Jangan Terprovokasi

Sriwijaya FC bertekad meneruskan tren positif dalam lanjutan kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim ini.

Untuk mewujudkannya para pungguwa Laskar Wong Kito diminta tidak terprovokasi oleh aksi dari pemain berjuluk Laskar Joko Tingkir yang dapat merugikan tim. Setelah sebelumnya berhasil memutus mitos tidak pernah menang di laga awal dan melawan Persija,Sriwijaya FC (SFC) bertekad menghapus rekor buruk saat melawat ke Surajaya.

Dalam tiga kali lawatan sebelumnya,Ponaryo Astaman dkk memang selalu gagal meraih kemenangan di kandang dan hanya mampu memetik 1 kali imbang pada musim kompetisi 2009 lalu. Dengan kondisi seperti ini, Pelatih Kepala SFC Kas Hartadi memiliki tugas berat merubah tradisi kurang baik itu.

Meski memiliki komposisi pemain yang sama baiknya dengan musim lalu, tetapi bermain di depan pendukung lawan bukan hal mudah mewujudkan ambisi meraih poin penuh.Untuk itu arsitek asal Solo ini ini hanya berani menargetkan membawa pulang satu poin untuk mengamankan posisi di klasmen sementara. Jika target itu berhasil dicapai, maka untuk sementara SFC bakal menggeser posisi PSPS Pekanbaru yang berada di puncak klasmen dan Persisam Samarinda urutan kedua dengan poin yang sama.

Saat ini SFC, PSPS dan Persisam sama-sama memiliki jumlah poin 9, tetapi lantaran tim asal Pekanbaru dan Kalimantan Timur memiliki keunggulan selisih gol, maka lebih berhak berada di puncak klasmen. Maka dari itu,Kas mewantiwanti para pemainnya supaya bermain tenang dan menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan serta menjaga ritme permainan.

Mantan asisten pelatih Ivan Venkov Kolev ini juga tidak khawatir meski kali ini tidak diperkuat striker utama Keith Jerome ‘Kayamba’ Gumbs yang sejauh ini sudah berhasil membobol lima gol ke gawang Persela akibat terkena kartu merah di laga terakhir. Dirinya yakin duet Riski Nopriansyah dan Hilton Moreira tetap menjadi momok menakutkan di lini depan SFC.

Apalagi penampilan keduanya terus meningkat. Belum lagi mereka berdua akan ditopang sejumlah pemain yang berpengalaman seperti M Ridwan, Firman Utina dan Ponaryo Astaman. “Yang terpenting komunikasi di lapangan terus jalan.Jika itu bisa dipertahankan maka saya yakin SFC dapat mengimbangi permainan Persela yang menerapkan pola menyerang demi mendapatkan poin penuh,” jelasnya.

Sementara itu, Persela Lamongan sepertinya sudah menanti kehadiran Laskar Wong Kito dalam laga kandang perdana mereka di Stadion Surajaya Lamongan. Hal itu ditunjukkan dengan persiapan matang yang diperlihatkan pelatih Miroslav Janu.Bahkan pelatih asal Ceska itu mempersingkat liburan Natal dan Tahun Baru bagi para pemainnya. Janu sadar, melawan tim kuat seperti SFC, Persela butuh persiapan lebih baik itu dari segi kondisi fisik, mental dan stamina.

Apalagi mantan pelatih Arema Indonesia ini sudah bisa menurunkan skuad terbaiknya seperti striker asal Argentina yang telah menyumbangkan dua gol,Mario Costas yang bisa kembali bermain setelah menjalani hukuman akumulasi kartu kuning pada laga sebelumnya. Begitupula dengan gelandang serang asal Jepang, Satoshi Otomo yang terus menunjukkan perkembangan positif tentang cederanya.

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments