KAS HARTADI BERHARAP GREG

Pelatih Sriwjaya FC (SFC) Kas Hartadi berharap manajemen bisa melabuhkan pemain Persija Jakarta Greg Nwokolo ke dalam skuadnya. Greg diproyeksikan menggantikan Budi Sudarsono yang hengkang ke Deltras Sidoarjo.

Hengkangnya Budi membuat Kas harus mencari pengganti yang sepadan.Dalam hal ini,sang arsitek asal Solo itu melihat Greg orang yang tepat untuk posisi yang ditinggalkan Budi.“Saya maunya Greg,tetapi semua saya serahkan kepada manajemen untuk mengupayakannya,”ujar Kas kemarin.

Memang,SFC mengklaim telah deal dengan Rahmat ‘Poci’ Rivai yang musim lalu merumput untuk Persipura Jayapura.Meski demikian,Kas tetap berharap manajemen bisa menghadirkan Greg dalam timnya. Kas beranggapan,gelandang serang yang kini telah jadi warga negara Indonesia itu punya skill individu dan kecepatan di atas rata-rata.

Kehadirannya sangat diharapkan untuk lebih menghidupkan variasi serangan Laskar Wong Kito.“Greg pemain yang memiliki kecepatan.Saya rasa semua pemain belakang takut dengan dia,”ujarnya. Kas menyadari bukan hanya SFC yang kepincut goyangan pria kelahiran Enugu, Nigeria,3 Januari 1986 itu.Selain itu,kabarnya Greg mematok harga tinggi.Di Persija, dia dikontrak senilai Rp1,4 miliar per musim. Angka itu memberatkan SFC dan meminta si pemain menurunkan banderolnya.

Kalaupun gagal,Kas sudah menyiapkan alternatif lain.“Kita juga mendekati Andi Oddang dan Bambang Pamungkas,”ucapnya. Kalaupun gagal mendapatkan Greg,Kas tetap optimistis dengan kekuatan armadanya. Dia menegaskan skuadnya sudah siap mengikuti Liga Indonesia 2011/2012.Pernyataan ini sekaligus menepis keraguan banyak pihak terkait persiapan Laskar Wong Kito jelang musim ini.

Harus diakui persiapan SFC terganggu dengan tidak adanya lapangan tempat latihan yang benar-benar memenuhi kriteria dalam rangka pematangan persiapan tim.Ini karena Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (SGSJ) masih belum selesai direnovasi. Akibatnya,para pemain harus rela menjalani latihan di lapangan sepak bola Pusri dan Stadion Bumi Sriwijaya.

Padahal di kedua tempat tersebut,kondisi lapangan kurang baik sehingga membuat Pelatih Kas terlihat kesulitan untuk melakukan variasi latihan dan hanya terpaku pada small gamesdan pematangan penyelesaian akhir. “Memang kita tidak bisa belum bisa menggunakan seluruh lapangan di SGSJ lantaran kondisi rumputnya yang masih dalam tahap perawatan.

Sementara di lapangan Pusri dan Stadion Bumi Sriwijaya kualitas rumputnya kurang baik.Tetapi,saya rasa itu bukan suatu halangan bagi kita untuk terus mempersiapkan diri.Bahkan bisa saya katakan jika SFC sudah siap,”tandasnya. Sejak peralihan dari era pelatih asal Bulgaria Ivan Venkov Kolev kepada duet Kas dan Keith Jerome ‘Kayamba’ Gumbs,SFC tidak mengalami terlalu banyak perubahan,terutama dalam pola permainan dan masih mengandalkan kolektivitas pemain dengan umpanumpan pendek dan permainan cepat mengandalkan serangan dari sektor sayap dengan pakem 4-4-2.

Bedanya,lanjut Kas,komposisi pemain yang sekarang lebih baik dari sebelumnya. Hengkangnya beberapa pemain seperti Mahadirga Lasut,Arif Suyono,serta Budi Sudarsono tidak terlalu berpengaruh dengan kualitas tim. “Kita memiliki para pemain yang profesional di semua lini.Mereka bisa dengan mudah mengikuti instruksi yang diberikan.

Lihat saja ketika kita melakukan pertandingan uji coba di Bangka Belitung.Meskipun banyak pemain baru,mereka seperti sudah lama bermain bersama,”paparnya. Hasil maksimal itu bisa diraih karena selain melakukan komunikasi di dalam lapangan,Kas juga telah meminta agar seluruh pemain bisa membahas berbagai kekurangan yang terjadi di luar lapangan.

“Saya dan Kayamba meminta kepada pemain agar juga melakukan komunikasi di luar lapangan.Itu bisa dilakukan saat sedang santai di mes,bahkan di meja makan sekali pun. Dengan cara ini,para pemain diharapkan dapat lebih saling memahami antara satu dan lainnya,” paparnya.

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments