Peter Withe sanggup mengandaskan Turkmenistan 3-1.

Ilham Jaya Kesuma menjadi bintang dalam pertandingan ini. Ilham yang kini memperkuat Mitra Kukar mencetak hat-trick pada menit 20, 47 dan 59. Tim tamu hanya bisa membalas satu gol lewat aksi Gurbangeldi Durdiyev.

Bukan hanya seimbang dalam skor pertandingan, dalam klasemen akhir Grup 8, baik Indonesia dan Turkmenistan sama-sama meraih 7 poin hasil 2 kemenangan, 1 imbang dan 3 kalah. Hanya saja, selisih gol Turkmenistan lebih baik.

Kini, tujuh tahun berselang, Indonesia dan Turkmenistan kembali bertemu, juga dalam ajang Pra Piala Dunia. Indonesia akan tandang terlebih dahulu ke Ashgabat pada 23 Juli 2011. Selanjutnya Tim Merah Putih ganti menjadi tuan rumah pada 28 Juli 2011. (ren)

Rekor pertemuan

09/03/2011
Pra-Olimpiade: Turkmenistan vs Indonesia 1-0

24/02/2011
Pra-Olimpiade: Indonesia vs Turkmenistan 1-3

31/03/2004
Kualifikasi Piala Dunia: Turkmenistan vs Indonesia 3-1

17/11/2004
Kualifikasi Piala Dunia: Indonesia vs Turkmenistan 3-1

Alberto Goncalves Merapat Ke Sriwijaya FC


Striker Persijap Alberto "Beto" Goncalves dipastikan merapat ke Sriwijaya FC setelah menerima uang muka dari manajemen klub sebagai tanda jadi.
FC Sriwijaya


Direktur Teknik PT Sriwijaya Optimis Mandiri Hendri Zainuddin di Palembang, Jumat, mengatakan negosiasi dengan Beto berjalan sukses dan tinggal tahapan finishing yakni penandatanganan kontrak kerja.

"Beto sudah menjadi milik SFC musim depan. Dia sudah terima uang dari manajemen yang bisa dikatakan uang muka," ujar Hendri dia.

Menurut dia, dengan begitu Beto tidak diperkenankan lagi mencari klub lain karena telah diikat oleh SFC.

"Memang Beto belum tanda tangan kotrak, tapi sudah tidak etis lagi untuk mencari klub lain. Beto pun telah menyataan akan kembali ke Indonesia pada tanggal 19 Agustus nanti. Sementara, SFC sendiri telah melakukan latihan sejak 4 Agustus," ungkap dia.

SFC tertarik merekrut Beto karena memiliki ketajaman sebagai seorang penyerang. Beto diharapkan menjadi lumbung gol Laskar Wong Kito musim depan.

Mantan pemain Persipura Jayapura ini diharapkan sukses menjadi tandem Kayamba di lini depan.

"Hasil evaluasi musim lalu adalah merekrut satu pemain asing untuk memperbaiki lini depan. Sementara ini SFC telah memiliki Kayamba dan Thierry Gathuessy," ujar dia.

Terkait dengan harga kontrak kerja yang disepakati, Hendri memilih merahasiakannya.

"Intinya kami telah deal dengan Beto, yang jelas banderol pemain asing kami patok tidak boleh lebih dari Rp1 miliar," terang dia.

Selain Beto, SFC juga telah mengikat penyerang Persijap Jepara Rizky Novriansyah.

Jumat, 22 Juli 2011

Kas Hartadi Siapkan Tempat untuk Tiga Lokal Sumsel


Pelatih Sriwijaya FC (SFC) Kas Hartadi sangat mendukung rencana pihak manajemen yang akan menambah kuota para pemain lokal asli Sumatera Selatan (Sumsel) untuk bergabung bersama skuad Laskar Wong Kitomusim depan.

FC Sriwijaya


Namun,Kas memilih realistis dan tidak akan memberikan janji yang muluk-muluk kepada para pemain muda tersebut.Untuk itulah,dari tujuh pemain yang direkomendasi kan oleh pihak manajemen SFC,dia hanya akan mengutamakan pemain yang benar-benar memiliki kualitas tidak jauh berbeda dari para pemain inti. ’’Memang sesuai kesepakatan dengan pihak manajemen,kami akan memberikan peluang kepada talenta lokal Sumsel untuk bergabung bersama tim senior.

Tapi,tidak mungkin saya akan memasukan tujuh pemain itu semuanya.Apalagi,saat ini kami sudah punya dua pemain lokal,seperti Andi Irawan dan Jeky Arisandi,’’ ungkap Kas. Meski begitu,bukan berarti Kas tidak mendukung upaya manajemen untuk melakukan peremajaan di tubuh SFC. Hanya,dia tidak mau membuat para pemain tersebut kecewa jika ternyata ada di antara mereka yang nantinya gagal lolos ke tim inti. Apalagi,Kas tidak akan menggelar seleksi tambahan karena posisi para pemain muda tersebut hanya sebagai pelengkap dan pelapis bagi pemain inti.

Kami memang sudah banyak membidik pemain-pemain baru,termasuk juga di antaranya para pemain lokal untuk musim depan.Tapi,mungkin saya hanya butuh tiga pemain,salah satunya yakni Ferryansyah Mas’ud,pemain Pelita Jaya asal Sumsel. Namun,hingga saat ini prosesnya masih dalam tahap penjajakan,”ujarnya.

Sebelumnya beredar kabar yang menyatakan bahwa SFC akan merekrut lima pemain lokal asal Sumsel,seperti Tinton Suharto, Muhammad Rizky,Muhammad Sobran, Feriansyah Mas’ud,Supradi.SFC juga telah mengontrak dua pemain lokal,yakni Andi Irawan dan Jeki Arisandi.Kabar itu dibenarkan oleh Presiden SFC Dodi Reza Alex. ’’Musim ini kami sengaja menambah kuota pemain lokal Sumsel.Itu sesuai target kami untuk memaksimalkan pemainpemain lokal yang berkualitas,’’ kata Dodi.

Kamis, 21 Juli 2011

SCTV Ambil Alih Hak Siar Timnas dari RCTI


Surya Citra Televisi (SCTV) dipastikan menjadi pemegang hak siar pertandingan tim nasional Indonesia mulai 28 Juli hingga akhir 2011. Kepastian ini diumumkan Direktur Utama SCTV, Fofo Suriaatmadja bersama Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, Kamis 21 Juli 2011.

FC Sriwijaya


"Kami akan mulai menyiarkan petandingan Timnas pada 28 Juli saat Indonesia menjamu Turkmenistan. Mengenai jadwal, kami akan mengikuti PSSI," ujar Fofo di Hotel Sultan, Jakarta.

Menurut Ketum PSSI, Djohar Arifin, SCTV mengeluarkan dana Rp10 miliar untuk meraih hak siar ini. Proses pemilihan SCTV pun melalui bidding yang sayangnya tidak dijelaskan sejak kapan.

"Kontraknya Rp10 miliar sampai akhir 2011 dan ada 13 pertandingan. Kami mencari bidding termahal dan SCTV yang memberikan penawaran termahal," ujar Ketum baru PSSI itu.

Namun, proses bidding ini dipertanyakan oleh Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) sebagai pemegang hak siar timnas sebelumnya. Menurut Produser RCTI Sport, Hadi Gunawan, tidak ada pengumuman soal bidding tersebut. Tapi, tiba-tiba diumumkan SCTV yang menang dalam penawaran harga.

"Kita tidak masalah soal ini (SCTV tayangkan timnas). Hanya saja nantinya mereka (PSSI) akan disebut tidak profesional," ujar Hadi pada VIVAnews.

"Kita memang sempat menjalin kontak dengan pengurus PSSI yang baru, tapi proses bidding ini tidak pernah ada pemberitahuan sebelumnya," tambahnya.

RCTI masih diberi kesempatan menyiarkan satu pertandingan yakni saat Turkmenistan menjamu Indonesia di leg 1 Pra Kualifikasi Piala Dunia 2014, Sabtu 23 Juli 2011. Namun, leg 2 yang digelar di Jakarta sudah menjadi hak SCTV.

Putra Daerah Diminta Perkuat Sriwijaya FC


Sebanyak tujuh pesepakbola putra daerah Sumatera Selatan diberikan kesempatan memperkuat Sriwijaya Football Club musim depan (2011-2012). Demikian kata Direktur Teknik PT Sriwijaya Optimis Mandiri, Hendri Zainuddin.
FC Sriwijaya


"Berdasarkan catatan kami, ada tujuh pemain asli Sumsel yang akan dipanggil memperkuat SFC musim depan, antara lain Tinton Suharto, Jeki Arisandi, Sobran, Ferry Mashud, dan Zainal Abidin," kata Hendri di Palembang, Kamis (21/7).

Menurut dia, tujuh putra daerah Sumsel itu layak menjadi pemain SFC musim depan. Mereka dinilai telah cukup berpengalaman memperkuat klub-klub divisi utama dan divisi I serta klub Liga Super Indonesia.

Jeki dan Risky musim lalu telah memperkuat SFC meskipun hanya sebagai pemain pelapis. Tinton sempat memperkuat PS Bank SumselBabel. Begitu pula dengan Ferry Mashud dan Zainal Abidin yang memperkuat Pelita Jaya.

Tujuh pemain itu akan dinegosiasi oleh manajemen SFC agar mau memperkuat klub daerah sendiri. "Kami yang akan mendatangi mereka menawarkan untuk bergabung. Namun, selebihnya kami serahkan kepada mereka mau atau tidak. Karena, ini adalah liga profesional," kata dia lagi.

Langkah manajemen SFC merekrut pemain asli Sumsel itu bertujuan untuk mengakomodasi harapan masyarakat yang ingin klub berjuluk 'Laskar Wong Kito' itu memberdayakan putra daerah. Dalam beberapa tahun lalu, masyarakat selalu mempertanyakan mengenai kuota pemain lokal. Tapi, selalu saja belum terpenuhi karena minimnya talenta berbakat yang ada.


Rabu, 20 Juli 2011

Ferdinand Pilih Semen Padang


Upaya Sriwijaya FC untuk mendatangkan Ferdinand Sinaga ke Palembang gagal setelah pemain Timnas itu, lebih memilih Semen Padang.

FC Sriwijaya


"Ferdinand tidak bisa ke SFC karena dia sudah pilih Semen Padang," kata Pelatih SFC Kas Hartadi, Rabu (20/7/2011).

Menurut Kas, sosok Ferdinand sebenarnya cocok dengan skema permainan SFC. Namun sejak awal mantan pemain Persiwa sudah mendua dan lebih condong ke Semen Padang.

"Sehingga ketika dihubungi untuk kepastian, dua mengaku sudah deal dengan Semen Padang," jelasnya.

Menurut dia, SFC tidak terlalu pusing soal Ferdinand sebab mereka sudah memiliki alternatif-alternatif pengganti Ferdinand.

"Kita sudah siapkan alternatif seperti Rizky dan Beto," jelasnya.

Alberto "Beto" Goncalves Tinggal Finishing


Alberto Goncalves dan Rizky Novriansyah dinyatakan pelatih Kas Hartadi siap bergabung bersama Sriwijaya FC. Namun tahap akhirnya adalah proses negosiasi dengan manajemen. Kas sapaannya pun kini hanya menunggu proses negosiasi.
FC Sriwijaya


"Proses pertemuan sudah dilakukan di Jakarta dan keduanya sepakat bekerja bareng SFC. Tetapi kami menunggu proses negosiasi akhir dari manajemen," kata Pelatih Kas Hartadi, Rabu (20/7).

Menurut Kas, proses Beto dan Rizky hanya soal harga saja. Pasalnya, dalam prosedur rekrutmen pemain, proses negosiasi masalah harga adalah bagian penentuan.

"Tinggal soal harga saja, intinya itu dan semuanya akan saya serahkan kepada pihak manajemen," jelas Kas Hartadi.

Leonard Tupamahu Tertarik Gabung SFC


Sriwijaya FC mengklaim Leonard Tupamahu bersedia bergabung untuk musim kompetisi 2011/2012 mendatang. Namun keputusannya tergantung negosiasi akhir.
FC Sriwijaya


"Leo sudah bersedia bergabung bersama kita dan itu berdasarkan hasil komunikasi terakhir, hanya saja finshingnya tergantung negosiasi manajemen," kata Pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi, Rabu (20/7/2011).

Menurut Kas, semuanya memang tergantung kepada putusan manajemen.

"Kesepakatan tinggal masalah harga saja. Jika nantinya manajemen sepakat dan Leo sepakat maka dia akan main untuk kita musim depan," ujarnya.

Risky Novriansyah Segera Merapat ke SFC


Sriwijaya FC sudah mempersiapkan kontrak untuk Risky Novriansyah yang merupakan pemian dari Persijab Jepara. Hal ini diungkapkan Pelatih SFC Kas Hartadi.
"Kita saat ini sudah deal dengan pihak Risky. Kemungkinan pada awal Agustus nanti kita sudah teken kontrak dengan pihak Risky," ujar Kas Hartadi.

Dalam upaya untuk merekrut Ferdinand Sinaga gelandang dari Persiwa Wamena pihak SFC hanya memiliki peluang tipis untuk dapat memboyong pemain timnas U23 tersebut. Namun, manajemen SFC masih terus melakukan pencarian pemain lain.

"Untuk Ferdinand Sinaga sepertinya lebih cendrung ke Seman Padang. Hal terlihat dari keinginan dari Ferdinand sendiri," jelas Kas Hartadi.

SFC Incar Siswanto Gantikan Okto


Manajemen Sriwijaya FC (SFC) mengincar winger Persib Bandung, Siswanto, untuk menggantikan posisi Oktovianus Maniani yang telah resmi dilepas.
FC Sriwijaya


Menurut Pelatih Sriwijaya FC, Kashartadi, dari penilaian pihak menajeman Siswanto dinilai memiliki kualitas yang lebih baik dari Okto karena bisa bermain di sisi kanan dan kiri. Hal ini membuat Siswanto dapat ditempatkan sesuai dengan kebutuhan tim.

"Saya berharap Siswanto bisa bergabung bersama SFC musim depan. Karena menurut penilaian saya Siswanto lebih baik dari Okto dalam hal kerjasama tim. Jika kita bisa didapatkannya, maka lini tengah Sriwijaya FC akan semakin bagus dan kreatif," ujarnya.

Untuk mewujudkan niatnya, saat ini mantan pelatih Akademi Sepakbola Sekayu (SYSA) ini telah melakukan komunikasi secara intensif dengan pihak Siswanto melalui telepon.

"Siswanto sudah menyakatakan kepada saya jika baru akan mengambil keputusan pada akhir bulan ini. Soalnya kontraknya bersama Persib baru berakhir pada Agustus mendatang," katanya.

Siswanto merupakan salah satu pemain muda yang punya potensi besar untuk berkembang dan bakal menjadi pemain andalan Indonesia. Namun karena Siswanto jarang sekali mendapatkan kesempatan bermain bersama Persib, jadi Siswanto kalah bersaing dengan pemain inti lainnya.

"Peluang Siswanto di dalam tim Persib juga belum jelas. Untuk itu kita menilai peluang untuk bisa membawa Siswanto ke SFC cukup besar," ujarnya.

Ketertarikan Kashartadi dengan Siswanto juga dibenarkan oleh Direktur Tehnik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Hendri Zainuddin.

Menurutnya saat ini SFC memang lebih mengutamakan untuk mendatangkan para pemain local yang berkualitas.

"Dengan banyaknya pemain muda di dalam tubuh tim SFC, kita berharap akan menambah semangat para pemain lokal untuk lebih meningkatkan kemampuan. Hal ini akan berdampak pada banyak pemian lokal yang akan terpacu berlatih dengan keras agar di kemudian hari bisa membela SFC," harap Hendri.

Pemain SFC Terancam Nganggur


Sriwijaya FC bergerak cepat mengamankan 18 pemain plus empat pemain buruannya sehingga persoalan pertama sudah teratasi. Namun persoalan lain muncul setelah belum ada kepastian soal jadwal kompetisi resmi Liga Super Indonesia (LSI) musim 2011/2012 mendatang.
FC Sriwijaya


"Kita was-was dan bingung, mau diapakan para pemain ini, jika kompetisi saja belum jelas. Tentunya kita berharap secepatnya ada kepastian dari PSSI," jelas Direktur Teknik dan SDM PT SOM, Hendri Zainudin, Rabu (20/7).

Menurut dia, wacana tentang format liga saja untuk saat ini masih dalam perdebatan setelah muncul keinginan pengurus PSSI terpilih untuk menggabungkan LPI dan LSI.

"Hal itu akan rentan dengan aksi protes dan dipastikan berlangsung alot. Jika musim-musim sebelumnya kita tahu kompetisi akan digelar sekitar awal September, kini semua belum jelas. Bisa saja kompetisi baru berjalan Desember atau Januari 2012," jelas Hendri.

Jika kompetisi baru berjalan dalam bulan tersebut maka dipastikan 22 pemain utama SFC plus 7 pemain lokal Sumsel akan menganggur.

"Makanya kita harapkan ada kejelasan, kepada masyarakat Sumsel kami harapkan bisa mengerti mengapa manajemen terkesan diam soal pemain. Tetapi yakinlah kita sudah memiliki tim," jelas Hendri.

Selasa, 19 Juli 2011

Sriwijaya FC Lepas Oktovianus Maniani


Keputusan mengejutkan dibuat manajemen Sriwijaya FC dengan melepas penyerang enerjik Oktovianus Maniani.
FC Sriwijaya


Pemain asal Papua itu tidak lagi berbaju Sriwijaya FC untuk musim kompetisi 2011/2012 mendatang.

"Keputusan manajemen dan pelatih. Hal ini sudah menjadi kesepakatan bersama. Tentunya kita akan mencari pemain yang sepadan sebagai pengganti Okto," jelas Pelatih SFC, Kashartadi, Selasa (19/7).

Menurut Kashartadi, sebenarnya cukup berat melepas Okto, mengingat pemain asal Papua itu memiliki kualitas mumpuni. Selain itu Okto tampil apik bersama Laskar Wong Kito.

"Tetapi ada hal yang tidak bisa kita ungkapkan mengapa dia dilepas," jelas Kas.

Ketika ditanya, tentang sikap Okto yang tidak profesional dan kerap indisipliner sehingga membuat manajemen melepasnya, Kas membenarkannya.

"Itu salah satunya. Kesepakatan ini merupakan keputusan bersama," jelasnya.

Tidak hanya masalah indisipliner, permainan Okto yang lebih mengandalkan permainan individu juga menjadi pertimbangan.

Pelatih musim 2010/2011 lalu, Ivan Kolev bahkan selalu menegur Okto atau mengganti pemain bertubuh kecil itu di tengah pertandingan hanya karena Okto lebih menonjolkan skill individu dibandingkan permainan tim.

BOAZ TETAP DIBAWA


Tim nasional (timnas) Indonesia sudah menetapkan 19 nama untuk pertandingan leg pertama Pra- Piala Dunia 2014 saat melawan Turkmenistan. Dari semua yang dibawa, Boaz Solossa salah satu pemain yang masuk daftar rombongan.

FC Sriwijaya


Setelah empat hari absen latihan,striker milik Persipura Jayapura itu bergabung dalam persiapan kemarin.Masa adaptasi Boaz pun hanya kemarin dan latihan terakhir hari ini.Tapi,kapten pasukan Mutiara Hitam,julukan Persipura,itu masuk skuad inti pada laga akhir pekan ini.

Boaz memang jadi pemain terakhir yang ditunggu Wim Rijsbergen selama pemusatan latihan.Walau hanya dua kali berlatih,top skor Djarum Indonesia Super League (ISL) 2010/2011 itu tetap jadi pilihan untuk mengisi lini depan skuad Merah Putih. Juru gedor timnas Indonesia ke markas Turkmenistan pun diisi Boaz bersama penyerang naturalisasi Cristian Gonzales dan Bambang ’Bepe’ Pamungkas.

”Kondisi Boaz stabil.Kita tahu dia tidak terlalu lama absen bertanding,”kata Asisten Pelatih Timnas Rahmad ’RD’ Darmawan,kemarin. Dijamu The Green Man,julukan timnas Turkmenistan, Indonesia tak muluk-muluk dalam mencanangkan target.

Walau tetap mengusung permainan menyerang,strategi bertahan tetap jadi prioritas skuad Merah Putih. Jika dipantau dari empat hari masa pemusatan latihan,cukup terlihat komposisi starting eleven timnas. Rencananya akan ada dua formasi andalan untuk pasukan Indonesia pada laga ini,yaitu 4-3-3 dan 4-2-3-1.

Saat menggunakan formasi 4-3-3,tiga trisula pemain tengah sepertinya akan ditempati Firman Utina,Ahmad Bustomi, dan M Ridwan.Untuk tiga juru gedor, Gonzales,Boaz,dan Oktovianus ’Okto’ Maniani sepertinya akan jadi pilihan utama. Selain formasi 4-3-3,Wim juga akan melakukan variasi strategi menjadi 4-2-3-1.

Jika memakai skema ini,Bustomi dan Toni Sucipto sepertinya yang akan diplot sebagai dua gelandang bertahan. Lalu Firman,Ridwan,dan Okto bisa diposisikan sebagai penunjang Bochi, sapaan akrab Boaz,sebagai striker tunggal. Sementara untuk kuartet lini pertahanan, barisan ini kemungkinan besar memakai M Nasuha dan Zulkifli Sukur di sisi kanan dan kiri.

Mereka membantu M Roby serta Ricardo Salampesy yang jadi duet bek tengah. ”Kami memang akan bermain lebih bertahan.Tapi,kami akan tetap mencari kesempatan untuk menyerang.Yang paling penting,kami akan lebih mengutamakan kebutuhan tim pada saat melawan Turkmenistan nanti,”cetus RD.

Dukungan agar timnas bisa tampil maksimal dilontarkan Ketua Umum (Ketum) PSSI Djohar Arifin Husin.Suksesor Nurdin Halid ini mengatakan tahu betul kesulitan pemain dengan persiapan mepet. Pengalamannya sebagai mantan pesepak bola jadi satu ukuran begitu pahamnya Djohar.

Tapi,pria asal Medan ini percaya kalau para pemain timnas memiliki semangat bertarung dan keinginan kerja keras tinggi. ”Timnas memiliki waktu yang sedikit untuk melakukan segala persiapan.

Karena itu, saya paham betul bagaimana kondisi para pemain sekarang.Untuk itu,kami mengharapkan adanya support yang lebih atas perjuangan timnas,”tandas Djohar.

Sriwijaya FC Mulai Latihan 4 Agustus


Meski komposisi pemain musim depan belum final, tapi Sriwijaya FC telah mantap untuk menggelar latihan perdana pada 4 Agustus nanti.
FC Sriwijaya


Latihan itu sekaligus menjadi debut pertama dua pelatih terpilih yakni Keith Kayamba Gumbs dan Kas Hartadi.

"Ada 18 pemain yang dipertahankan yang akan hadir pada latihan perdana. Termasuk juga Kayamba yang sudah menginformasikan akan kembali ke Palembang pada 30 Juli ini," kata Kas Hartadi yang dihubungi dari Palembang, Senin (18/7).

Dia menyebutkan, ke-18 pemain itu di antaranya, Ferry Rotinsulu, Andi Irawan, Ahmad Jufrianto, Bobby Satria, Rendi Siregar, Supardi, M Ridwan, Mahardirga Lasut, Ponaryo Astaman, Keith Kayamba Gumbs, Arif Suyono, Rudi Widodo, Budi Sudarsono, Thierry Gathuessy, Oktovianus Maniani, Firman Utina, Jeki Arisandi, dan Mahyadi Panggabean.

"Tidak ada alasan dari 18 pemain ini untuk tidak hadir dari dalam latihan perdana karena masih terikat kontrak dengan SFC. Sementara untuk pemain yang tidak dipertahankan, kami tidak lagi mewajibkan meskipun kontrak mereka belum berakhir," ujar pemain timnas era tahun 90-an ini.

Menurut dia, menggelar latihan lebih awal telah menjadi rencana tim sejak awal untuk mengantipasi kompetisi dilangsungkan lebih cepat dari biasanya.

"Sriwijaya FC terakhir kali bertanding pada 19 Juli, setelah kompetisi berakhir semua pemain diizinkan berlibur kurang lebih 1,5 bulan. Kini mereka harus mulai latihan lagi untuk menyiapkan diri berlaga pada musim depan meskipun jadwal belum dirilis PT Liga Indonesia," tutur dia.

Senin, 18 Juli 2011

Nilai Kontrak Pemain SFC Turun 10 Persen


Nilai kontrak 19 pemain Sriwijaya FC akan mengalami penurunan dari musim lalu.


FC Sriwijaya


Meskipun belum menyebutkan berapa persen mengalami penurunan tetapi Direktur Keuangan PT SOM memastikan penurunan itu mencapai 5-10 persen.

"Memang ada beberapa penurunan, meski tidak terlalu besar. Namun pasti turun setelah ada aturan bahwa klub tidak lagi menggunakan APBD," kata Augie Bunyamin, Senin (18/7/2011).

Augie mengklaim, rata-rata para pemain mengerti dan mau menyepakati penurunan gaji. Hanya saja semuanya memang perlu negosiasi secara intensif agar tidak ada kesalahpahaman.

"Negosiasi memang terus kita lakukan, sejauh ini pelatih dan manajemen terus melakukan komunikasi," jelas Augie.

Kas Hartadi Diburu Fans Saat Jaga Stand SFC


Ditunjuk sebagai pelatih Sriwijaya FC membuat Kashartadi diburu para fans saat menjaga stand road show SFC tanpa APBD musim 2011/2012 di Hotel Swarna Dwipa, Senin (18/7/2011).


FC Sriwijaya


Terutama anak-anak yang memang mengidolakan Kas sejak pertama kali menkadi asisten pelatih."Memang lebih banyak anak-anak suka minta foto-foto," kata Kashartadi.

Kas memang tiba di Palembang sejak Jumat (15/7/2011). Dia bersama Asisten Manajer Jamaludin dan Direktur Keuangan PT SOM yang juga Dirut Hotel Swrana Dwipa menjaga stand dan berdiskusi tentang negosiasi pemain serta membangun tim yang solid.

Seperti diketahui stand didirikan sebagai bentuk aksi manajemen untuk memberdayakan SFC mandiri tanpa APBD dengan menjual pernaik-pernik SFC.

Sebenarnya manajemen juga meminta para pemain untuk turut menjaga stand, sayang mereka masih menikmati suasana liburan sehingga ditunda. Stand masih dijaga para petugas dan manajemen.

Sriwijaya FC Tunggu Tanggapan Leonard Tupamahu Cs


Sriwijaya FC masih menunggu tanggapan tentang negosiasi dengan beberapa pemain incaran. Sejauh ini, mereka sudah menyatakan bersedia bermain untuk SFC di musim depan. Tetapi belum ada kesepakatan untuk nilai kontrak pemain.


FC Sriwijaya


"Beberapa pemain sudah saya hubungi dan mereka bersedia, tetapi masih dalam tahap awal dan kami masih menunggu jawaban pasti mereka," kata Pelatih SFC Kashartadi, Senin (18/7/2011).

Menurut Kas, beberapa pemain incaran sudah dihubungi seperti bek Leonard Tupamahu, Hamkah Hamzah, kiper Galih, Ferdinan Sinaga dan Rizky Nofrisyah. Semuanya belum memastikan untuk bergabung bersama SFC hanya saja mereka sudah ada minat untuk bergabung.

"Mereka ada minat untuk bermain bersama SFC. Tetapi itu tadi belum pasti karena masih dalam tahap negosiasi," jelas Kas Hartadi.

Memang keinginan SFC untuk mendapatkan pemain-pemain tersebut cukup sulit, karena klub lama mereka masih mempertahankan. Sebut saja Leonard yang masih berat meninggalkan Arema lantaran mencintai para Aremania, kemudian Hamkah Hamzah yang masih dipertahankan Persipura, kemudian Risky yang dipertahankan Persijap Jepara. Kemudian untuk mendapatkan Ferdinand, SFC harus bersaing dengan Semen Padang.

Sriwijaya FC Matangkan Komposisi Tim


Sriwijaya FC (SFC) semakin serius melakukan persiapan untuk menghadapi Liga Super Indonesia 2011/2012.Hingga kemarin pihak manajemen dan Pelatih Kas Hartadi terus melakukan pendekatan terhadap sejumlah pemain lama dan yang diincar untuk melengkapi komposisi tim berjuluk Laskar Wong Kito ini.
FC Sriwijaya


Bahkan,Kas menargetkan berbagai urusan terkait pemain selesai pada akhir Juli ini atau sebelum bulan puasa.Alhasil, pada awal bulan puasa nanti seluruh pemain,baik itu 19 punggawa lama maupun yang tengah dibidik saat ini sudah bisa berlatih bersama. Sementara itu,menurut Kas,gagalnya pertemuan antara manajemen,pelatih, dan anggota tim di Mes Pertiwi,Sabtu (16/7),tidak akan berpengaruh pada komunikasi dengan pemain.

Meski tidak bertemu langsung,Kas dan Kayamba terus melakukan pembicaraan kepada para pemain secara intensif. “Saya dan Kayamba selalu berkomunikasi melalui telepon soal pemain.Sebab, saat ini dia masih berada di Australia untuk menyelesaikan urusan istrinya yang sedang menyelesaikan kuliah S-2,”tutur menurut mantan pelatih akademi sepak bola Sekayu (SYSA) ini.

“Kami pun secara bergantian terus melakukan pendekatan dengan para pemain lama maupun yang akan direkrut,” ungkapnya, saat dijumpai di stan SFC di Hotel Swarna Dwipa,kemarin. Namun,Kas mengakui saat ini dirinya dan manajemen masih belum memiliki kepastian dari PT Liga Indonesia kapan kira-kira Liga Super akan kembali digulirkan.Tapi,mengikuti jadwal musim sebelumnya,kemungkinan besar liga akan digelar pada September mendatang.

“Kalau memang kompetisi berlangsung pada September nanti, artinya minimal kami akan mulai melakukan latihan perdana pada hari ketiga bulan puasa nanti.Menurut saya, waktu 1,5 bulan itu sudah cukup mematangkan persiapan tim untuk mengarungi liga,”sebutnya. Pernyataan Kas ini tentu sedikit bertolak belakang dengan apa yang pernah diungkapkan Ivan Kolev semasa masih dipercaya menjadi pelatih SFC.

Saat itu Kolev mengaku jika untuk menyatukan kembali tim setelah masa kompetisi berakhir setidaknya dibutuhkan waktu minimal dua bulan. “Kami tidak perlu lama-lama melakukan persiapan. Karena, kemungkinan besar kami masih bisa tetap mempertahankan 19 pemain lama. Mudah-mudahan persoalan negosiasi harga cepat selesai sehingga kami bisa langsung melanjutkan menuju tahapan selanjutnya,”katanya.

Direktur Keuangan PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Augie Bunyamin menambahkan, rencananya Pelatih SFC Kas akan berangkat ke Jakarta,19 Juli nanti. Di sana dia akan melakukan negosiasi terhadap seluruh pemain lama dan baru. “Kami memilih melakukan finishing negosiasi di Jakarta.Selain memudahkan pemain untuk datang,juga lantaran saat ini ada beberapa pemain kami yang sedang melakukan pemusatan latihan bersama timnas Indonesia untuk menghadapi Pra- Piala Dunia (PPD) 2014,”sebutnya.

DUA SKEMA TIMNAS


Tim nasional (timnas) Indonesia menuju leg pertama Pra-Piala Dunia (PPD) 2014 mulai keluar dari persoalan terkait mepetnya persiapan. Sebab, skema main untuk pasukan Merah Putih sudah dikantongi tim pelatih.

FC Sriwijaya


Asisten Pelatih Timnas Rahmad ’RD’ Darmawan yang bertugas lebih banyak dalam urusan teknik bermain skuad Merah Putih sudah menemukan skema yang kemungkinan akan dipakai Indonesia.Ada dua pola strategi yang akan dikedepankan timnas saat dijamu Turkmenistan pada Sabtu (23/7).

Pertama,pilihan formasi utama dengan memakai skema 4-3-3.Pola ini akan dikombinasikan dengan pilihan kedua, yaitu skema 4-2-3-1.Formasi ini dirasa paling ideal karena timnas minim pengetahuan kekuatan lawan.Sebagai tim tamu,timnas pun dengan dua skema ini bisa menerapkan permainan sedikit bertahan.

’’Head coachpunya strategi andalan 4-4- 3.Dan,itu formasi yang paling dia sukai. Tapi dalam laga nanti,kami akan mengombinasikan formasi tersebut.Kami akan melakukan variasi dengan menempatkan dua gelandang bertahan. Jadi,kemungkinan juga bisa memakai skema 4-2-3-1,’’ kata RD,kemarin.

RD pada persiapan timnas sekarang diberi tugas khusus Wilhelmus ’Wim’ Gerardus Rijsbergen mengolah teknik. Penyebabnya,Wim baru gabung timnas dan mengakui belum mengenal secara merata kemampuan punggawa skuad Merah Putih.

Soal komposisi starter,bayangan pemain yang mengisi skema inti timnas sebenarnya mulai terlihat pada latihan kemarin sore.Beberapa pemain inti dan pilar cadangan diadu dalam pola permainan yang sama.

”Fokus hari ini (kemarin) lebih kepada pemantapan strategi.Saya membagi dua tim dan dua-duanya bermain dengan pola yang sama.Mereka harus tahu cara bermain,baik saat menguasai maupun kehilangan bola,”ujar pelatih yang masih terikat kontrak dengan Persija Jakarta ini.

Pada persiapan timnas yang cukup mepet ini,sejumlah gangguan terkait cedera pemain juga menyertai skuad Merah Putih. Kondisi lapangan timnas di Senayan,Jakarta,yang kurang bagus menjadi salah satu penyebab cedera pemain. Para punggawa timnas mengeluh karena mengalami lecet di bagian jari.

Setelah sebelumnya Irfan Bachdim menjadi korban lapangan yang kurang bagus,kemarin ada juga beberapa pemain mengalami hal yang sama.”Kondisi lapangan yang keras membuat pemain rentan akan cedera.Ada beberapa pemain yang mengalami lecet pada bagian jarinya,”ungkap RD.

Untuk komposisi 18 pemain yang akan terbang ke Asghabat, ibu kota Turkmenistan, besok,juga sudah dikantongi tim pelatih.Dalam waktu singkat,Wim yang dibantu RD kerja keras dalam mempersiapkan tim,terutama penentuan komposisi pemain.

”Untuk 18 nama yang akan dibawa ke Turkmenistan,kami akan konsultasikan dengan Head Coach (Wim).Untuk gambaran tim seperti apa,saya rasa sudah kami temukan. Mungkin sekarang tinggal melengkapi beberapa posisi pemain yang akan dibawa,”lanjutnya.

Pengumuman resmi 18 nama yang akan dibawa akan diumumkan hari ini.Soal dibawa atau tidaknya Boaz Salossa juga masih tanda tanya.Top skor sekaligus pemain terbaik Djarum Indonesia Super League (ISL) 2010/2011 baru gabung timnas di latihan pagi ini.

”Saya belum bisa menentukan nasib Boaz sekarang.Sebab, kami baru akan memutuskannya nanti dengan head coach,”tandas RD.



Timnas Mulai Ramu Strategi Lawan Turkmenistan


Tim nasional Indonesia kembali menggelar latihan pada Minggu sore, 17 Juli 2011 di Lapangan C, Senayan, Jakarta. Latihan kali ini sudah mulai fokus kepada strategi permainan.

FC Sriwijaya


“Hari ini, latihan fokus pada pemantapan strategi melawan Turkmenistan. Besok pagi latihan terakhir. Kami harus memompa psikologi pemain dan menjaga kebugaran mereka,” ujar asisten pelatih Rahmad Darmawan.

“Melawan Turkmenistan kami akan menggunakan pola 4-3-3 dengan sedikit modifikasi,” jelasnya.

Dalam latihan kali ini, pelatih kepala Wim Rijsbergen tidak hadir karena mengalami gangguan pencernaan. Rahmad memimpin latihan yang dimulai pukul 15.30 WIB dan berakhir pukul 18.00 WIB ini.

Para pemain timnas melakukan game ringan dalam 2 x 30 menit. Tim dibagi dalam dua grup, yakni menggunakan kostum merah dan memakai rompi kuning.

Pada game pertama, Irfan Bachdim dan Hamka Hamzah berlatih terpisah dengan berlari-lari kecil di pinggir lapangan. Kedua pemain itu mengalami cedera ringan. Pada game kedua, Irfan dan Hamka sudah ikut bermain.

“Memang ada beberapa pemain yang mengalami cedera ringan. Hamka mengalami sedikit lecet,” ujar Rahmad.

Persiapan timnas menghadapi Turkmenistan pada 23 Juli 2011 tergolong mepet. Meskipun demikian, Rahmad tetap optimistis dengan peluang Timnas.

“Kami siap tampi 100 persen. Dalam segala kondisi, para pemain harus siap menunjukkan kemampuannya. Kami akan memompa psikologi pemain dan menjaga kebugaran mereka agar tampil fit menghadapi Turkmenistan nanti,” jelas Rahmad.

Negosiasi Pemain Digelar di Jakarta


Direktur Keuangan PT SOM Augie Bunyamin mengatakan, proses negosiasi pemain terus dilakukan lewat ponsel. Untuk memastikannya, maka SFC mengutus pelatih Kashartadi ke Jakarta untuk bertemu langsung dengan 19 pemain.
FC Sriwijaya


"Kepastian negosiasinya di Jakarta termasuk pemain-pemain yang akan kita rekrut nantinya," jelas Augie, Minggu (17/7/2011).

Menurut Augie, negosiasi perlu dilakukan di Jakarta karena ada beberapa pemain yang memperkuat Timnas, kemudian rata-rata para pemain memang tinggal di Jakarta.

"Lebih strategis jika negosiasi digelar di Jakarta," jelas Augie.

Minggu, 17 Juli 2011

Perlakukan Pemain Seperti Sahabat


Langkah Sriwijaya FC menunjuk Kashartadi cukup tepat, faktanya 19 pemain lama langsung menyatakan akan bertahan. Hal ini tidak terlepas karena Kas pelatih yang memperlakukan pemain seperti sahabat dan anak.

FC Sriwijaya


"Saya pikir pemain itu manusia, bukan robot. Mereka perlu seorang sahabat, ayah, dan juga pelatih," jelas Kashartadi, Minggu (17/7/2011).

Menurut Kas sapaannya, dekat dengan pemain bukan berarti, pemain akan semaunya atau pelatih tidak ada wibawa lagi. Kedekatan yang dimaksudkan dalam bentuk profesional.

"Artinya perhatian sisi psikologis pemain, kita bisa berdiskusi dan berbagi pendapat. Tetapi ketika di lapangan harus profesional, sejauh ini saya lihat 19 pemain ini sangat profesional," urai Kas.

Kas Risau Soal Regulasi LSI


Pelatih Sriwijaya FC Kashartadi mengaku risau dengan tidak kunjung ada kejelasan tentang regulasi dari kepengurusan PSSI yang baru soal format Liga Super Indonesia (LSI). Dia pun menunggu jadwal tentang kapan dimulainya kompetisi.
FC Sriwijaya


"Sebab persoalan jadwal kompetisi dan regulasi itu sangat berpengaruh kepada persoalan persiapan tim ini nantinya," kata Kashartadi, Minggu (17/7/2011).

Menurut Kas, jika sudah ada kepastian maka program yang disusun pun tidak ada masalah. Pasalnya jika kompetisi baru dimulai Desember tentunya tidak perlu terburu-buru menggelar latihan. Sebaliknya, jika kompetisi dimulai September, maka latihan akan segera dimulai para hari ketiga pelaksanaan bulan Puasa.

"Artinya ada target-target. Sebab dengan tim yang ada saya pikir kita hanya memerlukan waktu sekitar 1,5 bulan untuk mmempersiapkan, tetapi jika belum ada kepastian, maka akan cukup sulit mengatur program," urai Kas.

Kas-Kayamba Koordinasi Soal Rekrutmen Pemain SFC


Pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi sudah tiba di Palembang sejak Jumat (15/7/2011). Dia mulai bekerja termasuk menyusun program dan rekrutmen para pemain.
FC Sriwijaya


Khusus untuk pemain Kas mengaku selalu berkoordinasi dengan asistennya Keith Kayamba Gumbs.

"Kita selalu koordinasi dan selama ini kami selalu satu visi dalam merekrut pemain," kata Kas Hartadi, Minggu (17/7/2011).

Menurut Kas, Kayamba saat ini tengah berlibur di Australia. Tetapi komunikasi tetap lancar, mereka kerap saling telepon atau sms dan menggunakan blackberry masanger.

"Yang kita bicarakan adalah bagaimana pembicaraan soal pemain, mempertahankan 19 pemain lama dan mencari 5 pemain berkualitas," jelas Kas.

Sabtu, 16 Juli 2011

PSSI Kontrak Wim Rijsbergen Selama Dua Tahun


PSSI periode 2011-2015 yang dipimpin oleh Djohar Arifin Husein menyodorkan kontrak berdurasi dua tahun kepada pelatih asal Belanda Wim Rijsbergen untuk melatih tim nasional Indonesia menggantikan posisi Alfred Riedl.
FC Sriwijaya


Media Officer PSSI Halim Mahfudz Hari ini (16/05) mengatakan, proses pembicaraan dengan mantan pelatih PSM Makassar di Liga Primer Indonesia tersebut telah dilakukan oleh pengurus PSSI Jumat (15/7) malam.

"Sudah ada pembicaraan. Dan Wim bersedia menjadi pelatih kepala timnas. Durasi kontrak yang ditawarkan selama dua tahun," katanya dengan singkat.

Dengan adanya kesepakatan tersebut, Wim secara resmi akan memimpin pasukan garuda merah putih pada pelatnas Pra Piala Dunia 2014 dan pertandingan-pertandingan internasional lainnya, seperti SEA Games.

Pergantian pelatih yang mendadak tersebut sebenarnya menjadi sorotan karena berdekatan dengan pelaksanaan pertandingan PPD melawan Turkmenistan. Sesuai dengan jadwal timnas akan menghadapi Turkmenistan di Turkmenistan, 23 Juli dan di Gelora Bung Karno Jakarta, 28 Juli nanti.

Wim Rijsbergen Usung Strategi Menyerang


Menghadapi Turkmenistan di ajang Pra Piala Dunia 2014, pelatih timnas Wim Rijsbergen akan mengusung strategi menyerang. Timnas akan menghadapi Turkmenistan pada 23 dan 28 Juli 2011.
FC Sriwijaya


“Saya berasal dari Belanda, dan kami selalu menggunakan taktik menyerang. Saat zaman saya bersama Johan Cryuff, kami menggunakan taktik 4-3-3 dan itu akan diterapkan. Saya rasa hal itu memungkinkan,” ujar Wim Rijsbergen di Hotel Kartika Chandra, Sabtu 18 Juli 2011.

Rijsbergen merasa yakin sepakbola Indonesia memiliki masa depan cerah dan bisa berkembang dengan baik. “Alasan saya menjadi pelatih timnas Indonesia karena negara ini memiliki banyak potensi. Sejak Januari saya melatih di klub Indonesia, PSM Makassar dan saya senang," lanjut Rijsbergen.

"Saya rasa Indonesia memiliki peluang untuk memperbaiki posisi di peringkat FIFA dan naik ke level yang lebih tinggi,” tambah pelatih yang menggantikan Alfred Riedl ini.

Disinggung mengenai persiapan Merah Putih melawan Turkmenistan, pelatih berkebangsaan Belanda itu tetap mengusung rasa optimis meski dengan persiapan yang terbilang mepet.

“Kami hanya punya waktu sempit dalam latihan. Kami akan 'membunuh' pemain dengan latihan keras dalam 5 hari. Tapi mari berpikir positif. Mereka juga bermain dengan 11 orang,” ujar Rijsbergen.

“Dalam latihan saya akan memperbaiki mental pemain dan membuat mereka termotivasi memenangkan pertandingan. Kami punya banyak pemain yang memiliki kemampuan untuk memenangkan pertandingan,” tutup Rijsbergen.

Irfan Bachdim Bangga Dilatih Wim Rijsbergen


Irfan Bachdim senang akhirnya dipanggil lagi memperkuat timnas Indonesia. Pemain Persema Malang ini kembali masuk skuad Merah Putih setelah Alfred Riedl didepak dari kursi pelatih timnas dan digantikan Wim Rijsbergen.
FC Sriwijaya


Irfan terakhir kali memperkuat Merah Putih di ajang Piala AFF pada Desember 2010 lalu. Ia kembali dipanggil ke timnas untuk persiapan laga melawan Turkmenistan di ajang Pra Piala Dunia 2014 pada tanggal 23 dan 28 Juli 2011.

“Saya senang dipanggil kembali memperkuat Indonesia. Ini mimpi yang menjadi kenyataan. Saya akan memberikan yang terbaik untuk tim nasional,” ujar Irfan Bachdim di Hotel Kartika Chandra, Sabtu 18 Juli 2011.

Pemain yang baru saja menikahi model asal Jerman, Jennifer Kurniawan ini juga merasa bangga dilatih Wim Rijsbergen. Pelatih yang baru menggantikan posisi Riedl sejak Kamis, 14 Juli 2011 ini juga punya catatan bagus. Pelatih Belanda ini sempat menjadi asisten pelatih timnas Trinidad & Tobago, dan membawa negara kecil itu lolos ke Piala Dunia 2006.

“Dia pelatih yang sangat hebat. Dia merupakan legenda di Belanda. Saya mendapat cerita tentangnya dari ayah saya. Suatu kebanggaan bisa dilatih olehnya,” ujar Irfan yang punya keturunan Belanda dari ibunya, Hester van Dijic.

“Dalam latihan, dia tak terlalu bicara banyak. Dia punya banyak pengalaman dan itu bagus untuk kami,” lanjut Irfan.

Mengenai targetnya dalam laga melawan Turkmenistan, dia mencoba berpikir positif dan merasa yakin bisa meraih kemenangan. “Tak masalah saya mencetak gol atau tidak. Yang pasti saya harap timnas meraih kemenangan,” pungkas pemain 22 tahun ini.

Sriwijaya FC Pilih Aldo atau Beto


Siapa pemain yang bakal menggantikan posisi Lim Joon Sik musim depan masih belum jelas. Pasalnya, pemain PSPS, Herman Dzumafo Epandi yang santer akan merapat ke Sriwijaya FC dipastikan tidak akan direkrut.

FC Sriwijaya


Pembatalan itu dilatari tingginya harga yang dipatok. Pemain kelahiran Kamerun, 21 Februari 1980 itu mematok harga kisaran Rp1,5 Milyar. ”Terpaksa kami batalkan, sebab harganya terlalu tinggi. Dan siapa pemain yang akan gantikan Lim (Joon Sik), itu nanti belum bisa dipastikan,” ungkap Direktur Teknik dan SDM, PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM), Hendri Zainuddin.

Tapi, isu yang berkembang, Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC) akan rekrut Aldo Bareto atau Alberto ”Beto” Goncalves Da Costa untuk mengisi satu kuota pemain asing yang tersisa.

”Bisa saja Beto (Goncalves Da Costa Red), karena permainannya bagus, atau lainnya. Tapi, semuanya masih akan dibicarakan dengan pelatih dan asisten pelatih,” lanjut anggota DPRD Banyuasin itu.

Kemungkinan rekrut Aldo sapaan Aldo Bareto atau Beto dikuatkan dengan pernyataan pelatih Kas Hartadi. Menurut pria asal Solo itu, dirinya tertarik dan ingin rekrut Aldo dan Beto. “Untuk pemain asing saya sudah incar beberapa nama. Kalau asing Asia ada Kenji. Non Asia ada Beto Goncalves atau Aldo Bareto,” ungkap pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi.

Wajar, bila Sriwijaya kesengsem dengan Aldo dan Beto. Sebab, duo pemain asing tersebut sudah tak sing lagi dengan Indonesia Super League (ISL). Saat ini, Aldo Bareto perkuat Persiba Balikpapan dan Beto perkuat Persijap Jepara.

Tak hanya sudah tahu atmosfer ISL, dua asing tersebut juga termasuk striker yang haus gol. Aldo Bareto sendiri merupakan lumbung gol Persiba Balikpapan. Musim ini, Aldo telah ciptakan 16 gol dari 27 laga yang telah dijalani.

Tak kalah dengan Aldo, Beto juga termasuk pemain yang mempunyai naluri target man. Meski baru setengah musim bersama Persijap, Beto telah ciptakan 4 gol dari 14 laga. Sebelumnya, bersama Persipura, Beto telah ciptakan 18 gol dari 28 laga yang telah dijalani.

Sriwijaya FC Butuh Rp28 Miliar Musim Depan


Sriwijaya FC membutuhkan dana yang tidak sedikit untuk mengarungi musim kompetisi 2011-2012. Setidaknya Rp28 miliar harus mengalir ke kas SFC jika ingin tetap eksis pada kancah persepakbolaan nasional.
FC Sriwijaya


Namun, jumlah ini jauh lebih sedikit dibandingkan musim lalu yang mencapai kisaran Rp35 miliar.

Menurut Direktur Teknik PT Sriwijaya Optimis Mandiri di Palembang, Jumat, penurunan dana itu disebabkan "Laskar Wong Kito" tidak mengikuti ajang AFC Cup seperti musim lalu.

"Musim depan tidak ada ajang internasional yang diikuti karena pada musim ini tidak berhasil menjadi juara liga. Sementara, ajang Piala Indonesia tidak digelar, jadi Sriwijaya FC tidak ada kesempatan untuk mempertahankan gelar pada musim 2009-2010 lalu," ujar dia.

Dia tidak menampik, manajemen SFC mengalami kesulitan setelah pemerintah menetapkan tidak memberikan izin pengunaan dana APBD untuk membantu klub profesional.

Maklum saja, dana dari sponsor belum mencukupi kebutuhan tim.

"Musim lalu, bisa masuk Rp10 miliar dari pihak sponsor. Artinya, jika tanpa APBD, manajemen SFC harus bekerja lebih keras mendapatkan tambahan sponsor," pungkas dia.