• PERTAHANAN JADI KUNCI

    Kehadiran defender anyar Jamie Coyne membuat pertahanan Sriwijaya FC (SFC) sulit ditembus lawan. Alhasil, Laskar Wong Kito sukses menyapu bersih 100% poin dalam tiga laga tandang terakhir Indonesian Super League (ISL).

    Tren positif tengah dilalui SFC di putaran kedua ISL musim ini.Tur Laskar Wong Kitoke markas Deltras Sidoarjo,Persisam Samarinda,dan Mitra Kukar,semuanya berujung kemenangan dengan skor 1-0. Sembilan poin pun berhasil dibawa pulang Ponaryo Astaman dkk.Kondisi ini membuat klub kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan ini menguasai takhta sementara dengan nilai 45,unggul tiga angka atas juara bertahan Persipura Jayapura.

    Selain 100% kemenangan,gawang Ferry Rotinsulu juga suci dari kebobolan di tiga laga terakhir.Jamie membuat lini belakang SFC semakin rapat.“Masuknya Jamie membuat kompetisi di lini belakang semakin ketat,” kata bek SFC Achmad Jufrianto kepada HATTRICK, kemarin. Kehadiran bek asal Australia itu membuat Jupe—sapaan Jufrianto— harus kehilangan posisi. Padahal,sebelumnya dia berhasil menggeser posisi Nova Ariyanto yang awalnya diplot sebagai tandem Thierry Gathuessi di belakang.

    Meski begitu, Jupe siap bersaing dengan Jamie. “ Saya secara pribadi pun semakin bersemangat untuk berlatih dan memberikan performa terbaik walau itu hanya di latihan,” ungkapnya. Perekrutan Jamie sempat dipertanyakan banyak pihak. Sebab,SFC sudah memiliki bek-bek lokal yang punya kualitas.Selain Jupe,Laskar Wong Kito juga memiliki Nova,Septia Hadi,dan M Sobran.Namun, Jupe mengaku mendukung pertimbangan pelatih dan manajemen dalam perekrutan ini.

    “Semua pemain pasti ingin bermain dan ingin tim jadi juara.Artinya,apabila memang dia bisa memberikan performa terbaik kepada tim,kami semua juga senang.Apalagi,secara kualitas Jamie sangat bagus dan saya bangga bisa bermain bersama dia,” ujar Jupe. Sanjungan pun keluar dari bibir Pelatih SFC Kas Hartadi.Menurut arsitek asal Solo itu,Jamie tipikal pemain yang ideal disandingkan dengan Thierry sebagai palang pintu terakhir.

    Bahkan, kerinduan publik Palembang akan figur Claudiano Alves sebagai bek tangguh bisa terobati dengan sosok Jamie.Claudiano tak diperpanjang kontraknya karena rawan cedera. “Jamie memiliki pergerakan bagus di lini belakang.Tekelnya bersih dan memiliki passing berkualitas.Tidak hanya itu,dia terlihat semakin hari semakin padu bersama Thierry di lini belakang,” kata Kas. Disinggung banyaknya pemain bertahan SFC yang harus menjadi korban dengan kehadiran mantan pemain Perth Glory tersebut,Kas menjawabnya tenang.

    Dia menegaskan Kompetisi ISL cukup panjang dan ketat.Pasti akan ada rotasi untuk menjaga kebugaran. “Semua pemain harus bersaing untuk terus memberikan performa terbaik. Siapa yang siap,dia yang akan terpilih menjadi pemain utama.Namun,rotasi masih tetap berjalan.Selain itu,kami tidak tahu ke depannya seperti apa. Apabila Jamie cedera atau akumulasi kartu,tentu kami harus cari alternatif lain.Masih ada Jupe atau pun Nova,” tandasnya.

    SFC berhasil berlari menjauhi kejaran Persipura dengan selisih tiga poin. Apalagi,setelah ini,Mutiara Hitam— julukan Persipura—harus melakoni tur berat menghadapi tim satu rumpun, Persiwa Wamena,kemarin. Namun,Kas mengingatkan pasukannya agar tidak takabur.Dia menilai SFC belumlah tampil jadi juara. Masih banyak ujian yang harus dilalui untuk benar-benar menerima mahkota ISL musim ini.Karena itu,dia berharap tren positif ini bisa terus ditingkatkan.

    “Saya tidak mau pikirkan tentang apakah kami menjadi juara atau tidak. Atau,berapa jarak kami dengan Persipura sekarang.Yang penting, bermain bagus saja dulu.Semoga kondisi pemain kami tetap fit dan sehat,tidak ada yang cedera,” pungkasnya.
  • Klasmen Sriwijaya FC

    Klasmen Go-Jek Traveloka Liga 1 2017/2018.

    Alamat

    Palembang, Sumatra Selatan

    EMAIL

    atobelitang@gmail.com