Maret 2012

Sabtu, 31 Maret 2012

Gumbs dkk Bersua The Lobster


Sriwijaya FC diuntungkan oleh jadwal putaran kedua Indonesian Super League (ISL) yang sudah revisi pada Jumat
(30/3). Sebab, Keith Kayamba Gumbs dkk justru melawat ke kandang
Deltras Sidoarjo pada Jumat 13 April 2012 mendatang.

"Alhamdulillah justru kita diuntungkan dengan keberadaan jadwal yang sudah direvisi ini. Tidak banyak perubahan sebenarnya, hanya diganti Deltras saja yang akan kita hadapi pada laga pembuka dan ini menguntungkan kita," jelas Pelatih SFC, Kas Hartadi, Sabtu (31/3/2012).

Menurut Kas, para pemain lebih suka bertemu Deltras dibandingkan menghadapi Persiram Rajaampat di Papua pada laga perdana."Kita
lebih siap bertemu Deltras, karena letaknya sangat pas dengan perjalan kita, pemain tidak terlalu lelah," ungkap Kas.

Menurut pria asal Solo ini, para pemain tidak terlalu lelah karena satu kali perjalanan dalam artian, jika menghadapi Persiram, SFC akan melawat ke Papua lebih dulu, kemudian baru pulang ke Palembang dan terbang lagi ke Kalimantan menghadapi Persisam dan Mitra Kukar.

Namun, dengan jadwal baru ini SFC akan langsung berangkat ke Sidoarjo kemudian melawat ke Kalimantan menghadapi dua tim kuat itu. "Kita hanya satu kali perjalanan dan ini tidak terlalu melelahkan," jelas Kas.

Perkuat Defense


Sriwijaya FC bakal tampil defensif saat menjalani tiga laga away pada putaran perdana Indonesia Super League (ISL) musim ini. Yakni, hadapi tuan rumah Persiram Raja Ampat (15/4), Persisam Putra Samarinda (21/4) dan Mitra Kukar (25/4).

“Kami sudah mempersiapkan strategi untuk menjalani tiga pertandingan away. Kami akan tampil lebih bertahan dibandingkan saat bermain di kandang sendiri,” kata pelatih sriwijaya FC, Kas Hartadi.

Menurut Kas (sapaan Kas Hartadi) hal itu sengaja dilakukan untuk mencari aman dan bisa mencuri poin. Bila bermain menyerang dan terbuka, Sriwijaya bakal kesulitan untuk meraih poin dan terancam tumbang di laga away.

“Tuan rumah pasti akan tampil lebih menyerang. Mereka (lawan, red) tak mau kehilangan poin. Jadi, kami tak bisa mengimbanginya dengan bermain terbuka. Ini sangat berbahaya dan bisa berakibat fatal,” sambung entrenador dari Solo, Jateng itu.
Namun, meski demikian, coach Kas Hartadi mengintruksikan anak asuhnya untuk memaksimalkan serangan balik. Dengan mengandalkan kecepatan yang dimilik pemain depan Sriwijaya FC. Macam, Keith Kayamba Gumbs, Muhammad Ridwan, Siswanto dan Firman Utina. “Kami mempunyai penyerang yang memiliki kecepatan tinggi. Mudah-mudahan, strategi mengandalkan serangan balik bisa maksimal. Serta kami bisa membawa pulang poin,” lanjut mantan arsitek SFC U-21 itu.

Kas Hartadi tak mau terlalu bermain terbuka. Sebab, tiga tim yang bakal dihadapi bukanlah tim sembarangan. Persiram Raja Ampat sendiri merupakan tim penuh kejutan akhir-akhir ini. Meski berstatus sebagai juru kunci, Oktovianus Maniani dkk mampu membuat stres Sriwijaya saat bermain pada laga penutup putaran pertama lalu, (17/3) lalu. Sehingga, Ponaryo Astaman dkk hanya mampu menang 1-0. Koleksi ini merupakan paling sedikit dibandingkan dengan tim lainnya, yang selalu kebobolan minimal dua gol.

Begitu juga dengan Persisam Putra Samarinda. Tim asal Kaltim itu merupakan tim tangguh yang sulit dikalahkan di kandang. Ditopang sederet pemain bintang, macam Cristian Gonzales, Yongki Ariwibowo dan lainnya, Persisam selalu menjadi momok para tamunya.

Begitu juga dengan Mitra Kukar Status sebagi tim promosi tak membuat tim asal Tenggarong Kutai Kartanegara Kaltim ini sarat pemain bintang. Macam, Isnan Ali, Hamka Hamzah, Arif Suyono, Hendro Kartiko. Serta pemain asing yang pernah merumput di Liga Inggris, Marcus Bent.

Kas Hartadi: Finishing dan Finishing!


Pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi menilai, kelemahan Sriwijaya FC sebenarnya masih kepada finishing dan antisipasi serangan balik.

Kedua masalah ini menjadi bahan evaluasi dan fokus persiapan selama dua pekan menjelang putaran kedua Indonesian Super Legaue (ISL).

"Ini menjadi fokus kita, pemain pun juga sadar akan hal itu. Karena kami yakin pemain bisa mengatasinya dengan latihan selama dua pekan ini," jelas Kas Hartadi, Sabtu (31/3/2012).

Sementara finishing diakui Kas, bukan persoalan utama karena para penyerang SFC terutama Kayamba terbilang produktif. Namun penyelesaian akhir harus dilakukan mengingat putaran kedua akan lebih berat.

"Finishing dan finishing, ini harus dilakukan dalam setiap latihan," jelasnya.

Supardi: SFC Jadi Incaran Lawan


Pemain binaan Sumsel Supardi yang kini menjadi pilar lini belakang Sriwijaya FC mengatakan, keberhasilan menjadi juara paruh musim akan membuat SFC menjadi incaran banyak tim di putaran kedua.

Tim manapun baik itu di papan atas ataupun di papan bawah memiliki motivasi tinggi untuk menundukkan Laskar Wong Kito di laga kandang ataupun tandang.

"Dulu ketika saya memperkuat Pelita dan PSMS Medan, motivasi saya menjadi berlipat ganda ingin mengalahkan SFC. Kini ketika saya memperkuat SFC, saya tahu, kami harus memiliki motivasi tinggi dan terus bersemangat berlipat setiap menghadapi lawan," jelas Supardi, Sabtu (31/3/2012).

Menurut dia, SFC menjadi incaran bagi tim-tim lain dalam setiap pertandingan. Mereka berlomba-lomba untuk mengalahkan SFC."SFC tim besar dan mereka pastinya bangga bisa mengalahkan SFC, motivasi dari tim lawan harus diwaspadai," jelasnya.

SFC akan latihan perdana pada Sabtu sore ini di lapangan Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring. Latihan sebenarnya sejak pagi, namun lebih kepada fisik dan pengembalian kebugaran.

Rabu, 28 Maret 2012

SFC Juara Paruh Musim


Pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi, mengaku tegang menyaksikan pertandingan pertandingan Persela Lamongan versus Persipura, Rabu (28/3/2012). Pasalnya pertandingan ini memang ditentukan laga terakhir kedua tim.

"Tegang dan serasa jantungan, itu hasil menentukan, kami semua memang mendukung Persela," kata pelatih Kas Hartadi, Rabu (28/3/012).

Menurut Kas, Persela ada peluang memenangkan pertandingan hanya bermasalah dengan finishing. Sementara Persipura juga bermain bagus dan membuat banyak peluang.

"Kedua tim bermain bagus, tetapi saya pikir Persela lebih bagus," jelas Kas.

Pertandingan berakhir dengan skor 0-0. Persipura mengantongi total poin 35 dan gagal menyalip Sriwijaya FC yang kini kokoh di puncak klasemen dengan juara paruh musim.

Lee Kwang Jee Striker Anyar SFC


Ternyata bukan Jerry Boima Karpeh yang akan berlabuh di Sriwijaya FC. Manajemen justru merekrut striker asal Korea Selatan, Lee Kwang Jee.

"Dalam satu dua hari ini dia akan ke Palembang dan bergabung dalam latihan perdana Sriwijaya FC," kata Direktur Teknik dan SDM PT SOM, Hendri Zainudin, kepada Sripoku.com, Rabu (28/3/2012).

Menurut Hendri, Jerry memang masuk dalam daftar buruan dan sempat negosiasi harga. Namun ada beberapa pertimbangan yang membuat manajemen kemudian memilih Lee. Hanya saja, Hendri tidak ingin mengungkapkan apa alasannya.

"Lee bermain di Liga Korsel dengan tinggi 185 cm, berposisi sebagai striker. Dia juga bisa bermain di second striker," jelasnya.

SFC Naksir Ambrizal-Abdurrahman


Meski serius merekrut Pierre Semme Patrick, manajemen Sriwijaya FC melirik defender Ambrizal (PSPS Pekanbaru) dan Abdurahman (Semen Padang).

"Kalau Semme memang kita serius, namun tidak ingin menunggu proses naturalisasi yang belum pasti. Makanya, kami ada alternatif. Nama Ambrizal dan Abdurahman masuk dalam bidikan kami," jelas Direktur Teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainudin, Rabu (28/3/2012).

Menurut Hendri, memang sejauh ini belum ada komunikasi baik dengan Ambrizal ataupun Abdurahman. Sifatnya manajemen melihat situasi, sebab kedua pemain ini menjadi andalan di klub masing-masing.

"Kita lihat situasi, memang dalam waktu dekat akan kami negosiasi dan harus sesuai prosedur mengingat keduanya masih menjadi milik klub masing-masing," jelasnya.

Selasa, 27 Maret 2012

Awas, Blunder


Perekrutan Sriwijaya FC terhadap striker asing Asia, Jerry Boima Karpeh terbilang berani. Sebab, pemain kelahiran Liberia, 16 Juni 1984 itu merupakan pemain buangan Persisam Putra Samarinda.

Jerry (sapaan Jerry Boima Karpeh) Karpeh terpaksa didepak oleh Persisam lantaran striker berpostur 194 itu dinilai tak memiliki kontribusi. Meski sudah mengoleksi lima gol, Jerry dinilai oleh beberapa kalangan Persisam, merupakan striker yang kualitasnya dibawah pemain lokal.

Bahkan, para suporter Persisam sudah mendesak manajemen untuk mendepaknya jauh sebelum putaran pertama berakhir. Puncaknya saat Persisam tumbang 1-2 dari PSPS Pekanbaru, Selasa (3/1/2011) lalu.

“Ini bukan kesempatan pertama Jerry. Kita sudah melihat kemampuannya sebelum pertandingan ini. Tidak ada perkembangan, kualitasnya jauh berada di bawah pemain lokal yang dimiliki Persisam,” ucap Dirijen Pusamania, Hendrik, seperti dikutip dari laman pendukung Persisam (pusamania.org).

Alasan lain yang menjadi dasar Pusamania mendesak manajemen Persisam segera memutus kontrak Jerry adalah untuk menjaga suasana tim agar menjadi lebih kondusif. “Jika Jerry terus bermain seperti itu, otomatis sangat berpengaruh terhadap permainan tim secara utuh,” sambungnya.

“Bisa dilihat sendiri kualitas Johan Yoga Utama lebih bagus ketimbang Jerry Karpeh. Persisam perlu pernyerang yang fighting bukan manja seperti dia,” lanjutnya.
Praktis, bila kualitas Jerry masih di bawah pemain lokal, bukan tidak mungkin Sriwijaya melakukan blunder seperti saat meminang Yong Jie Mu yang akhirnya didepak pada putaran pertama era kepelatihan Ivan Kolev.

Namun, hal itu langsung dibantah oleh pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi. Menurutnya, Jerry mempunyai skill diatas rata-rata. Itu dibuktikan, saat melawan Sriwijaya. Thierry yang diutus untuk mengawal ketat Jerry selalu kualahan.

“Saya sudah melihat jejak rekam permainanya. Sebelum lawan Sriwijaya, saya juga sudah memantaunya. Dia mempunyai penguasaan dan duel yang bagus. Dan ini bisa diandalkan untuk Sriwijaya, apalagi saat ini kami hanya mengandalkan Kayamba saja. Jadi, Jerry bisa jadi alternatif,” kata Kas Hartadi, kemarin (26/3).

Tactician asal Solo itu yakin, Jerry bisa produktif seperti Hilton Moreira yang sempat mandul di Persib Bandung. “Pertama saya mengambil Hilton banyak orang pesimis. Namun, sekarang memujinya semua. Saya yakin, Jerry bisa seperti Hilton. Pemain mempunyai hoki sendiri-sendiri di klub. Ada yang tidak bagus di klub ini namun di klub lainnya sangat bagus. Saya yakin, Jerry bisa berubah di Sriwijaya,” pungkasnya.

sumber: http://www.sumeks.co.id

Rabu, 14 Maret 2012

Hilton Belum Pasti Diturunkan Lawan Persiram


Setelah terkena akumulasi kartu kuning dan absen lawan Mitra Kukar, Kamis (8/3/2012) lalu, Hilton Moreira siap bertanding saat Laskar Wong Kito meladeni Persiram Rajaampat, Sabtu (17/3/2012).

Namun Pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi, belum memastikan apakah gelandang serang yang kini mencetak 10 gol itu bisa diturunkan.

"Kita pantau berkembangannya hingga menjelang pertandingan. Sejauh ini kondisinya bagus dan dia mengaku siap diturunkan," jelas Kas Hartadi kepada Sripoku.com, Selasa (13/3/2012).

Namun Kas akan melihat kondisi terbaik para pemainnya satu hari menjelang pertandingan, termasuk Hilton Moreira. Karena setiap pemain memiliki catatan tersendiri terkait performanya.

"Karena setiap pemain memiliki catatan berbeda dalam hal performanya, apakah dia dalam level 100 persen bisa dimainkan atau tidak. Itu juga yang saya lihat dari kondisi Hilton dan seluruh pemain lainnya," tegas Kas.

Pelatih SFC Drill Lini Pertahanan


Pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi, melakukan drill terhadap benteng pertahanannya.

Koordinasi lini pertahanan perlu ditingkatkan untuk mengatasi serangan balik, pasca kebobolan tiga gol saat menghadapi dan mengalahkan Mitra Kukar 4-3, Kamis (8/3/2012).

"Saat ini drill lini pertahanan yang ditekankan, hasil evaluasinya seperti itu. Kita terlalu konsen menyerang saat menghadapi Mitra Kukar sehingga melupakan pertahanan akibatnya kecolongan," kata Kas Hartadi kepada Sripoku.com, Selasa (13/3/2012).

Menurut Kas, koordinasi per lini harus ditingkatkan terutama pertahanan, karena sejauh ini tim-tim lawan selalu mengandalkan serangan balik.

"Ini yang kita benahi, karena lawan yang kami hadapi Persiram pada Sabtu (17/3/2012) nanti memiliki kemampuan dalam melakukan serangan balik," ujar Kas Hartadi.