Follow Us:

RSS

We Are Sriwijaya FC

Launching
comeback
launchpad

Selasa, 23 Agustus 2011

BETO DIDEADLINE

Manajemen Sriwijaya FC tampaknya mulai gerah dengan Alberto “Beto” Goncalves yang hingga saat ini tak kunjung memberikan kepastian. Untuk itu, pemain berpaspor Brasil ini diminta untuk segera memberikan jawaban paling lambat hari ini, Selasa (23/8).
FC Sriwijaya


Jika ternyata pemain yang musim lalu membela Persijap Jepara ini masih juga belum mengambil sikap,dia akan langsung dicoret dari daftar pemain yang akan menjadi bagian dari skuad SFC musim 2011/2012 mendatang.Hal itu di tegaskan langsung oleh Presiden SFC Dodi Reza Alel,didampingi Direktur Teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainuddin,di Sekretariat SFC kemarin.

Tindakan tegas tersebut dinilai perlu diterapkan,karena tampaknya baik Beto selaku pemain maupun Eko Subekti selaku agen dari yang bersangkutan dari Indo Bola Mandiri,sepertinya telah menggantung nasib SFC dan lebih mengutamakan perjanjian negosiasi dengan Persipura. Seharusnya pada zaman industri sepak bola seperti sekarang ini,Hendri menilai Beto sebagai pemain dan Eko selaku agen,lebih memiliki etika dalam melakukan negosiasi.

Apalagi sebagai agen,seharusnya Eko mengerti jika masalah kontrak antara seorang pemain dan klub itu sudah bisa dikatakan sebagai perjanjian bisnis. “Dalam sebuah bisnis,yang harus diutamakan adalah masalah etika dalam melakukan negosiasi.Mana bisa kita digantung seperti ini,harus ada komitmen bersama di antara kedua pihak agar tidak ada yang di rugikan dalam hal ini,”tegas Hendri.

Anggota DPRD Banyuasin ini kembali mengingatkan,sejak awal manajemen SFC tidak pernah sekalipun main-main dalam urusan perekrutan seorang pemain.Jadi, dirinya juga berharap agar hal yang sama dilakukan oleh seorang pemain ataupun agen yang menaunginya. Menurut Hendri,sejak awal pihak Beto-lah melalui Eko selaku agen,yang menawarkan diri untuk bermain ke SFC musim depan setelah tak kunjung mendapatkan kepastian di Persijap,

kini tiba-tiba ketika di antara kedua pihak sudah akan melakukan pembicaraan ke arah yang lebih serius Persipura datang dan memberikan sejumlah opsi dan langsung membuat sang pemain bingung menentukan sikap dan meminta agar SFC menunggu hingga tanggal 25 Agustus mendatang.

“Padahal pada saat itu,pembicaraan antara kita dan Beto melalui Eko sudah sampai deal soal harga.Jadi jika besok (hari ini) mereka tetap tidak memberikan keputusan,kami dengan terpaksa harus memutus komunikasi dengan mereka.Tetapi kalau dia (Beto) datang maka akan langsung kita minta untuk menandatangani kontrak,”beber pengusaha asal Payaraman,OI,Sumsel ini.

Sementara itu,Eko Subekti mengaku tidak bisa mengambil keputusan apa-apa soal ini. Namun,dia berjanji akan menjelaskan bagaimana situasinya kepada Beto sehingga dia bisa mengambil keputusan.Eko juga membenarkan jika dirinya telah dihubungi oleh pihak manajemen SFC agar segera memberikan jawaban.

“Kalau saya terus terang tidak bisa mengambil keputusan karena itu sepenuhnya menjadi wewenang Beto,”ujarnya singkat. Dari data yang dihimpun HATTRICK menyebutkan, salah satu alasan kenapa Beto sangat berat untuk memutuskan dan rela menunggu hingga proses naturalisasi Victor Igbonefo selesai pada 25 Agustus nanti, dikarenakan dirinya telah merasa berhutang budi dengan klub berjuluk Mutiara Hitam tersebut.

Pasalnya, kabarnya pihak manajemen Persipura telah membantu membiayai proses penyembuhan dan recoveryBeto hingga sembuh meskipun saat itu dia di putus kontraknya.Tetapi kini setelah kondisi Beto telah pulih seperti biasa,Persipura tampaknya mulai menagih “investasi”yang telah ditanamkan sebelumnya kepada Beto.


Sriwijaya FC Dapatkan Pemain Pengganti

Para pendukung Sriwijaya FC nampaknya bisa sedikit bernapas lega.Pasalnya pihak manajemen menyatakan telah mendapatkan tiga orang pemain pengganti untuk mengisi posisi yang di tinggalkan Mahadirga Lasut,Arif Suyono dan Sultan Samma.
FC Sriwijaya


Kabar ini tentu saja diharapkan bisa menjadi obat penawar luka bagi para penggemar dan masyarakat Sumatera Selatan yang sempat khawatir dengan nasib tim kebanggan mereka paska lepasnya tiga pemain tersebut ke klub lain> padahal sebelumnya mereka telah menyatakan ikrar setia dan ingin membela panji-panji SFC di kancah sepakbola nasional.

Walaupun pihak manajemen terkesan masih menutup dengan rapat informasi mengenai siapakah gerangan pemain yang akan berkostum kuning-kuning milik SFC musim depan itu,namun Direktur Tehnik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Hendri Zainuddin menjamin jika para pemain tersebut memiliki kualitas yang tidak jauh beda dengan pemain sebelumnya.

“Memang saya akui kita sempat shock saat mendengar kabar jika pemain kita satu persatu menyatakan bakal meninggalkan SFC seperti Arif dan Dirga,karena mereka sebelumnya telah memberikan keyakinan jika tetap akan setia kepada klub.Begitupula dengan Sultan Samma,sebab sejak awal dia sendiri yang ngotot untuk pindah klub dari Persiba,”ungkap Hendri. Padahal,sejak awal pihaknya tidak pernah ingin menghalang-halangi pemain untuk pergi.

Untuk itulah kenapa tak lama setelah kompetisi berakhir, pihak manajemen langsung mengumumkan mengenai siapa saja pemain yang akan di perpanjang kontrak maupun tidak. ”Saat itu setelah kompetisi berakhir kita langsung melakukan evaluasi dan ada 9 pemain yang tidak masuk dalam rencana musim depan langsung kita berikan kesempatan untuk mencari klub lain.Sedangkan sisanya kita lakukan pembicaraan ulang dan rata-rata mereka menyetujuinya,bahkan agar pemain lebih nyaman kita berikan uang tanda jadi buat mereka,”ujarnya.

Tetapi nyatanya,meskipun sudah menyatakan sumpah setia,tetap tidak menutup kemungkinan begi seorang pemain untuk pindah ke klub lain.Situasi seperti inilah yang saat ini sangat sulit untuk di prediksi,apalagi alasan kepindahan itu di latarbelakangi dengan masalah keluarga dan balas budi yang membuat pemain menjadi sulit untuk mengambil keputusan yang bisa mengungtungkan kedua pihak.

Kondisi seperti ini diakui oleh Hendri terkadang sangat sulit untuk di pahami oleh para pendukung dan penggemar SFC,karena mereka pastinya sangat berharap agar tim kebanggannya nanti memiliki skuad yang terbaik serta bisa kembali mengangkat tropi Liga Indonesia dan mengangkat harkat martabat masyarakat Sumsel di kancah nasional. “Namun saya yakinkan kalau kita telah mendapatkan para pengganti ketiga pemain itu,tetapi untuk nama dan siapa mereka tidak akan buru-buru kami beritahukan terlebih dahulu.Karena ini juga demi kebaikan mereka,”pungkasnya.

Senin, 22 Agustus 2011

BETO BINGUNG

Publik sepak bola Sumatera Selatan (Sulsel) harus menunggu lebih lama lagi untuk mendapat kan kepastian status Alberto ‘Beto’ Goncalves. Pasalnya, hingga kini pria asal Brasil ini tak kunjung memberikan kepastian ke mana dirinya akan berlabuh musim depan.
FC Sriwijaya


Bahkan,akibat masih dilanda kebingungan, Beto memilih tetap bertahan di Jakarta sembari menimbang-nimbang ke manakah langkah kakinya akan dibawa,apakah ke Persipura Jayapura,klub yang pernah membesarkan namanya,atau Sriwijaya FC (SFC),tim yang sangat haus akan prestasi.

“Beto sudah sampai di Indonesia sejak Jumat (19/8).Tapi,tarik menarik negosiasi antara Persipura dan SFC membuat dia bingung dan belum bisa memutuskan. Kondisi inilah yang membuat dia lebih memilih menetap di Jakarta untuk sementara waktu,”ungkap Eko Subekti dari Agen Indo Bola Mandiri saat dihubungi HATTRICK,kemarin. Kondisi ini pula yang menyebabkan rencana pertemuannya dengan pihak manajemen SFC yang sedianya akan digelar Sabtu (20/8) di Hotel Swarna Dwipa batal dilaksanakan.

Eko juga belum bisa menjamin kapan pertemuan itu akan dijadwal ulang,karena menurut dia keputusan sepenuhnya ada di tangan Beto. Sebagai agen,dia tidak bisa memaksakan agar Beto segera memberikan keputusan. Untuk itulah Eko hanya stand bu, tanpa bisa melakukan apa-apa karena dirinya baru akan kembali bergerak melakukan pembicaraan dan bernegosiasi dengan klub jika dalam hal ini sang pemain yang memintanya.

“Kalau Beto belum memutuskan apaapa, saya tidak bisa komentar apa-apa mengenai status dia.Karena,pada saat saya menghubungi pihak SFC juga atas keinginan dia.Karena sekarang ternyata Persipura juga tampaknya sangat ngotot,situasi inilah yang membuat dia bingung,”ujarnya. Eko bahkan mengandaikan saat ini dirinya bak seorang bapak yang memiliki seorang anak gadis cantik dan banyak laki-laki yang ingin meminangnya.

Sebagai orang tua,tugasnya hanya menjalankan dan merestui pilihan si anak.Untuk itulah saat ini Eko sedang menunggu sinyal dari Beto. “Beto mengatakan kepada saya kalau sudah memutuskan,dia akan e-mail saya. Tapi,sampai hari ini (kemarin sore) dia belum juga memberikan jawaban apa pun,”lanjutnya. Meski begitu,dia juga berharap agar Beto segera membuat keputusan agar klub yang tidak terpilih bisa kembali melanjutkan perburuannya dengan mencari sosok pemain lain untuk memperkuat daya serang dan menjebol gawang lawan.

“Saya sudah kasih masukan agar dia segera memberikan jawaban,karena kasihan pada klub yang nantinya tidak dipilih.Mereka bisa kehilangan banyak waktu hanya untuk mengejar Beto.Saya rasa dia akan mengerti mengenai alasan itu,”tuturnya. Sementara itu,Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Hendri Zainuddin mengaku pihaknya cukup optimistis Beto akan memilih SFC sebagai klubnya musim depan meskipun Persipura terus membayangi.

“Kalau di SFC,dia prioritas kami.Tapi, kalau di Persipura,Beto merupakan pilihan kedua.Karena,mereka sekarang sedang mengupayakan agar Viktor Igbonefo (pemain asal Nigeria) diluluskan proses naturalisasinya menjadi warga negara Indonesia oleh Pemerintah RI maka Beto akan kembali direkrut,”pungkasnya

Bobby Satria Diminati Banyak Klub

Meskipun tenaganya tidak lagi dibutuhkan oleh Sriwijaya FC (SFC), bukan berarti karier Bobby Satria sudah habis.Justru setelah dia berstatus bebas, pemain kelahiran 20 Agustus 1986 ini malah kebanjiran tawaran dari sejumlah klub yang memang sejak lama mengincarnya.
FC Sriwijaya


Sejumlah klub besar disebut-sebut mulai melakukan pendekatan kepada pemain bernomor punggung 5 itu,seperti Semen Padang,Persiba Balikpapan,juga beberapa klub Indonesia Super League (ISL) lain. Namun,dari beberapa klub tersebut belum ada satu pun yang telah mencapai kata sepakat. Maklum saja,meski masih berusia muda,Bobby merupakan salah satu pemain dengan bayaran cukup tinggi.

Di SFC,gaji Bobby bisa mencapai Rp650 juta per musim.Kondisi inilah yang membuat pihak PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM),pengelola SFC,memilih melepasnya. Padahal,mantan pemain Persita Tangerang itu hanya merupakan pemain pelapis. “Memang sudah ada beberapa klub yang menghubungi saya dan mengajak bergabung bersama mereka,tapi semuanya baru tahap negosiasi awal saja dan belum ada kepastian,”kata Bobby.

Meski begitu,mantan punggawa timnas U-23 ini belum berani menyebutkan secara gamblang klub mana saja yang serius mendapatkan tanda tangannya. Selain itu,klub mana yang akan dipilihnya. Sebab,menurut dia,hal itu merupakan privasinya dengan klub saja. Begitupula ketika ditanyakan mengenai adanya kesempatan untuk pulang kampung, mengingat Semen Padang cukup gencar melakukan pendekatan kepadanya.

Apalagi, pihak keluarganya pasti berharap bisa pulang kampung dan bermain bersama klub dari tanah kelahiran.“Saya memang juga berharap demikian.Apalagi,istri tinggal di Padang dan saat ini sedang hamil.Keluarga inginnya seperti itu,terutama istri yang terus berharap agar saya bisa bermain di Semen Padang.

Tapi tidak tahu ke depannya bagaimana,tergantung dengan hasil pembicaraan nanti,”tambahnya. Bobby mengakui hingga kini dia belum mendapatkan pernyataan resmi soal pendepakan dirinya dari manajemen SFC.Sementara kontraknya bersama tim asal Palembang ini akan selesai Agustus ini.“Belum ada manajemen yang hubungi saya.Saya tahu tak digunakan lagi oleh SFC dari koran,”pungkasnya

Minggu, 21 Agustus 2011

Dua Tempat untuk Putra Daerah

Sriwijaya FC (SFC) berjanji tetap akan memberikan tempat bagi dua pemain lokal Sumatera Selatan (Sumsel) di skuadnya.Dengan tambahan ini,artinya musim depan tim peraih double winners ini bakal dihuni oleh lima pemain yang berstatus putra asli daerah.
FC Sriwijaya


Ya,sebelumnya tim berjuluk Laskar Wong Kito ini telah menyatakan bakal mengontrak kembali Andi Irawan sebagai kiper ketiga SFC dan gelandang Jeki Arisandi.Kedua pemain muda ini memang sejak musim lalu telah berhasil menembus tim senior meskipun masih terus berada di bawah bayang-bayang pemain inti lainnya.

Musim ini,giliran M Sobran yang merupakan salah satu punggawa tim sepakbola Sumsel di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XVI lalu akhirnya juga berhasil mengikuti jejak dua juniornya tersebut. Di SFC nanti,Obonk,pangilan M Sobran, akan di plot sebagai pelapis Supardi di posisi bek sayap kanan.

Kedua pemain ini sebenarnya merupakan rekan satu angkatan di Diklat Sepakbola PPLP Palembang 2000-an lalu sebelum akhirnya sama-sama saling bahu membahu merebut medali emas di PON XVI Palembang.

“Sementara untuk dua nama pemain lokal yang akan kita rekrut nanti belum bisa saya sebutkan sekarang,dan akan kami umumkan saat penandagangan kontrak dilaksanakan.Dalam waktu dekat ini,”tutur Pelatih SFC Kas Hartadi.

Kas masih enggan membocorkan siapa kedua pemain tersebut karena ada alasan tertentu. Namun dia mengaku telah mengantonginya nama keduanya sehingga dipastikan tidak lagi dibutuhkan waktu untuk melakukan seleksi.

“Saya sudah mengamati perkembangan mereka sejak lama,jadi setelah pihak manajemen mengatakan untuk tahun depan akan kembali menambah pemain lokal Sumsel,saya langsung merekomendasikan beberapa nama,”jelasnya.

Dengan terus ditambahnya kuota pemain lokal Sumsel dari tahun ke tahun, diharapkan secara perlahan dapat mengurangi ketergantungan SFC dengan pemain luar Sumsel. Sehingga ke depan regenerasi pemain sepak bola profesional di Bumi Sriwijaya akan terus berkembang.

Pasalnya,publik sepakbola Sumsel barubaru ini sempat meradang akibat tim sepak bola Sumsel ternyata gagal lolos menuju PON XVIII di Kepulauan Riau 2012 mendatang setelah menjadi juru kunci di ajang pra PON di tingkat Sumatera belum lama ini.

Padahal,di kancah sepak bola nasional nama Sumsel melalui SFC sangat disegani lawan-lawannya.Tetapi nyatanya kondisi tersebut tidak bisa menular pada ajang kompetisi multi event antardaerah empat tahunan tersebut,ini jelas memalukan.

“Kita sangat setuju dengan adanya penambahan kuota pemain lokal Sumsel di tubuh SFC,karena dengan cara ini mudahmudahan ke depan kita (Sumsel) bisa mengikuti jejak SFC yang telah berhasil menorehkan banyak prestasi,”ungkap Ketua Beladas Korwil Simanis Qusoy.

Kayamba Puji Beto

Striker utama sekaligus asisten pelatih Sriwijaya FC (SFC) Keith Jerome ‘Kayamba’ Gumbs mengaku sudah tak sabar untuk segera berduet dengan mesin gol anyar Alberto “Beto’ Goncalves musim depan.
FC Sriwijaya


Kayamba menyambut baik keputusan manajemen SFC merekrut Beto.Menurut Kayamba, selain tangguh dalam hal menyarangkan bola ke gawang lawan,sosok Beto juga merupakan salah satu pemain favoritnya dari sekian banyak pemain asing yang merumput di kompetisi sepak bola Indonesia.

Dalam pengamatan Kayamba,Beto memiliki karakter yang tidak jauh berbeda dengannya,yakni seorang petarung dan menjunjung tinggi sportifitas.Mantan punggawa Persipura itu juga bisa saling mengisi dengan dirinya.Karena selain piawai dalam mencetak gol,Beto juga sangat baik dalam membuka ruang,sehingga pemain lain bisa melakukan penetrasi ke jantung pertahanan lawan.

“Dia juga seorang pemain asing yang sportif dan jarang berulah,baik itu di dalam maupun luar lapangan.Karakter seperti inilah yang seharusnya dimiliki oleh para pemain asing,sehingga bisa dicontoh,” ungkap Kayamba.

Berbagai pertimbangan itulah yang membuat Kayamba dan Pelatih Kas Hartadi akhirnya memutuskan untuk merekomendasikan Beto sebagai buruan pemain musim depan.Dan kini setelah pihak manajemen memastiakan Beto tinggal teken kontrak bersama SFC, Kayamba mengakui dirinya bertambah semangat untuk segera melakoni pertandingan musim depan.

“Karena saya lihat dari sekian banyak pemain asing,hanya beberapa di antara mereka yang bisa menjadi contoh terutama dalam perilaku.Selain itu,memang sudah seharusnya pemain asing memiliki kualitas dan kemampuan di atas rata-rata pemain Indonesia.Kalau sama saja buat apa mereka main di sini (Indonesia),”jelas pemain asal ST Kitt N Nevis ini. Ungkapan senada diucapkan Pelatih SFC Kas Hartadi.

Menurut pria asal Solo ini, masuknya Beto menjadi bagian dari SFC diharapkan dapat menjadi solusi bagi mandulnya lini depan tim peraih double winners edisi 2007 ini. Pasalnya,meski gagal meraih trofi Indonesia Super League (ISL) musim lalu, SFC merupakan salah satu tim yang paling banyak menciptakan peluang di antara tim peserta lainnya.

Namun lantaran buruknya penyelesaian akhir para penyerang membuat SFC harus puas bertengger di posisi lima besar saat kompetisi berakhir. “Kini dengan empat striker yang kita miliki sekarang yakni Kayamba,Budi Sudarsono,Beto,M Rizky,saya rasa sudah lebih dari cukup.Apalagi secara kualitas semuanya sudah teruji,”paparnya.

Asisten Manajer SFC Jamaluddin menambahkan,kehadiran Beto semakin lengkap dengan masuknya Rizky,duetnya di Persijap Jepara.Salah satu alasan kenapa pihaknya memilih Rizky untuk bergabung karena dia merupakan salah satu pemain muda terbaik di Indonesia.

“Rizky salah satu pemain muda masa depan Indonesia,karena meski di usianya yang masih belia dia sudah bisa bermain dengan sangat baik dan mampu bersaing dengan para striker yang lebih senior.Bahkan saat masih di Persijap,dia diduetkan bersama Beto oleh Pelatih Suimin Diharja,”tandasnya.

Kamis, 18 Agustus 2011

SFC Kantongi Bukti Sultan Sudah Terima Tanda Jadi

Manajemen Sriwijaya FC menyebut Sultan Samma telah melanggar komitmen dan tidak memiliki etika sebagai pemain profesional. Pasalnya, pemain yang kini mengikat kontrak dengan klub lamanya Persiba Balikpapan itu, telah menerima tanda jadi Rp10 juta.

"Dia yang menghubungi kita lewat Rendy Siregar dan ingin bermain SFC. Dia juga kemudian meminta uang jadi Rp 10 juta," jelas Direktur Teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainudin, Kamis (18/8/2011).

Menurut Hendri, Sultan meminta uang Rp10 juta yang ditransfer pada 31 Juni 2011 sekitar pukul 14.29, melalui rekening BRI dengan 45680100255507.

"Dia tidak memiliki komitmen. Kita sejak awal tidak pernah main-main dan sangat serius. Bukti Sultan terima tanda jadi itu ada," jelasnya.

Namun ketika di media dia selalu tidak ada komitmen dengan SFC, bahkan kemudian membuat pernyataan di media telah mengikat kontrak dengan Persiba.

"Bahkan hingga saat ini dia tidak ada konfirmasi sama sekali dengan kita manajemen," jelas Hendri.

Sriwijaya FC Rekrut Kiper Timnas U-23

Untuk memperkuat lini pertahanan, Sriwijaya FC merekrut kiper muda yang dipanggil Timnas U-23 Rifki Deython Mokodompit sebagai pelapis Ferry Rotinsulu.

FC Sriwijaya


"Proses finishing sudah selesai, dia menjadi bagian dari skuad SFC," kata Direktur Teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainuddin, Kamis (18/8/2011).

Diinformasikan SFC bergerak cepat dan harus bersaing dengan Persija Jakarta. Namun, Rifky kemudian membuat kesepakatan dengan manajemen.

Lantas bagaimana dengan Fauzal Mubarak? sebab dia juga dipertahankan. Mengenai hal ini Hendri mengatakan, untuk saat ini SFC membutuhkan Rifky.

"Kita lebih butuh Rifky untuk menjadi pelapis Ferry Rotinsulu," jelas Direktur Teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainuddin

SFC Cari Pelatih Pendamping Kas Hartadi

Klub Sriwijaya FC kembali bergerak mencari pelatih berlisensi A-AFC sebagai pendamping pelatih Kas Hartadi untuk menukangi Sriwijaya FC musim kompetisi 2011/2012.
FC Sriwijaya


"Kita akan lebih serius soal pelatih, ini sebagai solusi mencari pelatih sesuai dengan keinginan dan persyaratan dari PSSI," jelas Direktur Teknik dan SDM PT SOM, Hendri Zainudin, Kamis (18/8/2011).

Menurut Hendri pihaknya mencari pelatih kepala. Sejauh ini, banyak lamaran pelatih asing maupun lokal yang masuk dan pihaknya tengah menyeleksi biodata dan rekam jejak berkas para pelatih.

"Ada beberapa pelatih bagus yang melamar ke kita. Tetapi yang jelas bukan Robert Rene Albert," jelasnya.


Dirga Lasut Hengkang ke Persija

Entah apa yang terjadi dengan Sriwijaya FC. Setelah ditinggalkan winger Arif Suyono dan melepas bek Bobby Satria, tiba-tiba gelandang Mahadirga Maranando Lasut berpamitan kepada manajemen untuk memperkuat Persija Jakarta musim depan.
FC Sriwijaya


Kepastian perginya pemain yang karib disapa Dirga Lasut ini, setelah berpamitan dengan Direktur Teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainudin via telepon pada Kamis (18/8) pukul 15.00.

"Dia pemain penting bagi SFC. Tetapi sekali lagi manajemen tidak pernah menghalangi-halagi pemain yang ingin pergi," jelas Hendri Zainudin dengan nada kecewa.

Pasalnya, Dirga sudah mengambil tanda jadi, namun pemain asal Manado ini pun sanggup mengembalikan uang dan memilih Persija Jakarta sebagai tempat labuhan berikutnya.

Ketika dikonfirmasi, pemain yang identik dengan nomor 9 ketika memperkuat SFC ini mengatakan, sangat berat meninggalkan SFC, klub yang membesarkan namanya dan memberikan banyak kenangan sepanjang karir sepakbolanya.

Namun, sebagai seorang pria dia harus tegas dan memilih berpamitan dengan SFC. Ia tidak dapat membohongi dirinya ketika Ketua Umum Persija Ferry Paulus yang sudah seperti orang tuanya sendiri memintanya bergabung.

"Saya banyak berhutang budi dengan dia (Ferry Paulus). Orang yang sangat berjasa dalam karir sepakbola saya. Dia sudah seperti paman dan orang tuan saya sendiri," jelas Dirga.

Dirga pun meminta maaf kepada manajemen, pelatih, dan suporter serta fans SFC yang selama ini sangat dihormatinya.

"Saya pamit dan minta maaf kepada seluruh suporter, fans dan manajemen," jelasnya.


Rabu, 17 Agustus 2011

Dilamar Zah Rahan

Manajemen kembali pusing untuk menentukan pilihan siapa pemain asing yang bakal direkrut. Masalah itu timbul bukan lantaran sulit mendatangkan pemain buruannya. Tapi, ditengah kebingungan tersebut Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC) mendapat lamaran dari pemain yang berkualitas yakni, gelandang Persipura Jaya Pura, Zah Rahan Krangar.
FC Sriwijaya


“Semalam (kemarin, red) saya ditelepon Zah Rahan. Dia (Zah rahan, red) mengungkapkan keinginnannya untuk bisa bergabung bersama Sriwijaya. Tapi, kami masih bingung. Sebab, kuota pemain asing kami sudah pas,” kata Direktur Teknik dan SDM, PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM), Hendri Zainuddin, kemarin (16/8).

Maklum, bila tim juara double winner 2007 itu bingung untuk menetapkan pilihan. Sebab, saat ini, kuota pemain asing Sriwijaya FC sudah komplet. Tiga non Asia yakni Keith Kayamba Gumbs, Thierry Gathuessi, dan Alberto “Beto” Goncalves. Serta satu asing Asia, Lim Joon Sik.

Bukan hanya itu, tiga asing non Asia yang dimiliki Sriwijaya semuanya pada posisi yang sulit digeser. Seperti, Keith Kayamba Gumbs tak mungkin dilepas lantaran selain asisten, pemain berjersey nomor 17 itu juga termasuk motor serangan Sriwijaya FC.

Begitu dengan Beto. Pemain yang di boyong dari Persijap Jepara itu diproyeksikan sebagai mesin gol Laskar Sriwijaya yang sebelumnya dinilai mandul. Otomatis, Beto sulit untuk dilepas. Tak terkecuali, Thierry Gathuessi. Sebab, Thierry merupakan satu-satunya palang pintu terkokoh yang dimiliki Sriwijaya. Lantaran, satu defender tangguh lainnya, Claudiano Alves do Santos sudah dilepas. “Itulah yang membuat kami bingung dengan datangnya tawaran Zah Rahan,” sambungnya.

Zah Rahan sendiri dikabarkan meminta kepada manajemen Sriwijaya untuk mengontraknya dua musim langsung dengan bandrol senilai Rp2,5 miliar. “Sejatinya kami tidak keberatan. Tapi, kami harus berfikir ulang degan tawaran itu,” tambahnya.

“Saya juga sudah koordinasi dengan Kayamba. Kayamba mengatakan memang benar Zah Rahan musim depan sudah tidak lagi di Persipura. Tapi, belum tahu dimana akan bermain musim depan,” pungkasnya.

Popon Diminati PSM

Memang kontrak Ponaryo Astaman dengan Sriwijaya FC baru akan berakhir penghujung bulan ini (Agustus, red). Namun manajemen Sriwijaya FC segera menyodorkan kontrak baru. Itu karena mantan pemain Persija Jakarta ini tengah menjadi buruan beberapa klub besar.
FC Sriwijaya


PSM Makasar menjadi salah satu klub paling serius ingin dapatkan tanda tangan mantan kapten tim nasional (timnas) Indonesia tersebut. Seperti diberitakan JPNN untuk lebih mempersolid permainan tim berjuluk Juku Eja tersebut berniat datangkan pemain berlabel timnas. Salah satu di antara pemain nasional seperti Ponaryo Astaman.

“Masuknya nama pemain berpengalaman dan pernah membela tim nasional senior seperti Ponaryo untuk memberikan pendidikan kepada pemain lokal. Mereka perlu diperlihatkan bagaimana karakter pemain profesional yang bisa menjadi pemimpin,” terang CEO PSM Rully Habibie.

Terlebih masih katanya Popon (sapaan akrab Ponaryo Astaman) pernah memperkuat tim kebanggaan masyarakat Makasar tersebut selama tiga tahun (2004-2006). Bahkan pada musim pertamanya dia mampu mempersembahkan posisi runner up. Setelah itu, pindah ke Malaka Telkom lalu hijrah ke Arema Malang dan Persija Jakarta sebelum merapat ke Sriwijaya FC dua musim terakhir (2009/2010 dan 2010/2011).

Selain Popon lanjutnya pihaknya juga bakal memburu talenta-talenta lokal macam Djayusman Triasdi (Persisam) dan Ahmad Amiruddin (Arema Indonesia). “Kami memang membuka kesempatan kepada siapa saja, termasuk pemain debutan untuk melakukan seleksi pada 5 September mendatang. Mereka punya kesempatan dan peluang yang sama dengan pemain lainnya,” tegas Rully.

Untuk tiga pemain asing mereka bakal mendatangkan gelandang Minangkabau FC Mario Karlovic, mantan gelandang timnas Australia Mario serta Claudiu Nicu Raducanu mantan kapten timnas Rumania yang saat ini masih bermain untuk CE Premium sebagai striker.

Dilain pihak Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM) Hendri Zainuddin bisa memaklumi situasi tersebut. “Kami rasa wajar jika Popon diminati klub lain. Namun kami tetap yakin jika Popon kembali berbaju Sriwijaya. Saat ini kontrak belum habis dalam waktu dekat Popon bakal kembali dapat kontrak baru,” timpal anggota DPRD Banyuasin ini.

Maman Abdulrahman Batal Merapat Ke Sriwijaya FC

Niatan Sriwijaya FC untuk mendapatkan bek andalan Persib Bandung Maman Abdurahman sepertinya tidak akan terwujud setelah tak kunjung menemukan kata sepakat. Faktor harga ditengarai menjadi penyebab utamanya, sehingga Maman belum mau menerima tawaran Sriwijaya FC meskipun pada awalnya sempat memberikan sinyal positif.
FC Sriwijaya


Hal ini pun tidak dibantah oleh Direktur Teknik PT Sriwijaya Optimis Mandiri Hendri Zainuddin di Palembang, Selasa (16/8).

"Tawaran Maman masih terlalu tinggi bagi kami, sepertinya kami harus melupakan dia. Lagi pula, Maman sendiri sepertinya masih memprioritaskan Persib," kata Hendri.

Sriwijaya FC tidak begitu kecewa atas kegagalan mendapatkan Maman, karena memang tidak memasukkan mantan skuad timnas itu dalam daftar utama buruan untuk musim ini. Saat ini, manajemen SFC sedang berusaha mendapatkan bek Persipura Jayapura Hamkah Hamzah.

Peluang cukup terbuka, karena sinyal positif telah diberikan Hamkah ke manajemen SFC.

"Hamkah telah menunjukkan minatnya karena kami menjadikan bakal menjadi skuad utama. Tapi, dia harus menyelesaikan kontrak terlebih dahulu dengan Persipura hingga awal September."

Sementara itu Sriwijaya FC masih mencari pengganti dua pemain sayap Oktovianus Maniani dan Arif Suyono yang dipastikan meninggalkan Palembang.

Okto sengaja dilepas karena dipandang terlalu bersikap individual saat di lapangan dan sering bertindak indisipliner, sementara Arif karena ingin bergabung dengan Arema Indonesia yang bermarkas di kampung halamannya.

Untuk itu, mau tak mau manajemen SFC harus berburu pemain untuk mengantikan posisi Okto dan Arif. Hanya saja, yang patut digarisbawahi, pemain pengganti harus memiliki kualitas sepadan sehingga tetap membuat barisan tengah tetap solid.

Beberapa nama sempat menyeruak seperti Siswanto (Persib) dan M Ilham (Persija) yang menjadi bidikan manajemen SFC. Terayar adalah M Nasuha dari Persija Jakarta.

Pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi tak menyangkal pihaknya tengah berburu pemain sayap.

"Memang ada beberapa pemain yang sedang kami buru dan sedang dalam tahapan negosiasi. Mengenai siapa pemain yang dibidik, belum bisa diungkapkan karena baru sebatas negosiasi awal, lagi pula masih banyak pilihan dan belum mengerucut," kata Kas di Palembang, Rabu (17/8).

Menurut Kas, pemain andalan Persija Jakarta M Nasuha telah memberikan sinyal positif untuk kembali memperkuat Laskar Wong Kito.

"Saya berharap negosiasi dengan Nasuha berujung kesepakatan," tukas mantan pemain timnas ini.

SFC Kebanjiran Pelamar untuk Jadi Pelatih

Di tengah penolakan PSSI terhadap pelatih Kashartadi lantaran belum mengantongi lisensi A AFC, Sriwijaya FC kebanjiran pelamar beberapa pelatih beken.
FC Sriwijaya


Setelah Draco Mamic, kini giliran pelatih Timnas Filipina, Simon Mcmenemy yang mengajukan lamaran.

Disebutkan pelatih yang terbilang sukses membawa Filipina masuk semifinal, yang kemudian disinggkirkan oleh Timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2011 ini, mengajukan beberapa syarat dan fasilitas.

"Benar dia mengajukan lamaran, namun kami masih melihat peluangnya. Apalagi dia memenuhi syarat dari segi lisensi. Tetapi sekali lagi kami masih tetap percaya kepada duet pelatih Kashartadi dan Kayamba," jelas Direktur Teknik dan SDM PT SOM, Hendri Zainudin, Rabu (17/8).

Menurut Hendri, sejumlah pelatih luar banyak yang mengajukan lamaran ke klub Laskar Wong Kito, namun semuanya dalam tahap seleksi.

Hal ini terpaksa dilakukan manajemen mengingat PSSI meminta PSSI tidak menyetujui atau menolak Kas sebagai pelatih SFC lantaran mengantongi lisensi A Nasional, sementara seorang pelatih klub Liga Super Indonesia (LSI) harus mengantongi lisensi A-AFC.

Sultan Samma Pilih Kembali ke Persiba

Setelah sempat diklaim Sriwijaya FC, kini striker Sultan Samma ternyata sudah mengikat kontrak dengan klub lamanya Persiba.
FC Sriwijaya


Ia bersama para pemain lokal lainnya telah memperpanjang kontrak dengan manajemen Persiba Balikpapan.

Sultan Samma membenarkan dirinya telah mengikat kontrak satu musim ke depan. Meski diakui sempat dihubungi beberapa klub, tetapi sejak awal dia memang tidak berniat pindah karena memang mencintai Persiba.

"Sejak awal saya memang ingin terus bermain untuk Persiba. Dengan tanda tangan kontrak ini manajemen telah memberikan kejelasan tentang masa depan kami," jelas Sultan, Rabu (17/8).

Turut juga diperpanjang kontraknya adalah pelatih Hariyadi yang sukses menukangi Beruang Madu meski baru mulai melatih penuh setelah putaran kedua musim 2010-2011.

"Bersama Sultan ini kami perpanjang kontrak delapan pemain lainnya, selain pemain asing Aldo Baretto dan Robertino Pugliara," kata Manajer Persiba Jamal Al Rasyid di Balikpapan

Ke delapan pemain tersebut adalah striker Eki Nurhakim, Abdul Hamid Mony, gelandang Muhammad Bahtiar, Absor Fauzi, Asri Akbar, Stevanus Bungaran, bek Iqbal Samad, dan wing bek Dwi Joko Prihatin.

Satu pemain lagi yang ingin dipertahankan manajemen tapi belum meneken kontraknya adalah Erik Setiawan.

"Kami masih menunggu keputusan Erik yang sedang berkonsultasi dengan istrinya," terang Jamal.

Sebelumnya, manajemen Persiba sudah mengikat striker Jepang Kenji Adachihara, akhir pekan lalu. Dengan demikian Persiba sudah hampir memiliki tim yang utuh.

Persiba sudah punya pelatih, tiga pemain asing di dua posisi yang berbeda, empat striker, gelandang dengan tipe berbeda, dan bek.

Menurut Jamal, Persiba kini mencari kiper, bek, dan beberapa gelandang.

Satu posisi bek dijatah untuk pemain asing guna menggantikan Mijo Dadic, bek asal Kroasia yang kemampuannya dianggap menurun jauh setelah bergabung selama tiga musim.

ZAH RAHAN Ingin Kembali

Saat Sriwijaya FC sedang mempersiapkan diri untuk membangun sebuah tim dengan komposisi pemain terbaik, secara mengejutkan mantan ikon SFC Zah Rahan Krangar, menyatakan keinginannya untuk kembali memperkuat Laskar Wong Kito.

FC Sriwijaya


Hal itu diungkapkan oleh Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Hendri Zainuddin.Menurut anggota DPRD Banyausin ini,memang jauh hari sebelum kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) edisi 2010/2011 kemarin berakhir, pihaknya telah menghubungi pemain asal Liberia tersebut dengan tujuan ingin mengajaknya kembali menggunakan jerseySFC.

Namun,sang pemain tak kunjung memberikan jawaban,hingga akhirnya pihak manajemen SFC tidak lagi berharap bisa kembali membawa pemain yang telah berjasa besar dan sukses mempersembahkan titel double winnertersebut ke Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang. Kini saat seluruh persiapan tim hampir rampung dan seluruh kuota pemain asing dan asing Asia telah terpenuhi dan tinggal lagi mencari beberapa pemain tambahan guna melengkapi tim musim depan, playmakerPersipura itu tiba-tiba menelepon Hendri dan menyatakan ingin kembali memperkuat SFC.

“Ya benar,tadi (kemarin) malam Zah menelepon saya.Dia bilang katanya ingin kembali ke SFC,tetapi kali ini menginginkan agar bisa dikontrak dengan durasi dua tahun langsung.Saya jelas terkejut dengan kabar ini,karena kuota pemain asing sudah kita berikan kepada Beto,Thierry,dan Kayamba,”ungkap Hendri. Dan ibarat sebuah lagu lawas,Hendri pun menyatakan kepada Zah Rahan bahwa dirinya sudah terlambat.Karena tidak mungkin lagi untuk mengubah formasi yang sudah ada saat ini,karena jika itu dilakukan maka sama saja SFC telah mengkhianati kepercayaan dan juga komitmen yang telah dibuat sebelumnya dengan tiga pemain tersebut.

“Coba dia kasih kabar lebih cepat, mungkin kita masih bisa mempertimbangkannya, sekarang siapa yang mau di coret.Terlambat Zah kamu menelepon,”ujar pria asal Payaraman,OI ini. Sosok Zah Rahan memang pernah menjadi bagian paling penting dalam perjalanan klub SFC dalam kancah sepak bola domestik,apalagi ketika masih di bawah komando pelatih Rahmad RD Darmawan kala itu.Capaian HATTRICK Piala Indonesia selama tiga tahun berturutturut tak lepas dari sumbangsihnya dalam.

Namun di sisi lain,Zah juga telah membuat publik Sumatera Selatan kecewa saat dirinya memutuskan pindah ke Persipura,seusai SFC merebut titel ketiga Piala Indonesia di Stadion Manahan Solo pada edisi 2009 lalu. Dari informasi yang dihimpun HATTRICK,mantan punggawa Persekapas Pasuruan tersebut memilih hengkang ke Mutiara Hitam,karena SFC tidak bisa memberikan uang tunai sebagai tanda jadi saat dia membutuhkannya,sedangkan Persipura yang memang sedang mengincarnya langsung menyatakan kesediaannya untuk memberikan apa yang diinginkan Zah.

Tak Memiliki Lisensi, Kas Hartadi Ditolak

Manajemen Sriwijaya FC harus memutar otak lagi mencari solusi untuk menyelesaikan permasalahan pelatih kepala.

FC Sriwijaya


Pasalnya, PSSI tetap bersikeras tidak akan menerima klub yang hanya dilatih seorang pelatih yang memiliki lisensi A nasional. Dengan kondisi ini, peluang Kas Hartadi untuk membesut SFC bakal terganjal. Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri Hendri Zainuddin mengungkapkan, dari hasil verifikasi yang dilakukannya ke Kantor PSSI pusat kemarin, dia mendapatkan kepastian jika organisasi sepak bola tertinggi di Tanah Air tersebut tetap mewajibkan bagi peserta klub profesional level I agar dilatih pelatih berlisensi A AFC.

“Dengan kata lain,Kas Hartadi tidak diterima PSSI untuk melatih klub profesional sekelas SFC,”ujar Hendri kemarin. “Sedangkan wacana meminjam lisensi, seperti solusi bagi klub LSI yang pelatihnya mengantongi lisensi A nasional pada musim-musim sebelumnya, tidak lagi diterima PSSI,”sambungnya. Situasi ini memaksa pihaknya segera memikirkan solusi terbaik agar Kas Hartadi dan asistennya, Keith Jerome ‘Kayamba’ Gumbs, bisa tetap menjadi arsitek tim berjuluk Laskar Wong Kito musim depan.

Sebab,sejak diumumkan sebagai duet pelatih SFC, kalangan suporter dan masyarakat Sumatera Selatan menyatakan dukungan kepada keduanya. “Yang pasti kita tetap berusaha bagaimana caranya agar Kas Hartadi dan Kaya-mba tetap menjadi arsitek SFC, karena masih ada beberapa opsi yang ditawarkan PSSI sebagai jalan keluar permasalahan ini,”tuturnya. Hendri juga mengatakan, masalah ini bukan hanya menimpa SFC, melainkan juga sejumlah klub besar lain, seperti Semen Padang yang masih mempercayakan klub asal Sumatera Barat tersebut dilatih Nilmaizar yang juga hanya berlisensi A nasional.

Begitu pula Persisam Samarinda dengan Pelatih Hendri Susilo. Bahkan, PSSI tidak membolehkan klub yang bencananya meminjam seorang pelatih berlisensi A AFC hanya sebatas memenuhi administrasi seperti yang dilakukan musim lalu. Menanggapi hal ini, Kas Hartadi mengaku tetap berusaha tenang menghadapi masalah yang menghadang sambil terus berkoordinasi dengan manajemen untuk mencari solusi. Menurut pria asal Solo ini, jika memang tidak boleh hanya meminjam lisensi, dia berencana merekomendasikan Tumpak Sihite yang memiliki lisensi A AFC kepada manajemen agar menjadi pelatih kepala di SFC.

“Artinya, Tumpak Sihite tetap menjadi head coach di SFC dan saya bersama Kayamba menjadi asistennya. Dengan begini, kita harapkan SFC bisa memenuhi persyaratan yang ditetapkan PSSI yang mengharuskan seorang pelatih kepala tampil penuh di lapangan kecuali ada halangan,”

Selasa, 16 Agustus 2011

Ridwan Diplot Gantikan Posisi Arif

Musim kompetisi 2011/2012 M Ridwan dipastikan masih berseragam Sriwijaya FC. Namun dia tidak lagi menjadi full bek kiri, tetapi diminta pelatih Kas Hartadi bermain lebih menyerang di posisi kanan. Dia diplot mengisi winger kanan yang ditinggal Arif Suyono.

FC Sriwijaya


"Ridwan sangat baik bermain di kanan. Kelemahan kita di musim lalu adalah posisi sayap kanan yang kurang maksimal. Di sana mengalami bongkar pasang karena pemain sayap kerap cedera, kita harap Ridwan bisa mengisi posisi itu seperti ketika di Timnas," kata Kas Hartadi, Senin (16/8).

Seperti diketahui M Ridwan memang termasuk pemain serba bisa, dengan kecepatannya, pria asal Semarang ini bisa bertahan sekaligus menyerang. Dia pun memiliki naluri gol tinggi. Beberapa kali dipasang sebagai winger kanan ketika SFC dilatih Ivan Kolev, dia sukses menjalaninya.

Begitu pula ketika di Timnas, pelatih Alfred Riedl selalu memasangnya sebagai pemain sayap, ketika Timnas ditangani Rahmad Darmawan, Ridwan kembali mengisi posisi sayap.

"Sebagai winger modern, tidak hanya bertugas menyerang tetapi juga bertajan dan Ridwan memiliki kemampuan itu," jelas Kas.

Maka Kas terus mendekati bek sayap Persija Jakarta M Nasuha yang kerap menempati posisi full bek kiri untuk menggantikan posisi yang biasa diisi M Ridwan."Sejauh ini proses negosiasi berjalan baik, kita harapkan berjalan lancar dan dia mau bermain untuk SFC," ungkap Kas.

SFC tidak Diizinkan Pinjam Lisensi

Wacana meminjam lisensi seperti solusi bagi klub Liga Super Indonesia (LSI) yang pelatihnya mengantongi lisensi A nasional pada musim-musim sebelumnya, tidak lagi diterima pihak PSSI.
FC Sriwijaya


Organisasi tertinggi sepakbola di Indonesia itu mengharuskan pelatih klub LSI secara penuh memakai lisensi A AFC, tidak hanya sebatas meminjam atau administrasi semata.

"Artinya jika kita tetap memakai duet Kas-Kayamba, harus ada pelatih berlisensi A AFC yang mendampinginya secara penuh di lapangan," jelas Dirtek dan SDM PT SOM, Hendri Zainudin, Selasa (16/8).

Seperti wacana awal SFC berencana menggunakan Tumpak Sihite yang mengantongi lisensi A AFC untuk mendampingi Kashartadi.

"Tetapi itu tidak bisa. PSSI meminta seorang pelatih harus tampil penuh di lapangan. Artinya tidak boleh absen jika tidak ada halangan," jelasnya.

Kas Hartadi Ditolak PSSI

Manajemen Sriwijaya FC tampaknya harus benar-benar memikirkan solusi terkait dengan status Kashartadi sebagai pelatih kepala. Sebab informasi terbaru, PSSI tidak menerima lisensi A nasional sebagai pelatih.
FC Sriwijaya


PSSI tetap pada keputusan semula yakni, setiap pelatih harus mengantongi lisen A AFC, bukan lisensi A nasional.

"Hasil komunikasi terakhir Kas tidak diterima PSSI," jelas Direktur Teknik dan SDM PT SOM, Hendri Zainudin, Selasa (16/8).

Menurut Hendri pihaknya kini tengah memikirkan solusi terbaik untuk Kas dan asistennya Kayamba. Sebab bagaimana pun manajemen dan suporter sudah terlanjur cinta kepada duet Kaka, sebutan Kas-Kayamba.

"Kami masih memikirkan solusinya, karena ada beberapa opsi yang ditawarkan PSSI," urai Hendri.

PASTIKAN DUO TIMNAS!

Sriwijaya FC (SFC) sangat serius ingin mendatangkan bek tangguh Persipura Hamka Hamzah dan pemain serbabisa asal Persija Muhammad Nasuha ke Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring.
FC Sriwijaya


Rencananya,sebelum kedua punggawa timnas Indonesia tersebut meninggalkan Tanah Air dan bertolak ke Yordania kemudian melakukan uji coba kontra Palestina serta menghadapi Iran dalam pertandingan Pra-Piala Dunia (PPD) 2014, mereka telah memberikan kepastian dan komitmen dengan SFC.

“Ya,memang saya rencananya mau kembali ke Solo untuk melakukan komunikasi lagi dengan Hamka dan Nasuha.Karena dari hasil pertemuan dengan manajemen Sabtu (13/8),kami harus segera mendapatkan kepastian dari mereka sebelum timnas berangkat apakah mau atau tidak bergabung dengan SFC,” ungkap Pelatih SFC Kas Hartadi.

Karena itu,Kas ditargetkan oleh jajaran manajer di PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM),selaku pengelola SFC,agar segera bertemu melakukan komunikasi dengan keduanya di Solo.Dengan begitu,bisa mendapatkan jawaban pasti paling lambat pada Selasa (23/8). Jika Hamka dan Nasuha telah memberikan jawaban,setelah itu rencananya Asisten Manajer SFC Jamaluddin yang akan melakukan finishing mengenai harga dan menjelaskan bagaimana mekanisme pembayaran nilai kontrak yang telah disepakati.

Pasalnya,pada Kamis (25/8) semua pemain akan segera diberikan uang tanda jadi sebesar 25% dari total nilai kontrak. Dan kepada pemain yang lama dan pemain baru yang tidak lagi terikat kontrak dengan klub lamanya akan segera menandatangani kontrak setelah Lebaran,sebelum latihan perdana dilaksanakan 5 September nanti.

“Jadi,jika sudah dealuntuk bergabung bersama SFC musim depan,Hamka kemungkinan akan tetap mendapatkan uang tanda jadi meskipun dia baru bisa bergabung setelah kontraknya dengan Persipura berakhir Oktober nanti.Menurut saya,itu tidak masalah (menunggu hingga Oktober) asal dia sudah komitmen untuk bergabung dengan kami,”ungkap pria asal Solo ini.

Kehadiran Nasuha dan Hamka sangat penting bagi SFC.Apalagi,setelah winger Arif Suyono telah menyatakan bakal kembali ke klub lamanya,Arema FC, dengan alasan keluarga.Dengan kondisi ini, praktis Laskar Wong Kitokekurangan stok pemain sayap. Era Pelatih Rahmad ’RD’ Darmawan lalu,Nasuha diplot sebagai bek sayap kiri. Namun,kemampuannya yang bisa ditempatkan di posisi mana pun membuat dia bisa mengisi di beberapa posisi.

Kelebihan inilah yang membuat manajemen dan pelatih SFC makin kepincut dengan pemain bernomor punggung 2 ini. Begitupula dengan Hamka,meski termasuk salah satu pemain yang bengal, dia selalu tampil konsisten di setiap pertandingan bersama Mutiara Hitam, julukan Persipura Jayapura.

Dia juga menjadi salah satu pemain yang berjasa mengantarkan Persipura juara Indonesia Super Leagur (ISL) edisi 2010/2011 dan menembus babak 8 besar Piala AFC. “Mudah-mudahan Hamka bersedia bergabung bersama kami.Sebab,jika itu terwujud,duetnya bersama Thierry Gathuessi akan menjadi tembok yang sangat kukuh dalam menghalau setiap serangan lawan,”ujar Direktur Teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainuddin.

Senin, 15 Agustus 2011

Antara Tugas Asisten Pelatih dan Kewajiban Timnas

Manajemen Sriwijaya FC (SFC) tak lagi memperpanjang kontrak Ivan Venkov Kolev.Klub berjuluk Laskar Wong Kito itu pun langsung mencari suksesor Kolev dan pilihannya tak jauh dari internal SFC musim lalu.

FC Sriwijaya


Arsitek SFC musim depan adalah asisten Kolev,Kas Hartadi,dan dibantu Keith Jerome ’Kayamba’ Gubms.Khusus Kayamba,meski sebagai asisten pelatih atau tangan kanan Kas,pemain ini juga tetap pilar inti lini depan Laskar Wong Kito. Tapi,Kayamba sekarang dalam dilema.

Kondisi itu bukan masalah dobel job desk di klubnya sehingga dia bingung,tapi statusnya sebagai pemain tim nasional (timnas) St Kitt and Nevis.Pemain berusia 38 tahun itu sampai saat ini masih jadi andalan The Sugar Boyz,julukan timnas St Kitt and Nevis. Bagi Kayamba,membela timnas adalah sebuah keharusan sebagai pesepak bola.

Tapi, empat tahun membela SFC dan mendapat kepercayaan sebagai asisten pelatih plus tetap jadi ikon klub ini tentu bukan penghargaan yang mudah dikesampingkan. ”Saya sudah lapor kepada manajemen.Saya jelaskan semua terkait panggilan dari timnas St Kitt and Nevis. Mungkin nanti saya akan banyak meninggalkan klub untuk memenuhi panggilan membela timnas,”kata Kayamba, akhir pekan lalu.

Kayamba mengungkapkan,sederet jadwal timnas negaranya sudah di tangannya.Terlebih The Sugar Boyz akan melakoni Pra-Piala Dunia 2014 untuk Zona Amerika Utara,Tengah,dan Karibia. Bersama SFC,penyerang yang lama berkiprah di Hong Kong ini sudah akan memulai latihan lagi bulan depan.

St Kitts and Nevis akan melakukan pertandingan pada awal bulan depan. Kayamba dkk akan menjamu Puerto Riko pada 3 September dan empat hari menantang tuan rumah Saint Lucia. Padahal,SFC akan memulai latihan pada 5 September.Selain itu,St Kitt and Nevis akan bertarung lagi pada Oktober dan November.

”Dari informasi yang saya peroleh melalui pelatih,St Kitts Nevis akan berada satu grup dengan Kanada,Puerto Riko,dan Saint Lucia.Jika melihat kekuatan tiga negara lainnya,saya yakin kami bisa lolos. Saingan paling berat hanya Kanada,” ungkap mantan pemain Sabah FA ini.

Tapi,Kayamba mengatakan belum pasti akan turun di semua pertandingan timnas negaranya. Karena itu,ayah dua anak ini meminta kepastian dirinya akan dimainkan melawan negara mana saja pada PPD 2014. Jika dia nanti hanya akan duduk di bangku cadangan,Kayamba lebih memilih tetap berada di Palembang bersama SFC.

”Jadi,semuanya masih belum pasti.Karena, saya akan menunggu informasi lebih lanjut dari pelatih mengenai hal ini,”cetusnya. Kayamba juga menjelaskan,sambil menunggu kabar tersebut,dirinya memilih menetap di Palembang dan tidak kembali ke Australia,kampung halaman istrinya.

”Sekarang saya harus mengurus Kitas (Kartu Izin Tinggal Sementara) yang masa berlakunya hampir habis.Saya seorang pemain profesional,jadi tidak ingin ada persoalan pada masa yang akan datang,”tandas pencetak 47 gol bagi timnas negaranya itu.

Dari manajemen SFC,mereka memahami kondisi Kayamba.”Kami tidak akan menghalang-halangi jika Kayamba ingin bermain untuk timnas.Sebab,itu kewajiban setiap warga negara,”tandas Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Hendri Zainuddin.

5 September Latihan Perdana

Berdasarkan hasil rapat antara PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), selaku manajemen Sriwijaya FC (SFC),dan jajaran pelatih disepakati latihan perdana akan mulai digeber pada 5 September mendatang.

FC Sriwijaya


Rapat yang dilaksanakan di Hotel Swarna Dwipa,Sabtu (13/8),dihadiri Direktur Teknik dan SDM Hendri Zainuddin,Direktur Keuangan Augie Bunyamin,Direktur Pemasaran Bakti Setiawan,Sekretaris PT SOM Faisal Mursyid,dan Asisten Manajer SFC Jamaluddin serta jajaran pelatih seperti Kas Hartadi,Keith Jerome ‘ Kayamba’ Gumbs dan Indra Yadi. Rencananya,pelaksanaan latihan perdana ini akan digelar di Stadion Bumi Sriwijaya.

Karena Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring masih belum selesai direnovasi seperti perbaikan rumput dan fasilitas lainnya seperti tempat duduk berstandar internasional serta lainnya.Tapi,jika ternyata di Bumi Sriwijaya juga tidak bisa, terpaksa SFC harus rela melakukan latihan di stadion lainnya.

Untuk mendukung proses latihan tersebut,rencananya seluruh pemain baik itu yang lama maupun baru diminta berkumpul di Palembang paling lambat 4 September nanti.Tapi,ada pengecualian untuk pemain yang masih memperkuat timnas Indonesia di Pra-Piala Dunia seperti Ferry Rotinsulu,Firman Utina,M Ridwan, dan Supardi.

“Latihan akan dimulai sore sekitar pukul 14.30 WIB.Kami juga bakal langsung melakukan persiapan untuk kompetisi, karena PSSI merencanakan kick-offdimulai pada 8 Oktober mendatang,”tutur Pelatih Kas Hartadi. Mengenai materi latihan,Kas mengatakan sudah tidak ada masalah. “Kalau polanya,saya sedikit mengadopsi dari ilmu yang pernah saya serap dari Ivan Kolev semasa menjadi asistennya.

Tapi, untuk cara kerjanya akan sedikit berubah, apalagi untuk masalah peningkatan kualitas fisik,kami sudah memiliki Kayamba dan dia memang sangat baik dalam hal itu,”papar pria asal Solo ini. Sementara Kayamba menuturkan, persiapan selama satu bulan sudah lebih dari cukup untuk mempersiapkan tim. “Waktu satu bulan saya rasa sudah cukup. Karena,para pemain lama sudah kompak sehingga tinggal menyesuaikan saja dengan pemain baru mengenai skema pertandingan seperti apa yang akan dipakai,”tandasnya.

Posisi Bobby Terancam

Tak kunjung mendapatkan seorang defender yang berkualitas, kini manajemen Sriwijaya FC (SFC) menyiapkan sejumlah skenario. Bobby Satria terancam jadi korban.

FC Sriwijaya


Bobby terpaksa masuk daftar pemain yang bakal didepak.Sebab,saat ini manajemen dan pelatih SFC tengah mengincar bek tangguh Persipura Hamka Hamzah untuk berduet dengan Thierry Gathuessi. Jika Hamka berhasil berlabuh di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring,nasib Bobby benar-benar berada di ujung tanduk.

Manajemen terpaksa menerapkan skenario tersebut lantaran untuk mendapatkan seorang Hamka dibutuhkan dana yang cukup besar,sedangkan nilai kontrak Bobby juga masih tinggi.Padahal,Bobby belum pantas untuk menempati posisi di tim inti. Sebagai penggantinya,SFC akan mendatangkan pemain asal Persiba Balikpapan M Markus Bahtiar sebagai pelapis Hamka.

Kalau gagal merekrut Hamka,bek Persib Maman Abdurrahman akan menjadi pilihan kedua.Tapi,jika Hamka dan Maman juga gagal,rencananya Bobby akan tetap dipertahankan dan manajemen bakal merekrut Usep Munandar (Persisam) sebagai pelapisnya. “Jadi,belum tentu juga Bobby akan dilepas.Tergantung bagaimana skenario yang kami siapkan berjalan seperti apa.

Saya juga sudah perintahkan kepada Pak Jamaludin (asisten manajer SFC) untuk terus menjalin komunikasi dengan Bobby dan menjelaskan mengenai skenario ini,” ungkap Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Hendri Zainuddin. Dipilihnya Bobby sebagai “korban” lantaran sang pemain tidak mau jika musim depan nilai kontraknya dipangkas melebihi 10% dari yang diterimanya musim lalu, yakni sebesar Rp650 juta.

Padahal,dengan kondisi tanpa adanya bantuan APBD,SFC telah mengisyaratkan bakal melakukan penghematan. Belum lagi secara kualitas performa Bobby terus menurun dari tahun ke tahun. Berbeda dengan rekan satu timnya,Ahmad Juprianto,yang terus menanjak.Dua alasan mendasar inilah menurut Pelatih SFC Kas Hartadi yang menyebabkan Bobby kemudian masuk daftar pemain yang akan “dikorbankan”demi mendapatkan pemain berkualitas meskipun dengan harga cukup mahal seperti Hamka maupun Maman.

“Kami terpaksa memilih karena tidak mungkin memakai Hamka atau Maman bersama-sama dengan Bobby.Karena harga dia (Bobby) cukup tinggi dengan kondisi saat ini.Tapi,andai saja dia mau menurunkan harganya,tentu manajemen akan mempertimbangkannya kembali,” sebut Kas. Sementara itu,belakangan, Bobby memang dikait-kaitkan dengan klub Ibu Kota Persija Jakarta.

Kabarnya,tim berjuluk Macan Kemayoranitu bersedia memberikan gaji tinggi seperti yang diinginkan Bobby.Namun,kabar itu buruburu ditepis Bobby. “Kalau saya, bagaimana manajemen saja.Jika memang ingin tetap dipertahankan,saya akan bertahan.Tapi, kalau memang gaji hendak diturunkan, saya berharap tidak lebih dari 10%,karena saya punya keluarga yang harus diberi makan,”pungkasnya.

Minggu, 14 Agustus 2011

NASUHA DINANTI

Pelatih SFC Kas Hartadi memastikan kepergian Keceng,sapaan Arif,dari armadanya. Dia mengaku terkejut dengan keinginan sang winger yang berniat ”mudik” ke Arema FC,tim yang membesarkan namanya.

FC Sriwijaya


”Benar,Arif secara mendadak ingin pindah ke Arema karena alasan keluarga. Saya tak bisa menghalangi keinginan dia, apalagi kalau keinginan itu karena alasan keluarga,”tutur Kas kemarin. Tak pelak,Kas harus mencari pengganti yang sepadan dengan Keceng.Sebab, kepergian winger timnas Indonesia ini membuat stok pemain sayap SFC semakin menipis.

Maklum,sebelumnya Laskar Wong Kito sudah mendepak Oktovianus Maniani yang dianggap tak disiplin. Ada beberapa nama winger yang masuk pertimbangan Laskar Wong Kito.Di antaranya adalah duo Persija Jakarta M Nasuha dan M Ilham,serta punggawa Persib Bandung Siswanto.”Semua bidikan kami masih dalam tahap pendekatan,”ungkap Kas.

Secara persentase,Nasuha menjadi pemain yang paling mungkin didapat SFC. Ini tak lepas dari hijrahnya Pelatih Rahmad ’RD’ Darmawan dari klub itu untuk menukangi timnas U-23.Maklum,Nasuha adalah salah satu anggota ”gerbong”yang dibawa RD dari SFC ke Persija musim lalu. ”Kami memang sudah ada pembicaraan dengan Nasuha.

Dia pun sepertinya tertarik kembali ke SFC.Tapi,sekarang dia masih ingin konsentrasi membela timnas di Pra-Piala Dunia (PPD) 2014,”beber Kas. Rencananya,setelah melakukan pertemuan dengan Keith ‘Kayamba Gumbs, rekan duetnya sebagai pelatih,serta manajemen SFC,kemarin,Kas akan terbang ke Solo.

Di kampung halamannya itu,dia akan kembali bertemu Nasuha yang sedang mengikuti pemusatan latihan timnas.”Mudahmudahan semuanya berjalan lancar,dan Nasuha sudah bisa bergabung dengan SFC setelah PPD 2014,”ujarnya.

Sementara M Ilham sepertinya sulit didapat.Sebab,pemain ini merupakan salah satu ikon Persija,dan sudah cukup lama memperkuat tim ibu kota tersebut. Apalagi,PSM Makassar dikabarkan juga tertarik memburu tanda tangannya. Di sisi lain,Siswanto juga sulit digapai SFC.

Persib sebagai pemilik sang pemain sepertinya masih berat untuk melepasnya meskipun sampai sekarang belum memberi kepastian perpanjangan kontrak kepadanya.”Tak ada garansi Siswanto bisa atau tidak direkrut SFC,”ucap Kas.Tetapi,jika Maung Bandung,julukan Persib,tak memperpanjang kontrak Siswanto, Laskar Wong Kito siap menampungnya.

Selain mencari winger,SFC juga masih memburu defender dan kiper. Di posisi belakang, Laskar Wong Kito membutuhkan figur centre back untuk menggantikan Claudiano Alves dos Santos yang dilepas. Sementara di bawah mistar,klub Sumatera Selatan ini ingin mencari pelapis Ferry Rotinsulu.

Sejumlah nama sempat disebut,seperti kiper FX Yanuar (Deltras Sidoarjo),I Made Wirawan (Persiba Balikpapan),dan I Made Kadek Wardana (Pelita Jaya).Namun,semuanya menolak menjadi kiper kedua.Kini,SFC mengalihkan bidikan kepada penjaga gawang Persijap Jepara M Yasir.

Skuad Sriwijaya FC Siap Arungi Liga Indonesia

Manajemen klub Sriwijaya FC siap merebut trofi Liga Indonesia musim depan dari tangan Persipura. Terbukti,saat tim lain disibukkan dengan menyiapkan kelengkapan berkas agar lolos menjadi peserta kompetisi, SFC telah membentuk kerangka tim musim depan.
FC Sriwijaya


Dari hasil rapat yang dilakukan antara manajemen dan jajaran pelatih Sriwijaya FC di Hotel Swarna Dwipa kemarin, diputuskan musim depan tim berjuluk Laskar Wong Kito ini diperkuat 24 pemain. Dari jumlah tersebut terdapat sejumlah nama pemain lama,seperti Ferry Rotinsulu, Fauzal Mubarok, Andi Irawan di posisi penjaga gawang.

Kemudian, lini belakang Supardi,M Sobran,M Ridwan, Mahyadi Panggabean,Ahmad Jupriyanto,dan Thierry Gathuessi. Selanjutnya,di lini tengah Rendi Siregar, Jeki Arisandi, Ponaryo Astaman, Mahadirga Lasut, Lim Joon Sik, dan Firman Utina. Sedangkan,lini depan, pemain lama macam Budi Sudarsono dan Keith Jerome ‘Kayamba’ Gumbs.

Hadir pula dua penyerang andal, seperti Alberto ‘Beto’ Gonzalves,Rizky Novriansyah serta Sultan Samma. Sederet nama pemain top tersebut diyakini PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) sebagai pengelola klub mampu membawa SFC kembali berjaya dan menjadi tim terbaik di Tanah Air seperti pencapaian yang pernah diraih pada edisi 2007 saat merebut titel double winner.

“Saya rasa kita salah satu tim yang paling cepat mempersiapkan tim musim depan karena dari yang saya dengar tim lain masih sibuk melengkapi berbagai kelengkapan berkas dan menyelesaikan permasalahan lainnya, termasuk status pemain,” ungkap Direktur Teknik dan SDM PT SOM Hendri Zaiunuddin kemarin.

Dia optimistis hadirnya Beto yang akan berduet dengan Kayamba dapat menjadikan lini depan SFC semakin menakutkan. Untuk melengkapi komposisi tim yang sudah ada tersebut, SFC berencana membidik beberapa pemain tambahan lagi, seperti M Nasuha atau M Ilham sebagai pengganti Arif Suyono yang sebelumnya telah menyatakan keinginannya pindah ke Arema Indonesia.

Sedangkan, di sektor bek yang ditinggalkan Claudiano Alves Dos Santos,Pelatih SFC Kashartadi mengisyaratkan telah melakukan pembicaraan dengan sejumlah pemain. Mereka adalah Hamka Hamzah (Persipura), Maman Abdurrahman (Persib),Ambrizal (Persija).

Sementara untuk pelapisnya, dia membidik Usep Munandar (Persisam) dan M Markus Bahtiar (Persiba). Keduanya akan diplot sebagai pengganti Bobby Satria yang tidak diperpanjang kontraknya. “Kita memang masih mencari dua orang bek lagi, satu untuk pemain inti dan satunya lagi sebagai pelapis,”beber Kas Hartadi.

Direktur Keuangan PT SOM Augie Bunyamin menambahkan, sebagai tanda jadi para pemain akan menerima uang muka sebesar 25% dari total nilai kontrak.“Pemberian uang tanda jadi akan dilakukan setelah lebaran,”pungkasnya.

Sriwijaya FC Masih Cari Alternatif Homebase

Pihak manajemen Sriwijaya FC hingga kini terus berupaya untuk mencari jalan keluar terkait masalah tidak bisa dipergunakannya Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (SGSJ) sebagai homebase tim selama pergelaran SEA Games XXVI belum selesai dilaksanakan.
FC Sriwijaya


Sejumlah alternatif terus dipikirkan sebagai jalan keluar terbaik agar agar tim kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel) ini tetap berlatih dan bertanding di markasnya.Di Palembang sendiri memang memiliki sejumlah stadion lain. Tetapi jika merujuk pada standarisasi Liga Indonesia maka tidak ada satupun yang memenuhi persyaratan.

Pasalnya,selain SGSJ sebenarnya masih ada Stadion Bumi Sriwijaya yang masuk kategori standar.Tetapi lantaran stadion ini juga kemungkinan besar bakal dipakai untuk pelaksanaan cabor atletik SEA Games,maka terpaksa rencana itu diurungkan.

Sedangkan sejumlag stadion lainnya seperti Partajaya milik Pertamina, Stadion Hatta,Stadion Kamboja I dan II, hingga Stadion Pusri semuanya tidak memenuhi syarat. ”Kami hingga saat ini masih terus mencarikan jalan keluarnya.Ada wacana kami mengajukan surat kepada PSSI dan PT Liga Indonesia (PT LI) agar seluruh pertandingan laga kandang SFC untuk sementara ditunda hingga selesai SEA Games,”tutur Direktur Tehnik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Hendri Zainuddin.

”Jadi kalau kickoff liga tetap 8 Oktober,maka SFC hanya akan menjalani laga tandang terlebih dahulu.Setelah SEA Games selesai baru laga kandang di gelar,”sambungnya. Tetapi jika tidak bisa dan terpaksa laga home SFC tetap harus di pindah ke Stadion Manahan, Solo,maka dapat dipastikan pihak manajemen harus merogok kocek dalam-dalam untuk membiayai berbagai keperluan tim selama berada di sana.

Untuk menghindari hal itu,maka rencananya akan dicari alternatif lain agar SFC tidak harus menderita kerugian yang cukup besar. Ya,berdasarkan hitung-hitungan yang dilakukan oleh Direktur Keuangan PT SOM Augie Bunyamin,Laskar Wong Kito harus menyiapkan dana sebesar Rp180 Juta untuk keperluan menggelar setiap kali laga home di Solo.

Sabtu, 13 Agustus 2011

Setelah Kecenk, Bobby Juga Hengkang dari SFC

Setelah melepas Arif Suyono ke Arema, keputusan mengejutkan dibuat Sriwijaya FC dengan melepas defender Bobby Satria.
FC Sriwijaya


Padahal, sebelumnya pria asal Padang Sumatera Barat ini termasuk pemain yang dipertahankan. Keputusan ini dibuat berdasarkan rapat antara pelatih dan manajemen di Hotel Swarna Dwipa, Sabtu (13/8/2011).

"Berdasarkan hasil rapat, Bobby tidak kami pertahankan dan tidak menjadi bagian dari kerjasama musim depan," ungkap pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi kepada sripoku.com.

Menurut Kas, keputusan ini dibuat berdasarkan beberapa pertimbangan matang, salah satu pertimbangannya karena mantan pemain Persebaya Surabaya itu mengalami penurunan performa.

Kemudian persoalan nilai kontrak Bobby yang mencapai angka Rp650 juta juga menjadi pertimbangan, karena SFC ingin menghemat anggaran.

"Dua alasan itu saya rasa yang paling mendasar," ungkap Kas.

Seperti diketahui, eksistensi Bobby di lini belakang SFC pada musim lalu memang terbilang vital. Dia dikenal tenang dan memiliki tekel-tekel bersih.

Caranya berkomunikasi dengan rekannya di lini belakang cukup baik, bermain keras namun bersih membuatnya menjadi pilihan pelatih Ivan Kolev dalam pertandingan penting SFC musim 2010/2011.

Namun dalam beberapa pertandingan terakhir pria asal Padang Sumatera Barat ini sempat tersisih karena mengalami penurunan.

Minta Away Dulu

Sriwijaya FC (SFC) bakal melakukan lobi kepada PSSI. Kickoff kompetisi pada 8 Oktober membuat tim berjuluk Laskar Wong Kito terancam terusir dari Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), Palembang. Sebab, pada November, home based SFC itu dipakai acara pembukaan dan penutupan SEA Games XXVI/2011.

FC Sriwijaya


Biar acara sukses, Panitia SEA Games Sumsel meminta tempat penutupan dan pembukaan harus steril 2 pekan sebelum hajatan. Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) sudah menyiapkan berbagai alternatif biar SFC tetap bisa konsentrasi berkompetisi. Mulai melobi panitia SEA Games lokal hingga menyiapkan tempat alternatif, Stadion Manahan Solo sebagai markas kedua Firman Utina dkk selama multieven dua tahunan itu digeber.

"Kami juga akan melobi PSSI supaya menata jadwal yang tak menabrakkan laga home kami dengan hajatan SEA Games. Kami akan minta jadwal away dulu di awal kompetisi sambil menunggu SEA Games selesai," terang Faisal di Senayan, Jakarta, Kamis (11/8).

Langkah ini diambil jika memang PSSI tetap memutar kompetisi saat dan jelang pesta olahraga bangsa Asia Tenggara digelar mulai 11 hingga 22 November. Menurut Faisal, minta laga away dulu menjadi solusi terbaik. Ini biar SFC juga gak kehilangan jatah home di GSJ Palembang.

Jika skenario mulus, SFC gak akan kehilangan dukungan langsung dari suporter fanatiknya. Apalagi, kehadiran mereka terbukti efektif mengangkat moral dan daya juang Laskar Wong Kito. Buktinya, musim lalu SFC gak terkalahkan selama jalani laga home. Hasil terburuk imbang tiga kali.

Artinya, SFC bisa menjaga mesin poin partai home terus berputar jika bisa menjaga partai home tetap digeber di GSJ. Pemain sendiri sangat berharap SFC tak main di luar Palembang saat gelar partai home. Ini karena GSJ sudah berikan kenyamanan kepada pemain dengan riuhnya sorakan suporter SFC.

"Kalau pemain, pasti berharap bisa main di stadion sendiri. Keberadaan suporter membantu kami hadapi pertandingan. Semangat dari mereka membuat pekerjaan kami terasa mudah di lapangan,'' tukas kiper SFC Ferry Rotinsulu kala dihubungi di Solo kemarin (12/8).

Sebaliknya, tanpa pemain ke-12 Ferry mengaku perjuangannya meraih poin harus lebih kerja keras. Karena itu, dia sepakat jika pengurus SFC memperjuangkan Laskar Wong Kito bisa tetap mainkan semua laga home di GSJ. Salah satunya dengan melobi pengurus PSSI untuk menggeser partai home SFC setelah SEA Games XXVI kelar.

Bobby Satria Optimis Rebut Posisi Starter

Bek Bobby Satria menjadi pilihan pelatih Ivan Kolev dalam pertandingan penting Sriwijaya FC musim 2010/2011. Hal inilah yang mendasari manajemen untuk mempertahankannya.
FC Sriwijaya


Namun dalam beberapa pertandingan terakhir pria asal Padang Sumatera Barat ini sempat tersisih karena mengalami penurunan.
Menanggapi ini Bobby yakin bisa bersaing, kedatangan pemain-pemain baru membuatnya semakin bersemangat untuk bersaing dan merebut kembali posisi starter.

"Musim lalu juga demikian, saya sempat dipasang di kiri, tetapi saya yakin bisa menjadi yang terbaik," jelas Bobby, Jumat (12/8/2011).


Eksistensi Bobby di lini belakang SFC memang terbilang vital. Dia dikenal tenang dan memiliki tekel-tekel bersih. Caranya berkomunikasi dengan rekannya di lini belakang, bermain keras namun bersih membuatnya menjadi pilihan pelatih Ivan Kolev.

Dengan semangat musim baru nanti Bobby siap bersaing meski SFC memiliki Ahmad Jufriyanto, kemudian SFC kembali mendatangkan bek baru seperti Usep Munandar atau M Bahctiar.

Keceng Ingin Pulang

Publik Sumatera Selatan (Sumsel) hampir dipastikan tidak lagi menyaksikan aksi menawan dari seorang winger andal Arif Suyono berkostum Sriwijaya FC (SFC).

FC Sriwijaya


Punggawa timnas Indonesia ini bakal segera menanggalkan kostum SFC dan kembali ’’pulang’’ mengenakan jerseyArema FC yang telah membesarkan namanya.Dari informasi yang berhasil dihimpun HATTRICK, Keceng––sapaan Arif––meninggalkan Palembang karena alasan keluarga.

Kepada HATTRICK,Keceng tak bisa menutupi keinginannya kembali memperkuat Singo Edan,julukan Arema. Hingga kini dirinya berstatus bebas transfer karena belum ada perpanjangan kontrak dari SFC untuk musim depan.

“Kontrak saya sudah habis dan belum ada pembicaraan kontrak lagi.Ada keinginan kembali ke Malang,dekat dengan keluarga dan teman-teman di Arema,”kata Arif,yang tengah berada di Solo untuk pemusatan latihan timnas senior.

Keceng mengakui ada sejumlah klub besar yang sudah mengontak dan menawarinya bergabung musim depan.Namun, pemain yang memulai karier sepak bolanya di SSB Brawijaya 82 itu belum menentukan pilihan pasti ke mana bakal berlabuh.

Bagi dia,menentukan pilihan bukan pekerjaan sulit karena tawaran yang datang berasal dari klub-klub mapan.Namun,dia masih ingin berkonsentrasi pada timnas yang tak lama lagi bakal menjalani pertandingan babak III Pra-Piala Dunia Zona Asia.

“Arema klub yang membesarkan saya dan pemain seperti saya pasti punya keinginan untuk kembali.Tapi,semua tergantung pembicaraan nantinya,klub mana yang lebih serius.Saya juga belum ada pembicaraan apa pun dengan manajemen Arema,”lanjutnya.

Manajemen tim berjuluk Laskar Wong Kito ini pun mengaku terkejut dengan kabar tersebut.Namun,mereka menyatakan tidak bisa memaksakan kehendak jika memang itu keinginan sang bintang.

“Ya,saya juga mendengar adanya informasi itu,tetapi itu masih 70% karena dia belum secara langsung menyatakan kepastian mengenai kepergiannya kembali kepada Arema kepada kami,’’ ungkap Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Hendri Zainuddin saat dihubungi kemarin.

Menurut Hendri,pihaknya juga tidak akan menghalang-halangi jika itu memang keinginan dari Arif.Sebab pada intinya,SFC menginginkan agar seorang pemain yang memutuskan tetap berada di Palembang bersama SFC lantaran keinginannya sendiri dan bukan lantaran ada alasan lain.

“Kalau kami mempersilakan saja bagi siapa pun pemain yang ingin pindah ke klub lain,mungkin di sana mereka bisa mendapatkan kenyamanan.Mudahmudahan di sana kariernya bisa lebih berkembang.

Apalagi kalau alasannya masalah keluarga,”ungkapnya. Arif sendiri sudah memperkuat SFC pada era Rahmad ’RD’ Darmawan.Saat memilih SFC pada 2009,dia rela dihujat publik Aremania.Ketika dia memilih memperkuat SFC musim 2009-2010 karena ingin merasakan jawara bersama SFC.

Karier Keceng sangat moncer pada awalawal debutnya bersama SFC pada musim kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) edisi 2009/2010. Sayangnya,pada masa kepemimpinan Ivan Kolev pada 2010/2011, Keceng hanya dimainkan sebanyak 829 menit,bahkan tidak satu pun berhasil mengemaskan gol.dan mendapatkan dua kartu kuning.

Pelatih SFC Kas Hartadi mengaku belum mengetahui mengenai kabar kepergian Keceng.“Saya belum mendapatkan kabar dari Keceng.Mungkin nanti saya tanyakan langsung dengan dia masalah ini,”tutur Kas, singkat.

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/420574/

Jumat, 12 Agustus 2011

Duo Kaka Sriwijaya FC Siap Paparkan Rencana

Besok manajemen Sriwijaya FC (SFC) akan melakukan pertemuan dengan duet Pelatih Kas Hartadi dan Keith Jerome ’Kayamba’ Gumbs di Hotel Swarna Dwipa untuk membahas masa depan tim berjuluk Laskar Wong Kito.

FC Sriwijaya


Dalam diskusi tersebut,PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM),pengelola SFC, akan meminta masukan dan sekaligus mendengarkan rencana apa saja yang disiapkan duo K tersebut.Masukan itu mulai komposisi pemain yang mengisi skuad SFC hingga pola seperti apa yang akan diterapkan dalam latihan hingga selama pertandingan nanti.

Kas dan Kayamba juga mempersiapkan diri untuk memaparkan rencana apa yang telah mereka persiapkan meyakinkan pihak manajemen.Kas mengakui tidaklah mudah untuk menyusun sebuah program latihan tanpa adanya kejelasan jadwal kompetisi.

Sebab,ini akan berdampak pada sejauh mana persiapan sebuah tim sebelum mereka benar-benar memasuki pertarungan yang sebenarnya menjadi klub terbaik di Tanah Air. “Bagaimana saya mau membuat program latihan kalau jadwal saja belum jelas.Tetapi saya tak menyerah begitu saja.Saat ini saya mencoba membuat pola latihan sesuai dengan prediksi saya,”tuturnya.

“Misalkan,Liga Super Indonesia (LSI) atau Piala Indonesia (PI) digelar bulan ini,maka saya sudah siapkan program latihan untuk jangka waktu dua bulan,ya seperti itulah.Jadi ada tiga program latihan yang sudah saya siapkan,mulai dua bulan,satu setengah bulan,dan satu bulan saja. Hitung-hitung sekalian mengisi waktu,” ungkap suksesor Ivan Kolev itu.

Kas merasa beruntung pernah diberikan tanggung jawab untuk melatih tim junior di SFC U-21,akademi sepak bola di Sekayu Youth Soccer Academy (SYSA),dan juga asisten pelatih kepala SFC era Kolev.Dari sana, dia mengaku telah mendapatkan banyak referensi.

Setelah secara resmi ditetapkan sebagai pelatih SFC berduet bersama Kayamba,Kas makin membekali dirinya dengan mempelajari lebih dalam mengenai sepak bola dari berbagai media, baik buku maupun browsing melalui internet.

Semua itu dilakukannya untuk menjawab banyaknya keraguan dari sejumlah pihak kepada mereka berdua lantaran masih minimnya pengalaman mereka dalam mengangani tim di level tertinggi di Indonesia.

“Pastilah,saya juga memikirkan racikan SFC ke depanya,walaupun saya baru pertama kali memegang tim Liga Super sebagai pelatih kepala. Pengalaman saya menjadi pelatih junior dan asisten pelatih setidaknya tidak mempersulitkan saya lagi untuk menyusun program latihan atau meramu racikan nantinya,”ujarnya.

Kas berharap agar permasalahan lisensi tidak dipermasalahkan.Sebab, jika peraturan mengenai pelatih klub Liga Super harus berlisensi A AFC dan asisten pelatih B AFC,SFC terpaksa mencari pelatih baru.Sebab,Kas masih berstatus pelatih lisensi A PSSI, sedangkan Kayamba hanya memiliki lisensi C FIFA untuk asisten pelatih fisik.

Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri Hendri Zainuddin merasa yakin dengan duet pelatih yang dimiliki SFC saat ini. Keduanya bisa saling mengisi karena masing-masing memiliki kelebihan sendiri.

“Perpaduan Kas dengan Kayamba pasti akan menghasilkan kreasi sepak bola yang luar biasa. Apalagi sebagai pemain,Kayamba pasti tahu apa yang harus dan dibutuhkan tim,”pungkasnya.

Sriwijaya FC Ingin Tiru Klub Jepang

Keputusan pelarangan dana hibah APBD untuk pengelolaan klub sepakbola profesional diantisipasi oleh Sriwijaya FC dengan melakukan kerjasama sponsorship dengan pemerintah Sumatera Selatan.
FC Sriwijaya


Menurut Sekretaris PT SOM (Sriwijaya Optimis Mandiri), Faisal Mursyid, bentuk kerjasama tersebut tidak melanggar aturan, karena sifatnya yang bukan hibah. Kerjasama tersebut nantinya akan menguntungkan kedua belah pihak.

"Dengan kerjasama sponsorship seperti ini semoga ditemukan win-win solution antara kedua belah pihak. Karena ini kerjasama profesional demi mempromosikan daerah," ujar Faisal di kantor PSSI, Kamis, 11 Agustus 2011.

Faisal menilai kerjasama sponsorship antara pemerintah dengan klub sepakbola merupakan salah satu langkah efektif untuk mempromosikan daerah yang menjadi homebase klub tersebut. Apalagi jika klub itu mampu berprestasi.

Faisal pun mencontohkan klub asal Jepang, Gamba Osaka, yang turut memberi andil memperkenalkan nama kota Osaka kepada dunia. "Kalau tidak ada Gamba Osaka, kita mungkin tidak tahu ada nama kota itu di Jepang," papar Faisal.

Sayangnya, Faisal masih belum dapat menjelaskan format kerjasama yang akan dilakukan bersama Pemerintah Daerah Sumatera Selatan saat kompetisi musim depan bergulir.

Kamis, 11 Agustus 2011

Sultan Samma Milik SFC, Oktober Nanti

Jika benar-benar menginginkan Sultan Samma,Sriwijaya FC (SFC) harus bersabar menunggu hingga Oktober mendatang.Pasalnya,Sultan masih terikat kontrak dengan Persiba Balikpapan hingga September nanti.
FC Sriwijaya


Hal itu bakal dilakukan PT Sriwijaya Optimis Mandiri selaku manajemen pengelola SFC.Hal itu diketahui dari keterangan yang diberikan Asisten Manajer SFC Jamaluddin.“Tenang saja,Sultan sudah menjadi milik SFC”sebut Jamal. Karena,sebenarnya proses negosiasi terhadap mantan punggawa timnas U-23 ini telah dilakukan sejak lama atau tepatnya tahun lalu.Tapi,karena pihak Persiba telah mengikat Sultan hingga tiga tahun langsung masa kontrak membuat upaya SFC kandas.

Setelah musim ini durasi kontraknya habis,Sultan telah memutuskan pilihannya menerima pinangan SFC untuk mewujudkan impiannya meraih titel tertinggi di kancah nasional,meskipun Persiba masih tetap akan memperpanjang kontraknya. Kondisi inilah yang membuat SFC terlihat tenang-tenang saja saat Sultan menjawab jika dirinya akan tetap berkostum Persiba musim depan di sejumlah media lokal Balikpapan dan nasional. “Saya memaklumi jika Sultan melontarkan pernyataan seperti itu.

Karena memang sejak awal dia menolak di ekspose media massa jika bakal pindah klub. Pasalnya,dia mengaku masih terikat kontrak dengan Persiba hingga September nanti.Sebagai pemain profesional,dia akan tetap setia hingga saat itu.Artinya,SFC baru bisa menggunakan tenaganya pada Oktober nanti,”ujar Jamal. Pernyataan itu memang sempat membuat masyarakat dan pendukung SFC tersentak.Sebab,para suporter Laskar Wong Kito sudah sangat berharap agar Sultan yang merupakan salah satu pemain muda lokal berbakat bisa memperkuat lini depan SFC bersama Keith ‘Kayamba’ Gumbs dan Alberto ‘Beto’ Goncalves.

Hal senada diungkapkan Pelatih SFC Kas Hartadi.Menurut pria asal Solo ini,Sultan sudah mencapai kesepakatan termasuk soal harga.Dia yakin dengan kemampuan punggawa timnas U-23 musim lalu ini. “Dia dikenal memiliki naluri gol tajam, kecepatan,dan bermain ngotot.Sebagai pemain muda,dia sudah ditempa banyak pengalaman karena selalu menjadi starter Persiba dalam dua musim terakhir Liga Super Indonesia.Saya yakin dia bisa bergabung ke SFC.Karena,kami membutuhkannya dan dia mau bermain untuk SFC,”tandas Kas

SFC Tidak Setuju Pembatasan Anggaran Rp15 M

Sriwijaya FC (SFC) menegaskan tidak setuju dengan rencana PSSI yang akan memberlakukan pembatasan pengeluaran anggaran bagi klub setiap musimnya sebesar Rp15 miliar.
FC Sriwijaya


Karena,jika memang format musim depan Liga Indonesia level tertinggi bakal menerapkan peraturan kompetisi profesional,sudah selayaknya tim yang bertarung harus mampu menjadikan timnya super sehingga nantinya bisa bersaing dengan klub lain dari negara lain di kawasan Asia. Tapi,jika ada batasan anggaran,di mana seluruh pengeluaran mulai dari pembayaran gaji,akomodasi,konsumsi,dan lainnya hanya dibatasi Rp15 miliar,PSSI sama saja tidak serius dalam meningkatkan tensi dan gengsi kompetisi domestik.

Presiden SFC Dodi Reza mengungkapkan,sebelum wacana itu ditetapkan secara baku,ada baiknya PSSI segera mempertimbangkannya kembali. Begitu pula dengan batasan kontrak pemain lokal level satu maksimal Rp500 juta.Menurut Hendri,hal itu akan sulit dipenuhi oleh klub mana pun,termasuk SFC.Bisa jadi,di atas kertas memang jumlahnya seperti aturan,tapi di belakangnya lebih dari itu. “Pada dasarnya,kami harus siap-siap mengikuti aturan itu.Musim lalu juga begitu,tapi faktanya sulit diterapkan. Nyatanya banyak klub yang menggoda pemain dengan kontrak di atas Rp500 juta,”kata anggota DPR RI asal Sumsel ini.

Dia mencontohkan,pemain bintang level timnas sekelas Ferry Rotinsulu, Markus Haris Maulana,Ponaryo Astaman, atau pun Firman Utina yang level kontrak per musimnya mencapai angka Rp700 juta–Rp800 juta per musim ke atas apakah mereka mau pada musim depan menerima angka Rp500 jutaan? “Jika aturan itu ditetapkan,pemainpemain tersebut harus dilibatkan agar klub pun tidak minder merekrut mereka. Jangan hanya klub yang diberikan imbauan dan penjelasan.Karena,itu akan mengakibatkan miskomunikasi di antara keduanya,”sebut Dodi.

Dodi juga mempertanyakan apakah dengan membatasi jumlah pengeluaran klub hanya sebesar Rp15 miliar dapat menjadi klub bisa tetap mendapatkan pemain berkualitas.Sebab,nantinya tim bukan hanya fokus untuk menjadi yang terbaik di tingkat nasional,tapi juga internasional. Sebab,hal itu pasti akan berdampak juga pada kualitas pemain timnas Indonesia.Jika kompetisi lokal malah mengalami kemunduran lantaran tidak ada lagi pemain asing yang memiliki kualitas bagus menjadi bagian dari klub, lantas bagaimana pemain lokal bisa mengasah kemampuannya?

“Format yang sekarang sebenarnya sudah bagus dan sangat baik.Hanya perlu adanya penyempurnaan.Sekarang masih banyak waktu untuk memperbaikinya,” tandas Dodi. Sementara itu,Direktur Teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainuddin menambahkan,adanya ketetapan dari PSSI yang akan memberlakukan sanksi atau penalti kepada klub yang menggunakan uang melebihi ketentuan Rp15 miliar sangat tidak masuk akal.

“Kalau memang klub mampu lebih dari itu,kenapa harus diberi sanksi? Itu seharusnya tak mengapa,asal dana yang dipergunakan itu bisa dipertanggungjawabkan.Artinya,klub itu mampu menjawab tantangan untuk lepas dari APBD sesuai peraturan pemerintah,” pungkasnya.

Banyak yang Enggan Bersaing dengan Ferry, M Yasir Pilihan Tepat

Selain masih terus melakukan perburuan terhadap seorang defender andal di lini belakang, Sriwijaya FC (SFC) juga terus melakukan audisi terhadap calon pelapis kiper utama Ferry Rotinsulu.
FC Sriwijaya


Naiknya status kiper asal Palu itu menjadi penjaga gawang nomor satu timnas Indonesia membuat tim berjuluk Laskar Wong Kito ini harus berpikir keras untuk segera mencarikan seorang deputi yang selalu siap berada di bawah mistar gawang SFC.

“Di satu sisi,kami sangat senang Ferry bisa menjadi penjaga gawang utama timnas Indonesia.Namun,kami juga tidak bisa begitu saja pasrah dengan keadaan ini. Karena itu,saya pikir sangat penting bagi kami mencari satu lagi kiper yang memiliki skilldan kemampuan yang setara dengan Ferry,”ungkap Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Hendri Zainuddin. Sempat terlontar jika nama Fauzal Mubarok akan kembali masuk ke tim meski sebelumnya sempat didepak.

Tapi, belakangan,muncullah nama M Yasir.Pria kelahiran Medan,Sumatera Utara,13 Januari 1985,ini namanya pernah meroket saat bermain di Persija Jakarta musim 2009/2010.Saat ini dia bermain untuk Persijap Jepara. Wajar saja jika SFC tertarik kepada M Yasir.Dia termasuk salah satu anggota timnas Indonesia U-23 SEA Games 2007 Thailand.Sayang,setelah lepas dariMacan Kemayoran—julukan Persija—namanya semakin hilang,apalagi semenjak dia hanya menjadi bayang-bayang Danang Wihatmoko di Persijap.

Di usianya yang baru 26 tahun,penjaga gawang yang pertama kali berkarier di Persikota Tangerang musim 2007 tersebut pernah berkostum tim besar seperti Arema Malang pada periode 2008–2009.Karena itu,dia dinilai memiliki pengalaman bertanding cukup baik,selain memutuskan mengontrak kembali Fauzal Mubarok. Mendapatkan seorang kiper tangguh adalah salah satu misi utama SFC.Walau musim depan tidak akan kembali berkompetisi di level Asia seperti LCA maupun Piala AFC,tugas SFC masih berat, yakni mempertahankan Piala Indonesia dan merebut trofi Liga Indonesia dari Persipura agar bisa kembali bertarung di kompetisi bergengsi di Benua Kuning.

“Kami memang berencana memanggil kembali Fauzal,tapi kemudian sebelum keputusan itu final masuk nama M Yasir. Setelah melihat track record-nya, tampaknya dia yang paling cocok,”ungkap Hendri. “Dia (M Yasir) memiliki segalanya, mulai dari pengalaman di kompetisi lokal maupun pertandingan internasional karena dia pernah menjadi kiper timnas U- 23.Mudah-mudahan dia mau bergabung SFC,”lanjutnya. Sebelumnya,SFC sempat melakukan negosiasi dengan sejumlah kiper seperti FX Yanuar dari Deltras,I Made Wirawan dari Persiba dan I Made Kadek Wardana milik Pelita Jaya.Namun,semuanya tidak mencapai kata sepakat dengan alasan yang sama,yakni tidak mau bersaing dengan Ferry.

Padahal,sebenarnya peluang untuk tampil cukup besar karena Ferry tentunya akan disibukkan dengan tugas negara. Sementara kiper ketiga Andi Irawan masih minim pengalaman sehingga cukup riskan memainkannya pada laga-laga krusial.

Rabu, 10 Agustus 2011

Yasir Bidikan Baru

Meski sudah mengklaim 24 pemain resmi bergabung bersama Sriwijaya FC. Tim berjuluk Laskar Wong Kito itu tetap terus berburu pemain. Kali ini, Sriwijaya membidik kiper Persijap Jepara, Muhammad Yasir.
FC Sriwijaya


“Kami sudah kontak Yasir (Muhammad Yasir red). Dia (Yasir, red) bilang masih dipikirkan dulu. Dan kami menunggu keputusannya soal bergabung bersama Sriwijaya,” kata Direktur Teknik dan SDM, PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM), Hendri Zainuddin, kemarin (9/8).

Perekrutan Yasir diproyeksikan untuk mengisi satu bangku kiper yang masih tersisa. Ya, sepeninggal Fauzal Mubaraq yang tak diperpanjang lagi kontraknya, Sriwijaya belum mendapatkan pengganti.

Tim juara double winner pramusim 2010-2011 itu baru memiliki kiper utama Ferry Rotinsulu dan kiper muda Andi Irawan. “Kami harap Yasir mampu membackup Ferry. Bisa jadi, nanti bergantian dengan Ferry. Kan pemain tak selamanya diturunkan secara terus menerus,” sambungnya.

Sebelumnya, tim juara double winner 2007 itu sempat membidik beberapa kiper Indonesia Super League (ISL). Macam, I Kadek Wardana (Pelita Jaya), kemudian I Made Wirawan (Persiba). Kemudian, kiper Persipura Jayapura, Ferdiansyah, dan kiper Deltras Sidoarjo, Yanuar Tri Firmanda. Tapi, semuanya sampai sekarang masih belum jelas.

Hendri menambahkan, Sriwijaya sengaja membidik Yasir lantaran kualitasnya selevel dengan kiper-kiper utama di pentas ISL. Pemain berpostur 182 cm itu juga dinilai mempunyai mental yang tinggi. Sehingga, Sriwijaya tak ragu lagi bila menurunkan Yasir.

Meski berstatus sebagai kiper pelapis di Persijap, Yasir sendiri tak jarang didapuk sebagai pemain inti. Bersama Persijap, Yasir diturunkan dalam 16 laga. Dengan durasi 1363 menit. Sebenarnya bukan bersama Persijap saja Yasir diproyeksikan masuk starting eleven. Bersama Persija musim 2009-2010, juga demikian. Mantan kiper Persikota Tangerang itu juga menjadi starter. Bahkan, Yasir diplot sebagai kiper utama.

Bila sukses gaet Yasir, ini merupakan pemain ketiga Persijap yang diboyong Sriwijaya. Sebelumnya, tim juara double winner itu sukses memboyong Alberto “Beto” Goncalves dan Rizki Novriansyah.

Sementara, Muhammad Yasir mengakui telah di hubungi pihak Sriwijaya. Tapi, kiper kelahiran Medan, 13 Januari 1985 itu belum memberikan kepastian. Pasalnya, dirinya masih menghormati sisa kontrak di Persijap. “Sekarang saya masih menunggu kepastian dari pihak Persijap. Persijap tetap menjadi prioritas utama saja. Itupun kalau Persijap masih membutuhkan saya,” bilang Yasir. (mg43)


Nama : Muhammad Yasir
TTL: Medan, 13 Januari 1985
Tinggi: 182 cm
Berat: 76 kg
Posisi: kiper
Karir klub:
Persikota (2007)
Arema (2008–2009)
Persija (2009-2010)
Persijap (2010-2011)

Cari Blog Ini

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Label

Laporkan Penyalahgunaan

Halaman

Mengenai Saya

Entri yang Diunggulkan

Sriwijaya FC Hadapi Pusamania di Semi Final PGK

Sriwijaya FC akhirnya harus puas sebagai runner up Grup B, dengan koleksi 6 poin dari tiga pertandingan. Setelah dilaga terakhir takluk...

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *