INI JAKABARING, BUNG!

Sriwijaya FC (SFC) ingin menjadikan Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (SGSJ) tempat yang angker buat para tim tamu. Ambisi itu akan coba mulai direalisasikan saat menjaTautanmu PSPS Pekanbaru, Minggu (11/12).

This is Anfield! Tulisan itu terpampang jelas di dinding lorong yang dilewati setiap pemain menuju lapangan kandang Liverpool itu. Semua pemain tim berjuluk The Reds itu punya tradisi menyentuh tulisan legendaris itu saat menuju ke lapangan pertandingan. Tujuannya,untuk membangkitkan percaya diri dan motivasi bertanding mereka.Buat tim tamu,tulisan itu menjadi teror.Hasilnya, Anfield menjadi salah satu tempat yang angker buat tim tamu di sepak bola Eropa.

Memang,terlalu jauh membandingkan SFC dengan Liverpool yang lima kali juara Eropa itu.Namun,dari sana bisa diambil contoh sikap pentingnya menjadikan homebasesebagai tempat yang menakutkan buat para tim tamu.Begitu juga buat SFC yang berkandang di SGSJ. Usai menelan kekalahan pertama (0-1) dari tuan rumah Persib Bandung dalam laga kedua mereka di Indonesian Super League (ISL),Rabu (7/12),SFC bisa memburu momentum kebangkitan mereka saat kembali pulang ke Jakabaring.

Pelatih SFC Kas Hartadi berjanji akan membalas kekalahan tersebut dengan menyuguhkan permainan yang menghibur publik Palembang dengan menargetkan kemenangan saat menjamu PSPS nanti di SGSJ. Dia juga akan menjadikan kekalahan ini sebagai evaluasi untuk menghadapi laga selanjutnya.Terlebih,Laskar Wong Kito memang dituntut meraih poin penuh dan mempertahankan tradisi dan kehormatan SGSJ.Terutama dari tim-tim asal Sumatera yang sama-sama berlaga di kompetisi ISL.

“Yang pasti,kami akan optimalkan laga kadang kami.Poin tiga yang kami dapatkan di Karawang merupakan modal awal untuk mencari poin lagi.Terlebih lagi,di laga kandang kami memang dituntut untuk bisa meraih poin penuh,”tandas Kas. Mantan punggawa timnas Indonesia ini menilai tur Laskar Wong Kitoke Karawang dan Bandung tidak terlalu mengecewakannya.Secara keseluruhan,dia sudah menemukan bentuk dan pola permainan terbaik anak asuhnya.

Bahkan formasi 4-4-2 dan 4-3-2-1 sudah bisa dipatenkan untuk mendapatkan poin demi poin ke depannya. “Berhasil mendapatkan tiga poin di laga tandang merupakan awal yang sangat baik bagi kami untuk selanjutnya karena perjuangan masih panjang.Ini baru start awal,maka dari itu,saya meminta dukungan penuh dan doa kepada suporter dan masyarakat pencinta SFC agar kami bisa terus memberikan yang terbaik,”katanya.

Menurut Kas,anak asuhnya sebenarnya tidak pantas kalah di markas Persib. Meskipun bertindak sebagai tim tamu, pasukan Laskar Wong Kitosudah bermain dengan maksimal, bahkan berhasil menguasai pertandingan secara keseluruhan. Namun karena kurang beruntung,hingga pertandingan berakhir,mereka tidak berhasil menciptakan satu buah gol pun ke gawang lawan yang dijaga Jendri Pitoy.

Padahal banyak sekali peluang yang berhasil tercipta sepanjang laga. ”Pertandingan di awal menit babak pertama kami menguasai jalannya pertandingan,namun setelah penalti,posisi berubah.Di babak kedua setelah kartu merah juga cukup mengganggu konsentrasi,namun kami masih bisa bertahan.Semua pasti kecewa dengan hasil ini,”ujarnya.

Di pertandingan kemarin,SFC mendapat empat kartu kuning dan satu kartu merah. Meski demikian,sebagai tim tamu,Ponaryo Astaman dkk berhasil memperagakan sepak bola menyerang seperti layaknya bermain di kandang sendiri. ”Karakter kami memang menyerang meski bermain tandang.Kekalahan juga terjadi karena belum beruntung.

Kami menghargai keputusan wasit,namun hadiah penalti yang diberikan harus tetap dipertanyakan. Sebab,posisi bola antara mengenai perut atau tangan Firman Utina. Lagi pula,posisi tangan Firman dalam keadaan pasif dan tidak sengaja menyentuh bola,”tandasnya.

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments