BOYONG 20 PEMAIN

Rombongan tim Sriwijaya FC (SFC) dipastikan bakal berangkat menuju Papua, sore ini, melalui Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II dengan membawa 20 pemain terbaiknya.

Dari 20 pemain yang dibawa,tercantum dua pemain yang terkena larangan tampil akibat akumulasi kartu kuning,yakni Thierry Gathuessi dan Lim Joon-sik,serta Kapten Ponaryo Astaman yang sempat didera cedera engkel. Memang,Thierry dan Lim dipastikan absen menghadapi Persiwa,Selasa (24/1). Namun,keduanya bisa tampil dan sangat dibutuhkan saat SFC bentrok menghadapi tim pemegang gelar Indonesian Super League (ISL) musim lalu,Persipura Jayapura,empat hari kemudian.

Begitupula dengan Popon,panggilan Ponaryo.Jika memang kondisinya tidak memungkinkan, dia akan disimpan saat dijamu Persiwa.Dia akan lebih disiapkan saat melawan Boaz Salossa dkk di laga berikutnya. “Ponaryo masih belum pasti bisa dimainkan atau belum lawan Persiwa. Sebab,saya khawatir kalau dipaksakan akan menambah parah cederanya,dan malah tidak bisa main saat melawan Persipura. Jadi,kita lihat nanti hingga satu jam sebelum pertandingan,karena laga melawan kedua tim ini sama-sama penting dan berat,”ungkapnya.

Sesampainya di Jakarta nanti,tim direncanakan menginap satu malam di Ibu Kota,kemudian baru melanjutkan perjalanan kembali dari Bandara Soekarno- Hatta melalui penerbangan pertama sekitar pukul 05.00 WIB dan langsung menuju Wamena atau Jayapura,Papua. Sesampainya di sana nanti,para pemain kemungkinan besar tidak akan lagi menggelar latihan seperti biasa dan akan langsung istirahat.

Kalaupun ada,paling itu dilakukan pada satu hari sebelum pertandingan saat melakukan uji coba lapangan.Itu pun tujuannya hanya untuk mengembalikan kebugaran pemain. “Tadinya kami memang berencana untuk berangkat lebih cepat agar pemain bisa melakukan adaptasi terhadap cuaca dingin di Wamena.Tetapi karena pertimbangan biaya yang cukup besar, akhirnya terpaksa dibatalkan,”papar Pelatih SFC Kas Hartadi.

Sebagai gantinya,untuk urusan skema dan pola pertandingan seperti apa yang diterapkan sudah dilatih di Palembang sejak Kamis hingga Jumat kemarin.Hanya, Kas menyatakan, untuk masalah formasi, kemungkinan besar masih tetap akan mengusung pola 4-3-2-1,seperti pada laga tandang sebelumnya. Beberapa faktor sudah diperhitungkan Kas sebelum melakoni tur berat ini. Kecenderungan keberpihakan wasit kepada tuan rumah menjadi hal yang diwaspadainya.

Untuk itu,dia meminta asuhannya jangan melakukan kesalahan di dalam kotak penalti. Kondisi lapangan di Stadion Pendidikan yang sangat buruk menurutnya juga bisa menyulitkan armadanya untuk mengeluarkan kemampuan terbaiknya. ”Tetapi kalau masalah lapangan,saya rasa masih bisa kami siasati.Yang pasti,kami akan mewaspadai dan berusaha meminimalisasi berbagai faktor yang bakal merugikan kami di sana,”ujarnya.

Menurut Kas,untuk bisa bertahan di puncak klasemen ISL,Laskar Wong Kito harus dapat minimal dua poin dalam tur Papua ini.Apalagi,Persipura dan Persiwa terus membayangi posisi SFC di klasemen sementara. Saat ini Mutiara Hitam––julukan Persipura––berada di posisi runner-up dengan poin 17 dari tujuh kali pertandingan, selisih dua poin dari SFC yang ada di puncak.

Sementara tim Badai Pegunungan Tengah––julukan Persiwa––berada di urutan 3 dengan mengumpulkan poin 14,dan hanya beda satu angka dengan yang diperoleh Mitra Kukar yang berada di posisi 4.

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments