Follow Us:

RSS

We Are Sriwijaya FC

Launching
comeback
launchpad

Rabu, 30 November 2011

Ini dia Kronoligis Penetapan SFC Ikuti ISL

Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin selaku Ketua Dewan Pembina, sempat menyatakan Sriwijaya FC akan mengikuti Indonesia Primer League (IPL).

Namun belakangan manajemen SFC bersikukuh memilih Indonesia Super League (ISL). Setelah sempat terjadi perang pendapat, akhir manajemen secara bulat dan memutuskan mengikuti ISL, Rabu (30/11/2011).


Apa penyebabnya berikut kronologisnya, mengapa manajemen berani mengambil keputusan bersiko memilih ISL:

Senin (28/11/2011)
Gubernur memberikan statemen SFC harus mengikuti IPL selaku kompetisi resmi PSSI.

Selasa (29/11/2011)
Manajemen tetap menyatakan bahwa SFC mengikuti ISL. Direktur Keuangan PT SOM Augie Bunyamin dan Direktur Teknik dan SDM Hendri Zainudin langsung menanyakan kepada Gubernur H Alex Noerdin tentang stateemen di media.
  • Pukul 14.00 Augie dan Hendri meminta waktu bertemu Gubernur.
  • Pukul 16.00, Augie menyatakan beraudiensi dengan Gubernur, serta mendapatkan penjelasan bahwa dasar Gubernur mendukung SFC mengikuti Liga manapun dan siapapun pengelolanya asalkan secara resmi.

Rabu (30/11/2011)
  • Pukul 10.00 Suporter SFC berdemo dan mendesak mengikuti ISL dan diterima langsung manajemen.
  • Pukul 10.30 Presiden Klub Dodi Reza Alex menelepon Augie menanggapi demo suporter dan secara resmi mengawal SFC memilih ISL, bersamaan dengan itu ada fax bahwa ISL dinyatakan legal oleh BOPI.
  • Pukul 11.00 secara resmi, SFC menyatakan mengikuti ISL dan akan menggelar jumpa pers pada Jumat (2/12), yang akan disampaikan langsung oleh Presiden Klub Dodi Reza Alex.

Selasa, 29 November 2011

Suporter Minta Sriwijaya FC Tetap Ikut ISL

Suporter Sriwijaya FC berencana melakukan demonstrasi ke Sekretariat Sriwijaya FC di Kompleks Palembang Square (PS), Rabu (30/11/2011) pukul 10.00.

Suporter Bela Armada Sriwijaya (Beladas) mendesak agar Laskar Wong Kito berlaga di Indonesia Super League (ISL) bukan Indonesia Primer League (IPL).

"Kami akan mengerahkan massa dan berdemo sebagai bentuk dukungan kami agar SFC mengikuti ISL bukan IPL," jelas Ketua Beladas Koorwil Simanis, Qusoy SH, Selasa (29/11/2011).

Menurut Qusoy sejak awal suporter menyatakan mendukung SFC mengikuti ISL dibandingkan IPL."Kami sejak awal meminta para pemain bermain di ISL," jelasnya.

Menurut dia, alasannya sangat jelas, pertama Liga Super Indonesia (LSI) sudah teruji dan memiliki banyak pendukung fanitik. Kemudian LSI merupakan amanat kongres PSSI di Bali dan sesuai dengan statuta.

Selama tiga musim berjalan LSI terbilang sukses dengan dibuktikannya dua wakil seperti Sriwijaya FC, Persipura dan Arema yang mengikuti kompetisi bergengsi tingkat Asia.

"Sementara IPL tidak selesai, klub-klub peserta juga menjadi pertimbangan kami, seperti Persipura, Persib Bandung, Arema, Persija, Persiba dan PSPS dan klub-klub lainnya turut dalam kompetisi ini," jelasnya.

Selanjutnya pembagian saham yang dilakukan PT Liga Indonesia selaku pelaksana LSI sangat jelas dan berdasarkan untuk kemajuan klub. Bahwa pembagian saham PT LI adalah 1 persen untuk perusahaan dan 99 persen untuk klub. Berbeda dengan IPL yang membuat aturan sendiri dengan kepemilikan klub hanya 1 persen, sementara sisanya milik PSSI," urainya.

Pengelola Tiket Laga SFC Ancam Batalkan Kontrak

Mendengar Sriwijaya FC akan mengikuti laga IPL, pihak pengelola tiket pertandingan yang sudah menjalin kesepakatan dengan pihak PT SOM mengancam akan membatalkan kontrak kerjasama yang disepakai lebih dari Rp 3 miliar. Dengan alasan nilai jual IPL belum ada dan mereka tidak mau rugi, karena tidak ada pembeli dan peminat pertandingan.

Demikian diungkapkan Pengelola Tiker Pertandingan SFC, Firmansyah. Menurut dia, suporter dan fans serta pecinta sepakbola tidak terlalu meminati laga IPL karena mereka berkaca pada musim lalu. Bahkan IPL musim 2010/2011 tidak selesai.

"Siapa yang mau nonton, makanya kami untuk sementara belum berani memutuskan jika SFC mengikuti IPL," jelasnya.

Menurut Firman, mereka berharap seperti kesepakatan awal SFC mengikuti ISL karena Liga ini memiliki banyak penggemar dan fans setia. Para penonton dan fans sudah terlancur melekat dan identik dengan Liga yang digelar PTLI dibandingkan IPL.

"Terlebih lagi ISL sudah teruji dan diikuti oleh klub-klub yang sudah eksis dan teruji seperti Persipura Jayapura, Persib Bandung, Persiba Balikpapan, Persija Jakarta dan Arema serta klub-klub besar lainnya yang sudah teruji dan memiliki banyak fans termasuk SFC," jelasnya.

Secara terpisah Dirtek SFC Hendri Zainudin juga membenarkan, mereka mengancam akan membatalkan kesepakatan lantaran menganggap IPL kurang bergengsi. "Jika SFC mengikuti IPL, maka mereka tidak akan ambil dan membatalkan kerjasama," jelasnya.

Manajemen Sriwijaya FC Tetap Pilih ISL

Meski Gubernur Sumsel Alex Noerdin meminta Sriwijaya FC berlaga di Indonesia Primer League (IPL), namun manajemen tetap menginginkan berlaga di Indonesia Super League (ISL). Sebab sejauh ini manajemen dan jajaran pembina serta komisaris memang belum menggelar rapat.

Direktur Teknik dan SDM PT SOM, Hendri Zainudin, bahkan menegaskan apapun yang terjadi SFC tetap akan berangkat ke Karawang menghadapi Pelita Jaya untuk menjalani laga perdana ISL pada 3 Desember menadatang.

"Apapun konsekuensinya kami tetap akan berangkat menuju Kawarang pada 1 Desember nanti," urai Hendri, Rabu (29/11/2011).

Menurut Hendri, sejauh ini hingga belum adanya rapat dari manajemen Laskar Wong Kito tetap kepada keputusan awal mengikuti ISL. Karena keputusan ini berdasarkan arus bawah, permintaan suporter, fans, dan pemain.

"Bahkan pemain ada kontak saya. Mereka tidak mau ke IPL dan pilih ISL, karena menurut mereka di ISL lebih ada gregetnya dan berkualitas," jelas Hendri.

Terkait dengan statemen Gubernur yang meminta SFC ke IPL, Hendri pun menanggapinya dengan beberapa pertimbangan.

Menurut dia, manajemen sudah menemui orang nomor satu di Sumsel itu dan IPL atau ISL belum diputuskan.

Dalam analisa Hendri, munculnya statemen IPL bukan dari gubernur tetapi karena ada pancingan pertanyaan dari wartawan sebelumnya.

"Kita menghormati pak Gubernur, namun keterangan itu karena beliau baru habis rapat kemudian dicecar tentang IPL atau ISL, sehingga kemudian ada wacana yang belum dipahami dengan benar arahnya. Namun apapun itu kami tetap menghormati pak Gubernur dan keputusan kami di ISL akan kami jelaskan secara rinci," urai Hendri.

Disinggung mengenai rapat manajemen dan dewan pembina akan digelar kapan, menurut Hendri masih menunggu Presiden Klub H Dodi Reza Alex yang kini masih menjalani tugas DPR RI di Kanada dan baru pulang pada 2 Desember mendatang.

"Rapat baru kita laksanakan pada 2 Desember, namun sejauh ini kami manajemen tetap mengikuti ISL," jelasnya.

Minggu, 27 November 2011

Kayamba is Back

Kekuatan Sriwijaya FC saat melakoni turnamen segitiga, di Stadion Utama Gelora Bungkarno, 27 November bakal maksimal. Beberapa pemain kunci yang sempat absen dipastikan siap tempur. Salah satunya, Keith Jerome Gumbs.

Pemain kelahiran, Saint Kitts dan Nevis, 11 September 1972 itu mulai bergabung sejak, Kamis (24/11) lalu, setelah sempat absen beberapa minggu. “Kemarin (Kamis, red) Kayamba sudah bergabung, dan tadi pagi (kemarin, red) sudah ikut latihan bersama kami,” kata pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi, kemarin (25/11).

Kayamba sendiri absen, sebelum Laskar Wong Kito berlaga di Inter Island Cup (IIC) II, 10 November lalu. Mantan pemain Happy Valley Hongkong ini harus meninggalkan Ponaryo Astaman dkk lantaran bergabung bersama Timnas Saint Kitts dan Nevis untuk berlaga di kualifikasi Piala Dunia 2014.

Selama perkuat Timnas, pemain berjersey nomor 17 itu harus absen lima laga yang dijalani Sriwijaya. Yakni, melawan Persidafon Dafonsoro dan Pelita Jaya pada laga Inter Island Cup (IIC) II. Kemudian, tiga laga uji coba, yakni melawan Persiba Bantul, kemudian melawan PSS Sleman, dan terakhir melawan Persis Solo. “Pada turnamen segitiga nanti, Kayamba akan kami turunkan,” sambung arsitek asal Solo itu.

Kas melanjutkan, meski baru bergabung, dirinya memastikan Kayamba akan diturunkan full time. “Tenaga Kayamba sangat kami butuhkan. Untuk itu, Kayamba akan tampil full,” lanjutnya. Hadirnya Kayamba pada pertandingan nanti jelas menjadi spirit baru bagi Laskar Sriwijaya. Sebab, selama ini, penyerang berpostur 178 cm itu selalu menjadi motor serangan Sriwijaya.

Selain mempunyai tenaga dan skill di atas rata-rata, Kayamba juga selalu menjadi motivator di lapangan. Jiwa kepemimpinannya yang tinggi, Kayamba selalu dipercaya menjadi kapten tim. Tak hanya itu, Kayamba juga salah satu lumbung gol Laskar Wong Kito. “Mudah-mudahan, hadirnya Kayamba, kami bisa memberikan hasil yang maksimal,” pungkas mantan arsitek SFC U-21 itu.

Nama: Keith Kayamba Gumbs
TTL: Saint Kitts dan Nevis, 11 September 1972
Tinggi: 178 cm
Posisi: Penyerang
Nomor: 17
Karir klub:
Newtown United (1989–1998)
Twente (1996)
Oldham Athletic (1996)
Panionios (1999)
Hull City (2000)
Sturm Graz (2000)
Palmeiras (2001)
San Juan Jabloteh (2001)
Happy Valley (2001–2003)
Sabah FA (2003–2004)
Kitchee (2004–2007)
Sriwijaya FC (2007–Sekarang)

Tim nasional
Saint Kitts dan Nevis (1989–kini)

Matangkan Skuad TIM

Kekuatan Sriwijaya FC (SFC) kembali akan diuji dalam turnamen segitiga yang diikuti Persija Jakarta sebagai tuan rumah dan PSMS Medan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), sore ini.


Bagi Laskar Wong Kito,turnamen yang menggunakan sistem 3x45 menit ini sudah merupakan uji coba pramusim yang kesekian kali.Sebelumnya,mereka telah beberapa kali melakoni uji coba di berbagai ajang seperti Babel Cup,Inter Island Cup, dan serta pertandingan lainnya. Meski begitu,laga uji coba kali ini menurut Pelatih SFC Kas Hartadi sedikit lebih istimewa.Bukan lantaran itu dilaksanakan di stadion terbesar dan termegah di Indonesia.

Namun,karena turnamen ini diikuti dua tim yang sudah memiliki nama besar di kancah sepak bola Tanah Air. Turnamen ini bisa jadi pemanasan terakhir sebelum SFC benar-benar harus serius mempersiapkan diri untuk mengikuti kompetisi sebenarnya.Terlepas hingga saat ini pihak manajemen klub ini belum juga memberikan keputusan secara resmi kompetisi mana yang akan mereka pilih,apakah Indonesian Premier League (IPL) atau Indonesian Super League (ISL).

“Terlepas ke mana pun nanti manajemen memutuskan kami akan bermain di mana,saya rasa pertandingan segitiga menghadapi Persija dan PSMS merupakan salah satu laga penting,” ungkap Kas. “Karena pada kesempatan itu kami bisa mengetahui dan sekaligus menyimpulkan bagaimana persiapan kami terakhir dalam rangka mematangkan komposisi tim dan siapa saja pemain yang akan menjadi tim inti nanti,”lanjutnya.

Pelatih asal Solo ini menjelaskan,secara keseluruhan dirinya melihat kondisi tim sudah siap 100% dan mudah-mudahan bisa main full team.Tapi,dia belum bisa menentukan siapa saja pemain yang akan diturunkan.Mantan Asisten Pelatih Ivan Venkov Kolev ini mengatakan baru akan mengambil keputusan pada saat-saat terakhir sebelum pertandingan. Kas juga mengaku sama sekali tidak membeda-bedakan kedua tim lawan.

Dia lebih memilih memberikan perhatian khusus kepada keduanya.Karena,setiap tim pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. “Sejauh ini saya sudah mempersiapkan dua formasi berbeda untuk menghadapi Persija dan PSMS.Untuk menghadapi PSMS,kami akan mencoba menggunakan formasi 4-4-2.Sementara melawan Persija, formasi yang akan saya terapkan 4-2-3-1. Formasi ini saya pilih dengan harapan kami dapat menguasai lini tengah,”ujarnya.

Kas mengatakan dalam pola 4-4-2 dirinya akan mencoba menerapkan permainan menyerang. Sementara pada skema 4-2-3-1,dirinya akan mencoba memainkan pola permainan dengan mengandalkan serangan balik. Sementara itu,Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri Hendri Zainuddin mengungkapkan pihaknya sangat merestui SFC berlaga di turnamen segitiga.

Apalagi kedua tim yang akan dihadapi merupakan klub yang memiliki pengalaman dan jam terbang tinggi di kancah sepak bola Tanah Air. “Saya rasa banyak pengalaman yang bisa diperoleh oleh para pemain dan tim secara keseluruhan sebelum mereka mengikuti kompetisi yang sebenarnya nanti,”katanya. Pun begitu dengan yang diucapkan salah satu punggawa SFC,yakni Supardi.

Menurut dia,mereka sangat senang bisa melakukan pertandingan menghadapi Persija dan PSMS.”Pemain lainnya juga saya lihat sangat bersemangat untuk berangkat ke Jakarta. Apalagi beberapa waktu kemarin kami sempat down karena latihan terus, tapi belum ada kejelasan mengenai kompetisi.Dengan ikutnya kami di laga pramusim di Jakarta, para pemain kembali bersemangat,” ungkap pemain asal Bangka Belitung ini.

Dalam uji coba kali ini Kas hanya membawa 18 pemain,minus Ilham Jaya Kesuma,dua punggawa timnas U-23 Septia Hadi dan Rifky Deython Mokodompit serta para pemain magang

Sabtu, 26 November 2011

Laskar Wong Kito Bawa 18 Pemain ke Jakarta

Rombongan pemain Sriwijaya FC (SFC) direncanakan bakal segera berangkat ke Jakarta,hari ini. Kepergian ini untuk menghadiri undangan turnamen segitiga yang akan diikuti tuan rumah Persija Jakarta dan PSMS Medan di Stadion Utama Gelora Bung Karno,besok.

Tadinya,Ponaryo Astaman dkk dijadwalkan berangkat,Minggu (27/11).Tapi,karena di Palembang tim besutan Pelatih Kas Hartadi mengalami kesulitan untuk mencari lapangan tempat bertanding,akhirnya diputuskan tim berangkat lebih awal dan mematangkan persiapkan di Ibu Kota. “Kami sulit mencari lapangan.Hari ini saja kami terpaksa kembali menggelar latihan di lapangan futsal dekat Mes Pertiwi.Jadi,karena itu besok siang kami akan berangkat ke Jakarta dengan membawa 18 pemain,”ungkap Pelatih SFC Kas.

Pertandingan segitiga ini yang diikuti Laskar Wong Kitotersebut merupakan acara launchingPersija Jakarta versi Ferry Paulus yang sebelumnya dinyatakan kalah oleh PSSI dalam hal kepemilikan sah terhadap klub berjuluk Macan Kemayoranitu. Laga yang akan dimanfaatkan oleh Kas sebagai ajang uji coba ini rencananya akan diselenggarakan dengan durasi 3x45 menit bagi setiap klub.

Artinya,setiap tim akan menghadapi masing-masing lawannya selama 1x45 menit. Sebelumnya,Ponaryo dkk sudah cukup kenyang menjalani uji coba seperti Kampiun Babel Cup 2011,Inter Island Cup 2011 dan laga uji coba di Solo.Namun, Kas mengaku masih belum puas dengan kinerja anak asuhnya.

Namun,pelatih asal Solo ini mengatakan sudah mulai menemukan bagaimana karakter tim sebenarnya setelah masuknya sejumlah pilar baru seperti Siswanto,Hilton Moreira,Nova Arianto,dan lainnya ke dalam pola permainan. Kas juga yakin para pemain yang baru bergabung seusai membela tugas negara di ajang Pra-Piala Dunia (PPD) seperti Firman Utina,Ferry Rotinsulu,dan Septia Hadi di SEA Games XXVI sudah memiliki cukup waktu istirahat dan siap kembali bermain.

“Tidak ada masalah dengan pemain yang baru bergabung.Saya rasa mereka akan langsung bisa beradaptasi dengan kondisi tim.Karena pola permainan yang diterapkan tidak mengalami perubahan yang signifikan,apalagi tampaknya skema 4-4-2 memang lebih menjanjikan,”ujarnya.

Kamis, 24 November 2011

SFC Belum Bisa Pakai GSJ Hingga Pertengahan Desember

Kondisi rumput di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Sumatera Selatan, yang dalam keadaan rusak membuat Sriwijaya FC dipastikan tidak bisa menggelar pertandingan di Stadion Gelora Jakabaring hingga minggu kedua Desember 2011 mendatang.

"Informasinya begitu. Itu merupakan bagian dari risiko kita menjadi tuan rumah pembukaan dan penutupan. SFC memaklumi itu," jelas Direktur Teknik dan SDM PT SOM, Hendri Zainudin, Rabu (23/11/2011).

Menurut Hendri, meski demikian SFC berharap janji Inasoc untuk memperbaiki kondisi rumput segera diwujudkan. Selain itu SFC juga akan siap memberikan support.

"Kita sudah meminta Sekretrais PT SOM untuk langsung berkomunikasi dan membantu membongkar papan penutup rumput lapangan," jelasnya.

Sementara itu Faisal Mursid mengatakan, hasil komunikasi dengan pihak pengelola GSJ, kondisi rumput bisa cepat diperbaiki, karena prinsipnya rumput bisa cepat tumbuh kembali asalkan akarnya tidak mati. Hasil pemeriksaan terakhir hanya layu saja.

"Tidak butuh waktu lama untuk memperbaikinya," jelas Faisal.

Ditambahkan Hendri, untuk sementara pihaknya akan mencari alternatif lapangan untuk menghadapi pertandingan perdana pada 7 Desember mendatang. Karena SFC akan menghadapi Persib di laga kandang.

Rabu, 23 November 2011

Sriwijaya FC Ikuti Liga Segitiga

Usai mempersiapkan diri dalam training camp di Solo, Sriwijaya FC memastikan mengikuti liga segitiga yang digelar Persija Jakarta versi Ferri Paulus di Jakarta pada 27 November 2011 mendatang.

"Kita pastikan mengikuti kejuaraan itu untuk menambah kekompakan dan jam terbang para pemain," jelas Direktur Teknik dan SDM PT SOM Hendri zainudin, Selasa (22/11).

Menurut Hendri, Liga segitiga ini melinat Persija Jakarta sebagai tuan rumah dan Sriwijaya FC serta PSMS Medan sebagai tim tamu. Seperti diketahui, SFC dan PSMS Medan memastikan diri mengikuti Liga Super Indonesia (LSI).

"Fokus kita laga segitiga ini dan berusaha semaksimalkan mungkin agar memenangi pertandingan, karena penting bagi pemain dan tim untuk meningkatkan kepercayaan diri," urainya.

Selasa, 22 November 2011

Sriwijaya FC Ikuti Liga Segitiga

Usai mempersiapkan diri dalam training camp di Solo, Sriwijaya FC memastikan mengikuti liga segitiga yang digelar Persija Jakarta versi Ferri Paulus di Jakarta pada 27 November 2011 mendatang.

"Kita pastikan mengikuti kejuaraan itu untuk menambah kekompakan dan jam terbang para pemain," jelas Direktur Teknik dan SDM PT SOM Hendri zainudin, Selasa (22/11).

Menurut Hendri, Liga segitiga ini melinat Persija Jakarta sebagai tuan rumah dan Sriwijaya FC serta PSMS Medan sebagai tim tamu. Seperti diketahui, SFC dan PSMS Medan memastikan diri mengikuti Liga Super Indonesia (LSI).

"Fokus kita laga segitiga ini dan berusaha semaksimalkan mungkin agar memenangi pertandingan, karena penting bagi pemain dan tim untuk meningkatkan kepercayaan diri," urainya.

Full Time, Sriwijaya 3-2 Persis Solo

Kick off babak kedua di mulai, Persis Solo mengganti sejumlah pemainnya. Robby Fajar, Asep Winarso, Ade Chandra dan Ari Yuganda di mainkan pelatih Junaidi.

Robby Fajar yang berduet dengan Soller di lini depan membuat serangan Persis Solo lebih hidup. Sejumlah peluang dihadirkan, termasuk peluang mencetak gol dari Robby fajar di menit ke 5 babak kedua.

Menit ke 55, berawal dari pelanggaran yang dilakukan Thiery Gattusei pada Fernando Soller, wasit memberikan tendangan penalti untuk Persis Solo. Eksekusi penalti yang di lakukan Javier Rocha sukses menembus gawang Fery Rotinsulu, skor pun menjadi imbang 1-1.

Serangan bertubi-tubi yang di lakukan lini depan Persis Solo membuat panik lini pertahanan Sriwijaya FC, menit ke 59 , Fernando Soller yang berhasil mengelabuhi Nova Arianto hampir saja membuat Persis Solo unggul.

Namun aksi gemilang Fery Rotinsulu berhasil mementahkan peluang Soller yang tinggal berhadapan dengan kiper Sriwijaya FC tersebut.

Menit ke 68, berawal dari serangan balik yang di lancarkan Sriwijaya FC, akselerasi Siswanto di sisi kanan pertahanan Persis Solo berhasil mengirimkan umpan silang ke depan gawang Persis Solo.

Rizki Novriansyah yang sudah menunggu di depan gawang dengan mudahnya mencocor bola ke gawang Sandi Firmansyah. Skor menjadi 2-1 untuk keunggulan Laskar Wong Kito.

Siswanto benar-benar menjadi mimpi buruk bagi lini pertahanan Persis Solo. Aksinya di menit ke 72 membuat Sandi Firmansyah harus menjatuhkan pemain lincah tersebut yang berakibat penalty untuk tim tamu.

Eksekusi pinalti yang dilakukan Ponaryo Astaman berhasil merobek jala gawang Persis Solo. Skor menjadi 3-1 untuk keunggulan tim Sriwijaya FC.

Meski lebih sering di tekan oleh tim tamu, Persis Solo masih mampu memberikan ancaman lewat serangan balik yang sesekali di lancarkan. Menit ke 89, Akselerasi Robby Fajar dari sisi kiri pertahanan Sriwijaya FC menghasilkan tendangan penalty setelah striker Persis Solo tersebut di jatuhkan di kotak pinalti.

Eksekusi yang dilakukan Affan Lubis sukses memperkecil keunggulan tim tamu. Skor 3-2 untuk kekalahan Persis Solo bertahan hingga peluit panjang di tiup wasit.

Sriwijaya FC Sementara Ungguli Persis Solo

Hingga turun minum, klub Sriwijaya FC Palembang nggul 1-0 atas Persis Solo dalam pertandingan uji coba yang digelar di Stadion Manahan, Solo, Selasa (22/11/2011). Sriwijaya berhasil mencetak satu gol melalui sundulan Rahmat Rivai pada menit ke-13.

Rahmat berhasil memanfaatkan bola muntahan yang ditepis kiper Persis Solo, Sandi Firmansyah, yang berusaha menyelamatkan gawangnya. Sayangnya, bola justru mengarah ke Rahmat yang kemudian menyundulnya dan menggetarkan jala gawang.

Skor 1-0 untuk Sriwijaya FC bertahan hingga wasit meniup peluit tanda istirahat. Persis Solo yang didukung tiga pemain asing belum mampu membalas kekalahannya.

Senin, 21 November 2011

Mencoba Formasi Beda

Menjalani tiga kali laga uji coba, Sriwijaya FC (SFC) masih mencari formasi dan penguasaan teknik pemainnya. Pada dua laga sebelumnya melawan Persidafon Dafonsoro dan Pelita Jaya FC Karawang, Laskar Wong Kito memakai formasi 4-2-3-1.

Sementara, pada laga traning camps (TC) Persiba Bantul,SFC menerapkan formasi yang memasang satu striker di lini depan lapangan kembali digunakan.Formasi yang biasa dipilih para pelatih SFC ini mengharuskan para pemain lebih agresif untuk menyerang. Akan tetapi,dalam dua laga tersebut, skuad SFC bermain dengan kekuatan pemain lapis dua.

Absennya enam pemain inti membuat pelatih SFC Kas Hartadi mencoba meletakkan para pemain pengganti pada posisi yang kosong. Misalnya,posisi penyerang murni Keiyth Kayamba Gumbs yang harus memperkuat timnas negarannya dalam pra piala dunia. Posisi lini depan ini dipercayakan pada pemain anyar SFC musim ini,Rizky Noviansyah. Sementara,Rachmad “Poci”Rivai dipercaya menjadi gelandang jangkar menggantikan posisi seorang Firman Utina.

Tidak cukup itu,di barisan pertahanan belakang lapangan,Kas cendrung mengkolaborasikan kehadiran Thierry Gathuessi,Nova Arianto,Achamd Markus Bahiyar dan Ahmad Jupriyanto. Namun,di balik laga ketiga bersama dengan tuan rumah PS Sleman,Sabtu (19/11),Arsitektur SFC berani mengambil strategi yang sedikit berbeda.Pada laga yang telah diperkuat lima pemain inti SFC yang sebelumnya absen memperkuat timnas,paruh waktu kedua Kas mengambil kebijakan mengganti formasi permainan menjadi 1-4-1-4.Masih dengan nuansa menyerang,sekaligus meminimalisir serangan sayap lawan.

Pergantian formasi ini dilakukan Kas dengan mengganti beberapa pemain.Pada menit ke-55,Rahmad “Poci”Rivai masuk menggantikan posisi pemain Firman Utina.Lima menit kemudian,Kas kembali mengganti Syamsul Chairuddin di lini depan dengan pemain serang yang baru dimiliki SFC Ilham Jayakusuma.Lalu,di menit ke-65,Kas kembali melakukan pergantian pemain di lini depan.Pemain yang biasa diletakkan sebagai sayap kiri Siswanto digantikan Rizky Novaiansyah. Pelatih asal Solo ini mengungkapkan, jika pergantian pilihan formasi di lapangan lebih disesuaikan kondisi dinamika pertandingan.

Saat menghadapi PS Sleman yang memasang dua pemain sayap dan dua pemain penyerang, Kas mengaku harus memakai strategi sedikit berbeda. Pergantian formasi hingga para pemain diakui Kas menjadi bagian dari upaya memaksimalkan laga uji coba.Kas mengaku sengaja berkreasi dengan pilihan formasi dan kemampuan teknis para pemian dengan harapan bisa lebih mematangkan persiapan menghadapi kompetisi musim ini.Pada laga melawan PS Sleman,baik pemain inti dan cadangan, dipercaya untuk menjajal kemampuan lawan.Bahkan,mantan pemain timnas ini optimistis jika pengorganisasian di setiap lini pemain sudah baik.

“Setiap lini dari belakang,depan,dan tengan sudah bagus,memang Sleman bermain disiplin.Tadi pun kita uji formasi baru,1-4-1-4 dan lebih banyak uji coba pemain,termasuk Ilham,”kata Kas.

Sabtu, 19 November 2011

PSS Sleman Tahan Sriwijaya FC 0 - 0

Pada babak kedua, dua kubu masih mempertahankan formasi awal dan belum melakukan pergantian pemain. Selepas turun minum, kubu lawan mencoba mengambil alih permainan. Gempuran demi gempuran diarahkan ke pertahanan PSS Sleman.

Menit 53, kubu Sriwijaya FC melakukan pergantian. Firman Utina keluar digantikan Lim Joon Sik, yang menempati sektor kanan lapangan. Lima menit kemudian, penyerang tuan rumah, Andre Abu Bakar memiliki peluang masuk ke kotak penalti. Namun sayang, pergerakannya masih bisa digagalkan beka lawan di kotak penalti.

Menit 59, Kas Hartadi mengganti samsul dengan Rizky Novriansyah. Kubu lawan ingin menambah daya gedor.

Sedangkan kubu tuan rumah, Widyantoro mengganti Andrid Wibawa, dan memasukkan Nanda Wahyu. PSS Sleman tetap mempertahankan pola, hanya mencari darah baru di sektor kanan lapangan.

Siswanto, yang menempati sektor kanan lapangan, kerap mengirimkan umpan crossing akurat ke jantung pertahanan Elja. Beruntung, Hilton Moreira belum dapat memaksimalkannya menjadi gol.

Pada menit 67, Sriwijaya lagi-lagi memasukkan penyerang. Kali ini Ilham JK masuk menggantikan Siswanto. Praktis ada tiga penyerang di kubu tim tamu.

Dua menit berselang, Sriwijaya memasukkan Nova Ariyanto menggantikan Thierry Gatusi. Kesempatan ujicoba dimanfaatkan semaksimal mungkin bagi Kas Hartadi mencoba pemainnya.

Menit 72, Widyantoro memasukkan Agung Wicaksono menggantikan Andre Abu Bakar. PSS Sleman hanya menyisakan Tri Handoko di barisan serang tim.

Hingga pertandingan berakhir, skor tetap 0-0 tanpa gol.

PSS Tahan Imbang Sriwijaya FC 0-0 di Babak Pertama

Setelah kick-off, Anang Hadi cs langsung menggebrak. Gelandang asli Sleman itu harus dijatuhkan di luar kotak penalti Sriwijaya, lantaran aksinya menyusup pertahanan lawan.

Tendangan bebas yang diambil Lee Soung Young masih melambung di atas gawang Sriwijaya FC.

Kubu tamu membalas lewat Firman Utina. Namun kapten Timnas Senior itu belum mampu mencetak gola, setelah tendangan lemahnya mampu dijinakkan kiper PSS Sleman, Bogi Irawan.

Menit 12, penyerang PSS Sleman Tri Handoko dilanggar bek Sriwijaya FC, Thierry Gatusi, di sisi kanan luar kotak penalti lawan. Namun tendangan bebas yang diambil Agus Purwoko belum berbuah hasil.

Menit 21, Anang Hadi mendapatkan peluang di sisi kiri lapangan. Setelah mendapatkan umpan terobosan, gelandang Elja itu melepaskan tendangan ke arah gawang. Namun sayang, bola masih terlalu pelan dan tidak menjadi masalah bagi Ferry Rotinsulu.

Meski melawan klub sekelas Sriwijaya FC, namun anak asuih Widyantoro tak terlihat gentar. Bahkan, Fachrudin dan kawan-kawan selalu mencoba mengimbangi permainan Firman Utina cs.

Di babak pertama, pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi menurunkan lima pemain Timnas Senior, yakni Ferry Rotinsulu, Firman Utina, Supardi, Mahyadi Panggabean, dan Samsul Haerudin. Hingga akhir babak pertama, PSS Sleman mampu mengimbangi Sriwijaya FC. Skor masih 0-0.

Inilah Skuad Sriwijaya FC Menghadapi PSS Sleman

Meski hanya berlabel laga uji coba, tim Sriwijaya tetap akan menampilkan skuad terbaiknya dalam laga uji coba menghadapi PSS Sleman, Sabtu (19/11/2011) sore, di stadion Maguwoharjo. Laskar Wong Kito, julukan Sriwijaya FC, juga akan menampilkan sejumlah pemain pilarnya yang baru saja membela Timnas di ajang kualifikasi Pra Piala Dunia 2014.

"Kami tetap akan bermain maksimal, karena ini juga merupakan ajang mengukur kemampuan tim," ujar pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi, Jumat (18/11/2011).

Berikut skuad yang dipersiapkan Kas Hartadi untuk meladeni Elang Jawa besok sore.

Penjaga Gawang : Ferry Rotinsulu

Belakang : Jupriyanto, Nova Ariyanto, Thierry Gatusi, Supardi

Tengah : M Ridwan, Ponaryo Astaman, Firman Utina, Rahmad Rivai

Depan : Hilton Moreira, Rizky Novriansyah (*)

REDAM GELANDANG LAWAN

Lini tengah menjadi konsentrasi Pelatih Sriwijaya FC (SFC) saat laga uji coba melawan PSS Sleman di Stadion Manguwoharjo, Sleman Yogyakarta, sore nanti. Kekalahan dalam dua uji coba sebelumnya membuat Laskar Wong Kito tak mau terlena.


PSS menjadi lawan ketiga Laskar Wong Kito dalam tur Jawa yang mereka lakoni.Pada uji coba perdana di Stadion Singaperbangsa, Karawang,Jawa Barat,SFC berhasil menjinakkan Persidafon Dafonsoro dengan skor 3-0.Setelah itu,Ponaryo Astaman dkk dipaksa menyerah dalam drama adu penalti melawan Pelita Jaya FC.

Dari Karawang,SFC kemudian terbang ke Yogyakarta.Di Kota Gudeg ini pasukan Kas Hartadi beruji coba melawan Persiba Bantul di Stadion Sultan Agung,Bantul. Hasilnya,lagi-lagi Laskar Wong Kito menyerah 0-2,lewat tendangan bebas. Nah,tidak mau mengulang kegagalan di laga sebelumnya,Ferry Rotinsulu dkk kini lebih disiapkan menghadapi PSS.

Meski berlabel uji coba,Kas akan memperhatikan fungsi gelandang lawan.Menurut pelatih asal Solo ini,saat menghadapi klub yang memasang dua striker dan dua pemain sayap,salah satu opsi strategi yang lebih baik digunakan dengan mematikan peran dan fungsi dari lini tengah lawan.“Satu cara yang efektif,yakni mewaspadai dan meminimalkan fungsi pemain tengahnya,”ujar Kas,kemarin.

Kas tidak akan banyak melakukan perubahan.Mantan pemain timnas ini masih lebih percaya menempatkan striker tunggal di depan lapangan dan bermain dengan pola 4-2-3-1.Dengan ritme bola pendek dan becermin dengan laga uji coba sebelumnya, striker murni seperti Risky Novarianysah dan Ilham Jayakusuma masih akan dipasang di baris depan lapangan.“Ini laga perdana bagi kami sehingga untuk menilai atau berstrategi lebih banyak juga melihat pengembangan tandingnya,”ujar Kas.

Seolah tidak mau meremehkan,Kas mengungkapkan jika skuad SFC harus membiasakan diri agar tidak menilai lawan tanding hanya dari pengalaman laga atau strategi formasi pemain. Karena,jika menghadapi klub yang belum “bernama” sekalipun,tugas para pemain,yakni mempersiapkan strategi,fisik,dan mental dalam setiap akan berlaga.“Terpenting harus siap dengan siapa pun lawan yang dihadapi,”ujarnya.

Skuad SFC telah diperkuat lima pemain inti yang sempat memperkuat timnas senior. Mereka di antaranya kiper Ferry,M Ridwan, Mahyadi Panggabean,Supardi Nazir,dan Firman Utina.Kas memastikan jika kelima punggawa tersebut dalam kondisi siap diturunkan dalam laga uji coba kali ini.

Dengan kondisi ini,beberapa nama pemain lainnya yang akan dipasangkan Kas guna membentuk kolaborasi apik.Sementara di barisan pertahanan,Kas masih akan memasang Thierry Gathusessi,Ahmad Jupriyanto, Supardi,dan Mahyadi Panggabean. “Sampai dengan latihan pematangan sore kemarin,kami masih bermain di Manahan,Solo,besok baru ke Yogyakarta guna bertanding,”kata pemain depan SFC Rahmad Rivai kepada HATTRICK.

Sementara skuad SFC masih belum lengkap.Terdapat tiga pemain inti yang belum merapat karena masih memperkuat timnas.Mereka di antaranya dua pemain SFC kiper Ricki Mokodompit,bek Septia Hadi,lalu penyerang idola SFC Kieth Kayamba Gumbs yang masih memperkuat timnas negaranya.

Jumat, 18 November 2011

Kekuatan Penuh

Menghadapi tuan rumah PS Sleman di Stadion Manguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (19/11), skuad Sriwijaya FC (SFC) bakal lebih percaya diri. Laskar Wong Kito akan berlaga dengan kekuatan penuh.

Lima pemain SFC yang memperkuat timnas senior,Ferry Rotinsulu,M Ridwan,Mahyadi Panggabean,Supardi, serta Firman Utina sudah kembali bergabung dengan Ponaryo Astaman dkk.Kelima pemain tersebut berpeluang langsung turun sebagai starter.“Besok (hari ini),mereka datang dan langsung bergabung bersama dengan lainnya. Kelimanya akan kami mainkan di laga bersama PSS nanti,”ujar Kas,kemarin.

Kembalinya lima pemain tersebut tentu melegakan.Sebab,tanpa kelimanya,penampilan Laskar Wong Kito di tiga laga uji coba terakhir terlihat meragukan.Meski menang telak 3-0 atas Persidafon Dafonsoro,Ponaryo dkk kemudian kalah penalti melawan Pelita Jaya Indonesia di Stadion Singaperbangsa,Karawang.Mereka juga kalah 0-2 saat menghadapi Persiba Bantul di Stadion Sultan Agung,Bantul.

Meski kalah lewat set piece,tetap saja hasil negatif itu membuat beberapa pihak khawatir. Kekhawatiran muncul karena pemain pelapis yang diharapkan bisa tampil bagus justru kurang begitu memuaskan. Penampilan Rizky Novriansyah, misalnya,jauh dari memuaskan. Diharapkan bisa menjadi tumpuan utama di lini depan SFC,Rizky tak bisa memberikan kontribusi maksimal.

Rahmat ‘Poci’ Rivai juga mengaku belum nyaman menggantikan posisi Firman. Kas sendiri tetap akan menggunakan 4-2-3-1.Strategi yang sering dipakai SFC dalam menghadapi berbagai pertandingan sebelumnya.Mantan pemain timnas Indonesia ini pun lebih optimis jika berstrategi menyerang akan lebih mumpuni dengan kemampuan para pemain inti yang lengkap.

Kendati belum mau memberikan siapa nama para pemain yang akan diturunkan,Kas mengatakan beberapa nama pemain skuad SFC yang akan dipasangkan dalam laga bersama dengan PS Sleman.Di barisan depan,Kas masih menyebut nama Rizky,Poci,Siswanto, Firman,Hilton Moreira,dan Ponaryo.

Lalu,selanjutnya akan dipasangkan M Ridwan,Mahyadi,Thierry Gathuessi, Ahmad Jupriyanto,Nova Arianto, dan Achmad Markus Bahtiar. Kendati memasang formasi yang dianggap lengkap,Kas masih memastikan tidak menutup kemungkinan akan ada pemain cadangan yang akan dipasang untuk menggantikan. Karena para pemain yang diturunkan,dipastikan Kas,merupakan para pemain dengan kondisi fisik dan siap bertanding.

“Mungkin juga ada pemain cadangan.Kita lihat perkembangan permainanlah,”kata Kas. Kas optimistis Ponaryo dkk akan lebih baik dari dua laga sebelumnya.“Artinya, tidak menggunakan pemain lapis. Mereka pemain inti,yang kondisi fisiknya siap bermain.Karena itu,kami turunkan dalam laga uji coba kali ini,” tandas Kas. Sementara itu,skuad SFC masih memusatkan diri berlatih di Solo dengan jadwal latihan sore di Stadion Mahanan, Solo.

“Kami masih di Solo.Pada hari pertandingan,Sabtu,barulah skuad SFC menuju Sleman, Yogyakarta,”ucap pemain belakang SFC Bahtiar,kemarin. Dari Yogyakarta, Pelatih PSS Widyantoro terkesan merendah.Dia menyebut kekuatan SFC jauh di atas PSS.“Mereka kantim bagus di Indonesia.Jadi,anggap saja ini pembelajaran buat pemain,”ujar Widyantoro.

Kamis, 17 November 2011

Poci Belum Nyaman

Pelatih Sriwijaya FC (SFC) Kas Hartadi menegaskan tetap akan menggunakan formasi 4-3-3 pada musim kompetisi mendatang. Formasi yang membuat posisi Rachmat ‘Poci’ Rivai menjadi bergeser ke tengah menggantikan Firman Utina.

Dalam beberapa tiga laga uji coba sebelumnya,Kas memang menempatkan Poci mengisi lini yang ditinggalkan Firman karena memperkuat timnas.Kas lebih suka memasang Risky Novriansyah sebagai target man,yang ditopang Hilton Moreira dan Siswanto. Imbasnya,Poci harus turun ke belakang bersama dengan Syamsul Chaeruddin dan Ponaryo Astaman. Masalahnya,Poci belum sepenuhnya merasa nyaman menggantikan posisi Firman.

“Dua kali bertanding,saya di posisi tengah. Jika ditanya kenapa hasilnya belum maksimal,ya,karena saya belum beradaptasi dengan posisi itu,”kata Poci,yang tercatat belum pernah mencetak gol bagi SFC dalam dua laga uji coba,kemarin. Selain itu,Poci mengakui jika formasi pemain yang diturunkan pun belum mampu dikenalnya.Dia juga merasa belum menyatu betul dengan Siswanto dan Hilton.

“Masih butuh adaptasi saja sebetulnya,”tambah mantan pemain Persipura Jayapura itu. Kendati demikian,Poci menilai kegagalan pertandingan bersama dengan Persiba Bantul,Rabu (15/11),juga lebih karena kontrol emosi para pemain yang rendah. Pertandingan yang berlangsung sangat ketat mengharuskan beberapa pemain bermain keras.Tak urung pemain belakang SFC Bachtiar juga mendapatkan kartu merah.

Namun, Bachtiar menilai aksi bermain keras para pemain karena terprovokasi. “Emosi wajar,karena masih muda,”kata pemain lapis bek SFC ini polos. Bachtiar yang diturunkan pada kedua laga mengatakan,jika permainan SFC saat melawan Persiba mengalami penurunan dibandingkan pada waktu bentrok menghadapi Pelita Jaya FC.“Ini kanbaru laga uji coba, tentu banyak pelajaran yang diperoleh guna memperbaiki performa pemain,”tandasnya.

Seusai melawan Persiba,SFC masih akan berada di Solo.Laskar Wong Kitoakan menggelar latihan rutin di Stadion Manahan Solo. “Untuk selanjutnya,kami latihan di Manahan. Tapi,lebih fokus memperbaiki fisik, mental dan kedewasaan bermain,”ujar Kas Pelatih asal Solo ini memastikan dalam latihan tiga hari berikutnya pemain akan mendapat latihan fisik dan mental.

Kalah dalam dua laga uji coba,membuat SFC harus berlatih lebih keras.Sebab,laga uji coba menjadi kesempatan bagi setiap klub dalam menguji kemampuan teknis,fisik dan mental pemain. Memasang para pemain lapis,diakui mantan pemain nasional ini,harus ditopang dengan strategi permainan yang lebih masif. “Laga uji coba di pulau Jawa ini menjadi momen bagi para pemain juga merasakan dan beradaptasi pada suasana tampil di kandang lawan,”pungkas Kas.

Rabu, 16 November 2011

AURA KOMPETISI

Pelajaran penting dikantongi pemain Sriwijaya FC (SFC) saat menjalani laga uji coba melawan Persiba Bantul di Stadion Sultan Agung, Bantul, kemarin sore. SFC kalah lewat gol wing back Anwaruddin menit ke-78 dan ke-83.

Meski kalah 0-2,SFC mendapat aura kompetisi yang sebenarnya.Apalagi, Bachtiar harus mendapat kartu merah. Pelatih SFC Kas Hartadi menilai timnya bermain tidak terlalu jelek. Ponaryo Astaman dkksudah tampil baik. Organisasi permainan juga mulai menjanjikan dibanding ketika melawan Pelita Jaya FC di uji coba sebelumnya.“Dua gol berasal dari tendangan bebas yang berada di dekat kotak penalti.Artinya, bukan dari skema permainan,”ujar Kas kepada HATTRICK,kemarin.

Sebaliknya,mantan pemain timnas Indonesia ini lebih menyoroti pada emosi pemainnya yang sangat labil.Ponaryo dkk dianggap mudah terprovokasi lawan sehingga permainan tidak berkembang karena emosi yang didulukan. “Pertandingan memang berlangsung keras.Wasit juga beberapa kali membuat keputusan yang kurang tepat sehingga pertandingan agak sedikit keras,”tandas Kas.

Namun,lanjut dia,ada sisi positif dari laga yang berjalan dengan keras itu.Salah satunya didapatnya aura kompetisi sehingga sebagai pelatih dia bisa segera mengevaluasi pemainnya. Salah satunya terkait emosi pemain. “Emosi harus dikendalikan.Karena, dalam beberapa laga,emosi membuat kami rugi.

Dua pelanggaran di dekat penalti membuat kami kebobolan.Atau juga saat melawan Pelita,kemenangan di depan mata hilang,hanya karena pemain tidak bisa menahan emosi sehingga melakukan pelanggaran di kotak penalti,”ujarnya. Laga kemarin memang ekstrakeras. Beberapa ketegangan terjadi antara pemain kedua tim.Kontak fisik ringan sempat terlihat terjadi antara kedua pihak.Beruntung, ketegangan tak sampai berlanjut dengan kontak fisik lebih luas sehingga laga kembali bisa dilanjutkan.

Memasuki paruh kedua,permainan masih berlangsung dalam tempo tinggi.Ketegangan kedua tim kembali terulang akibat pelanggaran keras baik oleh tuan rumah maupun tim tamu.Walhasil laga kedua tim lebih banyak terhenti akibat insiden ini. Penonton sempat riuh saat salah satu pemain SFC Bachtiar diganjar kartu merah.

Namun,SFC tetap bermain dengan 11 pemain karena Kas Hartadi memasukkan Rendy Siregar sebagai penggantinya.Kontan aksi ini mendapat protes penonton yang hadir di Stadion Sultan Agung. Protes mereda setelah panpel mengumumkan kesepakatan yang dibuat kedua pihak sebelum laga.Di mana pemain yang terkena kartu merah masih dapat digantikan pemain lain karena laga hanya bersifat uji coba.

Kejadian terulang saat Arwin Rabdha diganjar kartu merah.Penonton ingin agar pemain bernomor 23 ini tidak keluar lapangan dan tetap melanjutkan permainan. Namun,Pelatih Persiba M Basri menggantinya dengan Patrik Domal. Pelatih Persiba M Basri mengatakan, lini depan Persiba terlalu banyak membuang peluang.Meski begitu,dia menilai uji coba ini cukup bermanfaat karena mampu memperlihatkan kelemahan serius dalam skuad asuhannya.“Kami akan fokus untuk membenahi ketajaman lini depan,”kata Basri.

Selasa, 15 November 2011

Masih Percaya 4 - 2 - 3 - 1

Kekuatan Sriwijaya FC (SFC) akan kembali diuji. Setelah menjalani laga pemanasan melawan Pelita Jaya FC dan Persidafon Dafonsoro, pasukan Kas Hartadi akan melawan Persiba Bantul di Stadion Sultan Agung, siang nanti.

Melawan tim debutan Liga Pro I,Laskar Wong Kito tetap akan tampil menyerang dengan formasi 4-2-3-1.Meski pada saat melawan Pelita,formasi ini kurang terlihat menggigit. Sebab,dengan formasi ini,Kas berharap ada keseimbangan antara bertahan dan menyerang. Karena dengan komposisi ini, SFC akan memiliki empat pemain di pertahanan lawan,saat menyerang,dan lima pemain tengah yang ketika kehilangan bola.

“Jadwal dan lokasi main mengalami perubahan sedikit.Bagaimanapun Sriwijaya sudah melakukan pematangan fisik.Kami akan tetap bermain menyerang,”ujar Kas kemarin. Komposisi pemain yang diturunkan pun tidak berbeda jauh dengan list yang dimainkan pada pertandingan kompetisi pra musim di Karawang,pekan lalu.

Sebagai penyerang tunggal,SFC akan memasang Risky Novriansyah.Lini tengah,terutama kiri lapangan,pemain sayap yang berhasil mencetak gol pada pekan lalu,Siswanto, berkolaborasi bersama dua pemain lainnya, Hilton Moreira dan Rahmad “Poci”Rivai. Sama,Poci kali ini pun diharapkan mampu menggantikan posisi gelandang Firman Utina.

Ketiga gelandang ini diharapkan mampu berperan aktif mengingat tuan rumah Persiba diperkirakan hanya memasang pemain yang sebenarnya gelandang bertahan, tapi dipaksa ke belakang menahan serangan dan mendampingi dua pemain lainnya. Sementara,top skor SFC di laga uji coba Karawang lalu,Hilton Moreira masih dipuji karena gerakan lincahnya dalam setiap lini.

Kali ini pemain berpola menyerang ini diharapkan mampu menyumbangkan gol-gol untuk SFC.Dengan kondisi ini,diakui Kas, cukup memberikan sumbangsih strategis akan ritme pemainan bola cepat para pemain depan. Di lini ini pula,Kas berharap para pemain mampu melakukan pengembangan teknis dan kemampuan bermain serang.“Di laga kompetisi kemarin,gerakan aktif ketiga pemain depan ini sangat baik,”puji Kas.

Sebagai penyeimbang,Kas percaya memasang pemain dari Korea Lim Jun Sik dan Ponaryo Astaman sebagai gelandang jangkar diharapkan akan mampu bergerak lebih depan membantu lambung-lambung bola serangan.Dengan begitu,kolaborasi apik Poci-Hilton- Rizky,Ponaryo-Siswanto- Risky,atau Ponaryo-Poci-Risky juga diharapkan lebih matang.

Merasa tidak cukup puas dengan memperkuat serangan,Kas memastikan bagian pertahanan SFC akan memasang Thieery Gathusessi,Ahmad Juprianto,Nova Arianto,dan Rendi Siregar. Mantan pemain PS Makassar,Rendi,yang lebih mampu bergerak ke depan,juga dapat mendukung bola serangan,termasuk menghentikan laju penyerangan lawan.“Pemain yang diturunkan di TC tidak jauh beda seperti di turnamen kemarin,”ujar Kas.

Sama halnya dengan lawan mainnya,kali ini Persiba juga harus melewati laga TC bersama SFC,tanpa pemain center bek,Wahyu Wijiastanto,lantaran membela Timnas senior. Sementara,pemain belakang lainnya, Slamet Widodo,masih mengalami cedera. Sementara itu,Poci mengungkapkan sudah siap saat tampil melawan Persiba.Menurut dia,setelah melewati tahap latihan di Palembang dan saat ini,memusatkan latihan di Solo,menjadi kesempatan yang baik dalam mengembangkan teknis dan fisik.

Berlaga bersama dengan Persiba Bantul, peluang untuk meningkatkan sinkronitas para pemain SFC.“Dalam setiap laga,seluruh pemain diharapkan siap bertanding. Apalagi tadi sudah dalam tahap latihan pematangan,”pungkasnya

Jumat, 11 November 2011

SFC BELUM MEMUASKAN

Laju Sriwijaya FC pada laga segitiga di Stadion Singaperbangsa, Karawang, Jawa Barat, terhenti. Laskar Wong Kito gagal melangkah ke semifinal setelah kalah lewat adu drama penalti dari Pelita Jaya Karawang. Selain itu, penampilan SFC juga belum memuaskan.

Laskar Wong Kito sebenarnya memberikan harapan besar saat di laga perdana melawan Persidafon Dafonsoro dengan skor telak 3-0.Kemenangan pasukan Ka Hartadi ditentukan melalui gol Siswanto,Hilton Moreira dan M Sobran. Hanya saja,penampilan Ponaryo Astaman dkk belum memuaskan.Para pemain masih sering salah koordinasi. Mereka juga kurang sempurna saat mengalirkan serangan.

Gol yang terjadi, lebih karena kualitas para pemain Persidafon memang berada di bawah SFC. Di laga kedua,tepatnya saat menghadapi Pelita Jaya,Laskar Wong Kito,SFC sebenarnya tampil agak sedikit lebih baik.Tapi,lagi-lagi,keunggulan yang sempat diciptakan SFC lebih karena kualitas individu seorang Hilton. Lihat saja gol pertama yang dicetak Hilton.Memanfaatkan tendangan bebas kapten Ponaryo Astaman,Hilton yang lolos dari jebakan offside leluasa mengarahkan bola ke dalam gawang dengan kepalanya.

Atau gol kedua yang diciptakan juga karena aksi individu mantan pemain Persib Bandung itu. Masalahnya,keunggulan dua gol itu justru membuat SFC menjadi puas. Mereka kemudian terlihat lebih banyak bertahan sehingga memberi ruang pada Safe Salii dkk melancarkan serangan. Imbasnya,pada pemain impor Alexandra Bajevki berhasil membuat Pelita memperkecil ketinggalan.

Puncaknya, adalah kesalahan pada menit ke-45, setelah gelandang Syamsul Chaeruddin justru melakukan tindakan fatal dengan mengganjal Bajevki di petak penalti. Tindakan itu kemudian diganjar dengan penalti oleh wasit.Safe yang ditunjuk sebagai eksekutor berhasil menjalankan tugas dengan baik. Laga kemudian harus dilanjutkan lewat adu penalti,karena kedua tim memiliki nilai sama sebab di laga sebelumnya,mereka mengalahkan Persidafon 2-1.

Di adu tos-tosan inilah SFC harus mengakui keunggulan Pelita.Dua penendang Laskar Wong Kito,Hilton Moreira dan Thierry Gathuessi gagal menjalankan tugas dengan baik.Padahal Rahmad Rivai,Risky Novriansah,Nova Arianto,Ponaryo Astaman,Ahmad Jufriyanto,Lim Joon Sik berhasil melakukan eksekusi dengan sempurna. Namun,Pelatih SFC Kas Hartadi menilai permainan para anak asuh dalam laga uji coba hanya kurang beruntung dalam mencetak penalti.

Dia mengatakan,penampilan anak asuhnya sudah maksimal dalam setiap lini.“Saya menilai pemain sudah optimal dan baik. Hal ini lebih pada keberuntungan mencetak penalti saja,”kata Kas. Pelatih asal Solo ini beranggapan pupus dalam laga uji coba musim ini juga disebabkan karena skuad SFC yang diturunkan hanya merupakan pemain lapis kedua.Sehingga tidak mampu memberikan penampilan terbaik.

“Selain itu,pemain yang turun juga tidak lengkap,”katanya.Namun Kas menjanjikan akan segera melakukan pembenahan terhadap semua lini di skuad SFC mendatang,terutama dalam uji laga di Solo.”Saya akan perbaiki dan evaluasi di semua lini,”pungkasnya.

Kamis, 10 November 2011

Pasukan Sriwijaya FC Siap Tempur

Sore ini (10/11), Sriwijaya FC (SFC) akan menghadapi laga perdana, dalam kompeteisi pra-musim di Stadion Singaperbangsa Karawang. SFC mengaku siap tempur dalam laga uji coba ini.

Laga uji coba dengan sistem paruh waktu, membuat Ilham Jayakesuma dkk akan bermain 45 menit pertama melawan klub Pelita Jaya FC dan 45 menit berikutnya menghadapi klub asal Papua,Persidafon Dafonsoro. Tanpa lima pemain inti yang memperkuat timnas,Arsitek SFC,Kas Hartadi memastikan jika para anak asuhnya akan tetap bermain menyerang menghadapi kekuatan lawan.

Tidak ada perbedaan mendasar dengan strategi yang akan diterapkan dalam menghadapi dua klub lawannya itu. Hampir sama seperti sebelumnya,SFC akan lebih memilih strategi 4-3-3 dengan pengembangan pola 4-2-3-1.Namun pelatih asal Solo ini beranggapan,pada laga uji coba segitiga ini,mobilitas pemain sangat diharapkan. Kas,akan memasang stiker murni yang masih ayar di skuad SFC,Rizky Novriansyah.

Mantan pemain Persijap Jepara ini diharapkan mampu menjadi tumpuan Laskar Wong Kito di lini depan. Kapasitas Rizky mumpuni.Pergerakan cepat serta tajam di kotak penalti lawan.Di saat penyerang inti,Keith Kayamba Gumb absen,Rizky adalah andalan dalam laga uji coba kali ini. Kas juga menyebut nama Rahmat “Poci” Rivai,Siswanto dan Hilton Moreira juga akan menjadi andalan.

Hilton,dikatakan Kas,memiliki permainan yang cepat dan lincah.Hilton yang dapat bermain di berbagai posisi itu,juga diharapkan dapat berkolaborasi menjadi penyerang bersama dengan Rizky Novrianyah. Sementara itu,Kas mengungkapkan, Poci akan diplot menggantikan posisi Firman Utina di tengah hanya saja dia akan ditugaskan membuka daerah kanan lapangan.

Lalu,di barisan tengah SFC, terdapat dua pemain yakni Lim Jun Sik bertahan dan Ponaryo Astaman sebagai gelandang jangkar. Untuk posisi gelandang tengah cukup bagus.Kolaborasi Ponaryo dan Lim diminta akan membuat solid barisan tengah.Lim dikenal dengan gelandang bertahan sementara Ponaryo diharapkan bisa membantu serangan. Di barisan pertahanan,terdapat empat pilar kokoh diantaranya,Ahmad Jupriyanto, Thierry Gathuessi,Nova Arianto dan Rendi Siregar.

Posisi tiga pemain bek pertama ini menjadi tumpuan lini belakang dalam menahan stiker lawan.Sedangkan Rendi Siregar diharapkan bisa menyuplai aliran bola dari sayap kiri. Dalam menghadapi laga pertama dengan Pelita Jaya FC yang biasa bermain dengan pola 4-4-2 yang mengandalkan dua pemain sayap,diperkirakan permainan Laskar Wong Kito akan beradu di lini tengah.

Sehingga,Rizky Nofriansyah dkk diharapkan bermain disiplin dalam penyerangan dan bertahan.”Melawan Pelita,SFC harus bermain keras.Sementera belum adanya pengalaman bersama Persidafon,pemain masuh harus disiplin,” ungkap Kas.

Di kubu lawan Pelita akan bermain tidak dengan skuad lengkap.Mereka dipaksa bermain tanpa empat pemain inti, diantaranya pemain gelandang Egi Melgiansyah,Joko Sasongko,Dedi Kusnandar dan Abdulrahman.Keempat pemain memperkuat timnas U-23.

Rabu, 09 November 2011

SFC Adaptasi Lapangan Stadion Singaperbangsa

Bertanding di hari kedua laga uji coba tidak membuat Ilham Jayakesuma dkk berdiam diri. Sembari menunggu jadwal pertandingan menghadapi Pelita Jaya dan Persidafon Dafonsoro, Laskar Wong Kito sudah mulai menjajal Stadion Singaperbangsa,Karawang.

Stadion yang berada di kabupaten Karawang, Jawa Barat, menjadi tempat pertemuan laga uji coba segitiga itu. Karena baru pertama kali tampil di Singaperbangsa,Kas memutuskan mengagendakan coba lapangan agar pemainnya bisa beradaptasi.“Kami jadwalkan sedikit latihan,kemungkinan di pagi hari besok (hari ini),” ujar Kas,kemarin.

Pelatih asal Solo ini mengungkapkan, seluruh anak asuhnya telah berada di Karawang, Jawa Barat, saat pembukaan uji laga kemarin. Skuad SFC telah bersiap menghadapi laga melawan klub Pelita Jaya dan Persidafon. Baik dari manajemen maupun pelatih berharap permainan SFC dapat lebih maksimal.“Coba uji lapangan sebentar agar bisa main maksimal besok,” katanya.

Didominasi pemain lapis kedua, diakui Kas, Ilham dkk harus menggelar latihan bersama. Selain mengenal medan pertandingan Stadion Singaperbangsa, latihan juga makin memperkuat teknik permainan, terutama beberapa pemain anyar SFC.“Laga uji coba ini baik guna menguji kemampuan pemain.Sebelum bermain dalam laga, lapangan juga perlu dicoba,”ujar Kas.

Selain itu, bermain di kandang lawan, arsitek SFC itu berkewajiban mengoptimalkan mental para pemain.Para suporter Pelita yang cukup fanatik membuat Kas harus mampu membangkitkan semangat bermain.Apalagi dalam laga uji coba itu, Ilham dkk tidak dilengkapi lima pemain inti. Sementara itu, pemain tengah SFC, Rahmat ‘Poci’ mengungkapkan latihan dalam menghadapi uji laga menjadi kesempatan dalam memaksimalkan persiapan menghadapi uji laga mendatang.

“Penting juga mengenal lapangan selain memaksimalkan persiapan teknis dan mental pemain dalam menghadapi laga. Besok (hari ini) kami mulai mencoba lapangan,” kata Poci yang kemungkinan akan turun sebagai starter dalam dua laga uji coba nanti.

REALISTIS PAKAI 4-3-3

Duel uji coba melawan Pelita Jaya FC dan Persidafon Dafonsoro di depan mata. Bertempat di Stadion Singaperbangsa, Karawang, pasukan Sriwijaya FC (SFC) akan melawan Pelita di laga perdana, besok.

Meski begitu,Pelatih SFC Kas Hartadi belum sepenuhnya membuka formasi,strategi,dan komposisi pemain yang akan diturunkan.“Semuanya baru saya putuskan besok.Sekarang masih dalam tahap pematangan,”kata Kas kepada HATTRICK, kemarin. Kas boleh saja belum mau membuka strategi atau komposisi yang akan dipakai.Tapi, kemungkinan besar,Kas memilih menggunakan formasi 4-3-3.

Pilihan ini lebih realistis mengingat kondisi dan ambisi yang ingin dibangun SFC. Selain ingin menyuguhkan sepak bola menyerang, Kas juga mengalami krisis pemain di sektor sayap seiring dipanggilnya M Ridwan.Ketiadaan M membuat pelatih asal Solo itu tak punya banyak pilihan di pos winger.

Stok melimpah justru terlihat di barisan gelandang. Ada Ponaryo Astaman, Syamsul Cheruddin, dan Hilton Moreira.Lini depan pilihan juga cukup terbuka.Di luar nama Ilham Jayakesuma,Kas ada opsi pada nama Rizki Novriansyah dan Rahmat ‘Poci’ Rivai. Dengan komposisi itu,skema 4-3-3 menjadi pilihan yang realistis.Setidaknya,untuk lini tengah,ada dua kombinasi yang dipilih. Menempatkan duet Syamsul-Ponaryo-Poci, atau Syamsul-Ponaryo-Hilton.

Tapi,merunut kebiasaan,terbuka peluang kombinasinya adalah Syamsul-Ponaryodan Poci.Poci menempati posisi yang ditinggalkan Firman Utina.Sedangkan,Syamsul dan Ponaryo sebagai gelandang jangkar. Sementara,Hilton lebih cocok digeser ke depan,menemani Ilham yang kemungkinan tampil sebagai striker utama.Hilton akan dipasang agak melebar ke kiri,sedangkan di kanan masih ada Siswanto.

“Belum ada winger tidak membuat SFC lemah.SFC akan optimalkan pemain yang ada.SFC kemungkinan akan tetap main tanpa winger sampai kompetisi kedua nanti,” ujar Kas kemarin. Kas mengakui pemain yang berperan sebagai winger sangat membantu ritme bermain SFC yang dikenal dengan permainan cepat.“Semua tergantung keputusan manajemen,apakah akan masih bertahan tanpa winger atau akan merekrut,”kata Kas.

Dia berharap Ponaryo dkk dapat lebih disiplin dalam bertahan.Sebab,mereka dipadati pemain naturalisasi seperti Diego Michels,Ruben Wuarnabaran, dan Jhon van Beukering.Klub asal Jawa Barat ini merupakan lawan yang cukup tangguh. Selain itu,serangan striker tim nasional Malaysia Safee Sali juga bisa membuat Ahmad Jupriyanto dkk bekerja keras.“Semua pemain dalam posisi manapun harus bermain baik dan dispilin,”tandas Kas.

Melawan Laskar Wong Kito,Pelita juga mengalami nasib yang sama.Mereka dipaksa bermain tanpa empat pemain inti,di antaranya pemain gelandang Egi Melgiansyah yang tengah memperkuat timnas U-23. Lalu,tiga pemain lainnya,yakni dua pemain gelandang Joko Sasongko dan Dedi Kusnandar ditambah pemain bek,Abdulrahman yang juga memperkuat timnas U-23.

Selasa, 08 November 2011

SFC BAKAL MENYERANG

Pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi menyiapkan strategi menyerang pada dua laga uji coba yang direncanakan. SFC bakal tampil pada uji coba yang diikuti Pelita Jaya Karawang dan Persidafon Dafonsoro.

Uji coba segitiga ini bakal mempertemukan keseluruhan tim. Persidafon dan Pelita bertanding dahulu,baru setelah itu SFC bakal melawan keduanya.Kas mengatakan telah menyiapkan strategi menyerang menghadapi dua lawan tersebut. ”Tidak ada alasan bagi kami untuk tampil bertahan pada uji coba tersebut. Kami akan berusaha tampil menyerang meski belum tahu kekuatan lawan,” ungkap Kas.

Menghadapi Persidafon merupakan pengalaman perdana.Saat ini,klub asal Jayapura itu diperkuat dengan 28 pemain,juga tanpa kehadiran satu pemain depan Patrick Wanggai yang tengah memperkuat timnas. “Karena belum pernah bertanding sehingga belum tahu benar kekuatannya,”kata Kas. Setelah melawan Persidafon,lawan tanding SFC berikutnya adalah Pelita Jaya.Pelita Jaya tanpa empat pemain inti.

Mereka adalah Egi Melgiansyah, Joko Sasongko,Dedi Kusandar,dan Abdulrahman. Mereka memperkuat timnas U-23. Kas menyatakan akan memaksimalkan peran gelandang anyar SFC Hilton Moreira dalam sepak bola menyerang yang bakal dijalankannya. Hilton yang lincah dan energik diharapkan menciptakan gelombang serang yang tanpa henti.

”Saat latihan,Hilton bermain sangat baik.Dia gerak lincah dan diharapkan dapat berperan di lini depan,”ujar Kas. Pelatih asal Solo ini mengatakan,Hilton diharapkan mampu menjadi dirigen dalam memainkan ritme permainan bola cepat bersama dengan para pemain lainnya. ”Hilton bisa bermain di berbagai posisi.Tapi,dia ideal di posisi tengah yang mengarah ke depan,”katanya.

Dengan potensi kolaborasi Hilton dkk, Kas optimistis lebih mampu mengoyak pertahanan belakang lawan saat berhadapan pada laga uji coba di Stadiun Singaperbangsa,Karawang, Jawa Barat. Pada laga uji coba,SFC akan bermain setengah permainan (1x45 menit) bersama Pelita Jaya.Lalu,45 menit kedua,SFC menghadapi Persidafon.

Sebelumnya,Pelita Jaya akan menghadapi Persidafon. Kas mengatakan,laga uji coba kali ini menjadi momen yang sangat baik guna menguji kemampuan para pemain. Momen uji coba ini juga menjadi kesempatan para pelapis unjuk gigi. Absennya lima pemain,mulai dari penjaga gawang Ferry Rotinsulu,bek Mahyadi Panggabean,dan M Ridwan ditambah striker utama SFC Keith Kayamba Gumbs yang memenuhi panggilan negaranya memberikan kesempatan bagi lima pemain magang.

Pemain magang seperti kiper muda Tri Hamdani Goentara,dua pemain gelandang Ruly Saputera dan Khairul Huda,penyerang,Rizky Dwi Ramdhani, serta Darwin memiliki peluang untuk menunjukkan kemampuannya.

Laskar Wong Kito Telah Merapat ke Karawang

Menghadapi laga uji coba yang akan dibuka hari ini,skuad Sriwijaya FC (SFC) dikabarkan telah merapat ke Kabupaten Karawang,Jawa Barat, bertepatan dengan hari pembukaan.

Bermain di hari kedua tidak membuat Ilham Jayakesuma dkk memolorkan jadwal kedatangan.Laskar Wong Kito—julukan SFC—akan bermain satu babak (1x45 menit) melawan Pelita Jaya dan Persidafon Dafonsoro.Pelita Jaya akan bermain menghadapi Persidafon pada laga pertama. ”Dijadwalkan 8 November seluruh pemain sudah berada di Karawang,baru 10 November SFC akan bermain”ujar Pelatih Kas Hartadi,kemarin.

Kas membawa 28 pemain pada laga uji coba ini. Pada laga uji coba ini,SFC tidak akan diperkuat lima pemain inti.Mereka adalah penjaga gawang Ferry Rotinsulu,pemain bek Mahyadi Panggabean,dan M Ridwan ditambah striker utama SFC Keith Kayamba Gumbs guna memenuhi panggilan negaranya.

Tak tampilnya lima pilar inti memberikan kesempatan bagi lima pemain magang,yakni kiper muda Tri Hamdani Goentara,dua pemain gelandang Ruly Saputera dan Khairul Huda,pemain penyerang,Rizky Dwi Ramdhani,serta Darwin.Kas berjanji akan memberikan kesempatan para pemain magang.”Baik pemain inti hingga magang bisa dioptimalkan dalam laga.Pemain magang juga punya kesempatan,”ujarnya.

Hingga kemarin pelatih asal Solo tersebut belum bersedia memberikan bocoran strategi dan siapa pemain yang diturunkan. Sementara itu,pemain lini depan SFC Rahmad ‘Poci’ Rivai,menyatakan siap dalam berbagai laga uji coba.Bagi dia, kesiapan permainan,baik fisik,mental dan teknis menjadi penting dalam bertanding. “Saya siap bermain pada laga uji coba. Sesuai jadwal,tanggal 8 November,kami sudah di Karawang,”katanya.

Senin, 07 November 2011

Indonesia Bantai Kamboja Setengah Lusin Gol

Indonesia tampil sempurna dalam debutnya di SEA Games XXVI, Senin, 7 November 2011. Bertemu Kamboja pada penyisihan Grup A di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Tim Merah Putih mampu unggul telak 6-0.

Di babak pertama Indonesia sudah menyarangkan empat gol ke gawang Kamboja. Keempat gol ini lahir dari striker Patrich Wanggai menit 28 dan 30, Titus Bonai pada menit ke-28 dan Gunawan Dwi Cahyo pada menit ke-34.

Unggul 4-0 di babak pertama, pertahanan Indonesia sempat lengah di awal babak kedua. Akibatnya, gawang timnas U-23 beberapa kali berada dalam tekanan. Beruntung bola masih belum mampu bersarang di gawang Kurnia Meiga.

Kamboja lebih berani tampil menyerang. Namun tekanan demi tekanan yang dilancarkan masih mampu dihalau oleh pemain-pemain bertahan Indonesia yang kawan Gunawan Dwi Cahyo cs.

Pada menit 63, striker Patrich Wanggai nyaris menjebol gawang Kamboja. Sayang tendangan kerasnya dari luar kotak penalti masih melebar di sisi kiri gawang Kamboja.

Memasuki pertahanan babak kedua, tempo permainan mulai menurun. Serangan-serangan yang dilancarkan Indonesia ke lini pertahanan Kamboja juga tidak segencar babak I.

Pada menit ke-79, gelandang Indonesia, Egi Melgiansyah nyaris menjebol gawang Kamboja lewat tendangan keras dari luar kotak penalti. Sayang bola yang sudah lepas dari jangkauan kiper Sou Yaty masih membentur mistar gawang.

Indonesia akhirnya menjebol gawang Kamboja untuk kali kelima pada menit ke-80 lewat Andik Vermansyah. Pemain yang masuk menggantikan Ferdinand Sinaga tersebut mampu mengecoh kiper Sou Yaty sekaligus membawa Indonesia unggul 5-0.

Pada menit ke-81, giliran Ramdani Lestaluhu yang menjebol gawang Kamboja. Memanfaatkan umpan Andik Vermansyah yang menyisir sisi kiri pertahanan lawan, Ramdani yang berada di depan gawang tanpa kesulitan mampu menaklukkan Sou Yaty.

Kamboja berusaha mengejar di sisa waktu yang ada. Namun hingga pertandingan usai, Indonesia tetap memimpin 6-0. Dengan hasil ini Indonesia untuk sementara memimpin klasemen Grup A dengan koleksi 3 poin dari satu laga.


INDONESIA
Kurnia Meiga (g), Gunawan Dwi Cahyo, Abdul Rahman, Stevie Bonsapia, Diego Michiels, Oktovianus Maniani, Hendro Siswanto/Ramdani Lestaluhu, Egi Melgiansyah, Titus Bonai, Ferdinand Sinaga/Andik Vermansyah, Patrich Wanggai/Yongki Aribowo

Indonesia Sementara Unggul 4-0 atas Kamboja

Indonesia untuk sementara unggul 4-0 atas Kamboja pada penyisihan Grup A SEA Games XXVI, Senin, 7 November 2011. Dua dari empat gol yang bersarang ke gawang Kamboja dicetak oleh striker Patrich Wanggai.

Bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Indonesia langsung menekan pertahanan Kamboja. Beberapa kali timnas mencoba menekan Kamboja memanfaatkan kelincahan Oktovianus Maniani.

Pada menit ketiga, pemain bertahan Abdurahman Gurning nyaris menjebol gawang Kamboja. Sayang tandukan pemain Semen Padang itu masih melambung di atas mistar Sou Yaty.

Pada menit ketujuh giliran striker Ferdinand Sinaga yang berhasil melepaskan tendangan keras ke arah gawang Kamboja. Namun penjaga gawang Sou Yaty lagi-lagi masih mampu menghalau bola.

Indonesia terus mendomimasi jalannya pertandingan. Namun permainan bertahan yang diperagakan pemain-pemaim Kamboja membuat barisan penyerang Indonesia sulit membuka peluang.

Kamboja sebenarnya sempat menjebol gawang Indonesia lewat Chhun Sotherath memanfaatkan serangan balik. Namun wasit menganulirnya karena Sotherath telah lebih dulu offside.

Pada menit ke-28, Indonesia akhirnya sukses menjebol gawang Kamboja lewat tandukan Titus Bonai. Memanfaatkan umpan Stevie Bonsapia, pemain Persipura itu sukses mengecoh penjaga gawang Kamboja, Sou Yaty. Indonesia unggul 1-0.

Hanya semenit berselang, Indonesia mampu menggandakan keunggulannya. Kali ini giliran Patrich Wanggai yang menjebol gawang Kamboja memanfaatkan tendangan bebas yang gagal dijangkau kiper Sou Yaty.

Pada menit ke-34, Indonesia kembali memperlebar keunggulan. Tandukan bek Gunawan Dwi Cahyo memanfaatkan kemelut di depan gawang Kamboja kembali gagak dibendung oleh Sou Yaty. Indonesia pun unggul dengan skor 3-0.

Pesta gol Indonesia atas Kamboja belum berhenti. Pada menit ke-40 Patrich Wanggai kembali menjebol gawang lawan. Memanfaatkan umpan Oktovianus Maniani, Patrich yang tak terkawal berhasil melepaskan tandukan keras yang gagal dihalau Sou Yaty. Kamboja mencoba mengejar ketertinggalannya. Namun hingga turun minum, Indonesia tetap memimpin dengan skor 4-0.

SINYAL POSITIF ILHAM

Masa depan Ilham Jayakesuma di Sriwijaya FC (SFC) segera mendapat kepastian. Mantan pemain timnas Indonesia itu, akan diberi jawaban setelah menjalani serangkain turnamen dan uji coba di Pulau Jawa.


Pelatih SFC Kas Hartadi mengatakan masih akan terus memantau kondisi Ilham. Meski,lanjutnya,secara teknis, dan taktis, gaya permainan Jaya tidak ada yang berubah.Kemampuan mantan pemain Persita Tangerang itu masih sangat mumpuni.Pengalaman Ilham juga dibutuhkan untuk mengangkat mental dan stabilitas permainan Laskar Wong Kito.

”Secara teknis,kemampuan Ilham tidak berkurang.Dia memang pemain berkelas,” puji Kas Hartadi. Masalahnya, lanjut Kas,pemain yang menjadi top skor Piala Tiger 2004 itu, pernah mengalami cedera serius.Cedera yang membuat karier mantan pemain termahal di Indonesia langsung terpuruk. Sempat merambah ke Persisam Samarinda dan Mitra Kukar,karier Ilham langsung tenggelam.Namanya,nyaris tak terdengar sebelum akhirnya melamar ke SFC. ”Satu-satunya kendala Ilham adalah riwayat cederanya.Karena itu,kami akan lihat dulu sejauh mana kondisinya.

Kalau nanti ternyata cedera ya kami harus urungkan. Tapi,kalau tidak peluangnya bergabung dengan SFC sangat besar,”ujarnya. Sebenarnya,tambah Kas,sejauh menjalani latihan di Palembang,memang tidak ada masalah serius pada Ilham. Hanya saja,dia tidak ingin terburu-buru memberikan rekomendasi.”Paling pas adalah melihat kondisinya setelah tampil di turnamen dan uji coba di Yogyakarta,” jelasnya. Sebab,setelah menjalani libur Idul Adha,Laskar Wong Kito sudah ditunggu jadwal uji coba yang superpadat.

Pertama, Ponaryo Astaman dkk akan dijajal Pelita Jaya FC dan Persidafon Dafonsoro di turnamen pemanasan yang digelar di Stadion Singaperbangsa,Karawang. Dari Karawang,SFC akan beranjak ke Yogyakarta menghadapi jamuan Persiba Bantul dan PSS Sleman.Dari Yogyakarta, SFC tidak langsung kembali ke Palembang.Kas Hartadi masih menyiapkan uji coba melawan Persis Solo. ”Dari sini bisa dilihat sebagus apa fisiknya. Apakah setelah turnamen dia mengeluh cedera atau tidak.Kalau tidak ada masalah,tidak alasan buat SFC menolaknya.Kemampuannya masih sangat dibutuhkan,”terangnya.

Secara teknis,kehadiran pemain dengan karakter seperti Ilham memang dibutuhkan.Sebab, dari komposisi lini depan yang saat ini dimiliki Laskar Wong Kito,praktis Risky Novriansyah yang punya karakter sebagai targetman. Sementara penyerang utama lain yang ada di tim SFC,seperti Hilton Moreira,Rachmad Rivai cenderung bertipikal second striker.”Mudah-mudahan saya bisa bergabung di sini sehingga bisa lebih dekat dengan keluarga besar saya yang memang tinggal di Palembang.Saya yakin bisa lulus dari seleksi ini,”harap Ilham.

Jumat, 04 November 2011

Incar Starter

Meski baru bergabung bersama Timnas Indonesia, kepercayaan diri pemain Sriwijaya FC, Mahyadi Panggabean cukup tinggi. Bahkan, pemain kelahiran Pandan, 8 Januari 1982 optimis mampu menempati starting eleven yang bakal disiapkan pelatih Timnas, Wim Rijsbergen.

“Harus percaya diri. Kalau gak dari awal ditawari masuk timnas ditolak saja. Terpenting saat ini bekerja keras untuk mencari kepercayaan dari pelatih,” kata Mahyadi saat dihubungi kemarin (2/11).

Tapi, mantan pemain PSMS Medan itu harus bekerja lebih ekstra untuk memenuhi ambisinya. Sebab, suami Masayu Fahdalea itu harus bersaing dengan pemain yang juga sudah kawakan menghuni timnas senior. Macam, Richardo Salampessy, Fandy Muchtar, dan pemain papan atas lainnya.

“Yang penting optimis dulu. Tentunya harus bekerja keras juga. Soal persaingan itu hal biasa di dalam sepak bola. Semuanya mempunyai kesempatan untuk masuk tim inti,” lanjut mantan pemain Persik Kediri itu.

Keyakinan Mahyadi untuk masuk tim inti semakin besar. Itu setelah beberapa hari bergabung bersama Firman Utina dkk, mantan pemain Persebsi Sibolga sudah mampu beradaptasi.

”Adaptasi tidak ada masalah. Meski hari pertama sempat canggung. Tapi, selanjutnya sudah bisa adaptasi dengan cepat. Apalagi, banyak pemain yang setim dan rata-rata saya sudah kenal dengan pemain lainnya,” ungkapnya.

Tak hanya berambisi merebut starting eleven saja, bapak dari Shanon itu juga berharap bisa membawa Tim Garuda (julukan Timnas Indonesia) mampu meraih poin saat hadapi Qatar dalam Pra Piala Dunia (11/11) nanti.

”Mudah-mudahan kami bisa bermain maksimal. Sehingga, mampu mencuri poin di kandang Qatar. Meski itu sangat berat,” tambah mantan pemain PSTT Tapteng itu.

Mahyadi sendiri merupakan pemain baru yang direkrut pelatih Wim Rijsbergen untuk bermain pada laga lanjutan Pra Piala Dunia 2014. Sebenarnya, Mahyadi merupakan salah satu pemain yang langganan masuk skuad Merah Putih (julukan lain Timnas Indonesia). Terakhir, pemain berpostur 175 cm itu bergabung bersama Timnas 2008 lalu. (mg43)

Nama: Mahyadi Panggabean
TTL: Pandan, 8 Januari 1982
Istri: Masayu Fahdalea
Anak: Shanon
TB: 175 cm
BB: 65 kg
Karier:
PSTT Tapteng (1999-2000)
Persebsi Sibolga (2000-2001)
PSMS (2001-2007)
Persik (2007-2010)
Sriwijaya FC (2010-sekarang)

ROTASI PEMAIN

Kehilangan enam pemain utama karena harus memperkuat tim nasional, menghadirkan dua sisi buat Pelatih Sriwijaya FC (SFC) Kas Hartadi. Ada kerugian, tapi bisa juga memunculkan berkah tersendiri untuk timnya.

Rugi,karena di turnamen pemanasan itu kabarnya akan diikuti tim-tim terbaik di Indonesia.Pada turnamen tersebut, LaskarWong Kito bisa menjajal sebaik apa skuad yang mereka persiapkan sejauh ini.Tapi,tanpa sederet pilar terbaik mereka,rencana menjadikan turnamen sebagai tolok ukur kekuatan SFC jelas menjadi diragukan. Akhirnya,jika kemudian Ilham Jayakesuma dkk gagal meraih hasil maksimal,manajemen dan pelatih bisa berkilah bahwa SFC tidak tampil dengan kekuatan terbaiknya.

Namun,di sisi lain,absennya enam pemain tersebut menjadi kesempatan emas pemain muda dan Kas untuk mengerahkan kemampuan yang dimiliki. Tanpa Keith Kayamba Gumbs dkk, pemain yang berasal dari SFC junior atau juga para penghuni bangku cadangan berkesempatan unjug gigi. Sisi inilah yang coba dimanfaatkan Kas Hartadi. “Pengaruh hilangnya enam pemain itu ada.

