Sriwijaya FC Gelar Evaluasi Total

Setelah gagal mengusung jagoannya, Agusman Effendi-Erwin Aksa, dalam Kongres Luar Biasa PSSI di Kota Solo, Jawa tengah, kini Sriwijaya FC bersiap diri melakukan evaluasi total terhadap kepengurusan lama di bawah kepemimpinan Dodi Reza Alex.
FC Sriwijaya


Tidak hanya itu, ajang yang bakal digelar Senin besok, 11 Juli 2011 itu juga dipastikan akan melakukan evaluasi terhadap kinerja pemain dan pelatih selama musim kompetisi 2010/2011. Hal ini dinilai perlu untuk dapat menentukan langkah ke depan menghadapi musim kompetisi 2011/2012.

Augie Bunyamin, Direktur Keuangan PT Sriwijaya Optimis Mandiri atau SOM yang menjadi manajemen SFC mengakui bahwa dalam rapat “paripurna” itu juga bakal disampaikan laporan keuangan kepada seluruh manajemen SFC, sponsor, dan pihak Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

“Evaluasi diperlukan untuk perbaikan musim depan. Kita hanya pertahankan mereka (pemain) yang berkinerja baik. Soal pelatih sudah pasti kita ganti yang lebih baik,” kata Augie, Minggu, 10 Juli 2011.

Tercatat sekitar 14 pemain dari total 28 orang dipastikan akan diputus kontraknya seiring habisnya masa kontrak mereka per akhir juli ini. Sementara itu, calon pengganti Ivan Kolev sebagai pelatih kepala sudah di tangan manajemen. Namun, Augie belum mau memberikan bocoran. Beredar kabar bahwa posisi Kolev akan diambil alih oleh Kashartadi yang kini menjabat sebagai asiten pelatih SFC.

Dedi Pranata menyambut baik kabar bahwa akan ada evaluasi total terhadap pemain dan pelatih SFC. Ketua kelompok suporter dari Singamania ini meminta agar evaluasi tidak hanya berlaku bagi pemain dan pelatih, namun juga manajemen atau pengurus SFC.

Pasalnya, menurut Dedi, banyak pengurus SFC yang dinilai kurang memahami industri sepak bola profesional. Dedi justru mendapati pengurus SFC banyak yang berlatar belakang politikus sehingga pikiran mereka terbelah antara SFC dan partai.

“Dari pertengahan musim lalu kami, sudah sampaikan agar manajemen perlu dirombak. Kami ingin SFC dikelola para profesional di bidang bola,” tegas Dedi.

Dalam catatan Tempo, pengurus inti Sriwijaya FC didominasi oleh politikus dari beragam partai politik di Sumatera Selatan. Presiden klub SFC Dodi Reza Alex saat ini duduk sebagai anggota DPR RI dari Partai Golkar, Direktur Teknik dan SDM Hendri Zainudin masih menjabat sebagai anggota DPRD Banyu Asin dari PKS, sedangkan Direktur Keuangan Augie Bunyamin juga pengurus DPD Partai Golkar Sumatera Selatan.

Musim depan dinilai berat bagi Sriwijaya FC. Pasalnya, dipastikan mereka tidak akan mendapatkan bantuan pendanaan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Menyusul pelarangan oleh Kementerian Dalam Negeri mengenai penggunaan dana APBD untuk kepentingan olahraga profesional.

Untuk itu, kini manajemen tengah melobi sejumlah perusahaan besar BUMN dan BUMD serta swasta nasional yang beroperasi di Sumatera Selatan agar mereka dapat menyisihkan dana bagi kemajuan SFC. Hingga kini, baru tercatat PT Bukit Asam dan Bank Sumsel-Babel yang menyatakan kesediaannya untuk membantu SFC.

Sementara itu, PT Pusri, Medco Energi, Chonocophilip, dan sejumlah perusahaan besar lainnya masih dalam tahap negosiasi mengenai peluang mereka mengucurkan nilai bantuan. “Kami berkeyakinan mereka dapat bersama-sama membesarkan SFC musim depan,” kata Augie.

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments