Kashartadi Satu Visi dengan Gumbs Soal SFC

DITUNJUKNYA Kashartadi sebagai pelatih bagi Sriwijaya FC cukup mengejutkan sekaligus menggembirakan. Sebab, manajemen terbilang sangat berani menunjuk pria asal Solo yang dianggap belum terbukti kiprahnya sebagai pelatih. Namun keuntungan bagi manajemen karena bisa menghemat anggaran sekaligus menjaga kekompakan tim.

Beberapa pemain bintang yang berencana hengkang karena kurang sreg dengan Ivan Kolev dan isu bergabungnya Robert Rene Albert, kembali menunjukkan antusias untuk bermain bersama SFC, sesaat setelah manajemen mengumumkan penunjukan pria yang karib di sapa Mas Kas ini. Apa visi dan misi pria yang di masa keemasannya dijuluki Si Kijang dari Solo ini, kemudian apa ambisinya bersama SFC, dan bagaimana nasib 19 pemain berikut petikan wawancaranya dengan wartawan Sriwijaya Post, Hendra Kusuma.

Selamat dulu atas penunjukan Mas Kas sebagai pelatih baru Sriwijaya FC musim depan, semoga bisa juara? Ha ha ha...saya pikir SFC adalah tim juara, jadi wajar menargetkan
juara dalam tiap musim. Kalaupun kemudian tidak tercapai jangan mencibir, tetapi tetap berikan dukungan. Karena ada sebab-sebab yang membuat SFC gagal. Oh ya, tentunya saya ucapkan terima kasih atas kepercayaan manajemen, kemudian terutama berkat dukungan dari suporter, masyarakat Sumsel dan rekan-rekan wartawan juga. Saya
tidak akan bisa sendirian, semua dukungan, doa dan motivasi adalah kunci kesuksesan.

Bagaimana dengan nilai kontrak Anda?
Kalau itu nanti dululah, semua bisa dinegosiasikan dan gampang lah. Tentunya yang harus kita pikirkan bersama adalah bagaimana membawa SFC lebih baik di musim kompetisi mendatang. Tentunya saya meminta banyak masukan.

Sebagai pelatih yang nantinya akan menjadi dwitunggal bersama Kayamba apa visi dan misi serta ambisi anda bersama SFC?
Saya lihat dulu target dari manajemen, saya secara pribadi ingin lebih baik dari musim-musim sebelumnya.

Apa pembenahan paling utama yang anda lakukan terutama dalam memperbaiki komposisi pemain?
Saya pikir, kalau saya bekerja sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan manajemen. Kalau saya inginnya SFC selalu perfect, tetapi semua harus disesuaikan dengan kemampuan tim, karena SFC tidak menggunakan APBD lagi musim depan. Menurut saya yang paling utama adalah pertahankan 19 pemain.

Selanjutnya apakah perlu penambahan pemain lagi?
Harus ada penambahan dan pembenahan. Terutama kita perlu penganti Claudiano (Alves dos Santos), Jajang (Mulyana). Karena menurut saya di dua posisi itu sangat diperlukan. Kita perlu center bek dan striker. Baru kemudian mencari pemain pelapis yang juga berkualitas, seperti wingbek, pemain sayap, dan gelandang.

Ada nama-nama pemain yang kini diburu?
Sudah ada, tetapi belum saatnya diungkapkan, karena saya perhatikan, rata-rata klub mengontrak pemain hingga bulan Agustus. Jika kita menyebutkan nama pemain, maka klub-klub yang masih memiliki si pemain pasti meminta ganti rugi atau transfer.

Anda diminta bekerjasama dengan Keith Kayamba Gumbs sebagai dwi tunggal, apa pandangan anda tentang Kayamba?
Selama bersama SFC, saya tidak pernah ada masalah dengan dia (Kayamba). Kami satu pandangan dan visi, misi dalam membangun sebuah tim. Dia pemain yang bagus, menjadi contoh dan panutan baik bagi pemain asing maupun lokal. Jika kemudian dia menjadi pelatih bersama saya di SFC, maka semua itu akan semakin bagus. Pemain akan lebih bersemangat karena dia latihan bersama pelatih, koordinasi di lapangan akan lebih mudah, karena Kayamba juga sebagai pemain sekaligus kapten tim.

Bagaimana dengan talenta lokal, apakah menjadi perhatian Anda di musim depan?
Pemain lokal Sumsel saya pikir banyak yang berbakat, tetapi tidak mendapatkan cukup pengalaman untuk bermain level tertinggi. Akan sangat bagus mereka dibina di SFC, kemudian dipinjamkan atau mencari klub luar Sumsel untuk menambah pengalaman. Namun
kedepannya akan menjadi PR saya agar talenta lokal bisa bersaing di skuad inti.

http://palembang.tribunnews.com

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments