Lupakan Kekalahan...!!!

Kekalahan 0-1 dari Persib Bandung di Stadion Si Jalak Harupat, kemarin, harus segera dilupakan Sriwijaya FC (SFC). Kini, Laskar Wong Kito harus kembali fokus menata kekuatan menerima kedatangan PSPS Pekanbaru.

SFC mengalami kekalahan perdana di kompetisi musim ini.Eksekusi penalti gelandang Persib Miljan Radovic pada menit ke-19 membuat Keith ‘Kayamba’ Gumbs dkk harus pulang dengan tangan hampa pada laga kedua mereka di Indonesian Super League (ISL). Namun,Laskar Wong Kito tak boleh patah arang.Mereka harus segera bangkit untuk kembali menunjukkan kekuatannya di hadapan tim tamu,PSPS,Minggu (11/12).

Kabarnya, Askar Betuah—julukan PSPS— sudah mulai bertolak dari maskasnya di Pekanbaru,Riau,dan dijadwalkan tiba di Palembang hari ini. Dengan kenyataan ini,Ponaryo Astaman dituntut untuk langsung fokus mempersiapkan diri sekembalinya dari Kota Kembang nanti.Apalagi,PSPS datang dengan persiapan yang lebih matang dan waktu istirahat yang lebih lama,setelah terakhir mereka melakukan pertandingan, Senin (5/12),saat dipermalukan tamunya, Deltras Sidoarjo,0-1.

Padahal,di laga perdana,tim yang saat ini diarsiteki Mundari Karya ini meraih hasil sangat baik saat mengempaskan Persidafon 4-1. Dengan kondisi seperti ini,Pelatih SFC Kas Hartadi dibantu Kayamba yang merangkap pelatih fisik harus mampu secepatnya mengembalikan kondisi stamina kembali normal. Tujuannya agar dapat memberikan perlawanan yang maksimal dan tentu meraih kemenangan. Kas mengatakan,pertandingan menghadapi PSPS nanti dirinya akan mempersiapkan tim sebaik mungkin.

Apalagi,dia mengetahui secara pasti wajib hukumnya meraih kemenangan di depan publik sendiri agar peluang bertengger di papan atas tetap terjaga. “Bermain di depan publik sendiri tentu saja kami akan mengeluarkan kemampuan terbaik kami demi meraih hasil maksimal. Saya rasa seluruh pemain tahu dan sangat sadar dengan kondisi tersebut Target meraih kemenangan adalah mutlak,” tuturnya.

Askar Betuahpasti telah melakukan perbaikan setelah menelan kekalahan pahit dari Deltras di kandang sendiri.Dari kekalahan tersebut,Pelatih PSPS Mundari mengaku telah menemukan kekurangan pada timnya.Menurut dia,pemainnya kurang ngototdalam menghadapi lawan. “Para pemain terlalu santai menghadapi lawan di setiap menit-menit terakhir.Ke depan,mereka harus selalu konsentrasi selama 90 menit pertandingan.

Hingga kini permainan seluruh lini sudah meningkat jauh dibandinglam sebelumnya, namun tetap harus siap menghadapi kondisi dalam kondisi apa pun,”ujar Mundari. Menurut dia,hal itulah yang menjadi perhatian khusus tim pelatih dalam latihan terakhir.Untuk itulah mereka memilih lebih cepat mendarat di Palembang meski pertandingan baru berlangsung Minggu nanti.

“Kami harus mempersiapkan diri secara matang dalam latihan terakhir di Pekanbaru. Begitu juga pada saat latihan kami nanti di Palembang.Karena melawan SFC,kami sadari akan berlangsung dengan sangat berat,”ujarnya. Pelatih yang berhasil membawa PSPS menjadi juara di Turnamen Thamsir Rachman Cup di Rengat tahun 2008 ini mengakui,menghadapi SFC bukan hal mudah.

Tim yang bermarkas di Jakabaring ini penuh dengan pemain bintang.Sederet pemain nasional bercokol di sana.Sebut saja M Ridwan,Ferry Rotinsulu,Septia Hadi,Firman Utina,Supardi,dan Mahyadi Panggabean serta pemain lainnya membuat kekuatan SFC diatas kertas lebih baik dari PSPS. “Apalagi mereka akan tampil di depan pendukungnya sendiri.Mereka pasti tampil penuh semangat.Itu yang mesti kami antisipasi,jangan sampai lengah dalam menghadapi lawan nanti,”kata mantan pelatih timnas U-16 ini.

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments