• Duel Master Eksekutor

    DERBY klasik Sumatera, Sriwijaya FC versus PSMS Medan dalam lanjutan Indonesian Super League (ISL) di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Sabtu (28/4) pukul 18.30, akan menampilkan pertarungan para master executor kedua tim.

    Laskar Wong Kito, memiliki banyak eksekutor, namun Keith Kayamba lah sang eksekutor utama. Sang profesor demikian dia dipanggil para fans, selalu menjadi pilihan utama dalam mengambil tendangan-tendangan bola-bola mati ataupun penalti. Gumbs sapaannya, akan membuktikan kemampuannya berduel dengan master executor dari PSMS Medan, Osas Marvelous Ikpefue atau yang lebih tenar disapa Osas Saha.

    Gumbs sangat berpengalaman dan juga pandai mengesekusi bola-bola hidup ataupun mati dari posisi sulit. Pergerakannya luwes membawa bola, cerdas membuat keputusan melakukan eksekusi dalam situasi sulit. Kerap berbuah gol dan penentu kemenangan tim. Begitu pula caranya mengambil umpan-umpan sembari berduel dengan bek-bek lawan, kemudian melepas tembakan atau assist juga kerap berbuah gol bagi rekan-rekannya yang memiliki kesempatan menyambut assist.

    Satu hal yang penting, dalam pandangan pelatih Kas Hartadi, Kayamba mampu mengeksekusi sebuah peluang menjadi gol. Wajar saja, jika dia masih memimpin daftar top skorer dengan 15 gol dari 19 kali penampilannya. Dia pun sudah memberikan limga assist yang menjadi gol bagi SFC.

    Kayamba akan berduel dengan Osas yang memiliki kemampuan serupa, dengan postur 185 cm, dia memiliki kecepatan, olah bola di atas rata-rata dan tipikal striker murni, eksekusi-eksekusinya pun menjadi senjata ampuh PSMS. Dalam pertandingan terakhir, eksekusi pemain asal Nigeria ini, menjadi penentu kemenangan atas menundukkan Persidafon 1-0. Total kini, ada 11 gol yang dilesakkannya dari 19 kali penampilannya bersama PSMS Medan. Makanya, cukup menarik jika Osas akan berebut cepat mencetak gol.

    Pelatih Kas Hartadi menyatakan, selain Kayamba, SFC juga memiliki Hilton Moreira, Ponaryo Astaman atau Firman Utina. ”Artinya kami harus mampu memaksimalkan peluang sekecil apapun, baik dari sebuah kreasi permainan ataupun dari set peace (bola-bola mati),” jelasnya.

    Menurut Kas, dalam pertemuan pertama lalu PSMS mampu menahan SFC 0-0, karena kemampuan dari permainan mereka yang mengunci pergerakan Firman Utina. Sehingga aliran bola agak tersendat.
    Sementara, beberapa peluang didapatkan M Ridwan ataupun Kayamba, tetapi juga tidak membuahkan gol.”Itu yang harus kami waspadai, PSMS tim berkualitas, pemain harus berani bermain pressing dan keras,” jelasnya.

    Dia juga mengingatkan pemainnya untuk mengawasi secara khusus pergerakan Osas Saha yang kerap membuat kejutan-kejutan dalam setiap pergerakannya. SFC yang berhasil meraih clean sheet dalam empat laga terakhir, tentunya tidak ingin kecolongan saat bertanding di hadapan pendukungnya sendiri. Kekuatan lini belakang menjadi andalan SFC kini, duet Jamie Coyne dan Thierry Gathuessi untuk sementara menjadi yang terbaik dan menjadi pilihan Kas.

    Namun tidak menutup kemungkinan beberapa pemain belakang seperti Ahmad Jufriyanto ataupun Nova Arianto tetap menjadi alternatif untuk penyegarakan lini belakang.

    ”Sejauh ini, Jamie dan Thierry cukup padu, tetapi saya akan tetap memperhatikan pemain lainnya, kondisi terakhir mereka, baru kemudian menentukan line up,” jelas Kas.
  • Klasmen Sriwijaya FC

    Klasmen Go-Jek Traveloka Liga 1 2017/2018.

    Alamat

    Palembang, Sumatra Selatan

    EMAIL

    atobelitang@gmail.com