Agustus 2012

Jumat, 31 Agustus 2012

Coyne Gabung Persib, Apakah Kayamba Menyusul?


Defender Asia yang ditunggu-tunggu Persib Bandung sudah diungkapkan ke media. Seperti diprediksi, bek berkualitas yang dimaksudkan adalah Jamie Coyne, teman dekat Keith Kayamba Gumbs dari Australia.

Direkrutnya Coyne semakin menegaskan tentang nasib Kayamba, benarkah striker asal St Kitts-Nevis ini akan menjadi tandem Dzumafo Herman Epandi dan Kenji Adachihara. Sebab, beberapa kali pihak Persib meminta pendapat Dzumafo yang dikabarkan ingin berduet dengan Gumbs.

"Bek Asia sudah kita dapatkan. Kita sudah deal. Namanya Jamie Coyne. Dia sekarang masih di Bali dan memang belum tanda tangan kontrak sama kita," ujar Pelatih Djadjang Nurdjamannya seperti dilansir dari Inilah.com, Kamis (30/8/2012).

Pelatih Djadjang Nurdjaman mengatakan sudah mencapai kesepakatan dengan pemain asal Australia tersebut. Terlebih sang pemain saat ini berstatus free transfer setelah manajemen 'Laskar Wong Kito' tak memperpanjang kontraknya untuk kompetisi musim depan.

Djanur beralasan keinginannya untuk merekrut Coyne karena menurutnya pemain asal Negeri Kangguru tersebut memiliki skill mumpuni dan diharapkan mampu mengawal lini belakang Maung Bandung lebih baik di musim depan.

"Alasannya, karena saya tahu dia pemain bagus. Waktu masih di Pelita Jaya dulu, saya sudah beberapa kali melihat permainannya dia. Dia juga punya skill bagus. Soal kenapa kita ambil dia, sedangkan Sriwijaya FC melepas dia. Karena saya merasa bisa memperbaiki apa yang kurang dari dia. Saya juga sudah tanya sama Kas Hartadi dan pemain Sriwijaya FC. Karena saya merasa itu bukan masalah besar dan bisa diperbaiki, makanya saya putuskan untuk membawanya ke Persib," pungkasnya.

Kedatangan Jamie Coyne dan Dzumafo bisa menjadi indikasi merapatnya Gumbs. Karena keduanya adalah teman baik Kayamba. Coyne datang ke SFC atas inisiatif Kayamba yang musim 2011/2012 lalu merangkap sebagai asisten pelatih.

Namun Kayamba sendiri membantah ada deal dengan Persib, sejauh ini dia masih meminta kepastian dari SFC yang terkesan menggantung statusnya sebagai pemain."Saya belum ada komunikasi dengan klub manapun, karena masih menunggu kepastian dari SFC," ujar Kayamba pada Kamis (30/8/2012).

Secara terpisah, Direktur Keuangan Augie Bunyamin Jumat (31/8/2012) mengatakan, negosiasi dengan agen Kayamba, Eko Soebekti sudah mencapai kesepakatan dan tinggal finishing."Sudah ada titik terang, tetapi tetap dalam tahap negosiasi, karena Kayamba prioritas. Tetapi kami tidak akan menghalangi pemain yang ingin pergi," jelasnya.

Jika Benar, Erick Bisa Lebih Garang dari Hilton


"BILA tdk menemui kata sepakat, Mgt tlah menyiapkan dan menghubungi calon pengganti Hilton, Pemain dari Persiwa. Ada yg tau siapa dia??" kicau Direkrut Teknik dan SDM PT SOM, Hendri Zainudin, lewat twitternya Kamis (30/8/2012) malam

"Yap, Mgt tlah ada pembicaraan dgn Erick Weeks Persiwa Wamena. Erick tlah setuju dgn nilai kontrak yg di twarkan. Skrg trgntung Hilton," lanjutnya.

Ericks adalah pengganti sepadan bagi Hilton. Usianya baru memasuki 27 tahun, pandai menempati beberapa posisi di lini depan, karena selain menjadi playmaker (pengatur serangan), dia bisa menjadi penyerang di belakang striker dan sayap.

Dribel dan kecepatannya nyaris seperti rekan senegaranya Zah Rahan yang pernah memperkuat Sriwijaya FC, bedanya Erick Weeks Lewis lebih berani menyerang layaknya seorang target man, berani duel dengan pemain belakang lawan.

Bahkan dalam hal skill, pemain yang pernah tiga kali membela Timnas Liberia ini bisa lebih garang di mulut gawang lawan.

Kendati dengan postur 173 cm, dia jago heading, keduanya kaki sama-sama kuat, tetapi kaki kirinya lebih dominan. Memilki tengan bebas keras terukur, mampu melepas shooting keras sembari berlari.

Satu golnya, ke gawang SFC di Jakabaring ketika memperkecil ketinggalan dari 3-0 menjadi 3-2 pada 21 Mei 2012 lalu, menunjukkan kualitas dan mental bertandingnya.

Para fans dan suporter, baik di akun facebook Hendri Zainudin maupun twitternya pun setuju jika Erick menjadi alternatif pengganti Hilton yang terlihat mulai bertingkah dan meminta kenaikan gaji tinggi.

Satu hal yang pasti, dia pemain yang jarang cedera. Hal itu terlihat dari penampilannya bersama Persiwa sejak musim 2008-2009 lalu. Dia tampil 34 kali dengan lesakkan 16 gol, kemudian pada musim 2009-2010 dia membuat 17 gol dari 32 pertandingannya.

Musim 2010/2011, cedera sempat menganggunya, namun tetap saja mencetak 7 gol dari 19 kali penampilannya. Musim ini, produktivitasnya kembali meningkat dengan raihan 13 gol dari 30 pertandingan.

Jumlah golnya memang kalah dari Hilton, tetapi di Persiwa dia tidak begitu memiliki banyak tandem yang melayaninya, karena dialah menjadi pelayan bagi rekan-rekannya.

Bagaimana jika dia bermain satu tim dengan Ponaryo Astaman, Firman Utina, M Ridwan ataupun Lim Jun Sik yang pandai memberi assist. Belum lagi Kayamba, yang musim ini diplot sebagai target man, juga jago untuk urusan assist.


Direktur Keuangan, Augie Bunyamin juga membenarkan, Erick setuju dengan kontrak yang disodorkan, namun sejauh ini SFC masih menunggu sikap Hilton Moreira."Karena seperti hasil rapat beberapa waktu lalu, kita masih mengutamakan pemain lama, tetapi alternatif tetap ada," jelas Augie.

Biodata:

Nama:Erick Weeks
Panggilan:Lewis
Negara:Liberia
Tanggal Lahir:10 Maret 1986
Negara:Liberia
Position:Gelandang/striker
Tinggi:173 cm
Berat:71 kg

Karir Klub
2005-2006 Mighty Barolle
2006-2007 Cotonsport Garoua
2008- Persiwa Wamena

Timnas
2005- Liberia 3

Erick Weeks Setuju Gabung Sriwijaya FC


Keinginan Hilton Moreira yang secara tiba-tiba meminta kenaikan gaji dan nilai kontrak dinilai terlalu tinggi dan tidak disetujui oleh manajemen Sriwijaya FC. Manajemen bahkan sudah menyiapkan pemain lain yang tidak kalah kualitasnya sebagai pengganti jika pemain asal Brasil ini tidak sepakat dengan nilai kontrak yang ditawarkan dan memilih hengkang.

Direktur teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainuddin menyesalkan sikap Hilton yang secara mendadak minta kenaikan nilai kontrak. Karena itu manajemen Sriwijaya FC sudah menyiapkan pemain pengganti yang sebelumnya memperkuat Persiwa Wamena, yaitu Erick Weeks Lewis. Hendri mengatakan Erick Weeks sudah setuju untuk bergabung.

“Hilton mulai bertingkah dengan meminta kenaikan nilai kontrak yang cukup tinggi, padahal sebelumnya ia sudah sepakat dengan nilai kontrak lama. Awal kita rekrut dulu performa dan permainannya sedang menurun. Sekarang setelah penampilannya meningkat, saat memperkuat Sriwijaya FC, Hilton jadi bertingkah dengan minta kenaikan nilai kontrak,” sesal Hendri Zainuddin, Kamis (30/8), tanpa mau menyebut nilai kontrak yang diminta Hilton.

Padahal, menurut Hendri, manajemen Sriwijaya FC sudah berusaha memberikan yang terbaik kepada Hilton.

"Dulu waktu Hilton terkena kasus dengan pramugari Lion Air, sudah kita bantu, sekarang Hilton malah minta naik gaji. Hilton mungkin tidak menyadari pengorbanan dari manajemen saat dirinya tersangkut masalah hukum. Saat ini manajemen turun langsung menangani kasusnya,” ujar Hendri.

Dikatakan Hendri, sekarang terserah Hilton, kalau tetap ingin menaikkan nilai kontrak terlalu tinggi dari musim lalu dan ingin pergi dari Sriwijaya FC. Pihaknya sudah mempersilahkan Hilton untuk meninggalkan Sriwijaya FC.

"Kita masih bernegosiasi dengan Hilton agar tidak meminta nilai kontrak terlalu tinggi. Jika tetap tidak sepakat, dengan terpaksa kita melepas Hilton dan merekrut Erick Weeks,” kata Hendri.

Hendri menjelaskan, pihak manajemen sudah menghubungi Erick Weeks dan dirinya setuju membela Sriwijaya FC.

"Sekarang tinggal tergantung Hilton. Kalau tidak mau ke Sriwijaya FC kita langsung kontrak Erick Weeks,” katanya.

Erick Weeks sebelumnya memperkuat Persiwa Wamena. Musim 2011/12, Weeks tampil sebanyak 30 kali bersama Persiwa dengan menciptakan 13 gol.

Hilton Minta Rp1,5 Miliar


Ada pemain yang nilai kontrak Rp1,5 miliar di Sriwijaya FC," demikian komentar Hilton Moreira lawat agennya Eko Soebekti, saat meminta kenaikan harga.

Pria asal Brazilini meminta kenaikan Rp1,5 miliar atau minimal sedikit bawahnya.

"Alasan karena dia tampil cemerlang bersama SFC dengan mencetak banyak gol. Namanya masuk dalam jajaran top skorer ISL 2011/2012 lalu," jelas Hendri Zainudin, Kamis (30/8/2012).

Sontak manajemen pun keberatan dengan permintaan sang striker, apalagi selama di SFC sang striker terlibat banyak masalah yang menderanya.

Kemudian dilanjutkan Hendri di aku twitternya @hendrizainuddin.com. "Hilton meminta kenaikan nilai kontrak yg cukup tinggi, stlh sblmnya dia setuju nilai kontrak yg lama," ujar Hendri.

Kemudian dilanjutkannya."Hilton mgkn tdk menyadari pengorbanan Mgt saat dia tersngkut mslh hukum. Saat itu Mgt turun lsg menangani kasusnya dgn pramugari kmrin." "Hilton jg mgkn lupa bahwa dia saat di rekrut SFC musim lalu, performanya sdg menurun." lanjutnya.

"Mgt skrg mencoba berkompromi dgn Hilton ttg niatnya utk menaikkan nilai kontrak yg di rasa terlalu tinggi di banding musim lalu."

Kenaikan harga Hilton turut menghiasi kondisi skaud SFC, setelah persoalan Kayamba terus berlarut karena belum deal dari proses negosiasi yang cukup lama.

Kenji Pilih Persib SFC Nego Striker Australia


Persib Bandung akhirnya mendapatkan Kenji Adachihara. Pemain Jepang incaran Sriwijaya FC ini, memilih merapat ke markas Maung Bandung. Dia menjadi duet serasi bagi Herman Dzumafo Epandi.

"Memang Kenji lebih memilih Persib, dibandikan Sriwijaya FC," jelas agen Kenji, Eko Soebekti, Kamis (30/8/2012).

Seperti diketahui, hengkangnya Kenji memang sudah diprediksi, setelah beberapa waktu lalu, manajemen tidak deal soal nilai kontrak. Kabar terakhir, Kenji meminta Rp1,2 miliar, sementara manajemen mempertimbangkan harga sang striker, dengan alasan bisa mencari pemain lain yang lebih berkualitas.

"Memang SFC tidak deal soal Kenji karena harganya dianggap kemahalan," jelas Eko.

Sementara Dirketur Teknik dan SDM PT SOM, Hendri Zainudin menyatakan bahwa, pihaknya memang memburu Kenji, usai mengamankan Hilton. Namun tiba-tiba Hilton mengajukan kenaikan nilai kontrak.

"Kita tetap prioritaskan Kayamba dan Hilton sementara untuk satu kuota pemain Asia negosiasi dengan Kenji saat ini menemui jalan buntu, dan kita masih ada cadangan seperti Matsunaga Shohei atau lainnya," ujar Hendri.

Hendri menilai enam pemain asing yang melamar ke Sriwijaya FC, memiliki keunggulan masing-masing, namun sekali lagi, Sriwijaya FC merekrut pemain berdasarkan kebutuhan tim.

"Kita inginnya Kayamba dan Hilton kembali memperkuat Sriwijaya FC, karena bagaimanapun kita memprioritaskan pemain yang musim lalu membawa Sriwijaya FC meraih juara ISL dan perang bintang," kata Hendri seperti lansir dari HZ.com.

Direktur Keuangan SFC Hentikan Negosiasi Sergio


TAJAM, cepat, pandai memberi assist, dan kuat dalam bola-bola udara, itulah gambaran untuk Sergio. Sayang, seperti musim-musim sebelumnya, lagi-lagi SFC tidak berjodoh. Sebab harga sang striker Rp4,2 miliar.

"Memang negosiasinya panjang. Tidak deal, kami sudah berusaha keras mendatangkan. Namun, dia meminta Rp4,2 miliar, itu sulit dipenuhi," jelas Direkur Keuangan SFC, Augie Bunyamin.

Kendati demikian, dia menghimbau agar fans dan suporter bisa memaklumi, karena SFC selalu memiliki solusi alternatif."Kami tetap ada alternatifnya," jelas Aguie.

Sebenarnya, dalam persoalan ini, paling tidak ada simbiosis mutualisme jika van Dijk bergabung. Paling tidak, SFC bisa memuluskan ambisinya untuk memperkuat Indonesia, sekaligus memuluskan jalan Laskar Wong Kito untuk menyempurnakan skuadnya.

Sebab jika naturalisasi jadi, SFC bisa mencari striker asing lagi.

Kamis, 30 Agustus 2012

Berharap Matsunaga


Satu persatu pemain incaran yang dianggap berkualitas sulit didapatkan, lantaran juga diincar beberapa klub besar.

Seperti Dzumafo Herman Epandi dan Asri Akbar bahkan sudah deal dengan manajemen Persib, sementara pemain asal Jepang Kenji Adachihara juga diincar Persib.

Satu-satu harapan SFC kini kepada Matsunaga Shohei yang belum terdengar akan berlabuh di klub nama.

Dikatakan Hendri, awalnya pihaknya sudah sepakat dengan Hilton, namun secara tiba-tiba Hilton mengajukan kenaikan nilai kontrak, sementara Kayamba sejak dari awal memang belum tercapai kesepakatan harga.

"Kita tetap prioritaskan Kayamba dan Hilton sementara untuk satu kuota pemain Asia kita terus negosiasi dengan Kenji. Meskipun saat ini menemui jalan buntu, kita berharap pihak Kenji mau menerima tawaran dari kita. Jika pun Kenji lepas, kita masih ada cadangan dengan membidik Matsunaga Sohei," ujar Hendri.

Hendri menilai enam pemain asing yang melamar ke Sriwijaya FC, memiliki keunggulan masing-masing, namun sekali lagi, Sriwijaya FC merekrut pemain berdasarkan kebutuhan tim.

"Kita inginnya Kayamba dan Hilton kembali memperkuat Sriwijaya FC, karena bagaimanapun kita memprioritaskan pemain yang musim lalu membawa Sriwijaya FC meraih juara ISL dan perang bintang," kata Hendri seperti lansir dari HZ.com.

Arema Rekrut Qishcil, SFC Lirik Budi Sudarsono


Jika Sriwijaya FC tengah melakukan negosiasi dengan Budi Sudarsono yang musim 2011/2012 memperkuat Deltras Sidoarjo, Arema ISL justru mengambil Qischil Gandrum Mini.

Qishcil adalah pemain muda potensial yang musim 2011/2012 lalu, sebenarnya sempat bermain bersama SFC, dia direkrut satu paket dengan Budi, tetapi lantaran Budi Sudarsono ikut hengkang ke klub berjulu The Lobster itu manajemen kemudian melepasnya.

Seperti dilansir dari tribunnews.com, perekrutan ini setelah Munhar, Dendi Santoso, Sunarto, Khusnul Yuli, Reza Mustofa, dan Benny Wahyudi, hari ini Kurnia Meiga, Hendro Siswanto, Alfarizi, Catur Pamungkas, Ahmad Kurniawan (AK), dan Qishil Gandrum, resmi membubuhkan tanda tangannya dalam perjanjian kesepakatan harga (prakontrak) dengan Singo Edan.

“Selama dua hari 12 pemain sudah bisa dipastikan bergabung dengan kita. Ini bisa dibilang wajah dari setengah tim kita untuk musim depan sudah mulai terkuak. Kami dari manajemen memang hanya menargetkan 24 pemain, plus asing, untuk musim depan,” kata Direktur Utama Arema, Ruddy Widodo, saat ditemui di Kantor Arema, Jalan KErtanegara 7, Rabu (29/8/2012).

Dari daftar ke-12 pemain itu, belum ada satupun legiun asing yang dipanggil menghadap manajemen. Ruddy menuturkan wajah Singo Edan untuk musim depan memang mengangkat tema muda dan lokal. Menurut Ruddy, lebih sulit mencari pemain lokal berkualitas ketimbang pemain asing.

“Makanya kami prioritaskan dulu berburu pemain lokal. Kalau asing tinggal telepon agen, langsung dibawakan satu bis. Bahkan untuk asing inipun nanti, kami mungkin tidak akan menghabiskan kuota (lima pemain), karena sekali lagi, kami mengusung tema muda dan lokal,” urai Ruddy.

Komposisi tim pun, beber Ruddy, akan berisi 90 persen pemain muda. Pemanggilan Khusnul Yuli dan AK untuk tetap berseragam Arema, ungkap Ruddy, untuk penyeimbang tim, sebagai leader (pemimpin) di masing-masing lini.

“Biar bagaimanapun juga, sebuah tim tetap butuh pemain-pemain yang dituakan. Itulah kami tetap mempertahankan (Khusnul) Yuli dan AK," ungkap Ruddy.

Menurutnya, pihaknya juga tidak kuatir dengan kualitas pemain-pemain muda. Kami percaya, karena mereka telah teruji bermain di kompetisi yang keras. "Mengenai kontrol emosi yang kurang dari pemain muda pun, saya rasa profesionalitas mereka sudah tinggi,” ungkap Ruddy yang juga pengusaha travel ini.

Mengenai perekrutan pemain depan Deltras Sidoarjo, Qischil Gandrum, Ruddy menjelaskan pemain kelahiran 22 Juli 1987 ini sesuai dengan tema yang diusung Arema, muda dan lokal. Apalagi kecepatannya menyisir sisi kiri lapangan sering membuat bek-bek lawan kewalahan.

“Salah satu keunggulan pemain muda itu adalah kecepatan dan staminanya. Dia (Qischil) masuk semua kriteria itu dengan nilai yang menurut kami sangat memuaskan. Tidak ragu kami rekrut dia,” ujar Ruddy yang enggan membeberkan nilai kesepakatan harganya.

Seperti diungkapkan Direkur Teknik dan SDM PT SOM, Hendri Zainudin, striker Budi Sudarsono memang menjadi bagian dari rencana SFC musim 2012/2013."Memang kita melakukan negosiasi dengan pemain yang bersangkutan, sejauh ini cukup positif, tetapi tergantung kepada negosiasi akhir di Direktur Keuangan SFC pak Augie Bunyamin," jelas Hendri.



SFC:Stok Defender Cukup


Perburuan untuk pemain di posisi defender Sriwijaya FC sudah cukup. Manajemen kini fokus memburu pemain di posisi striker yang hingga kini belum ada kepastian.

"Stok defender kami rasa cukup, karena kita sudah memiliki pemain di masing-masing posisi," jelas Direktur Teknik dan SDM PT SOM, Hendri Zainudin, kepada sripoku.com, Rabu (29/8/2012).

Menurut Hendri, untuk posisi center bek ada Ahmad Jufriyanto, Abdul Rahman dan bek Thierry Gathuessi. Sementara di bek sayap kiri ada Mahyadi dan M Ridwan yang bisa bermain di sana. Sementara bek sayap kanan ada M Sobran dan Supardi.

"Makanya perburuan di posisi bek kami rasakan sudah cukup," jelas Hendri.

Djanur Juga Incar Kenji, SFC no Coment


Tidak hanya Dzumafo Herman Epandi dan Asri Akbar yang diinginkan Persib, pemain incaran Sriwijaya FC lainnya, Kenji Adhacihara juga didekati klub berjuluk Maung Bandung. Hal ini dibenarkan pelatih Persib Djadjang Nurdjaman (DJanur) seperti dilansir dari detik.con yang menyatakan, empat pemain bidikannya adalah tiga pemain lokal dan satu pemain asing Asia.

"Mudah-mudahan pemain baru yang kita bidik bisa segera gabung," kata Djanur saat dihubungi via ponsel, Rabu (29/8/2012).

Bahkan Djanur menyatakan, dari keempat pemain bidikannya itu, ia membenarkan jika salah satunya adalah mantan pemain Pelita Jaya musim lalu."Salah satunya memang dari sana (Pelita Jaya - red)," cetusnya.

Kendati demikian dia tidak menyebutkan tiga pemain lokal itu, sementara pemain asing Asia dia sedikit terbuka. Saat ditanyakan nama Safee Sali, dia langsung membantahnya."Yang jelas pemain dari Pelita Jaya itu pemain lokal," ucapnya.

Djanur menyatakan, untuk pemain lokal yang direkrut benar-benar pemain berkualitas dan sesuai kebutuhan tim. Sedangkan pemain asing Asia berasal dari Jepang."Yang pemain Asia ini sudah mendekati kata sepakat untuk gabung ke Persib," ujarnya.

Djanur tidak menampik jika penyerang Persiba Balikpapan Kenji Adhachihara dan diharapkan segera sepakat berlabuh ke Persib. "Mudah- mudahan sebelum 1 September mereka sudah gabung ke kita," tandasnya. Seperti diketahui, SFC memang mengincar Kenji sejak musim kompetisi berakhir, namun belum ada kesepakatan soal negosiasi.

Pihak agen Eko Soebekti membenarkan jika SFC menegosiasi Kenji, tetapi belum ada kesepakatan soal harga."Belum ada kesepakatan, tidak hanya SFC, beberapa klub lain juga mengincarnya," jelas Eko.

Terkait dengan kondisi ini, pihak SFC tampak tidak ingin mengomentari kondisi transfer yang terjadi."Kami belum koment, sebab saat ini manajemen fokus mengamankan 16 pemain yang kami pertahankan," jelas Direkrut Keuangan SFC Augie Bunyamin.

Rabu, 29 Agustus 2012

Capai kesepakatan lisan, Sultan Samma gabung Sriwijaya FC


Sriwijaya FC terus mempersiapkan diri jelang dimulainya kompetisi ISL November nanti. Perburuan pemain pun terus diintensifkan, hasilnya salah satu buruan SFC, Sultan Samma dikabarkan telah sepakat untuk bergabung bersama Laskar Wong Kito.

Kabar tersebut dibenarkan sendiri oleh pemain asal Persiba Balikpapan ini. Menurutnya, dirinya dan pihak Sriwijaya FC telah mencapai kesepakatan secara lisan.

“Alhamdulillah secara lisan saya sudah ada deal dengan manajemen Sriwijaya FC,” kata Sultan.

Ditambahkan oleh mantan penggawa Timnas SEA Games 2009 ini, salah satu alasannya hengkang adalah belum adanya kejelasan dari Persiba terkait masa depannya musim ini. Oleh karena itu, dirinya tak berpikir dua kali saat Sriwijaya FC datang dengan sebuah tawaran.

"Sebagai pemain kami tentunya ingin mendapat kejelasan, karena Sriwijaya sangat serius membuat saya harus menjatuhkan pilihan. Insya Allah musim depan bersama Sriwijaya,” bebernya.

Nama Sultan Samma sendiri memang menjadi buruan tim-tim mapan ISL musim ini. Selain Sriwijaya FC, tercatat ada dua tim asal Kalimantan yang tertarik menggunakan jasa Sultan Samma, yakni Mitra Kukar dan Persisam Samarinda.

4 Pemain Asing Lamar SFC


Kendati stok striker asing non Asia sudah cukup lantaran Sriwijaya FC memutuskan mempertahankan Kayamba dan Hilton Moreira, namun lamaran datang dari empat penyerang asing kepada manajemen Laskar Wong Kito.

Hanya saja manajemen merahasiakan keempat pemain yang kini mengajukan lamaran. Sebab, manajemen masih prioritas kepada dua asing Hilton dan Kayamba yang kini masih perlu finishing proses negosiasi.

"Kita prioritas kepada Hilton Moreira dan Kayamba, karena tidak
ingin terlalu banyak melakukan perombakan tim," jelas Presiden
Klub H Dodi Reza Alex, Selasa (28/8).

Memang Laskar Wong Kito harus siap-siap dengan skenario terburuk
jika para pemain ini gagal berbaju SFC. Bahkan sudah mempertimbangkan lamaran empat pemain asing yang masuk. Nama
Nemanja Obric dan Miljam Radovic disebut memasukkan lamaran itu.

Bentuk Perlawanan Klub ISL


DIREKTUR Teknik dan SDM SFC, Hendri Zaiunudin mengatakan, Sriwijaya FC tetap pada pendiriannya semula yang bersikap untuk tidak mengirimkan pemainnya ke Timnas PSSI (Bentukan Djohar Arifin). Pernyataan Alex Soosay itu sebagai pandangan sepihak yang lebih membela PSSI Djohar.

Keputusan SFC melarang pemainnya ke Timnas bentukan Djohar tidak bisa dibilang pelanggaran. Pasalnya, yang melanggar kesepakatan MoU di Kuala Lumpur, 7 Juni lalu adalah dari pihak Djohar."Seharusnya Soosay tahu terlebih dahulu permasalahannya.

Apakah dia tahu jika Djohar membentuk Timnas sendiri di luar kesepatan Mou tanpa melibatkan JC, kenapa tidak dipermasalahkan juga," katanya ketika dihubungi Sripoku.com, Selasa (28/8/2012).

Dikatakannya, jika sikap ini SFC disanksi tentu manajemen tidak tinggal diam. SFC akan melakukan pembelaan dan terus memperjuangkan mengakhiri kesewenang-wenangan Djohar dkk. Karena itulah sikap SFC tetap menolak pemanggilan timnas Dhohar sampai kapanpun.

"Kecuali yang memanggil adalah JC tentu pemain terbaik akan dikirim membela timnas," jelasnya.

AFC Tak Tahu Salah Djohar


DIREKTUR Teknik dan SDM SFC, Hendri Zaiunudin mengatakan, Sriwijaya FC tetap pada pendiriannya semula yang bersikap untuk tidak mengirimkan pemainnya ke Timnas PSSI (Bentukan Djohar Arifin). Pernyataan Alex Soosay itu sebagai pandangan sepihak yang lebih membela PSSI Djohar.

Keputusan SFC melarang pemainnya ke Timnas bentukan Djohar tidak bisa dibilang pelanggaran. Pasalnya, yang melanggar kesepakatan MoU di Kuala Lumpur, 7 Juni lalu adalah dari pihak Djohar."Seharusnya Soosay tahu terlebih dahulu permasalahannya.

Apakah dia tahu jika Djohar membentuk Timnas sendiri di luar kesepatan Mou tanpa melibatkan JC, kenapa tidak dipermasalahkan juga," katanya ketika dihubungi Sripoku.com, Selasa (28/8/2012).

Dikatakannya, jika sikap ini SFC disanksi tentu manajemen tidak tinggal diam. SFC akan melakukan pembelaan dan terus memperjuangkan mengakhiri kesewenang-wenangan Djohar dkk. Karena itulah sikap SFC tetap menolak pemanggilan timnas Dhohar sampai kapanpun.

"Kecuali yang memanggil adalah JC tentu pemain terbaik akan dikirim membela timnas," jelasnya.

PSSI Adukan SFC ke FIFA


Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) mengingatkan klub-klub yang tergabung dalam Indonesia Super League (ISL) karena melarang pemainnya membela tim nasional Indonesia. AFC menilai Sriwijaya FC dan klub ISL lainnya melanggar nota kesepakatan (MoU) PSSI-KPSI.

Melalui surat tertanggal 23 Agustus 2012, yang ditandatangani Sekretaris Jenderal AFC Dato Alex Soosay, AFC mengaku mendapat kabar sejumlah klub menghalangi pemainnya membela timnas Indonesia. AFC menilai langkah itu merupakan pelanggaran MoU damai antara PSSI dan KPSI yang dibentuk pada Juni lalu.

Nota kesepahaman itu berisi lima poin penting untuk menyelesaikan dualisme kepengurusan dan kompetisi sepak bola nasional. Namun, hingga kini poin-poin itu seakan tidak dijalankan dengan baik oleh beberapa pihak sehingga memunculkan ketidakjelasan akan nota kesepakatan tersebut. AFC akan meminta penjelasan lebih lanjut mengenai masalah tersebut kepada PSSI dalam rapat Joint Committee (JC) lanjutan antara PSSI dan KPSI.

Sekjen PSSI Tri Goestoro membenarkan bahwa pihaknya telah menerima surat tersebut. Surat itu, kata Tri, merupakan peringatan dari AFC untuk sejumlah klub yang melarang pemainnya membela timnas Indonesia.

"Ya, kita menerima surat itu pada 23 Agustus lalu. Nanti, akan kita segera umumkan di website PSSI," ujar Tri di Jakarta, Selasa (28/8/2012).

Awal mula masalah ini terjadi ketika beberapa penggawa langganan timnas yang bermain di ISL, seperti Bambang "Bepe" Pamungkas, Ponaryo Astaman, dan Firman Utina, berniat kembali mengikuti training camp (TC) untuk turnamen Piala AFF pada November mendatang.

Namun, mereka harus meninggalkan TC tersebut karena dilarang oleh klubnya masing-masing. Bepe bahkan dijatuhi hukuman denda oleh Persija Jakarta.

Selain ketiga pemain itu, mantan pemain Semen Padang, Abdulrahman, pun terpaksa mundur dari TC timnas di Jakarta karena bergabung dengan Sriwijaya FC. Kampiun ISL 2012 itu ditengarai melarang Abdulrahman membela skuad "Merah Putih".

Perombakan Direksi SFC Tunggu Presiden


Janji perombakan jajaran direksi Sriwijaya FC tampaknya masih membutuhkan waktu lebih lama lagi.

Pasalnya rapat untuk menentukan jajaran direksi SFC musim depan ini masih belum juga digelar, sebab Presiden Klub SFC, Dodi Reza Alex masih mencari jadwal yang tepat untuk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Demikian diungkapkan Direktur Keuangan SFC, Augie Bunyamin, ketika dihubungi Sripoku.com, Selasa (28/8/2012).

Menurut Augie dalam RUPS nantinya akan dikoreksi siapa-siapa saja dari jajaran direksi ini yang akan dilakukan pergantian atau tetap bertahan di posisinya.

"Belum ada perombakan direksi, sebab RUPS pun belum dilaksanakan," jelasnya.

Selasa, 28 Agustus 2012

Hilton Tiba-tiba Minta Naik Gaji


JIKA striker Keith Kayamba Gumbs siap bersama Sriwijaya FC untuk musim 2012/2013, maka negosiasi dengan Hilton Moreira cukup alot, karena meminta kenaikan nilai kontrak cukup tinggi. Namun, manajemen tidak terlalu dipusingkan lantaran masih fokus memburu penyerang asing Asia.

"Kita masih pelajari dulu, dia tiba-tiba minta kenaikan gaji," jelas Direktur Teknik dan SDM PT SOM, Hendri Zainudin, Senin (27/8/2012).

Tentang kabar bahwa, Hilton meminta kenaikan harga turut menjadi pemicu mengapa manajemen bergerak cepat. Karena, bisa jadi usai memenuhi kuota asing Asia, mereka kembali bergerak mencari alternatif pengganti Hilton.

Potensi hengkangnya pemain asal Brazil ini tidak bisa diprediksi, namun manajemen sangat ingin mempertahankan pencetak 18 gol untuk SFC ini. Kabar yang beredar, Hilton yang musim lalu dikontrak Rp1 miliar meminta kenaikan lebih besar, karena dia merasa tampil bagus sepanjang musim lalu.

"Hilton cukup alot, dia meminta kenaikan harga yang cukup tinggi, sehingga membuat kita masih mempertimbangkannya. Sejauh ini ada juga lamaran dari penyerang asing yang masuk ke SFC, terutama penyerang dari Jepang," kata Hendri.

"Sementara itu kami akui, dengan kondisi ini SFC yang memang mendapatkan lamaran penyerang asal Jepang dan akan mempertimbangkannya," lanjut Hendri.

Asri Tidak Mau Jadi Cadangan SFC


Tidak ingin menjadi cadangan, Asri Akbar lebih memilih Persib Bandung yang menjanjikannya tempat inti. Bandingkan, jika bersama SFC dihuni gelandang terbaik Indonesia Super League (ISL). Dipastikan dia akan menjadi pelapis Ponaryo Astaman ataupun Firman Utina.

Direktur Teknik dan SDM PT SOM, Hendri Zainudin Senin (27/8/2012) membenarkan Asri lebih memilih Persib. Gelandang kreatif ini tidak mau menjadi cadangan di SFC, lantaran di sana sudah ada Lim Jun Sik, Ponaryo Astaman, dan Firman Utina yang tidak tergantikan di lini tengah.

"Persoalannya memang sulit mencari pemain dengan kualitas serupa untuk cadangan. Itu pula yang ditegaskan Asri Akbar kepada kita," jelas Hendri.

Seperti diketahui, kepastian kepindahan Asir diungkapkan sang gelandang melalui layanan Blackberry Messenger sebagai mana dilansir dari Inilah.com, Senin (27/8/2012) pagi. Asri Akbar menegaskan mantap memilih Persib Bandung.

Pemain yang sukses mengemas 5 gol dan 1 assist bersama Beruang Madu -julukan Persiba musim lalu ini mengatakan, dirinya ingin keluar baik-baik dari klub lamanya tersebut untuk bergabung bersama Maung Bandung.

"Saya hanya ingin keluar baik-baik dari Persiba. Saya sudah mantap pilih Persib," tulis Asri.

Asri mengatakan hari ini rencananya dia akan mendapatkan uang muka atau DP (down payment) dari manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB), sebagai tanda jadi untuk bergabung bersama Atep dan kawan-kawan, menghadapi kompetisi ISL musim depan."Bahkan hari ini rencananya saya sudah dapat DP dari Persib," tutupnya.

Sementara itu, dari pihak Sriwijaya FC belum ada jawaban resmi tentang batalnya Asri Akbar merapat ke Palembang. Manajemen hanya menegaskan bahwa, rekrutmen pemain masih dalam proses negosiasi dan deal, tetapi tentang kepastiannya lebih kepada kebutuhan tim."Pemain mana yang bergabung nanti, sesuai dengan kebutuhan tim, bukan karena soal apakah dia bintang ataupun bukan," jelas Direktur Teknik dan SDM PT SOM, Hendri Zainudin.

Dzumafo Minta Kayamba Jadi Tandem?


Manajemen Persib Bandung ternyata sudah menyiapkan tandem untuk striker anyar mereka, Herman Dzumafo.

Namun, siapa calon duet untuk mantan penyerang Arema Indonesia (Arema ISL) itu masih belum dibuka identitasnya. Menurut kabar, pria asal Kamerun itu meminta Kayamba sebagai tandemnya.

Namun, Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, menjelaskan, saat ini pihaknya masih berkomunikasi dengan Herman Dzumafo. Pemain jangkung asal Kamerun itu pun memberi rekomendasi seorang pemain yang diinginkannya kepada manajemen untuk segera ditindaklanjuti.

"Ya, kita juga minta tanggapan kepada Dzumafo siapa pemain yang pantas berduet dengannya. Setelah dipilih-pilih, Dzumafo condong ke salah satu pemain yang menurutnya pas. Tapi kita tidak akan beri tahu dulu siap pemain itu," jelas Umuh Muchtar.

Sedangkan pelatih baru Persib Bandung, Jajang Nurjaman, menjelaskan bahwa calon duet Herman Dzumafo bisa pemain asing maupun striker lokal."Untuk tandem Dzumafo, memang bisa asing atau lokal. Tapi nanti-lah kita tunggu dulu kepastiannya nanti setelah benar-benar jadi," ujar Jajang Nurjaman.

Publik memang masih meraba-raba siapakah pemain depan yang dikehendaki Herman Dzumafo. Sang pemain sendiri sempat dikabarkan sangat ingin bermain satu tim dengan kapten Sriwijaya FC, Keith Kayamba Gumbs.

Bahkan, apabila Keith Kayamba Gumbs memastikan diri bertahan di Sriwijaya FC, Herman Dzumafo ingin juga bermain di tim juara Indonesia Super League (ISL) 2011/2012 tersebut. Namun, karir Keith Kayamba Gumbs di tim Laskar Wong Kito yang belum pasti membuat Herman Dzumafo lantas berlabuh ke Bandung.

Persib Bandung memang membutuhkan sepasang striker maut untuk mengisi lini serang mereka. Duet maut legiun asing sebelumnya, yakni Marcio Souza (Brasil) dan Noh Alam Shah alias Along (Singapura) secara mengejutkan tidak dipertahankan untuk tetap memperkuat tim Maung Bandung di ISL musim depan.

Secara terpisah, pihak Sriwijaya FC menyatakan, sejauh ini manajemen baru saja merampungkan negosiasi dengan Kayamba. Pemain yang kini tengah mengambil lisensi kepelatihan di Prancis tetap memprioritaskan SFC."Sejak awal kami katakan Kayamba prioritas, jika kami melakukan negosiasi dengan beberapa striker itu merupakan bagian dari proses pembentukan tim," jelas Direktur Keuangan SFC Augie Bunyamin.

Besok Jajaran Direksi Sriwijaya FC Diganti


Jajaran direksi Sriwijaya FC yang dipimpin Presiden klub, Dodi Reza Alex, menggelar rapat evaluasi untuk jajaran manajemen. Diperkirakan dari rapat itu akan ada satu orang direktur yang akan tereliminasi.

Namun pihak manajemen belum mau mengumumkan siapa yang akan didepak dari jajaran direksi. Karena rapat yang digelar di Hotel Swarna Dwipa, Senin (27/8?2012) malam itu masih terus berlangsung. Menutur rencana manajemen Sriwijaya FC baru akan mengumumkan hasil rapat pada Selasa (28/8/2012).

"Malam ini rapat dipimpin langsung oleh Presiden Klub Dodi Reza Alex bersama jajaran direksi," ungkap Direktur Teknik dan SDM PT SOM, Hendri Zainuddin, Senin (27/8/2012).

Sementara Direktur Keuangan Augie Bunyamin mengatakan, rapat ini digelar sebagai bentuk komitmen dari evaluasi yang selama ini sudah berjalan. Sebelumnya manajemen dan jajaran direksi Sriwijaya FC juga sudah menggelar rapat tahap pertama di Griya Agung pada Kamis (23/8/2012) lalu.

"Ini bentuk komitmen kita, bukan hanya pemain, pelatih, manajemen juga dievaluasi," jelasnya.

Senin, 27 Agustus 2012

Sriwijaya FC Latihan Perdana Pada Pertengahan September


Saat ini Sriwijaya FC terus melakukan negosiasi kontrak dengan pemain-pemain musim lalu yang kembali dipertahankan. Selain itu, manajemen Sriwijaya FC bersama pelatih juga mendatangkan pemain-pemain baru untuk lebih memperkuat tim Sriwijaya FC menghadapi musim kompetisi 2012/13.

Para pemain yang akan mengisi skuat Sriwijaya FC menghadapi kompetisi Indonesia Super League (ISL) diharapkan bisa kembali memberikan gelar juara bagi tim kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan ini.

Direktur teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainuddin mengatakan, saat ini pihaknya bersama pelatih sedang menyusun skuat terbaik menghadapi musim kompetisi 2012/13. Setelah perekrutan pemain dirampungkan, selanjutnya para pemain akan menjalani latihan perdana yang dijadwalkan pada pertengahan September 2012.

"Kami sudah menjadwalkan latihan perdana akan dimulai pertengahan September. Sebelum latihan perdana ini semua pemain sudah harus berkumpul di Palembang dan merampungkan proses penandatanganan kontrak,” kata Hendri, Sabtu (25/8).

Dikatakannya, latihan perdana sengaja digelar pertengahan September mengingat kompetisi akan bergulir November 2012.

"Idealnya latihan perdana paling lambat digelar dua bulan sebelum kompetisi bergulir. Kita harus segera menyiapkan tim demi mempertahankan gelar juara ISL,” ujar Hendri.

Selain itu, pada September nanti, Sriwijaya FC juga akan memperkenalkan skuat tim musim depan kepada seluruh pecinta Sriwijaya FC dan masyarakat Sumsel di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang.

“Rencananya launching tim akan kita lakukan pada bulan September di Stadion Jakabaring Palembang dengan cara sederhana. Karena inti dari launching ini adalah memperkenalkan pemain-pemain dan pelatih Sriwijaya FC,” ujar Hendri.

Menurut Hendri, Sriwijaya FC memiliki tugas berat untuk mempertahankan gelar juara yang sudah diraih.

"Tentunya tim lain seperti Persipura, Persija, Persib dan tim lainnya akan berusaha merebut gelar juara dari tangan Sriwijaya FC, karena itu kita akan berusaha mempertahankan gelar juara semaksimal mungkin,” kata Hendri.

Sementara untuk kebutuhan pemain musim depan, dikatakan Hendri, sekitar 25 sampai 30 pemain. Jumlah pemain ini sebagai antisipasi jika Sriwijaya FC tampil di tiga kompetisi sekaligus, yaitu Liga Indonesia, Piala Indonesia serta Liga Champions Asia.

“Musim lalu kita hanya bermain di ISL, jadi kebutuhan pemain tidak terlalu banyak, jika dibandingkan dengan bermain di tiga ajang sekaligus. Untuk musim depan sebagai juara ISL, kita berkesempatan tampil di LCA dan juga bermain di Piala Indonesia, jadi kebutuhan pemain bisa antara 25 sampai 30 pemain,” ujar Hendri.

Dikatakan Hendri, untuk tampil di tiga ajang sekaligus, setidaknya Sriwijaya FC harus memiliki dua tim, yaitu tim inti serta tim cadangan. Karena jika kompetisi yang diikuti jaraknya berdekatan, maka Sriwijaya FC tidak akan kelabakan dalam menentukan pemain .

“Kita lihat saja nanti, apakah akan bermain di LCA atau hanya tampil di liga domestik, tapi yang jelas, kita akan menyiapkan skuat yang berisi 25 sampai 30 pemain,” kata Hendri.

Selain itu, Sriwijaya FC juga sedang melakukan negosiasi tahap akhir dengan apparel tim asal Australia yaitu Stobi. Jika negosiasi berjalan lancar, jersey terbaru bermerk stobi akan di-launching bersamaan dengan launching pemain.

Saat ini direktur keuangan PT SOM Augie Bunyamin sedang merampungkan negosiasi tahap akhir dengan pihak stobi dan dijadwalkan September sudah bisa dipastikan. Setelah itu jersey terbaru akan di-launching bersamaan dengan launching pemain Sriwijaya FC.

Abdul Rahman Siap Mundur Dari Timnas Indonesia


Bek baru Sriwijaya FC Palembang, Abdul Rahman, mengaku siap mundur dari Training Centre (TC) tim nasional Indonesia yang berada diasuh oleh Nil Maizar.

Mantan pemain Semen Padang yang menjadi juara Indonesian Premier League (IPL) tersebut mengaku siap menuruti keinginan klub terkait polemik timnas Indonesia.

Seperti yang diketahui, klub-klub ISL kompak menolak untuk mengirimkan pemain-pemainnya ke timnas versi PSSI Djohar Arifin dan lebih memilih untuk mengirimkan pemain-pemain mereka ke timnas bentukan PSSI-KLB. Dan Abdul Rahman yang kini bergabung dengan tim ISL juga siap dengan hal tersebut.

“Saya pemain profesional, dan saya siap bersikap profesional. Saya akan patuhi keinginan klub,” ujar Abdul Rahman kepada Jawa Pos.

Sementara itu, Direktur Teknik PT Sriwijaya Optimis Mandiri Hendri Zainuddin juga membenarkan hal tersebut. Ia mengaku pihaknya telah melarang Abdul Rahman untuk bergabung dengan timnas asuhan Nil Maizar meskipun kesepakatan yang terjalin antara mereka masih sebatas lisan.

“Dia sudah deal dengan kami. Kami akan minta dia untuk tidak memperkuat timnas PSSI Djohar Arifin lagi,” kata Hendri.

“Kami memang belum tanda tangan kontrak. Jika memang masih mau ikut TC saya belum tahu. Yang pasti kalau kami sudah persiapan dan tanda tangan kontrak, dia tidak bisa memperkuat timnas."

Menurut dia, sikap Sriwijaya FC sudah jelas tidak mengakui Djohar sebagai ketua umum setelah menyatakan mosi tidak percaya. Karena itu, dia meminta agar Rahman nanti bisa patuh kepada keputusan yang sudah dikeluarkan oleh klub.

Sriwijaya FC Kirim Pemain Terbaik Ke Piala AFF


Timnas Indonesia di bawah PSSI pimpinan La Nyala Mataliti dijadwalkan melakukan pemanggilan pemain ISL untuk menghadapi Piala AFF Suzuki Cup di Malaysia. Pemanggilan pemain terbaik ISL untuk Timnas Indonesia di bawah asuhan pelatih Alfred Riedl ini dijadwalkan tanggal 29 Agustus 2012.

Para pemain yang akan dipanggil adalah pemain-pemain terbaik yang selama ini menjadi langganan Timnas Indonesia di berbagai kejuaraan internasional, namun bukan pemain-pemain yang memperkuat Timnas Indonesia di bawah PSSI pimpinan Djohar Arifin.

Direktur Teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainuddin mengatakan Sriwijaya FC siap mengirimkan pemain-pemain terbaik yang dimiliki untuk mengharumkan nama Indonesia di Piala AFF melalui Timnas Indonesia di bawah PSSI La Nyala Mataliti.

“Kita memiiki beberapa pemain yang selama ini menjadi langganan Timnas Indonesia seperti Ferry Rotinsulu, M Ridwan, Firman Utina, Ponaryo Astaman dan Supardi. Selain itu kita masih memiliki pemain-pemain terbaik lainnya yang layak mengisi skuat tim Indonesia berlaga di Piala AFF, termasuk pemain anyar Abdul Rahman. Kita siap mengirimkan mereka memperkuat Timnas Indonesia jika diminta oleh PSSI dan pelatih Alfred Riedl,” ujar Hendri Zainuddin, Minggu (26/08).

Dikatakan Hendri, sejak awal Sriwijaya FC mendukung penuh jika ada para pemainnya yang dipilih membela nama Indonesia di kancah internasional. Sebagai warga Negara Indonesia, pihaknya tentu tidak akan menghalangi para pemainnya membela tim merah putih.

“Kita tim pertama yang mendukung jika ada pemain yang dipanggil membela Timnas Indonesia. Kita tidak akan menghalangi jika Firman Utina, M Ridwan dan Ponaryo dipanggil membela merah putih, karena sebagai pemain, mereka berhak membela Timnas Indonesia,” kata Hendri.

Namun menurut Hendri, Timnas Indonesia di bawah PSSI La Nyala Mataliti adalah Timnas yang berhak dibela oleh para pemain Sriwijaya FC dan bukan Timnas bentukan Djohar Arifin.” Sriwijaya FC bermain di kompetisi ISL, jadi Timnas di bawah PSSI La Nyala yang berhak di bela. Jika para pemain Sriwijaya FC membela Timnas Djohar itu adalah kesalahan yang besar dan wajib dikenakan sanksi,” ujar Hendri.

Dikatakan Hendri, sebelumnya Firman Utina, M Ridwan dan Ponaryo membangkang perintah manajemen karena ingin membela merah putih, namun tim yang dibela tiga pemain Sriwijaya FC ini adalah Timnas Indonesia abal-abal yang dibentuk secara sepihak oleh orang-orang Djohar Arifin.

“Sekarang sudah ada Timnas Indonesia yang dihuni pemain-pemain terbaik tanah air dan inilah Timnas yang harus dibela pemain Sriwijaya FC, ” kata Hendri Zainuddin.

Dikatakan Hendri, sebenarnya Sriwijaya FC tidak ingin melihat Timnas Indonesia terbelah, namun mengingat PSSI pimpinan Djohar Arifin membentuk Timnas sendiri tanpa melibatkan pihak joint committee, maka tidak salah kalau Sriwijaya FC mendukung PSSI di bawah La Nyala Mataliti juga membentuk Timnas.

“Nanti bisa dinilai sendiri, mana Timnas Indonesia yang terbaik dan layak membawa nama Indonesia berlaga di tingkat internasional. Semua bisa melihat mana Timnas Indonesia sebenarnya, yang dihuni pemain-pemain terbaik tanah air dan mana Timnas abal-abal,” ujar Hendri.

Jumat, 17 Agustus 2012

Jersey Sriwijaya FC Geser Motif Songket


Manajemen Sriwijaya FC mulai bergerak cepat dengan terus mencari sponsor apparel yang akan menyediakan peralatan mulai dari jersey, sepatu, kaos kaki dan perlengkapan tim lainnya guna menyongsong musim kompetisi 2012/2013.

Hanya saja, dari manajemen tampaknya masih menginginkan sponsor yang mau mempertahankan ciri khas motif songket yang selama ini selalu menghiasi pakaian skuad Laskar Wong Kito.

"Kita akan tetap berusaha mempertahankan motif songket ini, siapapun itu sponsornya. Hanya saja memang kemungkinan untuk musim depan posisi motif songket ini, tidak akan lagi berada di bahu seperti musim sebelumnya. Bisa jadi, letaknya akan bergeser di tempat lainnya, saya juga belum tahu desain pastinya seperti apa," kata Direktur Keuangan SFC, Augie Bunyamin, Rabu (15/8/2012).

Menurut dia, sejauh ini sudah ada dua sponsor apparel yang sedang dalam tahap penjajakan untuk negosiasi, yakni sponsor lama 'Specs' dan yang kedua adalah sponsor asal Australia 'Stobi.' Hanya dari kedua sponsor ini manajemen masih ingin mencari kecocokan satu sama lain.

Musim ini, manajemen menginginkan para sponsor-sponsor yang berkerja sama dengan SFC tidak hanya membantu dari segi peralatan ataupun barang saja, melainkan pula diminta untuk memberikan sejumlah uang tunai guna keperluan klub.

"Ini semua dilakukan karena belajar dari pengalaman musim sebelumnya, SFC sedikit kesulitan dalam hal pendanaan. Bahkan Presiden Klub SFC, Bapak Dodi Reza harus rela menggadaikan rumahnya, mengingat sejak musim kemarin kita tidak lagi ditopangn oleh dana APBD," jelas Direktur Hotel Swarna Dwipa ini.

Suka Karakter Dzumafo - Kenji


MELIHAT karakter permainan striker ISL, maka kualitas yang hampir setara dengan Kayamba adalah striker Alberto Goncalves, Dzumafo Herman Epandi, dan Kenji Adachihara. Ketiganya pekerja keras dan bukan tipe pemalas.

Beto misalnya, hampir menjadi pemain SFC musim lalu, namun disalib Persipura. Top skor ISL ini mengaku, tidak pernah bernegosiasi langsung dengan SFC. Karena, selepas musim kompetisi 2010/2011 itu, dia menjalin komunikasi dengan Persipura.

"Saya tidak tahu, beda jika saat ini, kalau deal, bisa saja bermain di SFC," jelas Beto lewat agennya Eko Soebekti.

Sementara, Dzumafo yang menunjukkan ketajamannya bersama PSPS Pekanbaru, terbiasa akan kerasnya kompetisi Indonesia. Dzumafo yang membawa PSPS naik kasta ke ISL musim 2008 lalu ini, hampir bermain di SFC, namun gagal usai Gumbs yang menjabat asisten pelatih tidak setuju jika kontraknya lebih tinggi di SFC sehingga manajemen memilih Hilton Moreira.

Begitu juga Kenji, juga diincar SFC musim 2011/2012, namun kalah cepat dari Persiba Balikpapan. Kenji adalah contoh striker Asia yang bisa bersaing di ISL, dia kuat, bisa menjadi target man, dan winger.

Dirktek dan SDM PT SOM, Hendri Zainudin mengatakan, usai lebaran nanti diumumkan bagaimana keputusan Kayamba, karena manajemen tetap memprioritaskan dia. Kecuali negosiasi batal, maka Kenji atau Dzumafo atau Beto menjadi alternatif," ujar Hendri.

Kriteria Striker SFC:
Memiliki jiwa kepemimpinan dalam dan luar lapangan, Cerdas dan, memiliki visi bermain, Tipikal striker modern, Pekerja keras, Memiliki skill, Kuat dalam penguasaan bola, Tipe pertarung dan mau menjemput, bola, dan Tajam dan rajin memberi assist

Striker buruan:
Asia: Kenji Adachihara, Jaerry Boima Karpeh, dan Matsunaga
Shohei

Non Asia: Alberto Goncalves, Aldo Baretto Dzumafo Herman
Epandi, Greg Nowkolo, dan Marcio Souza.

Lokal:Tantan, Saktiawan, dan Syamsul Arif

SFC Irit Rp6 Miliar Jika PTLI Tanggung Akomodasi


Manajemen Sriwijaya FC irit Rp6 miliar, jika biaya transpotasi, akomodasi dan konsumsi ditanggung PT Liga Indonesia pada musim 2012/2013, yang akan bergulir November 2012.

"Terus terang saya belum mendengar kabar ini. Kalau benar PT Liga (Indonesia) sepakat untuk menanggung semua biaya ini, setiap klub akan terbantu. Bahkan, SFC bisa menghemat anggaran Rp6 miliar," kata Direktur Keuangan SFC, Augie Bunyamin ketika dimintai tanggapannya dengan adanya wacana ini, Kamis (16/8/2012).

Menurut dia, pada rapat PT Liga Indonesia, KPSI dan Ke-18 klub ISL (7/8) lalu, ternyata masih ada beberapa klub yang kesulitan keuangan, terutama menggaji para pemainnya. Kemungkinan, karena melihat kesulitan klub ISL inilah, PTLI berencana membantu keuangan dengan menanggung biaya akomodasi dan transportasi.

"Kita belum tahu teknisnya seperti apa. Kalaupun wacana ini terwujud tentunya kemajuan besar, dan sangat membantu tim-tim kecil yang sedang berjuang mencari sponsor," jelas Manajer Hotel Swarna Dwipa ini.

Pastinya ada beberapa persyaratan alias tidak sepenuhnya gratis, Augie menyakini bahwa, syarat-syarat ini tidak mungkin menyulitkan klub. Pastinya PTLI menginginkan yang terbaik."Kalaupun ada persyaratan pasti akan kita patuhi, hanya saja sebelumnya akan dipelajari terlebih dahulu," ulasnya.

Sebelumnya, seperti dilansir tribunnews.com, terobosan besar ini mengemuka usai Komisaris Utama PTLI, Harbiansyah Hanafiah, menyebutkan program ini, merupakan usaha PTLI memudahkan klub-klub ISL dalam melakukan efesiensi kebutuhan klub.

Sriwijaya FC Hentikan Negosiasi dengan Samsul


PERBURUAN striker lokal berkualitas terus dilakukan Sriwijaya FC selepas kepergian Risky Novriansyah dan Siswanto. Setelah melakukan negosiasi secara intensif, manajemen Sriwijaya FC mulai mendapatkan angin segar dari Saktiawan Sinaga dan Tantan.

Titak terang sudah didapat. Keduanya dikabarkan sudah sepakat soal negosiasi dan harga. Bisa jadi kedua pemain ini akan direkrut, ataupun kemungkinan salah satunya. "Ada titik terang, sejauh ini Saktiawan dan Tantan berpeluang besar bermain bersama kami," jelas Direktur Teknik dan SDM PT SOM, Kamis (16/8/2012).

Sementara itu, negosiasi bersama Samsul Arif menemuhi jalan buntu, kemungkinan striker Persibo Bojonegoro ini memang tidak lagi dimasukkan dalam daftar nama-nama pemain yang diincar. "Samsul memang menjauh setelah proses negosiasi. Makanya kita fokus untuk merekrut keduanya. Jika berjalan lancar maka peluang untuk bergabung sangat besar," jelas Hendri.

Hanya saja, lanjut Hendri, untuk merekrut keduanya tidak mungkin. Manajemen harus memilih satu satu diantara keduanya. Apalagi persoalan kebutuhan tim dan nilai kontrak juga menjadi pertimbangan."Masalah harga menjadi pertimbangan, terutama kepada pebutuhan tim. Saktiawan pastinya lebih mahal dibandingkan Tantan," jelas Hendri.

Sakti -Tantan Merapat ke Sriwijaya FC?


Setelah melakukan negosiasi secara intensif, manajemen Sriwijaya FC mulai mendapatkan angin segar dari Saktiawan Sinaga dan Tantan. Keduanya dikabarkan sudah sepakat soal negosiasi dan harga.

Bisa jadi kedua pemain ini akan direkrut, ataupun kemungkinan salah satunya yang akan diambil manajemen untuk mengisi lini depan.

"Ada titik terang, sejauh ini Saktiawan dan Tantan berpeluang besar bermain bersama kami, sejauh komunikasi terus kami jalin," jelas Direktur Teknik dan SDM PT SOM, Kamis (16/8/2012).

Sementara itu, negosiasi bersama striker Samsul Arif menemui jalan buntu, kemungkinan besar striker Persibo Bojonegoro ini memang tidak lagi dimasukkan dalam daftar nama-nama pemain yang diincar manajemen Laskar Wong Kito.

"Samsul memang menjauh setelah proses negosiasi. Makanya, kita fokus untuk merekrut keduanya. Jika berjalan lancar maka peluang untuk bergabung sangat besar," jelas Hendri.

Kamis, 16 Agustus 2012

Risky Mencari Klub Baru


DIPUTUS kontrak oleh Sriwijaya FC tidak membuat striker muda, Risky Novriyansyah menjadi patah arang. Bahkan, dengan adanya kejelasan ini ia berencana mencari pelabuhan atau klub secepatnya untuk mengarungi musim kompetisi 2012/2012 nanti.

"Saya sih bersikap profesional saja, kalau memang diputus kontraknya oleh manajemen, ya mau apa lagi," katanya.

Mantan pemain Persijap Jepara ini mengaku, hingga kini belum ada satupun klub, yang mengajukan penawaran resmi untuk merekrut dirinya. Meski belakangan santer terdengar kabar bahwa pemain yang berhasil mencetak dua gol bagi SFC ini sedang didekati oleh Gresik United.

"Belum ada klub yang menawari saya, baik itu klub ISL (Indonesia Super League) maupun IPL (Indonesia Premier League). Saya sih tidak pilih-pilih kalau kontraknya cocok, baik itu ISL maupun IPL tidak menjadi masalah," jelas pemain kelahiran 23 November 1989.

Pemain yang memulai karirnya di Pelita Jaya U-23 ini mengaku masih menikmati liburan bersama keluarga besarnya di Pangkal Pinang, Bangka Belitung. Kompetisi panjang yang dilaluinya selama berada di SFC membuat ia ingin memanfaatkan jedah liburan ini dengan sebaik-baiknya."Saat ini saya masih menikmati liburan dulu," ujarnya.

Ditanya bagaimana kesan-kesannyas selama membela SFC musim kemarin? Pemuda ini mengatakan, paling berkesan saat merengkuh gelar juara bersama SFC. Apalagi ini gelar pertamanya menjalani karir profesional."Mudah-mudahan saya bisa mendapatkan klub yang lebih baik lagi untuk musim depan, baik itu darri segi karir dan yang lainnya," pungkas mantan punggawa Timnas U-21 ini.

Sementara itu Siswanto santer diisukan merapat ke Barito Putra. Kendati belum pasti, namun desas-desus ini mendekati kenyataan, lantaran sang pemain tidak jadi merapat ke Persib Bandung.

Seperti SFC-Arema Anggap Kontrak Beto Kemahalan


SEPERTI halnya Sriwijaya FC yang berpikir dua kali mendatangkan Alberto Goncalves yang meminta kontrak Rp2 miliar, ambisi manajamen Arema yang berlaga di Liga Super Indonesia (ISL) untuk mendapatkan striker Persipura Jayapura, Alberto 'Beto' Goncalves, terancam gagal.

Pasalnya, top skor musim lalu itu, tetek kukuh dengan memasang harga yang cukup tinggi, yakni sebesar Rp2 Miliar. Beto dikabarkan tidak ingin menurunkan nilai kontraknya dan membuat Arema mundur teratur.

Demikian diungkapkan Media Officer Arema, Sudarmadji seperti dilansir dari vivabola, Rabu (15/8/2012). Ia mengatakan bahwa, pihaknya sudah berkomunikasi dengan agen Beto. Namun negosiasi terancam mandek karena nilai yang diajukan di luar kemampuan kantong Singo Edan.

Sedangkan Eko Subekti, yang menjadi agen Beto, menilai angka yang mereka tawarkan tidak kaku alias masih bisa dinegosiasikan."Kami harus bijak membelanjakan dana sesuai kemampuan budget di Arema," ujar Sudarmadji.

Sudarmadji kemudian membandingkan dengan pengeluaran Arema pada putaran kedua lalu. Menurutnya, saat itu, Singo Edan hanya mengeluarkan dana sebesar Rp500 juta untuk menggaet Dzumafo Herman Epandi. Artinya, kontrak dalam semusim Dzumafo hanya Rp1 Miliar. "Kami tidak ingin terjebak dalam ekspektasi yang tinggi karena bisa berdampak kurang baik bagi kami," kata Sudarmadji.

Sementara itu pihak Sriwijaya FC juga keberatan dengan nilai kontrak Beto yang setinggi langit itu. Untuk ukuran klub-klub ISL, cukup berat membayar kontrak pemain yang mencapai Rp2 miliar.

Direktur Teknik dan SDM PT SOM, Hendri Zainudin menilai, manajemen berpikir ulang dan prioritas mempertahankan Keith Kayamba Gumbs, sehingga pihaknya memilih menahan diri. Uang sebanyak Rp2 miliar itu, bisa mendapatkan dua striker lokal berkualitas.

"Lebih kami fokus mencari striker lokal setelah manajemen memutuskan lebih memprioritaskan untuk mempertahankan Kayamba," jelas Hendri.

Siswanto ke Arema ISL atau Barito?


Putus kontrak dari Sriwijaya FC bukan berarti kualitas pemain asal Malang ini menjadi diragukan sejumlah pihak ataupun klub lainnya. Terbukti saat ini Siswanto mengaku sudah mendapatkan tawaran dari beberapa klub, diantaranya Arema Indonesia ISL dan klub Promosi ISL, Barito Putera.

Bahkan sebelum keputusan SFC untuk melepas pemain sayap ini, ia sudah terlebih dahulu dikait-kaitkan dengan Persib Bandung. Meski pada akhirnya Persib belakangan mengaku belum membutuhkan tenaga Siswanto untuk musim kompetisi 2012/2013 mendatang.

"Memang saat ini sudah ada beberapa klub yang mengajukan penawaran kepada saya, diantaranya klub asal kampung sendiri, Arema Indonesia. Selain itu adapula klub Barito Putera yang sejauh ini maih dalam tahap penjakakan," ungkapnya ketika dihubungi Sripoku.com.

Siswanto mengaku tidak terlalu mempersoalkan keputusan manajemen untuk tidak memperpanjang kontraknya musim depan di SFC. Baginya selaku pemain profesional, tentu apapun keputusan itu, ia harus siap dan menrimanya. Penilaian itu kan sudah dilakukan oleh manajemen bersama, tentu keputusannya diambil untuk kebaikan kedua belah pihak.

"Terus terang selama berada di Palembang saya merasa cukup nyaman, tidak ada persoalan apapun baik dengan pelatih maupun dengan manejemen. Semuanya berjalan dengan baik, oleh karena itulah sayamengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh keluarga besar SFC," jelasnya.

Terlebih, lanjutnya, untuk para supporter Laskar Wong Kito yang begitu luar biasa, dengan terus memberikan support kepada dirinya baik di dalam maupun di luar lapangan. Ia mengaku cukup jarang melihat para sopporter yang terus meneriakkan namanya untuk bisa tampil di lapangan hijau. Oleh karena itulah Siswanto mengaku cukup terkesan dengan antusias warga Palembang terhadap dirinya.

"Meski musim ini saya tidak bersama SFC kembali, mudah-mudahan di lain waktu saya bisa kembali mempekuat klub asal Palembang ini. Sebagai seorang pemain tentunya saya akan selalu siap bermain di mana saja, termasuk apabila bergabung dengan SFC kembali," akunya.

Tantan-Arif Paling Disukai Fans SFC


MANAJEMEN Sriwijaya FC baru merilis tiga striker yang kini sedang dibidik yakni Samsul Arif, Saktiawan Sinaga, dan Tantan. Pihak manajemen dan pelatih terus melakukan koordinasi untuk memilih satu diantara ketiganya, sesuai dengan kebutuhan tim musim 2012/2013 mendatang.

Kendati belum menentukan pilihan nama Samsul Arif dan Tantang sudah mendapatkan dukungan dari para fans. Keduanya diatensi lewat facebook. Seperti diketahui, Direktur Teknik dan SDM PT SOM, Hendri Zainudin memposting tiga nama ini lewat fb.

"Ada tiga striker yang kita negosiasi, tetapi akan dipilih salah satunya, mohon pencerahan," jelas Hendri.

Para fans Laskar Wong Kito maupun suporter pun sepakat untuk memilih Samsul dan Tantang yang dianggap sangat cocok dengan permainan Laskar Wong Kito. Kendati demikian nama Saktiawan juga patut dipertimbangkan.

"Ini yang menjadi penilaian kita, tetapi sekali lagi kami mengambil pemain tetap berdasarkan kebutuhan tim," urai Hendri.

Rabu, 15 Agustus 2012

Jika Ingin Datangkan Andik, SFC Harus Bayar Fee


Kabar ketertarikan Sriwijaya FC kepada Andik Vermansyah sampai juga ke telinga CEO Persebaya 1927 Gede Widiade. Kepada wartawan Selasa (14/8/2012), dia mengatakan pemain memiliki hak untuk pergi jika sudah tidak terikat kontrak.
"Kita lihat saja dua bulan ke depan, pemain sudah menghubungi saya, sebagian besar masih ikut, namun pemain punya hak kemana saja, saya persilahkan," kata Gede Widiade.

Namun tidak mudah bagi SFC untuk mendatangkan Andik, sebab manajemen Persebaya meminta transfer kepada SFC, lantaran kontrak pemain mungil ini baru habis pada Desember mendatang.

Manajer Marketing Persebaya, Dito Arief, mengatakan, kontrak Andik memang berakhir tahun ini, namun bukan September, melainkan akhir Desember."Semua media mengatakan, kontrak Andik habis bulan depan, padahal, baru berakhir Desember 2012. Jadi wajar jika manajemen tenang-tenang saja," ujar Dito.

Karena Andik Vermansyah masih terikat kontrak hingga akhir tahun ini, maka, setiap tim yang ingin mendapatkannya harus membayar uang transfer ke Persebaya. Namun jika SFC ingin mendapatkan Andik dengan gratisan, harus menunggu hingga Januari. Lalu, apakah Persebaya mau melepas Andik? Dito mengatakan, melepas Andik ke klub lain cukup dilematis. Kendati dari segi bisnis, diuntungkan.

"Saya kira susah melepasnya, manajemen akan dapat tekanan dari fans, karena Andik ikon Persebaya," jelasnya.

Meski demikian, bukan tidak mungkin buat SFC untuk mendapatkan Andik yang kini mulai ragu-ragu saat ditanyai kemungkinan untuk
berpindah klub. Berbeda dengan pemain Persebaya lain yang komitmen untuk bertahan."Nantinya membahas itu karena saya saat ini masih berstatus pemain Persebaya," ujarnya.

Kegalauan Andik dikabarkan lantaran dia meminta kenaikan gaji, namun CEO Persebaya Gede Widiade, mengatakan, tidak akan menuruti pemain yang minta kenaikan nilai kontrak, tidak terkecuali pemain istimewa seperti Andik Vermansyah.

Secara terpisah manajemen SFC memang serius mendekat Andik, tetapi belum tahu jika kontrak sang striker Persebaya itu baru habis pada Desember, karena selama ini kontrak berakhir pada September.

"Tetapi kita tetap akan melakukan negosiasi dan sejauh ini sudah ada titik terang, mengenai persoalan fee transfer kita lihat dulu kontrak Andik akanberakhir pada September atau Desember," jelas Direktur Teknik dan SDM PT SOM, Hendri Zainudin

Negosiasi Karpeh


PERSISAM Putra Samarinda siap untuk berburu pemain asing baru untuk kempetisi musim depan, setelah melepaskan empat pemain asing. Klub berjuluk Pesut Mahakam melepas striker Australia Jerry Boima Karpeh, bek Kamerun Luc Owana Zoa, striker asal Korea Kim Dong Chan, gelandang serang asal Montenegro Srdjan Lopicic.

"Semua pemain asing musim kemarin kita lepas dan kita akan mencari pemain asing baru untuk musim depan," ungkap direktur Operasional Persisam, Erwin D Budiawan seperti yang dilansir Goal.

Manajemen tidak memperpanjang kontrak keempat pemain asing tersebut lebih karena kini tim lebih membutuhkan pemain yang lebih kooperatif dalam menghadapi musim kompetisi berikutnya."Dalam kompetisi berikutnya, persaingan akan lebih berat dan dibutuhkan pemain yang koperatif untuk memperkuat tim," jelasnya.

Sementara Persiba Balikpapan mengisyaratkan mempertahankan Ado Baretto, Matsunaga Shohei, dan Esteban Guillen. Sementara nama Kenji Adhacihara tidak masuk dalam rencana Persiba. Santer terdengar Kenji memang sudah ada negosiasi dengan Sriwijaya FC.

Sayangnya manajemen belum mau mengungkapkan ke publik lantaran kontrak sang pemain bersama skuad Beruang Madu ini berakhir pada September. Sedangkan untuk Jerry Karpeh yang pernah diburu manajemen SFC pada Putaran Kedua ISL musim 2011/2012 lalu, juga termasuk dalam 19 daftar pemain yang diincar.

Hanya saja, Direktur Teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainudin, Selasa (14/8/2012) menegaskan, kendati sudah negosiasi, pihaknya tetap memprioritaskan Kayamba dan Hilton."Sekali lagi, kami prioritaskan keduanya, jika negosiasi gagal, maka dua pemain ini bisa jadi alternatif," jelasnya. Manajemen pun harus memikirkan kuota pemain asing Asia jika ingin mendatangkan Karpeh, karena kuota hanya bersisa satu pemain menyusul dipertahankannya Lim.

Attitude Pemain Nomor Satu


Presiden Klub Sriwijaya FC, H Dodi Reza Alex tidak hanya melihat pemain incaran dari sisi skill dan kualitas, tetapi persoalan sikap atau attitude juga menjadi hal yang utama untuk mendatangkan pemain.

"Sikap itu tercermin baik di dalam dan luar lapangan. Kita tidak melihat dia pemain bintang lantas semena-mena dan mengabaikan aturan klub. Karena sikap juga bagian dari profesionalisme seorang pemain," jelas Dodi.

Makanya manajemen SFC tidak terlalu terburu-buru mendatangkan pemain, perlu startegi untuk mendatangkan pemain berkualitas."Karena disamping dia harus memiliki skill dan kecerdasan juga harus memiliki attitude atau sikap yang baik di luar dan dalam lapangan," jelasnya.

Seperti diketahui, SFC tidak segan-segan menjatuhkan sanksi kepada tiga pemain bintangnya Ponaryo Astaman, Firman Utina, dan M Ridwan yang nyata-nyata memperkuat Timnas bentukan PSSI pimpinan Djohar Arifin.

Selasa, 14 Agustus 2012

Deal Dengan Si Goyang Gergaji?


DIREKTUR Teknik dan SDM SFC, Hendri Zainudin mengungkapkan sudah deal dengan salah satu pemain, yang berposisi sebagai gelandang sayap. Pemain yang baru direkrut ini nantinya, menggantikan peran dari Siswanto yang kini kontraknya sudah tidak lagi diperpanjang.

Hanya saja saat ini manajemen masih belum ingin merahasiakan nama pemain ini, guna membuat publik Sumatera Selatan sedikit penasaran."Ya, kita sudah sepakat dengan pemain ini. Pemain ini pernah membawa Persisam Samarinda juara divisi utama, kemudian pernah juara meraih juara ISL (Indonesia Super League). Itu saja dulu ciri-cirinya, silahkan media menebak-nebak. Pengumuman resminya baru akan saya beritahukan dua hari kemudian," katanya, Senin (13/8/2012).

Berdasarkan ciri-ciri yang dikemukakan, kuat dugaan pemain yang dimaksud adalah M Fakhruddin. Pasalanya pemain yang dikenal dengan goyang gergaji ini adalah pemain yang pernah meraih juara Divisi Utama bersama Persisam Samarinda pada musim 2008/2009. Kemudian setelah itu pemain asal Malang ini pulang kampung guna memperkuat Arema Indonesia, dan kembali berhasil menjuarai ISL pada musim 2009/2010.

"Nanti saja pengumuman resminya akan segera kita kasih tahu," tegas Hendri lagi.

Wajar saja nama Fakhrudin ini selalu dikait-kaitkan dengan SFC, pasalnya pemain yang bersangkutan pun tak memungkiri kalau sedang diincar oleh Laskar Wong Kito. Seperti yang dilansir goal.com (27/7), pemain yang musim lalu memperkuat Deltras Sidoarjo ini mengaku sudah didekati oleh tiga klub besar, baik di ISL maupun IPL (Indonesia Premier League). Ketiganya adalah Persisam Samarinda, SFC, dan Arema IPL.

Striker Asal Haiti Lamar Sriwijaya FC


Striker asal negara Haiti , Tijani Kazeem Olajuwon, Senin (13/08) mengajukan lamaran untuk menjadi pemain Sriwijaya FC. Dalam daftar riwayat hidup yang dikirimkan kepada manajemen Sriwijaya FC, Pemain kelahiran 15 April 1985 ini terakhir memperkuat tim Poshey FC, Port au Prince, Haiti.

Tijani mengatakan keinginannya bergabung dengan Sriwijaya FC, karena mengetahui kalau Sriwijaya FC adalah klub besar dan terbaik di Indonesia saat ini.” Tujuan bergabung dengan Sriwijaya FC untuk mencapai puncak terbesar dalam karir sepakbola saya,” kata Tijani menjelaskan soal tujuannya ingin bergabung dengan Sriwijaya FC.

Pemain yang juga bisa bermain sebagai gelandang serang ini menjelaskan, dirinya memiliki fisik yang kuat dan memiliki kecepatan lari di atas rata-rata. Selain itu pemain yang memiliki kekuatan di kaki kanan dan kaki kiri ini memiliki ketenangan dan kemampuan yang sangat baik dalam menyelesaikan peluang.

Tijani juga menjelaskan kalau dirinya memiliki kemampuan menggiring bola yang sangat baik dan cepat dalam melakukan serangan balik. Bukan hanya piawai dalam mencetak gol, Tijani juga mengaku memiliki umpan yang sangat bagus dan akurat, baik dari kaki kanan maupun kaki kirinya.

Disebutkan dalam CV, kalau pemain ini sangat cerdas dan sangat baik dalam penguasaan bola serta memiliki kemampuan yang baik dalam melewati kawalan pemain lawan sambil tetap menjaga penguasaan bola.

Dia juga memiliki kreatifitas yang besar dan keunggulan dalam situasi satu lawan satu, memiliki ketenangan yang baik dan kemampuan untuk mencetak gol, dan mampu menguasai permainan dengan baik .Selain itu Tijani juga memiliki kemampuan kepemimpinan yang baik

Selama menjadi pemain bola, Tijani berhasil mencacatkan beberapa prestasi, seperti menjadi pencetak gol terbanyak Piala Haiti tahun 2010 bersama Poshey FC, menjadi salah satu pencetak gol terbanyak dalam Football Challenge 2010, menjadi pemain terbaik tahun 2010, pencetak gol terbanyak tahun 2008, pemain terbaik FA Cup tahun 2007, pemain terbaik ketiga Kings Cup 2007, pemain terbaik kedua tahun 2006, pemain muda potensial saat memperkuat Youth Akademi tahun 2000 dan 2001, pemain paling berharga tahun 2001, pemain muda terbaik tahun 2001 dan pemain muda terbaik dalam Piala Utama Negara tahun 1999.

Selama menjadi pemain bola, Tijani pernah menjadi wakil kepten tim sepakbola harapan sekolah tinggi tahun 2000/2001 dan kapten muda youth akademi tahun 2003.

Sementara itu tim sepakbola yang pernah diperkuat Tijani adalah tim sepakbola Sekolah Menengah Pertama Pelabuhan Au Prince Haiti tahun 1989 sampai tahun 1995, tim sepakbola sekolah Port Au Prince Haiti tahun 1995 sampai 2001, Youth Akademi tahun 2000 sampai 2003, Poshey FC, Agustus 2003 sampai Juni 2005. Rahmat FC, Juni 2005 sampai Mei 2006, Laskar Ultimate FC, Juli 2006 sampai Januari 2008, dan Poshey FC tahun 2008 sampai tahun 2012.

Direktur Teknik dan SDM PT SOM, Hendri Zainuddin mengatakan pihaknya sudah menerima lamaran dari Tijani, namun belum bisa memutuskan akan menerima atau menolak Tijani, karena terlebih dahulu ingin mengetahui kemampuan Tijani secara keseluruhan.

“Kami baru menerima lamaran dan CV nya. Masih akan kami pelajari lebih dahulu sebelum memutuskan menerima atau tidak lamaran Tijani,” kata Hendri Zainuddin, Senin

Sriwijaya Siapkan Rp17.5 Miliar untuk Beli Pemain


Setelah memastikan nama-nama pemain yang dipertahankan dan dilepas untuk musim depan, Sriwijaya FC akan mencari pemain untuk menggantikan posisi pemain yang dilepas.

Sebanyak 19 pemain masuk dalam incaran Sriwijaya FC, di antaranya penyerang Persebaya Surabaya Andik Vermansyah, penyerang Persema Malang Irfan Bachdim. Pemain lainnya yang menjadi incaran adalah bek asal Semen Padang Abdul Rahman, striker Deltras Sidoarjo Budi Sudarsono, pemain Persiba Balikpapan Sultan Samma, penyerang Persiba Kenji Adachihara, dan pemain Persib Aliyuddin.

Para pemain yang diincar ini dipersiapkan untuk mengganti enam pemain yang dilepas SFC, yaitu bek asal Australia Jamie Coyne, Nova Arianto, Septia Hadi, Riski Novriansyah, Siswanto dan Darwin. Kemudian, jika di antara pemain yang dipertahankan ada yang tidak sepakat dengan harga yang ditawarkan Sriwijaya FC, maka pemain yang diincar ini juga disiapkan sebagai pengganti.

Presiden Sriwijaya FC Dodi Reza Alex Noerdin mengatakan, menghadapi kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2012/13, tim 'Wong Kito' menyiapkan dana sebesar Rp17,5 miliar, khusus untuk belanja pemain. Dana sebesar ini dipergunakan untuk belanja pemain yang baru direkrut, maupun untuk pemain yang kembali dipertahankan.

“Dengan dana Rp17,5 miliar, kita harapkan bisa mendapatkan pemain-pemain terbaik untuk menghadapi kompetisi musim 2012-2013,” kata Dodi Reza Alex, Senin (13/8).

Dana Rp17,5 miliar itu, lanjut Dodi, termasuk dalam dana keseluruhan sebesar Rp35 miliar yang dibutuhkan klub di musim kompetisi 2012-2013.

”Tetapi kebutuhan dana Rp35 miliar itu bisa bertambah jika kita ditunjuk mewakili Indonesia berlaga di Liga Champions Asia. Kebutuhan dana bisa lebih dari Rp35 miliar,” ujar Dodi.

Direktur keuangan PT SOM, Augie Bunyamin menambahkan, dana untuk kompetisi 2012/13 itu digalang dari sponsor dan dana pihak ketiga. Sponsor lama seperti Bank Sumsel Babel, Yamaha dan yang lainnya, akan kembali melanjutkan kerjasama di musim berikutnya.

“Sementara untuk sponsor apparel, sampai saat ini kita masih melakukan pembicaraan dengan dua perusahaan apparel yaitu Specs yang sebelumnya menjadi sponsor SFC dan satu lagi sponsor dari perusahaan apparel asal Australia yaitu Stobi,” kata Augie.

Selain itu, SFC juga sedang melakukan penjajakan dengan perusahaan perkebunan, pertambangan dan perminyakan di Sumatra Selatan. Diharapkan sponsor SFC musim depan bertambah.

“Musim lalu, kita berhasil meraih juara ISL dan perang bintang. Semoga dengan prestasi gemilang SFC bisa mendatangkan sponsor lebih banyak lagi,” harap Dodi.

Senin, 13 Agustus 2012

Sriwijaya FC Incar Andik Vermansyah dan Abdul Rahman


Meski berhasil menjadi juara kompetisi Indonesian Super League (ISL) musim lalu, rupanya tak membuat manajemen Sriwijaya FC puas dengan skuat yang mereka miliki. Sriwijaya FC terus berburu pemain, guna memperkuat skuat mereka di musim depan.

Direktur Teknik dan SDM PT SOM, Hendri Zainuddin menegaskan, pihaknya belum puas dengan komposisi pemain Sriwijaya FC di musim lalu, dan ingin menambah amunisi, guna menjadikan Sriwijaya FC lebih tangguh. Apalagi kata Hendri, ada kemungkinan Sriwijaya FC bisa berlaga di Liga Champions Asia (LCA) musim depan.

Salah satu pemain yang diincar oleh Sriwijaya FC adalah bintang muda yang bermain di Persebaya Surabaya, Andik Vermansyah. Sriwijaya FC tidak hanya sekadar mengincar pemain yang merupakan pilar timnas Indonesia itu, namun manajemen Sriwijaya FC juga sudah menjalin komunikasi serius dengan Andik.

Selain Andik pemain lain yang diincar adalah bek Semen Padang, Abdul Rahman. Abdul Rahman merupakan pemain andalan Indonesia di SEA Games 2011 lalu.

"Mudah-mudahan komunikasi yang kami lakukan dengan kedua pemain tersebut bisa berjalan lancar, sehingga keduanya bisa menjadi pemain Sriwijaya FC untuk musim depan," ungkap Hendri, Senin (13/8/2012).

Kas-Hartono Dipertahankan


Pelatih Kas Hartadi dan Hartono Ruslan dipertahankan manajemen. Kemampuan dua pelatih yang sama-sama kalem ini dianggap sangat tepat untuk menangani para pemain bintang Laskar Wong Kito untuk musim kompetisi 2012/2013.

"Kami putuskan mempertahankan Kas Hartadi dan Hartono Ruslan, tidak ada alasan untuk tidak mempertahankan kedua, karena sudah terbukti kapasitasnya sebagai pelatih terbaik di ISL," jelas Presiden Klub H Dodi Reza Alex, Minggu (12/8/2012).

Seperti diketahui, Kas Hartadi yang mengantongi lisensi A nasional sempat diterpa isu akan dilepas musim depan. Bahkan beberapa nama beken bermunculan sebagai kandidat pengganti, seperti Arcan Iurie dan Bojan Hodak.

SFC Akhirnya Sanksi Popon cs


Sanksi untuk Ponaryo Astaman, M Ridwan, dan Firman Utina akan segera diberikan manajemen Sriwijaya FC pada Kamis (16/8/2012) setelah ketiganya bertemu manajemen. Ketiganya dianggap telah melanggar aturan klub dan ISL setelah nekat memperkuat Timnas bentukan PSSI Djohar Arifin.

"Kami segera menjatuhkan sanksi, berupa pemotongan satu bulan gaji, kepada ketiganya. Kemudian teguran keras dari sisi administratif, Karena mereka sudah melanggar aturan klub," jelas Presiden Klub H Dodi Reza Alex, Minggu (12/8/2012).

Menurut Dodi, pelanggaran dilakukan karena mereka memilih memperkuat Timnas bentukan Djohar yang dibuat tanpa koordinasi dari Joint Committe yang saat ini diberikan kepercayaan dari FIFA untuk mengkoordinasikan setiap keputusan yang diambil PSSI pimpinan La Nyalla Matalitti dan Djohar Arifin, termasuk agenda Timnas.

"Hal itu sudah disebutkan dalam MoU yang disepakati bersama di hadapan pihak FIFA. Bukan kami tidak memperbolehkan pemain membela negara, tetapi lihat dulu substansinya, Timnas yang mana, apakah dibawah koordinasi JC atau bukan. Kalau kami lihat Timnas itu bentukan PSSI-nya Djohar dan jelas-jelas pertandingan itu bukan agenda resmi FIFA.

Tetapi hanya ujicoba yang sebenarnya dilaksanakan Even Organizer, hal jelas kami anggap sebuah pelanggaran. Jika Timnas yang dibentuk benar-benar berdasar MoU atau dibawah koordinasi Joint Committe (JC) tentunya kami klub pertama yang mengizinkan pemain," jelas Dodi.

Coyne - Nova Dilepas


MANAJEMEN Sriwijaya FC akhir memutuskan melepas enam pemainnya untuk kompetisi 2012/2013 mendatang. Perombakan skuad dilakukan lantaran Laskar Wong Kito mengejar target yang lebih tinggi. Selain mempertahankan prestasi, peluang untuk berlaga di ajang Liga Champions Asia (LCA) atau AFC Cup Tetap ada.

"Kita memutuskan melepas enam pemain kita yakni, Jamie Coyne, Nova Arianto dan Seftiahadi untuk posisi defender atau bek," jelas Direktur Teknik dan SDM PT SOM, Hendri Zainudin kepada Sripoku.com, Minggu (12/8/2012).

Sementara itu, tiga pemain lainnya di posisi penyerang yakni, Risky Novriansyah pemain muda usia 21 tahun dilepas, kemudian juga melepas Siswanto di posisi gelandang, serta manajeman juga memutus kontrak pemain magang Darwin.

"Ini diputuskan setelah melaluk rapat bersama Presiden Klub H Dodi Reza Alex, jajaran Direksi, dan jajaran manajeman PT SOM," jelas Hendri.

Minggu, 12 Agustus 2012

Sriwijaya FC Catat Rekor Penonton Terbanyak ISL


Prestasi yang diraih Sriwijaya FC pada musim kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2011/12 berbanding lurus dengan penonton yang hadir langsung ke Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang.

Berdasarkan data yang didapat dari penjualan tiket secara resmi dari klub-klub peserta kompetisi ISL dan data dari PT Liga Indonesia, Sriwijaya FC mencatatkan rekor penonton terbanyak ISL dengan jumlah penonton sebanyak 362.079. Informasi ini Disampaikan direktur teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainuddin.

Hendri bangga, pertandingan kandang yang dilakoni Sriwijaya FC selama musim kompetisi 2011/12 mencatatkan jumlah penonton terbanyak dari 17 tim peserta ISL lainnya. Ini menjadi bukti kalau kompetisi ISL benar-benar berkualitas dan menjadi pilihan masyarakat Sumsel dan seluruh pecinta Sriwijaya FC.

"Kami yakin kalau masyarakat Sumsel lebih memilih Sriwijaya FC tampil di ISL daripada IPL, karena itulah kami memutuskan tampil di ISL. Dan ini terbukti dengan banyaknya penonton yang menyaksikan pertandingan Sriwijaya FC di ISL,” kata Hendri.

Yang membuat Hendri lebih bangga, jumlah penonton yang menyaksikan pertandingan Sriwijaya FC bisa menembus angka di atas 362 ribu penonton, sementara tim lainnya tidak ada yang menembus angka 300 ribu penonton.

"Ini benar-benar luar biasa. Kita bisa mencapai jumlah penonton 362.079, lebih banyak dari Persib Bandung yang berada di posisi dua dengan jumlah penonton 293.571 dan Arema Indonesia di posisi tiga mencatatkan jumlah penonton 269.795. Bahkan Persipura Jayapura berada di posisi empat, dengan jumlah penonton 261.345, ” ujar Hendri.

Hendri berharap musim depan, Sriwijaya FC bisa mempertahankan prestasi yang diraih musim lalu, bahkan kalau bisa mencatatkan prestasi yang lebih baik lagi.

"Mudah-mudahan musim depan prestasi Sriwijaya FC bisa lebih baik sehingga jumlah penonton yang menyaksikan laga Sriwijaya FC bisa bertambah banyak,” kata Hendri.

Catatan Jumlah penonton terbanyak yang diraih Sriwijaya FC melengkapi hasil gemilang yang diraih tim kebanggaan Sumsel ini selama musim kompetisi 2011/12. Selain meraih juara ISL dan perang bintang, Sriwijaya FC juga mencacatkan diri sebagai tim yang paling subur dalam urusan mencetak gol dan menjadi tim yang memiliki pertahanan terkuat.

Untuk urusan tim tersubur, Sriwijaya FC mencacatkan diri sebagai tim yang paling banyak mencetak gol ke gawang lawan dengan berhasil menciptakan 71 gol sepanjang kompetisi, lebih baik dari Pelita Jaya yang berhasil mencetak 68 gol dan Persipura Jayapura yang berhasil mencetak 65 gol.

Sementara itu, lini belakang Sriwijaya FC menjadi yang terkuat setelah hanya kebobolan 31 gol sepanjang kompetisi, lebih baik dari Persipura Jayapura yang kebobolan 35 gol dan Persija Jakarta yang kebobolan 36 gol.

Sabtu, 11 Agustus 2012

Firman Utina Cs Tinggalkan Timnas Indonesia


Tiga pemain Sriwijaya FC yang sebelumnya memperkuat Timnas Indonesia menghadapi Valencia, yaitu Firman Utina, M Ridwan dan Ponaryo Astaman sudah meninggalkan Timnas Indonesia dan tidak lagi mengikuti latihan bersama Timnas di bawah PSSI pimpinan Djohar Arifin sejak tadi, Jumat (10/08).

Presiden klub Sriwijaya FC, Dodi Reza Alex mengatakan Firman Utina, M Ridwan dan Ponaryo Astaman sudah dipanggil oleh manajemen Sriwijaya FC, untuk secepatnya meninggalkan Timnas Indonesia di bawah PSSI pimpinan Djohar Arifin dan segera menghadap manajemen Sriwijaya FC.

”Saya katakan kepada mereka, jika tidak segera meninggalkan Timnas Indonesia, maka ketiganya langsung kita pecat sekarang juga dari Sriwijaya FC,” kata Dodi Reza Alex Noerdin, Jumat (10/08).

Perintah dari Dodi ini dituruti oleh Firman Utina, M Ridwan dan Ponaryo . Ketiganya langsung memutuskan untuk meninggalkan Timnas Indonesia dan akan ke Palembang Sabtu besok untuk menghadap Dodi. “Informasinya Firman, Ridwan dan Ponaryo sudah meninggalkan Timnas Indonesia. Kita tunggu saja mereka tiba di Palembang,” ujar Dodi.

Sebelumnya Presiden Sriwijaya FC, Dodi Reza Alex, marah mendengar tiga pemainnya yaitu Firman Utina, Ponaryo Astaman dan M Ridwan tetap memperkuat Timnas Indonesia di bawah PSSI pimpinan Djohar Arifin menghadapi Valencia, padahal ketiganya sudah dilarang dengan tegas oleh Sriwijaya FC.

Sanksi sudah disiapkan oleh Dodi, namun sebelum mengeluarkan sanksi, Dodi terlebih dahulu ingin bertemu dengan tiga pemain Sriwijaya FC ini dan mendengarkan secara langsung dari mulut ketiganya soal alasan melanggar perintah, agar nantinya Sriwijaya FC tidak menyesal memecat tiga pemain yang turut membantu Sriwijaya FC meraih gelar juara musim lalu ini.

“Kita sudah panggil tiga pemain ini segera menghadap untuk menjelaskan alasan ketiganya melanggar perintah dari manajemen. Jika mereka sudah menghadap dan memberikaan penjelasan, baru kita putuskan hukumannya, bisa berupa sanksi administrasif, bisa juga pemecatan tergantung pembelaan mereka,” kata Dodi .

Dikatakan Dodi, apapun hasil yang didapat dari pertemuan dengan tiga pemain ini, akan menjadi referensi bagi Sriwijaya FC dalam mengeluarkan keputusan . ”Kalau tiga pemain ini menyesal, mengaku salah, meminta maaf dan berjanji tidak akan lagi mengulangi kesalahan dikemudian hari, bisa saja sanksi pemecatan kita batalkan dan menggantinya dengan sanksi lain. Yang jelas, pertama-tama saya ingin mendengarkan alasan langsung dari mulut mereka,” ujar Dodi.

Dikatakan Dodi berbagai pertimbangan akan menentukan sanksi apa yang akan diberikan kepada Firman Utina, M Ridwan dan Ponaryo Astaman. Pertimbangan yang dimaksud adalah maksud dan alasan dari tiga pemain ini melanggar perintah Sriwijaya FC, pertimbangan lainnya jika ketiganya menyesal, meminta maaf serta tidak mengulangi kesalahan, pertimbangan selanjutnya adalah kontribusi tiga pemain ini untuk Sriwijaya FC selama ini, kemudian masukan dari pengurus Sriwijaya FC lainnya serta berbagai pertimbangan lainnya.

Menurut Dodi, pertimbangan yang memberatkan bagi Ponaryo dkk adalah ketiganya sudah tahu kalau Sriwijaya FC melarang memperkuat Timnas Indonesia di bawah PSSI Djohar, namun ketiganya tetap melanggar.

”Ini yang sangat memberatkan , seolah-olah kita sangat membutuhkan tenaga tiga pemain ini, padahal keberhasilan Sriwijaya FC meraih juara karena keberhasilan tim bukan karena individu pemain. Jika tiga pemain ini dipecat, akan banyak penggantinya. Kita bukannya tidak nasionalis dengan melarang pemain memperkuat timnas Indonesia, tapi Timnas Indonesia yang mana. Karena PSSI Djohar Arifin sudah melanggar kesepakatan dengan membentuk timnas sendiri tanpa melibatkan pihak Joint Commite,” kata Dodi.

Sementara itu yang meringankan, jika ketiganya mau meminta maaf, mengakui kesalahan dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.” Sementara ini, kita belum mengetahui alasan langsung dari tiga pemain ini karena belum bertemu. Kalau sudah bertemu dan mendengarkan alasan mereka, baru kita putuskan sanksinya,” ujar Dodi.

Dodi mengatakan selanjutnya, manajemen akan melakukan rapat pada hari Sabtu dan Minggu, 11- 12 Agustus untuk memutuskan sanksi dan sekalian menetapkan nama-nama pemain yang dipertahankan serta dilepas, termasuk membahas tim pelatih untuk musim depan.

“Kompetisi akan bergulir November, jadi kita akan segera putuskan nama-nama pemain dan pelatih untuk musim depan dalam rapat pengurus Sabtu dan Minggu ini, termasuk memutuskan sanksi untuk pemain yang memperkuat Timnas Indonesia” kata Dodi.

Jumat, 10 Agustus 2012

Popon Cs Bisa Dipecat


Aksi nekad trio Sriwijaya FC Ponaryo Astaman, Firman Utina dan M Ridwan yang memperkuat Timnas bentukan PSSI pimpinan Djohar Arifin saat melawan Valencia, Sabtu (4/8) dan kini mengikuti training camp (TC) Piala AFF, membuat manajemen berang. Ketiganya terancam sanksi paling berat bahkan berujung pemecatan.

Presiden Klub SFC, Dodi Reza Alex saat dihubungi Sripo, Kamis (9/8) mengatakan, “Pasti akan menegakkan kedisiplinan dari setiap pemain, siapapun itu, baik pemain senior maupun jonior. Makanya, terkait dengan pelanggaran yang dilakukan ketiga pemain ini, manajemen akan memberikan sanksi tegas.”

Tidak mungkin pemain ini akan lepas begitu saja dari sanksi, bahkan, bila perlu tidak sampai kontraknya berakhir pada September mendatang, ketiganya sudah diputuskan masa kontrak kerjanya alias dipecat.

“Dalam hal apapun pasti sebuah kedisiplinan ini menjadi poin penilaian yang utama. Jangan karena untuk kepentingan pribadi seorang pemain, lalu kemudian klub yang dirugikan,” katanya.

Dodi menilai, kepergian ketiga pemainnya ini, dengan alasan membela timnas dirasakan kurang tepat, justru yang tampak jelas adalah tujuan dari pemain ini, apakah untuk kepentingan ataupun keuntungan pribadinya. Pasalnya, timnas yang dibela bukanlah timnas bentukan dari Joint Commitee, lembaga yang kini untuk menyelesaikan konfik dualisme kepengurusan PSSI.

Kemudian pula laga yang dijalani pun bukan pula pertandingan resmi dari FIFA, melainkan hanya laga eksibisi yang diselenggarakan oleh event organizer (EO) untuk mencari keuntungan secara finansial.

“Kita sama sekali tidak melarang seluruh pemain kita untuk membela negaranya, hanya saja patut diperhatikan kembali timnas mana yang dibela ini. Justru dengan bergabungnya mereka, membuat keruh suasana yang sebelumnya memang sudah tidak kondusif. Makanya, pada waktu itu kami putuskan untuk melarang mereka. Namun tetap dilanggar. Jelas sikap seperti ini harus diberikan sanksi besar bahkan bisa berujung pada pemecatan,” tegasnya.

Bisa dikatakan tindakan dari trio SFC ini adalah pelanggaran berat, pasalnya Dodi berujar sudah berulang kali memberikan peringatan agar mengabaikan panggilan dari Timnas bentukan Djohar Arifin Husein.

“Dengan begini manajemen seolah dikangkangi oleh pemain, padahal kita tidak sama sekali bergantung kepada pemain, melainkan pemainlah yang bergantung kepada kita. SFC yang membesarkan pemain bukan pemain yang membesarkan SFC,” terang anak sulung Gubernur Sumsel ini.

Meski ketiganya pilar inti dari tim, namun Dodi berujar bukan berarti manajemen tidak berani untuk melepasnya. Manajemen tidak bergantung pada satu atau dua pemain saja, sebab kolektivitas dalam sebuah tim jauh lebih penting. Bahkan, jika ketiganya pergi masih banyak pemain lainnya antre untuk bergabung bersama SFC.

“Jangan merasa besar. Terus terang kami paling tidak suka dengan sikap seperti ini, siapapun baik itu pemain maupun pengurus apabila ada yang bersikap dan merasa perannya tidak tergantikan, maka siap-siap menerima sanksi bahkan dipecat,” ujar anggota DPR RI ini.

Ditanya apakah masih ada celah dari ketiga pemain ini untuk mendapatkan keringanan sanksi selain pemecatan? Dodi hanya berujar masih ingin bertemu langsung dengan ketiganya.

“Jika Allah saja Maha Memaafkan, apalagi kita selaku manusia ini tentu lebih pantas lagi untuk memberikan maaf. Hanya saja ketiganya jelas-jelas indisiplener ini harus benar-benar minta maaf dan berjanji untuk tidak mengulanginya di kemudian hari.” jelasnya.

Mengenai keputusan sanksinya kapan akan dikeluarkan, Dodi berkata masih akan dirapatkan terlebih dahulu bersama jajaran direksi lain. Ia berpikir masih perlu untuk meminta pertimbangan pengurus lainnya, meski ia sendiri sebagai pemegang keputusan akhirnya selaku Presiden Klub SFC.

“Kita akan rapatkan pada Sabtu-Minggu (11-12/8) untuk menentukan sanksi apa yang paling tepat untuk ketiganya. Selain itu kita juga akan membahas kerangka tim, nama-nama siapa saja yang layak untuk dipertahankan atau tidak guna menyongsong kompetisi November mendatang,” pungkasnya.

Sriwijaya FC Percepat Pembentukan Tim


Setelah mengetahui kepastian bergulirnya kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim depan, Sriwijaya FC langsung bergerak cepat membentuk tim terbaik menghadapi kompetisi yang akan berlangsung November 2012 ini. Selain itu Sriwijaya FC juga bergerak cepat memastikan lima pemain asing untuk musim depan mengingat PT Liga Indonesia sudah memutuskan, musim depan setiap tim ISL tetap boleh memakai jasa lima pemain asing.

Dari lima pemain asing yang dimiliki Sriwijaya FC saat ini baru Lim Jun Sik yang sudah mencapai kesepakatan sementara Thiery dan Kayamba masih negosiasi harga. Sedangkan Hilton dan Jamie Coyne belum jelas, apakah akan bertahan di Sriwijaya FC atau tidak. Untuk pelatih, juga belum jelas, apakah akan memakai pelatih musim lalu atau mencari pelatih lain.

“Sebelumnya kompetisi direncanakan akan bergulir Januari tahun 2013. Tapi dari rapat semalam di putuskan kalau kompetisi akan bergulir November 2012, karena itu kita akan percepat pembentukan tim,” kata Direktur Teknik dan SDM PT SOM, Hendri Zainuddin, kamis (09/08).

Dikatakan Hendri, dari komposisi pemain musim lalu hanya ada empat sampai lima pemain yang dilepas sementara sisanya sedang dalam tahap negosiasi kontrak. Untuk pemain yang dilepas, saat ini Sriwijaya FC terus mencari penggantinya.

“Ada beberapa pemain yang sedang kita incar, yaitu dua pemain Persib, dua pemain Persiba, Budi Sudarsono dan pemain belakang timnas Indonesia yang sebelumnya memperkuat Semen Padang yaitu Abdul Rahman,” kata Hendri Zainuddin.

Untuk pemain asal Persib dan Persiba, Hendri belum mau membocorkan namanya mengingat para pemain ini masih terikat kontrak dengan klub lamanya, namun Hendri menyatakan keseriusannya dengan langsung berangkat ke Bandung menemui pemain ini.” Sebelum rapat dengan PT Liga Indonesia, saya sudah menemui dua pemain Persib ini di Bandung. Ini sebagai bukti kalau kami serius mendatangkan dua pemain Persib ini,” kata Hendri.

Sementara untuk Abdul Rahman, Hendri mengatakan saat ini sedang tahap negosiasi harga. Hendri tertarik mendatangkan Abdul Rahman ke Palembang karena keberhasilan Abdul Rahman saat memperkuat Semen Padang di kompetisi IPL musim lalu.” Abdul Rahman sudah dilepas Semen Padang, karena itu kita tertarik mendatangkannya. Kita akan terus melakukan pendekatan dengannya,” ujar Hendri Zainuddin.