Iklim di Mes Pertiwi Tetap Tenang

Hengkangnya Budi Sudarsono ke Deltras Sidoarjo tidak terlalu berpengaruh pada beberapa pemain anyar milik Sriwijaya FC (SFC). Sebut saja pemain anyar Syamsul Chaeruddin dan talenta muda M Markus Bahtiar yang santai menanggapi kepergian mendadak Budi.

Ditemui di Mes Pertiwi tempat menginap para pemain,Syamsul mengaku tidak akan mengikuti jejak Budi yang merupakan rekannya ketika sama-sama memperkuat tim nasional Indonesia. Sebagai seorang pemain profesional,Syamsul berjanji tidak akan mengambil keputusan sepihak yang bisa merugikan klub tempatnya bernaung.

Dia lebih memilih tetap fokus latihan menjalani persiapan tim menjelang bergulirnya Liga Indonesia 2010/2011. ”Secara pribadi,hal itu tidak mempengaruhi saya. Sebagai pemain profesional,kita harusnya mengerti dengan keadaan seperti itu.Keluar masuknya pemain itu biasa, secara pribadi,saya tetap fokus dengan tim yang saya pilih dan akan memberikan hasil yang maksimal buat SFC ke depannya,”kata Syamsul kepada HATTRICK.

Pemain kelahiran Makassar 9 Februari 1983 ini mengutarakan,keluarnya Budi yang juga berdampak dipecatnya Qischil G Minny, juga tidak mempengaruhi iklim di Mes Pertiwi dan skuad Laskar Wong Kitosecara umum.”Karena saya juga yakin,tanpa Budi,SFC masih memiliki pemain lain yang memiliki kualitas sangat baik. Apalagi dengan adanya beberapa pemain timnas yang telah berpengalaman.

Dengan demikian, keluarnya beberapa pemain tersebut tidak mempengaruhi kekuatan tim kita (SFC),”tandas Syamsul. Ungkapan senada diutarakan M Markus Bahtiar.Dia mengamini apa yang dijelaskan Syamsul.“Benar yang dikatakan Bang Syamsul.Yang jelas,itu tergantung pada pribadi masing-masing seperti apa menyikapinya.Menurut saya,jika kita telah menyatakan siap untuk menjadi bagian dari klub (SFC),maka sudah seharusnya kita loyal dan sungguhsungguh membela dan memberikan hasil yang maksimal,”katanya.

Secara terpisah, Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Hendri Zainuddin juga mengungkapkan, hengkangnya beberapa pemain tidak akan mempengaruhi persiapan tim.Sebagai tim besar,tidaklah sulit bagi SFC untuk mencari calon pemain pengganti untuk mengisi posisi yang ditinggalkan. “Sejak awal saya sudah mengingatkan kepada para pemain jika SFC membutuhkan seorang pemain yang memiliki loyalitas tinggi dan sungguhsungguh ingin membela nama SFC di pentas sepak bola Indonesia.

Karena itu juga manajemen tidak pernah menghalang-halangi siapa pun pemain yang ingin pergi,”paparnya. Selain itu,demi menjunjung tinggi profesionalisme,sejak awal pihaknya selalu memberikan penawaran yang terbaik bagi pemain baik lokal maupun asing.Setelah adanya kesepakatan di antara kedua belah pihak,pemain diharapkan bisa merasa nyaman berada di SFC.

Contoh lainnya dalam hal kewenangan pelatih menentukan dan meramu tim agar bisa tampil lebih baik. “Dalam menentukan siapa pemain yang akan diambil dan menjadi bagian dari tim, manajemen tidak pernah intervensi.Jadi, pelatih bebas untuk memberikan saran terkait siapa saja pemain yang pantas untuk memperkuat tim agar bisa kembali membawa SFC menjadi tim yang disegani di Indonesia,”paparnya.

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments