• PSSI Rayu Kepala Daerah

    Berbagai cara dilakukan PSSI untuk menggolkan usahanya memutar kompetisi Indonesian Premier League (IPL) edisi perdana. Federasi sepak bola Indonesia itu merayu kepala daerah di mana klub bernaung. Lobi tingkat tinggi ini dilakukan untuk meredam perlawanan klub yang menentang keberadaan IPL di bawah kendali PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) dengan tetap menghidupkan Indonesia Super League (ISL) dengan PT Liga Indonesia sebagai regulatornya.

    Diakui CEO PT LPIS Widjajanto, langkah ini juga yang dilakukan untuk memasukkan nama Sriwjaya FC dalam daftar kontestan IPL. Pihak PSSI langsung menelepon Gubernur Sumsel Alex Noerdin untuk menentukan sikap. Hasilnya, Alex diklaim setuju Sriwijaya FC ikuti kompetisi resmi di bawah naungan PSSI. Sekalipun persetujuan ini tidak diikuti dengan penyerahan form pendaftaran ulang dan penyerahan form daftar pemain dan ofisial tim.

    ”Saya baru saja dari Papua untuk ketemu klub dan Wali Kota Jayapura Benhur Tommi Mano Mereka prinsipnya sudah tidak ada masalah Persipura Jayapura ikut IPL setelah diberi penjelasan,” ungkap CEO PT LPIS Widjajanto ketika dihubungi semalam (30/10).

    Penjelasan yang dimaksud adalah pencabutan kewenangan PT Liga Indonesia sebagai pengelola kompetisi profesional sebagaimana hasil Kongres PSSI II di Bali 21-22 Januari lalu melalui Surat Keputusan Ketum PSSI Djohar Arifin Husin. SK itu keluar akhir pekan kemarin. Langkah ini diambil agar kontestan IPL tak berkurang lagi. Sebab, klub penentang IPL sudah melakukan RUPS PT Liga Indonesia. 13 klub berada di sana.

    Apalagi, diakui Widjajanto, IPL edisi perdana harus digulirkan dengan 17 klub. Ini menyusul lepasnya Persiwa Wamena dari genggaman PSSI. Persiwa dengan tegas menolak main di IPL. ”Lobi kepada pembina dan pemangku kebijakan klub, dilakukan kepada 17 klub itu. Baru saja Pak Djohar (Ketum PSSI) temui Wali Kota Medan agar PSMS Medan tetap main di IPL,” tegasnya.

    ”Dan, kami gak akan menambah peserta lagi karena kompetisi sudah bergulir. IPL akan tetap dijalankan dengan 17 klub dengan Mitra Kukar, Sriwijaya FC, Persipura Jayapura di dalamnya. Sisanya kami anggap mundur dan kami serahkan ke Komite Kompetisi dan Komdis PSSI,” tandasnya.

    Namun, rayuan kepada kepala daerah yang dilakukan PSSI mendapat kecaman dari anggota Executive Committee (Exco) PSSI La Nyalla Mattalitti. Sebagai organisasi sebesar PSSI sudah seharusnya dijalankan dengan aturan. Gak bisa langsung main hantam kromo (menabrak aturan).

    ”Pola mendekati kepala daerah justru malah mencederai spirit yang diagung-agungkan, yaitu membangun sepak bola profesional. Ini bukan masalah gengsi atau menang-kalah. Tapi ikuti semua aturan pasti gak akan kacau. Apalagi pakai ancam mengancam. Itu tandanya PSSI panik,”ungkap La Nyalla semalam (30/10).
  • Klasmen Sriwijaya FC

    Klasmen Go-Jek Traveloka Liga 1 2017/2018.

    Alamat

    Palembang, Sumatra Selatan

    EMAIL

    atobelitang@gmail.com