Tapi,tidak akan menganggu laga yang akan dihadapi.Seluruh pemain, termasuk manggang,siap diterjunkan,” kata Pelatih SFC Kas kemarin. Mantan pemain tim nasional ini mengungkapkan,SFC akan mengirim 28 pemain.Dari jumlah itu,lima pemain adalah pemain magang.Sebut saja penjaga gawang Try Hamdani Goetara,Rizki Y Rahmadi (striker),Hairul Huda (pemain SFC U-21),mantan bintang (penyerang), M Rindani Hutara,dan Ruli Saputra (belakang).

Sehingga,dengan kondisi pemain seperti ini,Kas memastikan akan sering melakukan rotasi pemain dalam berbagai laga ke depan. “Kita maksimalkan pemain dalam setiap laga.Karena kemungkinan baik pemain inti dan mangang akan ada,”ujarnya. Kas juga mengungkapkan potensi keempat pemain magang,dapat dimaksimalkan.“Dengan kondisi ini, tentu pemain lapis kedua akan turun, namun potensi pemain manggang juga bisa dioptimalkan lebih baik,”katanya.

Apalagi,selama latihan di Palembang, lanjut Pelatih Solo para pemain telah memperbaiki, performancedan teknis permainan tersendiri.“Saya nilai cukup. Di latihan para pemain sudah optimal dan siap tanding,mulai dari teknis,fisik, hingga kolaborasi pemain lapis dan magang,”tambahnya.

Walau cukup optimistis,Kas sendiri belum mau memberikan bocoran para pemain yang akan diterjunkan dalam laga tanpa enam pemain.“Itu perkembangan jadwal,dan pengaturan kekuatan dalam menghadapi berbagai kompetisi selanjutnya. Nanti juga akan tau,”ujarnya.

Selain itu,Kas juga mengungkapkan kemungkinan adanya perubahan laga dan jadwal tanding bagi para anak asuhnya dapat saja terjadi.“Saat ini,kita siapkan mereka untuk tanding.Lawan siapa dan dimana main,baik uji coba maupun kompetisi belum dikonfirmasi,”tandas dia.

Lebaran Idul Adha, Pemain Libur Lebih Awal

Pemain Laskar wong Kito, mendapat libur lebih awal.Kemarin (3/11), empat personil Sriwijaya FC (SFC),seperti Rachmad “Poci”Rivai,Ahmad Jupriyanto, Rendy Siregar dan mantan pemain timnas, Syamsul Chaeruddin telah meninggalkan mess Pertiwi,Sekip Palembang.

Pelatih SFC Kas Hartadi memastikan meliburkan pemain lebih awal tidak memengaruhi proses latihan selama ini. Karena,pada hari terakhir latihan,para pemain telah melalui proses latihan yang maksimal.Di mes Pertiwi,beberapa pemain telah merapikan kamar dan bersiap pulang ke daerah masing-masing.Bahkan, beberapa kamar sudah kosong ditinggalkan penghuninya.

“Kemarin,kita memutuskan hanya berlatih pada pagi hari.Lalu pada sore harinya,tidak latihan dan bersiap libur seperti jadwal,”katanya. Sebelumnya,dijadwalkan,pemain SFC mendapat jatah libur selama tiga hari guna merayakan Idul Adha.Libur tersebut menjadi rehat para pemain sebelum berlaga di turnamen pra musim Inter Island Cup (IIC) pada 8 November mendatang dan laga uji coba di Yogyakarta (16/11).

“Seharusnya pemain akan libur Idul Adha dari tanggal 5- 7.Tapi,besok (4/11),para pemain sudah diliburkan,”ujarnya. Kebijakan meliburkan para anak asuhnya,lebih awal ini,kata pelatih asal Solo dikarenakan seluruh fasilitas mes, digunakan menginap para wartawan yang meliput perhelatan SEA Games.

“Fasilitas kita digunakan membuat para pemain memiliki waktu rehat lebih panjang,”aku Kas seraya berharap jika libur para anak asuh yang lebih awal tidak akan menganggu persiapan menghadapi pertandingan pada laga yang akan dihadapkan.

Bangga Bisa Latihan Bersama Pemain Timnas

Dalam beberapa musim terakhir, Sriwijaya FC didomimasi pemain bintang.Mereka tidak saja bersinar di klub,tapi juga menjadi langgana pasukan Merah Putih.Musim ini saja,ada lima pemain yang dipanggil memperkuat timnas Indonesia di Pra Kualifikasi Piala Dunia 2014.

Dari sederet pemain bintang yang ada di kandang Laskar Wong Kitoada satu nama yang hampir tidak tergantikan.Dia adalah penjaga gawang Ferry Rotinsulu.Siapapun pelatihnya, siapapun bintang yang datang, posisi Ferry sebagai penjaga gawang nomor satu,nyaris tak tersentuh.Di timnas,Ferry juga tengah menikmati masa emas.Namanya kini menyandang label nomor satu menggusur Markus Horison yang dalam beberapa tahun seperti tak tergantikan.

Sinar terang Ferry itulah yang membuat penjaga gawang muda SFC Try Hamdani Goentara terpesona. Pemain yang berstatus magang ini mengaku sangat mengidolakan Ferry.“Saya bangga sama dia.Awalnya hanya liat di televisi,tapi sekarang sudah bisa ketemu langsung dan berlatih bersama,”ujar kiper PS club Pupuk Sriwijaya (PT.Pusri) itu dengan polos. Karena itu,dia merasa senang bisa berada dalam satu tim bersama Ferry.

Anak ketiga dari empat bersaudara,pasangan Salamun dan Nurmah ini juga bangga jika bisa berkiprah di SFC. Dikatakan Alumnus SMA Negeri 5 Palembang, beberapa kali latihan bersama kiper lapis dua SFC,Andri Irawan dan bahkan bisa merasakan tendangan para pemain SFC yang juga pemain idolanya, merupakan pengalaman tersendiri. Dengan merasakan secara langsung serangan pemain berkelas,dirinya banyak belajar teknik bermain dan menjadi kiper terbaik.

“Sebenarnya grogi dalam asuhan pelatih Indrayadi.Tapi,beliau banyak mengajarkan teknik menangkis, bertahap dan mengamankan areal gawang,jadinya lebih banyak tahu,”ungkapnya. Remaja dengan tinggi badan mencapai 178 cm ini mengatakan,jika sebelumnya, potensi menjadi pemain kiper yang dimiliki pernah dilirik dua klub dari luar Sumsel. Awal tahun 2011 lalu,melalui pelatih pribadinya, Roni Fadli,Try sempat ditawarkan menjadi kiper pada liga remaja U-18,Persija.

Beberapa bulan setelah itu,manajemen U-19 klub Pelita Jaya pernah menghubunginya. “Try sendiri punya kendala waktu itu jika diluar Palembang.Karena itulah beberapa kesempatan ditolak dengan tetap di kota Palembang,”ujarnya. Dua bulan lalu,setelah mengikuti beberapa kali latihan bersama pemain SFC,pelatih kiper Indrayadi memastikan jika Try berhasil menduduki posisi kiper ke-4 SFC.

“Pertama dikasih tahu,serasa tidak percaya.Tapi,ternyata benar terjadi dan barulah nyakin,”katanya. Sekarang di saat dua kiper SFC sedang fokus dalam laga lain,Try merupakan satu dan dua kiper yang akan dipercaya dalam laga Inter Island Cup (IIC).“Belum nyakin untuk diturunkan.Namun,siap saja jika dipercaya,”tandasnya.

Kamis, 03 November 2011

Ingin Tutup Karier Bersama SFC

Mantan penyerang timnas Indonesia,Ilham Jaya Kesuma, berharap dapat menutup karier sebagai pesepak bola bersama klub asal kota kelahirannya, Sriwijaya SFC.

“Saya ingin sebelum pensiun sempat bermain di Sriwijaya FC.Kalau bisa saya menutup karier di klub ini,”ujar Ilham,di Palembang,Selasa (1/11). Dia mengungkapkan, sebelumnya keinginan memperkuat SFC terpaksa dipendam,mengingat istrinya sebagai PNS di Tangerang,Banten. “Kali ini saya sudah mendapatkan restu dari keluarga,dan semoga saja diterima manajemen klub karena saya masih berstatus pemain seleksi,”ujar pesepak bola kelahiran Palembang,19 September 1978 ini.

Dia menambahkan,keinginannya memperkuat SFC semakin memuncak, juga karena adanya Firman Utina dan Ponaryo Astaman yang menjadi sahabat kental saat membela timnas beberapa waktu lalu. Ponaryo dan Firman pernah menjadi gelandang andalan timnas,bahkan Ilham dan Firman sempat berada dalam klub yang sama,yaitu Persita Tangerang. “Kedua pemain itulah yang menjadi alasan saya ingin memperkuat Sriwijaya FC.

Saya pun mengutarakan niat dengan meminta bantuan Firman Utina,dan bersyukur sekali masih diberikan kesempatan,” ujar pemain berusia 33 tahun ini. Pelatih SFC Kas Hartadi belum memastikan status Ilham karena masih akan melakukan seleksi selama menjalani pemusatan latihan di Solo,8-24 November mendatang.

“Sejauh ini Ilham masih bagus secara fisik,tapi saya belum bisa mengujinya karena hanya sebatas latihan.Nanti,saat uji coba dengan beberapa klub di Solo baru akan kelihatan, ”kata dia. SFC memberikan kesempatan kepada Ilham,karena membutuhkan pemain untuk posisi penyerang setelah melepas Oktovianus dan Budi Sudarsono.

JADWAL PADAT LAGA UJI COBA

Serangkaian agenda padat akan dijalani Sriwijaya FC sebagai pemanasan sebelum tampil di kompetisi. Meski belum menentukan bakal bermain di kompetisi mana tim tetap fokus pada persiapan.

Salah satu agenda yang pasti diikuti Laskar Wong Kitoadalah turnamen Inter Island Cup (IIC),pertengahan bulan ini. Setelah itu,pasukan Kas Hartadi sudah harus bersiap tampil pada turnamen yang digelar di Sleman. “Latihan akan terus digelar hingga besok (hari ini,).Kami ingin tampil sebaik mungkin di ajang pemanasan, baik itu pada laga IIC,atau juga uji coba,” kata Kas sebelum memulai jadwal latihan sore kemarin.

Di IIC,Laskar Wong Kitodipastikan tanpa enam pemain intinya.Penjaga gawang Ferry Rotinsulu,Supardi Natsir, Malyadi Pangabean ditambah dua pemain tengah,M Ridwan dan Firman Utina memenuhi panggilan timnas. Striker gaek Keith ‘Kayamba’ Gumbs bukan juga tidak main. Pelatih asal solo ini juga menambahkan, keenam pemain timnas tersebut mulai hari ini (31/10) akan meninggalkan mes untuk mengikuti pemusatan latihan.

Untuk timnas Indonesia,mereka akan melakukan training camp(TC) di Solo hingga pertandingan menghadapi Qatar (11/11) nanti. “Tak ada target khusus dari dalam turnamen atau uji coba.Apalagi,kami tidak bisa diperkuat beberapa pemain timnas.Paling penting adalah bagaimana pemain bisa tampil bagus.Menunjukkan kerja keras,tampil sebagai sebuah tim,” jelasnya. Pada turnamen yang digelar di Yogyakarta,SFC akan melawan dua tim lokal,Persiba Bantul dan PSS Sleman.

Laga melawan Persiba dilakukan pada 16 November.Sedangkan bentrok menghadapi PSS digeber tiga hari berikutnya di Stadion Maguwoharjo, Sleman. “Bermain di lokasi yang sama,para pemain diharap bisa membaca medan lapangan dan teknis penyerangan dengan lebih baik.Karena pertandingan kedua dihadapkan di kandang lawan,”kata dia.

Walau sudah mengantongi jadwal uji laga,baik para pelatih dan manajemen SFC,belum memberikan gambaran skema permainan dan para pemain peraih double winner tahun 2007 ini. Menurut Kas,berbagai kemungkinan dan pertimbangan pemain,saat laga IIC sangat menentukan,ritme para pemain dan bertandingan di uji laga Indonesia.

Cari Blog Ini

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Label

Laporkan Penyalahgunaan

Halaman

Mengenai Saya

Entri yang Diunggulkan

Sriwijaya FC Hadapi Pusamania di Semi Final PGK

Sriwijaya FC akhirnya harus puas sebagai runner up Grup B, dengan koleksi 6 poin dari tiga pertandingan. Setelah dilaga terakhir takluk...

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *