Juni 2013

Jumat, 28 Juni 2013

PBR vs Sriwijaya FC, Adu Tajam Camara vs Foday



Duel Sriwijaya FC versus Pelita Bandung Jaya (PBR) dipastikan bakal mempertemukan dua predator asal Benua Afrika dari masing-masing tim. Nama Camara Sekou (Mali) dari kubu tuan rumah dan Boakay Eddie Foday (Liberia) dari pihak tim tamu tampaknya ingin saling membuktikan ketajamanannya, ketika bertemu di Stadion Si Jalak Harupat, Siliwangi, Bandung pada Sabtu (29/6) besok pukul 19.00 WIB.

Foday sendiri yang mandul dalam enam pertandingan terakhir mengaku sudah cukup gatal mencetak gol kembali. Terakhir pemain asal Liberia itu mencetak gol ketika bertemu Persidafon Dafonsoro pada 28 April lalu. Kendati demikian, Foday masih tetap menjadi pemain andalan karena tak jarang dia pun selalu memberikan assist atau umpan pada pemain depan lainnya.

“Semua striker pasti ingin cetak gol, tapi yang penting saya hanya berusaha ingin memenangkan SFC dan meraih tiga poin,” katanya dalam pesan singkatnya pada Sripoku.com, Kamis (27/6).

Head Coach SFC, Kas Hartadi menambahkan sama sekali tidak meragukan kualitas Foday. Pemain bertubuh jangkung itu tetap menjadi bagian penting bagi timnya, karena selain bertugas membobol gawang lawan perannya juga adalah sebagai playmaker. Absennya Erick Weeks Lewis menjadikan Foday sebagai alternatif satu-satunya yang bisa dioptimalkan untuk mengatur permainan, kapan timnya harus menyerang dan kapan harus bertahan.

“Foday akan tetap kita tempatkan di belakang Dzumafo yang akan tetap berperan sebagai target man,” katanya.

Mantan Pelatih Sekayu Youth Soccers Academy (SYSA) itu menambahkan meski di atas kertas timnya lebih diunggulkan dari PBR, tapi dia tidak ingin sekali-kali meremehkan lawannya itu. Hasil buruk yang diraih oleh skuad asuhan Darko Daniel Janackovic (Pelatih PBR) dalam beberapa laga terakhir, sama sekali bukan jaminan bagi timnya akan menang mudah.

“Segala kemungkinan dalam pertandingan bisa saja terjadi, termasuk menelan kekalahan jika tidak berlaku waspada. PBR pastinya lebih termotivasi saat menghadapi tim yang lebih kuat, apalagi mereka akan main di kandangs sendiri,” tegas Kas.

Kas: SFC Mengandalkan Kualitas Foday



Head Coach Sriwijaya FC, Kas Hartadi Kamis (27/6/2013) mengaku,  sama sekali tidak meragukan kualitas Foday. Pemain bertubuh jangkung itu tetap menjadi bagian penting bagi timnya, karena selain bertugas membobol gawang lawan perannya juga adalah sebagai playmaker.

Absennya Erick Weeks Lewis menjadikan Foday sebagai alternatif satu-satunya yang bisa dioptimalkan untuk mengatur permainan saat melawan Pelita Bandung Raya, 29 Juni 2013, kapan timnya harus menyerang dan kapan harus bertahan.

“Foday akan tetap kita tempatkan di belakang Dzumafo yang akan tetap berperan sebagai target man,” katanya.

Mantan Pelatih Sekayu Youth Soccers Academy (SYSA) itu menambahkan meski di atas kertas timnya lebih diunggulkan dari PBR, tapi dia tidak ingin sekali-kali meremehkan lawannya itu. Hasil buruk yang diraih oleh skuad asuhan Darko Daniel Janackovic (Pelatih PBR) dalam beberapa laga terakhir, sama sekali bukan jaminan bagi timnya akan menang mudah.

“Segala kemungkinan dalam pertandingan bisa saja terjadi, termasuk menelan kekalahan jika tidak berlaku waspada. PBR pastinya lebih termotivasi saat menghadapi tim yang lebih kuat, apalagi mereka akan main di kandangs sendiri,” tegas Kas.

Kas:Lawan PBR Laga Terakhir



PELATIH Sriwijaya FC, Kas Hartadi mengatakan, laga lawan PBR 29 Juni nanti, memang akan menjadi laga terakhir bagi timnya sebelum memasuki bulan puasa. Baginya setiap pertandingan yang dijalani pasti selalu ingin meraih kemenangan, terlebih moment pertemuan lawan PBR kali ini cukup baik.

“Pemain semakin termotivasi karena selain laga terakhir sebelum bulan puasa, tapi kemenangan lawan PBR juga bisa jadi kado bagi Bung Endi yang berulang tahun,” kata Kas, Kamis (27/6/2013).

Dilanjutkan, setelah bertanding lawan PBR nanti timnya dipastikan bakal menjalani empat pertandingan pada bulan puasa. Terdekat adalah laga kandang lawan Persela dan Persepam pada 11 dan 15 Juli mendatang. Kemudian dilanjutkan dua laga tandang dengan bertemu PSPS Pekanbaru dan Persija Jakarta pada 22 dan 27 Juli mendatang.

“Empat laga ini akan digelar pada malam hari atau selepas shalat tarawih,” ungkapnya.

Kamis, 27 Juni 2013

Ingin Posisi Full Back, Diego Harus Bersaing Dulu


Pelatih Kas Hartadi sudah bicara dari hati ke hati dengan Diego Michiels dan intinya sang pemain ingin menempati posisi full back baik maupun kanan. Kas pun menyetujuinya dan menegaskan bahwa pria asal Belanda itu harus bersaing dengan tiga pemain.

"Saya akui, kita hanya memiliki 17 pemain dengan 6 cadangan, sejatinya untuk di beberapa posisi kita kekurangan. Makanya saya kerap mengutak atik beberapa posisi dan menempatkan yang bukan posisinya, Diego saya lihat salah satu pemain serba bisa," jelas pelatih Kas Hartadi, Kamis (27/6/2013).

Kas mengatakan, sayang jika Diego harus menjadi cadangan padahal kualitasnya setara pemain asing. Namun di posisi fullback sudah ada Fandi Mohctar yang bisa menempati posisi kanan dan kiri, kemudian ada Mahyadi Panggaben yang selalu tampil impresif di sisi kiri, dan Dodok Anang yang serba bisa menempati segala posisi. Kas selalu memilih Dodok Anang jika Mahyadi atau Fandi asben. Sehingga secara otomatis Diego akan menganggur jika ngotot ingin di posisi fullback.

"Dia harus bersaing dengan tiga pemain itu. Makanya kemudian saya coba dia di winger dan sejauh itu dia cukup baik, karena di winger kita kerap kekurangan pemain. Namun hasil diskusi dengannya, Diego ngotot ingin posisi aslinya dan saya katakan dia harus bersaing dengan tiga pemain. Ia mau bersaing," jelas Kas Hartadi.

Kas Tetap Bawa Erick Meski Absen Laga


Para pemain Sriwijaya FC sudah bertolak menuju Bandung. Pelatih SFC Kas Hartadi membawa 19 pemain termasuk Erick Weeks Lewis yang terkena akumulasi kartu kuning dan absen saat SFC menghadapi tuan rumah Pelita Bandung Raya, 29 Juni 2013 nanti.

"Iya Erick tetap dibawa, saya tidak ingin meninggalkan satu pun pemain apalagi menjelang pertandingan sisa. Jadi Erick tetap dibawa, saya ingin pemain tetap kompak," kata Kas Hartadi, Kamis (27/3/2013).
Diakui Kas, seluruh pemain sangat kompak, hal inilah yang membuatnya begitu terasa mudah melewati setiap pertandingan berat.

"Ini demi kekompakan dan manajemen juga menganjurkan. Saya harap dalam laga ini kami bisa mendapatkan poin dan mohon doa restunya dari masyarakat Sumsel," jelas Kas Hartadi.

Pemain SFC yang dibawa dalam laga dijamu Pelita Bandung Raya: Ferry Rotinsulu, Rivky Mokodompit, Fandi Mochtar, Lee Dong Won, Abdul Rahman, Mahyadi Panggabean, Ponaryo Astaman, Ahmad Jufriyanto, Dodok Anang Zuanto, Lintang Tri Saputero, Dzumafo Herman, Diego Michiels, Tantan, Rahmdani Lestaluhu, Boakay Eddie Foday, Rivan, Rizky Dwi Ramadhan, Khairul Huda dan Erick Weeks Lewis.

Sriwijaya FC Pasang 4 Penyerang Lawan PBR


Pelatih Kas Hartadi mengatakan, akan memasang dua winger Tantan dan Ramdani yang akan didukung  oleh Boakay Eddie Foday yang akan bertindak sebagai playmaker, tetap di belakang Dzumafo Herman Effandi selaku target man.

“Mudah-mudahan dengan agresifitas keempat pemain bertipe menyerang itu, kita bisa mendapatkan gol cepat dari PBR,” ucap mantan pelatih SFC U-21 itu.

Eks Pelatih Timnas U-13 ini menegaskan untuk mendapatkan gol cepat itu dipastikan bakal tampil menyerang sejak menit awal. Meski bertindak sebagai tim tamu tapi pihaknya tidak ingin bermain defensif atau bertahan, karena resikonya cukup besar melihat lawan pun memiliki striker-striker tajam. Keberhasilan mengandaskan perlawanan Arema (3-1) pada Minggu (23/6) lalu, diharapkan bisa semakin memotivasi anak-anak asuhnya untuk kembali meraih kemenangan.

“Kita akan tetap melakukan pressing ketat dan tampil disiplin dari lini perlini. Kita tidak ingin pemain jadi lengah karena melihat lawannya lebih ringan dibandingkan Arema. Semunya wajib bermain serius sebab PBR pun pastinya sangat termotivasi untuk menang di kandangnya sendiri,” tegas Kas.

Menanti Kejutan Supersub Ramdani On Fire


Sriwijaya FC sangat beruntung bisa memiliki pemain muda sekelas Ramdani Lestaluhu. Tampil on fire dalam dua laga terakhir dengan selalu mencetak gol ke gawang lawannya, penampilan cemerlang pemain supersub itu diharapkan bisa terulang kembali saat timnya dijamu Pelita Bandung Raya pada Sabtu (23/6) mendatang.
Head Coach SFC, Kas Hartadi mengungkapkan saat melawan PBR nanti dipastikan peran Ramdani tidak akan bermain sebagai pemain pengganti seperti biasanya. Kali ini mantan pemain Persija Jakarta itu akan turun sejak menit awal, untuk menggantikan posisi dari Erick Weeks Lewis yang terkena akumulasi kartu kuning.

“Ramdani akan kita mainkan sejak menit awal, karena permainannya terus menunjukkan peningkatan pesat,” katanya ketika dihubungi, Rabu (26/6/2013).

Berposisi sebagai winger kanan maupun kiri, lanjut Kas, Ramdani nantinya diharapkan bisa tampil agresif bersama Tantan yang juga menempati posisi sayap. Kedua winger ini tetap akan ditopang oleh Boakay Eddie Foday yang akan bertindak sebagai playmaker, tetap di belakang Dzumafo Herman Effandi selaku target man.

Ferry Rotinsulu masih belum fit 100 persen


Ferry Rotinsulu masih belum fit 100 persen
Absen dalam laga versus Arema Indonesia pada Minggu (23/6/2013) lalu, ternyata kondisi kiper senior Sriwijaya FC, Ferry Rotinsulu masih belum fit 100 persen. Penyebabnya lagi-lagi akibat cedera lututnya yang selalu kambuh apabila terlalu banyak melakukan gerakan-gerakan sulit.

Head Coach SFC, Kas Hartadi mengungkapkan memang Ferry sengaja disimpan saat lawan Arema, karena anak asuhnya itu mengaku masih merasakan sakit di lututnya. Padahal sebelumnya saat menjamu Gresik United pada 19 Juli lalu, Ferry bisa tampil full time hingga pertandingan berakhir. Namun banyaknya benturan yang terjadi mengakibatkan cedera Ferry kembali kambuh dan waktu recovery pun terbilang singkat.
“Makanya waktu lawan Arema kita sengaja memainkan Rivky (D Mokodompit) yang lebih bugar, tapi kita juga menyiapkan Ferry di bangku cadangan,” katanya.

Mantan pemain Timnas Indonesia yang sukses mempersembahkan emas pada SEA Games Philipina 1991 itu mengaku hingga kini kondisi Ferry masih terus dalam perawatan. Paling tidak dia harus melakukan terapis rutin setiap hari untuk dapat mempercepat proses kesembuhannya, sebab pada tur ke kandang Pelita Bandung Raya nanti Ferry akan tetap diikutsertakan.

“Kita masih butuh tenaga Ferry makanya dia akan tetap kita boyong ke Bandung,” ungkapnya.

Rabu, 26 Juni 2013

Kas Hartadi: Jaga Semua Pemain PBR!


Kas Hartadi: Jaga Semua Pemain PBR!
Pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi menegaskan, tidak hanya Camar Sekou, Marwan Sayadeh, dan Gaston yang harus dijaga, semua pemain Pelita Bandung Raya (PBR) berbahaya.

"Semua pemain PBR berbahaya, memang yang harus diawasi tiga pemain itu, tetapi prinsipnya kami bermain kolektif karena siapapun pemain PBR yang harus masuk pertahanan harus dijaga," jelas pelatih Kas Hartadi, Rabu (26/6/2013).

Menurut Kas, ia ingin mengingatkan para pemainnya untuk tetap enjoy tetapi harus waspada dan jangan meremehkan PBR. "Prinsipnya jangan sekalipun meremehkan lawan," jelas Kas Hartadi.

Menurut dia, Dzumafo dkk harus pandai melihat celah dan kesempatan untuk memaksimalkan setiap peluang yang ada. "Karena siapapun lawannya kami harus waspada, karena bisa mempengaruhi posisi di klasemen," jelas Kas.

Selama Ramadhan Pertandingan ISL Digelar Malam Hari



Untuk memberikan kenyaman dan tidak mengganggu ibadah puasa yang dijalani para pesepakbola, PT Liga Indonesia menetapkan jadwal laga Liga Super Indonesia (LSI) selama bulan suci Ramadhan digelar malam hari.

Demikian dikatakan CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono kepada wartawan di kantor PSSI, Jakarta, Selasa (25/6/2013). "Selama buan puasa, pertandingan LSI akan digelar pada pukul 21.00. Ini berbeda dari sebelumnya yang biasanya digelar pukul 15.30 atau pukul 19.00," kata Joko.

Joko menuturkan bahwa pelaksanaan laga di malam hari ini bertujuan pemain tetap bisa menjalankan ibadah puasa dan ibadah lainnya selama Ramadhan. Pemilihan waktu malam hari selama Ramadhan juga dimaksudkan untuk memulihkan kembali fisik pemain yang menjalani ibadah puasa seharian.

"Untuk waktu penyelenggaraan tidak ada perubahan. Semua laga sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan sejak bergulirnya LSI," imbuh Joko.

Masih dari Joko yang menjelaskan bahwa selama bulan suci Ramadhan jumlah pertandingan yang akan digelar sebanyak 20 kali. "Seperti di bulan-bulan Ramadhan sebelumnya, cara ini efektif untuk tetap menjaga kondisi fisik pemain dan pertandingan sesuai jadwal yang telah diagendakan," terang Joko. (Warta Kota/Get)

FOTO: Ronaldo Tanam Mangrove Bersama SBY



Ronaldo Tanam Mangrove Bersama SBY
Bintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo tampak menikmati tugasnya sebagai duta mangrove. Meski kulitnya sudah mulai memerah terbakar sinar matahari, pemain yang dijuluki CR7 itu tetap ceria saat mengikuti acara penanaman bibit mangrove secara simbolis di Taman Hutan Raya, Telaga Waja Benoa, Bali, Rabu, 26 Juni 2013. 

Dalam acara ini, mantan pemain Manchester United itu ditemani oleh Presiden Republik Indonesia (RI), Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara, Ani Yudhoyono. Hadir juga beberapa menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, yakni Menko Perekonomian Hatta Radjasa dan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, serta bos Artha Graha, Tommy Winata.

Ronaldo terlihat santai dengan padua celana jeans gelap dan kaos berwarna biru tanpa kerah. Sedangkan SBY beserta rombongan, tampil rapi dengan kemeja warna putih bergaris hijau. Selama prosesi penanaman, CR7 tampak ceria dan sesekali melambaikan tangannya.

Dalam sambutannya, Ronaldo mengaku sangat senang bisa hadir hari ini untuk menanam mangrove. Penyerang Real Madrid itu berharap aksinya dapat menularkan kecintaan publik Indonesia kepada mangrove.

"Saya senang datang ke Indonesia. Saya berharap saya bisa memberi dorongan untuk selamatkan hutan bakau di Indonesia terutama di Bali," kata Ronaldo di hadapan para peserta, Rabu 26 Juni 2013.

Ronaldo merupakan duta mangrove yang ditunjuk oleh Yayasan Atha Graha Peduli. Mantan pemain Manchester United itu mendarat di Pulau Dewata, Bali, Rabu dini hari WIB bersama sang kekasih, Irina Shayk.

Ini merupakan kunjungan kedua Ronaldo ke Indonesia. Sebelumnya, Ronaldo juga sempat berkunjung ke Nangroe Aceh Darussalam (NAD).

Peluang Kembali Terbuka Tetapi Berat



Sriwijaya FC diam-diam masih menaruh harapan besar untuk mempertahankan kembali gelar juara Indonesia Super League (ISL) pada musim ini. Padahal sebelumnya SFC sudah angkat bendera putih tanda menyerah dan lebih berharap mengakhiri kompetisi di posisi runner up. Namun ternyata peluang Ponaryo Astaman dan kawan-kawan sedikit terbuka setelah melihat hasil buruk yang menimpa sang pemuncak klasemen sementara, Persipura Jayapura.

Tim yang berjuluk Mutiara Hitam itu harus menerima kenyataan setelah gagal mempertahankan rekor tidak terkalahkan disepanjang musim ini. Mereka harus taklukkan oleh tim tuan rumah Barito Putra dengan skor tipis 1-0 pada pertandingan Selasa (25/6/2013) ini.

Lebih menyakitkan lagi gol tunggal itupun tercipta melalui bunuh diri dari pemainnya sendiri, Otavio Dutra jelang pertandingan berakhir yakni dimenit 88.

Manajer Tim SFC, Robert Heri menanggapi kekalahan dari Persipura ini sebagai suatu kesempatan bagi SFC untuk terus mendekat, meskipun kenyataannya masih dirasa sangat sulit.

Saat ini selisih poin SFC dan Persipura masih terpaut 13 poin, tapi timnya masih menyimpan dua laga lebih banyak. Artinya secara matematis SFC berpeluang untuk mempertipis jarak poin hingga 7 poin saja.
“Peluang kita sedikit terbuka dengan kekalahan dari Persipura, tapi usaha untuk mengejar mereka masih sangat berat. Setidaknya kita harus kembali berharap Persipura kembali tergelincir di tiga laga lagi, jika ingin tetap bersaing memperebutkan gelar juara,” katanya ketika dihubungi Sripoku.com, Selasa (24/6/2013).

Namun dari tujuh pertandingan yang tersisa dari Persipura Jayapura, tampaknya harapan agar klub tersebut kembali tergelincir kembali sulit terealisasi. Pasalnya tim yang berada dibawah asuhan Pelatih Jaksen F Tiago itu masih menyisahkan empat pertandingan kandang dan tiga pertandingan tandang.

Selain itu perjuangan Persipura untuk mengunci gelar pun tidak mesti menunggu pertandingan terakhir. Mereka sudah bisa berpesta jika sukses meraih lima kemenangan secara beruntun, yakni saat menghadapi saat menjamu Persidafon (3/7), Persiram (7/7). Kemudian dilanjutkan tiga laga tandang yakni saat bertemu Persiwa (28/7), Persela (22/8) dan Persepam Madura United (27/8).

Artinya jika Persipura yang saat ini sudah mengemas 64 poin berhasil mengamankan 15 poin dari lima laga terdekat itu maka total poinnya adalah 79. Jumlah ini tidak akan terkejar lagi oleh SFC yang saat ini mengemas 51 poin dari sembilan laga tersisa, sebab kalaupun sukses mengamankan 27 poin itu poin maksimal yang dikumpulkan hanya 78.

Berdasar kenyataan itu Robert mengaku sangat menyadari usaha SFC untuk mempertahankan gelar juara, sangat tergantung dari ketujuh laga yang tersisa dari Persipura. Namun selain itu syaratnya SFC juga harus tampil konsisten dengan terus meraih kemenangan pada sembilan laga tersisa, dari empat laga kandang dan lima tandang. Terdekat yakni saat menghadapi Pelita Bandung Raya pada Sabtu, 29 Juni mendatang.
“Kita tetap berharap memberikan yang terbaik untuk terus meraih kemenangan, sebab ini adalah satu-satunya cara untuk menjaga peluang. Namun kalaupun Persipura sudah mengunci gelar, posisi runner up pun sudah cukup baik dan tidak terlalu mengecewakan,” ucap Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Pemprov Sumsel itu.

Kas: Jangan Menganggap Remeh Lawan




Pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi menegaskan pihaknya tidak ingin terlalu percaya diri dengan kondisi lawan yang dalam keadaan terpuruk. Posisi PBR yang saat ini sedang berada di papan bawah (peringkat ke-15) Sabtu (29/6/2013).

Sebab, bukan jaminan bagi timnya bakal menang mudah. Timnya tidak ingin timnya terlalu percaya diri meskipun baru saja memenangkan pertandingan besar lawan Arema, Minggu (23/6/2013) lalu.
Tim lawan tetap memiliki potensi untuk mengandaskan target SFC untuk mencuri poin maksimal.

“PBR saat memang belum konsisten dengan performa yang naik turun, tapi mereka saya lihat selalu bermain bagus kalau menghadapi tim-tim besar. Buktinya saat menjamu Arema (18/6) lalu, mereka bisa bermain imbang 1-1, begitupun saat bermain di markas Persiwa (24/5) dan Persipura (27/5) juga sukses meraih satu poin,” ungkap Kas, Selasa (25/6/2013).

Ditanya mengenai Gaston, Kas memang menilai striker PBR ini memiliki kelebihan dalam hal determinasi dan penempatan posisi. Namun sembari bercanda menurut Kas tidak hanya Gaston kekasihanya Julia Perez juga."Jupe juga berbahaya," jelasnya sambil senyum.

"Itu hanya bercanda saja, maksudnya pemain tidak boleh sedikit pun menganggap remeh lawan, apalagi bermain laga tandang," ujarnya.

Awas Camara-Gaston


Trio boomber Pelita Bandung Raya, Gaston Castano, Marwan Sayedeh dan Camara Secou tampaknya akan menjadi ganjalan terberat bagi Sriwijaya FC, untuk mendapatkan poin sempurna saat menjalani laga lanjutan Indonesia Super League (ISL) pada Sabtu (29/6/2013) mendatang.


Gaston Castano
Gaston Castano
Head Coach SFC, Kas Hartadi mengungkapkan dalam lawatannya pada laga tandang kali ini, setidaknya ada tiga nama yang paling berbahaya yakni Gaston Castano, Marwan Sayedeh dan Camara Secou. Ketiganya sudah membuktikan sebagai striker tajam yang siap membobol gawang lawan-lawannya, apabila berlaku lengah sedikit saja. Hal itu terbukti dengan melihat produktifitas gol ketiganya, yang paling tinggi dibandingkan pemain-pemain lainnya.

“Ketiganya wajib diwaspadai karena ketajamannya di lini depan sudah tidak diragukan lagi,” katanya ketika dihubungi Sripo, Selasa (25/6/2013).

Berdasar statistik, Gaston Gastano sendiri menjadi pemain tersubur di timnya dengan sumbangan 10 gol, dan diikuti Marwan Sayedeh yang sudah mencetak 7 gol meskipun baru saja direkrut pada putaran kedua. Begitupun dengan Camara Secou meski baru mengoleksi satu gol di PBR, tapi ketajamannya di klub lamanya Persiwa para putaran pertama lalu sudah tidak diragukan lagi dengan mencetak 10 gol.

“Camara tetap menjadi salah satu pemain yang paling kita khawatirkan, karena saya tahu permainannya bagaimana. Dia selalu merepotkan pertahanan kita saat bertemu pada putaran pertama lalu,” sambung Kas.

Selasa, 25 Juni 2013

Persipura Tumbang, Sriwijaya FC Kembali Lirik Juara


Kekalahan 1-0 Persipura Jayapura dari Barito Putra, Selasa (25/6), membuat Sriwijaya FC yang sebelumnya sudah melupakan gelar juara musim ini, kembali melirik peluang mempertahankan gelar. Kekalahan Persipura dari Barito membuat selisih poin dengan Sriwijaya FC hanya 13 poin.

Selisih poin antara Persipura dan Sriwijaya FC masih bisa dipangkas menjadi tujuh poin mengingat Persipura sudah memainkan 27 laga dengan poin 64, sementara Sriwijaya FC baru memainkan 25 laga dengan nilai 51.

“Sebelumnya kita sudah melupakan gelar juara. Selisih poin dengan Persipura saat itu sangat jauh yaitu 18 poin. Jangankan mengejar Persipura, kita juga tercecer di posisi empat di bawah Arema dan Persib. Kekalahan telak dari Persib saat itu, semakin membuat kita terpuruk,” kata manajer Sriwijaya FC Robert Heri, Selasa (25/6).

Dikatakan Robert, saat itu Sriwijaya FC hanya fokus bagaimana caranya bisa masuk posisi tiga besar, mengingat persaingan dengan Arema dan Persib sangat ketat. Selain itu, selisih poin dengan Mitra Kukar dan Barito yang berada di peringkat lima dan enam juga sangat tipis.

“Namun kemenangan yang kita raih dari Arema, serta tumbangnya Persipura dari Barito Putra membuat selisih poin kita dengan Persipura tinggal 13 poin. Kita juga memiliki dua pertandingan lebih banyak dari Persipura. Jika kita berhasil meraup dua kemenangan pada dua laga terdekat, selisih poin tinggal tujuh,” ujar Robert.

Dikatakan Robert, sambil berharap Persipura terpeleset pada laga-laga selanjutnya, Sriwijaya FC akan terus berjuang memaksimalkan sisa laga dengan poin maksimal.

"Meskipun berat, peluang mempertahankan gelar kembali terbuka. Peluang sekecil apapun akan kita manfaatkan dengan baik. Kita tetap berjuang sekuat tenaga, meskipun akhirnya nanti, kita tetap tidak bisa mengejar Persipura, setidaknya kita masih bisa masuk tiga besar," kata Robert.

Pendapat senada diungkapkan asisten manajer Sriwijaya FC, Muchendi. Menurutnya, kekalahan yang diraih Persipura dari Barito membuat Sriwijaya FC kembali bersemangat mengejar Persipura di puncak klasemen sementara.

“Kekalahan yang diterima Persipura membuat persaingan kembali terbuka. Meskipun berat, kita akan manfaatkan peluang yang terbuka ini dengan sebaik-baiknya. Sekecil apapun peluang yang didapat harus bisa kita maksimalkan dengan baik,” ujar Muchendi.

Dikatakannya, perjalanan menuju tangga juara belum sepenuhnya tertutup. Muchendi berharap, Persipura kembali terpeleset pada laga-laga selanjutnya, sambil berharap Sriwijaya FC bisa memaksimalkan semua laga sisa dengan kemenangan.

Barito Putra Beri Kelahan Pertama Persipura


Laga seru tim  Barito Putera menjamu Persipura, di Stadiun Demang Lehman Martapura berakhir sudah, Selasa (25/6/2013) sore.

Bermain di kandang sendiri, tim Barito Putera akhirnya mencapai ambisi memecahkan rekor tak terkalahkan oleh tim Persipura dengan skor 1-0. Rekor Persipura akhirnya patah di kandang Laskar Antasari.  Tim Barito Putera berasil menang 1-0 berkat gol bunuh diri Otavio Dutra  di menit ke-88.

Sebelumnya, hingga kedua tim yang sedang sengit beradu turun minum, skor masih imbang 0-0. Pertandingan ini dipimpin dipimpin wasit Jerry Erly.

Tim Barito Putera menjalani laga kandangnya dengan menjamu tim raksasa yakni Persipura Jayapura di Stadion Demang Lehman Martapura. Ribuan suporter Barito Putera  memadati stadion yang terletak di Desa Indrasari Martapura tersebut.

Cara Kas Hartadi Mengajak Pemain SFC Refreshing


Pelatih Kas Hartadi mengungkapkan sebagai persiapan jelang laga tandang itu pihaknya hanya melakukan recovery, agar kondisi fisik pemainnya bisa kembali fit saat hari H. Senin (24/6/2013) kemarin skuadnya tidak ada program latihan alias sengaja diliburkan agar bisa istirahat lebih banyak pasca pertandingan berat dan melelahkan lawan Arema Minggu (23/6/2013) lalu. Baru pada Rabu (25/6) sore ini timnya bakal kembali menjajal rumput di Jakabaring Sport City dengan melakoni laga persahabatan lawan Sumsel All Star.

“Laga ini hanya sebagai refressing bagi kita dan untuk menjaga kebugaran pemain juga. Pada hari Rabu (26/6/2013) pun kita akan ada ujicoba juga dengan tim sepakbola di Payaraman,” ucap Kas, Senin (24/6/2013).

Mantan pemain Persisam Samarinda itu mengungkapkan timnya baru akan bertolak ke Bandung pada Kamis (27/6) mendatang, dengan membawa sekitar 18 orang pemain. Jumlah ini sudah dirasa lebih dari cukup karena tim yang akan dihadapi dalam tur tandang kali ini pun hanya PBR. Setelah itu mereka akan kembali pulang ke Palembang dan bersiap menjamu Persela Lomongan dan Persepam Mudura United pada 11 dan 15 Juli mendatang.

“Saya harap pemain bisa lebih enjoy dan tidak terbebani, karena laga lawan PBR ini juga jadi penentuan bagi tim untuk mempertahankan posisi runner up,” lugasnya.

PBR Bisa Jegal Sriwijaya FC


Di atas kertas sebenarnya peluang SFC untuk kembali meraih poin maksimal saat melawan PBR ini sangat mungkin terjadi. Pasalnya tim lawan saat ini sedang dalam keadaan terpuruk, karena dari delapan laga terakhir PBR belum pernah sekalipun meraih kemenangan. Tim asal Bandung itu hanya mengemas empat kali kemenangan dan empat kali hasil seri.

Rekor kandangnya pun tidak terlalu bagus karena dari 14 kali pertandingan, PBR hanya mampu menang empat kali kemenangan, lima imbang dan lima kali kalah. Hal itu jelas sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan rekor tandang SFC, yakni sudah bermain 14 kali dengan meraih tujuh kali kemenangan dan lima kali kalah. Lima kekalahan itu pun saat dijamu oleh tim-tim superior, seperti Persipura, Arema, Persib, Persisam dan Mitra Kukar, selebihnya SFC mampu mengamankan poin sempurna.

“Rekor tandang kita memang baik dan saya harap ini bisa dipertahankan. Semua pemain sudah mengerti akan tugasnya masing-masing, kalau kita butuh kemenangan demi kemenangan untuk menjaga posisi runner up saat ini. Sebagai pelatih saya hanya mengingatkan saya agar jangan terlengah dan tetap fokus,” kata Kas, Senin (24/6/2013).

Menghadapi PBR yang performanya sedang naik turun saat ini, diakui Kas hasil akhirnya memang akan sulit diterka. Meski target timnya dalam laga tandang kali ini sudah pasti meraih tiga poin, tapi tetap motivasi tim tuan rumah diprediksi bakal jadi hambatan yang berat. Dia sadar betul dengan nama besar yang ada di SFC pastinya setiap tim, terutama tim-tim yang yang peringkatnya berada di papan bawah, dipastikan tampil lebih menggila.

“Saya seperti kita lawan Arema (23/6) kemarin, pemain sangat termotivasi untuk menang karena kita ingin membuktikan tim sehebat Aremapun bisa dikalahkan. Begitupun tim lain melihat tim kita pasti akan memiliki motivasi yang serupa,” ungkapnya.

Pelatih SFC:Kami Seperti Melawan 9 Arema


Evaluasi rutin tetap dilakukan jajaran pelatih dan manajemen. Sebab setelah ini, SFC masih menghadapi 9 partai sisa yang berat. Jika ingin mempertahankan runner up, maka SFC tidak boleh kehilangan poin di 9 laga. Pelatih Kas Hartadi menganggap, sembilan lawan terakhir sangat berat. Makanya dia akan menganggap 9 partai terakhir, seperti melawan 9 Arema.

"Motivasi kami seperti melawan 9 Arema. Karena kami tahu, lawan Arema adalah pertandingan terberat kami, namun kami bisa melewatinya dengan baik," jelas Pelatih Kas Hartadi, Senin (24/6/2013).

Manajer SFC, Robert Heri menyatakan sangat senang dengan kemenangan yang diraih oleh timnya malam kemarin atas Arema. Dengan demikian perjuangan SFC untuk mengamankan posisi runner up sementara waktu berhasil dan sekaligus bisa mempertipis jarak dengan Persipura. Namun tetap pihaknya mengingatkan bahwa perjuangan SFC belum usai, karena posisi runner up saat ini masih sangat rawan sekali digeser oleh tim lain.

"Kita tidak boleh cepat puas dengan hasil ini, karena perjuangan belum selesai. Target realistis kita memang menjadi runner up. Namun apabila Persipura dalam laga berikutnya kembali meraih hasil kurang memuaskan, bukan tidak mungkin kita akan ambil kesempatan itu untuk kembali mendekat," ujarnya usai pertandingan dengan didampingi Asisten Manajer, Muchendi Mahzareki.

Khususnya bagi Dzumafo, jika dibanding di PSPS, Dzumafo yang sempat bermain di Arema dan Persib Bandung ini sedikit mengalami

penurunan dari segi produktivitas gol. Khususnya bersama SFC, pemain dengan tinggi 186 cm ini mencetak tiga gol dari 8

pertandingan. Terakhir Dzumafo berkontribusi besar ketika menundukkan Persita 4-2. Kas menilai keberadaan Dzumafo bisa membuka ruang bagi pemain lainnya dan memecahkan konsentrasi para bek tangguh di lini belakang lawan. Meski dipasang sebagai target man, dia nyatanya masih mau turun ke bawah menjemput bola, dan membantu pertahanan.

Ramdani Pengganti Sepadan Erick


Sriwijaya FC dipastikan tidak bisa memainkan playmaker andalannya, Erick Weeks Lewis, akibat mendapatkan hukuman akumulasi kartu kuning. Namun sebagai pengganti sepadan masih ada nama Ramdani Lestaluhu yang siap mengisi ruang kosong itu, ketika timnya dijamu Pelita Bandung Raya pada 29 Juni mendatang.

Head Coach SFC, Kas Hartadi mengungkapkan tidak terlalu khawatir karena tidak bisa memainkan Erick. Masih ada Ramdani yang masih bisa dioptimalkan untuk bermain sebagai winger kanan maupun kiri bersama Tantan. Apalagi sejauh ini permainan Ramdani juga mengalami peningkatan yang sangat pesat dan selalu menjadi senjata andalan timnya.

“Ramdani memang dalam beberapa laga terakhir harus turun ke lapangan sebagai pemain cadangan, tapi kontribusinya bagi tim cukup besar,” katanya, Senin (24/6/2013).

Terbukti dalam laga Arema Indonesia pada Minggu (23/6) kemarin, lanjut Kas, Ramdani juga berhasil menyumbangkan satu gol. Mantan pemain Persija Jakarta itu kian produktif dengan menyumbangkan enam gol dan ini tentu pencapaian yang sangat baik melihat perannya juga bukan sebagai striker murni. Dia berharap agar Ramdani bisa terus konsisten mempertahankan performanya meski harus menjadi pilihan kedua.

“Saya sama sekali tidak mengsangsikan kualitas dari Ramdani, dia selalu menjadi pemain andalan kita. Namun memang kalau skuad dalam kondisi full team, kita sengaja simpan dia untuk jadi senjata andalan ketika tim butuh tenaganya,” terang pelatih asal Solo, Jawa Tengah itu.

Mantan pemain Kramayudha Tiga Berlian ini juga menambahkan meski Erick tidak bisa dimainkan saat lawan PBR nanti, tapi pihaknya tetap berharap agar sang pemain dapat ikut serta. Tidak ada alasannya lain terkecuali sebagai bentuk rasa kebersamaan tim, sehingga Erick pun masih bisa mendukung rekan-rekannya saat bermain di lapangan hijau.

“Dalam tur tandangnya kali ini kita hanya menjalani satu pertandingan saja dan setelah itu kembali pulang lagi ke Palembang, tapi saya berharap Erick masih bisa ikut diboyong sebagai rasa kebersamaan tim,” ungkap Kas.

Senin, 24 Juni 2013

Minggu, 23 Juni 2013

Bungkam Arema, Sriwijaya FC Naik Posisi 2 Kelasmen


Sriwijaya FC berhasil merangkak ke posisi 2 klasemen sementara ISL usai melibas tamunya Arema Indonesia dengan skor 3-1 pada laga bigmatch ISL, Minggu (23/6/2013).
Sriwijaya FC Bungkan AREMA 3 - 1
Sriwijaya FC Bungkan AREMA 3 - 1

Berlaga di Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, tiga gol Sriwijaya FC dicetak oleh Tantan, Ponaryo Astaman dan Ramdani Lestaluhu. Sementara itu, gol Arema disarangkan oleh Cristian Gonzales.

Sriwijaya FC berhasil unggul terlebih dahulu berkat aksi Tantan pada menit ke-8. Berawal dari sebuah serangan balik, Foday Boakay memberikan sodoran yang mampu dituntaskan Tantan untuk menjebol gawang Kurnia Meiga. Sriwijaya FC 1, Arema 0.

Arema pun langsung tersengat dan mampu menyamakan kedudukan dua menit berselang lewat Cristian Gonzales. Memanfaatkan kemelut di kotak penalti Sriwijaya, sontekannya sukses menjebol gawang Rivki Mokodompit. Sriwijaya FC 1, Arema 1.

Laga berjalan semakin menarik dimana kedua tim saling jual beli serangan. Alhasil, sebuah tembakan bebas Ponaryo Astaman pada menit ke-20 tak mampu diantisipasi oleh Kurnia Meiga. Sriwijaya FC 2, Arema 1.
Dua menit berselang, Cristian Gonzales nyaris mencetak gol keduanya. Namun, tandukannya usai meneruskan umpan dari Hasim Kipuw masih bisa ditepis Rivki Mokodompit.

Skor 2-1 untuk keunggulan sementara Sriwijaya FC pun tetap bertahan.

Memasuki babak kedua, Arema mencoba mengejar ketertinggalan lewat sebuah sepakan yang dilepaskan oleh Dedi Kusnandar. Namun, Rivki masih mampu memantahkannya.

Sebuah serangan balik yang dilakukan Herman Dzumafo pada menit ke-71 nyaris memperlebar kedudukan. Namun, Kurnia Meiga tampil sigap menepis arah bola yang menuju ke tiang jauh.

Ramdani Lestaluhu akhirnya mampu menjebol gawang Arema sekaligus merubah kedudukan menjadi 3-1 pada menit ke-85. Diawali dari skill luar biasa Erick Weeks yang memberikan sodoran pada Foday Boakay, pemain asal Liberia itu lantas memberikan assist yang sukses dituntaskan Ramdani. Sriwijaya FC 3, Arema 1.

Babak Pertama Sriwijaya FC Unggul Atas Arema



Ponaryo Astama


Sriwijaya FC berhasil unggul sementara 2-1 atas tamunya Arema Indonesia pada akhir babak pertama laga bigmatch ISL, Minggu (23/6/2013).

Berlaga di Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, dua gol Sriwijaya FC dicetak oleh Tantan dan Ponaryo Astaman. Sementara itu, gol Arema disarangkan oleh Cristian Gonzales.

Sepanjang babak pertama, baik Sriwijaya FC maupun Arema sama-sama memainkan tempo tinggi sejak menit awal. Jual beli serang pun diperagakan keduanya.

Sriwijaya FC berhasil unggul terlebih dahulu berkat aksi Tantan pada menit ke-8. Berawal dari sebuah serangan balik, Foday Boakay memberikan sodoran yang mampu dituntaskan Tantan untuk menjebol gawang Kurnia Meiga. Sriwijaya FC 1, Arema 0.

Arema pun langsung tersengat dan mampu menyamakan kedudukan dua menit berselang lewat Cristian Gonzales. Memanfaatkan kemelut di kotak penalti Sriwijaya, sontekannya sukses menjebol gawang Rivki Mokodompit. Sriwijaya FC 1, Arema 1.

Laga berjalan semakin menarik dimana kedua tim saling jual beli serangan. Alhasil, sebuah tembakan bebas Ponaryo Astaman pada menit ke-20 tak mampu diantisipasi oleh Kurnia Meiga. Sriwijaya FC 2, Arema 1.

Dua menit berselang, Cristian Gonzales nyaris mencetak gol keduanya. Namun, tandukannya usai meneruskan umpan dari Hasim Kipuw masih bisa ditepis Rivki Mokodompit.

Skor 2-1 untuk keunggulan sementara Sriwijaya FC pun tetap bertahan.

Susunan Pemain
Sriwijaya FC:
Rivky D Modokompit, Mahyadi Panggabean, Lee Wong Don, Abdulrahman, Fandy Mochtar, Achmad Jufrianto, Ponaryo Astaman, Erick Weeks Lewis, Boakay Eddy Foday, Tantan, Herman Dzumafo Epandi.

Arema Indonesia:
Kurnia Meiga, Purwaka Yudi, Thierry Gathussi, Victor Igbonefo, Hasim Kipuw, Dedi Kusnandar, Egi Melgiansyah, Hendro Siswanto, Greg Nwokolo (Dendi Santoso 13'), Cristian Gonzales, Keith Kayamba Gumbs.


Demi Runner-Up, Sriwijaya FC Siap Jungkalkan Arema


Demi merebut posisi runner-up klasemen sementara Indonesia Super League (ISL), Sriwijaya FC akan mengerahkan semua kemampuan yang dimiliki untuk menjungkalkan Arema, saat kedua tim bentrok, Minggu (23/6) malam di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang.


“Saat ini kita tertinggal dua poin dari Arema. Jika ingin merebut posisi runner up, satu-satunya cara adalah dengan mengalahkan Arema. Sebagai tuan rumah kita harus siap menjungkalkan Arema” kata manajer Sriwijaya FC, Robert Heri, Sabtu (22/6) 
 
Saat pertemuan pertama lalu di Malang, Sriwijaya FC kalah telak 4-1, namun menurut Robert, itu bukan jaminan pada pertemuan kedua di Palembang, Sriwijaya FC kembali akan kalah.

“Pertemuan pertama lalu berlangsung di Malang. Sekarang kan kita bermain di Palembang dengan tambahan striker Dzumafo Herman. Mudah-mudahan kali ini kita yang berhasil memenangkan pertandingan,” ujar Robert.
Pelatih kepala Sriwijaya FC, Kas Hartadi mengatakan timnya sudah siap meladeni permainan Arema. Semua pemain sudah siap menampilkan kemampuan terbaik yang dimiliki.” Arema memiliki banyak pemain berbahaya. Kunci meredam permainan mereka adalah tampil disiplin sepanjang pertandingan,” kata Kas.
Kas juga mengingatkan para pemainnya untuk menjaga konsentrasi penuh sepanjang pertandingan. Kekalahan 2-0 dari Persipura di Jakabaring pada menit akhir menjelang pertandingan, diharapkan Kas tidak terjadi lagi saat menghadapi Arema.
Dari semua pemain yang dimiliki, Kas mengatakan hanya Diego Michels yang dipastikan absen akibat mendapat hukuman dari pelatih absen satu pertandingan.” Sementara Mahyadi kita harapkan bisa tiba di Palembang paling lambat Minggu siang agar bisa masuk line up pemain,” ujarnya.
Kas mengatakan Ferry tetap dipercaya menjadi penjaga gawang utama. Empat posisi belakang ditempati Abdul Rahman, Lee Dong Won, Fandi Moctar dan Dodok Anang atau Mahyadi. Jufrianto dan Ponaryo tetap dipercaya menjadi gelandang jangkar. Sementara Tantan, Weeks, Foday dan Dzumafo akan mengisi barisan depan.

Sriwijaya FC Mainkan Compact Defense


Pelatih Kepala Sriwijaya FC Kas Hartadi menekankan compact defense kepada para pemain saat menghadapi Arema Indonesia, Minggu (23/6/2013) sore nanti.

Menurut Kas, hal tersebut diperlukan untuk menjaga lini pertahanannya agar tidak mudah ditembus oleh para striker-striker berbahaya yang dimiliki Arema.

Setidaknya ada empat nama yang dinilai memiliki potensi untuk mengancam gawang timnya, yakni Alberto Goncalves, Cristian Gonzales, Keith Kayamba Gumbs dan Greg Nwokolo.

“Keempat pemain ini boomber yang paling produktif di Arema. Selain itu mereka pun masih memiliki Egi Melgiansyah sebagai motor serangan,” ungkap Kas

Dikatakan, meski pihaknya fokus untuk mematangkan lini belakang bukan berarti timnya akan bermain defensif. Pihaknya akan tetap bermain terbuka dengan mengandalkan permainan-permainan dari sayap, yang akan ditopang oleh Tantan dan Ramdani Lestaluhu.

Tidak ada cara lain untuk mengalahkan Arema terkecuali harus keluar melakukan tekanan sejak menit awal dan tetap waspada atas serangan balik cepatnya.

“Saya tapi Arema juga pasti akan bermain menyerang. Untuk itu kita minta pemain agar cepat dalam melakukan transisi dari menyerang ke bertahan jika bola sudah berada di kaki lawan,” tegasnya.

Arema Waspadai Nafsu Membunuh Dzumafo-Tantan


Pelatih Rahmad Darmawan menilai, jika membandingkan antara Dzumafo Herman Epandi dan Hilton Moreira, sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun Dzumafo dianggapnya lebih kuat dan memiliki nafsu membunuh. Makanya dalam laga menghadapi tuan rumah Sriwijaya FC di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Minggu (23/6/2013) nanti, RD akan memberikan penjagaan kepada Dzumafo dan striker lainnya Tantan.

"Dzumafo seperti Tantan, dia the killers (predator pembunuh), kuat dan memiliki kecerdasan," jelas pelatih Rahmad Darmawan, Sabtu (22/6/2013).

RD pun tidak melihat Dzumafo mengalami penurunan permainan, karena hanya butuh sentuhan dan adaptasi saja. Apalagi baru bergabung di putaran kedua."Secara keseluruhan dia bagus," jelas RD.

Kendati mewaspadai Dzumafo dan Tantan, pelatih asal Metro Lampung ini mengatakan, akan menerapkan permainan koletif untuk memperketat penjagaan di lini belakang. Absennya Munhar, akan membuat RD memberikan beberapa alternatif pemain di lini belakang. Bisa saja ia akan mengembalikan posisi Thierry Gathuessi ke center bek berduet dengan Victor Igbonefo.

Kas:Konsentrasi 90 Menit Plus Awas Gol Cepat Arema


Sriwijaya FC wajib konsentrasi penuh selama 90 menit plus di saat-saat krusial yakni waktu tambahan, jika tidak ingin kembali dipermalukan saat menjamu Arema Indonesia pada Minggu (23/6/2013) mendatang.
Head Coach SFC, Kas Hartadi menyatakan kesulitan menghadapi Arema di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring nanti, sama seperti ketika timnya menjamu Persipura Jayapura pada 20 April lalu. Arema ditopang oleh pemain-pemain berkualitas dari segala lini baik depan hingga belakang, sehingga menjadikan timnya wajib konsentarasil full disepanjang pertandingan alias hingga peluit wasit dibunyikan.

“Kita sadar betul dengan kekuatan besar dari Arema. Mereka tim besar sama seperti Persipura,” katanya ketika dihubungi Sripo, Sabtu (22/6/2013).

Wajar jika Kas sedikit khawatir jelang duel bigmacth itu. Pasalnya dia tidak ingin memori buruk yakni kekalahan pertama kali di kandang saat dibekuk Persipura kembali terulang. Waktu itu SFC harus terdiam oleh gol telat dari pemain-pemain Persipura, yakni melalui kaki Boas Salossa pada menit ke-86 dan Nelson Alom pada menit ke-90.

“Kita tidak ingin pemain hilang konsentrasi dan malah kebobolan pada menit-menit akhir seperti saat dikalahkan Persipura,” sambung Kas.

Untuk itu saat menghadapi Arema nanti, Kas meminta pada anak-anak asuhnya, agar bisa bermain lebih enjoy dan tidak terbawa arus permainan lawan. Kemenangan 2-1 saat melawan Gresik (29/6) lalu pun diharapkan bisa menjadi modal positif untuk semakin memotivasi para pemainnya, meskipun masih ada beberapa kelemahan yang mesti diperbaiki.

“Lawan Gresik kemarin kita tertinggal lebih dulu, untuk itu saya tekankan agar jangan kehilangan konsentrasi pada menit-menit awal. Terlebih Arema pun terkenal dengan serangan cepatnya dan sering mencetak gol pada menit-menit awal,” ungkapnya.

Pelatih yang sukses mempersembahkan gelar ISL dan Perang Bintang bagi SFC itu, tidak ingin mengulangi memori buruk saat menelan kekalahan telak 1-4 lawan Arema pada putaran pertama lalu. Waktu itu gol cepat Gonzales ketika permainan baru berjalan satu menit menjadikan mental anakl-anak asuhnya langsung down. Terlebih setelah Alberto kembali menggandakan kedudukan pada menit ke-12.

“Sebenarnya kita waktu itu optimis bisa mengimbangi permainan Arema, tapi gol cepat mereka membuat lini belakang jadi kacau dan ini tidak boleh terulang lagi,” tegas Kas.

Sabtu, 22 Juni 2013

Kas Hartadi Tunjuk Dodok Isi Posisi Mahyadi


Sriwijaya FC masih memiliki Sobran dan Diego Michels untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan Mahyadi Pangabean, namun pelatih kepala Sriwijaya FC lebih mempercayakan Dodok Anang untuk menggantikan posisi Mahyadi, saat menjamu Arema Indonesia, Minggu (23/6/2013) di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang.
 
Menurut Kas, Dodok adalah pemain yang bisa ditempatkan sebagai gelandang bertahan atau bek, karena itulah dirinya lebih mempercayakan posisi Mahyadi kepada Dodok ketimbang kepada Diego Michels atau Sobran.
Dodok Anang
“Dodok itu bisa ditempatkan sebagai gelandang bertahan ataupun bek, jadi dia bisa menggantikan posisi Mahyadi untuk sementara waktu. Saya optimis Dodok bisa menjalankan tugasnya dengan baik,” ujar kas, Jumat (21/6/2013) seperti dikutip dari goal.

Dikatakan Kas, Sriwijaya FC memang masih memiliki Sobran dan Diego yang biasa bermain sebagai bek, namun ada beberapa pertimbangan, sehingga Kas, tidak menunjuk satu diantara dua pemain ini sebagai starter menggantikan Mahyadi. “Dodok lebih siap menjad starter menghadapi Arema,” kata Kas.


Dodok sendiri mengatakan siap menggantikan posisi Mahyadi, jika dipercaya oleh pelatih sebagai starter. Menurutnya sebagai seorang pemain, dirinya selalu siap, kapanpun diminta pelatih untuk tampil.
“Sebagai pemain, saya selalu siap untuk tampil. Jika pelatih menginginkan saya bermain sebagai bek, ataupun gelandang bertahan tentunya saya siap,” ujar Dodok.

Seperti diberitakan sebelumnya, salah satu pemain belakang andalan Sriwijaya FC Mahyadi Pangabean harus absen saat menghadapi Arema. Mahyadi absen karena kakak iparnya di Medan meninggal dunia, sehingga dirinya harus pulang ke Medan.

Jumat, 21 Juni 2013

Dzumafo: Doakan Saya Cetak Gol Lawan Arema


Duel super bigmacth akan kembali tersaji antara Sriwijaya FC versus Arema Indonesia dalam lanjutan kompetisi Indonesia Super League (ISL), di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang pada Minggu (24/2) pukul 19.00 live ANTV.

Khususnya bagi striker SFC, Herman Dzumafo Effandi duel ini akan dijadikan bagi dirinya untuk bisa kembali mencetak gol setelah dalam dua laga terakhir mandul.

Dzumafo mengaku nama Arema pun sebenarnya bukan hal asing bagi Dzumafo. Pasalnya pemain bertubuh tinggi besar ini pernah memperkuat tim asal Malang itu pada putaran kedua musim lalu. Jadi sedikit banyak peta kekuatan mantan timnya itu sudah diketahui, meskipun skuad Arema saat ini sudah banyak mengalami perubahan setelah merger dengan Pelita Jaya.

“Target saya ingin bisa cetak gol kembali. Dua laga terakhir tidak cetak gol dan ini saatnya saya bisa memberikan kontribusi kemenangan kembali bagi SFC, kepada fans, suporter, dan masyarakat Sumsel mohon dukungan dan doanya,” katanya

Kas:Kami Full Team Lawan Arema


Hanya ada satu pemainnya yang dipastikan bakal absen saat Sriwijaya FC meladeni Arema Indonesia, dalam lanjutan ISL 2013,  Minggu (23/6/2013) nanti, yakni wing bek kanan Mahyadi Panggabean. Pemain bernomor punggung 24 ini meminta izin pulang ke kampung halamannya di Medan, karena ada musibah kakak iparnya meninggal dunia. Pelatih Kas Hartadi mengatakan, SFC full team lawan Arema.

“Kami tetap full team karena untuk mengisi kekosongan itu kita langsung antisipasi dengan menunjuk Dodok Anang Zuanto. Meski pososi murni Dodok ini sebagai gelandang bertahan tapi dalam laga ini dia khusus kita minta untuk menjaga kedalaman di sektor wing bek kanan,” ungkap mantan Pelatih SFC U-21 ini.

Menurutnya penentuan Dodok ini sendiri karena tidak ada pilihan lain yang tersisa. Ada satu nama lainnya, yakni Diego Michiels yang sebenarnya memang berposisi sebagai wing bek kanan ataupun kiri. Namun berhubung sang pemain dalam laga terakhirnya membuat ulah dengan tindakan kurang pantas, alhasil dipastikan pemain naturalisasi itu bakal absen saat lawan Arema.

“Kita berikan sanksi kepada Diego untuk tidak main dahulu dalam satu laga, yakni saat lawan Arema. Keputusan ini sudah kita ambil berdasar kesepakatan pelatih dan Diego pun menyetujuinya. Saya harap dengan tindakan tegas ini, Diego bisa merubah sikapnya,” ujar Kas.

Sementara itu, Arema Indonesia datang ke Palembang dengan motivasi berlipat setelah haya meraih hasil imbang di dua laga terakhirnya. Sebanyak 20 pemain diboyong dan sudah tiba di Palembang sejak Rabu (19/6) sebagai bukti keseriusan mengamakan posisi runner up klasemen sementara. Termasuk Victor Igbonefo dan Greg Nwokolo yang sebelumnya absen saat melawan PBR, kini sudah berada di Palembang menyusul timnya.

RD:Sriwijaya FC Tetap Spesial


Pelatih Arema Indonesia Rahmad Darmawan menilai, Persipura sangat solid, namun Sriwijaya FC juga spesial karena mampu menjaga performa. Makanya, dalam laga menghadapi SFC di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring,  Minggu (23/6/2013) nanti, dia akan menurunkan skuadnya secara full team.

"Bagi saya SFC adalah tim dengan tradisi juara, mampu menjaga performa dan tetap solid. Buktinya mereka menang dari Gresik 2-1, sementara kami kemarin bermain 1-1," jelas RD, Jumat  (21/6/2013).

Bagi RD, target maksimal tetap diusung ketika menghadapi SFC, apalagi setelah tertahan 1-1 dari Pelita Bandung Raya, dia ingin memaksimalkan penampilan anak asuhnya agar lebih kreatif dalam meningkatkan performa yang diakuinya sedikit menurun di dua laga terakhir.

"Target saya mengembalikan performa pemain, agar lebih bergairah. Karena pada dua pertandingan terakhir ada penurunan performa, terutama dalam hal kreativitasnya. Maka melawan SFC saya ingin pemain mengembalikan gairah dan performa mereka," ujar RD.

Terkait dengan persaingan kini, RD menilai Persipura tim yang solid, namun Arema,  SFC, dan Persib juga memiliki peluang untuk menjadi juara."Memang Persipura sangat solid, namun saya pikir semua tim menargetkan juara termasuk SFC juga," jelas RD.

Kamis, 20 Juni 2013

Kas:Arema Tim Komplit


Dilihat secara teknis sebenarnya duel antara kedua tim ini dipastikan akan berlangsung seimbang. Keduanya memiliki peluang yang sama untuk sama-sama memenangkan pertandingan, jika berkaca pada beberapa laga yang telah dijalani. SFC yang sukses meraih kemenangan atas Gresik United (19/6/2013) kemarin, kini sedang berupaya untuk terus konsisten dan tidak kembali terpuruk usai dibantai Persib Bandung (15/6/2013) dan Persipura (27/5/2013) lalu.

Sementara Arema sendiri juga sedang berusaha bangkit setelah meraih hasil kurang memuaskan dalam dua laga terakhir, yakni saat bermain imbang menghadapi Gresik United (14/6) dan Pelita Bandung Raya (18/6) lalu. Artinya duel antara SFC dan Arema dipastikan bakal berlangsung seru, karena kedua tim pun dipastikan bisa menurunkan kekuatan penuh, dengan tidak adanya pemain yang cedera ataupun akumulasi kartu kuning.

Head Coach SFC, Kas Hartadi pun mengakui kalau Arema yang akan dihadapi pada Minggu (23/6/2013) nanti, merupakan tim yang sulit untuk ditaklukan. Belum lagi secara materi tim yang ditukangi pelatih Rahmad Darmawan ini juga memiliki pemain terbaik. Namun pihaknya menolak untuk menyerah begitu saja karena pastinya Ponaryo Astaman dan kawan-kawan juga memiliki hasrat untuk membalaskan dendam setelah takluk di putaran pertama.

“Materi pemai Arema sangat bagus disetiap lini dari belakang sampai kedepan. Bahkan pemain pelapis mereka juga memiliki kualitas setara dengan pemain inti,” katanya.

Sebelum Duel, Dzumafo-Thierry Reuni


Duel panas yang akan tersaji antara Sriwijaya FC versus Arema ISL, Minggu (23/6) mendatang, tidak membuat hubungan pertemanan antara striker SFC, Herman Dzumafo Effandi dan defender Arema, Thierry Gathuessi menjadi tergangggu.

Ditemui di Hotel Emilia Kompleks Palembang Indah Mall (PIM), Kamis (20/6), kedua pemain ini tampak akrab berbincang-bincang. Dalam pertemuan itu memang Dzumafo yang sejatinya tinggal di Hotel Swarna Dwipa sengaja mengunjungi rekannya itu, karena mendengar kabar kalah skuad Arema sudah tiba di Palembang sejak Rabu (19/6/2013) kemarin sore.

Keduanya mengaku pertemanan mereka ini sudah terjalin sejak lama atau tepatnya ketika awal Thierry berseragam SFC yakni pada musim 2010 dan Dzumafo waktu itu masih berada di PSPS Pekanbaru. Persamaan asal negara yang Kamerun yang menjadikan kedua pemain ini cepat akrab, meskipun status Thierry sendiri sebenarnya berkewarganegaraan Prancis.

Pertemuan singkat yang berlangsung di lobi Hotel Emilia itu pun hanya berlangsung sekitar 30 menit. Tak banyak bahan perbincangan yang dibahas, terkecuali membicarakan pengalaman masing-masing dan tak lupa mengenai pertandingan antara kedua timnya pada akhir pekan nanti.

Thierry sendiri yang bakal menghadapi timnya sendiri mengaku akan tetap bermain profesional dan berusaha semaksimal mungkin memenangkan Arema.

“Saya mau Arema menang. Kita ingin posisi runner up tetap ditangan, meskipun SFC juga berpeluang untuk merebutnya,” ucap Thierry.

“Kita memang berteman, tapi kalau sudah berada di lapangan semuanya sudah berbeda. Saya bermain profesional dan begitupun dengan Dzumafo,” sambung Thierry yang diamini anggukan Dzumafo sembari tersenyum.

Kas Siapkan Penjegal Beto-El Loco


Pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi menilai sosok penting sebagai pencetak gol di skuad Arema Indonesia adalah Alberto Goncalves dan Cristian Gonzales. Untuk itu dia akan mempersiapkan beberapa pola permainan untuk mengantisifasi mengimbangi permainan Arema di Jakabaring, Minggu (23/6/2013).
Dua pemain inilah yang selalu membuat gol, membuka ruang dan berkontribusi besar dalam membuat banyak peluang. "Keduanya juga mencetak gol dalam pertemuan pertama lalu," jelas pelatih Kas Hartadi, Kamis (20/6/2013).

Menurut Kas, kedua pemain ini adalah tipe striker yang rajin membuka ruang, cerdas penempatan posisi, kuat dalam melindungi bola. Makanya dia menyiapkan beberapa taktik untuk menjaga dan membuat keduanya tidak terlalu banyak menerima suplai bola dari sayap ataupun lini tengah Arema.
"Latihan dalam dua hari ke depan akan saya maksimalkan untuk melakukan beberapa pola permainan agar kita tidak banyak melakukan kesalahan di lini belakang," jelas Kas Hartadi.

Meski akan memberikan penjagaan lebih kepada kedua sosok striker ini, Kas menilai dua mantan pemain SFC Kayamba dan Thierry juga harus diwaspadai, terlebih lagi Greg Nwokolo juga dikabarkan akan tampil sejak menit awal.

Pemain di lini belakang seperti Lee Dong Won, Abdul Rahman, Fandi Mochtar, Mahyadi, kemudian dua gelandang jangkar Ahmad Jufriyanto serta Ponaryo diharapkan bisa menutup celah lini belakang dari serbuan pemain depan Arema.

"Kami harus bekerja keras untuk memaksimalkan poin penting pada 23 Juni nanti," jelas Kas Hartadi.

Rabu, 19 Juni 2013

Sriwijaya FC Bekuk Persegres 2 - 1 Di Jakabaring


Sriwijaya mencoba langsung menekan lini pertahanan tim tamu sejak menit pertama, namun justru Gresik United yang mendapatkan peluang emas terlebih dahulu. Riski Novriansyah sukses lepas dari kawalan dan tinggal berhadapan dengan Ferry Rotinsulu, dan dengan gemilang kiper timnas tersebut mampu menepis bola tembakan Riski.

Setelah itu Gresik seolah mendapatkan momentum, beberapa peluang berhasil didapat melalui tembakan Sultan Samma, Riski dan Matsunaga Shohei, namun masih belum membuahkan hasil.

Setengah jam pertandingan berjalan, Gresik United akhirnya berhasil memecah kebuntuan, kesalahan bek Sriwijaya berhasil dimanfaatkan oleh Samma, dengan mudah ia menaklukkan Ferry dan mengubah kedudukan menjadi 1-0.
Gresik mampu menahan keunggulan hingga satu menit jelang jeda, Ramdani Lestaluhu berhasil menyamakan kedudukan setelah memanfaatkan umpan Eddy Boakay Foday. Kedudukan imbang 1-1 bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, skuat asuhan Kas Hartadi mampu mencetak gol cepat sehingga mengubah kedudukan menjadi 2-1. Erick Weeks Lewis mampu menyambut bola umpan Foday dengan tendangannya yang tidak mampu dihalau kiper Sandi.

Tertinggal, Gresik United menaikkan tempo permainan, skuat asuhan Widodo Cahyono Putro tersebut mendominasi pertandingan dan terus menekan tim tuan rumah. Bahkan pertandingan berjalan dengan keras, karena kedua tim sama-sama ngotot.

Pertahanan kokoh dan disiplin yang diperagakan oleh lini pertahanan Sriwijaya membuat, serangan-serangan Gresik tidak berujung gol. Beberapa kali, Matsunaga Shohei dan bahkan Ambrizal mencoba melepaskan tembakan dari jarak jauh, namun tidak berbuah manis.

Hingga pertandingan berakhir, Sriwijaya FC sukses mempertahankan keunggulan satu gol dan memaksa Gresik United pulang dengan tangan hampa.

Dengan kemenangan itu, Sriwijaya FC kembali ke posisi tiga menggusur Persib Bandung. Sementara Gresik United turun satu tangga ke posisi 12.

Kas: Pemain Tidak Boleh Terbebani Posisi


Sriwijaya FC yang saat ini berada di posisi empat besar klasemen Indonesia Super League (ISL) berada dalam motivasi tinggi, untuk bisa kembali merebut posisi tiga besar pasca dikudeta Persib Bandung empat hari silam. Makanya, laga ini menjadi moment menyikirkan Maung Bandung julukan Persib.

Demi mewujudkan ambisinya tidak ada cara lain bagi Herman Dzumafo Effandi dan kawan-kawan kecuali mengalahkan Gresik United, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Rabu (19/6/2013) ini pukul 15.30 WIB live TV One.

Jika SFC sukses meraih tiga angka atas Gresik, tidak hanya merebut posisi tiga besar, tapi juga peluang untuk menduduki posisi runner up pun semakin terbuka lebar. Pasalnya, runner up Arema ISL harus menerima kenyataan usai meraih hasil imbang (1-1), saat dijamu tuan rumah Pelita Bandung Raya di laga Selasa (18/6). Jika tambahan satu poin itu menjadikan selisih poinnya dengan SFC hanya tingga lima angka saja.

Saat ini Laskar Wong Kito baru mengemas 45 poin dari 23 pertandingan, atau hanya selisih dua poin saja dari Persib, yakni 47 poin dari 24 laga yang sudah dijalani. Sementara Arema tertahan dengan mengemas 50 poin dari 25 pertandingan. Artinya, jika SFC kembali berhasrat ingin merebut posisi runner up, tidak ada cara lain harus menang dalam dua laga kedepan, yakni saat menjamu Gresik hari ini dan Arema ISL pada Minggu (23/6) nanti.

"Sebenarnya saya juga tidak menyangka kalau Arema akan bermain imbang lawan Pelita. Artinya kesempatan kita untuk mendekat ke posisi runner up kian besar, namun saya ingin anak-anak bisa fokus dahulu bertemu Gresik dahulu," kata Head Coach SFC, Kas Hartadi.

Sriwijaya FC Andalkan Ferry & Foday


Ferry Rotinsulu dan Foday Boakay tidak bisa memperkuat Sriwijaya FC, saat di bantai 0-4 oleh Persib Bandung dalam lanjutan kompetisi ISL, Sabtu (15/6) lalu. Menjamu Gresik United, Rabu (19/6), pelatih kepala Sriwijaya FC, Kas hartadi berharap banyak pada dua pemain ini.


Ferry tidak bisa memperkuat Sriwijaya FC menghadapi Persib, karena dalam tahap pemulihan cedera, sementara Foday Bokaya disaat bersamaan membela negaranya Liberia menghadapi Senegal pada kualifikasi Piala Dunia zona Afrika.

Kas berharap, kondisi keduanya sudah fit sebelum laga mengadapi Gresik dilangsungkan. Maklum Kas belum mengetahui kondisi terakir Ferry pasca cedera, sementara untuk Foday, terlebih dahulu akan dilihat kondisinya setiba di Palembang.

“Jika dalam kondisi fit, Ferry dan Foday selalu menjadi pilihan utama. Mudah-mudahan keduanya dalam kondisi siap sebagai starter,” harap Kas, Minggu (16/6)
Dikatakan Kas, dirinya tidak mengetahui tanggal pasti kepulangan Foday ke Palembang, namun yang pasti sebelum laga Sriwijaya FC melawan Gresik.

”Jika fit, Foday langsung jadi starter, namun jika masih kelelahan, maka dia saya siapkan sebagai pengganti,” ujar Kas.
Kas sangat berharap, Foday sudah siap saat menjamu Gresik, maklum, Sriwijaya FC tidak bisa diperkuat Tantan saat menghadapi Gresik, akibat akumulasi kartu kuning.

Sabtu, 15 Juni 2013

Gol Pertama Van Dijk Runtuhkan Mental Sriwijaya


Pelatih Sriwijaya FC, Kashartadi kecewa melihat kenyataan timnya dihancurkan Persib Bandung 0-4 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Sabtu 15 Juni 2013.

Kekalahan tersebut sejauh ini jadi kekalahan terbesar Laskar Wong Kito di pentas Indonesia Super League (ISL). Lebih telak dibandingkan ketika Sriwijaya FC bertekuk lutut kepada Persipura Jayapura 0-3 di Stadion Mandala, Jayapura, 27 Mei 2013.

“Hasil yang cukup mengecewakan karena ini jadi kekalahan terbesar kami sejauh ini. Di babak pertama kami sebenarnya bisa bermain disiplin. Hanya saja terlalu banyak kesalahan mendasar yang kita lakukan di babak kedua,” ungkap Kashartadi.

“Gol pertama Persib dari Van Dijk, cukup membuat konsentrasi para pemain menurun. Sehingga menjadi lengah dalam melakukan penjagaan. Koordinasi pertahanan terlalu mudah ditembus karena terlalu banyak melakukan kesalahan,” tambahnya.
Sergio Van Dijk


Pelatih Persib, Djadjang Nurdjaman, juga memiliki pandangan yang sama soal gol pertama Persib yang dilesakan Van Dijk pada menit 58. Menurutnya gol tersebut, selain jadi pemecah kebutuan juga berdampak cukup besar terhadap mental bertanding Ponaryo Astaman dan kawan-kawan.

“Di babak pertama kami sebenarnya sudah bermain sangat baik. Banyak peluang yang tercipta. Saat jeda saya katakan kepada pemain yang dibutuhkan hanya kesabaran dan disiplin. Hal itu mampu ditunjukkan di babak kedua dan kami bisa menciptakan empat gol,” tutur Djanur.

“Gol pertama dari Sergio, memang bisa dikatakan meruntuhkan mental Sriwijaya FC. Cukup menggoyahkan mereka dan membuat lebih banyak celah buat kami menciptakan lebih banyak peluang,” ucapnya.

Babak Pertama Sriwijaya FC Tahan Persib


Persib Bandung masih bermain imbang 0-0 dengan tamunya Sriwijaya FC pada babak pertama lanjutan pertandingan Liga Super Indonesia (ISL) di stadion Si Jalak Harupat, Sabtu 15 Juni 2013.

Dalam laga yang disiarkan secara langsung oleh ANTV ini, Persib bermain cukup bagus. Sayangnya, Sergio van Dijk dan kawan-kawan kerap membuang peluang.

Baru 10 menit laga berjalan, gawang Sriwijaya nyaris bobol. Memanfaatkan umpan Tony Sucipto, Hilton Moreira melepas tendangan akrobatik. Namun, usahanya itu mampu diredam kiper Rifky Mokodompit.

Selang dua menit, giliran Hariono yang mencoba keberuntungannya melalui tembakan jarak jauh. Namun, lagi-lagi Rifky Mokodompit berada di posisi yang tepat untuk menepis bola.

Peluang juga didapatkan Firman Utina pada menit 25. Mantan pemain Sriwijaya itu menerobos sisi kanan pertahanan tim tamu dan melepas tembakan ke tiang dekat. Sial bagi Firman, usahanya juga diredam Rifky.

Sriwijaya lebih fokus bertahan di babak ini. Ponaryo Astaman dan kawan-kawan jarang melakukan serangan balik yang mengancam gawang I Made Wirawan. Hingga babak pertama usai, skor masih imbang 0-0.

Susunan Pemain
Persib:
I Made Wirawan, Tony Sucipto, Maman Abdurrahman, Abanda Herman, Supardi Nasir, Firman Utina, Hariono, Asri Akbar, Muhammad Ridwan, Hilton Moreira, Sergio van Dijk

Sriwijaya: Rifky Deython Mokodompit, Mahyadi Panggabean, Abdurrahman Sulaeman, Lee Dong-Won, Fandy Mochtar, Achmad Jufriyanto, Ponaryo Astaman, Diego Michiels, Lewis Weeks, Tantan, Herman Dzumafo Epandi (one)

Line Up SFC Vs Persib Bandung


Seperti dilansir dari Sriwijaya Is Me, susunan line up Sriwijaya FC versus Persib Bandung sudah beredar, bahkan Diego Michielis yang bermain apik kala SFC mengalahkan Persita Tangerang, akan turun sebagai starter.

Prakiraan Line Up Sriwijaya FC:
Rivky, Fandi Mochtar, Lee Dong Won, Abdul Rahman, Mahyadi Panggabean, Ponaryo Astaman, Ahmad Jufriyanto, Tantan, Diego Michiels, Erick Weeks, Dzumafo Herman.

Tantan Ajak Pemain SFC Bergaya Rapper


Entah apa maksudnya striker Sriwijaya FC  Tantan memberikan topi lengkap dengan aksesorisnya.

Topi yang sebenarnya kerap dikenakan para rapper kala beraksi di panggung ini dikenakan seluruh punggawa Laskar Wong Kito yang berangkat menuju Stadion Si Jalak Harupat.

"Ini saya berikan biar tampil beda saja dan Bandung sebenarnya kampung halaman saya sendiri, jadi layaklah saya menyambut teman-teman," jelas Tantan, Sabtu (15/6/2013).
Mahyadi dan Lintang bergaya ala rapper.

Menurut Tantan, bermain di Bandung akan memberikannya motivasi tinggi. Ia mengaku, akan berusaha keras untuk mendapatkan poin. "Target kami mencuri poin dari Bandung," jelas Tantan.

Seperti dilansir dari Sriwijaya Is Me, akun twitter yang getol memberitakan kegiatan SFC di luar pertandingan pada Sabtu (15/6/2013), seluruh pemain memakai topi pemberian Tantan.

Sriwijaya Is Me juga menampilkan foto kegiatan SFC di Hotel Perucci Braga. Tampak terlihat Mahyadi dan Lintang mengenakan topi pemberian Tantan dengan bergaya ala rapper yang hendak manggung.


Skuad Sriwijaya FC meninggalkan Hotel Perucci di Braga menuju Si Jalak Harupat. Sebelumnya SFC menggelar doa bersama yang dipimpin oleh pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi untuk kemudian bertolak lebih cepat menuju stadion untuk menghadapi Persib Bandung, Sabtu (15/6/2013).

Kas mengatakan, doa bersama adalah ritual penting bagi skuadnya dan sudah sejak lama dilakukan pada 2005 lalu. "Ini bagian penting dan tradisi yang tidak pernah kami tinggalkan. Doa adalah kekuatan lain dari taktik dan permainan SFC," jelas Kas Hartadi .




Hal serupa juga diungkapkan kapten Ponaryo Astaman, doa tim, doa masyarakat Sumsel serta restu dari pendukung SFC adalah faktor lain yang selalu menyertai perjalanan SFC. "Kerja keras dan pantang menyerah serta doa. Untuk itu kepada masyarakat Sumsel dan pendukung SFC, kami mohon dukungan dan doanya. Persib adalah tim yang komplit, kami akan berusaha keras mendapatkan hasil maksimal," jelasnya.

Persib vs SFC, Panggung Duel Hilton-Dzumafo


Duel superbigmacth antara Sriwijaya FC versus Persib Bandung di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung pada Sabtu (15/6/2013) ini pukul 15.30 live ANTV, akan menjadi panggung dua sosok sentral kedua tim, yaitu Herman Dzumafo Effandi (SFC) dan Hilton Moreira (Persib).

Kedua ini pemain layak menjadi sorotan karena melihat statusnya sebagai pemain pinjaman dari masing-masing tim sejak awal putaran kedua lalu. Tentu pertemuan kali ini akan menjadi ajang pembuktian bagi dua bomber asing itu, untuk menyakinkan pihak manajemen masing-masing klub, bahwa langkah pertukaran mereka bukan pilihan yang salah. Mengingat pada awalnya diketahui banyak pihak, yang pro dan kontrak atas kebijakan untuk pertukaran kedua pemain itu.

Namun sejauh ini penampilan Dzumafo bersama SFC bisa dibilang lebih baik dibandingkan Hilton Moreira ketika bersama Persib. Dilihat dari sumbangan gol, Dzumafo terhitung sudah menyumbangkan tiga gol (dua pinalti dan satu open play) dari lima pertandingan, sedangkan Hilton sendiri baru berhasil menciptakan satu gol saja dari jumlah pertandingan.

Kemudian, Dzumafo pun sukses membawa timnya meraih kemenangan tiga kali, satu kali seri dan satu kali kalah, sedangkan Hilton bersama Persib mengemas dua kemenangan, satu kali seri dan dua kali kekalahan. Makanya pertemuan kali ini bisa dibilang menjadi ajang pembuktian dari kedua bomber, untuk memberikan hasil terbaik bagi klub barunya itu.

Terkhusus Dzumafo, selain bertekad membawa SFC meraih kemenangan atas Persib. Lebih dari itu tujuan pemain berpostur tinggi besar ini juga ingin membuktikan bahwa performa dan penampilannya masih bisa diandalkan. Keputusan manajemen Persib yang ingin ‘membuang’ dirinya sebelum terjadi kesepakatan untuk ditukar dengan Hilton, sebisa mungkin akan dijawab dalam pertemuan sore nanti.

“Sekarang saya sudah bersama SFC dan saya harus bisa bermain total membawa SFC menang. Persib memang pernah jadi bagian dari saya (pada putaran pertama lalu), tapi itu masa lalu saya,” katanya, Sabtu (15/6/2013).

Tak sungkan pemain yang bersinar di klub lamanya PSPS Pekanbaru itu menyatakan siap mencetak gol ke gawang Persib. Dua gol ke gawang Persita Tangerang pada laga Senin (10/6/2-13) lalu menjadi bukti bahwa naluri mencetak golnya masih tinggi, terlebih dengan dukungan pemain SFC lainnya.

“Mudah-mudahan saat lawan Persib nanti saya kembali cetak gol, dan kembali membawa SFC meraih kemenangan,” harapnya.

Meski diakui Dzumafo target timnya untuk menang dikandang Persib ini cukup sulit, namun dia bersama rekannya yang lain akan berusaha semaksimal mungkin memberikan permainan terbaik. Termasuk ketika berduel dengan mantan rekan-rekannya sendiri di lapangan hijau, terutama dari lini belakang, mantan pemain PSPS itu tetap akan bermain fight dan tanpa kompromi.

“Saya tahu lawan yang tangguh. Mereka memiliki komposisi pemain yang merata dari lini per lini,” terang pria yang beristrikan orang Indonesia itu.

Serupa Hilton Moreira pun mengaku sudah tidak sabar ingin menjebol gawang mantan timnya, SFC. Baginya tidak ada hal berbeda menghadapi mantan rekan satu tim. Fokus utamanya saat ini adalah menumpahkan kemampuan terbaik bagi Persib, dan untuk itu dia pun berharap bisa mendapatkan dukungan penuh dari para bobotoh (sebutan suporter Persib) saat timnya bertanding nanti.

“Saya sudah lama tidak cetak gol. Saat lawan Pelita Bandung Raya (11/6) lalu pun saya tidak bisa main karena akumulasi. Sekarang saya siap dimainkan lagi dan siap bawa Persib menang,” katanya.

Menanggapi penampilan SFC pada putaran kedua ini, Hilton mengatakan, kondisi Laskar Wong Kito sekarang mampu tampil konsisten meski dengan skuad yang sudah banyak berubah. Secara keseluruhan kepergian lima pemain yang dilepas pada akhir putaran pertama lalu, tidak membuat kekuatan SFC berkurang meski sebagain besar pemain yang jadi juara musim lalu pun sudah banyak berpindah klub.

“Tahun lalu saya bisa juara di sana, tapi sekarang materi pemain beda. Musim ini banyak pemain pindah dan diganti pemain-pemain baru, tapi SFC tetap hebat karena mereka punya mental juara,” ungkap pemain asal Brasil itu.

“Kita harus waspadai itu. Saya akan bicara sama pelatih soal kekuatan SFC, bagaimana caranya kita bisa menahan permainan mereka nanti,” sambung Hilton.

Jumat, 14 Juni 2013

Persib vs SFC, Duel Winger M Ridwan Vs Tantan


Pertemuan Sriwijaya FC versus Persib Bandung di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung pada Sabtu (15/6/2013) besok pukul 15.30 live ANTV, akan menjadi duel duo winger terbaik dari masing-masing tim.

Dari kubu tuan rumah nama M Ridwan dipastikan bakal menempati posisi sayap kanan, sebaliknya dari kubu tim tamu akan menempatkan Tantan di posisi sayap kiri.

Melihat penampilan keduanya pada musim ini ada beberapa persamaan yang bisa diulas, misalnya perolehan gol dari Tantan dan Ridwan ternyata sama-sama sudah mengoleksi delapan gol. Artinya soal ketajaman keduanya untuk menjebol gawang lawan sudah tidak perlu diragukan lagi.

Kemudian pula dilihat dari statistik seperti dilansir soccerway.com, keduanya pun menjadi pemain yang paling sering bermain di klubnya masing-masing. Jika Ridwan sudah bermain selama 2027 menit dari 23 pertandingan bersama Persib, maka Tantan pun paling sering bermain di SFC dengan total 1763 menit dari 21 pertandingan.

Menarik disaksikan sebab kedua winger terbaik ini dipastikan juga akan sering beradu fisik meski secara tidak langsung. Ridwan yang ditugaskan untuk membongkar pertahanan SFC dari sayap kanan memang akan lebih sering bertemu Mahyadi Panggabean dibandingkan Tantan.

Namun Head Coach SFC, Kas Hartadi berharap agresivitas Tantan bisa mencegah Ridwan untuk terus melancarkan serangan dari sektor sayap. Artinya, dia berharap agar Ridwan fokus untuk membantu pertahanan timnya bersama Supardi Nasir di sektor sayap kanan. Pihaknya percaya, Tantan yang selama ini diandalkan bermain di sayap kiri akan mampu menjalanka tugas itu dengan baik.

“Saya berharap serangan Persib akan berkurang, karena mereka juga harus fokus di sektor pertahanan. Saya yakin Tantan akan merepotkan Supardi jika ditempatkan di sayap kiri," kata mantan pemain Persisam Samarinda itu.

Pelatih asal Solo itu menyadari permainan Persib tidak hanya akan bertumpu pada Ridwan seorang yang akan mencoba mengirimkan umpan crossingnya dari sektor kanan. Lebih dari itu tim yang berjuluk Maung Bandung ini juga bakal merepotkan timnya dari sektor sayap kiri. Nama Hilton Moreira sudah pasti akan merepotkan barisan pertahanannya di sektor kanan yang ditempati oleh Fandy Mochtar.

“Kita waspadai permainan sayap Persib ini. Latihan kita sejak awal memang difokuskan untuk antisipasi umpan-umpan crossingnya, sebab kita sadar Persib memiliki striker berbahaya yakni Sergio van Dijk yang siap menyambut umpan crossing itu,” ungkap Kas.

Penulis : Darwin Sepriansyah
Editor : Soegeng Haryadi

Kamis, 13 Juni 2013

Dzumafo:Persib Masa Lalu Saya


Striker asing Sriwijaya FC, Herman Dzumafo Effandi menegaskan bahwa dia siap bermain profesional ketika bertemu mantan timnya sendiri Persib Bandung di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung pada 15 Juni mendatang.

“Sekarang saya sudah bersama SFC dan saya harus bisa bermain total membawa SFC menang. Persib memang pernah jadi bagian dari saya (pada putaran pertama lalu), tapi itu masa lalu saya,” katanya ketika dihubungi wartawan, Rabu (12/6/2013).


Pemain berpostur tinggi besar ini menyatakan siap mencetak gol ke gawang Persib Bandung.

Ambisinya itu sekaligus sebagai bentuk ajang pembuktian bahwa kemampuannya untuk merobek jala gawang lawan masih bisa diandalkan. Dua gol ke gawang Persita Tangerang pada laga Senin (10/6/2013) lalu menjadi bukti bahwa naluri mencetak golnya masih tinggi, terlebih dengan dukungan pemain SFC lainnya.


“Mudah-mudahan saat lawan Persib nanti saya kembali cetak gol, dan kembali membawa SFC meraih kemenangan,” kata Dzumafo.


Meski diakaui Dzumafo target timnya untuk menang dikandang Persib ini cukup sulit, namun dia bersama rekannya yang lain akan berusaha semaksimal mungkin memberikan permainan terbaik. Termasuk ketika berduel dengan mantan rekan-rekannya sendiri di lapangan hijau, terutama dari lini belakang, mantan pemain PSPS itu tetap akan bermain fight dan tanpa kompromi.


“Saya tahu lawan yang tangguh. Mereka memiliki komposisi pemain yang merata dari lini per lini,” terang pria yang beristrikan orang Indonesia itu

Hadapi Persib, Tantan Mohon Doa Wong Sumsel


Striker andalan Sriwijaya FC Tantan berharap doa dan dukungan dari masyarakat Sumsel agar timnya mampu mencuri poin penting dari tuan rumah Persib Bandung di Bandung, Sabtu (15/6/2013).

"Saya mohon doa dan restu dari masyarakat Sumsel. Karena ini pertandingan berat dan juga menentukan posisi kami," jelas Tantan, Rabu (12/6/2013).

Sebab menurut Tantan, hasil pertandingan akan sangat menentukan bagi SFC. Jika SFC kalah, maka akan tergeser dari posisi empat dan Persib akan naik peringkat."Itu menjadi motivasi kami, meski kami harus bekerja keras, karena Persib juga tengah onfire," jelas Tantan.

Seperti diketahui, Tantan membuka gol penyama kedudukan, saat Persib yang unggul lebih dulu lewat striker Sergio Van Dijk di menit ke-8 dalam pertemuan perdana di putaran I ISL 2013 9 Maret 2013 lalu. Kala itu, SFC mampu menang setelah Boakay Eddie Foday mencetak gol penentu kemenangan.

"Untuk gol itu urusan nomor dua, karena kami lebih mengutamakan kerjasama tim. Bagi kami, yang penting SFC mendapatkan poin. Jika memang teman yang bisa berkesempatan mencetak gol, maka saya lebih senang memberi assist, jika memang ada kesempatan maka akan saya lakukan," jelas Tantan.

Kas Waspadai Pergerakan Firman cs


Jika biasanya Head Coach Sriwijaya FC, Kas Hartadi hanya menentukan satu atau dua pemain saja yang patut diwaspadai dalam sebuah tim.

Namun saat bertemu Persib Bandung di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung pada Sabtu (15/6) mendatang, dia minta anak-anak asuhnya agar mewaspadai semua pemain Persib, termasuk empat pemain eks SFC musim lalu. Yakni Supardi, Firman Utina, M Ridwan dan Hilton Moreira, yang baru saja bergabung pada putaran kedua kemarin.


“Saya minta pemain agar waspadai semua pemainPersib. Semuanya berbahaya mulai dari lini depan hingga lini belakang berpotensi untuk mencetak gol,” katanya ketika dihubungi Sripo, Rabu (12/6/2013).


Berkaca pada pertandingan Persib versus Pelita Bandung Raya pada Selasa (11/6) kemarin, Kas mengingatkan agar pemainnya tidak melepaskan penjagaan terhadap pemain lawan. Terbukti dalam laga untuk kemenangan 4-3 Persib itu, salah satu golnya tercipta melalui kaki Supardi Nasir, yang tak lain merupakan pemain bek sayap.


“Mereka memiliki pemain-pemain yang memiliki naluri menyerang tinggi. Terutama, striker andalannya, Sergio van Dijk dan Kenji Adachihara,” ungkapnya.


Kemudian lanjut Kas, tak ketinggalan empat pemain eks Sriwijaya FC musim lalu, yakni Supardi, Hilton Moreira, Firman Utina dan M Ridwan dianggap sebagai motor serangan tim Persib saat ini. Bahkan untuk nama terakhir mampu menjadi pencetak gol terbanyak kedua di timnya dengan lesakkan 8 gol.

“Apalagi dipastikan kali ini Firman dan Hilton juga akan bisa main kembali, setelah absen saat lawan PBR kemarin. Makanya pemain wajib waspada dan jangan hilang konsentrasi di sepanjang pertandingan,” ucap mantan pemain Persisam Samarinda itu.

Kas Tak Ambil Pusing Perubahan Waktu Tanding


Terkait dimajukannya waktu tanding antara Persib kontra Sriwijaya FC dari pukul 19.00 menjadi pukul 15.30 pada Sabtu, 15 Juni mendatang, Pelatih Kepala Sriwijaya FC tak ambil pusing.

Kas yang dihubungi Sripoku.com menyatakan sudah mengetahui perubahan jam pertandingan yang akan dilakukan di Stadion Jalak Harupat.

Namun menurutnya, perubahan tersebut secara teknis tidak akan mempengaruhi kondisi anak asuhnya. Baik laga sore maupun malam dinilai sama saja.

Yang terpenting katanya, tim wajib untuk fokus terhadap pemain lawan yang akan dihadapi, bukan soal waktu tanding.

“Kita sudah terbiasa main di kandang lawan baik sore maupun malam. Sejauh ini mental anak-anak tidak terpengaruh sama sekali dengan perubahan jadwal itu,” tegas mantan Asisten Pelatih Ivan Kolev itu.

Rabu, 12 Juni 2013

Laga Persib vs SFC Dimajukan Pukul 15.30


Jadwal pertandingan Sriwijaya FC versus Persib Bandung yang semula akan digelar malam hari pukul 19.00, Sabtu (15/6/2013) mendatang, berubah. Jadwal tanding menjadi sore hari pukul 15.30. Hal itu dikarenakan faktor keamanan.

Sementara untuk lokasi dan tanggal pertandingannya akan tetap seperti rencana awal, yakni di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung pada hari Sabtu, 15 Juni mendatang.

Demikian pernyataan dari Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) yang menaungi SFC, Faisal Mursyid, Rabu (12/6/2013) 
 

Menurutnya, perubahan waktu tanding ini diketahui melalui surat pemberitahuan dari PT Liga Indonesia yang baru diterima manajemen SFC pada hari ini. 

"Perubahan ini karena tidak diperolehnya izin keamanan dari kepolisian setempat," katanya.