13 KLUB ULTIMATUM PSSI

Sebanyak 13 klub mengeluarkan ultimatum kepada PSSI. Banyak kebijakan PSSI yang dinilai keliru dan jauh dari harapan untuk mereformasi PSSI.

Keputusan tersebut diambil setelah 13 klub yang sebelumnya berlaga di ajang Liga Super Indonesia (LSI) melakukan pertemuan di Hotel Park Line,Jakarta (23/10) dalam rangka pra-Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).Dari 18 klub yang diundang oleh PT Liga Indonesia sebagai penyelenggara,hanya dihadiri 13 klub saja.

Sementara enam klub lainnya yakni Arema Indonesia,PS Semen Padang,Persib Bandung,Persijap Jepara,Persiba Bantul, dan Persiraja Banda Aceh tidak hadir.Dalam pertemuan tersebut,sejumlah klub yakni Persidafon Dafonsoro,Mitra Kukar,Persisam Samarinda,Persiba Balikpapan,Persela Lamongan,Persiwa Wamena,Pelita Jaya, PSPS Pekanbaru,Sriwijaya FC,Persijap Jepara,Persija Jakarta,dan Persipura Jayapura sepakat membuat Deklarasi Jakarta.

Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Hendri Zainuddin yang mengikuti jalannya rapat mengungkapkan,selain membahas rencana apa yang akan dilakukan saat pelaksanaan RUPS nanti,klub yang hadir juga telah mengambil sikap yang intinya menyatakan kekecewaan yang dalam arah reformasi sepak bola Indonesia yang sebelumnya ingin dicapai setelah runtuhnya rezim Nurdin Halid.

“Menurut kami (13 klub),reformasi PSSI yang dicita-citakan bersama belum berada di jalur yang benar.Bahkan cenderung melenceng dari arah reformasi yang diinginkan.Salah satunya tidak mendorong kompetisi sepak bola Indonesia lebih profesional dan taat asas atas semua regulasi yang ada,”ungkapnya. Dalam deklarasi itu juga Hendri menyebutkan,ada beberapa poin penting yang patut dibicarakan,di antaranya meminta PSSI untuk taat terhadap statuta PSSI dan regulasi lainnya.

Kemudian, menolak format kompetisi sepak bola profesional dengan 24 klub. Mengembalikan peserta kompetisi ke-18 klub dengan peserta hasil kompetisi ISL 2010-11.Melaksanakan kompetisi dengan baik di bawah pengelolaan PT Liga Indonesia sesuai yang ditetapkan pada kongres ke-11 PSSI di Bali. “PSSI seakan tidak memedulikan keberadaan klub dan terus saja mengambil kebijakan yang bertentangan dengan statuta.

Bahkan sekarang bukannya bertambah membaik,malah semakin parah,”jelas Hendri. Rencananya,hasil keputusan Pra-Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tersebut akan diserahkan kepada PSSI dengan harapan agar organisasi sepak bola tertinggi di Indonesia tersebut segera memperbaiki diri. Berikut enam rekomendasi yang diperoleh dalam Deklarasi Jakarta kemarin.

Meminta PSSI untuk taat pada Statuta PSSI dan regulasi lainnya,khususnya menaati dan mematuhi batasan kewenangannya yang tidak boleh mengambil kewenangan keputusan kongres dan kewenangan badan lain seperti putusan komisi disiplin sebagaimana diatur dalam Pasal 37 ayat (1) huruf a Statuta PSSI. Menolak format kompetisi sepak bola profesional dengan 24 klub.Menolak kompetisi sepak bola profesional Indonesia dikelola oleh PT Liga Primer Indonesia Sportindo.

Mengembalikan dan melaksanakan kompetisi Indonesian Super League dengan format 18 klub,yang pesertanya adalah hasil kompetisi Indonesia Super League 2010/2011. Kemudian,melaksanakan dan melanjutkan kompetisi sepak bola profesional Indonesia yang sudah berjalan dengan baik dan dikelola oleh PT Liga Indonesia secara profesional dan independen.

Selain itu, meminta PT Liga Indonesia untuk segera melakukan komunikasi dan interaksi yang intensif dengan PSSI untuk secara bersamasama bersepakat melaksanakan kompetisi sepak bola profesional Indonesia.Khususnya dalam menjaga agar regulasi sepak bola Indonesia tetap terjaga dengan baik dan benar.

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments