JAGA EMOSI!

Dari hasil evaluasi, Pelatih Sriwijaya FC (SFC) Kas Hartadi menilai faktor emosi menjadi salah satu faktor penyebab kekalahan 0-1 armadanya dari Persib Bandung. Ini harus diperbaiki jelang menjamu PSPS Pekanbaru, besok.

Menurut Kas,emosi pemainnya sering terpancing.Ledakan itu membuat konsentrasi mereka terganggu.Akibatnya, pola permainan dan koordinasi antarlini menjadi kacau balau.Skenario yang sudah dirancang pun menjadi berantakan. Untuk itulah,Kas ingin segera melakukan perbaikan di dalam tubuh tim sehingga kondisi ini tidak berlanjut saat bermain di kandang sendiri.Apalagi antara SFC dan PSPS memiliki sejarah yang kurang baik.

Musim lalu,saat SFC bertandang ke Pekanbaru,kepala Firman Utina terluka akibat lemparan batu dari para pendukung Askar Betuah,julukan PSPS. Permainan SFC memang sangat menurun saat menghadapi Persib.Itu jauh berbeda dengan performa mereka saat melibas Pelita Jaya 3-1 di Stadion Singaperbangsa,Sabtu (3/12).Saat itu skuad SFC terlihat lebih padu dan alur bola tertata apik menyusuri lini per lini.

Padahal formasi yang diterapkan tidak berbeda jauh saat di Bandung kemarin. Menurut Kas,emosi asuhannya meledak karena para pemainnya terlalu bersemangat.Apalagi setelah secara mengejutkan wasit menunjuk titik penalti lantaran menganggap Firman Utina menyentuh bola dengan tangan di kotak terlarang. “Tetapi,pemainan kemudian kembali normal kembali di menit-menit akhir. Bahkan kami berhasil melakukan tekanan secara terus-menerus ke lini belakang Persib.Karena kurang beruntung,kami tetap tidak berhasil mencetak gol,” ungkapnya.

Kas mengaskan permasalahan itu sudah dianggap selesai.Setelah pertandingan berakhir,dia dan seluruh pemain langsung melakukan diskusi untuk membahas dan melakukan evaluasi mengenai apa yang terjadi selama pertandingan berlangsung yang membuat tidak satu pun peluang berhasil dimaksimalkan. Para pemain juga menyadari kekalahan itu terjadi salah satunya diakibatkan oleh terpancingnya emosi mereka dari provokasi yang dilakukan oleh pemain dan pendukung Persib.

Begitu pula dengan asal muasal diusir keluarnya Nova Arianto dari lapangan setelah dirinya dua kali mendapatkan kartu kuning atas pelanggaran keras terhadap Atep. Menurut informasi yang beredar,antara Nova dan Atep memang telah terjadi konflik sebelumnya.Hal itu sejak Nova masih sama-sama satu tim dengan Atep di Persib musim lalu.

“Saya tidak tahu mengenai kabar itu. Tetapi berkat kejadian kemarin,saya dan Kayamba kembali mengingatkan kepada pemain agar selalu menjaga konsentrasi dan tidak terpancing dengan berbagai macam tindakan provokasi yang dilakukan pemain lawan.Tujuan mereka jelas,ingin mengacaukan konsentrasi pemain sehingga permainan menjadi tidak maksimal,” paparnya.

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments