Tak Memiliki Lisensi, Kas Hartadi Ditolak

Manajemen Sriwijaya FC harus memutar otak lagi mencari solusi untuk menyelesaikan permasalahan pelatih kepala.

FC Sriwijaya


Pasalnya, PSSI tetap bersikeras tidak akan menerima klub yang hanya dilatih seorang pelatih yang memiliki lisensi A nasional. Dengan kondisi ini, peluang Kas Hartadi untuk membesut SFC bakal terganjal. Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri Hendri Zainuddin mengungkapkan, dari hasil verifikasi yang dilakukannya ke Kantor PSSI pusat kemarin, dia mendapatkan kepastian jika organisasi sepak bola tertinggi di Tanah Air tersebut tetap mewajibkan bagi peserta klub profesional level I agar dilatih pelatih berlisensi A AFC.

“Dengan kata lain,Kas Hartadi tidak diterima PSSI untuk melatih klub profesional sekelas SFC,”ujar Hendri kemarin. “Sedangkan wacana meminjam lisensi, seperti solusi bagi klub LSI yang pelatihnya mengantongi lisensi A nasional pada musim-musim sebelumnya, tidak lagi diterima PSSI,”sambungnya. Situasi ini memaksa pihaknya segera memikirkan solusi terbaik agar Kas Hartadi dan asistennya, Keith Jerome ‘Kayamba’ Gumbs, bisa tetap menjadi arsitek tim berjuluk Laskar Wong Kito musim depan.

Sebab,sejak diumumkan sebagai duet pelatih SFC, kalangan suporter dan masyarakat Sumatera Selatan menyatakan dukungan kepada keduanya. “Yang pasti kita tetap berusaha bagaimana caranya agar Kas Hartadi dan Kaya-mba tetap menjadi arsitek SFC, karena masih ada beberapa opsi yang ditawarkan PSSI sebagai jalan keluar permasalahan ini,”tuturnya. Hendri juga mengatakan, masalah ini bukan hanya menimpa SFC, melainkan juga sejumlah klub besar lain, seperti Semen Padang yang masih mempercayakan klub asal Sumatera Barat tersebut dilatih Nilmaizar yang juga hanya berlisensi A nasional.

Begitu pula Persisam Samarinda dengan Pelatih Hendri Susilo. Bahkan, PSSI tidak membolehkan klub yang bencananya meminjam seorang pelatih berlisensi A AFC hanya sebatas memenuhi administrasi seperti yang dilakukan musim lalu. Menanggapi hal ini, Kas Hartadi mengaku tetap berusaha tenang menghadapi masalah yang menghadang sambil terus berkoordinasi dengan manajemen untuk mencari solusi. Menurut pria asal Solo ini, jika memang tidak boleh hanya meminjam lisensi, dia berencana merekomendasikan Tumpak Sihite yang memiliki lisensi A AFC kepada manajemen agar menjadi pelatih kepala di SFC.

“Artinya, Tumpak Sihite tetap menjadi head coach di SFC dan saya bersama Kayamba menjadi asistennya. Dengan begini, kita harapkan SFC bisa memenuhi persyaratan yang ditetapkan PSSI yang mengharuskan seorang pelatih kepala tampil penuh di lapangan kecuali ada halangan,”

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments