Kas Hartadi: Sriwijaya FC Kurang Greget!

Sriwijaya FC akhirnya tertahan diposisi empat besar klasemen sementara Indonesia Super League (ISL). Target semula yang ingin menggusur Persib Bandung dari peringkat ketiga ternyata gagal setelah Tantan dan kawan-kawan hanya mampu bermain imbang (2-2) atas tim tamu, Persela Lamongan saat bertanding di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Kamis (11/7/2013) malam.

Empat gol yang tercipta pada pertandingan itu pun hanya berhasil diciptakan oleh dua orang saja. Dari kubu SFC, sang kapten Ponaryo memborong dua gol pada menit ke-20 dan 78, kesemunya melalui penalti. Sementara dua gol yang dicetak oleh tim tamu dicetak oleh Mario Costas pada menit ke-60 dan 67.
Dengan tambahan satu poin itu, kini SFC hanya mampu mengemas 53 poin dari 27 pertandingan, dan menjadikannya tertahan di peringkat empat besar. Gagal menggeser Persib Bandung yang unggul satu poin dari jumlah laga yang sama (54 poin dari 27 pertandingan).

Sementara Persela yang tampil apik disepanjang laga sukses naik satu peringkat ke posisi 10, menggusur Persepam Madura United. Klub berkostum biru langit itu berhasil mengoleksi 34 poin dari 29 pertandingan.
"Alhamdulillah kita syukuri saja hasil ini (imbang). Dapat satu poin di kandang SFC sudah hasil yang bagus," kata Head Coach Persela, Didik Ludiyanto usai pertandingan.

Dikatakan, pihaknya sangat berterima kasih dengan perjuangan Mario Costas dan kawan-kawan yang tampil ngotot di sepanjang pertandingan. Pihaknya sejak awal sudah menekankan agar tidak kecolongan gol pada menit-menit, tapi tetap saja timnya tertinggal lebih dulu lewat gol Ponaryo pada menit ke-20.
"Namun meskipun tertinggal, pemain mau berkerja keras dan sangat termotivasi untuk bangkit. Hingga akhirnya kita bisa menahan SFC," ungkapnya seraya berujar sengaja menyimpan Samsul Arif dan memasukkannya pada babak kedua sebagai bagian dari strategi.

Sementara Head Coach SFC, Kas Hartadi mengatakan hasil imbang yang diraih timnya atas Persela jelas mengecewakan. Target awal timnya yang ingin menggusur Persib Bandung ternyata gagal terwujud.
"Pemain kita saya akui kurang greget, seperti kurang motivasi. Tidak ada pressing ketat terhadap pemain lawan, sehingga pemain lawan bebas berkreasi," ungkapnya.

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments