Juli 2012

Senin, 16 Juli 2012

Rivky Menangkan SFC Lewat Adu Penalti


Sriwijaya FC akhirnya mampu menjaga keangkeran stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring usai menundukkan Tim All Star lewat drama adu penalti 4-3 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Minggu (15/7/2012).

Kiper nomor dua Sriwijaya FC, menjadi bintang dan penentu kemenangan babak tos-tosan ini, setelah dua kali menggagalkan tendangan algojo Tim All Star yakni, penendang keempat dan kelima Mario Alenjandro dan Ricardo Salampessy.

Dia seperti kiper berpengalaman dan tampil tenang di babak tos-tosan ini, seperti senior Ferry Rotinsulu yang jago membaca arah bola yang ditendang para algojo dari titik penalti.

Rivky pun bisa melakukannya. Dengan tenang dan bergerak pelan seperti, kebanyakan para kiper yang ancang-ancang menantisifasi tendangan penalti, pria bertinggi 187 cm ini, selalu bisa membaca arah tendangan para algojo tim All Star dan dua penendang terakhir berhasil dibuatnya kecewa.

Kemampuan Rivky mengingatkan publik kepada Ferry, yang malam ini tidak tampil karena digantikan Rivky, setelah babak kedua. Sebelum mengambil penalti, banyak meragukannya setangguh Ferry.

Kini pria usia 23 kini mampu membuktikannya, dia seperti generasi baru kiper SFC yang pantas di sebut sebagai si Labah-Labah atau the spider julukan yang selama ini selalu melekat kepada Ferry.

Data-data penendang penalti:
Penendang Sriwijaya FC (kiper:Rivky Mokodompit)
1.Kayamba: gol (1)
2.Ponaryo: gol (1)
3.M Ridwan: gol (1)
4.Siswanto:gagal (0)
5.Supardi: gol (1)


Penendang Tim All Star (kiper:I Made Wirawan)
1.Zulkifli Syukur: gol (1)
2.Supriono: gol (1)
3.Atep: gol (1)
4.Mario Costas:gagal (0)
5.Ricardo Salampessy:gagal (0)

SFC vs Tim All Star:5-3

Penghargaan:
1.Tim Fair Play:PSPS Pekanbaru
2.Top Skor:Alberto Goncalves (25 gol) Rp100 juta
3.Pemain Terbaik:Keith Kayamba Gumbs

Kamis, 05 Juli 2012

Hilton:Saya Merasa Belum Begitu Fit


ABSEN lama akibat peradangan saraf yang dideritanya, tidak mengurangi ketajaman Hilton Moreira. Ia menjalani comeback sempurna saat membawa Sriwijaya FC menekuk tamunya Pelita Jaya 2-1 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Kamis (5/7/2012).

Dia melesakkan gol di menit 22 dan 23, untuk membalas gol yang
lebih dulu diciptakan pemain Pelita Jaya Joko Sasongko di menit
ke-9. Dengan torehan ini Laskar Wong Kito memperpanjang rekor
kandang tanpa tersentuh kekalahan ataupun hasil imbang dalam 16
laga.

Hilton sendiri, sudah terhitung lima laga yang dilawatkan yakni, saat bertemu Gresik United (10/6), Arema Indonesia (16/6), Persela Lamongan (20/6), Persija Jakarta (24/6) dan terakhir pada saat bertemu PSPS Pekanbaru (28/6) silam.

Barulah setelah menjalani bebagai pengobatan dan perawatan intensif dari fisioterapi, pemain yang kini mengemas 18 gol ini bisa tampil kembali di lapangan.

"Sebenarnya kondisi saya belum sebenarnya fit, namun saya sangat senang bisa langsung mencetak gol kembali setelah lama tidak bermain, dan membawa SFC memenangkan pertandingan," ungkap mantan pemain Persib Bandung ini.

Tundukkan Pelita, SFC Jaga Rekor Kandang


Gol cepat Joko Sasongko di menit ke-9 sempat mengejutkan Sriwijaya FC, tetapi kemudian dibalas dua oleh Hilton Moreira ke gawang Pelita Jaya, Kamis (5/7/2012).

Dalam pertandingan ini, Hilton membuat gol di menit 22 dan 23."Ini pertandingan luar biasa, Pelita bermain sangat baik, namun kami mampu menang dan menjaga rekor kandang," jelas Pelatih Kas Hartadi.

Menurut Kas, masih ada satu sisa pertandingan lagi yang harus mereka jalani sebagai laga penutup akhir musim 2011/2012 yakni menghadapi Persib Bandung.

"Setelah ini kami bersiap-siap menghadapi Persib Bandung," jelas Kas.

Pelita Jaya: Greg Diparkir


JIKA Sriwijaya FC sudah memainkan kembali Hilton Moreira pasca cedera panjangnya. Kini kondisi sebaliknya terjadi pada tim tamu, Pelita Jaya yang terpaksa harus memarkir pemain andalannya, Greg Nwokolo akibat cedera kaki yang dialaminya sejak melawan PSMS Medan (23/6/2012) lalu.

Kepastian ini didapatkan setelah Sripo, menghubungi langsung Pelatih Kepala Pelita, Rahmad Darmawan seusai melakukan uji coba lapangan kemarin pagi.

"Setelah dipantau dalam latihan dan uji coba lapangan kemarin, memang kondisi Greg ini tampaknya tidak bisa dipaksakan untuk turun ke lapangan. Greg mengaku masih mengalami kesakitan jika berlari kencang, dan ini jelas akan semakin membahayakan kondisinya apabila dipaksakan," jelas pria yang kerap disapa RD, Kamis (5/7/2012).

RD mengaku memang pada pertandingan nanti timnya tidak diperkuat oleh sejumlah pemain inti, seperti Egi Melgiansyah (akumulasi kartu kuning) dan Alevsander Bajevski (habis kontrak). Meski begitu, RD tetap mengharapkan kepada anak-anak asuhnya untuk dapat bermain all-out dengan penuh motivasi dan bermain se-rileks mungkin.

"Pasalnya, SFC bukanlah lawan yang mudah, dan saya mengakui bahwa meraih hasil seri di Stadion GSJ ini pun sudah sangat baik," cetus mantan Pelatih Persija Jakarta ini.

Hilton Come Back


Kabar gembira menaungi skuad Sriwijaya FC. Pasalnya striker asing andalannya, Hilton Moreira yang sempat absen beberapa pekan (akibat peradangan syaraf), kini kondisinya sudah mulai membaik dan dipastikan tampil kembali pada saat timnya melawan Pelita Jaya dalam lanjutan ISL di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang besok pukul 15.30 WIB.

Pelatih Kepala SFC, Kas Hartadi mengaku juga tekejut bahwa kondisi Hilton ini mengalami kemajuan yang cukup pesat. Padahal awalnya peradangan saraf yang dideritanya ini diprediksi membutuhkan perawatan hingga akhir musim. Namun setelah menjalani berbagai pengobatan dan perawatan secara rutin, akhirnya cedera yang ia alami ini berangsur mulai pulih dan siap turun ke lapangan kembali.

"Kita telah memantau kondisi Hilton ini dalam beberapa hari belakangan. Memang sejak awal kita latihan Senin (1/4) lalu. hiton terus menunjukkan progres yang cukup baik," ungkapnya ketika dihubungi Sripo, Rabu (4/7/2012).

Dikatakan Pelatih asal Solo ini kepastian untuk menurunkan Hilton ini memang tidak serta merta ia putuskan sendiri. Keputusan ini diambil setelah melalui diskusi dengan pemain yang bersangkutan (Hilton, red), apakah benar-benar siap turun ke lapangan atau tidak.

"Alhamdulillah, Hilton sudah bisa dimainkan kembali, mudah-mudahan dengan kehadirannya lini depan kita semakin tajam. Strategi kita tidak akan berubah yaitu dengan mengandalkan permainan satu dua, dan langsung melakukan pressing ketat pada menit-menit awal," ucap mantan Asisten Ivan Kolev ini.

RD:Kayamba Sosok Spesial


Tentang kulitas Kayamba, Pelatih Kepala Pelita Jaya, Rahmad Darmawan menganggap striker SFC ini, adalah sosok pemain yang spesial di matanya.

Baginya, Kayamba adalah pemain yang bisa menjadi panutan bagi tim. Sebagai atlet profesional, jiwa kepemimpinan Kayamba bisa menjadi contoh yang baik bagi pemain-pemain lokal.

"Pada saat saya melatih SFC dulu, saya dikritik karena mengambil pemain gaek (tua), masanya sudah habis dan pemain tidak potensial. Namun, terbukti sejak ada awal direkrut hingga sekarang.

Kayamba menjadi sosok yang menakutkan bagi setiap barisan pertahanan lawan," ungkapnya ketika dibincangi usai tiba di Hotel Aryaduta Palembang, Selasa