September 2012

Selasa, 11 September 2012

Latihan Perdana Sriwijaya FC Diikuti 22 Pemain


Sriwijaya FC menggelar latihan perdana di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang menjelang kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2012/13 yang akan bergulir November mendatang. Latihan perdana kali ini diikuti 22 pemain dengan rincian sembilan pemain yang sudah dipastikan bergabung serta 13 pemain seleksi.

Sembilan pemain Sriwijaya FC yang hadir adalah Andi Irawan, Tri Guntoro, Sultan Samma, Mahyadi Pangabean, Sobran, Khorirul Huda, Fakhruddin, Tantan serta Riski Dwi Romadhon, sementara pemain lainnya akan menyusul.

“Total ada 22 pemain yang ikut latihan hari ini. Sembilan pemain adalah pemain Sriwijaya FC sementara 13 pemain lainnya pemain seleksi. Untuk pemain Sriwijaya FC lainnya akan menyusul karena sedang ada urusan,” kata Kas Hartadi, Senin (10/9).

Dikatakan Kas Hartadi, ada tiga pemain sedang mengikuti latihan timnas Indonesia sebagai persiapan menghadapi Piala AFF, yaitu Ferry Rotinsulu, Abdul Rahman, dan Ponaryo Astaman, sementara Achmad Jufrianto, anaknya sedang sakit. Sedangkan 13 pemain yang ikut seleksi, di antaranya Claudio Dipo Alam, Arwiin, Febby Wuwungan, Valentino, Syafri Umar, Hasan Basri, dan Lintang.

Dikatakan Kas Hartadi, pada latihan perdana ini belum ada satu pun pemain asing yang ikut. Thiery Gatuesi dan Lim Jun Sik serta Kazou Homma belum ikut latihan, sementara dua pemain lainnya yang juga sudah deal dengan Sriwijaya FC, yaitu Edward Wilson dan Errick Weeks, juga masih dalam proses kedatangan ke Palembang.

“Untuk pemain asing belum ada yang latihan hari ini, tapi mereka akan segera menyusul latihan dalam beberapa hari ke depan,” ujar Kas Hartadi.

Dalam latihan perdana ini, para pemain hanya menjalani latihan ringan serta mengikuti game, sementara para pemain yang mengikuti seleksi, dinilai langsung oleh Kas Hartadi dan asisten pelatih Hartono Ruslan.

"Mereka akan mengikuti seleksi dalam beberapa hari. Pemain yang bagus akan kita ambil untuk memperkuat Sriwijaya FC musim depan,” kata Kas Hartadi.

Edward Wilson & Erick Weeks Sepakat Gabung Sriwijaya FC


Setelah melakukan negosiasi harga yang alot dengan pihak Edward Wilson Junior, akhirnya pemain yang sebelumnya memperkuat Semen Padang ini sepakat memperkuat Sriwijaya FC dengan harga kontrak serta fasilitas yang disepakati kedua belah pihak.

Selain Edward Wilson, Sriwijaya FC juga telah sepakat dengan Erick Weeks yang sebelumnya memperkuat Periswa Wamena.

Sepakatnya negosiasi Edward Wilson dan Erick Weeks dengan Sriwijaya FC ini disampaikan direktur keuangan PT SOM, Augie Bunyamin dan direktur teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainuddin, Minggu (9/9).

“Setelah kita melakukan negosiasi akhir dengan pihak Edward Wilson melalui agennya , akhirnya tercapai kesepakatan, baik harga maupun fasilitas yang diberikan. Setelah ini kita tinggal merampungkan penandatangan kontrak dengan Edward Wilson,” kata Augie Bunyamin.

Augie senang akhirnya Edward bisa menggantikan posisi yang ditinggalkan Keith Kayamba Gumbs karena berkat kemampuannya ia bisa mempertajam lini depan Sriwijaya FC musim 2012/13. Apalagi Edward memang menjadi bidikan utama Sriwijaya FC.

Sementara itu, menurut Hendri, mantan pemain Persiwa Wamena, Erick Weeks, juga sudah sepakat dengan Sriwijaya FC baik itu dari nilai kontrak dan fasilitas yang diberikan Sriwijaya FC lainnya.

“Erick Weeks dan agennya sudah sepakat bergabung dengan Sriwijaya FC. Tidak ada masalah lagi dengan Erick Weeks. Kita tinggal mendatangkannya ke Palembang untuk penandatangan kontrak,” ujar Hendri Zainuddin.

Dikatakan Hendri, Erick Weeks baru akan ke Palembang di atas 11 Septeber 2012 karena masih ada urusan di negaranya.

“Agennya Pak Eko sedang mengurus kedatangan Erick Weeks ke Palembang,” ujar Hendri Zainuddin.

Dengan dealnya Edward Wilson dan Erick Weeks, kini Sriwijaya FC sudah mendapatkan beberapa pemain baru seperti Abdul Rahman, Sultan Samma, M Fakhruddin, Tantan, Kazuo Homma, dan Diego Michiels.

Kabar telah tercapainya kesepakatan pihak Edward Wilson dan Erick Weeks dengan Sriwijaya FC ditanggapi positif oleh pelatih kepala Kas Hartadi. Pelatih asal Solo ini menilai kemampuan yang dimiliki Edward Wilson dan Erick Weeks diyakini bisa membantu Sriwijaya FC untuk meraih gelar juara ISL musim depan.

“Edward Wilson pemain yang bagus dan tidak ada yang meragukan kemampuannya. Dia memiliki power, kecepatan, dan memiliki ketajaman sebagai seorang striker handal, begitu pula Erick Weeks yang memiliki kemampuan diatas rata-rata . Karena itu, saya senang mendengar kabar, manajemen Sriwijaya FC sudah mendapatkan Edward Wilson dan Erick Weeks,” kata Kas Hartadi.

Jumat, 07 September 2012

Kas:Tak Perlu Bintang, Tapi Punya Skill dan Pekerja Keras


PELATIH Sriwijaya FC Kas Hartadi mengungkapkan rahasia sukses Sriwijaya FC meraih juara Indonesia Super League (ISL) 2011/2012 lalu. Bagianya disamping diperkuat pemain dengan talenta, mereka harus memiliki skill dan pekerja keras.

"Bukan bintang, karena setiap pemain selalu memiliki kesempatan menjadi bintang. Saya pikir yang saya butuhkan bukan pemain bintang, tetapi pemain yang memiliki skill, attitude yang baik, dan mau bekerja keras," jelas Kas, Kamis (5/9/2012).

Menurut Kas, musim lalu SFC memiliki pemain bertalenta, memiliki sikap baik dan mau bekerja keras."Karena kuncinya bekerja keras, kalau mau bintang, semua pemain yang di tim SFC sekarang bintang, karena meraih gelar juara," jelas Kas.

Sebab lanjut Kas, beberapa tim musim lalu juga memiliki skuad dengan pemain bintang dan tim juara, tetapi mereka tidak juara, sementara SFC yang sama sekali tidak diperhitngkan justru meraih juara.

"Makanya, saya pikir, skuad 2012/2013 nanti, perlu yang efektif dan efisien, begitu juga pemainnya sesuai dengan kebutuhan," jelas Kas.

Tantan Amunisi Baru Sriwijaya FC


Sriwijaya FC menambah amunisi lini depan dengan merekrut Tantan dari Persitara Jakarta Utara. Pemain ini sudah sepakat dengan nilai kontrak yang disodorkan manajemen.

Pelatih Kepala SFC, Kas Hartadi, Kamis (5/9/2012) menyambut gembira kabar dari manajemen yang menyatakan Tanta sudah deal dengan SFC. Baginya, Tantan ini sangat cocok untuk menggatikan peran Risky, apalagi tipe permainannya terbilang ngotot dan tidak mudah menyerah.

Tipe stiker seperti Tantan ini bahkan sangat cocok untuk merusak konsentrasi lawan, sebab pergerakannya pun sangat sulit ditebak. "Saya sudah cukup sering lihat permainan Tantan di televisi dan sangat baik. Dia orangnya mau kerja keras, dan punya potensi untuk berkembang lebih baik lagi," ulas pelatih asal Solo ini.

Biodata
Nama : Tantan
Lahir : Bandung, 6 Agustus 1982
Istri : Lina Marlina
Anak : Dzalikha Septialita

Karir
-SSB Elput Persib Bandung
-SSB Putra Lembang
-Persilat 2000/2002
-Persikab Bandung 2002/2008
-Persibo (pinjaman) 2003
-Persitara 2009-2011
-Sriwijaya FC 2012

Sriwijaya FC Masih Butuh Empat Pemain Inti


Skuad Sriwijaya FC belum lengkap, sejauh ini posisi wing bek kanan, tengah dan depan masih lowong. Bahkan Laskar Wong Kito masih kekurangan stok center bek jika Abdul Rahman yang kini memperkuat Timnas tidak bisa memperkuat SFC dalam laga resmi.

"Kita masih membutuhkan empat pemain inti di posisi yang ditinggalkan beberapa pemain di awal September ini," jelas Pelatih Kas Hartadi, Kamis (6/8/2012).

Menurut Kas, khusus untuk keempat posisi ini, Laskar Wong Kito memang harus mendapatkan pengganti yang sepadan, berpengalaman, dan mau kerja keras, serta memiliki skill yang sama dengan pemain yang hengkang, terutama di beberapa posisi.

"Seperti posisi lini tengah yang merupakan sentral permainan, bek sayap kanan, dan dua penyerang asing di lini depan," jelasnya.


Tim Inti
Kiper:Ferry Rotinsulu
Belakang:Mahyadi, Abdul Rahman, Thierry Gathuessi, dan Ahcmad Jufriyanto
Tengah:Ponaryo, Lim Joon Sik, Fachrudin
Depan:Kazuo dan Tantan

Cadangan:
Kiper:Rivky Mokodompit dan Andi Irawan
Belakang:M Sobran
Tengah:Khairul Huda, Ruly Saputera
Depan:Rizky Dwi Ramadhan

Negosiasi:
Belakang/Wing bek kanan:Zulkifli Syukur
Tengah/sayap:M Ilham
Playmaker:Erick Week Lewis
Depan:Edward Junior Wilson

Fakhrudin Targetkan Cetak 10 Gol


DITANYA bagaimana dengan targetnya bersama SFC musim depan? Fakhrudin berharap bisa mencetak 10 gol di sepanjang kompetisi 2012/2013 mendatang, sebab raihannya pada musim-musim sebelumnya hanya di bawah 10 gol.

Pada saat bersama Arema Indonesia selama musim 2009-2011, ia berujar hanya mencetak sembilan gol dari 40 pertandingan yang dijalani. Sementara, pada saat memperkuat Deltras Sidoarjo pada musim kemarin ia hanya mampu mencetak enam gol dari 27 pertandingan.

"Mudah-mudahan dengan kondisi kondusif yang ada di SFC, saya bisa lebih termotivasi untuk punya target tinggi. Beda kalau saat bersama Deltras kemarin, situasinya benar-benar tidak mendukung, dengan keterlambatan gaji yang berbulan-bulan. Jadinya pemain malas untuk berkerja optimal," ulasnya.

Oleh karena itulah, mantan pemain Persiba Balikpapan ini memutuskan untuk berpindah klub ke SFC, mengingat kondisinya yang lebih kondusif dan mengingat materi pemain yang ada di SFC sudah sangat baik.

Kemudian secara pengelolaan menajemen pastinya sudah sangat profesional dan ini dibuktikan dengan banyaknya gelar yang berhasil di raih oleh SFC."Harapannya mudahan-mudahan di tim baru ini selalu biar dapat rezeki, baik itu prestasi di tim ataupun lainnya. Pokonya mudah-mudahan jodoh di sini," pungkas ayah dari Sabrina Naila Fazantha dan Ahmad Shulton Aufadin ini.

Rabu, 05 September 2012

SFC Izinkan Tiga Pemainnya Perkuat Timnas


Sriwijaya FC tidak akan dihadiri tiga pemainnya Ponaryo Astaman, Abdul Rahman, dan Ferry Rotinsulu lantaran ketiganya akan mengikuti training camp Timnas bentukan KPSI di Malang Jatim, 6 September nanti.

"Kami mengizinkan pemain memperkuat Timnas bentukan KPSI, karena ini sesuai dengan amanah dan kesepakatan klub ISL," ujar Direktur Teknik dan SDM PT SOM, Hendri Zainudin, Selasa (4/9/2012).

Seperti diketahui, selain Firman dan M Ridwan yang sudah hengkang ke Persib Bandung, kiper andalan SFC Ferry, Ponaryo dan Abdul Rahman memang dipanggil Timnas.

Soal Edward, SFC Bersaing Dengan Mitra Kukar


Sriwijaya FC harus bergerak cepat jika ingin memakai jasa Edward Junior Wilson. Sebab banyak klub yang meminati pemilik tinggi 180 cm ini, salah satunya Mitra Kukar.

"Kami akan berusaha keras mengejar Edward, sejauh ini negosiasi terus berjalan, memang sangat alot," jelas Direktur Teknik dan SDM PT SOM, Hendri Zainudin, Selasa (4/9/2012).

Edward memang menjadi bagian dari incaran SFC sejak akhir musim 2011/2012 lalu. Pria asal Libari ini memang masuk daftar diantara striker incaran lainnya seperti Alberto Goncalves, Dzumafo Herman Epandi, dan Mario Costas. Namun tiga striker ini sudah memiliki klub.

Sementara Edward Wilson sejauh ini belum tahu milik klub mana, apakah masih di Semen Padang atau klub ISL.

Seperti dilansir dari Bolaindo.com, Mitra Kutai Kartanegara seolah tak pernah berhenti digosipkan dengan pemain-pemain papan atas. Setelah Ferdinand Alfred Sinaga disebut bergabung dengan Persisam Putra, kabar baru menyebutkan kalau Mitra Kukar membidik striker Semen Padang lainnya, Edward Junior Wilson. Junior Wilson seperti diketahui adalah tandem Ferdinand Sinaga musim lalu. Keduanya total mencetak 29 gol dengan perincian Ferdinand 16 dan Edward Junior 13 gol.

Manajemen Mitra Kukar sendiri tak membantah kalau timnya tengah memburu striker yang dikenal bertubuh besar tersebut. Namun soal kepastian apakah Mitra Kukar benar-benar akan mendapatkannya, manajemen tak berani memastikan secara pasti.


Asisten manajer skuad Naga Mekes – julukan Mitra Kukar – Nor Alam saat dikonfirmasi Sapos membenarkan soal kabar tersebut. Namun ia tak berani menyebut sampai berapa jauh pendekatan yang sudah dilakukan terhadap striker kelahiran Liberia, 22 September 1994 tersebut.


“Soal Edward Junior memang sudah kami dekati, tapi saya tak berani mengatakan apakah pemain tersebut nanti bergabung atau tidak. Semua masih dalam tahap penjajakan, jadi segalanya juga masih bisa berubah,” terang mantan bek kiri Persiku Kukar ini.


Menurut Alam, sampai saat ini Mitra Kukar belum memastikan satu pun pemain baru. Selain belum berakhirnya kontrak pemain lama, manajemen kata Alam belum mengadakan rapat terkait pemain yang dipertahankan dan akan dilepas.


Dari kabar diterima harian ini, baru tiga pemain memastikan tetap memakai jersey kuning musim depan. Ketiga pemain tersebut adalah Hamka Hamzah, Ahmad Bustomi dan Arief Suyono. Sedangkan pemain sekelas Esteban Herrera yang bermain luar biasa di sisa kompetisi, juga belum diberi kepastian bergabung kembali. Sebelumnya, Mitra Kukar juga dikabarkan merekrut Fredrich Ljunberg, mantan pemain Timnas Swedia dan Arsenal.


“Tunggulah sampai ada kepastian kapan kompetisi digulirkan. Memang saya dengar kalau tidak Oktober, maka kompetisi dilaksanakan Januari. Kalau PSSI versi KPSI sudah memutuskan bulan pastinya, kami segera bergerak cepat untuk mendapatkan tanda tangan pemain yang kami incar,” tegas Alam.

Tingginya Harga Edward Wilson


Usai memutuskan melepas stiker gaek Keith Kayamba Gumbs, manajemen Sriwijaya FC mulai bergegas mencari pemain pengganti. Sejauh ini, sudah ada nama Edward Jonior Wilson yang terus didekati, hanya saja manajemen harus berpikir ulang mengingat nilai kontrak sang striker mancapai Rp1,6 miliar per musim.

Demikian yang diungkapkan oleh Direktur Teknik dan SDM PT SOM, Hendri Zainudin, Selasa (4/9/2012). Menurut dia, harga yang ditawarkan ini masih dinilai cukup tinggi dan dirasa memberatkan keuangan manajemen. Karena itulah, manajemen masih berusaha melakukan penawaran melalui agentnya, Edisyah agar harga dari Edward bisa diturunkan.

Sebab, manajemen menghargai pemain yang terakhir kali memperkuat Semen Padang ini dengan kisaran harga Rp1 miliar. "Kita akan terus berusaha mendekati Edward, sebab secara kualitas ia sudah tidak diragukan lagi," jelasnya.

Selasa, 04 September 2012

Saya Legowo Tinggalkan Sriwijaya FC


DIPUTUS kontraknya oleh manajemen Sriwijaya FC, striker yang sudah memperkuat Sriwijaya FC selama lima musim (2008-2011) mengaku pasrah dan menerima keputusan tersebut. “Saya harus legowo terima apapun mas,” kata Keith Kayamba Gumbs singkat ketika dimintai konfirmasi usai keputusan manajemen ini diumumkan, Senin (3/9).

Hanya saja Kayamba menyayangkan kenapa manajemen tidak mengambil keputusan ini tanpa melakukan pembicaraan langsung dengan dirinya. Padahal menurut pengakuannya, Eko Subekti tidak lagi menjadi agent bagi dirinya dan ia menginginkan manajemen langsung negosiasi kontrak dengan dirinya. “Mereka buat semua tanpa bicara dengan saya. Saya juga tidak tau Pak Eko sudah sepakat dengan SFC karena tidak ada surat resmi atau pembicaraan,” ucapnya.

Pemain terbaik 2011/2012 ini mengaku cukup sedih karena harus berpisah dengan para fans dan penggemarnya di SFC. Baginya pengalaman selama bermain di Indonesia sejak musim 2007/2008 hingga musim 2011/2012 dengan bergabung di SFC tidak mungkin dilupakannya begitu saja. Ia mengaku bangga bisa menjadi bagian dari semua prestasi yang diraih SFC selama ini dan bisa membantu membangun sepakbola di Kota Palembang.

“Senang bisa bermain di Liga Indonesia untuk SFC. Saya berharap sepakbola di Kota Palembang dan Sumsel maju terus di masa depan,” kata pemain yang berniat pensiun musim depan ini.

Ditanya apakah sudah ada klub pengganti yang akan menjadi pelabuhan terakhirnya? Kayamba berujar sejauh ini masih belum ada calon klub yang benar-benar berniat untuk memboyongnya untuk musim depan. “Kita lihat saja nanti,” katanya pemain yang berhasil menyumbangkan 22 gol bagi SFC di musim lalu ini.

Sekali lagi, suami dari Laurencia ini mengucapkan banyak terima kasih untuk dukungan dari fans dan suporter SFC selama ini dan semua masyarakat Sumsel semenjak lima tahun ia berada di Palembang. “SFC akan tetap eksis kalau ada saya atau tidak,” pastinya.

Tak Sepakat
Setelah tarik ulur proses negosiasi mengenai kepastian Keith Kayamba Gumbs, akhirnya manajemen SFC mengambil keputusan untuk tidak memperpanjang kontrak pemain musim depan. Demikian yang disampaikan oleh Direktur Teknik dan SDM SFC, Hendri Zainudin usai pertemuan dengan agen Kayamba (yang tidak diakui Kayamba sendiri, Red), Eko Subekti di Hotel Swarna Dwipa Palembang, Senin (3/9). Dalam pertemuan ini juga dihadiri pula oleh Direktur Keuangan SFC Augie Bunyamin, Sekretaris SFC Faisal Mursyid dan Asisten Manajer SFC Jamaludin.

Dikatakan Hendri, alasan manejemen untuk melepas Kayamba karena tidak lain kesepakatan harga yang ditawarkan tidak menemui kesepakatan. Mengenai berapa nilai yang diminta Kayamba ini manajemen tidak bisa menyebutkannya sebab akan tidak etis jika diumumkan di media. Begitupun dengan nasib Hilton Moreira, manajemen pun harus menerima kenyataan kalau sang pemain tetap ngotot untuk dinaikkan gajinya, setelah diberitahukan Eko Subekti yang juga menjadi agennya.

“Kita terpaksa mengambil keputusan ini sebab dari pertemuan ini tidak menemui kesepakatan. Padahal kita sangat ingin mempertahankan kedua pemain ini, namun kalau begini mau apa lagi,” katanya pasrah.

Sebagai pengganti dari kedua pemain ini, Hendri mengatakan akan kembali melakukan perburuan pemain asing anyar, terutama Edward Jonior Wilson yang tampaknya menjadi bidikan utama sebagai suksesor dari Kayamba. Sementara untuk pengganti Hilton Moreira pun, manajemen sudah sekalian membicarakan hal ini dengan Eko Subekti yang juga menjadi agen pemain Liberia ini. Hasilnya pun cukup memuaskan, dari segi penawaran harga sudah tidak ada masalah, dan tinggal lagi menunggu keputusan dari pemain yang bersangkutan.

“Wilson meski kabarnya akan dipertahankan klub lamanya (Semen Padang), namun kita akan berusaha tetap negosiasi dengan agennya, Edisyah. Begitupun dengan Ericks sejauh ini sudah sepakat secara lisan, dan mudah-mudahan tidak perekrutan ini tidak ada masalah berarti,” harap anggota DPRD Banyuasin ini.

Meski saat ini SFC sedang dirundung masalah dengan banyaknya pemain inti yang hengkang, namun Hendri seolah menyikapinya dengan santai dan tidak terlalu khawatir dengan prestasi SFC musim depan. Baginya, sesuasi dengan arahan Presiden Klub SFC, Dodi Reza Alex meminta dirinya untuk dapat bersabar dan berpikir jernih untuk mengatasi masalah ini, apalagi awal kompetisi masih cukup lama.

“Kita masih punya banyak waktu untuk mencari pemain-pemain pengganti, jadi tidak perlu terburu-buru, sebab hasilnya pun tidak akan baik. Kita yakin SFC akan tetap mengukir prestasi sebab hampir sebagian besar pemain musim lalu sudah hengkang,” janjinya.

Sejauh ini, kata Hendri, manajemen sudah melakukan sejumlah penandatangan kontrak dengan para pemain, seperti Mahyadi Panggabean yang dilakukan kemarin. Kemudian beberapa pemain lainnya, seperti Ferry Rotinsulu dan yang lainnya akan dipanggil untuk dapat menandatangani klausal perpanjangan kontrak secepatnya. Sementara untuk pemain, yang dipanggil ke Timnas PSSI La Nyala, seperti Abdul Rahman dan Ponaryo Astaman kemungkinan besar baru akan menandatangani perpanjangan kontrak usai mengikuti TC di Malang guna persiapan Piala AFF pada November mendatang. (cw2)

Editor : Bedjo

Latihan Perdana Sriwijaya FC Diundur 10 September


Manajemen Sriwijaya FC memundurkan jadwal latihan perdana yang sebelumnya dijadwalkan Rabu (5/9) menjadi Senin (10/9) di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang. Keputusan untuk memundurkan jadwal latihan perdana Sriwijaya FC, setelah manajemen melakukan rapat bersama pelatih kepala Kas Hartadi dan asisten pelatih Hartono Ruslan, Selasa (4/9) malam.

“Kita baru saja menggelar rapat dengan tim pelatih. Salah satu hasil rapat diputuskan kalau latihan perdana diundur dari 5 September menjadi 10 September. Keputusan memundurkan jadwal latihan perdana ini, setelah mengambil beberapa pertimbangan,” kata direktur teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainuddin.

Salah satu pertimbangan, 5 September adalah jadwal kedatangan para pemain ke Palembang, karena itu para pemain terlebih dahulu diberikan istirahat sebelum menjalani latihan. Selain itu, manajemen juga ingin memastikan skuat tim sebelum menggelar latihan perdana. Latihan perdana juga diharapkan setelah semua pemain yang bertahan dipastikan berkumpul di Palembang.

”Jadwal kedatangan para pemain ke Palembang adalah dari 5 September hingga 9 September, karena itu kita ambil 10 sebagai jadwal baru, untuk menggelar latihan perdana,” ujar Hendri.

Latihan perdana nanti akan langsung di bawah arahan pelatih kepala Kas Hartadi dan asisten pelatih Hartono Ruslan yang sudah tiba di Palembang dan menginap di mess pemain Graha Sriwijaya Mandiri, Senin (3/9).

Dikatakan Hendri, semua pemain yang sudah deal dengan Sriwijaya FC, dipastikan ikut latihan perdana, kecuali Abdul Rahman dan Ferry Rotinsulu yang akan memperkuat Timnas KPSI sebagai persiapan menghadapi Piala AFF.

“Selain dua pemain ini, semuanya ikut latihan perdana. Bukan hanya menggelar latihan perdana, kita juga sekalian menggelar seleksi kepada para pemain yang melamar ke Sriwijaya FC,” kata Hendri.

Salah satu pemain baru yang akan mengikuti seleksi adalah pemain asing asal Kroasia yang sebelumnya bermain bersama Serawak FA Malaysia yaitu Vedran Murotovic. Vedran datang ke Sriwijaya FC dibawa oleh Rossie dan masih satu agen dengan pemain yang sudah melakukan penandatanganan pra kontrak yaitu Kazuo Homma.

“Kazuo Homma langsung kita kontrak sementara Vedran Murotovic masih harus ikut seleksi. Jika kemampuan Vedran bisa memikat hati tim pelatih, maka kita akan merekrutnya untuk mengisi kuota pemain asing yang tersisa. Jika tidak bagus, dengan terpaksa kita tidak akan merekrutnya ” kata Hendri.

Selain Vedran Murotovic, pada saat bersamaan juga akan dilakukan seleksi terhadap pemain lokal yang juga melamar ke Sriwijaya FC. Ada sekitar sepuluh pemain yang akan ikut seleksi diantaranya Claudio Dipo Alam, Arwin, Febby Wuwungan, Valentino, Safri Umar, Hasan Basri, Lintang dan pemain lainnya.

“Ada sepuluh pemain lokal yang ingin ikut seleksi. Kita persilahkan mereka untuk ikut seleksi, urusan diterima atau tidak, tergantung kemampuannya saat seleksi bersama tim pelatih,” ujar Hendri.

Ferry: Saya Cinta SFC dan Tidak Akan Pernah Pindah


KIPER Ferry Rotinsulu memberikan klarifikasi terkait pemberitaan seputar dirinya yang ingin hengkang dari Sriwijaya FC. Ferry menegaskan, dia nyaman bersama SFC dan faktor keluarganya juga di Palembang, membuatnya tetap loyal kepada Laskar Wong Kito.

Apalagi dia sudah sejak tahun 2004 sudah bertahan bersama Laskar Wong Kito dan tidak akan pernah meninggalkan klub yang telah dibesarkan dan membesarkan namanya.

Berikut klarifikasi Ferry Seperti disampaikan Ketua Singa Mania, Dedi Pranata melalui akun twitternya:@FranSingaMania dengan 10 poin penting.


1.Saya akan tetap bertahan di SFC selama manajemen masih tetap ingin mempertahankan di SFC.

2.Saya sudah sepakat dengan harga yang ditawarkan manajemen SFC dan tidak ada kenaikan nilai kontrak dari musim lalu.

3.Banyak klub sudah menawar dengan kontrak jauh lebih tinggi namun

ditolak karena masih ingin membela SFC

4.Semua tudingan di media yang mengatakan saya "Ngambek" karena permintaan pembayaran sisa gaji ditolak manajemen adalah tidak benar.

5.Bahkan ada klub yang sudah sudah berani bayar DP 50 persen nilai kontrak ditolak sebagai wujud loyalitas terhadap SFC.

6.Selain faktor loyalitas, faktor keluarga dan nyaman dengan Palembang jadi alasan utama bertahan di SFC.

7.Tudingan "Ngambek" tadi benar-benar mematikan karakter sehingga terbentuk opini masyarakat bahwa saya mata duitan.

8.Dari 2004, saya setia membela SFC yang sudah membesarkan nama dan tidak akan pindah selama masih dipertahankan manajemen SFC.

9.Seandainya manajemen SFC menawarkan kontrak sampai saya pensiun pun saya siap untuk tanda tangan karena saya cinta SFC.

10.Saya bukan sok pahlawan dan merasa jd pemain paling lama di SFC, saya hanya ingin memberi yang terbaik untuk SFC.

"Demikian beberapa hal yang diungkapkan #FR12, namun ada beberapa yang tidak kami share demi menjaga etika dan hubungan baik. Namun jika #FR12 ternyata musim ini pindah, berarti ada "sesuatu" yang luar biasa telah terjadi dan itu diluar kehendak #FR12.

Beberapa pernyataan FR12 sudah dishare, silahkan menyimpulkan sendiri," kicau Frans sapaannya, Senin (3/9/2012).

Gumbs:Sriwijaya FC Tetap Ada Meski Tanpa Saya


MANAJEMEN akhirnya tidak memperpanjang kontrak Keith Kayamba Gumbs, meski fans dan suporter masih berharap sang profesor dipertahankan untuk musim depan. Apalagi Kayamba menyatakan pensiun pada 2012/2013 dan ingin mengakhiri karirnya di Palembang.

Namun apa daya, keinginan itu tidak tercapai, alotnya proses negosiasi, dan beberapa kejadian menjelang akhir musim menjadikan bahan evaluasi pihak manajemen.

Kayamba pun menerima keputusan itu, namun dia mengaku telah memberikan yang terbaik sepanjang karirnya.“Saya sudah memberikan yang terbaik untuk Sriwijaya FC. Saya bangga bisa membuat masyarakat tersenyum terus karena telah mempersembahkan sembilan gelar selama lima tahun di Sriwijaya FC," ujar Kayamba.

Dia pun mengaku tidak akan pernah melupakan orang-orang Palembang, fans, suporter, manajemen dan pelatih serta orang-orang yang membawakan esuksesan baginya."Saya tidak akan pernah melupakan Palembang dan orang-orangnya. Terimakasih untuk dukungan suporter dan masyarakat Sumsel, Sriwijaya FC tetap akan ada meski tanpa saya," jelasnya.

Kas-Hartono Sudah Masuk Mess


"MUSIM 2012/2013 ini adalah musim Kas Hartadi-Hartono Ruslan yang sesungguhnya, banyak cobaan dan rintangan, tetapi harus dihadapi karena inilah kompetisi sesungguhnya," tulis salah seorang fans fanatik Sriwijaya FC.

Tulisan ini memberikan semangat kepada Kas-Hartono yang sudah tiba di Messi Pertiwi, Senin (3/9/2012) pukul 19.36.

Kas membawa seorang pemain untuk diseleksi di posisi gelandang. Pemain ini akan mengikuti seleksi selama pembentukan tim. Selain pemain yang pernah memperkuat Persis Solo ini, Lintang Tri Suptro.

Selain itu akan ada pemain seleksi untuk posisi striker yakni Vedran Muratovic yang ditawarkan agen Eko Soebekti.

"Apapun itu kita harus tetap maju, karena musim ini adalah musim SFC yang sesungguhnya, kami yakin dan optimis tetap mampu mempertahankan prestasi lebih baik dari musim lalu," jelas Kas.

Kazuo Gabung Minggu Depan


STRIKER asal Jepang, Kazou Homma diberitahukan paling cepat akan mulai bergabung latihan dengan SFC mulai minggu depan. Hal ini diketahui dari agentnya, Rossi Gunawan saat melakukan pra kontrak dengan manajemen, di Hotel Swarna Dwipa Senin (3/9/2012).

Dikatakannya, Kazou masih belum dipastikan bergabung minggu depan, karena menjalani sisa kompetisi di Liga Hungaria bersama klub Ferenvarosi.

"Saya tidak bisa menjanjikan sebab Kazou ada sisa laga. Paling tidak saya akan usahkan sudah bergabung minggu depan," katanya dengan didampingi suaminya, Emir Dzafic yang juga berasal dari PT Indo Bola Mandiri.

Rossi berkata masih banyak hal yang akan diurusi terkait dengan kepindahan Kazou ini, baik dari visa, tiket, passpor, dan yang lainnya. Bahkan, untuk ITC (International Transfer Certificate)-nya pun sudah tidak ada masalah lagi."Saya akan usahakan secepatnya selesai dalam minggu-minggu ini, supaya Kazou sendiri bisa cepat beradaptasi," katanya.

Ditanya apa alasan dari sang pemain sehingga memilih bermain di Liga Indonesia? Rossi menjawab, hal ini sudah pernah diungkapkan Kazou yang ingin mencari suasana dan atmosfir baru."Ini adalah pengalaman pertamanya di Asia Tenggara, jadi ia sangat termotivasi untuk mencobanya," jelas Rossi.

Rossi menjanjikan, Kazou pemain bertalenta. Meski usainya tidak muda lagi, namun kondisi fisiknya terjaga. Kemudian dari produktifitas gol pun cukup baik dengan mencetak rataan gol 10-15 gol permusimnya.

"Apalagi ia bergabung denngan tim juara, sudah pasti ia semakin termotivasi untuk bermain sebaik mungkin," ujarnya.

Sementara, Sekretaris SFC, Faisal Mursyid memmbenarkan sudah ada kesepakatan secara adminitarasi dengan agentnya Kazou. Tinggal menunggu kedatangan Kazou untuk tantang tangan kontrak.

"Pra ikatan kerja sudah selesai, tinggal penandatangan ikatan kerja resminya," jelas Faisal.

Senin, 03 September 2012

Sriwijaya FC Lepas Kayamba & Hilton


Setelah melalui proses negosiasi dan pertimbangan yang panjang. Akhirnya Sriwijaya FC memutuskan untuk melepas dua pemain asingnya Kieth Kayamba Gumbs dan Hilton Moirera.

Untuk menggantikan Hilton, Sriwijaya FC akan merekrut Erick Weeks dan Senin (03/09) Erick Weeks akan ke Palembang untuk membicarakan masalah kontrak , sementara itu untuk menggantikan posisi Kayamba, manajemen sedang bernegosiasi dengan Edwar Junior Wilson.

Direktur Teknik dan SDM PT SOM, Hendri Zainuddin mengatakan berbagai pertimbangan sudah diambil manajemen Sriwijaya FC, sebelum mengambil keputusan untuk melepas Hilton dan Kayamba.

“Untuk Hilton sudah pasti kita lepas karena dia meminta nilai kontrak hampir dua kali lipat dari kontrak sebelumnya. Erick Weeks kita pastikan menjadi pengganti Hilton untuk musim ini dan besok rencananya kita akan langsung mengikatnya,” kata Hendri Zainuddin, Minggu (02/09).

Sementara untuk Kayamba, Hendri mengatakan melepas Kayamba karena alasan non teknis. “ Untuk Kayamba kita melihat dari sisi alasan non teknis. Secara teknis Kayamba sangat baik tetapi dari sisi non teknis, biar kita nilai sendiri selama lima tahun dia berkiprah bersama Sriwijaya FC.” tegas Hendri.

Untuk menggantikan posisi Kayamba, manajemen Sriwijaya FC saat ini sedang bernegosiasi dengan pemain yang sebelumnya bermain dengan Semen Padang yaitu Edward Wilson Junior. Jika negosiasinya lancar bisa dipastikan Edward Wilson yang akan menggantikan tempat Kayamba musim depan.

Sementara itu untuk menggantikan posisi M Ridwan dan Supardi yang hengkang ke Persib, Hendri mengatakan Sriwijaya FC saat ini sudah mendapatkan penggantinya.

”Supardi bisa kita gantikan dengan Zulkifli Syukur atau Hasim Kipouw, sementara pengganti M. Ridwan kita siapkan M. Ilham atau Ahmad Senbiring. Prioritas kita adalah Zulkifli Syukur dan M . Ilham, Sementara untuk menggantikan Firman sedang kita cari ” kata Hendri.

Sriwijaya FC Ikat Sepuluh Pemain & Siap Lunasi Gaji


Satu per satu pemain hengkang dari Sriwijaya FC. Dari semua pemain yang memperkuat Sriwijaya FC musim sebelumnya, serta pemain yang baru didapatkan, hanya sepuluh pemain yang sudah dipastikan memperkuat Sriwijaya FC musim ini. Padahal sebelumnya manajemen Sriwijaya FC sudah menyiapkan 18 draft kontrak pemain.

Para pemain yang memilih hengkang setelah disiapkan draft kontrak diantaranya Firman Utina, M Ridwan dan Supardi, sementara pemain lainnya kembali dilakukan negosiasi ulang karena secara tiba-tiba minta kenaikan nilai kontrak, seperti Hilton Moirera yang minta kenaikan nilai kontrak hampir dua kali lipat.

Direktur Keuangan PT SOM Augie Bunyamin, memastikan ada sepuluh pemain yang sudah deal dengan Sriwijaya FC dan tidak akan hengkang. Meskipun belum dilakukan penandatangan kontrak secara resmi, namun mereka sudah diberi Down of Payment (DP) atau uang muka.

“Saya jamin sepuluh pemain sudah pasti bersama Sriwijaya FC, karena saya sudah berikan DP sebagai tanda jadi. DP kita berikan agar para pemain yang akan dikontrak ini tidak hengkang ke klub lain,” kata Augie Bunyamin, Minggu (02/09) tanpa mau menyebutkan nama sepuluh pemain yang sudah menerima DP ini.

Meskipun belum mau disebutkan namanya oleh Augie, kemungkinan besar sepuluh pemain yang dimaksud Augie adalah Ferry Rotinsulu, Rivki Mokodompit, Andi Irawan, Thiery Gatuesi, Abdul Rahman, Ahmad Jufrianto, Mahyadi Pangabean, Lim Jun Sik, M Fakhruddin dan pemain asal Jepang, Kazou Homma. Sedangkan pemain lainnya belum diberi Dp karena belum sepakat dengan harga seperti Kieth Kayamba Gumbs dan Hilton Moirera.

Dikatakan Augie sepuluh pemain ini akan mengikuti latihan perdana yang dijadwalkan, Rabu (05/09) di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang bersama pelatih kepala Kas Hartadi yang akan ke Palembang Senin (03/09).

“Sepuluh pemain ini akan ikut latihan perdana . Selain itu kita juga menggelar seleksi terhadap sepuluh pemain yang melamar ke Sriwijaya FC, sementara pemain lainnya akan menyusul,” kata Augie.

Sementara itu di lain pihak, manajemen Sriwijaya FC juga mengakui kalau para pemain Sriwijaya FC belum menerima dua bulan gaji, padahal kontrak pemain Sriwijaya FC sudah berakhir tanggal 1 September kemarin. Informasi belum diterimanya gaji pemain Sriwijaya FC beredar di jejaring sosial baik facebook maupun twitter.

“Benar kami masih menunggak dua bulan gaji pemain untuk bulan Agustus dan September. Namun gaji yang ditunggak ini bukan gaji pemain selama bermain, namun gaji para pemain yang harus kami bayarkan, meskipun para pemain sudah non aktif dari Sriwijaya FC atau saat kompetisi sudah usai dan para pemain tidak lagi bertanding,” kata Direktur Teknik dan SDM PT SOM, Hendri Zainuddin.

Dikatakan Hendri, musim lalu manajemen Sriwijaya FC melakukan penandatangan kontrak kepada para pemain sampai tanggal 1 September, namun ternyata kompetisi sudah berakhir bulan Juli.

“Tapi karena kontrak sampai September, maka kami berkewajiban membayar dua bulan lagi gaji para pemain, dan gaji inilah yang dipertanyakan pemain. Kami tetap akan melunasi gaji ini dalam waktu dekat. Sementara pemain yang terkena sanksi pemotongan satu bulan gaji yaitu Firman Utina, Ponaryo dan M Ridwan hanya akan menerima sisa satu bulan gaji,” katanya.

Minggu, 02 September 2012

Sriwijaya FC Latihan Perdana Pada 5 September


Sriwijaya FC akhirnya memutuskan untuk menggelar latihan perdana, Rabu (5/9), di Stadion Jakabaring Palembang. Latihan perdana ini akan diikuti semua pemain yang sudah deal dengan Sriwijaya FC dan sepakat mengisi skuat musim 2012/13.

Informasi tersebut disampaikan direktur teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainuddin


“Manajemen dan pelatih sudah mendiskusikan ini dan kami akan menggelar latihan pada Rabu (5/9) di Stadion Jakabaring. Semua pemain yang sudah sepakat dengan Sriwijaya FC diminta untuk segera ke Palembang sebelum Rabu,” ujar Hendri.

Selain menggelar latihan perdana, pada saat bersamaan juga akan dilakukan seleksi terhadap para pemain yang melamar ke Sriwijaya FC. Ada sekitar sepuluh pemain yang akan ikut seleksi, di antaranya Claudiu Dipo Alam, Arwin, Febby Wuwungan, Valentino, Safri Umar, Hasan Basri dan pemain lainnya.

“Ada sepuluh pemain lokal yang ingin ikut seleksi. Kita persilahkan mereka untuk ikut seleksi, urusan diterima atau tidak, tergantung kemampuannya saat seleksi bersama tim pelatih,” ujar Hendri.

Sementara itu, pelatih kepala Kas Hartadi rencananya baru akan ke Palembang, Senin (3/9), setelah proses pengajuan pinjaman uang untuk membeli tanah dan membangun rumah di Solo disetujui pihak bank.

“Saya mengajukan pinjaman uang Rp500 juta di bank. Keputusannya baru akan disampaikan pihak bank pada Senin (3/9) nanti. Setelah proses pinjaman dari bank selesai, saya langsung ke Palembang karena latihan perdana akan digelar Rabu (5/9),” kata Kas Hartadi.

Dikatakan Kas Hartadi, dirinya meminjam uang di bank untuk membeli tanah dan membangun rumah di Solo karena selama ini pelatih yang pernah dinobatkan sebagai pelatih terbaik Asia Juni oleh GOAL.com Internasional ini, bersama istrinya Astuti dan anaknya Erick Cantona masih tinggal di rumah kontrakan dan belum memiliki rumah sendiri.

“Saya belum punya rumah. Selama ini saya dan keluarga di Solo hanya tinggal di rumah kontrakan seharga Rp4 juta per tahun. Karena itulah sekarang saya mulai memikirkan untuk punya rumah sendiri,” ujar Kas Hartadi.

Kas Hartadi mengatakan dirinya lebih senang membangun rumah sendiri daripada membeli rumah yang sudah jadi. Sebagai langkah awal dirinya akan membeli sebidang tanah di tengah kota Solo seharga Rp400 juta.

“Tahap awal, dana pinjaman sebesar Rp500 juta di Bank untuk membeli tanah seharga Rp400 juta. Tapi saya belum tahu berapa dana yang akan disetujui pihak bank, karena Senin (3/9) baru diputuskan pihak Bank,” katanya.

Dijelaskan Kas, pinjaman di bank sebesar Rp500 juta tersebut jika disetujui akan diangsurnya selama lima tahun dari gaji dan bonusnya sebagai pelatih Sriwijaya FC atau dari gajinya saat menjadi pelatih klub lain, jika nanti tidak lagi bersama Sriwijaya FC

“Tanahnya mahal karena letaknya di tengah kota. Saya lebih senang membangun rumah sendiri daripada membeli rumah jadi karena bisa menentukan sendiri desain yang saya sukai. Mudah-mudahan kredit di bank bisa segera disetujui sehingga saya bisa segera ke Palembang,” ujar Kas Hartadi.

Kas Hartadi berharap dalam dua tahun kedepan, rumahnya bisa segera jadi karena dirinya tidak mungkin terus menerus tinggal di kontrakan.

“Akan lebih menyenangkan jika bisa tinggal di rumah sendiri yang dibangun dengan uang dari hasil keringat sendiri,” ujar Kas Hartadi.

Kas Hartadi mengatakan sebenarnya dirinya sudah ingin segera ke Palembang untuk membantu manajemen Sriwijaya FC dalam menentukan pemain musim depan, namun karena kredit di bank yang diajukannya belum disetujui, maka mau tidak mau Kas Hartadi akan menunggu terlebih dahulu sampai Senin.

Firman Utina ke Persib Masih dalam Proses


Pemain Sriwijaya FC, Firman Utina menyatakan masa depannya belum jelas.

Menurutnya, pernyataan manajemen Persib Bandung terkait deal dengannya juga tak sepenuhnya benar.

"Ya, memang ke Persib. Tapi belum pasti karena belum ada penandatanganan kontrak sampai saat ini. Masih dalam proses pendekatan untuk bisa menandatangani," kata Firman kepada Tribun, Sabtu (1/9).

Mengenai kepastiannya, dirinya akan segera mengabarkan perkembangannya.

"Tunggu saja ya, nanti saya kabari perkembangannya kalau semuanya sudah serba pasti," kata Firman dengan singkat.

Firman-Ridwan-Supardi Deal Gabung Persib Bandung


Setelah melakukan deal dengan Kenji Adachihara, Dzumafo Herman Epandi, Jamie Coyne, Asri Akbar, dan Aang Suparman, kini manajemen Persib sudah deal memboyong tiga pemain Sriwijaya FC, Firman Utina, M Ridwan, dan Supardi bergabung ke Persib.

"Ya memang, tiga pemain asal Sriwijaya sudah sepakat bergabung ke Persib. Malah sudah deal dengan Firman Utina, M Ridwan, dan Supardi," kata pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman saat dihubungi Sabtu (1/9).

Sebelumnya Djadjang mengakui bahwa dalam waktu dekat akan kedatangan pemain lokal yang bisa jadi 'jenderal' lapangan tengah sekaligus sebagai otak serangan Persib musim depan.

Dikatakan Djadjang, 1 September 2012 ini kontrak ketiga pemain tersebut dengan Sriwijaya FC habis.

Begitu juga dengan Jamie Coyne yang juga pasti ke Persib telah habis kontraknya dengan Sriwijaya pada tanggal 1 September ini.

"Memang empat pemain ini masa kontraknya telah habis pada 1 September. Jadi mereka deal ke Persib. Tapi seperti pemain lainnya, mereka masih ada urusan dengan klub lamanya," ujar Djadjang.

Sabtu, 01 September 2012

Firman Utina Diduga Mbalelo


Manajemen Sriwijaya FC marah besar dengan aksi yang dilakukan oleh Firman Utina dan Manajemen Persib Bandung yang diduga sudah melakukan kesepakatan kontrak untuk musim depan. Firman Utina diduga mbalelo (melawan atau berseberangan, Red) karena kontrak Firman dan pemain SFC lainnya itu baru berakhir hari ini (1/9).

“Jika kabar ini benar pihak klub akan mengajukan tuntutan kepada kedua belah pihak ini (Firman dan Persib, Red),” kata Direktur Teknik dan SDM SFC, Hendri Zainudin, Jumat (31/8). Menurut Hendry, dia mendapatkan kabar kepindahan Firman Utina ini dari sumber internal Persib Bandung.
Katanya, kesepakatan kontrak dengan Firman Utina ini disinyalir sudah terjadi sebelum laga uji coba Timnas melawan Valencia (4/8) lalu, dan sang pemain ini sudah menerima down payment (DP) alias uang muka dari Persib.

Andaikata kabar ini benar dan bisa dibuktikan tentu merupakan pelanggaran dan sudah menyalahi kontrak. “Pemain maupun klub tidak bisa sembarangan mengikat pemain lain tanpa persetujuan dari klub lamanya, kalaupun klub lain berminat maka harus ada uang transfer,” jelasnya.

Ditambahkan, dengan kejadian ini tentu manajemen SFC sendiri amat menyesalkan dengan keputusan yang diambil oleh Firman Utina dengan melakukan transfer secara diam-diam. Padahal manajemen sudah menyatakan secara terang-terangan bahwa seluruh pemain lama ini akan tetap dipertahankan, terkecuali keenam pemain yang telah dilepas sebelumnya. “Kita dapat berita ini dari kabar yang terpercaya. Baik dari agen pemain maupun para pemain lainnya sudah mengakui bahwa Firman ini sudah pindah ke Persib,” ungkapnya.

Bahkan lebih parahnya lagi, sumber yang meminta dirahasiakan namanya ini memberitahukan bahwa Firman turut membujuk pemain SFC lainnya, yakni Ridwan, Supardi, Hilton untuk mengikuti jejaknya. Namun para pemain ini tampaknya lebih bijak untuk dapat mengikuti prosedur yang ada, yakni menyelesaikan kontrak terlebih dahulu.

“Hanya Hilton saja, yang sejauh ini terlihat mulai bertingkah dengan meminta dinaikkan gajinya. Padahal sebelumnya kita sudah sepakat untuk memperpanjang kontraknya musim depan,” tegas Hendry.

Dihubungi terpisah, kedua nomor telpon Firman Utina selalu tidak diangkat dan SMS yang dikirim Sripo pun tidak kunjung mendapatkan jawaban hingga berita ini diterbitkan. Begitupun dengan kedua rekannya, M Ridwan dan Supardi pun ketika dihubungi tidak ada jawaban meski telpon yang dituju aktif.

Sementara itu, Direktur Keuangan SFC, Augie Bunyamin mengatakan dengan habisnya masah kontrak para pemain per hari ini (1/9), maka manajemen sudah menyiapkan klausal perpanjangan kontrak bagi seluruh pemain yang dipertahankan.

Sejauh ini tidak ada permasalahan dengan pemain lainnya dan manajemen pun tetap berkomitmen untuk semaksimal mungkin mempertahankan pemain-pemain yang sudah cukup solid ini.

“Namun andaikata dalam perjalanannya dalam proses penandatangan kontrak ini, ada pemain yang berubah pikiran tentu manajemen tidak bisa berbuat banyak. Semua pilihan ada di pemain, apakah mau bertahan atau tidak dengan habisnya ikatan kontrak per satu September ini,” jelasnya

Sriwijaya FC & Kazuo Homma Sepakat Harga Di Bawah Rp600 Juta


Setelah melalui proses negosiasi yang cukup alot, akhirnya Sriwijaya FC berhasil mendapatkan striker asal Jepang bernama Kazou Homma. Tercapainya kesepakatan harga setelah pihak Kazou mau menurunkan nilai kontrak dari Rp900 juta menjadi sekitar Rp600 juta.

“Kemarin kita sudah deal dengan agen Kazou yang bernama Rose. Pemain ini cukup menjanjikan dan tepat untuk menjadi striker Sriwijaya FC. Kita sepakat dengan nilai kontrak tidak sampai Rp600 juta. Sebelumnya pihak Kazou minta Rp900 juta, namun setelah negosiasi harga yang cukup alot, kami sepakat dengan harga tidak sampai Rp600 juta,” kata Hendri Zainuddin, Jumat (31/8).

Kazou baru kali ini berkompetisi di Liga Indonesia. Terakhir pemain kelahiran Tokyo 17 Maret 1980 ini tercatat bermain di Liga Hungaria bersama klub Ferenvarosi. Selain itu, beberapa klub lainnya juga sempat menggunakan jasa Kazou Homma seperti Koshigaya F.C, Thespa Kusatsu, Macva Šabac, Tisza Volán SC, Lombard-Pápa TFC, Diósgyori VTK, Nyíregyháza, BFC Siófok, dan Vasas SC.

“Melihat profil, biodata dan rekaman pertandingan yang dijalani Kazou, pemain ini cukup menjanjikan. Karena itu kita tidak ragu untuk merekrutnya, apalagi pihak Kazou mau dengan harga yang kita tawarkan,” ujar Hendri.

Dengan tercapainya kesepakatan harga antara Sriwijaya FC dan Kazou Homma, berarti kuota pemain Asia di Sriwijaya FC sudah cukup, karena sebelumnya Lim Jun Sik juga dipastikan tetap bersama Sriwijaya FC.

"Bergabungnya Kazou dan dipertahankannya Lim, berarti kuota Asia cukup. Untuk sekarang, kita tidak butuh lagi pemain Asia dan kini fokus mencari pemain Non Asia,” kata Hendri.

Kazou sendiri didatangkan ke Sriwijaya FC untuk memenuhi satu kuota pemain asing setelah Sriwijaya FC gagal mendapatkan Kenji Adachihara yang dikabarkan lebih memilih Persib Bandung daripada klub asal Sumatera Selatan ini.

“Selama ini kita hanya terpaku mencari pemain asing yang sudah bermain di Liga Indonesia, padahal banyak pemain asing yang berkualitas di luar sana dengan harga yang tidak terlalu mahal. Jika ada dua pemain yang memiliki kualitas sama, tentu kita memilih pemain yang harganya lebih murah tetapi kualitasnya sama,” kata Hendri.

Sabtu, Kas Hartadi Datang Ke Palembang


Jika tidak ada halangan, Sabtu (1/9), pelatih kepala Sriwijaya FC Kas Hartadi akan segera ke Palembang untuk mempersiapkan tim menghadapi kompetisi musim 2012/13 yang akan bergulir November 2012.

Sebelum menyiapkan tim, Kas Hartadi terlebih dahulu akan membantu manajemen Sriwijaya FC menyusun kerangka tim serta merekrut pemain untuk mengisi skuat musim depan.

Direktur teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainuddin mengatakan saat ini Kas Hartadi masih ada urusan keluarga di Solo, namun dalam satu sampai dua hari ini, ia akan segera ke Palembang untuk mempersiapkan tim.

“Kita sudah menghubungi mas Kas dan dia akan ke Palembang dalam satu sampai dua hari ini. Kemungkinan Sabtu dia sudah ada di Paembang,” ujar Hendri Zainuddin, Kamis (30/8).

Selain memanggil Kas Hartadi, manajemen Sriwijaya FC juga akan memanggil sebanyak 18 pemain yang akan melakukan penandatangan kontrak kerja setelah sebelumnya sudah menyatakan sepakat dengan nilai kontrak yang ditawarkan.

“Tahap pertama yang kita panggil adalah pelatih Kas Hartadi. Setelah ia tiba di Palembang, baru kita panggil para pemain yang akan melakukan penandatangan kontrak pada Minggu pertama September ini,” ujar Hendri.

Setelah melakukan penandatangan kontrak, para pemain Sriwijaya FC akan mulai memasuki mess pemain antara Minggu pertama September dan Minggu kedua, sementara latihan perdana direncanakan digelar pertengahan September. Sebelum para pemain memasuki mess pemain, manajemen Sriwijaya FC meminta pengelola mess untuk membenahi fasilitas mess.

Hendri mengatakan pihaknya belum mengecek kondisi terakhir mess pemain sejak ditinggalkan oleh pemain Sriwijaya FC usai kompetisi musim 2011/12 berakhir, karena itu secepatnya manajemen akan mengecek kondisi mess graha Sriwijaya Mandiri.

“Para pemain dijadwalkan masuk mess minggu pertama sampai minggu kedua September sementara para pemain asing akan ke hotel Swarna Dwipa Palembang. Kalau tanggal pastinya antara 5 September dan 12 September,” ujar Hendri.

Menurut Hendri, fasilitas dari mess pemain harus dibenahi mulai dari kamar tidur, perlengkapan kamar, kebersihan kamar dan semua fasilitas lainnya.

"Ini demi kenyamanan para pemain yang akan menempati mess. Kenyamanan kamar juga perlu mendapat perhatian, agar para pemain kerasan tinggal di mess,” kata Hendri.

Sementara itu, beberapa bulan tidak digunakan untuk pertandingan, rumput di Stadion Gelora Sriwijaya FC tetap dalam kondisi baik. Saat ini rumput di Jakabaring sedang dipotong dan dirapikan sebagai persiapan menghadapi kompetisi.

Sekum PT SOM Faisal Mursyid mengatakan pihaknya sedang merapikan rumput Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring agar bisa digunakan kembali untuk tempat latihan para pemain Sriwijaya FC dan menjamu tim peserta kompetisi Indonesia Super League.

“Rumput stadion dalam kondisi baik, meskipun lama tidak dipakai. Rumputnya tinggal sedikit dirapikan dan setelah itu siap dipakai untuk menggelar latihan yang dijadwalkan berlangsung pertengahan September ini. Kita sengaja memanjangkan terlebih dahulu rumput di stadion sebelum dipotong agar bisa lebih rapi ,” ujar Faisal Mursyid.