• INTIP BADAI PEGUNUNGAN

    Pelatih Sriwijaya FC (SFC) Kas Hartadi mengaku buta kekuatan Persiwa Wamena musim ini. Pasalnya, dia belum pernah melihat secara langsung bagaimana penampilan tim berjuluk Badai Pegunungan itu.

    “Kalau dibilang buta,ya bisa dikatakan begitu. Sebab,musim ini saya belum pernah melihat pertandingan mereka.Apalagi,pertandingan Persiwa belum pernah ditayangkan di televisi.Jadi,kalau teman-teman wartawan ada yang punya rekaman pertandingannya, saya sangat ingin melihatnya,”ungkap Kas.

    Menurut arsitek asal Solo ini,bagi seorang pelatih seperti dirinya,melihat rekaman pertandingan calon lawan yang akan dihadapi menjadi sebuah keharusan.Tujuannya tidak lain untuk mengintip bagaimana pola permainan yang biasa diterapkan tim lawan, baik itu dari segi kolektivitas tim maupun kemampuan individu pemain.

    Persiwa sejauh ini sudah melakoni empat kali laga kandang.Hebatnya,mereka selalu berhasil meraih hasil sempurna dan mempertahankan rekor tidak pernah kalah di kandang dan selalu berhasil menekuk tim tamunya. Dari empat tim yang sudah berkunjung ke Stadion Pendidikan,Wamena,mereka selalu pulang dengan kepala tertunduk, seperti Gresik United (2-4),Persiba (0-2), Deltras (1-2),Persidafon (0-3).

    Rata-rata gol kemenangan itu yang didominasi oleh empat pemain mereka,yakni Ricardo Robertho Merani,Pieter Romaropen,Galih Firmansyah,dan Erick Weeks Lewis. Keempat laga kandang ini cukup membuktikan bila Persiwa adalah klub yang dapat menjadi momok menakutkan bagi tim tamu yang bertandang ke sana karena mereka selalu tampil maksimal jika bermain di depan pendukungnya sendiri.

    Melihat statistik ini,maka sangat wajar jika SFC harus waspada saat menghadapi Persiwa nanti.Apalagi,dari tiga musim terakhir Ponaryo Astaman dkk belum pernah sekali pun berhasil mencetak gol saat bertandang ke sana.Padahal,sejak 2007,skuad SFC selalu dipenuhi oleh para pemain bintang. Namun,ternyata itu belum menjadi jaminan bagi skuad Kas Hartadi untuk mewujudkan target minimal mencuri satu poin di sana.

    Dengan kondisi seperti ini,SFC dipastikan kembali mengalami kesulitan saat menghadapi tim yang kini dilatih Arsitek asal Brasil Mario Gomes de Oliviera, menggantikan Pelatih Suharno. “Kalau dari info yang saya dapat dari teman-teman sesama pelatih,Persiwa yang sekarang sudah berubah lebih baik dari musim lalu setelah di bawah asuhan pelatih baru asal Brasil.Bagaimanapun,kami harus tetap optimistis untuk mendapatkan hasil maksimal di sana nanti,”tutur Kas.

    Yang paling penting,menurut Kas,pemain harus tetap bermain seperti biasa dan tidak memikirkan hal-hal yang malah akan membuat mereka merasa terbebani dan tertekan.Karena jika itu terjadi,pemain malah akan kehilangan konsentrasi dan tidak bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya.

    “Tanpa Lim dan Thierry,saya rasa tidak masalah.Sebab,pemain pengganti yang dipersiapkan memiliki kualitas yang tidak jauh berbeda.Tinggal bagaimana pemain bisa bermain enjoydan tenang serta konsentrasi saja di lapangan nanti.Kalau itu bisa dilakukan, saya yakin kami bisa mendapatkan hasil yang maksimal,”ucapnya.
  • Klasmen Sriwijaya FC

    Klasmen Go-Jek Traveloka Liga 1 2017/2018.

    Alamat

    Palembang, Sumatra Selatan

    EMAIL

    atobelitang@gmail.com