• LAYAK STARTER

    Satu golnya ke gawang PSPS Pekanbaru, Minggu (11/12), mengindikasikan Hilton Moreira layak masuk starting line-up Sriwijaya FC (SFC) saat menjamu Persija Jakarta, Minggu (18/12).

    Sejak didatangkan dari Persib Bandung, Hilton diharapkan dapat menjadi tandem striker utama SFC Keith Jerome ‘Kayamba’ Gumbs dalam menjebol gawang lawan. Namun, nyatanya,sejak Hilton bergabung dan diikutsertakan dalam setiap laga uji coba yang digelar Laskar Wong Kito pada pramusim lalu,penampilan Hilton tak kunjung membuat Pelatih SFC Kas Hartadi puas.

    Pasalnya,pemain bernomor punggung 10 ini tidak mampu memberikan penampilan terbaik.Padahal,dalam beberapa pertandingan, dia mampu mencetak gol penentu bagi kemenangan SFC. Akibatnya,saat Kompetisi Indonesian Super League (ISL) digelar,Hilton terpaksa duduk di bangku cadangan. Apalagi,pada laga perdana dan kedua,SFC harus melakoni laga tandang yang cukup berat menghadapi Pelita Jaya dan Persib Bandung.

    Dengan kondisi seperti ini, sangat wajar jika Kas tidak berani menurunkan dua striker sekaligus dengan pola andalan 4-4-2.Kas pun lebih memilih menggunakan Kayamba sebagai striker tunggal dengan skema 4-2-3-1. Namun,saat SFC kembali melakoni laga kandang menghadapi PSPS Pekanbaru,Hilton pun diberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya dengan berduet bersama Kayamba di lini depan.

    Hasilnya,Hilton mampu menjawab kepercayaan itu dan mencetak satu gol dari dua gol kemenangan 2-1 SFC atas PSPS. Pencapaian ini tentu saja menjadi indikasi jika mantan pemain klub Liga Brasil,Palmeiras,ini memang layak menjadi starter pada pertandingan berikutnya menghadapi Persija. Meski Hilton mampu mencetak satu gol dan layak mengisi posisi pemain inti, mantan pemain Deltras Sidoarjo ini juga masih memiliki beberapa kekurangan yang harus segera dibenahi.

    Pola permainannya yang terkesan malas mengejar bola dan hanya menunggu di depan gawang lawan membuat permainan cepat yang biasa diterapkan Kas menjadi tidak berjalan. Seperti yang terlihat saat SFC melumat PSPS pada pertandingan sebelumnya. Saat itu terlihat jelas beberapa kali Firman Utina memberikan umpan kepada Hilton.Tapi,hanya karena posisi bola sedikit melebar dari tempatnya berdiri, Hilton tidak mau mengejar dan membiarkan bola diambil alih pemain bertahan PSPS.

    Bukan hanya itu,Hilton juga kerap kali terlalu asyik menunjukkan skill individunya saat berhadapan dengan lawan.Memang,mungkin tujuannya untuk memberikan jeda waktu agar ada pemain lain yang masuk dan mendekatinya. Akibatnya,banyak bola yang seharusnya dapat dimaksimalkan malah bisa direbut lawan karena aksinya tersebut.

    “Sebenarnya Hilton itu pemain bagus dan dia bukan pemain pemalas.Hanya, memang,tipe permainannya seperti itu. Bagaimanapun,kami masih sangat butuh Hilton di SFC dan saya masih percaya dengan dia,”ungkap Kas,membela Hilton.“Corak permainan Hilton memang seperti itu.Dia kerap mencoba mengecoh perhatian lawan agar ada pemain lain yang bisa menerobos masuk.Selain itu,dia juga bisa melihat peluang gol dengan baik,”sambungnya.

    Arsitek asal Solo ini yakin lambat laun Hilton akan mulai mengubah pola permainannya dan mengikuti ciri khas permainan SFC.Di tangan Kas,Laskar Wong Kito identik dengan pola permainan cepat dan umpan satu-dua sentuhan dari kaki ke kaki serta mengandalkan kolektivitas pemain dari sisi kiri dan kanan untuk menembus pertahanan lawan.

    “Saya yakin dia akan berubah dan belajar memahami bagaimana permainan SFC sebenarnya. Itulah kenapa saat Beto (Alberto Goncalves) lepas,saya pilih Hilton. Karena,menurut saya, Hilton pemain yang paling berbahaya,”pungkas Kas.
  • Klasmen Sriwijaya FC

    Klasmen Go-Jek Traveloka Liga 1 2017/2018.

    Alamat

    Palembang, Sumatra Selatan

    EMAIL

    atobelitang@gmail.com