• Sriwijaya FC Full Power Dobrak Kutukan

    Bertandang ke Stadion Singa Perbangsa menghadapi Pelita Jaya, Sabtu (3/12) sore, merupakan misi berat bagi Sriwijaya FC. Pasukan Laskar Wong Kito, diwajibkan meraih poin sempurna demi menghapus rekor buruk dan mendobrak tradisi yang selalu tidak berpihak kepada Keith Kayamba Gumbs cs.

    Maklum, SFC selalu kalah dalam setiap lawatan ke kandang Pelita. Dalam tiga kali kunjungan, SFC selalu kalah, gawang Ferry Rotinsulu pun selalu bobol oleh aksi para striker The Young Guns. Parahnya lagi, pemain andalan tim asal Palembang ini seperti terkena kutukan tidak mampu meraih poin sempurna saat melakoni laga perdana.

    Dalam tiga musim terakhir, SFC selalu kalah. Seperti ketika mengawali laga perdana lawan Persija musim 2008-2009 yang harus berakhir 2-2, kemudian musim 2009-2010, lagi-lagi SFC tertahan 1-1 lawan tim tahu Persiba. Sementara musim lalu, SFC harus babak belur kalah 1-3 dari Deltras Sidoarjo.

    Khususnya tradisi lawatan ke kandang Pelita, Laskar Wong Kito akan terfokus kepada dua sosok sentral yang selama ini, menjadi ikon juga lebih tepat dikatakan pemain kunci. Yakni, kiper Ferry Rotinsulu dan Keith Kayamba Gumbs, keduanya kini menjadi pemain paling lama bercokol di skuad SFC.

    Wajar saja, keduanya selalu terlibat dalam setiap kali kunjungan ke kandang Pelita dalam 6 kali pertemuan. Sebagai sosok sentral, Gumbs dituntut mengkreasi lini depan untuk mencetak gol, sementara Ferry diharapkan bisa menjaga keperawanan gawangnya. Pasalnya, Ferry kerap kecolongan, seperti pada lawatan pertama Ferry kebobolan satu gol dan SFC kalah 1-2 pada 9 Oktober 2008, kemudian kebobolan 3 gol dan SFC kalah 3-2 pada 21 Januari 2009, dan pada 3 Maret 2008 SFC kalah 0-1.

    “Ferry dalam kondisi fit dan dia bugar, kehadirannya memang memberikan rasa nyaman bagi pemain untuk tampil lepas. Dia pun sudah siap menjaga serangan para pemain lawan,” jelas Kas Hartadi, Jumat (2/12).

    Menurut Kas, kemampuan Ferry sebagai pertahanan terakhir sangat vital, kemampuan dan refleknya akan menjadi kekuatan bagi SFC untuk meraih poin sempurna dan mematahkan segala tradisi yang selama ini dialami SFC. Hasil imbang 2-2, di ajang Inter Island Cup (IIC), 10 November lalu menjadi modal dan pelajaran.

    “Datanya begitu, kita selalu berimbang dalam setiap pertemuan. Kalau di markas mereka kita kalah, giliran mereka juga kalah di markas kita, selisihnya selalu satu gol. Hal inilah yang menjadi fokus saya agar pemain konsisnten sepanjang pertandingan,” jelasnya.

    Sementara Ferry Rotinsulu akan berusaha keras mempertahankan gawangnya dari setiap serangan ataupun bombardir Greg cs. Diakuinya seluruh penyerang Pelita sangat berbahaya.”Kami akan berusaha keras dan maksimal, kepada masyarakat Sumsel mohon doa dan restunya,” jelas Ferry.

    Duet Gumbs-Risky
    Sriwijaya FC pun akan turun full team, Kas akan mengandalkan formasi 4-2-3-1 untuk menghadap laju permainan Pelita yang penuh dengan tekanan sepanjang pertandingan. Dalam pertandingan ini, Kas akan menurunkan Ferry sebagai kiper, kemudian mengandalkan quartet Supardi, Mahyadi, Nova dan Thierry untuk meredam setiap serangan yang diawali Safee Sali dan Greg. Sementara di tengah ada Lim dan Ponaryo, keduanya diharapkan bisa berjibaku dengan determinasi pemain muda macam Egi Melgiasnyah dan Angel Bert Sani dan Kusnandar.

    Sementa di lini depan, SFC lebih mengandalkan Ridwan, Kayamba, Siswanto dan Risky sebagai penyerang tunggal di depan. Dipastikan SFC akan melakukan pressing setengah lapangan dan mengandalkan serangan balik nan cepat ke areal pertahanan.

    Kayamba mengatakan, tidak ada kata bertahan menghadapi Pelita, mereka akan bermain dengan sabar dan tenang, melakukan tekanan dengan memenangkan pertarungan di lini tengah.

    “Menurut saya lini tengah sangat penting, tugas saya ganda dalam laga kali ini, pelatih meminta ku bermain di belakang striker, membantu lini tengah dan mengkreasi serangan. Saya senang dengan tugas baru ini,” jelasnya.

    Kayamba yang kerap menyisir sisi kiri atau kanan lapangan kini beralih tugas sebagai second striker, posisi yang kini juga dilakoni ketika memperkuat Timnas ST Kitts-Nevis. Tugasnya mengreasi serangan sekaligus membantu pertahanan.

    Kas pun menyatakan, dalam skema 4-2-3-1 ini Gumbs berada di belakang Risky yang menjadi target maen, didampingi Ridwan di sisi kanan dan Siswanto di posisi kiri.”Kayamba pemain serba bisa, dia bisa beroperasi di manapun, dalam laga ini kita butuh dua tim berbeda ketika melawan Pelita dan nanti lawan Persib di laga kedua, makanya posisinya lebih di tengah. Kami percaya dia mampu menjalankan tugasnya,” urai Kas.

  • Klasmen Sriwijaya FC

    Klasmen Go-Jek Traveloka Liga 1 2017/2018.

    Alamat

    Palembang, Sumatra Selatan

    EMAIL

    atobelitang@gmail.com