Sriwijaya Minta Klub LPI Mulai dari Bawah

Manajer Sriwijaya FC, Hendry Zainudin, mengatakan, klubnya siap mengikuti semua persyaratan dari PSSI untuk menjadi klub profesional musim depan. Namun, Hendry mengaku kecewa dengan niat PSSI yang ingin menyamaratakan semua klub dalam mengikuti proses seleksi klub profesional.
FC Sriwijaya


Dalam acara workshop PSSI di Hotel Sultan, Rabu (3/8/2011) lalu, pihak AFC menegaskan hanya ada tujuh klub Indonesia yang layak menjadi klub profesional. Tujuh klub itu adalah Bontang FC, Persijap Jepara, Arema Indonesia, Pelita Jaya, Sriwijaya FC, Persiwa Wamena, dan Persib Bandung. Klub-klub di atas telah memenuhi lima syarat berkompetisi, yaitu aspek legal, finansial, infrastruktur, personel, dan juga sporting. Klub-klub itu juga sudah berbadan hukum dan disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM.

"Udah enggak ada masalah (soal mengikuti persyaratan). Dari enam klub yang lolos verifikasi (dari AFC musim lalu), 'kan salah satunya kita," kata Hendry Zainudin saat dihubungi wartawan, Kamis (4/8/2011).

Dalam melakukan verifikasi persyaratan nanti, PSSI akan menyamaratakan semua klub dari Liga Super, Divisi Utama, dan Liga Primer. Semua klub-klub itu akan diurut dengan rangking terbaik. Klub yang memiliki peringat terbaik bisa tampil di kasta tertinggi. Meski demikian, Hendry tak setuju hal ini berlaku bagi klub LPI.

"Kalau mengikuti aturan yang benar 'kan keanggotaan (LPI) harus diakui terlebih dahulu lewat kongres. Ya, mereka sabarlah menunggu satu tahun (saat kongres tahunan). Mereka harus mengikuti aturan yang ada, sesuai statuta, aturannya 'kan seperti itu. Kami tidak tahu PSSI mau dibawa ke mana LPI itu, kemarin tidak dibicarakan (saat workshop)," jelas Hendry.

"Kalau klub LPI langsung disamakan dengan ISL, ya kasihan tim Divisi Utama yang sudah berjuang dari bawah. PSSI harus menerapkan asas keadilan. LPI harus ikut aturan dan berjuang dari bawah seperti klub-klub lainnya," pungkas Hendry.


Read Also:

Related Posts
Disqus Comments