PSSI Tegas Tolak SFC

PSSI tetap tidak terima Sriwijaya FC (SFC) bermain di dua kompetisi. Ketegasan ini terkait berbeloknya Laskar Wong Kito, julukan SFC, bermain di Indonesian Super League (ISL).

Awalnya manajemen SFC lewat surat resmi yang layangkan Komisaris Utama Muddai Madang menegaskan bermain di Indonesian Premier League (IPL). Akan tetapi, kenyataan yang terjadi di lapangan seolah berbanding terbalik.SFC malah menggelar laga perdananya di ISL saat dijamu Pelita Jaya Karawang, Sabtu (3/12). Fakta itu seakan mempertegas di mana posisi klub kebanggaan masyarakat Palembang tersebut.

Namun, belakangan Presiden klub Laskar Wong Kito, Dodi Reza Alex, juga berkeinginan SFC bermain di IPL. Artinya,SFC diarahkan mengikuti kedua kompetisi sekaligus, baik itu IPL maupun ISL. Dan tim kedua untuk bermain di IPL segera disiapkan manajemen Laskar Wong Kito. Ketegasan PSSI untuk tidak menerima rencana yang tengah dirancang manajemen SFC,disampaikan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Sihar Sitorus. Pihaknya tidak ingin ada dua klub dengan satu manajemen bermain di dua kompetisi sekaligus.

“Aturan FIFA dan PSSI sendiri, satu pemilik klub hanya bisa memiliki satu nama klub saja. Simpelnya mereka harus tegas, mau main di IPL atau ISL. Harusnya, SFC komitmen terhadap surat yang dilayangkan ke PSSI waktu itu,”ungkap Sihar kepada HATTRICK kemarin. Sihar pun menegaskan,jika memang manajemen SFC ingin membuat dua tim yang berkompetisi di dua klub berbeda sebaiknya mengganti nama klub.

Karena jika ada dua klub dengan nama yang sama, juga akan menggangu kerja sama dengan pihak sponsor. “Jikalau mereka mau main di kompetisi di luar PSSI, ya mereka harusnya berganti nama. Agar tidak ada kerancuan di sana. Jika ada dua klub dengan nama yang sama dalam dua kompetisi, akan mengganggu brand image PSSI sendiri. PSSI akan dianggap apa?” terang Sihar.

“Selain itu juga akan berpengaruh pada commercial right. Sponsor pasti akan bingung, kenapa jadi ada dua klub yang bermain di dua kompetisi. Nanti bisa saja ada dua SFC,dua PSMS Medan,dan lain sebagainya. Sponsor pun akan bertanya-tanya, klub mana yang harus disponsori jika ada dua nama,” tambahnya. Dengan adanya kasus yang saat ini tengah dialami SFC,PSSI kembali menegaskan tidak terima jika ada yang ingin bermain di IPL,tapi main juga di ISL Tentang penyelesaian masalah ini,Sihar pun berharap agar Minggu depan bisa segera terselesaikan.

“Intinya kami tetap ingin satu tim yang main. Tidak bisa satu IPL dan satu lagi ISL. Dan kami tentu ingin pemain- pemain utama dari klub tersebut. Untuk penyelesaian kasus ini, saya berharap bisa selesaikan awal Minggu depan. Agar tidak lagi mengganggu jadwal pertandingan klub-klub yang lain,”tutur Sihar. Sementara itu CEO PT.Liga Prima Indonesia Sportindo (PT. LPIS) Widjayanto,menyatakan tidak ingin berpolemik dengan masalah yang ada.

Baginya, itu semua wewenang dari komite bidang kompetisi yang mempunyai hak untuk menindak. “Kami sampai sekarang tinggal menunggu apa yang diinstruksikan komite kompetisi. Kami tidak mau membahas masalah ini terlalu jauh. Kami hanya penyelenggara dan harus membedakan mana tugas kami,mana yang bukan,” kata Widja, sapaan akrab Widjayanto.

Terkait masalah SFC yang akan mengganggu jadwal,Widja menyatakan pihak PT LPIS tidak akan mengubah jadwal. Jika nantinya LaskarWong Kito benar-benar tidak ikut berkompetisi di IPL, tim-tim yang akan bertemu dengan klub kebanggaan masyarakat Palembang tersebut dianggap tidak bermain. “Kami kosongkan jadwalnya jika memang SFC tidak jadi bermain di IPL. Kami sudah tidak ada waktu lagi untuk merombak- rombak jadwal.

Kasihan tim-tim yang sudah menggelarpertandingan,” tandas Widja. Menanggapi penolakan PSSI, Presiden SFC Dodi Reza Alex kembali menegaskan jika komitmen mereka untuk mengikuti ISL dan IPL sama sekali tidak bermaksud untuk mengerdilkan salah satu kompetisi itu. Bahkan dengan nada tinggi anggota DPR RI ini menilai apa yang dilakukan oleh PSSI itu mengindikasikan jika mereka tidak memahami dan mengerti maksud dari pembentukan dua tim di bawah satu PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), selaku manajemen klub yang bermarkas di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring tersebut.

“Sejak awal saya telah menegaskan keputusan kita untuk mengikuti dua kompetisi sekaligus dengan dua tim yang berbeda semata-mata demi meningkatkan pembinaan para pemain usia muda. Jadi bukan berarti tim SFC di IPL itu merupakan tim sembarangan, mereka juga berisikan para pemain yang memiliki kualitas tidak jauh berbeda dari SFC yang bermain di ISL,” tegasnya.

Malah Dodi menuding Sihar Sitorus sebagai anggota Komite Eksekutif PSSI tampaknya lebih senang jika banyak manajemen klub yang terpecah belah dari pada melihatnya bisa mandiri dan memiliki kesanggupan untuk mengelola dua tim sekaligus meski tanpa bantuan APBD. “Bilang sama Sihar itu ya, kalau dia tidak mengerti dan memahami kenapa kami bersikap seperti ini tidak usah memberikan komentar dan lebih baik fokus untuk mencari cara bagaimana menyelesaikan konflik yang terjadi sekarang ini,bukannya malah memperkeruh keadaan seperti ini,” kata Dodi geram.

Seharusnya menurut Dodi, jika memang ada hal-hal yang menurut mereka kurang baik, PSSI bisa mengajak klub duduk satu meja untuk berbicara dan berdiskusi serta bersamasama mencarikan jalan keluar yang terbaik. “Kalau segala sesuatu yang dilakukan klub dan dinilai tidak sejalan langsung divonis dengan cara emosional, maka saya juga bisa bersikap seperti itu.Tetapi kan segala sesuatu seharusnya bisa dibicarakan dengan baik-baik.

Untuk itu, kami berharap PSSI bisa lebih terbuka dan bijaksana dalam menanggapi berbagai permasalahan yang terjadi,”tegasnya. Sebelumnya, Direktur Teknik SFC Hendri Zainuddin membantah klubnya akan mengirim Tim Under-21 (U-21) ke IPL.“Siapa bilang SFC akan mengirimkan Tim U-21.Kami telah menyiapkan empat pemain asing,tiga asal non-Asia dan satu asal Asia,”ujar Hendri kemarin.

Menurut dia, terjadi kesalahan pemahaman mengenai pernyataan Presiden SFC Dodi Reza Alex beberapa waktu lalu. “Yang benar kami akan memberdayakan pemain muda, bukan menurunkan Tim U-21,” ungkapnya. Pernyataan SFC itu sekaligus menanggapi sikap Persiba Bantul yang enggan beradu tanding dengan SFC jika menurunkan Tim U-21.

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments