September 2011

Jumat, 30 September 2011

Penentang Liga Super 24 Tim Bertambah


Anggota exco PSSI yang menolak Liga Super level teratas diikuti 24 tim bertambah menjadi empat orang. Sebelumya nada protes terhadap kebijakan ini hanya dilayangkan oleh anggota exco La Nyalla Mattalitti dan Toni Apriliani.


"Kalau dalam rapat hari ini, nambah jadi empat anggota yang berpendapat 24 melanggar aturan," ujar La Nyalla saat dihubungi, Jumat, 30 September 2011.

"Dalam rapat nanti saya berusaha menjelaskan kepada semuanya agar kita kembali kepada format 18 peserta. Kalau mereka tetap bersikukuh, maka saya akan menggalang klub untuk menggelar Kongres Luar Biasa," sambungnya.

La Nyalla selama ini memang dikenal sebagai anggota exco yang paling menentang keinginan PSSI untuk mengubah jumlah peserta Liga Super dari 18 menjadi 24. La Nyalla menilai keputusan ini telah menyalahi statuta PSSI.

Namun dalam beberapa kali rapat exco, La Nyalla tak mampu berbuat banyak karena tak mendapat dukungan dari rekan-rekannya. Akibatnya, La Nyalla mengaku hanya bisa menerima keputusan tersebut tanpa bisa berbuat apa-apa.

Belakangan dukungan terhadap sikap La Nyalla semakin banyak. Salah satunya datang dari anggota exco yang juga wakil ketua bidang kompetisi, Toni Apriliani. Toni juga meminta agar PSSI tidak setuju Liga Super diikuti 24 tim.

"Kalau pendapat saya, memang lebih baik dikembalikan ke aturan saja (18 klub). Tapi nanti kami akan mencoba musyawarahkan dengan baik-baik," tegas Toni.

Format kompetisi yang dirancang PSSI era Djohar Arifin memang simpang-siur. Setelah sempat mewacanakan pembagian dua wilayah, PSSI lewat rapat Exco di Hotel Crown, 16 September lalu justru kembali ke format satu wilayah.

PSSI juga memutuskan bahwa kompetisi tertinggi akan diikuti oleh 18 tim. Namun keputusan ini kembali berubah sepekan kemudian. Lewat rapat exco di Hotel Sahid, Jakarta, PSSI mengubah jumlah peserta menjadi 24 tim.

Tim-tim ini berasal dari Liga Super Indonesia (ISL) musim lalu (14 tim), tim promosi (4 tim), dan enam tim yang ditunjuk langsung oleh PSSI-tiga di antaranya adalah tim yang sempat berlaga di Liga Primer Indonesia (LPI).

Hari ini PSSI kembali akan menggelar rapat exco di Hotel Grand Sahid, Jakarta.
Anggota exco PSSI sendiri terdiri dari 9 orang. Selain La Nyalla dan Toni, komite eksekutif yang dipilih lewat Kongres Luar Biasa PSSI di Solo, 9 Juli lalu juga dihuni oleh Sihar Sitorus, Erwin Dwi Budiawan, Mawardi Noerdin, Tuti Dau, Widodo Santoso, Robert Rouw, dan Bob Hippy. Rapat komite eksekutif juga akan diikuti oleh Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin dan wakilnya, Farid Rahman.

Sriwijaya FC Tak Bisa Pakai Stadion Jakabaring


Markas Sriwijaya FC Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring tidak dapat digunakan hingga perhelatan SEA Games XXVI, 11-22 November mendatang usai digelar. Stadion kebanggaan "Laskar Wong Kito" itu akan dipakai untuk upacara pembukaan dan penutupan SEA Games mendatang.

Untuk itu, SFC berpindah tempat latihan dengan memanfaatkan dua lapangan sekaligus, Lapangan Sepak Bola PT Pusri dan Stadion Madya Bumi Sriwijaya.




"Untuk pagi kami latihan di PT Pusri dan sorenya di Stadion Bumi. Tidak apalah, ini untuk kepentingan negara," ujar pelatih Kas Hartadi di Palembang, Jumat.

Meskipun demikian, Kas tak membatah latihan menjadi tidak maksimal karena kualitas dari dua lapangan yang digunakan itu terbilang kurang memadai.

"Kontur tanahnya keras dan rumputnya tidak rata, jadi latihan tidak dapat berlangsung maksimal seperti halnya di Stadion Jakabaring," tutur Kas.

Sebelumnya, SFC sempat mendapatkan izin dari pengelola untuk berlatih di Stadion Jakabaring pada Selasa (27/9) lalu. Namun, setelah dijajaki, kondisi lapangan tidak memadai karena masih dilakukan penanaman dan penghijauan rumput.

"Jadi kami batal latihan di Jakabaring, dan kembali ke Lapangan PT Pusri lagi," tandas Kas.

Kamis, 29 September 2011

Nova Arianto: Tak Sulit Adaptasi Di Sriwijaya FC


Cukup lama membela Persib ternyata tak membuat Nova Arianto kesulitan untuk beradaptasi dengan klub barunya Sriwijaya FC. Nova pun mengaku enjoy bergabung dengan klub asal Sumsel itu karena telah mengenal beberapa pemain.



"Banyak pemain SFC yabg sudah saya kenal, malahan sempat satu klub seperti Budi Sudarsono, M Ridwan dan Ponaryo," ujar Nova di Palembang, Rabu (28/9).

Selain itu, dukungan suporter SFC juga turut membantu Nova untuk betah tinggal di Palembang.

"Suporter mendukung dan mau menerima saya. Inilah yang membuat saya termotivasi untuk membawa SFC juara musim ini," tukas dia.

Apalagi, situasi dalam tim demikian akrab dengan rasa kebersamaan yang tinggi.

"Pelatih Kas Hartadi mampu mengayomi pemain, sehingga pemain lama dan baru mudah beradaptasi," jelas dia.(gk-23)

Nova Arianto Gabung Sriwijaya FC Untuk Juara


Mantan pemain Persib Bandung Nova Arianto mengaku dirinya bergabung dengan Sriwijaya FC Palembang karena ingin merasakan menjadi juara. Ia menilai Sriwijaya selalu memiliki target juara setiap tahunnya.




"Saya mau bergabung dengan Sriwijaya FC, salah satunya karena ingin merasakan menjadi seorang juara. Sriwijaya merupakan tim dengan banyak gelar dan memiliki target juara pada setiap musimnya," ujar Nova.

"Ada klub yang hanya menargetkan papan tengah atau posisi empat besar saja. Sedangkan Sriwijaya FC menargetkan juara, jadi mengapa saya tidak main di sini meskipun ada tawaran dari beberapa klub."

Nova menambahkan, niat untuk hengkang ke Sriwijaya semakin bulat ketika saat itu Persib belum mengambil keputusan terkait masa depannya.

"Karena Persib tidak memberikan kejelasan, lebih baik saya memilih yang pasti saja," ujarnya.

Hilton Paling Lambat


Pemain anyar Sriwijaya FC, Hilton Moreira masih butuh waktu melakukan adaptasi. Itu menyusul, permainan pemain kelahiran Pindamonhangaba, Brasil, 27 Februari 1981 itu belum padu dengan pemain lainnya.

FC Sriwijaya


“Hilton masih butuh beberapa hari lagi untuk bisa beradaptasi dengan pemain lainnya. Mudah-mudahan secepatnya permainan Hilton bisa padu dengan lainnya. Kemungkinan tidak lama karena sudah mulai bisa beradaptasi,” kata pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi, usai latihan di Stadion Bumi Sriwijaya Palembang, kemarin (28/9).

Menurut Kas (sapaan Kas Hartadi), lamanya adaptasi yang dilakukan Hilton lantaran beda cara permainan yang d lakukan klub lamanya, Persib Bandung dengan Sriwijaya FC. “Gaya permainan Persib kan beda dengan Sriwijaya. Mungkin itu salah satu faktor Hilton sedikit lama adaptasi dibandingkan dengan pemain lainnya,” sambung mantan arsitek SFC U-21 itu.

Ya, Sriwijaya sendiri sering menerapkan permainan satu dua dan mengandalkan kecepatan serta umpan-umpan pendek. Sedangkan Persib banyak mengandalkan permainan individu. Sementara, Hilton sendiri merupakan pemain baru yang paling lama beradaptasi. Itu lantaran, permainan pemain anyar Sriwijaya sudah menyatu. Macam, Rizky Novriansyah sudah mulai bisa beradaptasi.

Sedangkan Siswanto yang direkrut dari Persib Bandung itu dinilai paling cepat beradaptasi. Dibuktikan saat Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC) menjalani uji coba di Bangka. Adaptasi juga cepat dilakukan pemain belakang Sriwijaya. Macam, Markus Bachtiar dengan Nova Arianto yang dinilai sudah oke soal adaptasi dengan Thierry Gathuessi maupun Achmat Jufriyanto.

“Yang lain sudah tak ada masalah. Terlihat sekali saat menjalani laga uji coba di Bangka. Pemain sudah mampu menjalani koordinasi dengan baik terutama terhadap pemain lama,” pungkasnya.


Nama: Hilton Mauro Moreira
TTL: Pindamonhangaba, Brazil, 27 Februari 1981
Tinggi 173 cm Posisi
bermain Gelandang
Karier junior:
Palmeiras (1996-1998)
Karir senior:
FC Forli (1998)
ULM 1834 (1999)
Palmeiras (2000-2005)
Deltras (2005-2008)
Persib (2008-2011)
Sriwijaya FC (2011-sekarang)

Potensi Andi Irawan


Pelatih kiper Sriwijaya FC (SFC) Indrayadi memuji kualitas kiper ketiga Andi Irawan yang terus menunjukkan peningkatan. Bahkan, putra daerah asal Sumatera Selatan ini dinilai sudah cukup layak untuk menggantikan posisi kiper utama Ferry Rontinsulu.
FC Sriwijaya


Masuknya kembali nama FR12–julukan Ferry—ke skuad tim nasional Indonesia untuk menghadapi Qatar dalam fase grup Kualifikasi Pra-Piala Dunia (PPD) membuat SFC harus memaksimalkan pemain yang ada untuk menghadapi Liga Indonesia yang dalam waktu dekat akan melaksanakan kick-off.

Dengan kondisi tersebut,dapat dipastikan jika tenaga pemain asal Palu,Sulawesi Tengah, ini tidak bisa dipakai untuk sementara waktu hingga dia dikembalikan kepada klub. Sebenarnya selain Ferry,SFC masih memiliki satu kiper lagi,yakni Rifki Deython Morkodompit yang merupakan kiper kedua tim.Tapi,dengan statusnya sebagai salah satu kiper timnas U-23,Rifki juga terpaksa belum bisa bergabung bersama skuad Laskar Wong Kito hingga usainya pelaksanaan ajang SEA Games XXVI mendatang.

Tanpa kehadiran kedua kiper itu,tidak ada pilihan lain bagi pelatih selain menurunkan Andi sebagai kiper utama meski dirinya masih kurang pengalaman.Tapi,berkat turnamen segitiga yang dilaksanakan di Bangka Belitung (Babel) baru-baru ini,kualitas Andi pun akhirnya teruji meski sempat grogi di awal-awal pertandingan.

“Saya rasa Andi sudah cukup layak untuk terjun ke laga sesungguhnya dan menjadi pelapis Ferry saat Liga Indonesia mulai bergulir nanti,”kata Indrayadi. Lebih lanjut pelatih kiper asal Babel ini sangat puas dengan kinerja yang ditunjukkan Andi saat menghadapi Bintang Babel FC dan Deltras Sidoarjo.

Namun,dia mengakui jika anak asuhnya masih terlihat gugup.Tapi, secara keseluruhan dia sudah sangat baik bermain dan menunjukkan performa yang meningkat. “Apabila kami memberikan kesempatan lebih banyak lagi,saya rasa dia bisa jauh lebih matang dan layak menjadi pengganti Ferry,” katanya.

Walaupun kualitas Andi semakin baik, Indra belum mau berkomentar terlalu banyak saat disinggung mengenai kans Andi untuk naik kelas menjadi kiper kedua yang diisi Rifki. Hanya,dia mengatakan jika kedua pemain tersebut memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing secara sehat agar bisa mendapatkan posisi sebagai pelapis utama Ferry.

“Terus terang,saya sendiri secara kasatmata belum pernah melihat penampilan Rifki seperti apa.Tapi,saya yakin dia di timnas U-23 pastinya mendapatkan latihan yang intensif dan terarah selama mengikuti pelatnas,”ujarnya. Sementara itu,kiper utama SFC Ferry akhirnya menyatakan menerima panggilan PSSI untuk memperkuat barisan timnas senior.

Sebelumnya FR12 sempat menolak bergabung dengan tim Merah Putih ini bila masih dilatih Wim Rijsbergen. “Saya tetap loyal kepada timnas dan pasti bersedia kembali bermain untuk kepentingan negara sendiri,”tutur Ferry.

Lebih lanjut kiper asal Palu ini mengutarakan dirinya kembali ke timnas lantaran patuh dengan instruksi yang diberikan Firman Utina dan Bambang Pamungkas sebagai kapten timnas Indonesia. “Saya juga mengikuti arahan kapten yang menyatakan kami harus kembali berjuang untuk timnas,di samping memang sudah jadi tugas kami bermain untuk timnas jika di butuhkan,”tambahnya.

Liga Belum Jelas, SFC Tetap Fokus Latihan


Sriwijaya FC (SFC) tak peduli dengan belum adanya kepastian jadwal pelaksanaan Liga Indonesia musim 2011/2012.Laskar Wong Kito tetap memilih fokus menggelar latihan guna mematangkan persiapan tim.

FC Sriwijaya


Ya,hingga saat ini PSSI sebagai otoritas tertinggi sepak bola di Tanah Air tak kunjung mengeluarkan jadwal resmi kapan bakal digelarnya kompetisi.Kondisi ini jelas membuat SFC sebagai salah satu tim peserta mengaku sudah bosan dan kesal menunggu.Apalagi sejauh ini PSSI masih terus mengubah jadwal liga musim depan di berbagai tingkatan.

Tidak mau terus larut dalam ketidakpastian, Pelatih SFC Kas Hartadi akhirnya lebih memilih memanfaatkan waktu yang tersisa untuk fokus dalam membenahi persiapan tim hingga mencapai 100%. “Belum adanya kepastian ini memang membuat kami kesulitan melakukan persiapan. Karena itu,saya rasa kami lebih memilih tidak terlalu memikirkannya lagi.Lebih baik waktu yang ada kami gunakan untuk fokus melakukan latihan saja,”ungkapnya.

Menurut mantan punggawa timnas Indonesia ini,saat ini bukan hanya SFC yang dibuat bingung akibat terus berubah-ubahnya keputusan yang ditetapkan PSSI maupun anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI terkait penetapan jadwal kick-off Liga Indonesia. Selain jadwal,PSSI pun masih belum mengumumkan klub-klub mana saja yang bakal bermain di Liga Indonesia level satu musim depan.

Mereka masih ragu apakah jumlah pesertanya 18 atau 24 tim dengan masih menunggu keputusan dari AFC yang masih melakukan verifikasi berkas. “Kalau soal verifikasi tim,saya rasa itu menjadi tanggung jawab dari manajemen klub.Sementara kami dari jajaran pelatih memiliki tanggung jawab untuk mempersiapkan tim sebaik mungkin sehingga bisa memenuhi target yang diusung oleh manajemen sekaligus mengembalikan kejayaan SFC,”kata Kas.

Sementara itu,Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Hendri Zainuddin mengatakan, pihaknya tetap optimistis SFC bisa lolos dari verifikasi ulang yang dilakukan PSSI maupun AFC.Apalagi saat proses verifikasi berkas yang dilakukan di Kantor PSSI Pusat baru-baru ini tidak ada kekurangan apa pun.

“Dengan kondisi ini jelas kami sangat optimistis SFC bisa lolos untuk mengikuti kompetisi level satu atau setingkat Indonesia Super League (ISL) musim lalu.Begitu pula jika nanti pihak AFC melakukan verifikasi ke lapangan untuk melihat dari dekat bagaimana kesiapan SFC dalam menjalani kompetisi musim depan,”ujarnya.

Selasa, 27 September 2011

Pelatih Sriwijaya FC Tak Risaukan Jadwal


Pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi tidak merisaukan belum dirilisnya jadwal kompetisi 2011-2012 oleh PSSI. Maklum saja, tim asal Sumatera Selatan ini telah menyiapkan tim sejak awal Agustus lalu.
FC Sriwijaya


Ponaryo dkk telah menjalani latihan perdana pada 4 Agustus lalu.

"Bagi SFC kompetisi mau dimulai kapan saja tidak masalah karena tim sudah siap," kata Kas di Palembang Senin.

Sriwijaya FC termasuk tim yang melakukan persiapan lebih awal dibandingkan tim ISL lainnya.

Perburuan pemain telah dilakukan sejak bulan Juli lalu dan rampung pada akhir Agustus.

Kini, SFC bersiap menatap kompetisi baru dengan memanfaatkan duet pelatih Keith Kayamba Gumbs dan Kas Hartadi. (gk-23)

Sriwijaya FC Pilih Lim Joon Sik


Setelah menunggu dua pekan akhirnya Sriwijaya FC memutuskan untuk mempertahankan pemain lama Lim Joon Sik. Keputusan itu tak ayal membuat striker Timnas Nepal Santosh Shakukhala angkat kaki dari Indonesia.
FC Sriwijaya


Padahal, Santosh sempat diboyong ke Pangkal Pinang untuk mengikuti Turnamen Bangka Cup 2011.

"Setelah diseleksi akhirnya tim pelatih memilih mempertahankan Lim. Banyak keuntungan selain kualitasnya lebih baik, juga tidak perlu lagi beradaptasi," kata pelatih SFC Kas Hartadi di Palembang, Senin (26/9).

Semula posisi Lim sudah aman bersama Sriwijaya FC untuk mengisi satu kuota pemain asing Asia. Namun, permasalahannya dengan agen membuat Lim diupayakan diganti.

Sang agen pun menyodorkan pemain lain yakni Santosh Shakukhala.

"Sejak awal tim pelatih tidak mau ikut-ikutan permasalahan pemain dan agen. Kami memang mencari pemain berkualitas," ungkap pelatih asal Solo ini.

Sementara Direktur Teknik PT Sriwijaya Optimis Mandiri Hendri Zainuddin mengatakan dengan ditetapkannya Lim maka perburuan pemain asing dihentikan.

"Kuota asing SFC sudah terisi semua, saat ini tinggal menyiapkan tim," tegas Hendri.(gk-23)

Senin, 26 September 2011

Kas Hartadi: Semua Bek SFC Berkualitas


Pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi, memastikan lini belakang sudah tidak ada masalah. Tinggal melakukan pemantapan di Palembang.
FC Sriwijaya


"Tinggal melakukan pemantapan saja karena pemain sudah lengkap. Semua bek kita berkualitas," kata Kas Hartadi, Senin (26/9).

Hal serupa juga ditegaskan Direktur Teknik dan SDM PT SOM, Hendri Zainudin.

Ia membenarkan semua bek SFC memiliki kualitas setara dan bisa diandalkan untuk menghadapi kompetisi Liga Super Indonesia pada 8 Oktober mendatang.

"Ada hasil evaluasi dengan pelatih dan manajemen, untuk lini belakang sudah oke," kata Hendri.

Seperti diketahui duet Nova-Thierry dianggap paling bagus, mereka berhasil menjaga lini belakang sehingga tidak kebobolan selama pertandingan lawan Deltras Sidoarjo, Minggu (26/7).

Ditambahkan Kas, bek lainnya seperti Ahmad Jufriyanto, Ahmad Markus Bahtiyar juga tidak kalah kualitasnya.

"Lini belakang bagus, pemain lainnya seperti Jufe ataupun Markus juga tampil bagus," jelasnya.

Besok SFC Jajal Lapangan di Jakabaring


Sriwijaya FC dipastikan latihan besok dan untuk pertama kalinya menjajal Jakabaring pada Selasa (27/9/2011) pagi.
FC Sriwijaya


"Jakabaring sudah bisa dipakai latihan, itu berdasarkan keterangan dari pengelola stadion," kata Pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi, Senin (26/9/2011).

Menurut Kas, ada baiknya bagi Laskar Wong Kito menggelar latihan di Gelora Jakabaring, dengan kondisi lapangan yang bagus maka akan sangat bagus untuk pemantapan tim.

"Lapangannya bagus dan kita butuh game untuk pemantapan tim," jelasnya.

Hilton Lebih Baik Jadi Second Striker


Hasil evaluasi dari Kampiun Babel Cup pada 23-25 September 2011 lalu ada beberapa hal yang perlu dibenahi, terutama lini depan Laskar Wong Kito khususnya posisi Hilton Moreira.
FC Sriwijaya


Pemain asal Brazil ini akan dikembalikan ke posisinya semula sebagai second striker.

"Dia akan dikembalikan ke posisi semulai sebagai second striker, sementara posisi striker bisa menempatkan Kayamba atau Risky Novriansyah," kata pelatih Kas Hartadi, Senin (26/9/2011).

Dalam dua pertandingan Hilton dipasang sebagai striker, namun dia tampak canggung dan kerap salah penempatan posisi. Hilton pun mengakui lebih suka berada di belakang striker.

"Posisi saya berada di belakang striker atau second. Tetapi saya profesional apapun yang diinginkan pelatih saya siap menjalankan tugas," jelas Hilton.

Sriwijaya FC Genjot Latihan, Tolak Undangan


Pasca pulang dari Bangka dengan berbekal gelar Juara Kampiun Babel Cup 2011, pemain Sriwijaya FC (SFC) hanya diberikan jatah waktu istirahat selama satu hari. Selasa, 27 September 2011, para pemain akan segera kembali berlatih jelang Liga yang akan digelar 8 Oktober 2011 mendatang.

FC Sriwijaya


Pelatih SFC Kashartadi mengatakan timnya tidak memiliki banyak waktu untuk bersantai mengingat kompetisi Liga Indonesia 2011-2012 sudah di depan mata. Ponaryo dan kawan-kawan sudah bisa berlatih kembali di stadion Gelora Jaka Baring menyusul renovasi sebagai persiapan menggelar SEA Games.

”Para pemain saya istirahatkan sehari saja agar lebih bugar. Selasa pagi kita segera menjalani latihan rutin. Untuk stadion, kemungkinan kita sudah bisa pakai Stadion Jakabaring yang kualitas infrastrukturnya sangat kami perlukan," kata Kashartadi.

Kashartadi megungkapkan dirinya masih butuh banyak porsi latihan untuk mengasah koordinasi antarpemain serta pemantapan pola bermain SFC.

Kashartadi menilai para pemainya sudah mengalami peningkatan yang baik dan siap menghadapi kompetisi.

"Namun kami butuh penyempurnaan soal kerjasama tim. Karena itulah dibutuhkan sedikit waktu lagi untuk membiasakan pemain dengan pola yang akan kami terapkan agar semua pemain terbiasa“ jelas Kas.

Bahkan, demi menjaga pemain SFC bisa menyempurnakan pemantapan tim, Kashartadi tidak menginginkan timnya untuk ikut turnamen segitiga di Padang.

Minggu, 25 September 2011

Sriwijaya FC Kampiun Triangle Match Babel


Sriwijaya FC menjadi kampiun dalam Triangle Match Bangka Belitung, setelah pertandingan terakhir melawan Deltras Sidoarjo, Minggu (25/9/2011), dimenangkan Laskar Wong Kito dengan skor 2-0.

FC Sriwijaya


Bertanding di Stadion Depati Amir Pangkalpinang, anak asuh Kas Hartadi babak awal langsung menggebrak. Gol cepat tercipta dalam pertandingan tersebut.

Baru satu menit 37 detik, Sriwijaya FV berhasil mencuri keunggulan. Lewat pemain anyar yang baru didatangkan dari Persib Bandung, Siswanto merobek jalan Gerry Setiawan.

Kedua tim bermain lepas namun keras. Sejumlah insiden terjadi membuat wasit pertandingan Indra mengeluarkan sedikitnya 4 kartu kuning di babak pertama.

The Lobster pada babak pertama tak banyak mengancam. Franco Hitta yanf bekerja sendirian di depan belum mampu menembus pertahanan Sriwijaya FC yang digalang Theory Getaussi dan Nova Arianto yang bermain gemilang. Skor bertahan 1-0 babak pertama usai.

Di babak kedua, pelatih Kas Hartadi melakukan sejumlah pergantian. Diantaranya memasukan dua penyerang, Rizky Novriansyah dan Budi Sudarsono.

Baru sepuluh mneit berjalan, stadion Depati Amir kembali bergemuruh. Aksi Budi Sudarsono menggiring bola dari tengah dituntaskannya dengan sebuah tendangan plesing mendatar di sudut kiri gawang Deltras.

Penjaga gawang Deltras, Gerry Setiawan tak mampu menghadang laju bola. Skor berubah untuk keunggulan Sriwijaya FC 2-0.

Meski sudah melakukan sejumlah pergantian, The Lobster yang diasuh Jorg Pieter tak mampu merubah keadaan. Hingga akhir pertandingan skor tak berubah, kemenagan didapatkan Sriwijaya FC.

Hasil tersebut membawa Ponaryo dan kawan-kawan menjuarai Triangle Match dengan poin sempurna enam dengan dua kali kemenangan. Menguntit di tempat kedua Bintang Babel FC dengan tiga poin, sedangkan Deltras diposisi buncit dengan dua kali kekalahan.

Jumat, 23 September 2011

Sriwijaya FC Menang Tipis di Laga Pembuka Kampiun Babel Cup 2011


Sriwijaya FC mengawali langkah mereka pada turnamen pra musim Kampiun Babel Cup 2011 dengan meraih kemenangan 2-1 atas Bintang Babel FC.
FC Sriwijaya


Laskar Wong Kito -julukan Sriwijaya FC- secara mengejutkan tertinggal lebih dulu pada menit ke 18 ketika Rully mencetak gol ke gawang Sriwijaya FC.

Penyerang Bintang Babel itu lepas dari jebakan offside dan melakukan tendangan lob yang masuk ke gawang Sriwijaya FC.

Namun kegembiraan tim non unggulan ini tak bertahan lama karena kurang dari satu menit kemudian Sriwijaya FC menyamakan kedudukan menjadi 1-1 berkat gol heading bek asing Sriwijaya FC, Thierry Gatusi.

Setelah berhasil menyamakan kedudukan, Sriwijaya FC mencoba keluar menyerang dan mengurung pertahanan Bintang Babel, namun beberapa peluang gagal dimanfaatkan lini depan Sriwijaya FC hingga skor imbang 1-1 pun bertahan hingga babak pertama berakhir.

Pada babak kedua, Sriwjaya FC melakukan beberapa pergantian pemain dengan memasukkan Keith Kayamba Gumbs dan Rizky Novriansyah.

Rizky akhirnya membawa Sriwijaya FC unggul pada menit ke-56 ketika lepas dari kawalan pemain belakang Bintang Babel dan melakukan penyelesaian dingin yang membuat skor menjadi berbalik 2-1 untuk keunggulan Sriwijaya FC.

Setelah gol tersebut Sriwijaya FC tetap tampil menguasai pertandingan dan mendapat beberapa peluang emas, dua di antaranya tendangan dan heading Rizky yang melebar tipis dari gawang Bintang Babel.

Tak ada gol tambahan yang tercipta hingga akhir babak kedua sehingga Sriwijaya FC pun meraih tiga angka atas kemenangan pada laga perdana di turnamen pra musim ini.

Laga berikutnya Sriwijaya FC akan menghadapi Deltras Sidoarjo pada Minggu

Siswanto Ramaikan Persaingan Winger SFC


Meski stok winger kiri Sriwijaya FC dianggap kurang seiring hengkangnya Arif Suyono dan Oktovianus Maniani, namun persaingan akan cukup ketat karena Kieth Kayamba Gumbs juga pandai menjadi winger. Kedatangan Siswanto winger serba bisa ini juga akan meramaikan persaingan.
FC Sriwijaya


Bagi mantan pemain Persib Bandung ini, persaingan justru membuatnya semakin terpacu. Namun dia yakin bisa mendapatkan tempat di posisi itu lantaran Kayamba akan dipasang sebagai striker murni.

"Maka ujicoba ini adalah kesempatan saya, dan akan dimaksimalkan," kata Siswanto.

Menurut mantan tandem Zah Rahan Krangar ini, kesempatan tetap terbuka apalagi pelatih Kas Hartadi sudah memberikan ultimatum bahwa dia dan rekan-rekannya akan dilihat dalam dua laga ujicoba.

"Pelatih akan menurunkan semua pemain dan kami harus memberikan permainan maksimal," jelasnya.

Ferry Rotinsulu tak Ikut Hadir Dipertemuan


Sebanyak 15 pemain Timnas senior tidak dapat menghadiri pertemuan dengan PSSI di Jakarta, Kamis, berkaitan dengan adanya kabar mogok bermain untuk tim Pra Piala Dunia. Menurut Media officer Timnas Dessy Christina hanya ada 16 pemain yang hadir dalam mediasi yang dilakukan oleh PSSI untuk menyelesaikan konflik internal pascakekalahan dari Bahrain.
FC Sriwijaya


Selang beberapa saat kekalahan Timnas 0-2 dari Bahrain di Gelora Bung Karno, beberapa waktu lalu, tujuh punggawa Timnas mengungkapkan niatnya untuk mundur dari skuad Tim Garuda. Mereka kecewa dengan pernyataan Wim Rijsbergen lewat media, yang menyudutkan para pemain. Menurut Desy, pertemuan ini digagas jelang pemanggilan kembali para pemain pada 30 September 2011.

Para pemain yang tidak hadir itu di antaranya Kurnia Meiga, Supardi, M. Nasuha, Riccardo Salampessy, Wahyu Wiji Astanto, Egy Melgiansyah, Tony Sucipto, M. Ilham, Oktovianus Maniani, Boaz Solossa, Irfan Bachdim, Ferdinand Sinaga, Hariono dan Amrizal. Kiper Timnas Ferry Rotinsulu yang sempat melakukan penolakan untuk bermain kembali di Timnas juga ternyata tak hadir.

Menurut Dessy Christina, kepada wartawan, para pemain yang tidak dapat hadir karena tidak mendapat tiket, sedangkan beberapa yang berasal dari Persipura Jayapura masih harus berlatih untuk Piala AFC pada 27 September mendatang di kandang klub Arbil SC dari Irak.

Indonesia sendiri akan melaksanakan pertandingan lanjutan Pra Piala Dunia pada 11 Oktober 2011 melawan Qatar.



Sriwijaya FC Waspadai Pemain BBFC


Direktur Teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainuddin mengatakan, berdasarkan hasil diskusi dengan pelatih staf di lapangan pemain Bintang Babel FC tidak bisa dianggap remeh.

FC Sriwijaya


Sebelas pemain diyakini akan merepotkan para punggawa Sriwijaya FC pada ajang Kampiun Babel Cup, di Stadion Depati Amir, Jumat (23/9).

"Kami harus waspada, para pemain yang memperkuat Babel FC ini sudah berpengalaman menghadapi tim-tim LSI," jelas Hendri, Kamis (22/9).

Sebab menurut Hendri, selain diperkuat pemain lokal berpengalaman dan lima pemain asing yang musim lalu memperkuat klub-klub Liga Primer Indonesia (LPI).

Sementara Wakil Manajer Bintang Babel FC, Edison Toha yakin tim yang diasuh Avanti Shahab Cs mampu menghadapi dua tim tamu, yaitu Deltras Sidoarjo FC dan Sriwijaya FC.

Hal ini mengingat di antara pemain Bintang Babel FC ada yang memiliki pengalaman di tingkat nasional. Terutama pemain asing yang sengaja diboyong ke Babel.

"Mereka sudah ada pengalaman bermain menghadapi Permainan Tim Persib Bandung dan Persija Jakarta," ungkap Edison.

Kamis, 22 September 2011

Tinggal Verifikasi Stadion


Tinggal selangkah lagi Sriwijaya FC (SFC) dipastikan lolos dari proses verifikasi ulang agar memenuhi syarat sebagai klub profesional dan berhak mengikuti Kompetisi level satu Liga Indonesia musim 2011/2012.

FC Sriwijaya


Pada pelaksanaan verifikasi sebelumnya yang dilakukan Federasi Sepak Bola Asia (AFC),hanya enam klub yang dinyatakan lolos verifikasi.Tidak ada nama SFC di dalamnya.Tapi,akibat keputusan tersebut mendapat respons negatif dan reaksi keras dari berbagai kalangan,termasuk sebagian besar pengurus klub anggota PSSI,akhirnya PSSI mengulang proses tersebut.

PSSI tetap berpatokan pada hasil kompetisi musim lalu,yakni Indonesia Super League sebanyak 18 klub untuk level satu. Dari sekian banyak persyaratan yang harus dipenuhi,tim berjuluk Laskar Wong Kito itu hanya menyisakan satu hal lagi untuk dinilai,yakni mengenai kelayakan Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (SGSJ) untuk menjadi homebase dan menggelar berbagai pertandingan event yang musim depan akan berganti nama menjadi Liga Prima Indonesia (LPI).

Telah lengkapnya seluruh persyaratan administratif yang diminta AFC melalui PSSI membuat PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) selaku pengelola klub optimistis SFC bisa lolos dan layak untuk mengikuti kompetisi.

“Ya,hari ini (kemarin) kami telah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi kepada PSSI.Mereka juga telah menyatakan jika seluruh data yang perlu dilampirkan telah lengkap.Jadi,tidak ada alasan lagi bagi PSSI untuk tidak meloloskan SFC,”ungkap Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Hendri Zainuddin saat berada di Kantor PSSI Pusat dan dihubungi HATTRICK,kemarin.

Dia mengatakan,dari sejumlah banyak berkas yang harus diserahkan beberapa di antaranya seperti laporan audit keuangan klub musim lalu sertifikasi pengurus klub, media officer,faktor keamanan,akademi sepak bola di berbagai tingkatan dan lainnya.Sementara untuk proses verifikasi lapangan seperti pengecekan fisik dan fasilitas stadion rencananya akan dilakukan secepatnya setelah seluruh berkas klub calon peserta telah selesai.

“Kalau soal verifikasi lapangan,saya dengar tidak lama lagi pihak AFC segera mendatangi klub-klub untuk melihat secara langsung bagaimana kondisi klub sebenarnya. Apakah sudah sesuai dengan yang dilaporkan atau tidak.Jika semua sudah selesai dilakukan,kemungkinan besar hasil verifikasi ulang ini akan segera diumumkan oleh PSSI,”sebutnya.

Sementara itu,Sekretaris Umum PT SOM Faisal Mursyid membenarkan jika pihaknya beberapa hari lalu baru saja melakukan proses peningkatan kualitas lampu stadion agar lebih baik sehingga stadion tersebut bisa memenuhi standar untuk melakoni pertandingan internasional.

“Kalau fasilitas lainnya seperti rumput, ruang ganti pemain,tribune,hingga jarak tempuh dari bandara menuju stadion,saya rasa tidak ada masalah.Selain itu,aiming lampu stadion juga telah kami tingkatkan hingga mencapai 2200 lux atau minimal 1700 lux bersama tim dari Phillips,”ujarnya.

Dengan penambahan ini,pihaknya berharap agar grade stadion lebih meningkat. Apalagi, tim verifikasi uji kelayakan akan segera datang ke Palembang untuk melakukan penilaian terkait bakal digelarnya perhelatan besar seperti SEA Games XXVI dan juga laga Kompetisi level satu Liga Indonesia musim depan.


Saatnya Bereksperimen


Makin mendekati laga uji coba menghadapi Bintang Babel FC, Sriwijaya FC (SFC) kini semakin serius mempersiapkan diri. Saat ini Pelatih Kepala SFC Kas Hartadi terus berusaha mematangkan persiapan dengan mencoba menerapkan beberapa formasi.

FC Sriwijaya


Meskipun sejak awal telah berencana mematenkan formasi 4-4-2,dengan kehadiran sejumlah pemain baru membuat pelatih asal Solo ini berencana untuk sedikit berkreasi dengan mengembangkannya menjadi skema 4-3-3 ataupun 3-5-2. Dengan komposisi pemain yang dimiliki saat ini,sangat memungkinkan Kas untuk mencoba beberapa skema pertandingan.

Tinggal bagaimana penerapannya di lapangan nanti serta menyesuaikan dengan kondisi tim,apakah sedang bermain di kandang sendiri atau ketika melakoni laga tandang dan juga kondisi lapangan. Kas merasa beruntung lantaran skuadnya bermaterikan para pemain yang memiliki kualitas hampir merata di setiap lini.

Dengan begitu,dia bisa banyak melakukan kreasi dalam setiap pertandingan,apakah mau menyerang atau bertahan. “Tadinya saya memang berencana mematenkan pola 4-4-2,tapi kami juga tetap mencoba variasi dengan mencoba pola lain,”ungkap mantan pemain klub era Galatama Kramayudha Tiga Berlian (KTB) ini.

Selama tiga hari melakukan pemusatan latihan di Provinsi Bangka Belitung (Babel), Kas sudah melakukan beberapa kali eksperimen.Sebut saja dengan menduetkan Keith Jerome ’Kayamba’ Gumbs dan Hilton Moreira di lini depan dalam format 4-4-2. Di tengah,dua gelandang di Firman Utina dan Ponaryo Astaman menjaga keseimbangan dengan ditopang dua sayap M Ridwan di kanan dan Siswanto di kiri.

Di belakang,Kas menempatkan empat bek sejajar,yakni Thierry Gathuessi,Nova Arianto di tengah,plus Rendy Siregar dan Supardi di bek sayap.Di bawah mistar Ferry Rotinsulu menjadi pilihan. Selanjutnya,dia juga mencoba formasi 4-2-1-3 dengan menempatkan Rizky Novriansyah bergantian dengan Budi Sudarsono sebagai targetman.

Di sayap, Kas mencoba Kayamba di kiri dan Ridwan di kanan. Lalu,Hilton dimainkan sebagai penyerang lubang ditopang dua gelandang penyeimbang Firman dan Ponaryo yang bergantian dengan Syamsul Chaeruddin. Sementara di belakang tetap digunakan back four Rendy,Thierry,Nova,dan Supardi.

“Skema itu (4-2-1-3) hanya akan kami pakai saat melakoni laga kandang atau saat tim kami sedang membutuhkan poin. Sementara untuk formasi di laga tandang, mungkin kami akan lebih bertahan dengan pola 3-5-2 atau tetap 4-5-1.Yang pasti,semua tergantung kebutuhan tim di lapangan nanti,”papar mantan asisten pelatih Ivan Venkov Kolev ini.

Dia menambahkan,selain mencoba beberapa pemain yang diproyeksikan di tim utama,Kas juga memadukan antara pemain inti dan pelapis.Ini sangat penting untuk mengantisipasi jika nantinya ada pemain tersebut tidak bisa bermain akibat cedera atau mengalami kelelahan.

Dalam percobaan itu,para supersub seperti Qischil,Mahyadi Panggabean, Ahmad Juprianto,M Sobran,M Markus Bahtiar,Jeki Arisandi,Andi Irawan bersaing ketat untuk mendapatkan penilaian terbaik dari pelatih.

“Sementara untuk Lim Joon-sik dan Santosh Sahukhala memang untuk sementara hanya menjadi pelengkap tim karena belum ada kejelasan siapa di antara mereka yang akan menjadi bagian dari tim ini,”pungkasnya.

Sriwijaya FC Turunkan FR-12


Target menang di usung Sriwijaya FC, pada laga uji coba perdananya melawan Bintang Babel FC, besok (23/9). Untuk itu, Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC) bakal menurunkan skuad terbaiknya. Termasuk kiper utamanya Ferry Rotinsulu.
FC Sriwijaya


“Ferry akan kami turunkan. Tapi tidak fulltime. Sebab, Ferry baru saja baru sembuh dari cedera. Mungkin, satu babak atau bagaimana nanti sistematisnya,” kata pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi.

Banyak hal yang membuat mantan pelatih SFC U-21 itu memutuskan tak menurunkan Ferry fulltime. Menurutnya, kondisi kiper Palu itu masih belum maksimal. FR12 (julukan Ferry Rotinsulu) sendiri masih sedikit merasakan nyeri di lutut. ”Tapi, meski nyeri sedikit tak masalah untuk Ferry. Saat ini Ferry sudah menjalani latihan rutin bersama pemain lainnya,” sambung mantan pemain Timnas Indonesia itu.

Mengapa sedikit memaksakan? Menurut Kas (sapaan Kas Hartadi), Ferry perlu pengembalian mental pasca cedera. Dan laga uji coba itu diniali sangat baik lantaran permainannya tak terlalu keras. ”Nanti diturunkan secara berlahan. Bila sudah maksimal akan diturunkan fulltime,” lanjutnya.

Nah, untuk menggantikan Ferry Kas Hartadi sudah menyiapkan dua kiper pelapis yang juga di boyong ke Bangka. Yakni, kiper lapis tiga Sriwijaya FC, Andi Irawan dan kiper pinjaman Annas yang sebelumnya juga telah menjalani latihan bersama. ”Teknisnya akan dilihat nanti. Apakah Ferry di gantikan Andi dulu di babak pertama, atau Annas yang kami turunkan dulu. Baru Andi dibabak kedua,” imbuh pelatih asal Solo itu.

Sebelumnya, Ferry sendiri mengalami cedera lutut saat memperkuat Timnas Indonesia. Kiper asal Palu itu terpaksa ditandu keluar lantaran mendapat sapuan dari pemain Jordania pada laga uji coba kualifikasi Piala dunia 2014, (28/8) lalu.

Dengan cedera itu, Ferry tak bisa melanjutkan pertandingan dan latihan seperti biasanya. FR12 juga memutuskan pulang lebih dulu dari skuad Timnas dan memilih menjalani pengobatan tradisional di Palu.

Rabu, 21 September 2011

Sriwijaya FC Siap Tantang Persipura


Sriwijaya FC sudah tak sabar berlaga di kompetisi musim 2011-2012. Tim berjuluk Laskar Wong Kito tersebut berani menantang Persipura Jayapura di laga perdana, pada 8 Oktober 2011 mendatang.
FC Sriwijaya


"Kami siap menggelar laga pembuka. Lawan siapa saja boleh, Persipura juga boleh," kata Direktur Teknis PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Hendri Zainuddin, seraya menyebut jawara Indonesia Super League musim 2010-2011.

Komite Kompetisi PSSI memang sudah menetapkan tanggal digelarnya laga perdana. Namun, PT Liga Prima sebagai pihak penyelenggara kompetisi belum membeberkan jadwal. Rencana awal, kompetisi akan dimulai 8 Oktober 2011.

Hari ini, manajemen Sriwijaya menjalani verifikasi yang dilakukan Komite Kompetisi PSSI. Klub asal kota Palembang, Sumatera Selatan, tersebut mendapat giliran pertama.

"Hanya dicek saja berkas-berkasnya. Tidak ada yang signifikan," ungkap Hendri usai menjalani verifikasi di Ruang Prambanan, Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Rabu 21 September 2011.

Komite Kompetisi PSSI memang sudah menetapkan tanggal digelarnya laga perdana. Namun, PT Liga Prima sebagai pihak penyelenggara kompetisi belum membeberkan jadwal.

Selasa, 20 September 2011

ANTV Tayangkan SFC Lawan Bangka Selection dan Deltras Sidoarjo


Pihak ANTV dipastikan akan menayangkan pertandingan segitiga antara Sriwijaya FC (SFC), Bangka Selection dan Deltras Sidoarjo.

FC Sriwijaya


Pertandingannya akan disiarkan langsung dari Bangka Belitung pada 23-25 September mendatang. Hal ini disampaikan Direktur Sport ANTV, Refa Dedi Utama, saat dihubungi Sripoku.com, Senin(19/9/2011).

"Rencananya begitu, kita persiapkan penayangan tiga pertandingan pada Jumat (23/9), Sabtu (24/9) dan Minggu (25/9)," ujarnya.

"Mudah-mudahan pertandingan yang akan dilaksanakan menarik untuk ditonton, karena sudah lama juga masyarakat tidak menyaksikan pertandingan bola lokal. Apalagi yang bermain Sriwijaya FC, semoga ini cukup menghibur masyarakat Palembang," tambahnya.

Sementara itu ketika dihubungi terpisah, Direktur Teknik dan SDM PT SOM, Hendri Zainuddin, membenarkan bahwa pihak ANTV akan menayangkan pertadingan SFC.

"Jadi Minggu (18/9/2011) kemarin saya ditelepon pihak ANTV, yang mau mensiarkan pertandingan di Bangka. Hanya saja saya katakan tidak ada Match Fee nya (uang tampil) dan dijawab ANTV, oke tidak apa-apa," cerita Hendri.

Hendri menambahkan, SFC akan bertanding pada tanggal Jumat (23/9/2011) melawan Bangka Selection dan melawan Deltras pada Minggu (25/9/2011). Dalam pertandingan di Bangka ini semua tiket sudah habis dibeli oleh penonton, berarti masyarakat sangat antusias untuk melihat SFC bertanding.

Sedangkan Pelatih Kepala SFC, Kas Hartadi, menceritakan para pemain tetap melakukan latihan rutin untuk menghadapi pertandingan ini. Hari Senin (19/9/2011) kemarin skuad SFC latihan di Pantai Pasir Padi sekaligus refreshing.

"Walaupun dalam pertandingan ini kita tidak punya target, tetapi kita akan tetap lihat bagaimana kerjasama tim dan kondisi fisik dan teknik pemain," ujarnya.

Senin, 19 September 2011

Sriwijaya FC Gelar TC di Bangka


Sriwijaya FC mengagendakan menggelar pemusatan latihan (TC) di Pulau Bangka mulai hari ini, Senin 19 September hingga 26 September 2011. Seluruh punggawa Laskar Wong Kito mengikuti TC.
FC Sriwijaya


Kiper Ferry Rotinsulu yang mulai pulih dari cedera juga dijadwalkan ikut. Demikian pula striker yang sedang diseleksi asal tim nasional Nepal yakni Santosh.

Selama di Palembang, Sriwijaya FC memang masih lebih banyak memantapkan kondisi masing-masing pemain dari fisik, koordinasi, penetrasi, dribbling dan finishing. Maka, pada TC di Kepulauan Babel nanti, pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi, akan mempersiapkan latihan all out dengan komposisi dan penerapan organisasi serta kerjasama tim (team work).

"Selama ini, latihan kami masih bersifat hanya per unit saja. Maka, organisasi kerja sama tim akan saya lihat saat TC di Babel nanti," jelas Kas Hartadi.

Kas mengaku persiapan SFC akan semakin matang karena akan melakoni dua laga uji coba penting. Yakni menghadapi Babel Selection pada 23 September dan Deltras Sidoarjo (25 September) di Bangka.

"Uji coba ini akan jadi penting untuk melihat pemantapan materi dan line up pemain," tegas mantan pemain Krama Yudha di era Galatama ini.

Selain itu, dengan TC di Bangka yang memiliki panorama pantai dan laut yang indah diharapkan para pemain Sriwijaya bisa tetap menjaga tingkat refreshing masing-masing.

"Persiapan membentuk skuad yang baru lagi untuk kompetisi ke depan tentu akan menyita konsentrasi fisik dan mental pemain. Untuk itu, nuansa TC yang segar diharapkan bisa cepat bantu mengembalikan kebugaran pemain," jelas Hendri Zaenudin, Direktur Teknik SFC.

Tanpa Pemain Timnas U-23


Sukses menjalani uji coba pertama dengan menang telak 11-1 atas PS Lais, Kamis (15/9) lalu, Sriwijaya FC bakal kembali melakoni uji coba lanjutan. Tim double winner edisi 2007 itu bakal melakoni dua kali uji di Bangka.
FC Sriwijaya


“Besok pagi (pagi ini, Red) kami sudah berangkat ke Bangka. Dengan menggunakan pesawat bukan lewat jalur laut,” kata Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM), Hendri Zainuddin, kemarin (118/9).

Pada tur di provinsi pecahan Sumsel itu, Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC) bakal membawa seluruh pemain. Kecuali pemain Timnas U-23 yang masih menjalani training camps (TC) bersama Timnas U-23 proyeksi SEA Games XXVI Indonesia 2011.

Sriwijaya FC sendiri saat ini mempunyai tiga pemain Timnas U-23. Yakni, kiper Rifky Deython Mokodompit, pemain bertahan Septia Hadi, dan penyerang Zulham Zamrun. “Pada uji coba kali ini, kami membawa total 24 pemain. Termasuk pemain seleksi asal Nepal, Santos Shahukhala,” timpal pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi, kemarin.

Mantan pelatih SFC U-21 itu melanjutkan, dirinya sengaja membawa seluruh pemainnya, lantaran target uji coba ini sebagai bentuk pematangan tim. Baik soal kerja sama tim maupun lainnya.

“Tujuan utama adalah pematangan tim. Jadi, kami harus bawa semua pemain. Sebab, bila tidak dibawa, bagaimana mau menerapkan strategi dan kerja sama tim. Apalagi, tim ini baru terbentuk dan sebagian merupakan pemain baru. Jadi, perlu adaptasi juga,” sambungnya.

Rencananya, selama menjalani tur Bangka hingga 26 September mendatang, skuadra Kas Hartadi bakal melakoni minimal dua kali uji coba. Yakni, melawan Bangka Selection, (23/9) nanti. Kemudian, dilanjutkan melawan Deltras Sidoarjo yang juga sedang menjalani uji coba di Bangka.

“Persiapan sudah kami siapkan. Dua uji coba ini saya rasa sudah cukup. Apalagi, kami juga akan bertemu klub Indonesia Super League (ISL) Deltras Sidoarjo. Jadi, ini sangat membantu,” pungkasnya.