Follow Us:

RSS

We Are Sriwijaya FC

Launching
comeback
launchpad

Senin, 31 Oktober 2011

PSSI Rayu Kepala Daerah

Berbagai cara dilakukan PSSI untuk menggolkan usahanya memutar kompetisi Indonesian Premier League (IPL) edisi perdana. Federasi sepak bola Indonesia itu merayu kepala daerah di mana klub bernaung. Lobi tingkat tinggi ini dilakukan untuk meredam perlawanan klub yang menentang keberadaan IPL di bawah kendali PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) dengan tetap menghidupkan Indonesia Super League (ISL) dengan PT Liga Indonesia sebagai regulatornya.

Diakui CEO PT LPIS Widjajanto, langkah ini juga yang dilakukan untuk memasukkan nama Sriwjaya FC dalam daftar kontestan IPL. Pihak PSSI langsung menelepon Gubernur Sumsel Alex Noerdin untuk menentukan sikap. Hasilnya, Alex diklaim setuju Sriwijaya FC ikuti kompetisi resmi di bawah naungan PSSI. Sekalipun persetujuan ini tidak diikuti dengan penyerahan form pendaftaran ulang dan penyerahan form daftar pemain dan ofisial tim.

”Saya baru saja dari Papua untuk ketemu klub dan Wali Kota Jayapura Benhur Tommi Mano Mereka prinsipnya sudah tidak ada masalah Persipura Jayapura ikut IPL setelah diberi penjelasan,” ungkap CEO PT LPIS Widjajanto ketika dihubungi semalam (30/10).

Penjelasan yang dimaksud adalah pencabutan kewenangan PT Liga Indonesia sebagai pengelola kompetisi profesional sebagaimana hasil Kongres PSSI II di Bali 21-22 Januari lalu melalui Surat Keputusan Ketum PSSI Djohar Arifin Husin. SK itu keluar akhir pekan kemarin. Langkah ini diambil agar kontestan IPL tak berkurang lagi. Sebab, klub penentang IPL sudah melakukan RUPS PT Liga Indonesia. 13 klub berada di sana.

Apalagi, diakui Widjajanto, IPL edisi perdana harus digulirkan dengan 17 klub. Ini menyusul lepasnya Persiwa Wamena dari genggaman PSSI. Persiwa dengan tegas menolak main di IPL. ”Lobi kepada pembina dan pemangku kebijakan klub, dilakukan kepada 17 klub itu. Baru saja Pak Djohar (Ketum PSSI) temui Wali Kota Medan agar PSMS Medan tetap main di IPL,” tegasnya.

”Dan, kami gak akan menambah peserta lagi karena kompetisi sudah bergulir. IPL akan tetap dijalankan dengan 17 klub dengan Mitra Kukar, Sriwijaya FC, Persipura Jayapura di dalamnya. Sisanya kami anggap mundur dan kami serahkan ke Komite Kompetisi dan Komdis PSSI,” tandasnya.

Namun, rayuan kepada kepala daerah yang dilakukan PSSI mendapat kecaman dari anggota Executive Committee (Exco) PSSI La Nyalla Mattalitti. Sebagai organisasi sebesar PSSI sudah seharusnya dijalankan dengan aturan. Gak bisa langsung main hantam kromo (menabrak aturan).

”Pola mendekati kepala daerah justru malah mencederai spirit yang diagung-agungkan, yaitu membangun sepak bola profesional. Ini bukan masalah gengsi atau menang-kalah. Tapi ikuti semua aturan pasti gak akan kacau. Apalagi pakai ancam mengancam. Itu tandanya PSSI panik,”ungkap La Nyalla semalam (30/10).

Sriwijaya FC Ikuti Inter Island Cup Tanpa Firman dan Ferry

Sriwijaya FC akan mengikuti turnamen Inter Island Cup (IIC) 2011 yang akan diikuti klub profesional Indonesia papan atas. Klub berjuluk 'Laskar Wong Kito' tersebut akan ikut pada turnamen yang akan dilaksanakan 8-10 November 2011 di tiga tempat.

Pelatih Sriwijya FC, Senin (31/10) mengatakan, Sriwijaya FC mengikuti IIC untuk mematangkan kesiapan tim itu sebelum menjalani kompetisi musim 2011-2012. "Awalnya Sriwijaya FC mendapat undangan ikut SCTV Cup di Solo.

Tapi karena waktu persiapan sedikit, kami memilih ikut turnamen Inter Island Cup saja," ungkapnya.

Klub profesional papan atas Indonesia seperti Persib Bandung, Persiba, Persisam Samarinda, dan PSPS Pekanbaru akan ikut pada turnamen yang diberlangsung di Bandung, Malang dan Samarinda. Kemudian dilanjutkan babak enam besar pada 24 November dan babak final 26 November.

Mengikuti IIC 2011 tersebut, Sriwijaya FC akan tampil tidak dengan kekuatan penuh karena lima pemainnya harus menjalani latihan bersama tim nasional yang akan melanjutkan pertandingan babak penyisihan Pra Piala Dunia 2014.

Lima pemain yang tidak akan ikut tersebut, Firman Utina, penjaga gawang Ferry Rotinsulu, M Ridwan dan Supardi dan satu pemain yang baru dipanggil pelatih timnas Wim Rijsbergen yaitu Mahyadi Panggaben.

Sriwijaya FC pada IIC pertama 2010 dibawah pelatih Ivan Kolev berhasil menjadi juara dengan mengalahkan
Persiwa Wamena di babak final dengan skor 2–0. Pada IIC kali ini menurut Kashartadi Sriwijaya FC tetap ingin mempertahankan gelar juara IIC.

"Saya ingin melihat kemampuan tim sudah sejauh mana. Secara kualitas tim sudah cukup bagus tapi memang harus diuji pada level yang lebih tinggi," katanya.

Sebelum terjun ke kompetisi sesungguhnya Sriwijaya FC sudah pernah mengikuti turnamen dengan Deltras Sidoardjo dan Bintang Babel FC di Pangkalpinang dan berhasil mejadi juara. Namun, menurut pelatih Sriwijaya FC pengganti Ivan Kolev ini, turnamen segitiga itu belum cukup untuk mengukur kekuatan Sriwijaya FC.

Untuk mengikuti IIC 2011 Sriwijaya FC tidak bisa menjalani latihan secara maksimal di Palembang karena kesulitan mendapatkan lapangan untuk berlatih. "Persiapan hanya seadanya karena sejak dua bulan lalu stadion Gelora Sriwijaya tidak bisa dipakai karena akan digunakan untuk upacara pembukaan SEA Games," tambah Kashartadi.

Turnamen IIC 2011 yang dielenggarakan PT Liga Indonesia (PT LI) akan diikuti sembilan klub kasta tertinggi sepakbola Indonesia dan diselenggarakan di tiga kota, Bandung, Malang, dan Samarinda.

Sabtu, 29 Oktober 2011

PT LI Janjikan Rp 3 M untuk SFC

Di tengah kisruh soal regulasi liga dan kebijakan PSSI yang dinilai melanggar statuta, Rapat Umum Pemegang Saham (RSUP) PT Liga Indonesia di Hotel Park Lane Jakarta, Kamis (27/10), membuat beberapa keputusan yang dianggap berani dan memberikan pencerahan kepada klub peserta yang tidak lagi menggunakan APBD.

Sriwijaya FC dan 13 klub peserta dijanjikan Rp 3 miliar, jika memastikan diri mengikuti Liga Super Indonesia yang bergulir pada 1 Desember mendatang.

Demikan diungkapkan Direktur Teknik dan Sumber Daya Manusia (SDM) PT SOM, Hendri Zainuddin, Jumat (28/10).

Menurut dia, di antara hasil RUPS, pemegang saham kompetisi adalah 99% klub dan 1%, milik PSSI.

Sehingga klub berhak mendapatkan hak siar yang dipegang ANTV yang tahun ini akan menaikan nilai kontrak menjadi Rp 130 miliar.

“Sehingga semua klub akan diberi dana 3 miliar. Berarti SFC akan mendapat dana Rp 3 miliar untuk mengikuti kompetisi ISL musim ini,” kata Hendri.

Seperti diketahui PT LI sudah menyampaikan beberapa waktu lalu dengan mendapatkan kontrak hak komersial dengan angka fantastis mencapai Rp130 miliar, jumlah ini lebih besar dan terjadi lonjakan dari tahun-tahun sebelumnya yang hanya Rp10 miliar.

Jika dibandingkan dengan nilai kontrak Liga Prima Indonesia (LPI) yang kini hak komersialnya dipegang MNC Group sebesar Rp 100 miliar, jumlah nilai kontrak LSI dinilai lebih besar Rp30 milar.

Disoal tentang apakah SFC mengikuti LSI atau LPI, Hendri justru belum bisa berkomentar banyak, ia berharap PSSI segera sadar telah melanggar statuta dengan mengembali hak-hak PTLI yang berhak menyelenggarakan Liga Indonesia secara resmi.

Ikut IIC SFC Tanpa Target

Sriwijaya FC tidak terlalu memikirkan gelar, meski berstatus sebagai juara bertahan Inter Island Cup (IIC) 4-8 November 2011 mendatang. Manajemen dan pelatih menganggap IIC adalah ajang pemanasan bagi anak asuhnya. Sehingga apapun hasilnya, tidak terlalu dipermasalahkan.

"Sejauh ini bagi kami tidak masalah kalah atau menang, karena tidak ada target juara. Target pelatih pada ajang ini untuk memantapkan koordinasi tim," jelas Pelatih SFC Kas Hartadi, Jumat (28/10/2011).

Menurut Kas, IIC adalah sasaran antara saja untuk melihat kekuatan timnya, sebab seusai mengikuti IIC di Bandung, barulah Sriwijaya akan berangkat ke Solo untuk menjalani training camp, fokus menghadapi persiapan kompetisi. "Target pemantapan di Solo hingga 24 November," jelas Kas.

Sementara disinggung tentang sikap SFC menghadapi beberapa kebijakan PSSI, apakah nantinya mengikuti Liga Prima Indonesia (LPI) atau Liga Super Indonesia (LSI), Direktur Teknik dan SDM PT SOM, Hendri terkesan
enggan memberkan komentar, sebab sejauh ini pihaknya belum mendaftarkan diri ke LPI.

"Kami belum daftar, kami dari manajemen meminta PSSI segera kembali ke statuta dan benahi kompetisi yang hingga kini belum ada kepastian," jelasnya.

Pusing dengan PSSI, SFC Ikut Inter Island Cup

Sriwijaya FC memastikan diri mengikuti Inter Island Cup (IIC) Cup di Bandung pada 4-8 November nanti. Firman Utina cs memilih meninggalkan kota Palembang pada 2 November untuk melupakan sejenak kisruh yang terjadi pada Liga Indonesia seiring dengan beberapa kebijakan PSSI yang dianggap melanggar statuta.

"Kita lupakan sejenak kisruh PSSI dan Liga yang belum ada kepastian, jika terlalu dipikrikan akan stres terutama bagi pemain. Untuk itu, kita refreshing sejenak ke Bandung mengikuti Inter Island," jelas Direktur Teknik dan SDM PT SOM, Hendri Zainudin, Jumat (28/10/2011).

Menurut Hendri, dalam perhelatan IIC ini akan diikuti beberapa tim tangguh seperti diantaranya Persib Bandung, PSPS Pekanbaru, Persija Jakarta dan satu lagi klub yang belum memberikan konfirmasi.

"Jumlah klub berdasarkan informasi terakhir belum tahu pasti, tetapi yang jelas kami sudah menerima undangan dan memastikan diri turut dalam laga ini, para pemain berangkat pada 2 November nanti," jelas Hendri.


AMBISI SANG VETERAN

Lama menghilang, Ilham Jaya Kesuma muncul kembali dengan ambisi tinggi di ranah sepak bola Tanah Air. Tak tanggung-tanggung, striker veteran 33 tahun ini ingin membawa Sriwijaya FC (SFC) jadi kampiun Liga Indonesia.

Siapa yang tak kenal Ilham di awal 2000-an. Bersama Persita Tangerang,pemain bertinggi 173 cm ini adalah ancaman paling menakutkan buat tim lawan.Bermodal speed dan power yang dimilikinya,dia menorehkan titel sebagai yang tersubur di Liga Indonesia 2002 dan 2004. Bukan hanya di klub,namanya juga harum di level Asia Tenggara.

Penghargaan sebagai top skor Piala Tiger (sekarang Piala AFF) 2004 jadi bukti ketajaman daya gedornya.Total,dari 18 penampilannya bersama tim Merah Putih, Ilham mengoleksi 13 gol. Pesonanya itu yang membuat klub Malaysia MPPJ Selangor FC merekrutnya pada 2006.Tapi di Negeri Jiran,sinar Ilham meredup lantaran cedera panjang yang membelitnya.

Dan sepulang dari Malaysia, nama besarnya perlahan bak lenyap di telan bumi. Bahkan, prestasinya pun tak terdengar setelah dirinya memutuskan hijrah ke Persisam Samarinda dan terakhir ke Mitra Kukar. Kini Ilham pun berusaha bangkit.Dia ingin menegaskan bahwa dirinya belumlah habis.

Untuk itu,bomber kelahiran Kertapati,Palembang, 19 September 1978 ini pun rela menjalani seleksi di SFC.“Ini bagian dari keinginan saya bermain di klub kota kelahiran saya,”tutur Ilham. Beruntung Laskar Wong Kito bersedia memberi kesempatan seleksi untuk pria 33 tahun ini.Soalnya,Ilham pernah menolak pinangan SFC beberapa tahun lalu.

Padahal,tim asal Palembang ini menyiapkan mahar yang cukup tinggi saat itu,senilai Rp1 miliar. Tapi kini,jika diterima sebagai keluarga SFC,Ilham berjanji memberikan semua kemampuannya.“Jika lolos seleksi, saya ingin meraih gelar dan membantu SFC mencapai target musim ini,”jelas Ilham. Ilham yang untuk sementara menggunakan kostum bernomor punggung 16 terlihat sangat enjoysaat mengikuti latihan sore di lapangan futsal.

“Mudah-mudahan saya bisa bergabung di sini sehingga bisa lebih dekat dengan keluarga besar saya yang memang tinggal di Palembang.Saya yakin bisa lulus dari seleksi ini,”jelasnya optimis. Ilham merupakan salah satu sosok pemain yang saat ini memang dibutuhkan SFC.Posisinya sebagai seorang striker murni akan melengkapi komposisi pemain yang sudah ada saat ini.

Apalagi,dari komposisi lini depan yang saat ini dimiliki Laskar Wong Kito,hanya Risky Novriansyah yang punya karakter sebagai targetman.Sementara penyerang utama lain yang ada di skuad SFC,seperti Hilton Moreira,Keith ‘Kayamba’ Gumbs, Rachmad ‘Poci’ Rivai,semuanya cenderung bertipikal second striker. Selain itu,Ilham juga bisa menutupi kegagalan SFC dalam perburuan mesin gol berkelas.

Sebelumnya,peraih double winners Liga Indonesia dan Piala Indonesia 2007 ini gagal mendapatkan servis Bambang ‘Bepe’ Pamungkas, Cristian Gonzales,Alberto ‘Beto’ Goncalves,dan Herman Dzumafo Epandi. “Ilham sebenarnya seorang pemain yang bagus.

Tetapi posisinya sebagai striker murni,membuat dia harus ditunjang dengan aliran bola dari lini kedua maupun sisi sayap agar dirinya bisa mendapatkan peluang.Dengan komposisi pemain yang kita punya,saya yakin Ilham bisa terus mendapatkan suplai bola sesuai yang diinginkannya,”papar Pelatih SFC Kas Hartadi.

Kamis, 27 Oktober 2011

Lima Klub Tuding PSSI Berbohong

Sebanyak lima klub Indonesia Super League (ISL) menuding Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) melakukan kebohongan besar dengan menyebut mereka akan bermain di Indonesia Premier League (IPL). Kelima klub tersebut, yakni Persipura, Mitra Kukar, Wamena, Persidafon, Sriwijaya FC, memastikan akan tetap bermain di Liga Super Indonesia (ISL).

"Kami sayangkan sikap PSSI yang melakukan kebohongan publik, sebuah lembaga resmi sudah membuat satu kebohongan pada masyarakat bahwa kami sudah mengikuti liga prima (IPL), itu tidak betul," kata Direktur PT Sriwijaya Optimis Mandiri, perusahaan tempat Sriwijaya FC bernaung, Hendri Zainudin, dalam jumpa pers di Hotel Park Lane, Kamis, 27 Oktober 2011.

CEO PT Liga Prima Indonesia Sportindo Widjajanto dalam jumpa pers di kantor PSSI semalam mengatakan pihaknya telah menerima formulir pendaftaran dari 18 klub untuk ikut IPL. Widjajanto menyebut Persipura, Mitra Kukar, Wamena, Persidafon, dan Sriwijaya FC, masuk dalam daftar 18 klub calon peserta IPL.

Hendri Zainudin membantah klaim Widjajanto tersebut. Kelima klub yang diklaim akan ikut IPL tersebut, kata Hendri, tak mengakui PT Liga Prima Indonesia Sportindo sebagai operator kompetisi. Hendri menunjuk hasil kongres Bali yang menyebutkan koordinator kompetisi yang sah adalah PT Liga Indonesia. " Kami tetap dibawah naungan PSSI dengan kompetisi penyelenggaranya adalah PT Liga Indonesia," katanya.

Hal senada disampaikan Direktur Teknik Persiwa Wamena Agus Santoso. Persiwa, kata Agus, sampai detik ini belum pernah mengirim surat dalam bentuk apapun, apalagi formulir pendaftaran ulang, kepada PT Liga Prima Sportindo. "Kalau tadi malam PT Liga Prima mengumumkan salah satunya Persiwa itu bohong besar. Persiwa belum mendaftar ulang," katanya.

Bantahan juga datang dari Manajer Persidafon Iwan Nazarudin. Iwan mengatakan klubnya akan selalu menaati aturan. Dan aturan yang benar itu yaitu mengikuti hasil kongres di Bali yang menyebutkan operator kompetisi adalah PT Liga Indonesia, bukan PT Liga Prima Indonesia Sportindo. "Prinsipnya kami taat aturan," katanya.

Kontrak Hak Siar Indonesia Super League Naik 1.300 Persen

Kontrak hak siar kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2011/2012 yang dipegang oleh stasiun televisi ANTV mengalami peningkatan 1.300 persen dari Rp10 miliar menjadi Rp130 miliar per tahun. Kesepakatan naiknya kontrak hak siar kompetisi yang dikelola oleh PT Liga Indonesia itu ditetapkan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Liga Indonesia di Hotel Park Lane, Jakarta, Kamis (27/10).

Nilai kontrak hak siar ISL itu jauh lebih tinggi dibandingkan nilai kontrak hak siar untuk kompetisi Indonesia Premier League (IPL) yang dikendalikan oleh PT Liga Prima Indonesia Sportindo yang didukung penuh PSSI. Informasinya nilai kontrak Rp100 miliar per musim. Dalam RUPS itu juga diputuskan pengangkatan Syahrir Taher menjadi Presiden Direktur Utama PT Liga Indonesia menggantikan Andi Darussalam Tabusala yang mengundurkan diri sejak 1 Juli 2011.

"Pengunduran diri saya diterima oleh pemilik saham PT Liga Indonesia berikut dengan laporan keuangan yang kami buat," kata Andi Darussalam.

RUPS PT Liga Indonesia dihadiri 13 klub. Satu di antaranya adalah Persib Bandung meski perwakilannya yaitu Direktur Pemasaran PT Bandung Bermartabat, Muhammad Farhan tidak ikut penuh dalam RUPS tersebut. Sedangkan 12 klub lainnya adalah adalah PSPS Pekanbaru, Sriwijaya FC, Persija Ferry Paulus, Pelitajaya, Persela, Deltras, Persiba Balikpapan, Mitra Kukar FC, Persipura, Persiwa dan Persidafon.

Direktur Utama PT Liga Indonesia Syahrir Taher berjanji akan menjalankan manajemen terbuka dalam mengelola perusahaan. Ketua Umum Persiba Balikpapan itu juga memberikan kesempatakan kepada semua pihak memberikan masukkan maupun kritikan terhadap kinerjanya.

Sementara itu CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono mengatakan dengan tuntasnya RUPS yang dihadiri oleh pemilik saham pihaknya akan segera melaporkan hasil pertemuan itu ke PSSI, AFC maupun ke FIFA. "Kami juga akan melaporkan rancangan manual liga berikut jadwal pertandingan karena harus disingkronkan dengan agenda AFC dan FIFA," katanya usai RUPS.

Menurut dia, kick off ISL 2011/2012 tetap sesuai dengan jadwal yaitu 1 Desember. Sebelum pertandingan resmi dimulai terlebih dahulu digelar turnamen Inter Island 2011, 1-7 November 2011.

Gandeng 13 Klub, PT Liga Siap Gelar Kompetisi

Sebanyak 13 klub sepakat menggelar kompetisi sendiri di bawah bendera PT Liga Indonesia dan menolak bertanding di liga yang dikelola PT Liga Prima Indonesia Sportindo (PT LPIS) sebagaimana ditunjuk PSSI. Dari 13 klub ini, enam di antaranya merupakan klub yang diklaim PSSI telah memastikan akan tampil di Indonesia Premier League (IPL) 2011-12 di bawah payung PT LPIS.

Sebelumnya PSSI telah mengumumkan 18 klub yang menyatakan komitmen untuk berlaga di pentas IPL. Mereka adalah Persiraja, PSMS Medan, Semen Padang, Persib Bandung, Persija Jakarta, Persijap Jepara, Persiba Bantul, Persibo Bojonegoro, Persebaya, Persema Malang, Arema Malang, PSM Makassar, Bontang FC, Persidafon, Persiwa Wamena, Persipura, Mitra Kukar, dan Sriwijaya FC.

Ternyata, enam dari 18 klub tersebut hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Liga Indonesia yang digelar di Hotel Park Lane, Jakarta, Kamis, 27 Oktober 2011. Mereka adalah: Persidafon Dafonsoro, Persiwa Wamena, Persipura Jayapura, Mitra Kukar, Sriwijaya FC, dan Persib Bandung.

Keenam klub ini menyatakan tidak pernah mendaftar ke PSSI maupun PT LPIS untuk berkompetisi di IPL. "Kami tidak pernah merasa mendaftar. Itu hanya klaim PSSI saja agar dinilai baik oleh masyarakat. Kami tidak pernah bilang setuju ikut kompetisi mereka. Itu akal-akalan PSSI saja," ujar Hendri Zainudin, Direktur PT Sriwijaya Optimis Mandiri, pemilik Sriwijaya FC, di sela-sela RUPS PT Liga Indonesia.

Sriwijaya FC Bantah Ikut Daftar Ulang IPL

Srwijaya FC membantah telah menyerahkan formulir pendaftaran ulang untuk tampil di Indonesian Premier League (IPL) 2011-12. Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Hendri Zainuddin menjelaskan kalau pihaknya hanya berkomunikasi dengan PSSI tapi tidak mendaftar ulang.

"Tidak ada kami mendaftar ulang untuk tampil di IPL 2011-12. Kami hanya sekadar berkomunikasi dengan PSSI melalui Sihar Sitorus (Ketua Bidang Kompetisi PSSI)," kata Hendri saat dihubungi VIVAnews, Rabu, 26 Oktober 2011.

"Dalam komunikasi lewat telepon tadi, kami sama sekali belum memberikan keputusan apapun kepada PSSI. Sihar kelewatan kalau kami dikatakan ikut mendaftar ulang untuk tampil di IPL 2011-12. Itu tidak benar," lanjut Hendri.

CEO PT Liga Prima Indonesia Sportindo (PT LPIS), Widjajanto telah mengumumkan 18 klub yang diklaim bertahan di IPL. Salah satunya adalah Sriwijaya FC.

"Setelah registrasi ulang peserta yang kami lakukan sampai sore tadi dan rekapitulasi yang dilakukan malam ini, kami menerima 18 klub," kata Widjajanto dalam jumpa pers yang digelar di kantor PSSI, Senayan, Rabu, 26 Oktober 2011.

"Mengenai sejumlah klub yang tidak menyerahkan laporannya itu bukan kewenangan kami. Urusan mereka kami serahkan kepada Komite Kompetisi," lanjut Widjajanto.

Wijajanto menambahkan bahwa dari 18 klub yang sudah menyatakan kesediaannya untuk tetap di IPL, ada tiga klub yang perlu melengkapi berkas pendaftarannya. Masing-masing adalah Sriwijaya FC, Persiwa Wamena, dan Mitra Kukar. Ketiga tim ini akan ditunggu hingga Kamis (27/10), pukul 16.00 WIB.

Sriwijaya FC - Fisik Ilham Jaya Kesuma Masih Oke

Pelatih Sriwijaya FC (SFC) Kas Hartadi salut dengan kualitas fisik yang dimiliki Ilham Jaya Kesuma.Dalam usia 33 tahun,mantan ikon Persita Tangerang ini masih memiliki stamina yang sangat baik.

Hal itu terlihat saat top skor Piala Tiger (sekarang Piala AFF) 2004 ini mengikuti latihan bersama SFC di lapangan sepak bola milik PT Pusri kemarin pagi.Dalam latihan tersebut, Ilham terlihat bisa langsung mengimbangi materi fisik yang dipimpin langsung oleh Pelatih Fisik Keith Jerome ‘Kayamba’ Gumbs.

Ini menandakan Ilham selama ini selalu menjaga kualitas fisiknya dengan baik,demi menunjang profesinya sebagai pemain sepak bola.Wajar saja jika dia kini sangat percaya diri bisa diterima di SFC dan menjadi pengganti Budi Sudarsono sebagai mesin gol Laskar Wong Kito.

“Dari penilaian sementara ini,saya lihat Ilham masih memiliki kondisi fisik yang oke, meskipun usianya sudah tidak muda lagi. Kini tinggal lagi bagaimana dia memperlihatkan dan meyakinkan kepada kita nalurinya sebagai seorang mesin gol pun masih tetap sama, ”ungkap Kas.

Arsitek asal Solo ini melanjutkan, rencananya dia akan memberikan kesempatan kepada pemain yang pernah merumput bersama klub Malaysia Selangor FC ini sampai usai mengikuti training camp (TC),dan rangkaian uji coba yang akan dilaksanakan di Solo selama penyelenggaraan SEA Games XXVI nanti.

Pelatih yang dijuluki Si Kijang ini tidak bisa begitu saja memberikan penilaian secara menyeluruh kepada pemain yang musim lalu sukses membawa Mitra Kukar promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia ini,tanpa melihat langsung penampilannya saat bertanding.

Untuk itulah,Kas telah memberitahukan kepada Ilham,jika dirinya benar-benar berniat bergabung bersama SFC maka setidaknya dia harus bisa sejajar dengan kualitas striker yang dimiliki Laskar Wong Kito saat ini,seperti Kayamba dan Riski Novriansyah,serta membuktikannya saat uji coba nanti.

“Jadi,proses penilaian terhadap Ilham cukup panjang.Saya juga sudah bilang dengan manajemen kalau dia (Ilham) akan diseleksi hingga selesainya kegiatan TC dan uji coba di Solo,bukan hanya di Palembang. Karena di sini,kita hanya fokus pada peningkatan fisik dan stamina dan small side gamessaja,”jelasnya.

Ilham sendiri merupakan salah satu sosok pemain yang saat ini memang dibutuhkan SFC.Posisinya sebagai seorang striker murni akan melengkapi komposisi pemain yang sudah ada saat ini.Apalagi jika dilihat dari segi kualitas,Ilham masih lebih baik dari Budi Sudarsono yang memilih hengkang ke Deltras Sidoarjo.

Saat masih sama-sama berseragam timnas Indonesia,Budi dan Ilham samasama menjadi andalan di lini depan tim Merah Putih saat masih di bawah komando Arsitek Ivan Kolev ataupun Peter White. Akan tetapi,sinar Ilham mulai meredup setelah dirinya kembali dari Malaysia pada 2007 dan kembali bergabung dengan Persita Tangerang.Selama satu musim di La Viola– julukan Persita,dia hanya mampu menyumbangkan 1 gol dari 24 kali penampilannya.

Bahkan,prestasinya pun semakin menurun setelah dirinya memutuskan hijrah ke Persisam Samarinda dan terakhir ke Mitra Kukar. “Ilham sebenarnya seorang pemain yang bagus. Tetapi karena posisinya sebagai striker murni,membuat dia harus ditunjang dengan aliran bola dari lini kedua maupun sisi sayap agar dirinya bisa mendapatkan peluang”katanya.

Selain itu,mungkin di klub sebelumnya dia kurang mendapatkan kontribusi umpanumpan matang.Tetapi dengan komposisi pemain berkualitas yang dimiliki SFC,Kas yakin Ilham akan terus mendapatkan suplai bola sesuai yang diinginkannya.

Sementara itu,Ilham yang untuk sementara menggunakan kostum bernomor punggung 16 terlihat sangat enjoy saat mengikuti latihan sore di lapangan futsal dekat Mes Pertiwi.Dia juga masih sangat baik dalam melakukan jagling bola.

Rabu, 26 Oktober 2011

Kas Hartadi Fokus Small Side Games

Stadion Bumi Sriwijaya yang sedang direnovasi dan belum bisa dipakai sebagai tempat latihan sore Sriwijaya FC (SFC).Tak pelak,Pelatih SFC Kas Hartadi untuk sementara memindahkan lokasi latihan ke lapangan futsal yang berada di dekat Mes Pertiwi, tempat menginap para pemain.

Pemindahan itu terpaksa dilakukan, karena hingga kemarin pihak manajemen belum menemukan di mana lapangan yang layak untuk dipakai pemain untuk melatih kerja sama dan kekompakan tim saat menyerang ataupun bertahan.Sementara untuk latihan pagi hari yang digunakan untuk meningkatkan kembali kondisi fisik dan stamina pemain setelah libur selama dua pekan,tetap digelar di lapangan sepak bola milik PT Pusri.

Menurut Kas,karena kondisi lapangan futsal yang tidak begitu besar maka dia lebih memfokuskan pola latihan pada small side games.Tujuannya untuk meningkatkan kembali koordinasi para pemain.Apalagi sejak ditangani mantan pemain Kramayudha Tiga Belian (KTB) ini,SFC bermain lebih cenderung dengan bola-bola pendek dari kaki ke kaki. “Latihan small side games memainkan peranan besar dalam meningkatkan kerja sama antarpemain,baik itu dalam kondisi menyerang maupun bertahan.

Karena dengan cara ini,pemain dilatih bagaimana caranya agar bisa terus melakukan penguasaan bola meskipun dalam kondisi tertekan,” ungkap pelatih yang dijuluki Si Kijang ini. Sentuhan bola dengan sistem satu dua, menurut Kas,memang harus terus dilatih. Dengan begitu,pemain bisa saling mengerti dan memahami apa yang diinginkan oleh pemain lainnya dan ke mana arah bola akan diumpankan.

Mantan Asisten Pelatih Ivan Venkov Kolev ini melanjutkan,selain untuk meningkatkan koordinasi antarlini, pola latihan seperti ini juga sangat bagus bagi pembentukan karakter seorang pemain. Dengan latihan ini,mereka bisa terbiasa membaca pergerakan rekan satu timnya dan ke mana arah bola akan mengalir.

“Yang pasti,pola latihan seperti ini harus terus diasah agar ada kesamaan feeling saat salah satu pemain mencoba memberikan bola kepada pemain lainnya,dan mengecoh lawan sehingga penguasaan bola tetap berada pada tim kita,”jelasnya. Latihan seperti ini,menurut Kas,akan terus dilakukan oleh SFC sampai mendapatkan lapangan yang cukup representatif sebagai tempat untuk latihan,

karena tidak mungkin para pemain terus melakukan latihan di lapangan futsal tanpa adanya penerapan dengan menggunakan lapangan sepak bola. “Kita harus tetap mencari lapangan lain dan tidak terus latihan di lapangan futsal. Apalagi jika pelaksanaan Inter Island Cup (IIC) jadi dilaksanakan,persiapan kita harus lebih baik lagi sehingga kita bisa mendapatkan hasil yang maksimal.Dengan status juara musim lalu,kita juga pastinya akan tetap menargetkan untuk meraih juara,”pungkas pelatih asal Solo ini

ILHAM LAMAR SFC

Lama tak terdengar kabarnya, kini mantan punggawa timnas Indonesia dan putra asli Sumatera Selatan Ilham Jaya Kesuma tiba-tiba muncul dan menyatakan ingin bergabung dengan Sriwijaya FC (SFC).

Ilham merupakan pemain bintang pada masa jayanya.Dia pernah menjadi top skor Liga Indonesia 2002 dan 2004 bersama Persita Tangerang dengan 22 gol.Bersama timnas,dia juga pernah menjadi bomber tersubur dengan mencetak 7 gol di Piala Tiger (kini Piala AFF) 2004.Namun,nama besarnya bukan jaminan untuknya masuk skuad SFC. Rencananya, Ilham akan datang hari ini ke Palembang untuk mengikuti seleksi.

Kepastian ini diungkapkan langsung oleh Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Hendri Zainuddin kemarin. Menurut anggota DPRD Banyuasin ini, pemain yang mengawali karier sepak bola juniornya bersama PS Palembang ini menyatakan keinginannya untuk bergabung bersama SFC kepada manajemen dan pelatih melalui Firman Utina.

“Selanjutnya,Firman kemudian mengatakan kepada saya mengenai hal itu. Kalau saya sih pada dasarnya tidak keberatan,tetapi keputusan akhirnya ada di tangan pelatih,karena merekalah yang akan memutuskan apakah Ilham layak atau tidak menjadi bagian dari tim kita musim depan,”ungkap Hendri. Memang,lanjut Hendri,jika dilihat dari pengalaman yang dimilikinya,kemampuan Ilham sudah tidak usah diragukan lagi.

Tetapi karena dia terakhir kali bermain saat memperkuat Mitra Kukar pada 2009 lalu, Kas Hartadi selaku pelatih meminta agar Ilham mengikuti seleksi terlebih dahulu. Syarat tersebut diajukan oleh Kas, menurut Hendri,bukannya bermaksud ingin merendahkan kemampuan Ilham. Namun dalam usia yang sudah tidak muda lagi dan sudah mencapai 33 tahun,dia dikhawatirkan sulit untuk bersaing dengan para pemain muda Laskar Wong Kito.

“Kalau kita senang saja Ilham bisa bergabung,apalagi dia memang putra daerah Sumsel.Kehadirannya di lapangan tentu akan membuat kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Sumsel, terutama warga Kertapati,tempat Ilham tinggal,”ungkap Hendri. “Tetapi karena usianya yang sudah tidak muda lagi,dan dia sudah lama tidak bermain di level tertinggi,maka sangat wajar kalau pelatih memintanya agar mengikuti seleksi terlebih dahulu,”jelasnya.

Pada awal era Pelatih Rahmad ‘RD’ Darmawan,SFC sebenarnya sudah pernah menyatakan niatnya untuk memboyong pemain bertinggi 173 cm ini.Namun,saat itu Ilham secara tegas menolak dengan alasan sudah menjadi pegawai negeri sipil (PNS) di Tangerang,sehingga dia tidak bisa begitu saja meninggalkan keluarganya. Kini setelah masa keemasannya habis dan hanya menggantungkan diri dari gajinya sebagai PNS,tiba-tiba Ilham menyatakan ingin bergabung bersama klub yang pernah ditolaknya.

“Ilham mengatakan tertarik untuk bergabung bersama SFC karena melihat di sini ada Firman Utina,Ponaryo Astaman,dan pemain hebat lainnya,sehingga dia merasa yakin bisa mengembalikan masa kejayaannya seperti dulu lagi,”terang Hendri. Sementara itu,Pelatih SFC Kas Hartadi mengatakan sama sekali tidak bermaksud mengecilkan nama seorang Ilham dengan mengharuskannya mengikuti seleksi terlebih dahulu,sebelum diputuskan secara resmi bergabung.

Kas hanya tidak ingin dirinya tak salah pilih.Apalagi,Ilham sudah lama tidak terdengar lagi kabarnya setelah terakhir dia bermain untuk Mitra Kukar 2009 lalu. “Saya diberikan tanggung jawab oleh manajemen untuk mengelola tim ini.Jadi, saya memiliki beban moril yang sangat tinggi jika seandainya saja nanti Ilham ternyata tidak bisa maksimal setelah kita rekrut.Karena target kita sangat tinggi untuk musim depan,yakni menjadi juara,” bebernya.

Untuk itu,pelatih asal Solo ini terlebih dahulu akan melihat sejauh mana kualitas Ilham saat ini.Kas ingin mencari tahu apakah sang mesin gol masih setajam dahulu saat masih di puncak kariernya. Jika dalam jangka waktu sekitar satu minggu ke depan Ilham bisa memperlihatkan kualitas fisik dan stamina yang baik dan ketajaman dalam melakukan penyelesaian akhir yang bagus pula,maka Kas tidak segan-segan untuk memberikan rekomendasi agar pihak manajemen merekrutnya.“Saat ini pemain yang kita miliki sudah banyak,jadi kita harus benar-benar selektif dalam memilih calon pemain,”pungkasnya

SFC Menyerah Kejar Bepe dan Ramdani

Sriwijaya FC (SFC) menyatakan menyerah dalam usaha mengejar tanda tangan duo Persija Jakarta Bambang ‘Bepe’ Pamungkas dan pemain muda berbakat Rizky Ramdhani Lestaluhu.

Pasalnya,Persija versi Ferry Paulus yang telah dinyatakan kalah oleh PSSI telah menyatakan bakal mengikuti Indonesia Super League (ISL) di bawah naungan PT Liga Indonesia (PT LI),sama seperti SFC. Sejak awal,manajemen SFC melalui Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Hendri Zainuddin telah mengikat perjanjian bahwa pihak Persija akan menyetujui kepergian kedua pemain tersebut ke SFC jika tim asal Ibukota itu mengikuti Indonesian Premier League (IPL).

“Jadi kemungkinan besar Bepe itu batal gabung ke SFC,karena sejak awal kesepakatannya memang seperti itu. Kesepakatan itu juga berlaku dengan Ramdani,”jelas Hendri. Sejak awal musim lalu,Pelatih SFC Kas Hartadi memang telah menyatakan keinginannya untuk merekrut pemain muda potensial seperti Ramdani.Namun lantaran dia dipertahankan oleh Persija, akhirnya Laskar Wong Kitomengalihkan bidikan ke Zulham Zamrun.

Sayang,Zulham yang sempat menyatakan kesepakatannya,memilih menarik diri dengan alasan tidak mau bersaing dengan bomber yang dimiliki SFC seperti Keith Jerome ‘Kayamba’ Gumbs, Budi Sudarsono (sebelum hengkang ke Deltras),dan Riski Novriansyah. Belakangan,kisruh Persija membuat SFC memanfaat kan situasi mencoba untuk kembali melakukan pendekatan terhadap Ramdani.

”Jadi untuk saat ini,kita menyatakan berhenti mengejar Bepe dan Ramdani,”papar Hendri. “Untuk penggantinya,kita masih akan mencari lagi.Tetapi meskipun nanti kita tidak bisa mendapatkan pemain yang berkualitas seperti yang diinginkan oleh pelatih, maka kita akan memaksimalkan dua pemain muda dari Bangka Belitung yang kini telah bergabung,”paparnya.

Selasa, 25 Oktober 2011

SFC vs Persib di Laga Perdana ISL Tandingan

Sriwijaya FC semakin memberikan sinyal kuat untuk tetap mengikuti kompetisi Indonesia Super League (ISL) ketimbang Indonesian Premier League (IPL) versi PSSI. Rencananya, ISL akan kembali dikelola di bawah PT Liga Indonesia dan akan menggelar kompetisi di mulai 1 Desember 2011 mendatang.

Sriwijaya bersama 12 klub lainnya yang berasa dari kompetisi Liga Indonesia musim lalu sepakat untuk tetap menjalankan kompetisi di ISL karena sesuai dengan kongres di Bali dan Statuta. Direktur teknik SFC mengungkapkan bahwa sriwijaya sudah mendapat jatah kick off pembuka ISL.

"Jadwal laga perdana sriwijaya main di ISL pada tanggal 1 Desember nanti melawan Persib bandung," ungkap Hendri Zainuddin.

Pemilihan Persib sebagai tim pembuka juga cukup mengejutkan. Mengingat tim berjuluk Maung Bandung ini sudah lebih dulu jadi tim pembuka IPL melawan Semen Padang pada 15 Oktober lalu.

Keputusan ini semakin memperkuat eksistensi yang menolak Liga Primer Indonesia. Seperti diketahui sebelumnya, PT Liga Indonesia masih merupakan pengelola resmi Liga Indonesia merujuk kepada hasil kongres PSSI.

Sementara PSSI dengan format LPI diubah ke PT Liga Prima Indonesia Sportindo hanya melalui rapat Exco. "Kami hanya mencoba mengikui aturan main yang sesuai dengan hasil kongres dan statuta yang ada. Tidak lebih hanya untuk turut membuat sepakbola nasional yang profesional," tegas Hendri lagi.

13 KLUB ULTIMATUM PSSI

Sebanyak 13 klub mengeluarkan ultimatum kepada PSSI. Banyak kebijakan PSSI yang dinilai keliru dan jauh dari harapan untuk mereformasi PSSI.

Keputusan tersebut diambil setelah 13 klub yang sebelumnya berlaga di ajang Liga Super Indonesia (LSI) melakukan pertemuan di Hotel Park Line,Jakarta (23/10) dalam rangka pra-Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).Dari 18 klub yang diundang oleh PT Liga Indonesia sebagai penyelenggara,hanya dihadiri 13 klub saja.

Sementara enam klub lainnya yakni Arema Indonesia,PS Semen Padang,Persib Bandung,Persijap Jepara,Persiba Bantul, dan Persiraja Banda Aceh tidak hadir.Dalam pertemuan tersebut,sejumlah klub yakni Persidafon Dafonsoro,Mitra Kukar,Persisam Samarinda,Persiba Balikpapan,Persela Lamongan,Persiwa Wamena,Pelita Jaya, PSPS Pekanbaru,Sriwijaya FC,Persijap Jepara,Persija Jakarta,dan Persipura Jayapura sepakat membuat Deklarasi Jakarta.

Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Hendri Zainuddin yang mengikuti jalannya rapat mengungkapkan,selain membahas rencana apa yang akan dilakukan saat pelaksanaan RUPS nanti,klub yang hadir juga telah mengambil sikap yang intinya menyatakan kekecewaan yang dalam arah reformasi sepak bola Indonesia yang sebelumnya ingin dicapai setelah runtuhnya rezim Nurdin Halid.

“Menurut kami (13 klub),reformasi PSSI yang dicita-citakan bersama belum berada di jalur yang benar.Bahkan cenderung melenceng dari arah reformasi yang diinginkan.Salah satunya tidak mendorong kompetisi sepak bola Indonesia lebih profesional dan taat asas atas semua regulasi yang ada,”ungkapnya. Dalam deklarasi itu juga Hendri menyebutkan,ada beberapa poin penting yang patut dibicarakan,di antaranya meminta PSSI untuk taat terhadap statuta PSSI dan regulasi lainnya.

Kemudian, menolak format kompetisi sepak bola profesional dengan 24 klub. Mengembalikan peserta kompetisi ke-18 klub dengan peserta hasil kompetisi ISL 2010-11.Melaksanakan kompetisi dengan baik di bawah pengelolaan PT Liga Indonesia sesuai yang ditetapkan pada kongres ke-11 PSSI di Bali. “PSSI seakan tidak memedulikan keberadaan klub dan terus saja mengambil kebijakan yang bertentangan dengan statuta.

Bahkan sekarang bukannya bertambah membaik,malah semakin parah,”jelas Hendri. Rencananya,hasil keputusan Pra-Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tersebut akan diserahkan kepada PSSI dengan harapan agar organisasi sepak bola tertinggi di Indonesia tersebut segera memperbaiki diri. Berikut enam rekomendasi yang diperoleh dalam Deklarasi Jakarta kemarin.

Meminta PSSI untuk taat pada Statuta PSSI dan regulasi lainnya,khususnya menaati dan mematuhi batasan kewenangannya yang tidak boleh mengambil kewenangan keputusan kongres dan kewenangan badan lain seperti putusan komisi disiplin sebagaimana diatur dalam Pasal 37 ayat (1) huruf a Statuta PSSI. Menolak format kompetisi sepak bola profesional dengan 24 klub.Menolak kompetisi sepak bola profesional Indonesia dikelola oleh PT Liga Primer Indonesia Sportindo.

Mengembalikan dan melaksanakan kompetisi Indonesian Super League dengan format 18 klub,yang pesertanya adalah hasil kompetisi Indonesia Super League 2010/2011. Kemudian,melaksanakan dan melanjutkan kompetisi sepak bola profesional Indonesia yang sudah berjalan dengan baik dan dikelola oleh PT Liga Indonesia secara profesional dan independen.

Selain itu, meminta PT Liga Indonesia untuk segera melakukan komunikasi dan interaksi yang intensif dengan PSSI untuk secara bersamasama bersepakat melaksanakan kompetisi sepak bola profesional Indonesia.Khususnya dalam menjaga agar regulasi sepak bola Indonesia tetap terjaga dengan baik dan benar.

Sepakat Menggelar Turnamen Inter Island Cup

Selain mengeluarkan enam ultimatum tuntutan kepada PSSI, pertemuan yang dihadiri 13 klub peserta Liga Super Indonesia (LSI) bersama PT Liga Indonesia juga sepakat untuk menggelar turnamen Inter Island Cup (IIC) sebagai ajang pemanasan menjelang kickoff1 Desember mendatang.

Rencananya,turnamen IIC ke III tersebut bakal digelar pada 1–7 November mendatang di enam wilayah,yakni Kalimantan Timur,Kalimantan Barat, Malang,Pekanbaru,Jakarta,dan Solo. Sebanyak 18 tim dari enam wilayah diundang untuk mengikuti turnamen ini. Dengan demikian,ada sebanyak tiga klub yang diundang mengikuti turnamen ini per wilayah.Turnamen ini akan menggunakan format setengah kompetisi dan dari setiap wilayah akan diambil satu perwakilan.

Pertandingan final rencananya akan dihelat di kota Solo. Sebagai juara musim lalu,tidaklah berlebihan jika Sriwijaya FC tetap memasang target tinggi yakni mempertahankan trof tersebut tetap berada di Bumi Sriwijaya.Dengan komposisi pemain yang lebih baik dari musim sebelumnya,tim berjuluk Laskar Wong Kito ini sangat optimis dapat kembali naik podium. Rasa optimistis itu pun disampaikan Pelatih Kepala SFC Kas Hartadi.

Menurut dia,dengan persiapan lebih kurang satu minggu ini dirinya tetap yakin anak asuhnya dapat memberikan perlawanan dan meraih hasil yang maksimal dalam turnamen pra musim tersebut. Dia tidak mengkhawatirkan meski saat ini kapten tim yang juga striker utama SFC, yaitu Keith Jerome ‘Kayamba’ Gumbs, tidak bisa memperkuat timnya lantaran saat ini sedang memperkuat negaranya ST Kitt N Nevis di ajang Pra-Piala Dunia (PPD) menghadapi Kanada.

“Ajang pramusim seperti ini memang sangat baik untuk membantu kita dalam membenahi kualitas penampilan tim secara keseluruhan maupun para pemain sendiri.Selain itu pertandingan ini bisa dikatakan sebagai partai ekshibisi sebelum melakoni kompetisi sesungguhnya,” ungkapnya.

Dari informasi yang berhasil dihimpun HATTRICK,pada turnamen ini tim di masing- masing pulau akan beradu untuk menentukan perwakilan siapa yang berhak menjadi wakil dari tiap pulau sebelum mereka mendapatkan tiket menuju babak semi final dan final yang akan mempertemukan wakil dari tiap pulau tersebut. Format seperti ini juga dipakai pada turnamen yang sama musim lalu.

Hanya pada tahun lalu,tiap pulau hanya diwakili satu tim yang diambil berdasarkan peringkat di klasemen akhir kompetisi sebelumnya. “Meskipun kami menargetkan sebagai juara,yang pasti pada turnamen ini tujuan utamanya ingin melihat sejauh mana keseimbangan tim saat melakukan penyerangan maupun bertahan.

Selain itu, saya akan mencoba melakukan rotasi sehingga seluruh pemain memiliki kesempatan bermain,”ujarnya. Sementara itu,pelaksanaan Liga Super Indonesia (LSI) akan digelar 1 Desember 2011 mendatang sampai 15 Juli 2012.Untuk berkas kelengkapan tim peserta sudah harus dilakukan sejak 1 November nanti. Setelah itu,pada 19 November akan diadakan workshopmanajemen tim, adapun jumlah peserta adalah sebanyak 18 tim seperti tahun-tahun sebelumnya.

Latihan Perdana SFC Batal

Sriwijaya FC terpaksa membatalkan latihan perdananya lantaran Stadion Bumi Sriwijaya saat ini dapat masa perbaikan baik rumput maupun fasilitas lainnya.

Sebelumnya,skuad Sriwijaya tengah menikmati waktu libur selama dua pekan lamanya. Akibatnya,para pelatih,pemain dan official yang sudah mempersiapkan diri harus balik kanan dan kembali ke mess Pertiwi.Pelatih Kepala SFC Kas Hartadi pun terlihat sedikit kecewa dengan kondisi tersebut,apalagi tidak ada pemberitahuan sejak awal mengenai hal ini. “Ya,kita tidak tahu kalau Stadion lagi dipugar.

Jadi saya bersama para pemain lainnya seperti biasa langsung menuju kesana sekitar pukul 15.30 WIB tadi (kemarin),ternyata setelah tiba di sana lapangan tidak bisa dipakai.Kami terpaksa harus membatalkan jadwal latihan hari ini (kemarin),”ungkap Kas. Pelatih asal Solo ini melanjutkan,dengan kondisi seperti ini maka rencananya latihan perdana baru akan digelar besok pagi di Lapangan sepak bola Pusri.

Sementara untuk latihan pada sore harinya,Kas mengaku masih akan berusaha untuk mencari solusi agar timnya bisa melakukan latihan dua kali sehari seperti biasanya. Apalagi menurut Kas,setelah libur selama dua pekan seluruh pemain kemungkinan besar mengalami penurunan kondisi fisik dan stamina.Untuk itulah mantan asisten pelatih Ivan Venkov Kolev ini telah mengisyaratkan jika program latihan bakal dimulai dari nol lagi.

“Ya,kami akan melakukan tes fisik lagi untuk mengetahui sejauh mana kondisi fisik dan stamina pemain saat memulai kembali latihan.Karena itu akan saling berkaitan dengan program latihan yang telah saya susun berdua dengan Kayamba sebagai pelaih fisik,”lanjut pelatih yang dijuluki si Kijang ini.

Tadinya,setelah liburan kemarin para pemain akan diberikan program latihan fisik pada pagi hari dan strategi dan skema pertandingan pada sore harinya.Seperti yang dilakukannya pada saat pertama kali seluruh pemain kembali berkumpul usai pertandingan terakhir Liga Super Indonesia (LSI) menghadapi Persela Lamongan.

Mantan pemain timnas Indonesia yang berhasil merebut medali emas saat SEA Games tahun 1991 ini mengatakan, walaupun saat ini Keith Jerome ‘Kayamba’ Gumbs tengah berada di negaranya tetapi sebelum berangkat pemain paling gaek di skuad Laskar Wong Kitoini telah terlebih dahulu menyusun program-program latihan.

Senin, 24 Oktober 2011

Ulang Tahun SFC Seakan Tanpa Makna

SFC kemarin, Minggu (23/10/2011) genap berusia 7 tahun, klub yang merupakan hasil take-over dari Persijatim Solo FC sekarang menjelma menjadi sebuah kekuatan baru di pentas sepak bola Indonesia . Namun, manajemen yang seakan acuh terhadap hari lahir SFC membuat ulang tahun kali ini seakan tanpa makna.

Sejak berkiprah pada tahun 2004, prestasi SFC di Liga Indonesia terbilang fenomenal, double winner berhasil diraih laskar wong kito pada tahun 2008 dan menjadi klub pertama yang berhasil mencatat prestasi tersebut. Tinta emas pun mencatat nama SFC saat berhasil mencetak hattrick juara Copa Indonesia pada tahun 2008 - 2010. Dua tambahan gelar dari Inter Island Cup dan Community Shield di tahun 2010 melengkapi koleksi trofi yang dimiliki SFC.

"Selamat Ulang Tahun ke 7 untuk SFC, semoga dengan bertambahnya umur, semakin bertambah pula eksistensi SFC di persepak bolaan Indonesia bahkan sampai pada level internasional," ucap Fran, Ketua Singa Mania, Minggu (23/10/2011).

Ditambahkan Fran, ulang tahun SFC yang tanpa perayaan dari manajemen seakan membuat hari jadi klub yang bermarkas di Stadion Jakabaring seakan tanpa makna.

"Manajemen seakan acuh terhadap ulang tahun SFC, tidak ada acara apa pun yang direncanakan manajemen. Padahal ulang tahun merupakan momen spesial," jelasnya.

Fran mengatakan ulang tahun tidak harus dirayakan dengan mewah, yang terpenting bagaimana ulang tahun bisa dijadikan momen perenungan terhadap apa yang sudah dilakukan dan diraih SFC serta doa untuk kemajuan klub yang musim depan dibesut Kashartadi ini.

"Ulang tahun ke 6 pada tahun lalu sudah 6 trofi diraih SFC. Menyambut ulang tahun ke 7, kami harap trofi yang ke 7 berhasil diraih untuk menambah koleksi gelar SFC. Untuk manajemen semoga bisa lebih peka terhadap hal-hal kecil yang menyangkut SFC, sebagai contoh ulang tahun kali ini, jangan jadikan ulang tahun kali ini sebagai ulang tahun tanpa makna. " harap Fran.

Untuk menutupi kekecewaan, rencananya Singa Mania akan merayakan ulang tahun SFC di Mess Pertiwi bersama pelatih dan pemain secara sederhana. "Kami akan merayakan bersama pelatih dan pemain secara sederhana, kegiatan ini juga bisa menambah keakraban antara suporter dengan pelatih dan pemain," pungkasnya.

1 Desember, 13 Klub Gelar ISL Tandingan

PSSI secara resmi telah menggulirkan kompetisi yang diberi nama Indonesian Premiere League (IPL) di bawah penyelenggara PT Liga Prima Indonesia Sportindo, 15 Oktober kemarin. Namun, sejumlah klub yang menginginkan pengelolaan kompetisi tetap di bawah PT Liga Indonesia, berencana menggelar Indonesia Super League (ISL) mulai 1 Desember mendatang.

Setelah menolak kompetisi yang diselenggarakan PSSI, 13 klub kasta tertinggi sepakbola tanah air, Sriwijaya FC, Persipura Jayapura, PSPS Pekanbaru, Persiwa Wamena, Persidafon Dafonsoro, Persisam Samarinda, Persiba Balikpapan, Mitra Kukar, Deltras Sidoarjo, Persijap Jepara, Pelita Jaya, Persela Lamongan, serta Persija Jakarta menyatakan keseriusan mereka untuk berkompetisi di bawah pengelolaan PT LI.

Menurut CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono, pihaknya tidak bisa menolak keinginan klub-klub tersebut untuk menggelar liga di luar keinginan PSSI di bawah kepengurusan yang baru. Apalagi, menurut Joko, status kewenangan pengelolaan liga di tanah air saat ini masih berada di tangan PT Liga, berdasarkan Kongres PSSI di Bali, awal Januari 2011.

Joko menjelaskan, sebetulnya PT Liga sangat menginginkan agar PSSI membuka pintu dialog untuk membicarakan persoalan penanganan kompetisi. "Kick-off akan digelar 1 Desember 2011. 1 November besok seluruh peserta sudah harus masuk. Lalu 19 Novembernya akan ada workshop manajemen tim, dan nantinya akan ada 18 tim yang akan berada dalam kompetisi, seperti tahun-tahun sebelumnya di ISL. Musim kompetisi akan dimulai 1 Desember 2011 sampai 15 juli 2012," ujar Joko Driyono di Park Lane Hotel, Jakarta, Minggu 23 Oktober 2011.

Dijelaskannya, sebelum menggelar laga perdana ISL musim kompetisi 2011-12, PT LI juga berencana menggelar kompetisi pra musim (Pre season) yang akan diikuti oleh seluruh tim peserta kompetisi. Dari 18 klub yang akan menjadi peserta, penyelenggaraan pertandingan pra musim tersebut akan dihelat di enam kota berbeda.

"Nantinya akan digelar di enam kota, dengan masing-masing kota ada tiga klub yang saling berkompetisi. Ini sistemnya seperti Berlusconi Cup. Nantinya akan ada 6 klub terbaik dari enam kota tersebut. Enam klub tersebut akan kembali berkompetisi hingga diperoleh dua terbaik yang akan ke final," ujar Joko.

Meski rencana penunjukan sejumlah kota sebagai tuan rumah belum final, Joko tak segan menyebut sejumlah kota untuk dijadikan tempat digelarnya pertandingan. Selain Jakarta, Malang, dan Pekanbaru, beberapa kota di Kalimantan Timur dan Sumatra juga dinilai strategis untuk gelaran tersebut.

Matangnya agenda mempersiapkan liga hingga pertandingan pra musim diakui Joko tidak akan bisa berjalan tanpa adanya perizinan PSSI. Menurutnya, PT LI akan kembali merangkul PSSI untuk membicarakan kemungkinan kembalinya mandat penyelenggaraan liga.

"Kami tidak akan menjauh dari PSSI. Justru kami akan semakin mendekat. Kami sadar tidak akan bisa berjalan tanpa adanya izin PSSI. Dan itu sudah saya sampaikan kepada klub-klub. Kami akan kembali bicara dengan PSSI, saya harap PSSI juga tidak menutup mata dengan adanya fakta seperti ini," ujar Joko.

Menanggapi kemungkinan adanya beberapa klub yang akan tetap bertahan bersama liga yang digelar PSSI, Joko mengaku tidak merasa keberatan. Seperti diketahui, hingga saat ini masih terdapat beberapa klub yang masih ikut liga PSSI. Mereka juga menyatakan setuju untuk melanjutkan kompetisi di bawah kendali PT Liga.

"Untuk persoalan itu, kami sudah punya aturan yang baku, sesuai peraturan yang lama. Jumlah peserta kompetisi akan tetap 18 klub. Jika ada yang tidak ikut, gantinya kami ambil dari yang sesuai jalurnya, yakni Divisi Utama. Jadi tidak ngambil dari antah berantah. Saat ini ada beberapa klub Divisi Utama yang memang menjadi cadangan," beber Joko.

Beberapa klub yang diposisikan menjadi cadangan jika ada sejumlah klub yang keluar dari kompetisi ISL tersebut adalah PSMS Medan, PSAP Sigli, Persiram Raja Ampat, dan Gresik United. Keempat klub tersebut saat ini dipastikan mengisi slot awal jika sejumlah klub ISL tahun lalu menolak untuk bergabung.

Laskar Wong Kito Mulai Dari Nol

Seusai mendapatkan libur selama dua pekan kondisi pasukan Sriwijaya FC (SFC) harus digeber dari awal lagi saat kembali memulai latihan hari ini. Pelatih SFC Kas Hartadi akan fokus pada pengembalian kondisi fisik.

Meski tergabung dengan kubu14,SFC dituntut tetap harus fokus mempersiapkan diri menghadapi empat laga krusial yang telah dirilis PSSI.Apalagi,hingga kini belum ada jaminan bahwa Indonesia Super League(ISL) akan kembali digelar dibawah PT Liga Indonesia. Tak urung sikap plinplan dan tidak ada kepastian dari PSSI itu,membuat para pemain SFC dan manajemen kesal.

Untuk itu, tidak ada pilihan lain bagi Kas Hartadi selaku pelatih selain tetap melakukan persiapan sebaik-baiknya.Maka ketika manajemen SFC nantinya memutuskan kompetisi mana yang harus diikuti.mereka sudah siap.

“Memang kondisi seperti ini membuat seluruh pemain kesal.Tetapi mau diapakan, selaku klub anggota PSSI kita profesional dan harus mengikuti aturan yang berlaku.Jadi, menurut saya sangat wajar jika pihak manajemen akhirnya memilih untuk belum memberikan keputusan hingga adanya kejelasan kompetisi mana yang dinilai memenuhi statuta PSSI,AFC maupun FIFA,”jelasnya.

Menurut Kas,akibat jadwal tidak menentu tersebut SFC harus melakukan persiapan dari nol lagi.Karena jika merunut pada jadwal yang telah ditetapkan Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS),SFC baru akan melaksanakan pertandingan pada 26 November nanti,setelah jadwal pertandingan yang seharusnya digelar pada 15 Oktober sudah dipastikan batal.

Hal serupa juga diungkapkan pelatih fisik SFC Keith Kayamba Gumbs sebelum bertolak kembali ke negaranya beberapa hari lalu.

Menurut dia,dirinya tidak bisa membayangkan berapa lama SFC harus kembali menunggu sejak 15 Oktober dan harus bertanding pada 26 November. “Berapa lama kita harus kembali menunggu dan bersiap diri.Ada 40 hari lebih dan fisik pemain juga menjadi persoalan.Belum lagi kalau kita mengikuti ISL,”jelas Gumbs.

SFC Batal Ikuti Agum Gumelar Gup

Sriwijaya FC (SFC) dipastikan batal mengikuti turnamen Agum Gumelar Cup yang akan berlangsung di Stadion Manahan Solo,25–30 Oktober mendatang tersebut.

Tim asuhan Kas Hartadi tersebut terpaksa tidak bisa ikut berpartisipasi dalam event yang digelar dalam rangka memperingati hari jadi Persis Solo ke-88 itu.Pasalnya, para pemain SFC sebelumnya diberikan waktu libur hingga hampir dua pekan. Mereka baru kembali melakukan latihan pada hari ini. Dengan kondisi seperti ini,tidak mungkin bagi Kas untuk memaksakan para pemainnya untuk langsung mengikuti pertandingan yang bakal diikuti tim-tim besar di Indonesia.

“Sejak awal,saya sudah bicara dengan pihak panitia pelaksana dan juga salah satu stasiun televisi yang akan menyiarkan secara langsung ajang tersebut.Jika jadwalnya tetap digelar pada 25–30 Oktober, kemungkinan SFC tidak bisa.Informasinya, satu jatah untuk SFC itu akan diberikan kepada Persela Lamongan,”ungkap Kas.

Pelatih asal Solo ini menambahkan, kalau saja saat ini seluruh pemain tidak dalam keadaan libur,maka keputusannya pasti akan lain.Menurut dia,tidak mungkin anak asuhnya dipaksakan untuk langsung bertanding setelah mereka libur selama hampir dua pekan. Apalagi,tim-tim yang akan ikut berpartisipasi dalam turnamen tersebut yakni Persipura, Persisam Samarinda dan Persebaya Surabaya,termasuk tim besar.

Ketiga klub tersebut pastinya,kata Kas, saat ini dalam kondisi yang sudah siap karena mereka hingga sekarang terus melakukan persiapan dengan baik. “Kan tidak mungkin kalau pemain yang baru usai menikmati liburan dan baru bergabung mulai hari ini (kemarin) hingga besok (hari ini) langsung kita berangkatkan ke Solo.Pasti kita setidaknya harus melakukan persiapan dulu dengan menggelar latihan.Kita tidak mau hanya jadi tim penggembira saja, ”lanjut mantan punggawa timnas Indonesia ini.

Tadinya,ajang Agum Gumelar Cup itu akan dijadikannya sebagai agenda uji coba untuk menerapkan beberapa skema pertandingan yang telah dilatih selama ini. Dari sana,dia berharap bisa menemukan di mana saja letak kekurangan dan kelebihan dari timnya tersebut sebelum benar-benar mengikuti kompetisi yang sebenarnya.

Selain itu,meskipun pada musim ini SFC tidak terlalu banyak melakukan perubahan dari komposisi pemain,Kas mengaku masih membutuhkan beberapa uji coba lagi setelah sebelumnya melakukan uji coba di ajang Kampiun Babel Cup untuk menentukan format tim inti.

“Dengan batalnya kita mengikuti turnamen tersebut,rencananya kita akan tetap menjalankan agenda sebelumnya yang telah diatur yaitu melakukan pemusatan latihan dan uji coba di Solo pada awal November nanti,”tandasnya.

Sabtu, 22 Oktober 2011

Sriwijaya FC Gelar TC di Solo

Meski masih enggan tampil di Indonesia Premier League (IPL), Sriwijaya FC akan tetap menggelar latihan di Palembang dan Solo mulai 23 Oktober mendatang.

Rencananya Firman Utina dan kawan-kawan akan melakukan latihan di Palembang selama 10 hari sebelum akhirnya menggelar training camp (TC) penuh di Solo pada 7-23 November mendatang.

"Memang kita persiapkan jadwal latihan di Palembang dulu, baru pada November kita akan TC di Solo," ungkap pelatih fisik Sriwijaya, Keith Kayamba Gumbs.

Gumbs menegaskan tim pelatih Sriwijaya tidak akan menggeber pemain dengan latihan fisik pasca-liburan. "Jujur saja Sriwijaya akan memulai program dari awal mulai dari teknik dan tentunya secara fisik. Namun, kami yakin para pemain bisa menjaga kebugaran," papar Gumbs.

Sriwijaya sendiri memutuskan untuk meliburkan pemain setelah mengetahui jadwal pertandingan pertama IPL berlangsung pada 26 November mendatang dengan menghadapi Semen Padang. Dalam perkembangannya pihak Sriwijaya menentang keberadaan kompetisi IPL.

Sriwijaya memutuskan bergabung dengan Kelompok 14, kelompok yang menentang IPL di bawah pengelolaan PT Liga Prima Indonesia Sportindo. Tim berjuluk Laskar Wong Kito tersebut menilai PSSI seharusnya tetap menggelar Liga Super Indonesia di bawah PT Liga Indonesia sesuai amanat Kongres PSSI di Bali.

Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri, Hendri Zainudin, membenarkan TC penuh Sriwijaya baru akan digelar di Solo, November mendatang. Hal itu dikarenakan markas Sriwijaya akan digunakan untuk ajang SEA Games 2011.

Hendri menegaskan meski hingga saat ini pihaknya masih menentang keberadaan IPL, Sriwijaya tetap harus menggelar latihan sebagai persiapan.

"Pada intinya secara normal kita tetap melakukan persiapan bagi tim, meski hingga kini kami masih belum ada keinginan untuk mendaftarkan diri ke IPL," tegas Hendri.

Hal senada diungkapkan oleh pelatih kepala Sriwijaya, Kashartadi, yang mengatakan jajaran pelatih akan tetap menjalani jadwal dan program latihan yang telah di susun.

"Kita sebagai pelatih akan tetap mempersiapkan tim, terlepas dengan kondisi liga yang sedang kisruh. Saya pikir tidak hanya Sriwijaya, tim-tim lain pasti tetap melakukan persiapan yang sama," pungkasnya.

Selama melakukan TC di Solo, Sriwijaya sudah menyiapkan empat agenda ujicoba melawan Persis Solo, PSIS, PS Sleman dan PS Bantul.

Klub-Klub Eks ISL Hadiri RUPS PT Liga Indonesia

Klub-Klub eks Indonesia Super League (ISL) musim lalu memastikan diri bakal ambil bagian dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Liga Indonesia.

RUPS sendiri rencananya bakal digulirkan mulai 22 Oktober atau hari ini. RUPS tersebut akan membawa amanat Kongres PSSI di Bali,yakni pengaturan komposisi saham 99% untuk klub dan sisanya milik PSSI.Diungkapkan anggota Exco La Nyalla Mattalitti,rencananya pada 22 dan 23 Oktober digelar pra-RUPS,yang dilanjutkan pembahasan pembagian saham pada 27 Oktober. “Kita mengusung hasil kongres di Bali bahwa saham mayoritas menjadi milik klub, sekaligus penegasan bahwa PT Liga Indonesia tetap mempunyai wewenang mengelola kompetisi mendatang.

PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) itu tidak sah,”ungkap La Nyala dihubungi kemarin. Dirinya memastikan klub-klub eks ISL bakal ambil bagian dalam forum RUPS, karena mereka masih berhak atas saham yang nantinya dibagikan.Dalam RUPS itu nantinya, juga dibicarakan jajaran direksi yang akan mengelola kompetisi musim mendatang. Pernyataan yang menyebut RUPS PT Liga itu ilegal,ditanggapi sinis oleh Ketua Pengprov PSSI Jawa Timur tersebut.

Menurut La Nyala,justru PT LPIS yang ilegal karena mengganti begitu saja peran PT Liga Indonesia yang musim lalu menjadi pengelola ISL. Klub-klub di Jawa Timur yang musim lalu berlaga di ISL menyatakan bakal hadir di RUPS tersebut.Persela Lamongan dan Arema FC versi Rendra Kresna sudah menyatakan keseriusannya untuk terbang ke Jakarta dan mengikuti forum itu. “Persela pasti ikut.Kita sudah menugaskan salah satu perwakilan untuk ambil bagian dalam RUPS.Musim lalu Persela menjadi salah satu pemegang saham karena berlaga di ISL dan sampai saat ini kami menilai itu masih berlaku,”ungkap Ketua Harian Persela Lamongan Yuhronur Efendi.

Persela merupakan klub eks ISL yang sepakat jika kompetisi tetap memakai format ISL layaknya musim lalu.Klub ini sudah berniat bulat tidak ambil bagian dalam kompetisi IPL yang dikelola PT LPIS dan memilih setia mengikuti ISL yang rencana digulirkan Desember. Sekaligus Laskar Joko Tingkirmendukung pembagian saham 99% untuk klub, dibanding komposisi yang ditawarkan kepengurusan PSSI sekarang.“Kami tetap yakin format ISL bakal lebih baik dibanding kompetisi yang mengakomodasi klub tidak jelas (24 klub),”cetusnya.

Sementara itu,Arema FC juga berencana hadir dalam RUPS yang dipimpin CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono.Namun,Arema yang terlibat adalah Arema versi Rendra Kresna yang musim lalu berlaga di ISL. Sebagai eks ISL,Arema versi Rendra menganggap masih berhak ambil bagian. “Musim lalu Arema FC masih berlaga di kompetisi ISL.Jadi,kami menilai masih berhak untuk mengikuti RUPS.Rencananya, kami memang akan mengirimkan perwakilan,”kata Media Officer Arema FC kubu Rendra Kresna,Sudarmaji. Arema versi Rendra memang memutuskan mengikuti alur ISL setelah ada perpecahan di antara klub-klub peserta liga.

Pasalnya,Arema versi Muhammad Nur-Lucky Zaenal telah memutuskan untuk tetap ikut di kompetisi yang digariskan PSSI.Tak hanya mengikuti RUPS belaka,Arema versi Rendra yang dinyatakan tidak berhak mengelola klub Singo Edanitu juga mempersiapkan diri mengikuti kompetisi ISL.

Jumat, 21 Oktober 2011

Ditinggal Kayamba

Penyerang Keith Kayamba Gumbs terpaksa harus absen beberapa hari bersama Sriwijaya FC lantaran harus bergabung bersama Timnas Saint Kitts dan Nevis menjalani kualifikasi Pra Piala Dunia 2014.

“Kami sudah terima surat pemanggilan pemain Timnas atas nama Keith Kayamba Gumbs. Dan kami langsung konfirmasikan kepada pemain yang bersangkutan yang saat ini sedang menjalani liburan bersama keluarganya di Bali,” kata Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM), Faisal Mursyid, kemarin (20/10).

Meski bakal ditinggalkan selama dua pekan, Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC) tak terlalu mempermasalahkan. Itu lantaran sudah sesuai perjanjian pada draf kontrak yang ada. “Semuanya di berlakukan sama. Bila pemain lokal di izinkan masuk skuad Timnas Indonesia, begitu juga pemain asing. Tak ada pengecualian, karena sudah menjadi tanggung jawab sebagai pemain membela negaranya,” sambung pria yang juga menjabat Datuk Talangik.

Keith Kayamba sendiri bakal absen mulai 5 hingga 18 November mendatang. Pemain kelahiran Saint Kitts, Saint Kitts dan Nevis, 11 September 1972 itu bakal menjalani dua laga. Yakni, menjamu Kanada, 11 November dan bertandang ke Kanada 15 November nanti.

“Sebelum bertandingkan harus menjalani training center dulu. Dan setelah bertanding juga tidak langsung pulang. Butuh waktu satu atau dua hari,” lanjut pria yang disapa Uda itu.

Maklum, bila pemain sekaligus asisten pelatih Sriwijaya itu sangat din anti timnas Saint Kitts dan Nevis. Ya, Kayamba sendiri merupakan pemain andalan negara di Kepulauan Leeward, Karibia itu.

Itu di buktikan, Kayamba tak pernah absen di setiap laga. Bersama Timnas sebelumnya, Kayamba sudah mencetak gol. Saat Saint Kitts dan Nevis sukses menggulung Montserrat dengan skor 4-0. Tepatnya pada menit ke-22. ”Saat ini kami masih akan mengurus perpanjangan Visa Kayamba. Sebelum, dia (Kayamba) berangkat ke negaranya untuk bergabung bersama Timnas,” pungkasnya. (mg43)


Nama: Keith Jerome Gumbs
TTL: Saint Kitts, Saint Kitts dan Nevis, 11 September 1972
Tinggi: 178 cm
Posisi: Penyerang
Nomor: 17
Karir klub:
Newtown United (1989–1998), Twente (1996), Oldham Athletic (1996), Panionios (1999), Hull City (2000), Sturm Graz (2000), Palmeiras (2001), San Juan Jabloteh (2001), Happy Valley (2001–2003), Sabah FA (2003–2004), Kitchee (2004–2007), Sriwijaya FC (2007–kini)

Karir Timnas:
Saint Kitts dan Nevis (1989–kini)

Rabu, 19 Oktober 2011

Sriwijaya FC Abaikan Ultimatum PSSI

Sriwijaya FC (SFC) tidak terlalu mengkhawatirkan ancaman PSSI terkait keputusan mereka untuk tidak mengikuti Indonesia Premier League (IPL) 2011/2012.

Menurut Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Hendri Zainuddin,pihaknya memang telah menerima surat pemberitahuan mengenai batasan waktu yang diberikan oleh PSSI hingga 26 Oktober,agar klub segera melakukan daftar ulang. Dia juga mengaku tidak takut jika PSSI memang akan meninggalkan klub-klub yang menolak untuk mematuhi imbauan tersebut, dengan ancaman mencoret klub dari peserta IPL.

Malah,pihaknya balik mengancam,jika PSSI masih tetap tidak mau membuka diri dan melakukan komunikasi dengan klub, SFC kemungkinan besar akan mengikuti kompetisi Indonesia Super League (ISL) di bawah naungan PT Liga Indonesia (PT LI).

“Kenapa mesti takut,sejauh ini suara kami 14 klub masih bulat dan konsisten untuk memperjuangkan hak-hak klub,dan meminta agar PSSI dapat kembali ke jalan yang benar dengan melaksanakan kompetisi sesuai dengan statuta yang telah ditetapkan oleh AFC dan FIFA,”tegas Hendri.

Menurut anggota DPRD Banyuasin ini, pihaknya merasa tidak berbuat kesalahan dengan mengikuti kompetisi yang akan digelar oleh PT LI,karena sampai sekarang institusi tersebut masih belum dibubarkan oleh PSSI sehingga masih menjadi institusi sah pengelola kompetisi berdasarkan hasil kongres PSSI ke-11 di Bali.

Sementara PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) yang menjadi penyelenggara IPL,malah belum jelas statusnya.Pasalnya pembentukan LPIS tidak melalui jalur yang semestinya,seperti layaknya PT LI.LPIS dinilai hanya merupakan produk arogan dari kepengurusan PSSI yang saat ini menjabat.

“Kalau dulu penyelenggaraan ISL dasarnya jelas,yakni melalui kongres, bahkan penetapan nama,jumlah peserta, hingga pembagian saham semuanya jelas dan diketahui serta berdasarkan persetujuan dari klub-klub peserta,”ungkap Hendri. “Kalau IPL kalian tahu sendiri,kami (klub) tidak pernah diajak bicara sama sekali, bahkan belakangan jadwal yang baru empat pertandingan pun dianulir,”jelasnya.

Hendri pun mengatakan bahwa SFC dan 13 klub lainnya hingga saat ini masih menunggu niat baik dari PSSI untuk duduk satu meja dan membicarakan berbagai masalah yang masih terjadi se-karang ini. Tetapi jika PSSI masih tetap dengan komitmennya dengan bersikap arogan, pihaknya pun akan tetap bersikap demikian.

Seperti yang diketahui,selain SFC,ada 13 klub lain yang juga berkomitmen untuk tetap melanjutkan ISL di bawah pengelolaan PT LI jika PSSI tetap bersikukuh mempertahankan egonya dan tidak segera melakukan perbaikan.

“Sebenarnya sistem kompetisi yang dipergunakan oleh PT LI sudah cukup baik, tinggal lagi bagaimana membenahinya lagi agar menjadi sempurna.Bukan seperti sekarang yang seperti akan menggelar liga antarkampung saja,”pungkasnya.

Berharap Juara Bersama Sriwijaya FC

Pertahanan Sriwijaya FC (SFC) bakal lebih solid dengan mendaratnya Nova Arianto di Bumi Sriwijaya. Mantan pilar Persib Bandung ini punya karakter yang kuat untuk mengawal pertahanan.

Maklum,dia tergolong pemain berpengalaman,dan sempat menjadi langganan timnas Indonesia. Kehadiran bek berusia 32 tahun ini diharapkan bisa menjadi solusi lini belakang SFC yang terbilang keropos musim lalu.Pada Indonesia Super League (ISL) 2010/2011, Laskar Wong Kito kebobolan 32 gol dari 28 pertandingan atau 1,14 gol per laga.

Kondisi itu membuat tim asal Palembang ini gagal total musim lalu.Kini,duet Nova dengan Thierry Gathuessi diyakini bisa jadi tembok kokoh untuk SFC. “Nova pemain yang memiliki pengalaman dan skill bagus.Sejak awal memang tim pelatih menginginkan dia bergabung, setelah gagal mendapatkan Hamka Hamzah. Nova diharapkan dapat menggantikan posisi Claudiano Dos Santos yang dilepas,” beber Pelatih SFC Kas Hartadi.

Nova pun siap menjawab tantangan itu dengan ambisi tinggi.Dia ingin membawa Laskar Wong Kito kembali jadi yang terbaik di Tanah Air.“Saya mau bergabung dengan SFC salah satunya karena ingin merasakan menjadi seorang juara.SFC merupakan tim dengan banyak gelar,dan memiliki target juara pada setiap musimnya,”ujar Nova.

Menurut mantan pemain Persib Bandung ini,SFC sangat bersungguh-sungguh dalam mengejar target itu.Terbukti,klub ini merekrut banyak bintang berkelas di setiap lininya.Di tengah,SFC punya banyak pemain hebat,seperti Ponaryo Astaman,Syamsul Chaeruddin,dan Lim Joon-sik. Bukan itu saja,SFC pun masih terus membidik beberapa pemain berkelas untuk lebih memperkuat timnya.

Sebut saja Bambang ‘Bepe’ Pamungkas dan Greg Nwokolo,dua pilar Persija Jakarta yang diminati Pelatih SFC Kas Hartadi. “Ada klub yang hanya menargetkan papan tengah atau posisi empat besar saja, sedangkan SFC selalu menargetkan juara. Jadi mengapa saya tidak main di sini meskipun ada tawaran dari beberapa klub,”kata Nova.

Apalagi,lanjut Nova,tawaran SFC datang pada saat manajemen Persib Bandung belum mengambil keputusan. “Karena Persib tidak memberikan kejelasan,lebih baik saya memilih yang pasti saja,”tandas pemain kelahiran Semarang,4 November 1978 ini.

Nova telah bergabung bersama tim sejak 9 September lalu,dan berhasil membawa SFC menjuarai turnamen segitiga Kampiun Babel Cup 2011,di Pangkal Pinang,23–25 September 2011. Menurut Nova,prestasi itu tidak dapat dijadikan tolok ukur,mengingat kompetisi yang sebenarnya adalah di Liga Indonesia yang akan melibatkan klub-klub elite di Indonesia.

“Masih terlalu dini untuk menilai prestasi itu sebagai gambaran pada Liga Indonesia nanti.Namun,setidaknya dapat menjadi motivasi dan menambah kepercayaan diri, ”ungkap pemain yang sempat memulai karier junior di PSIS Semarang ini.

Biasakan Jadwal Padat

Di tengah kisruh yang terjadi antara PSSI dan 14 klub terkait pelaksanaan Liga Indonesia musim 2011/2012, jajaran pelatih Sriwijaya FC (SFC) tetap fokus untuk mempersiapkan tim.

Seolah tidak terpengaruh apakah mereka nantinya akan mengikuti kompetisi Indonesian Premier League (IPL) atau Indonesia Super League (ISL),korps pelatih yang dipimpin oleh Kas Hartadi telah menyiapkan sejumlah rangkaian uji coba dengan pola satu pertandingan setiap tiga hari. Tujuannya untuk membiasakan para pemain dengan jadwal padat,jika nanti SFC akan mengikuti IPL dengan jumlah peserta sebanyak 24 klub.

Atau,jika ternyata tim berjuluk Laskar Wong Kito ini akan mengikuti ISL versi PT Liga Indonesia (PT LI) dengan jumlah peserta sebanyak 18 klub sesuai dengan keputusan kongres PSSI ke-11 di Bali. Ya,lantaran tidak memiliki jadwal bertanding hingga pelaksanaan SEA Games,11–22 November mendatang,SFC memutuskan untuk menggelar pemusatan latihan di Solo,8–18 November 2011.

Itu dilakukan karena SFC tak bisa menggunakan Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring untuk mempersiapkan tim. Home base SFC itu fokus untuk acara opening dan closing ceremony SEA Games XXVI. Keputusan memilih Solo sebagai tempat latihan dan uji coba karena daerah tersebut merupakan salah satu daerah yang memiliki penggemar bola yang cukup netral.

Akibatnya, membuat banyak klub memilihnya sebagai tempat bertanding kala menjalani partai usiran. Selain itu,menurut Kas Hartadi,SFC dapat memanfaatkan Stadion Manahan dan Sriwedari sebagai tempat latihan dan juga uji coba.Untuk lawan uji coba,Kas telah mendapatkan kesediaan dari Persiba Bantul, PSIS Semarang,PSIM Yogyakarta,dan PS Sleman.

“Kesulitan utama SFC dalam masa persiapan kompetisi adalah tidak ada lapangan yang bagus untuk latihan.Itulah setelah mendapatkan pemberitahuan tidak ada jadwal kompetisi,saya minta kepada manajemen untuk melakukan TC di Solo,”ungkapnya.

Mantan punggawa timnas Indonesia era 1990-an ini menambahkan,dengan cara ini dia berharap agar para pemain tidak terlalu lama vakum dan tidak melakukan pertandingan karena hal itu dapat berdampak pada kondisi fisik dan juga kemampuan secara menyeluruh terhadap pemain. Jika terlalu lama latihan tanpa bertanding,Kas khawatir timnya lambat panas mengingat tim-tim lain telah bertanding lebih awal.

Laga perdana SFC untuk sementara telah ditetapkan pada 26 November melawan PS Semen Padang di kandang sendiri.“Pemain dikhawatirkan akan kaku saat di lapangan kalau tidak melakukan uji coba,”tandasnya.

Sebelumnya pemusatan latihan di Solo, SFC juga sempat memboyong seluruh timnya ke Bangka Belitung (Babel).Di sana, bersama Deltras Sidoarjo dan klub lokal, Bintang Babel FC,Laskar Wong Kito mengikuti turnamen segitiga Kampiun Babel Cup 2011. Hasilnya,SFC bisa jadi yang terbaik dengan meraih dua kemenangan dari dua pertandingan.

Dalam turnamen itu,Kas banyak mendapat gambaran soal timnya,terutama soal munculnya calon bintang baru dalam diri Risky Novriansyah.Pemain muda yang baru direkrut ini memperlihatkan potensinya sebagai targetman.

Senin, 17 Oktober 2011

SFC Dekati Bambang Pamungkas

Kisruh di tubuh Persija Jakarta membuat beberapa pemain dalam kondisi limbung. Bahkan sejumlah pemain seperti Dirga Lasut sudah memilih Mitra Kukar, seiring dengan kondisi Persija yang tidak menentu.

Kesempatan ini dimanfaatkan Sriwijaya FC untuk mendapatkan beberapa pemain, setelah mengaku deal dengan Ramdani Lestaluhu, SFC kini mendekati ikon Persija Bambang Pamungkas.

"Memang sudah ada pembicaraan, kita memang menginginkan Bambang Pamungkas. Pembicaraan sudah kita lakukan dengan Bepe dan pihak manajemennya," kata Hendri, Senin (17/10/2011).

Sejauh ini Bepe memang berada di pihak Persija versi Ferry Paulus. Dan sejauh ini, pembicaraan dengan pihak Ferry pun sudah dilakukan. Peluang mendapatkan Bepe memang untung-untungan. Jika Ferry menang maka kecil kemungkinan, tetapi jika kalah maka peluang mendapat Bepe akan cukup besar.

"Namun kita masih menunggu jawaban dari pihak Persija Ferry, karena mereka saat ini dalam proses banding sebagai klub Persija yang legal di PSSI," jelasnya.

Siapkan Empat Uji Coba

Menunggu berjalannya kompetisi, Sriwijaya FC mencoba mempersiapkan diri secara matang. Dengan melakukan training center (TC) selama enam belas hari. Yakni, mulai 7-23 November nanti. “Di Palembang akan digelar SEA Games. Jadi, kami melakukan TC ke Solo. Tujuannya, agar pemain lebih konsentrasi jelang kompetisi berjalan,” kata pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi, kemarin (16/10).

Nah, untuk memaksimalkan TC, pelatih asal Solo itu sudah mempersiapkan laga uji coba. Tak tanggung-tanggung, tim berjuluk Laskar Wong Kito itu bakal menjalani empat laga uji coba. Yakni, melawan Persiba Bantul, PSS Sleman. Kemudian, Persis Solo dan PSIS Semarang.

“Empat klub ini saat ini sudah terbentuk. Dan kami sudah hubungi soal rencana Sriwijaya FC menjalani uji coba dengan mereka,” lanjut mantan pemain Timnas Indonesia itu.

Menurut Kas (sapaan Kas Hartadi), pihaknya perlu lakukan TC dan uji coba lantaran jeda waktu yang bakal dijalani. Ya, Sriwijaya sendiri baru akan menjalani pertandingan 26 November mendatang melawan PS Semen Padang.

“Dengan lamanya waktu jeda ini, bakal mempengaruhi persiapan tim. Pemain juga pasti akan jenuh latihan terus. Untuk itu, kami harus melakukan pertandingan macam uji coba,” sambungnya.

Tak hanya hilangkan kejenuhan, laga uji coba itu diagendakan juga sebagai pematapan tim. “Rencananya kami pulang tanggal 24 November. Dan langsung menjalani pertandingan 26 November. Jadi, kami datang bisa langsung bertanding tak perlu persiapan lama di Palembang,” tambahnya.

Sriwijaya sendiri saat ini sedang menjalani libur selama 12 hari. Rencananya, Laskar Wong Kito bakal kembali menjalani pertandingan 24 Oktober mendatang. “Kami kumpul kembali 23 Oktober. 24-nya kami langsung latihan. Sepuluh hari kemudian, kami langsung bertolak ke Solo untuk menjalani TC,” pungkas mantan pemain Kramayudha Tiga Berlian itu.

Cueki Deadline PSSI

Hasil imbang 1-1 Persib Bandung versus Semen Padang (15/10) dipercaya PSSI sebagai laga pembuka Indonesia Premier League (IPL). Dan, Ketum PSSI Djohar Arifin Husin yang sebelumnya dikabarkan sakit membuka pertandingan yang digeber di Stadion si Jalak Harupat Soreang, Bandung, tersebut. Namun, hal itu tak akan mengubah peta konflik di internal kontestan kompetisi kasta tertinggi Indonesia tersebut.

Buktinya, CEO PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) Widjajanto keluarkan ultimatum untuk 14 klub yang sebelumnya memboikot IPL. Macam Sriwijaya FC, Persiba Balikpapan, Persisam Samarinda, Pelita Jaya, PSPS Pekanbaru, Persipura Jayapura, Persidafon Dafonsoro, Persiwa Wamena, Persela Lamongan, Semen Padang, Deltras Sidoarjo, Mitra Kukar, Persib Bandung, dan Persebaya Surabaya versi Wisnu Wardana. Belakangan, Arema Indonesia juga diklaim masuk kubu kontra IPL.

”Kami akan kirim undangan ke klub sebagai penegasan ulang atas keikutsertaan mereka gabung IPL mulai Senin nanti (17/10). Kita tunggu sampai 26 Okotober. Jika gak ada respons, kita akan serahkan ke Exco PSSI untuk menentukan mekanisme melengkapi 24 klub atau tetap jalan berdasarkan klub yang ada,” ungkap CEO PT LPIS Widjajanto saat half time Persib lawan Semen Padang di Bandung.

Widjajanto menyatakan, partai Persib v Semen Padang tetap masuk itungan poin. Meskipun, laga Sabtu kemarin belum memiliki aturan resmi. Ini sebagaimana ditegaskan Bidang Kompetisi IPL Hendriyana. ”Regulasinya memang masih dalam final draft dan sedianya akan dibagikan saat manager meeting di Hotel Ambhara kemarin. Namun batal karena manager meeting berakhir deadlock,” terang Hendriyana.

Melihat masih amburadulnya pelaksanaan kompetisi PSSI dibawah kendali Djohar Arifin Husin, pentolan kubu 14 klub, Harbiansyah, menegaskan perlawannannya. Bahwa pihaknya tetap tak akan memenuhi undangan PSSI untuk kembali masuk dalam IPL. Sebab, dia melihat pelaksanaan IPL cacat karena melanggar hasil Kongres PSSI II di Bali dan Statuta PSSI.

Dalam Kongres Bali diputuskan, kompetisi kasta tertinggi tetap bernama Indonesia Super Leagus (ISL) dengan peserta 18 klub. Kemudian Divisi Utama ditetapkan diikuti 44 klub. Sementara di soal peserta ISL di Statuta PSSI diatur dalam pasal 23 ayat 1 soal peserta Kongres. Pasal itu berbunyi, 18 suara dari klub-klub ISL (satu suara setiap peserta).

”Kalau PSSI gak mau ikut aturan Statuta kita gak akan ikut dia. Dia harus tunduk dengan aturan dan amanah Kongres Bali. Kalau gak ikut ya sudah. Kita bikin sendiri. Kita bikin kompetisi,” tegas Manajer Persisam Harbiansyah. ”PSSI itu yang punya klub. Kalau sekarang PSSI sudah jadi milik pribadi makanya kami gak akan ikut mereka Kami juga sudah laporkan pelaksana kompetisi ke AFC dan FIFA Sabtu kemarin,” tukasnya.

Direktur Teknik PT Sriwijaya Optimis Mandiri yang membawahi Sriwijaya FC Hendri Zainuddin mengatakan, langkah tim asal Kota Mpek-Mpek ikut dengan sikap Harbiansyah. Yakni, tetap gak akan ikut kompetisi IPL karena gak sesuai aturan yang berlaku.

”Kami pegang komitmen. Kita tetap akan ikut apa yang diputuskan kubu kami karena PSSI arogan gak mau dengan omongan klub,” ujarnya.

Jumat, 14 Oktober 2011

Sriwijaya FC Incar Ramdani Lestaluhu

Sriwijaya FC Palembang terus berusaha memperkuat skuad mereka sebelum kompetisi musim 2011/12 bergulir. Kali ini klub yang bermarkas di kota Palembang tersebut membidik bintang muda Persija Jakarta Ramdani Lestaluhu.

Seperti yang dilansir oleh Sriwijayapost, pelatih Sriwijaya Kas Hartadi sebenarnya sudah mengincar Ramdani sejak musim lalu. Tetapi loyalitas Ramdani Lestaluhu pada Persija tidak goyah dan klub Macan Kemayoran sendiri juga tidak bersedia melepas bintang muda mereka tersebut.

Dengan kondisi demikian, musim ini Sriwijaya beralih membidik Zulham Zamrun, namun akhir-akhir ini dikabarkan pemain Persela Lamongan tersebut menarik diri. Dan kebetulan, situasi Ramdani di Persija saat ini tidak begitu jelas, menyusul adanya dualisme dalam tubuh klb ibukota tersebut. Situasi tersebutlah yang membuat Kas kembali membidik Ramdani.

Sejauh ini saya memilih Ramdani Lestaluhu. Dia sangat potensial menggantikan Zulham Zamrun. Saat ini tim masih liburan, jadi kami sambil jalan mencari pengganti Zulham, sebab kami butuh gelandang serang sekelas Ramdani," ujar Kas.

14 Klub Tetap Pilih Liga Super Indonesia

Sedikitnya 14 klub level atas menolak untuk mengikuti kompetisi Liga Prima Indonesia (LPI) musim 2011/12 yang dikelola PT Liga Prima Sportindo, dan memilih tetap menggunakan Liga Super Indonesia di bawah pengelolaan PT Liga Indonesia.

Ke-14 klub yang memilih tetap menjalankan Liga Super di bawah pengelolaan PT Liga Indonesia adalah Sriwijaya FC, Persipura Jayapura, Persib Bandung, Persidafon Dafonsoro, Persiwa Wamena, Persiba Balikpapan, Persela Lamongan, PSPS Pekanbaru, Pelita Jaya, Semen Padang, Deltras Sidoarjo, Persisam Samarinda, dan Mitra Kukar. Selain itu, Persebaya Surabaya juga memberikan dukungan serupa.

“Kami konsisten menginginkan kompetisi tetap Liga Super Indonesia di bawah pengelolaan PT Liga Prima. Karena apa yang dibahas tadi [dalam pertemuan manajer] banyak bertabrakan dengan statuta,” tegas presiden Persisam Harbiansyah yang bertindak sebagai juru bicara Kelompok 14.

“Hal itu berdasarkan amanat dan ketetapan kongres II PSSI 2011 di Bali.”

“Penambahan jumlah peserta dengan memasukkan enam klub yang seharusnya tidak pantas tampil di kompetisi level atas juga jelas melanggar statuta. Kalau kami ikut melanggar statuta, apa kata dunia?”

Ditambahkan, apa yang telah dilakukan PT Liga Prima selama ini jauh dari kesan profesional. Dua hari menjelang kick-off kompetisi, klub belum menerima jadwal pertandingan tetap, keabsahan pemain, dan aspek legal lainnya.

“Bagaimana kompetisi mau digelar, sedangkan jadwal lengkap sampai sekarang belum kami terima. Selain itu, verifikasi pemain juga belum dilakukan,” kata Harbiansyah.

Sebelumnya, sebagian besar klub ini juga menolak pembagian saham sebesar 70 persen untuk PSSI, dan 30 persen bagi klub.

AFC Kategorikan Stadion Jakabaring Grade A

Masyarakat Sumatra Selatan boleh berbangga karena Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring ditetapkan tim verifikasi Asian Football Confederation (AFC) memiliki grade "A" di Asia.

Artinya, stadion yang menjadi homebase Sriwijaya FC itu sejajar dengan stadion-stadion di negara-negara maju, atau paling tidak sama dengan stadion yang ada di Jepang dan Korea Selatan.

Direktur kompetisi AFC Suzuki Tokuaki di Palembang, Kamis (13/10), mengatakan, setelah melakukan peninjauan langsung, maka diputuskan, Stadion Jakabaring sangat layak untuk menggelar pertandingan Liga Champions Asia dan AFC Cup.

"Stadion Jakabaring sangat lengkap, dan kami pun telah mengetahui stadion ini sering menggelar pertandingan agenda AFC. Setelah kami amati, stadion ini masuk dalam grade A di Asia," ujar Suzuki Tokuaki.

Kedatangan Tim AFC itu ke beberapa klub di Indonesia dalam rangka untuk menentukan jumlah kuota pada ajang LCA dan AFC Cup.

Semula Indonesia mendapatkan jatah langsung tanpa melalui babak play-off untuk ajang LCA, namun jika hasil verifikasi kali ini menyatakan banyak klub di Indonesia berada pada level B dan level C, maka bisa jadi acuan tahun lalu akan diganti.

AFC melakukan verifikasi setiap tiga tahun sekali, sehingga akan dilakukan lagi pada 2014.

Sementara Sriwijaya FC sendiri akan ditetapkan levelnya setelah memeriksa keseluruhan berkas, Jumat (14/10).

"Deadline-nya besok untuk melengkapi berkas. Hasil verifikasi hari ini memang ada yang kurang dari segi administrasi," kata sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri Faisal Mursyid. (gk-23)

Selasa, 11 Oktober 2011

Jadwal SFC Baru Sebatas Empat Laga

Sriwijaya FC menyikapi empat laga yang dirilis PT Liga Prima Indonesia dengan positif, namun manajemen dan pelatih berharap jadwal secara keseluruhan akan dirilis agar SFC lebih tenang dalam menyusun program persiapan.

"Sejauh ini baru sebatas 4 pertandingan, mulai dari 15 Oktober sampai dengan 17 Desember 2011. Laga perdana akan digelar di Bandung antara Persib Bandung lawan Semen Padang, Sabtu (15/10) nanti," jelas Sekretaris PT SOM Faisal Mursyid, Selasa (11/10/2011).

Sementara itu menyikapi kondisi keuangan SFC, pihak manajemen nampak harus siap-siap direpotkan dengan menambah durasi kontrak lantaran jadwal kompetisi diperkirakan melebihi batas hingga satu tahun ke depan.

Direkrut Teknik dan SDM PT SOM, Hendri Zainudin pun mulai hitung-hitungan berapa cost tambahan bagi SFC, karena sejauh ini, untuk penambahan jumlah tim menjadi 24 saja, SFC harus menambah cost operasional hingga Rp3 miliar, sementara untuk kontrak masih dilihat lamanya kompetisi digelar.

"Tambahan cost memang cukup mengalami peningkatan dengan kondisi kompetisi sejauh ini" jelasnya.

4 Laga SFC
1.Sabtu, 28 November, Sriwijaya FC vs Semen Padang
2.Sabtu 3 Desember, Persibo vs Sriwijaya FC
3.Rabu 7 Desember, Arema vs Sriwijaya FC
4.Sabtu 10 Desember, Sriwijaya FC vs PSM Makasar

Jumat, 07 Oktober 2011

Keith Kayamba Gumbs Fokus Latih Fisik

Meski telah dipercaya sebagai pelatih, namun striker Sriwijaya FC Keith Kayamba Gumbs tetap dituntut untuk fokus sebagai pemain.

Walhasil terjadi pembagian tugas antara pelatih Kas Hartadi dan Kayamba.

"Kayamba lebih kepada fisik pemain, sementara saya pada taktik dan strategi. Tapi, pada prinsipnya kami berkolaborasi dalam menjalankan tugas sebagai pelatih," kata Kas Hartadi di Palembang, Kamis (6/10).

Menurut pelatih asal Solo itu, Kayamba sangat baik dalam memberikan menu latihan fisik.

"Kayamba bagus dalam memberikan latihan fisik karena sudah berpengalaman dalam berbagai liga di dunia. Selain itu, ia juga sempat mengikuti pelatihan untuk mendapatkan lisensi pelatih," terang mantan pemain timnas ini.

Manajemen SFC menunjuk Kayamba dan Kas Hartadi sebagai pelatih musim ini. Secara praktik, keduanya memiliki tanggung jawab dan jabatan yang sama, namun secara administrasi Kas Hartadi ditempatkan sebagai pelatih kepala dan Kayamba yang menjadi asistennya.

PSSI Ajukan Dua Draf Kompetisi

Komite Kompetisi PSSI mengantongi dua draf jadwal laga level satu musim 2011/2012. Rencananya,kedua draf itu akan diajukan kepada klub untuk menentukan mana kompetisi terbaik.

Jadwal kompetisi yang bisa diterima seluruh klub memang wajib diberlakukan. Hal itu mengingat jumlah kontestan Indonesia Super League (ISL) musim ini mencapai 24 klub.Dengan membengkaknya jumlah kontestan itu,setiap klub akan menjalani 46 laga.Sementara keseluruhan laga yang akan dimainkan mencapai 552 pertandingan.

“Jadwal memang sudah ada,tapi masih berbentuk dua draf.Draf pertama yang ditawarkan,sepekan bermain dua kali (hari Sabtu-Minggu) dan akan selesai pada September 2012.Untuk draf kedua dijadwalkan bermain empat kali dalam satu pekan (Rabu-Kamis dan Sabtu- Minggu) dan berakhir pada Mei 2012. Itulah dua opsi draf yang telah diberikan PT Liga Prima kepada kami,”ungkap Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Toni Apriliani.

“Tapi,kami akan pelajari dulu semua draf yang diberikan PT Liga Prima.Kami juga akan membahas semua opsi kepada klub-klub,karena menyangkut panjangnya kompetisi yang nantinya akan digelar,” tambah pria yang juga wakil koordinator bidang kompetisi ini.

Jika jadwal kompetisi masih belum mendapatkan kepastian,Toni menyatakan regulasi kompetisi sudah ditetapkan PSSI dan PT Liga Prima sebagai penyelenggara kompetisi.Rencananya akan digelar manager metting untuk menyosialisasikan draf itu kepada 24 klub peserta,10 Oktober mendatang.

Selain penetapan jadwal dan regulasi,Toni memberikan bocoran pihak-pihak mana saja yang mengajukan diri untuk mensponsori kompetisi level satu musim mendatang.Toni menambahkan,sudah ada tiga perusahaan besar yang siap menjadi sponsor utama.

“Sampai saat ini ada tiga sponsor yang berminat.Coca-Cola,Big Cola,dan Unilever sama-sama berkeinginan menjadi sponsor.Tapi,sampai saat ini kami belum tentukan semuanya.Yang pasti, nilai yang mereka tawarkan adalah lebih besar dari nilai yang diberikan tahun lalu,” tutur Toni.

Rencana kerja sama itu sekaligus menjadi kabar positif bagi PSSI setelah putus kontrak dengan Djarum yang mensponsori ISL musim lalu.PSSI menetapkan tak ada sponsor berbau rokok dalam laga ISL musim ini. Sementara itu, PSSI juga melakukan bentuk MoU dengan Universitas Gunadarma dalam membuat website resmi organisasi tertinggi sepak bola Indonesia ini.

Selain membuat website resmi,kerja sama antara PSSI dan Universitas Gunadarma juga menyangkut bea siswa. “Kami ingin melakukan peningkatan pelayanan sepak bola Indonesia.Bentuk kerja sama dengan Universitas Gunadarma tentu akan membantu penyebaran informasi ke daerah-daerah terpencil sekalipun.Selain itu,kerja sama ini sekaligus menjalankan permintaan FIFA agar sistem informasi PSSI bisa lebih baik lagi,”kata Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin.

“Selain kerja sama soal pembuatan website,kami juga melakukan bentuk kerja sama bea siswa untuk para pemain timnas Indonesia.Saya hanya ingin pemain bisa mempersiapkan diri untuk masa depannya,” tandas Djohar.

Iklim di Mes Pertiwi Tetap Tenang

Hengkangnya Budi Sudarsono ke Deltras Sidoarjo tidak terlalu berpengaruh pada beberapa pemain anyar milik Sriwijaya FC (SFC). Sebut saja pemain anyar Syamsul Chaeruddin dan talenta muda M Markus Bahtiar yang santai menanggapi kepergian mendadak Budi.

Ditemui di Mes Pertiwi tempat menginap para pemain,Syamsul mengaku tidak akan mengikuti jejak Budi yang merupakan rekannya ketika sama-sama memperkuat tim nasional Indonesia. Sebagai seorang pemain profesional,Syamsul berjanji tidak akan mengambil keputusan sepihak yang bisa merugikan klub tempatnya bernaung.

Dia lebih memilih tetap fokus latihan menjalani persiapan tim menjelang bergulirnya Liga Indonesia 2010/2011. ”Secara pribadi,hal itu tidak mempengaruhi saya. Sebagai pemain profesional,kita harusnya mengerti dengan keadaan seperti itu.Keluar masuknya pemain itu biasa, secara pribadi,saya tetap fokus dengan tim yang saya pilih dan akan memberikan hasil yang maksimal buat SFC ke depannya,”kata Syamsul kepada HATTRICK.

Pemain kelahiran Makassar 9 Februari 1983 ini mengutarakan,keluarnya Budi yang juga berdampak dipecatnya Qischil G Minny, juga tidak mempengaruhi iklim di Mes Pertiwi dan skuad Laskar Wong Kitosecara umum.”Karena saya juga yakin,tanpa Budi,SFC masih memiliki pemain lain yang memiliki kualitas sangat baik. Apalagi dengan adanya beberapa pemain timnas yang telah berpengalaman.

Dengan demikian, keluarnya beberapa pemain tersebut tidak mempengaruhi kekuatan tim kita (SFC),”tandas Syamsul. Ungkapan senada diutarakan M Markus Bahtiar.Dia mengamini apa yang dijelaskan Syamsul.“Benar yang dikatakan Bang Syamsul.Yang jelas,itu tergantung pada pribadi masing-masing seperti apa menyikapinya.Menurut saya,jika kita telah menyatakan siap untuk menjadi bagian dari klub (SFC),maka sudah seharusnya kita loyal dan sungguhsungguh membela dan memberikan hasil yang maksimal,”katanya.

Secara terpisah, Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Hendri Zainuddin juga mengungkapkan, hengkangnya beberapa pemain tidak akan mempengaruhi persiapan tim.Sebagai tim besar,tidaklah sulit bagi SFC untuk mencari calon pemain pengganti untuk mengisi posisi yang ditinggalkan. “Sejak awal saya sudah mengingatkan kepada para pemain jika SFC membutuhkan seorang pemain yang memiliki loyalitas tinggi dan sungguhsungguh ingin membela nama SFC di pentas sepak bola Indonesia.

Karena itu juga manajemen tidak pernah menghalang-halangi siapa pun pemain yang ingin pergi,”paparnya. Selain itu,demi menjunjung tinggi profesionalisme,sejak awal pihaknya selalu memberikan penawaran yang terbaik bagi pemain baik lokal maupun asing.Setelah adanya kesepakatan di antara kedua belah pihak,pemain diharapkan bisa merasa nyaman berada di SFC.

Contoh lainnya dalam hal kewenangan pelatih menentukan dan meramu tim agar bisa tampil lebih baik. “Dalam menentukan siapa pemain yang akan diambil dan menjadi bagian dari tim, manajemen tidak pernah intervensi.Jadi, pelatih bebas untuk memberikan saran terkait siapa saja pemain yang pantas untuk memperkuat tim agar bisa kembali membawa SFC menjadi tim yang disegani di Indonesia,”paparnya.

Cari Blog Ini

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Label

Laporkan Penyalahgunaan

Halaman

Mengenai Saya

Entri yang Diunggulkan

Sriwijaya FC Hadapi Pusamania di Semi Final PGK

Sriwijaya FC akhirnya harus puas sebagai runner up Grup B, dengan koleksi 6 poin dari tiga pertandingan. Setelah dilaga terakhir takluk...

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *