• Cueki Deadline PSSI

    Hasil imbang 1-1 Persib Bandung versus Semen Padang (15/10) dipercaya PSSI sebagai laga pembuka Indonesia Premier League (IPL). Dan, Ketum PSSI Djohar Arifin Husin yang sebelumnya dikabarkan sakit membuka pertandingan yang digeber di Stadion si Jalak Harupat Soreang, Bandung, tersebut. Namun, hal itu tak akan mengubah peta konflik di internal kontestan kompetisi kasta tertinggi Indonesia tersebut.

    Buktinya, CEO PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) Widjajanto keluarkan ultimatum untuk 14 klub yang sebelumnya memboikot IPL. Macam Sriwijaya FC, Persiba Balikpapan, Persisam Samarinda, Pelita Jaya, PSPS Pekanbaru, Persipura Jayapura, Persidafon Dafonsoro, Persiwa Wamena, Persela Lamongan, Semen Padang, Deltras Sidoarjo, Mitra Kukar, Persib Bandung, dan Persebaya Surabaya versi Wisnu Wardana. Belakangan, Arema Indonesia juga diklaim masuk kubu kontra IPL.

    ”Kami akan kirim undangan ke klub sebagai penegasan ulang atas keikutsertaan mereka gabung IPL mulai Senin nanti (17/10). Kita tunggu sampai 26 Okotober. Jika gak ada respons, kita akan serahkan ke Exco PSSI untuk menentukan mekanisme melengkapi 24 klub atau tetap jalan berdasarkan klub yang ada,” ungkap CEO PT LPIS Widjajanto saat half time Persib lawan Semen Padang di Bandung.

    Widjajanto menyatakan, partai Persib v Semen Padang tetap masuk itungan poin. Meskipun, laga Sabtu kemarin belum memiliki aturan resmi. Ini sebagaimana ditegaskan Bidang Kompetisi IPL Hendriyana. ”Regulasinya memang masih dalam final draft dan sedianya akan dibagikan saat manager meeting di Hotel Ambhara kemarin. Namun batal karena manager meeting berakhir deadlock,” terang Hendriyana.

    Melihat masih amburadulnya pelaksanaan kompetisi PSSI dibawah kendali Djohar Arifin Husin, pentolan kubu 14 klub, Harbiansyah, menegaskan perlawannannya. Bahwa pihaknya tetap tak akan memenuhi undangan PSSI untuk kembali masuk dalam IPL. Sebab, dia melihat pelaksanaan IPL cacat karena melanggar hasil Kongres PSSI II di Bali dan Statuta PSSI.

    Dalam Kongres Bali diputuskan, kompetisi kasta tertinggi tetap bernama Indonesia Super Leagus (ISL) dengan peserta 18 klub. Kemudian Divisi Utama ditetapkan diikuti 44 klub. Sementara di soal peserta ISL di Statuta PSSI diatur dalam pasal 23 ayat 1 soal peserta Kongres. Pasal itu berbunyi, 18 suara dari klub-klub ISL (satu suara setiap peserta).

    ”Kalau PSSI gak mau ikut aturan Statuta kita gak akan ikut dia. Dia harus tunduk dengan aturan dan amanah Kongres Bali. Kalau gak ikut ya sudah. Kita bikin sendiri. Kita bikin kompetisi,” tegas Manajer Persisam Harbiansyah. ”PSSI itu yang punya klub. Kalau sekarang PSSI sudah jadi milik pribadi makanya kami gak akan ikut mereka Kami juga sudah laporkan pelaksana kompetisi ke AFC dan FIFA Sabtu kemarin,” tukasnya.

    Direktur Teknik PT Sriwijaya Optimis Mandiri yang membawahi Sriwijaya FC Hendri Zainuddin mengatakan, langkah tim asal Kota Mpek-Mpek ikut dengan sikap Harbiansyah. Yakni, tetap gak akan ikut kompetisi IPL karena gak sesuai aturan yang berlaku.

    ”Kami pegang komitmen. Kita tetap akan ikut apa yang diputuskan kubu kami karena PSSI arogan gak mau dengan omongan klub,” ujarnya.
  • Klasmen Sriwijaya FC

    Klasmen Go-Jek Traveloka Liga 1 2017/2018.

    Alamat

    Palembang, Sumatra Selatan

    EMAIL

    atobelitang@gmail.com