• SFC Tidak Setuju Pembatasan Anggaran Rp15 M

    Sriwijaya FC (SFC) menegaskan tidak setuju dengan rencana PSSI yang akan memberlakukan pembatasan pengeluaran anggaran bagi klub setiap musimnya sebesar Rp15 miliar.
    FC Sriwijaya


    Karena,jika memang format musim depan Liga Indonesia level tertinggi bakal menerapkan peraturan kompetisi profesional,sudah selayaknya tim yang bertarung harus mampu menjadikan timnya super sehingga nantinya bisa bersaing dengan klub lain dari negara lain di kawasan Asia. Tapi,jika ada batasan anggaran,di mana seluruh pengeluaran mulai dari pembayaran gaji,akomodasi,konsumsi,dan lainnya hanya dibatasi Rp15 miliar,PSSI sama saja tidak serius dalam meningkatkan tensi dan gengsi kompetisi domestik.

    Presiden SFC Dodi Reza mengungkapkan,sebelum wacana itu ditetapkan secara baku,ada baiknya PSSI segera mempertimbangkannya kembali. Begitu pula dengan batasan kontrak pemain lokal level satu maksimal Rp500 juta.Menurut Hendri,hal itu akan sulit dipenuhi oleh klub mana pun,termasuk SFC.Bisa jadi,di atas kertas memang jumlahnya seperti aturan,tapi di belakangnya lebih dari itu. “Pada dasarnya,kami harus siap-siap mengikuti aturan itu.Musim lalu juga begitu,tapi faktanya sulit diterapkan. Nyatanya banyak klub yang menggoda pemain dengan kontrak di atas Rp500 juta,”kata anggota DPR RI asal Sumsel ini.

    Dia mencontohkan,pemain bintang level timnas sekelas Ferry Rotinsulu, Markus Haris Maulana,Ponaryo Astaman, atau pun Firman Utina yang level kontrak per musimnya mencapai angka Rp700 juta–Rp800 juta per musim ke atas apakah mereka mau pada musim depan menerima angka Rp500 jutaan? “Jika aturan itu ditetapkan,pemainpemain tersebut harus dilibatkan agar klub pun tidak minder merekrut mereka. Jangan hanya klub yang diberikan imbauan dan penjelasan.Karena,itu akan mengakibatkan miskomunikasi di antara keduanya,”sebut Dodi.

    Dodi juga mempertanyakan apakah dengan membatasi jumlah pengeluaran klub hanya sebesar Rp15 miliar dapat menjadi klub bisa tetap mendapatkan pemain berkualitas.Sebab,nantinya tim bukan hanya fokus untuk menjadi yang terbaik di tingkat nasional,tapi juga internasional. Sebab,hal itu pasti akan berdampak juga pada kualitas pemain timnas Indonesia.Jika kompetisi lokal malah mengalami kemunduran lantaran tidak ada lagi pemain asing yang memiliki kualitas bagus menjadi bagian dari klub, lantas bagaimana pemain lokal bisa mengasah kemampuannya?

    “Format yang sekarang sebenarnya sudah bagus dan sangat baik.Hanya perlu adanya penyempurnaan.Sekarang masih banyak waktu untuk memperbaikinya,” tandas Dodi. Sementara itu,Direktur Teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainuddin menambahkan,adanya ketetapan dari PSSI yang akan memberlakukan sanksi atau penalti kepada klub yang menggunakan uang melebihi ketentuan Rp15 miliar sangat tidak masuk akal.

    “Kalau memang klub mampu lebih dari itu,kenapa harus diberi sanksi? Itu seharusnya tak mengapa,asal dana yang dipergunakan itu bisa dipertanggungjawabkan.Artinya,klub itu mampu menjawab tantangan untuk lepas dari APBD sesuai peraturan pemerintah,” pungkasnya.

  • Klasmen Sriwijaya FC

    Klasmen Go-Jek Traveloka Liga 1 2017/2018.

    Alamat

    Palembang, Sumatra Selatan

    EMAIL

    atobelitang@gmail.com