Adu Power Lim Versus Koko

PEMAIN asal Korea Selatan yang bermain di Liga Indonesia, kerap kalah adu power dengan pemain-pemain dari daratan Afrika seperti Liberia ataupun Kamerun. Namun, tidak bagi Lim Jun Sik. Gelandang bertenaga kuda ini, sudah membuktikan bahwa power-nya tidak pernah habis sepanjang pertandingan.

Lim begitu kokoh di lini tengah, mampu menjelajah seluruh lini kosong di lapangan, dan menutup setiap celah dan pergerakan dari para pemain tim lawan. Berkat peran sentralnya pula, yang membuat Sriwijaya FC bercokol di puncak Klasemen Indonesian Super League (ISL).

Tugas berat akan kembali menanti pria bertinggi 180 cm yang kerap dijuluki Gatusso asal Asia ini, saat Laskar Wong Kito menghadapi tuan rumah Deltras Sidoarjo di Stadion Delta Sidoarjo, Jumat (13/4) nanti.

Dia akan berhadapan head to head dengan gelandang anyar dan pengatur serangan Deltras, James Koko Lomell. Koko terkenal kuat dan bermain keras. Koko tidak hanya bisa menyerang, tetapi juga bisa bertahan dengan baik, memiliki tekel bersih. Dengan postur dan kekuatan fisiknya, Koko akan merepotkan lini tengah dan pertahan SFC. Makanya tidak heran jika keduanya akan bertarung dan beradu fisik serta kekuatan sepanjang pertandingan.

“Lim selalu bergerak dan pemain yang paling banyak melepaskan passing, karena dialah pemain pertama yang memutus serangan dan merebut bola. Dia juga bisa memberikan umpan matang dan membantu serangan bergantian dengan Ponaryo ataupun Firman,” jelas pelatih Kas Hartadi, Rabu (11/4).

Makanya, Kas tidak segan-segan menugaskan dia menjaga Koko sebelum Jamie Coyne ataupun Nova Arianto. Karena secara posisi di lini tengah, Lim yang berhadapan secara langsung dengan gelandang asal Liberia itu.

“Mungkin tidak hanya Koko, tetapi pemain lain juga. Karena saya meminta dia mengganggu setiap pemain yang beroperasi di lini tengah. Tetapi saya yakin justru Koko akan lebih dominan,” jelas Kas.

Lim sebelum berangkat menuju Sidoarjo Selasa (10/4) mengakui, sudah bertemu satu kali dengan Koko yang pernah memperkuat Persegres di putaran pertama lalu. Baginya, Koko adalah gelandang yang memiliki tenaga luar biasa, selalu berlari sepanjang pertandingan dan sangat cepat.

Untuk diketahui, selama putaran pertama bersama Persegres, Koko paling dominan. Nyaris tidak pernah absen lantaran dari 15 kali bertanding dia mampu mencetak 4 gol dan memberikan 3 assisst matang yang menjadi gol.

“Menjaga dia harus dilakukan dengan cepat dan penuh perhitungan, namun saya tidak sendiri, akan ada rekan-rekan yang membantu menjaganya,” jelas Lim.

Menurut Lim, tidak hanya Koko pemain berbahaya di Deltras, namun seluruh pemain Deltras berbahaya jika tidak dijaga. “Makanya pelatih meminta kami mengganggu setiap pemain yang berada di areal pertahanan,” jelas Lim.

Poin Penting
Sementara itu, kapten tim Ponaryo Astaman mengakui, laga perdana krusial. Sangat penting bagi SFC untuk meraih poin penting, karena setelah itu, akan menjalani pertandingan dengan mudah dan beban akan sedikit berkurang.

“Seperti laga sebelumnya kami dan teman-teman akan berusaha keras mengejar poin penting, karena ini laga perdana. Makanya, kami akan bermain seperti menghadapi Pelita Jaya di laga awal putaran pertama lalu,” jelas Popon.

Seperti diketahui, SFC menang 3-1 lawan Pelita Jaya pada laga perdana Indonesian Super League (ISL) pada 3 Desember 2011 lalu. Berkat kemenangan itulah, SFC mampu menjaga tren positifnya hingga laga akhir putaran pertama. “Meski tidak harus selalu begitu, tetapi jika kita mengawali laga perdana dengan baik akan meningkatkan kepercayaan diri tim,” Popon berdiplomasi.

Ditambahkan Kas Hartadi, SFC memang bermain bertahan, namun bukan berarti akan terus diserang. Karena bertahan adalah strategi terbaik untuk menyerang secara cepat ketika lawan lengah saat melakukan serangan.

“Kami akan bertahan, mengatur ritme bagaimana bertahan dan kemudian membalas serangan dengan cepat,” urai Kas.

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments