Adu Tajam Predator Lokal

Pertarungan Sriwijaya FC versus Persela Lamongan akan menjadi ajang pembuktian bagi duo predator lokal dari masing-masing tim, yakni Tantan dan Samsul Arif. Keduanya akan beradu ketajaman pada laga lanjutan Indonesia Super League di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang pada Kamis (11/7/2013) pukul 21.00 WIB, live TV One.

Dari kubu Laskar Wong Kito (julukan SFC), nama Tantan layak dikedepankan mengingat pemain yang sudah mengoleksi sembilan gol. Dia akan menggantikan peran Herman Dzumafo Effandi sebagai target man. Seperti diketahui Dzumafo dipastikan absen karena sanksi akumulasi kartu kuning. Tidak ada alternatif lain, kecuali mengoptimalkan peran Tantan di lini depan.

"Sebagai pengganti Dzumafo kita akan geser Tantan lebih ke depan sebagai ujung tombak," kata Head Coach SFC, Kas Hartadi disela-sela acara doa bersama di Mess Pertiwi jalan Bay Salim Sekip Ujung Palembang, Selasa (9/7/2013).

Menurut Kas, meski dalam skemanya Tantan bakal menempati posisi target man, tapi dalam realisasi di lapangan tidak akan terlalu kaku. Artinya Tantan bisa bergeser atau melakukan rotasi dengan pemain lainnya, seperti dengan Foday yang diplot lebih ke bekalang sebagai second striker. Bahkan tidak menutup kemungkinan bisa pula bertukar posisi dengan para winger yang bakal ditempati oleh Eric Weeks Lewis dan Ramdani Lestaluhu.

"Keempat pemain ini sifatnya tidak terlalu kaku. Kita bebaskan mereka berimprovisasi di lapangan agar pemain lawan menjadi bingung, dan tidak fokus menjaga pergerakan satu per satu pemain kita," ujarnya.
Pelatih asal Solo, Jawa Tengah ini juga sangat yakin Tantan bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan bakal mencetak gol kembali ke gawang Persela seperti pada putaran pertama (31/3) lalu. Waktu itu SFC sukses menekuk Persela di kandangnya sendiri dengan skor tipis 1-2, berkat sumbangan gol dari Tantan dan Hilton Moreira. Sementara satu-satunya gol balasan dari tuan rumah tercipta dari aksi Samsul Arif.
"Saya percaya Tantan bisa menambah golnya asalkan dia tetap tenang dan fokus disepanjang pertandingan," ujar ayah  Eric Cantona itu.

Meski sukses menekuk Persela pada pada putaran pertama lalu, tapi Kas tetap tidak ingin anak-anak asuhnya tampil terlalu percaya diri. Hal itu jelas akan menjadi bumerang karena takut pemainnya bakal meremehkan lawan. Apalagi dalam skuad Persela masih terdapat nama-nama yang patut diwaspadai terutama Samsul Arif, yang memiliki teknik, kecepatan dan skill mumpuni.

 "Sejauh ini Syamsul Arif menjadi pemain tersubur di timnya. Artinya pemain kita wajib waspada dengan pergerakannya," kata mantan Asisten Pelatih Ivan Kolev itu.

Berdasar catatan Sripo, walaupun berstatus sebagai pemain lokal tapi penampilan Samsul musim ini cukup menjanjikan. Total sudah 13 gol yang berhasil dikemasnya atau hampir mendekati pencapaiannya musim lalu, bersama Persibo Bojonegoro yang mencetak 16 gol. Bahkan pemain bernomor punggung 9 ini mampu melebihi pencapaian striker asing Persela, Mario Costas yang baru mengemas sembilan gol. Jumlah itu masih terlalu jauh dibandingkan musim lalu yang sukses mengoleksi 22 gol.

"Mereka memiliki striker-striker berbahaya, makanya kita tidak ingin pemain kecolongan akibat kehilangan konsentrasi," sambung Kas.

Sementara Head Coach Persela Lamongan, Didik Ludianto pun tak sungkan memuji striker lokal SFC, Tantan. Menurutnya mantan pemain Persitara Jakarta Utara itulah yang selalu merepotkan setiap lini pertahanan lawan dalam setiap pertandingan. Tantan tak sungkan untuk beradu fisik dengan pemain belakang lawan dan kelebihan itulah yang menjadikannya sulit dikawal.

"Pemain yang paling berbahaya di SFC sebenarnya ada dua yakni Tantan dan Hilton Moreira, tapi Hilton kan sudah pindah ke Persib," katanya.

Menurut dia, meski sudah dipastikan bakal menjaga pergerakan Tantan, lalu bukan berarti lawan lainnya akan dilepaskan begitu saja. Dia tahu betul permainan SFC tidak hanya mengandalkan skill individu pemainnya semata tapi lebih pada kerja sama tim. Untuk itu pihaknya sudah memiliki strategi untuk mengacaukan permainan tim Laskar Wong Kito, yakni dengan menghentikan pergerakan Ponaryo Astaman yang dinilai sebagai otak serangan.

"Ponaryo saya anggap sebagai orang pertama yang mengatur permainan tim. Makanya pemain kita wajib terus menekan Ponaryo, jika mengingingkan permainan lawan tidak berkembang," tegasnya.

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments