Waspadai Bola Mati

Sriwijaya FC (SFC) harus mewaspadai set piece tuan rumah Persib Bandung saat kedua tim berduel di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang Kabupaten Bandung, hari ini.

SFC mampu mengawali kompetisi musim ini dengan performa menawan.Laskar Wong Kito berhasil mempermalukan Pelita Jaya di Stadion Singaperbangsa,Karawang, pekan lalu.Kali ini ujian yang lebih berat menanti. Persib yang menjadi lawan SFC kali ini dalam kondisi on fire.Mereka berhasil menggilas Persiram Raja Ampat dengan skor 3-2 dalam laga perdana mereka di Indonesian Super League (ISL).

Maung Bandung,julukan Persib,juga punya keahlian dalam memanfaatkan bolabola mati,baik itu dari tendangan bebas ataupun sepak pojok.Dalam pertemuan terakhir musim lalu,SFC harus menelan pil pahit bernama kekalahan 0-1 lantaran tandukan Hilton Moreira yang memaksimalkan umpan akurat dari Miljan Radovic dari set piece. Beruntung,striker Brasil itu kini sudah berseragam Laskar Wong Kito.

Inilah yang jadi fokus utama Pelatih SFC Kas Hartadi.Apalagi,saat melihat aksi asuhannya kontra Pelita Jaya lalu,pasukan Laskar Wong Kito kerap terpancing melakukan pelanggaran di dekat kotak terlarang.Karena itulah perlu dilakukan drillkhusus dan pemahaman kepada Ponaryo Astaman dkk agar lebih bermain tenang dan tidak memicu terjadinya pelanggaran di areal 16 meter di depan gawang.

Selain Radovic,Persib juga masih menyimpan satu lagi pemain yang juga memiliki kemampuan mengeksekusi tendangan bebas seperti Robby Gaspar. Maung Bandungjuga ditunjang dengan para pemain yang kuat dalam melakukan duel udara.Sebut saja Herman Abanda, Maman Abdurrahman,dan Airlangga Sucipto.Alhasil,melalui umpan-umpan akurat dari bola mati itulah yang kerap menentukan hasil pertandingan bagi Persib.

“Kami harus mewaspadai bola-bola mati mereka.Karena,musim lalu kami juga kalah dari Persib berkat gol semata wayang Hilton melalui sundulan setelah menerima umpan terukur dari Radovic.Karena itu, kami harus sebisa mungkin tidak melakukan pelanggaran sekecil apa pun di depan kotak 12 maupun 16 karena itu bisa sangat membahayakan,”ungkapnya.

Kas mengakui Radovic dan Gaspar memiliki kemampuan di atas rata-rata pemain asing di Indonesia.Selain sangat jeli dalam menempatkan posisi,kedua pemain itu juga kuat dalam melindungi bola.Siapa pun pemain yang akan mengawalnya nanti harus hati-hati dan tidak boleh melakukan kesalahan. Dalam hal ini,Kas bisa memaksimalkan peran Lim Joon-sik dan Ponaryo untuk mematikan pergerakan Radovic dan Gaspar di tengah.

Lim dan Ponaryo punya kekuatan dan pengalaman memadai untuk melakukan tugas itu. Kas mengakui menghadapi tim kuat seperti Persib sangat penting mempelajari kelebihan individu pemain lawan dan mencari titik kelemahan permainan tim. Apalagi,mereka diperkuat para pemain yang memiliki kemampuan serta kualitas teknik baik. “Namun, setiap tim pasti ada kelemahan.Itu yang akan kami cari,” ungkap Kas.

Di pihak lain,Persib diterpa badai cedera.Empat pilar mereka harus berurusan dengan tim medis.Kondisi Abanda,Tony Sucipto,Atep,dan striker Airlangga masih meragukan setelah melakoni laga perdana kontra Persiram, pekan lalu.M Nasuha juga masih harus istirahat karena belum pulih dari cedera. “Atep dan Airlangga masih dalam pemantauan fisioterapi.Main tidaknya tergantung hasil observasi sampai nanti malam kemarin,”kata dokter tim Persib Raffi Gani.

Airlangga mengalami cedera pada saat berlaga melawan Persiram.Pencetak gol pertama bagi Persib Bandung itu ditandu keluar lapangan saat pertandingan masih tersisa sekitar 25 menit lagi.Kondisi Tony juga masih fifty-fyftykarena mengalami masalah di kepala saat melawan Persiram. Mantan pemain Persija Jakarta itu mendapatkan sejumlah jahitan di kepalanya.Sementara Abanda juga mengalami kendala di kaki kiri.“Tonny dan Abanda sudah pulih dan bisa tampil di pertandingan besok (hari ini),”kata Raffi.

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments